cover
Contact Name
Wening Cahyawulan
Contact Email
wening@unj.ac.id
Phone
+6287780818966
Journal Mail Official
jurnal-insight@unj.ac.id
Editorial Address
LPPM UNJ, Gedung Ki Hajar Dewantara Lt.6-7, Jalan Rawamangun Muka, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
ISSN : 22529055     EISSN : 25978039     DOI : https://doi.org/10.21009/INSIGHT
Core Subject : Education,
Insight: Jurnal dan Bimbingan Konseling is a peer-reviewed, open access, and online journal about research, reports, book reviews, and commentaries on all aspects of guidance and counseling which is published by Department of Guidance and Counseling, Universitas Negeri Jakarta. Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling is published twice a year on June and December.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 376 Documents
Studi Kasus Kekerasan Emosional Pada Laki-Laki Muda Feminin (Feminine Youth Male) Suci Nuranie; Susi Fitri
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 9 No 1 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.485 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.091.08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami kekerasan emosional yang dialami oleh laki-laki feminin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam. Analisis data yang digunakan adalah Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Responden pada penelitian ini terdiri dari 3 laki-laki feminin dengan karakteristik berbeda, yaitu laki-laki feminin homoseksual, laki-laki feminin heteroseksual, dan transgender. Dari penelitian ini teridentifikasi 6 tema utama yang menunjukan bentuk kekerasan emosional yang diterima oleh ketiga responden, yaitu 1) Serangan verbal dengan sub-tema cemoohan dan labelling, 2) Hubungan sosial dengan sub-tema penolakan, dijauhi, dan provokasi orang lain, 3) Kefemininan responden dengan sub-tema kesadaran kefemininan, dituntut berperilaku maskulin, serangan fisik, dan ancaman, 4) Stigma dan diskriminasi dengan sub-tema diskriminasi, dianggap homoseksual, pembunuhan karakter, dan pelecehan seksual, 5) Kehidupan religius dengan sub-tema dianggap tidak sesuai ajaran agama dan coping, serta 6) Dampak dari perlakuan yang diterima dengan sub-tema sakit hati, kesepian, tidak percaya diri, rendah diri, menyalahkan diri, self-harm, keinginan bunuh diri, dan coping.
Profil Dukungan Sosial-Psikologis Yang Dibutuhkan Dan Diperoleh Orangtua Dengan Anak Sakit Kanker (Survey Di Komunitas Kantong Doraemon) Windi Afifah; Meithy Intan Rukia Luawo
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 9 No 1 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.049 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.091.09

Abstract

Orangtua dengan anak sakit kanker membutuhkan dukungan sosial-psikologis untuk membantunya menghadapi kondisi yang ada. Dukungan sosial-psikologis adalah bantuan yang diterima oleh seseorang dari orang lain dalam bentuk dukungan emosional, bantuan instrumental, memberi informasi, penilaian diri dan interaksi yang mendukung agar dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran mengenai dukungan sosial-psikologis yang dibutukan dan diperoleh orangtua dengan anak sakit kanker di komunitas kantong doraemon. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah 20 partisipan yang memiliki anak sakit kanker di komunitas dengan menggunakan teknik sampling jenuh, yang berarti seluruh populasi digunakan. Pengumpulan data menggunakan instrumen angket sosial-psikologis yang dibutuhkan dan diperoleh. Temuan dari hasil penelitian ini adalah: (1) Dukungan sosial-psikologis yang dibutuhkan mendapatkan hasil pada tiga kategori, yaitu 45% tinggi, 35% sedang dan 20% rendah; (2) Dukungan sosial-psikologis yang diperoleh mendapatkan hasil pada tiga kategori, yaitu 25% tinggi, 55% sedang dan 20% rendah; (3) Dari lima indikator dukungan sosial-psikologis yang dibutuhkan dan diperoleh, masing-masing mendapatkan nilai yang beragam karena adanya berbagai faktor. Bagi orangtua dengan dukungan sosial-psikologis yang dibutuhkan dan diperoleh termasuk kategori tinggi maka akan berfungsi dengan baik karena kesesuaian diantara keduanya. Namun bagi orangtua yang belum memperoleh dukungan sosial-psikologis sesuai dengan yang dibutuhkan, maka penyedia dukungan berperan penting untuk memenuhi dukungan sosial-psikologis tersebut.
