cover
Contact Name
Wening Cahyawulan
Contact Email
wening@unj.ac.id
Phone
+6287780818966
Journal Mail Official
jurnal-insight@unj.ac.id
Editorial Address
LPPM UNJ, Gedung Ki Hajar Dewantara Lt.6-7, Jalan Rawamangun Muka, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
ISSN : 22529055     EISSN : 25978039     DOI : https://doi.org/10.21009/INSIGHT
Core Subject : Education,
Insight: Jurnal dan Bimbingan Konseling is a peer-reviewed, open access, and online journal about research, reports, book reviews, and commentaries on all aspects of guidance and counseling which is published by Department of Guidance and Counseling, Universitas Negeri Jakarta. Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling is published twice a year on June and December.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 376 Documents
Stres Remaja: Kebutuhan Video Mindfulness-Breathing Meditation Untuk Mengurangi Stres Remaja Yustia Nova Annisa; Eka Wahyuni
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 9 No 2 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.868 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.092.02

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat stres remaja dan kebutuhan untuk mengembangkan video tutorial mindfulness-breathing meditation sebagai strategi dalam mengurangi stres remaja. Convenience sampling yang digunakan untuk mengumpulkan data pada 165 peserta didik. Alat ukur yang digunakan adalah perceived stress scale (PSS) dan studi kebutuhan video mindfulness-breathing meditation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres remaja yang tinggi (27 dari skor total 40). Perempuan memiliki tingkat stres yang lebih tinggi daripada laki-laki (27,2 vs 26,6), persentase perempuan yang mengalami stres tingkat tinggi lebih banyak daripada laki-laki (54,1%vs 41,3%). Meskipun prevalensi stres sangat tinggi di kalangan remaja, sebagian besar peserta didik sangat minim memiliki paparan materi mengenai cara mengurangi stres (80,15%) serta mengenai latihan bernafas dengan baik. Peserta didik juga sangat antusias untuk mempelajari meditasi pernafasan melalui video (100%). Diketahui juga bahwa pengembangan video mindfulness-breathing meditation sangat penting untuk membantu peserta didik dalam mengurangi stres mereka. Kata Kunci: Stres, Remaja, Mindfulness, Breathing Meditation Abstract This research aims to determine the stress level of adolescents and the need to develop a mindfulness-breathing meditation video as a strategy to reduce adolescents’ stress. The convenience sampling was used to collect data form was 165 students. The measures are the perceived stress scale (PSS) and the needs of mindfulness-breathing meditation video. The results shows that the adolescent’ stress level is high (27 out of 40). Female has higher level stress than male (27,2 vs 26,6), the percentage of female who experience high level stress was outnumber male (54,1% vs 41,3%). Despite the high prevalence of stress among adolescent, most of students has minimum exposure to stress reduction (80,15%) as well as breathing exercises. All students enthusiastic to learn mindfulness-breathing meditation through video. It is recommended that development of mindfulness-breathing meditation video is crucial to help students in reducing their stress. Keywords: Stress, Adolescent, Mindfulness, Breathing Meditation
Difusi Kognitif Remaja: Kebutuhan Video Tutorial Latihan Difusi Kognitif Gita Amelia; Eka Wahyuni
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 9 No 2 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.255 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.092.06

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tingkat fusi kognitif remaja dan alat yang sesuai untuk memfasilitasi latihan difusi kognitif. Convenience sampling digunakan untuk mengumpulkan data dari 199 peserta didik. Instrumen yang digunakan adalah Cognitive Fusion Questionnaire (CFQ-7). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% remaja mengalami fusi kognitif tinggi (m = 29). Hasil tingkat fusi berdasarkan jenis kelamin, perempuan memiliki tingkat fusi yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki (30 vs 28). Persentase perempuan yang mengalami fusi tingkat tinggi melebihi jumlah laki-laki (53% vs 42%). Hasil tingkat fusi berdasarkan sosial ekonomi, tingkat sosial ekonomi rendah memiliki tingkat fusi yang lebih tinggi dibandingkan sosial ekonomi tinggi (34 vs 29). Persentase sosial ekonomi rendah yang mengalami fusi tingkat tinggi melebihi jumlah sosial ekonomi tinggi (75% vs 48%). Sebagian besar peserta didik memiliki eksposur terbatas pada latihan difusi kognitif (-70%) dan semuanya ingin belajar latihan difusi kognitif melalui video. Direkomendasikan bahwa video latihan difusi kognitif dibutuhkan untuk membantu peserta didik dalam meningkatkan kemampuan difusi kognitifnya. Kata Kunci: Difusi Kognitif, Fusi Kognitif Abstract This study aims to explore the level of adolescents’ cognitive fusion and suitable tools to facilitate cognitive defusion exercise. The convenience sampling used to gather the data from 199 students. The instrument used are the Cognitive Fusion Questionnaire (CFQ-7). The results showed that 60% of adolescents experienced high cognitive fusion (m = 29). The result of fusion level based on gender, female has higher level fusion than male (30 vs 28). The percentage of female who experience high level fusion was outnumber male (53% vs 42%). The result of fusion level based on sosial economy, low social economy higher level fusion than high social economy (34 vs 29). The percentage of low social economy who experience high level fusion was outnumber high social economy (75% vs 48%). Most of student has limited exposure to cognitive diffusion exercises (-70%) and all of them eager to learn cognitive defusion exercises through video. It is recommended that cognitive defusion exercise video is needed to help student increase their cognitive defusion skill. Keyword: Cognitive Defusion, Cognitive Fusion
Pengaruh Sibling Relationship Terhadap Kesejahteraan Psikologis Peserta Didik SMA Negeri dJakarta Barat Nur Hasanah; Susi Fitri
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 9 No 2 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.25 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.092.07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pada dimensi sibling relationship (warmth, relative power, conflict dan rivalry) terhadap kesejahteraan psikologis peserta didik SMA Negeri di Jakarta Barat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Sampel yaitu 356 peserta didik SMA Negeri di Jakarta Barat (132 laki-laki dan 224 perempuan), usia 15-17 tahun, memiliki saudara kandung. Penentuan sampel menggunakan teknik multistage random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket adaptasi, Sibling Relatonship Questionnaire (SRQ) yang disusun oleh Furman dan Buhrmester (1990) sebanyak 48 item dan Scale of Psychological Well-Being (SPWB) milik Ryff (1989) sebanyak 84 item. Uji validitas menggunakan expert judgement dan uji coba instrumen dengan rumus Person’s Product Moment. Uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach dengan SPSS v.25, diperoleh koefisien reliabilitas SRQ sebesar 0,916 dan SPWB sebesar 0,669. Teknik analisis data menggunakan Pearson’s Product Moment dan hipotesisnya diuji dengan One-Way ANOVA menggunakan program SPSS v.25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi warmth berpengaruh secara positif terhadap kesejahteraan psikologis peserta didik (0,178 > 0,05), dimensi relative power berpengaruh secara positif terhadap kesejahteraan psikologis peserta didik (0,109 > 0,05), dimensi conflict berpengaruh secara negatif terhadap kesejahteraan psikologis peserta didik (-0,105 > 0,05) dan dimensi rivalry memiliki pengaruh negatif terhadap kesejahteraan psikologis peserta didik (-0,114 > 0,05). Hasil uji hipotesis ANOVA menunjukkan bahwa Fhitung > Ftabel atau 4,786 > 2,39, dengan demikian sibling relationship secara keseluruhan memiliki pengaruh yang berbeda terhadap kesejahteraan psikologis peserta didik SMA Negeri di Jakarta Barat. Namun, berdasarkan hasil Pearson Correlation dibandingkan dengan tabel koefisien korelasi, didapati bahwa pengaruh yang terjadi dari masing-masing dimensi pada sibling relationship terhadap kesejahteraan psikologis peserta didik sangat rendah. Uji Tukey HSD juga menunjukkan bahwa hanya dimensi rivalry yang memiliki pengaruh berbeda dengan ketiga dimensi lainnya (warmth, relative power, conflict) terhadap kesejahteraan psikologis peserta didik SMA Negeri di Jakarta Barat. This study aims to determine the difference in affect of dimensions of sibling relationship (warmth, relative power, conflict and rivalry) on psychological well-being in senior high school students at West Jakarta. Suggestions used in this research are quantitative with correlational type. The samples were 356 high school students at West Jakarta (132 males and 224 females), age 15-17, has sibling. Determination of the sample multistage random sampling technique. Data collected by forms of an questionnaire which adapted, that is Sibling Relationship Questionnaire (SRQ) organized by Furman and Buhrmester (1990) amount 48 items, and Scale