Pengaruh Konseling Online Menggunakan Teknik Desensitisasi Sistematis Terhadap Kecemasan Siswa Pada Saat Presentasi di SMPN 232 Jakarta Michiko Mamesah; Neni Nur Utami
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 10 No 1 (2021): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.525 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.101.07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik Desensitisasi Sistematis untuk mengurangi tingkat kecemasan siswa pada saat presentasi di SMPN 232 Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian subjek tunggal dengan desain A-B. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang siswa perempuan kelas VIII SMPN 232 Jakarta yang memiliki tingkat kecemasan tinggi pada saat presentasi berdasarkan hasil pengukuran kecemasan instrumen state and trait anxiety (STAI). Data yang diperoleh selama penelitian kemudian dianalisis dengan cara analisis dalam kondisi pada kondisi baseline (A) dan kondisi intervensi (B) serta dilakukan analisis antar kondisi baseline (A) dengan kondisi intervensi (B). Skor pada kondisi baseline cenderung stabil dan skor pada kondisi intervensi cenderung menurun. Skor kecemasan sebelum dilakukan intervensi adalah 121 (berada pada kategori tinggi) kemudian menurun menjadi 64 (berada pada kategori rendah) setelah diberikan intervensi. Hasil persentase overlap pada penelitian ini memperlihatkan bahwa teknik Desensitisasi Sistematis berpengaruh pada menurunnya tingkat kecemasan siswa pada saat presentasi.
Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok dengan Media Cynema Theraphy Untuk Meningkatkan Self Efficacy Siswa Iga Vinaya Aginza
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 10 No 1 (2021): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.944 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.101.06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media cynema theraphy dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan self efficacy pada siswa. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif. Jenis penelitian ini menggunakan rancangan penelitian One Group Pre-Test Post-Test Design. Penelitian ini terdiri dari variabel terikat yaitu self efficacy dan variabel bebas yaitu adalah layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan media cynema theraphy. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA dan SMK di RT 3 dan 4 di Desa Kepuh Kiriman, dari populasi itu diambil sampel penelitian 5 siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat peningkatan rata-rata skor self efficacy siswa di Desa Kepuh Kiriman dari nilai rata-rata pre-test 36,2 dalam kategori rendah dan skor rata-rata setelah siswa diberikan treatment, rata-rata hasil post-test 66 dalam kategori tinggi. Sehingga, membuktikan bahwa adanya pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan media cynema theraphy dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan self efficacy siswa.
Perbedaan Resiliensi Mahasiswa Rantau Ditinjau Berdasarkan Gegar Budaya Herdi Herdi; Fitriana Ristianingsih
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 10 No 1 (2021): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.187 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.101.05

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan resiliensi mahasiswa rantau ditinjau berdasarkan gegar budaya di Universitas Negeri Jakarta. Sampel pada penelitian ini berjumlah 1000 mahasiswa, sebanyak 105 mahasiswa memiliki gegar budaya sangat tinggi, 225 mahasiswa memiliki gegar budaya tinggi, 357 mahasiswa memiliki gegar budaya sedang, 237 mahasiswa memiliki gegar budaya rendah, dan 76 mahasiswa memiliki gegar budaya sangat rendah. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan studi komparasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan Resilience Question Test dan Inventory Culture Shock. Analisis uji validitas instrumen menggunakan Product Moment Pearson dengan bantuan aplikasi IBM SPSS versi 26.0 hingga diperoleh 37 butir item valid pada Resilience Question Test dan diperoleh 23 butir item valid Inventory Culture Shock. Uji reliabilitas dengan rumus Alpha Cronbach hingga diperoleh koefisien sebesar 0.880 pada Resilience Question Test dan 0.929 pada Inventory Culture Shock yang berarti bahwa instrumen memiliki reliabilitas tinggi dan layak digunakan sebagai instrumen penelitian. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik Uji Kruskal Wallis Test dan diperoleh nilai Asymp. Sig sebesar 0.000 (<0.05). Hasil menunjukkan bahwa terdapat 7,6% mahasiswa rantau mengalami gegar budaya sangat rendah, 23,7% mahasiswa rantau mengalami gegar budaya rendah, sebanyak 35,7% mahasiswa rantau mengalami gegar budaya sedang, sebanyak 22,5% mahasiswa rantau mengalami gegar budaya tinggi, selanjutnya 10,5% mahasiswa rantau mengalami gegar budaya sangat tinggi. Sebagian besar resiliensi mahasiswa rantau berdasarkan gegar budaya berada pada kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan resiliensi mahasiswa rantau ditinjau berdasarkan gegar budaya. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa faktor yang mempengaruhi gegar budaya tidak hanya mengenai nostalgia kampung, disorientasi dan hilangnya kebiasaan, gaya hidup, bahasa, dan simbol. Namun, resiliensi juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya gegar budaya.
Pengaruh Stigma Masyarakat Terhadap Pembentukan Konsep Diri Remaja Penyalahgunaan Narkoba di Yayasan Bersama Kita Pulih (BESAKIH) Nur alifya; Michiko Mamesah
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 10 No 1 (2021): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.578 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.101.08

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana stigma masyarakat mempengaruhi konsep diri remaja penyalahgunaan narkoba di Yayasan Bersama Kita Pulih. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode yang digunakan adalah studi kasus dengan responden sebanyak 2 orang remaja penyalahguna narkoba. Pengambilan sampel menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa responden pertama yang berinisial AA sudah memiliki konsep diri yang positif setelah melakukan rehabilitasi. hal tersebut terlihat dari mulai terpenuhinya dimensi-dimensi dalam konsep diri yaitu dimensi pribadi, dimensi sosial, dimensi fisik, dimensi etika dan moral serta dimensi keluarga. Sedangkan responden kedua yang berinisial MAM memiliki konsep diri yang negatif ditandai tidak merasa dirinya bermasalah dan tidak memerlukan perawatan rehabilitasi. Hal tersebut karena MAM memiliki kontrol emosi yang rendah, penerimaan diri yang negatif dan rendahnya tingkat beradaptasi dengan lingkungan. Stigma masyarakat 50% cukup berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri pada remaja jika hubungan dengan keluarga kurang baik. Karena pada masa remaja sangat diperlukan dukungan dan kasih sayang orangtua dalam perkembangan emosional remaja. The purpose of this research is to see how social stigma affects self-concept of adolescent drug abuse at Yayasan Bersama Kita Pulih. This research uses a qualitative approach and method that is used is a case study with the respondents of 2 adolescents who abuse drugs. Sampling uses interview, observation and documentation. The result of this research shows that the first respondent with the initials AA already has a positive self-concept after doing the rehabilitation. It can be seen from starting the fulfillment of dimensions in self-concept, namely personal dimension, social dimension, physical dimension, ethical and moral dimensions and also family dimension. While, the second respondent with the initials MAM has a negative self-concept that is indicated from not feeling that his self is problematic and does not require rehabilitation treatment. This is because MAM has a low emotional control, negative self-acceptance and a low level-adaptation with the environment. 50% of social stigma is quite influential towards the formation of self-concept in adolescent if the relationship with the family is not good enough. Because in adolescence, parental support and affection are required in adolescent emotional development.