of Psychological Well-Being (SPWB) by Ryff (1989) amount 84 items. Validity test uses expert judgement and instrument testing with the Pearson’s Product Moment. Realibility test using the Cronbach Alpha with SPSS v.25 obtained the reliability coefficient SRQ is 0,916 and SPWB is 0.669. Data analyzed using Pearson’s Product Moment and the hypothesis was tested by One-Way ANOVA with SPSS v.25. The results showed that warmth dimension had a positive effect on psychological well-being of students (0,178 > 0,05), relative power dimension had a positive effect on psychological well-being of students (0,109 > 0,05), conflict dimension had a negative effect on psychological well-being of students (- 0,105 > 0,05), and rivalry dimension had a negative effect on psychological well-being of students (-0,114 > 0,05). Hypothesis test by ANOVA results that Fcount > Ftable or 4,786 > 2,39, means sibling relationship has a different effect on psychological well-being in senior high school students at West Jakarta. However, based on the results of Pearson Correlation compared to the correlational coefficient table, was found that the effect of each diomension of sibling relationship on psychological well-being of students was very low. Tukey HSD test also shows that only rivalry dimension has a different effect from the other three dimensions (warmth, relative power, conflict) on psychlogicall well-being in senior high school students at West Jakarta.
Pengaruh Konseling Kelompok dengan Pendekatan Trait and Factor Terhadap Kematangan Karir Siswa Kelas XII SMA Negeri 34 Jakarta Yuli Sugiati; Susi Fitri
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 9 No 1 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.38 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.091.01

Abstract

Kematangan karir siswa ditunjukkan oleh kemampuan siswa untuk mengukur diri, mengetahui potensi diri, penguasaan informasi jabatan atau pekerjaan, ketepatan dalam menentukan tujuan karir, kemampuan membuat perencanaan karir, dan memecahkan masalah yang mereka temui dalam berkarir dalam konteks ini adalah kemampuan memilih jurusan di pendidikan lanjut. Siswa yang menjadi sample penelitian adalah 5 orang siswa kelas XII MIPA yang dipilih menggunakan teknik purposive dengan keriteria skor kematangan karir terendah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian konseling kelompok dengan pendekatan trait and factor terhadap kematangan karir peserta. Pada hasil ditemukan bahwa nilai t-hitung -6, 192 serta nilai sig. 0,003. Berdasarkan t tabel dengan df= n-k atau 5-2 atau t tabel 2,353 maka dengan nilai t-hitung sebesar -6,192 maka ho ditolak. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu terdapat pengaruh penerapan konseling kelompok dengan pendekatan trait and factor terhadap kematangan karir peserta didik kelas XII SMA.
Pengembangan Program Bimbingan Dan Konseling Karir Sekolah Menengah Kejuruan Model Employability Skill Endah Susanti Pujiastuti; Susi Fitri; Dede Rahmat Hidayat
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 9 No 1 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.091.02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan program bimbingan dan konseling karir SMK model Employability Skill. Penelitian ini didasari hasil analisis asesmen kebutuhan dan permasalahn karir melalui penyebaran angket Inventori Tugas Perkembangan (ITP) di SMKN 6 kota Bekasi. Hasil yang di dapat rata-rata aspek wawasan kesiapan karir siswa 5,89 simpangan baku 0,25 dan koofesien variensi 6,78% artinya, kebutuhan akan kondisi obyektif perkembangan karir siswa sangat diperlukan bagi siswa. selain aspek wawasan dan kesiapan karir siswa juga perlu di bekali dengan ketrampilan employability skillnya agar peserta didik yang telah meninggal bangku sekolah menengah kejuruan sudah siap untuk terjun di dunia industry. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) model Borg and Gall yang di batasi pada 7 langkah yaitu: (1) Tahap penelitian dan pengumpulan informasi, (2) Tahap perencanaan produk dan desain, (3) Tahap pengembangan produk awal, (4) Uji validasi ahli, (5) Revisi Produk, (6) Uji lapangan oleh pengguna , (7) Revisi produk akhir. Pengujian produk melibatkan ahli bimbingan dan konseling, serta guru bimbingan dan konseling sekolah menengah kejuruan di Kota Bekasi. Berdasarkan hasil pengujian, maka pengembangan program bimbingan dan konseling karir model employability skill dinyatakan layak untuk diimplementasikan pada siswa SMK. Penelitian ini juga membahas mengenai kelemahan program yang ditemukan setelah uji coba dilakukan sebagai rekomendasi penelitian selanjutnya.