Efektifitas Teknik Anger Management dalam Mengelola Emosi Marah yang dilakukan melalui e-counseling di SMP Islam Al Azhar 12 Rawamangun Happy Karlina Marjo; Ayu Lestari
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 10 No 1 (2021): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.908 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.101.03

Abstract

EFEKTIFITAS TEKNIK ANGER MANAGEMENT DALAM MENGELOLA EMOSI MARAH YANG DILAKUKAN MELALUI E-COUNSELING DI SMP ISLAM AL AZHAR 12 RAWAMANGUN EFEKTIFITAS TEKNIK ANGER MANAGEMENT DALAM MENGELOLA EMOSI MARAH YANG DILAKUKAN MELALUI E-COUNSELING DI SMP ISLAM AL AZHAR 12 RAWAMANGUN Ayu Lestari ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik anger management dalam mengelola emosi marah pada satu siswa kelas IX di SMPI Al Azhar 12 Rawamangun. Metode penelitian adalah Single Subject Research dengan desain penelitian A-B. Pengumpulan data menggunakan instrumen observasi yang dikembangkan melalui indikator pengekspresian kemarahan oleh Spielberger yaitu Anger In, Anger Out, dan Anger Control. Teknik analisis data menggunakan analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pada indikator Anger In mengalami penurunan dari kondisi baseline 13,7(sangat rendah) dan kondisi intervensi sebesar 13,6 (sangat rendah) hal yang sama terjadi pada indikator Anger Out mengalami penurunan sebesar pada baseline sebesar 30 (sangat tinggi) dan setelah intervensi menjadi 17,4 ( sedang) sesedangkan pada indikator Anger Control menunjukkan peningkatan, pada baseline diperoleh rata-rata sebesar 9 ( sangat rendah) dan setelah intervensi menjadi 23 (tinggi) . kenaikan dan penurunan pada anger out dan anger control tidak harus sama , bisa lebih besar pada kenaikan di anger in dan lebih kecil penurunan di anger out maupun sebaliknya. Adanya penurunan pada Anger Out dan adanya peningkatan pada Anger Control menunjukkan bahwa anger management berpengaruh dalam membantu anak dalam mengelola ekspresi emosi marahnya. The research aims to find out the influence of anger management techniques in managing angry emotions in one grade IX student at SMPI Al Azhar 12 Rawamangun. The research method is Single Subject Research with A-B research design. Data collection uses observation instruments developed through Spielberger's anger expression indicators Anger In, Anger Out, and Anger Control. Data analysis techniques use analysis in conditions and analysis between conditions. The results obtained from this study are in anger in indicators decreased from baseline conditions of 13.7 (very low) and intervention conditions of 13.6 (very low) the same thing occurred in anger out indicator decreased by 30 (very high) baseline and after intervention to 17.4 ( moderate) as in anger control indicator showed improvement, on the baseline obtained an average of 9 ( very low) and after intervention to 23 (high) . increase and decrease in anger out and anger control does not have to be the same, it can be greater on the increase in anger in and smaller decrease in anger out or vice versa. The decrease in Anger Out and the increase in Anger Control shows that anger management has an effect in helping children manage their expressions of angry emotions. . Keywords: Anger, Anger Expression, Anger In, Anger Out, Anger Control, behavior, cognitive, Individual counseling, Anger Management
Literasi Depresi: Gambaran dan Kebutuhan Self-help Book Untuk Meningkatkan Pemahaman Depresi Eka Wahyuni; Fairuz Nabila
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 10 No 1 (2021): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.006 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.101.04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan kebutuhan mengenai literasi depresi pada remaja untuk mengembangkan self-help book sebagai salah satu strategi dalam meningkatkan pemahaman depresi pada peserta didik. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan non probability incidental sampling dan sampel yang digunakan 76 remaja. Instrumen yang digunakan adalah Depression Literacy Questionnaire (D-Lit) dan angket kebutuhan mengenai self-help book literasi depresi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor literasi depresi remaja adalah 13,85. Sebanyak 82,35% (30 orang) remaja perempuan lebih banyak dalam kategori sedang, 30,95% (13 orang) remaja laki-laki dalam kategori tinggi dan 2,38% (1 orang) remaja laki-laki terasuk kategori rendah. Dari dua aspek literasi depresi yang tertinggi adalah aspek gejala-gejala depresi, yaitu dengan rerata skor 7,06. Kategori tertinggi dari aspek gejala-gejala depresi lebih banyak remaja laki-laki 38,09% (16 orang), kategori sedang lebih banyak remaja perempuan 58,82% (20 orang), dan kategori rendah lebih banyak remaja laki-laki (10 orang). Aspek penanganan mengenai depresi dengan kategori tinggi lebih banyak remaja laki-laki 50% (21 orang) sedangkan kategori sedang lebih banyak remaja perempuan 44,11% (15 orang) dan kategori rendah lebih banyak remaja laki-laki 26,19% (11 orang). Sebanyak 92,10% (70 orang) remaja menginginkan media yang menarik dan informatif sebagai pendamping dalam layanan bimbingan dan konseling dan 90,78% (69 orang) remaja tertarik bila media berbentuk buku seperti self-help book. Oleh karena itu, remaja membutuhkan bantuan melalui self-help book untuk menguatkan pemahaman mereka mengenai gejala-gejala depresi dan penganan mengenai depresi.
Gambaran Dimensi Body Image Siswi Terhadap Pengembangan Self-Help Book Dengan Body Image Cognitive Behavioral Therapy Wening Cahyawulan; Atikah Dwi Rahmattiani
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 10 No 1 (2021): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.483 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.101.02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dimensi body image pada siswi di salah satu sekolah SMK Negeri Jakarta dan kebutuhan untuk meningkatkan dimensi body image dengan self-help book. Sampel penelitian ini menggunakan teknik random sampling dengan jumlah sebanyak 141 peserta didik. Alat ukur yang digunakan adalah Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire – Appearance Scales (MBSRQ-AS) dan studi kebutuhan self-help book mengenai dimensi body image. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran dimensi body image pada siswi berada pada kategori positif 8,9%, netral 9,2% dan negatif 9,9% . Hal tersebut dimensi body image siswi dalam kategori negatif, sebagian besar siswi belum memiliki pengetahuan mengenai materi dimensi body image, semua siswi pada studi kebutuhan mengenai self-help book terdapat hasil 71,3% dari 141 siswi belum pernah membaca self-help book, dan 79,7% yaitu 114 siswi yang tertarik untuk mengetahui lebih jauh dan membaca self-help book ini. Oleh karena itu, pengembangan self-help book sangat penting untuk membantu siswi dalam meningkatkan dimensi body image.
Gambaran Self-Care Guru Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri Se-DKI Jakarta Eka Wahyuni; Rani Desinta
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 10 No 1 (2021): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.899 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.101.09

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran self-care guru Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri se-DKI Jakarta. Sampel penelitian ini berjumlah 195 guru BK dengan menggunakan teknik convenience sampling. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Pengumpulan data dilakukan secara online dengan menggunakan instrumen Professional Self-Care Scale. Hasil penelitian menunjukan pada umumnya self-care guru BK di SMA Negeri se-DKI Jakarta berada pada kategori tinggi dengan rerata sebesar 123.14. Sebanyak 184 guru BK (94.36%) memiliki self-care tinggi, terdapat 11 guru BK (5.64%) memiliki self-care sedang, dan tidak ada satupun guru BK yang memiliki self-care rendah. Pengembangan profesional mendapat rerata paling tinggi sebesar 6.20, sedangkan keseimbangan harian mendapat rerata terendah dengan skor 5.10. Strategi kognitif mendapati rerata sebesar 6.10, dukungan profesional mendapat rerata sebesar 5.90, dan keseimbangan hidup mendapat rerata sebesar 5.80. Hasil ini menunjukan bahwa guru BK mampu mencari peluang untuk pertumbuhan profesional dan keterlibatan dalam kegiatan profesional yang menyenangkan, dapat memantau stres serta reaksi di tempat kerja, mampu menumbuhkan hubungan saling mendukung dengan rekan kerja, mampu membina hubungan dan kegiatan di luar pekerjaan, namun mereka masih membutuhkan pengembangan tentang mengelola tuntutan pekerjaan serta mengelola kegiatan sehari-hari.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 14 No. 1 (2025): INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 13 No. 2 (2024): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 13 No. 1 (2024): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 12 No. 2 (2023): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 12 No. 1 (2023): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 2 (2022): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 1 (2022): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10 No 2 (2021): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10 No 1 (2021): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9 No 2 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9 No 1 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8 No 2 (2019): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8 No 1 (2019): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7 No 2 (2018): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7 No 1 (2018): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6 No 2 (2017): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6 No 1 (2017): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5 No 2 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5 No 1 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4 No 2 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4 No 1 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3 No 1 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2 No 2 (2013): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2 No 1 (2013): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1 No 2 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1 No 1 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling More Issue