Pengembangan Video Simulasi Konseling Teknik Dispute Cognitive Untuk Meningkatkan Resiliensi Reni Oktora Tarigan; Wirda Hanim; RA. Murti Kusuma Wirasti
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 9 No 1 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.716 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.091.03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video simulasi teknik dispute cognitive untuk meningkatkan resiliensi. Metode penilitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R & D) yang dikembangkan oleh Bergman dan Moore. Pengembangan video simulasi menggunakan metode Interactive Video (IVD) yang terdiri dari enam tahap, yakni (1) analisis, (2) desain, (3) pengembangan, (4) produksi, (5) pengarangan, (6) validasi. Desain ini dikembangkan berdasarkan hasil analisis kebutuhan mengenai perlunya video yang menggunakan teknik dispute cognitive. Video simulasi konseling yang berisikan simulasi proses konseling mulai dari contoh kasus, tahapan dalam konseling, hingga kesimpulan. Video ini telah diuji oleh ahli materi dan media. Hasilnya, menurut ahli materi video ini mendapatkan predikat Layak dengan skor 68%. Sementara ahli media menyatakan sangat layak dengan memberikan skor 86%. Selanjutnya dilakukan validasi oleh pengguna, Mereka memberikan skor 77,6% atau layak. Kesimpulannya adalah pengembangan video simulasi dengan teknik dispute cognitive layak dan dapat digunakan oleh guru bimbingan konseling dan diharapkan dapat membantu peserta didik untuk meningkatkan resiliensi.
Evaluasi Pelaksanaan Program Pusat Sumber Pendidikan Inklusif di DKI Jakarta Indra Jaya; Aip Badrujaman; Anna Suhaenah Suparno
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 9 No 1 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.672 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.091.04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan pencapaian implementasi program di pusat sumber daya sekolah pendidikan khusus yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta sebagai Pusat Sumber Daya Pendidikan Inklusif. Studi evaluatif ini dilakukan dengan metode mix-methode yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Evaluasi dilakukan dengan model Context, Input, Process, Product and Outcome (CIPPO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Seluruh aspek dan indikator komponen konteks telah memenuhi kriteria; (2) Komponen masukan belum memenuhi kriteria; (3) Proses komponen belum memenuhi kriteria; (4) Komponen produk telah memenuhi kriteria; dan (5) Komponen hasil belum memenuhi kriteria.
Pengembangan Komik Digital Mengenai Pelecehan Seksual Secara Verbal (Catcalling) Melalui Bimbingan Klasikal Pada Peserta Didik SMAN 59 Jakarta Ghina Aninda Dwiputri; Wirda Hanim
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 9 No 1 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.808 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.091.05

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah kurangnya pengetahuan peserta didik mengenai pelecehan seksual secara verbal (catcalling), maka dari itu, diperlukan sebuah produk yang tepat agar dapat membantu peserta didik dalam meningkatkan pengetahuannya. Komik digital merupakan salah satu media pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik mengenai pelecehan seksual secara verbal (catcalling). Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan komik digital mengenai pelecehan seksual secara verbal (catcalling) melalui bimbingan klasikal pada peserta didik SMAN 59 Jakarta. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan langkah-langkah meliputi analisis potensi dan masalah, mengumpulkan informasi, desain produk, dan validasi desain, serta menggunakan tahapan pengembangan model instruksional ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil dari uji validitas dengan ahli media mendapat hasil sebesar 74% (Layak) dan dengan ahli materi mendapat hasil sebesar 90% (Sangat Layak). Hasil uji coba penilaian media terhadap kelompok kecil mendapat hasil sebesar 87% (Sangat Layak) dan uji coba ketercapaian tujuan instruksional mendapat hasil sebesar 87% (Sangat Layak). Sehingga, komik digital mengenai pelecehan seksual secara verbal (catcalling) yang dikembangkan oleh peneliti mendapat hasil keseluruhan sebasar 83,67% dan dinyatakan “Sangat Layak”.
Pengaruh Teknik Self-Instruction Dalam Pendekatan Cognitive Behavior Therapy untuk Meningkatkan Harga Diri Korban Perundungan Rahmah Salsabila; Hilma Fitriyani
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 9 No 1 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.385 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.091.06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik self-instruction dalam pendekatan CBT untuk meningkatkan harga diri korban perundungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian subjek tunggal dengan desain A-B. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang siswa laki-laki kelas VII SMP yang memiliki harga diri rendah berdasarkan hasil pengukuran harga diri instrumen coopersmith self-esteem inventory. Data yang diperoleh selama penelitian kemudian dianalisis dengan cara analisis dalam kondisi pada kondisi baseline (A) dan kondisi intervensi (B) serta dilakukan analisis antar kondisi baseline (A) dengan kondisi intervensi (B). Skor pada kondisi baseline cenderung stabil dan skor pada kondisi intervensi cenderung meningkat. Rata-rata skor harga diri sebelum dilakukan intervensi adalah 66 (berada pada kategori rendah) kemudian meningkat menjadi 93 (berada pada kategori sedang) setelah diberikan intervensi. Hasil persentase overlap pada penelitian ini memperlihatkan bahwa teknik self-instruction berpengaruh pada meningkatnya harga diri konseli.
Pengembangan Media Buku Bantuan Diri (Self-Help Book) dengan Teknik Self Modification Untuk Meningkatkan Keterampilan Manajemen Waktu Peserta Didik Kelas X di MAN 1 Kota Tangerang Selatan Rizka Nurul Fadhilah; Wening Cahyawulan
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 9 No 1 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.784 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.091.07

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media self-help book untuk meningkatkan keterampilan manajemen waktu dengan menggunakan teknik self modification pada peserta didik X MA Negeri 1 Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini termasuk dalam Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian dilakukan di MA Negeri 1 Tangerang Selatan. Subjek penelitian ini adalah 197 peserta didik kelas X. Pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara dan penyebaran angket kepada peserta didik. Hasil uji validasi dengan ahli media mendapat persentase sebesar 92,05% (Sangat Layak) dan ahli materi sebesar 87,5% (Sangat Layak). Hasil uji validasi pada kelompok kecil mendapat persentase 84,8% (Sangat Layak) pada penilaian media. Sehingga dapat dinyatakan media self-help book untuk meningkatkan keterampilan manajemen waktu dengan menggunakan teknik Self Modification pada peserta didik kelas X di MA Negeri 1 Kota Tangerang Selatan “Sangat Layak”. Di dalam self-help book ini terdapat informasi-informasi keterampilan manajemen waktu seperti definisi, faktor-faktor, bentuk perilaku, dan cara meningkatkan keterampilan manajemen waktu. Selain itu terdapat lembar kerja-lembar kerja untuk membantu peserta didik mengatasi permasalahan dan meningkatkan keterampilan manajemen waktu.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 14 No. 1 (2025): INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 13 No. 2 (2024): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 13 No. 1 (2024): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 12 No. 2 (2023): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 12 No. 1 (2023): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 2 (2022): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 1 (2022): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10 No 2 (2021): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10 No 1 (2021): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9 No 2 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9 No 1 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8 No 2 (2019): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8 No 1 (2019): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7 No 2 (2018): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7 No 1 (2018): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6 No 2 (2017): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6 No 1 (2017): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5 No 2 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5 No 1 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4 No 2 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4 No 1 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3 No 1 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2 No 2 (2013): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2 No 1 (2013): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1 No 2 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1 No 1 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling More Issue