cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Inovasi
ISSN : 14115549     EISSN : 25276220     DOI : -
The Journal contains the original article of the research related to the problem areas of Agricultural Production, Animal Production, Agribusiness Management, and Agricultural Technology.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 15 No 3 (2015): Desember" : 12 Documents clear
PERAN DAN KINERJA PENYULUH PERTANIAN DALAM MEMBERDAYAKAN PETERNAK AYAM PETELUR DI KABUPATEN JEMBER Indri Rafiani Rahmawati; - Muksin; - Rizal
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 15 No 3 (2015): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v15i3.11

Abstract

Prospek usaha peternakan ayam ras petelur di Indonesia dinilai sangat baik dilihat dari pasar dalam negeri maupun luar negeri, jika ditinjau dari sisi penawaran dan permintaan. Di sisi penawaran, kapasitas produksi peternakan ayam ras petelur di Indonesia masih belum mencapai kapasitas produksi yang sesungguhnya. Salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi peternakan ayam ras petelur diindonesia yaitu meningkatkan produksi peternakan ayam ras petelur yang ada dengan membuka usaha peternakan ayam petelur di empat Kecamatan Kabupaten Jember yaitu Kalisat, Jenggawah, Sumberbaru dan Mayang yang tidak mendirikan usaha peternakan ayam petelur dengan meningkatkan sumber daya manusia salah satu faktornya yaitu melalui peran, inovasi dan kinerja penyuluh dalam meningkatkan produksi dan keberdayaan peternak ayas petelur. Penelitian ini menggunakan metode sensus atau complete enumeration, dengan populasi sampel keseluruhan 57 peternak ayam ras petelur di 19 Kecamatan Kabupaten Jember. Analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah SEM dengan Parsial Least Square (PLS). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran penyuluh, kinerja penyuluh dan inovasi penyuluh berpengaruh secara langsung dan signfikan terhadap keberdayaan peternak kemudian peran dan inovasi penyuluh berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap kinerja penyuluh.
PENGARUH PELATIHAN DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN KINERJA KARYAWAN PERUSAHAAN DAERAH PERKEBUNAN JEMBER Wisnu Githa; Ridwan Iskandar; Tanti Kustiasari
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 15 No 3 (2015): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v15i3.17

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) menganalisis pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan pada perusahaan daerah pekebunan (PDP) Jember; 2) menganalisis pengaruh pelatihan terhadap kepuasan kerja karyawan   PDP Jember; 3) menganalisis pengaruh karaktristik individu terhadap kepuasan kerja karyawan PDP Jember; 4) menganalisis karakteristik individu terhadap kinerja karyawan PDP Jember; 5) menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan PDP Jember. Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PDP Jember. Karyawan yang dimaksud dalam populasi ini berjumlah 624 orang. Penelitian ini menggunakan ukuran sampel 160 orang. Metode analisis data menggunakan Structural Equation Model (SEM). Hasil penelitian menunjukkan pelatihan berpengaruh signifikan dan positif terhadap kepuasan kerja karyawan PDP Jember. Pelatihan berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja karyawan PDP Jember. Karakteristik individu berpengaruh signifikan dan positif terhadap kepuasan kerja karyawan PDP Jember. Karakteristik individu tidak berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja karyawan PDP Jember, kepuasan kerja berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja karyawan PDP Jember.
PENGARUH MOTIVASI, KEPEMIMPINAN, BUDAYA ORGANISASI MELALUI KEPUASAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PTPN X JEMBER Endang Widyawatiningrum; Ujang Suryadi; Ri Zal
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 15 No 3 (2015): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v15i3.13

Abstract

Sebuah organisasi yang kompetitif memerlukan dukungan dari semua sumber daya untuk meningkatkan kinerja . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk megetahui  apakah ada pengaruh motivasi , kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan PTPN X Jember. Sebagai objek penelitian ini adalah seluruh karyawan PTPN X Jember dengan sampel 154 karyawan yang menjadi responden . Berdasarkan analisis menggunakan SEM menunjukkan bahwa motivasi dan budaya organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan di PTPN X Jember sementara kepemimpinan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan di PTPN X Jember . Motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja di PTPN X Jember sedangkan kepemimpinan dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja di PTPN X  Jember . Kepuasan berpengaruh signifikan terhadap kinerja di PTPN X Jember .
ANALISIS PROGRAM PENYULUHAN, SUMBER DAYA MANUSIA PADA OPTIMALISASI IB DAN SARANA PRASARANA PERLUASAN LAHAN HMT TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI SAPI POTONG DI KABUPATEN BONDOWOSO Niken Dyah Ayu Kusuma Dewi; - Rizal; Hariadi Subagja
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 15 No 3 (2015): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v15i3.14

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) menganalisis pengaruh program penyuluhan terhadap peningkatan produksi sapi potong di Kabupaten Bondowoso, 2) menganalisis pengaruh sumber daya manusia  pada optimalisasi IB terhadap peningkatan produksi sapi potong di Kabupaten Bondowoso, 3) menganalisis pengaruh sarana prasarana perluasan lahan HMT terhadap peningkatan produksi sapi potong di Kabupaten Bondowoso. Populasi yang dalam penelitian ini adalah petani sapi potong yang berjumlah 250 orang di Kabupaten Bondowoso. Penelitian ini menggunakan ukuran sampel 160 orang. Metode analisis data menggunakan Structural Equation Model (SEM). Hasil penelitian menunjukkan program penyuluhan berpengaruh positif signifikan terhadap peningkatan produksi sapi potong di Kabupaten Bondowoso. Sumber daya manusia Optimalisasi IB (Inseminasi Buatan) berpengaruh positif signifikan terhadap peningkatan produksi sapi potong di Kabupaten Bondowoso. Sarana prasarana perluasan lahan HMT (Hijauan Makanan Ternak) tidak berpengaruh positif signifikan terhadap peningkatan produksi sapi potong di Kabupaten Bondowoso.
ANALISIS KINERJA SUPPLY CHAIN MENGGUNAKAN MODEL SCOR (Studi Kasus pada Roti "SIP" Politeknik Negeri Jember) M. Rizal Umami; Ridwan Iskandar; Ujang Suryadi
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 15 No 3 (2015): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v15i3.18

Abstract

ABSTRAK Unit Pelaksana Teknis Aneka Pangan Roti "SIP" selanjutnya disingkat SIP adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pangan, dalam proses pemasaran Roti "SIP" mengalami perkembangan dan penurunan omset penjualan roti.Unit Usaha Aneka Pangan Roti "SIP"ini memiliki aktivitas supply chain yang digunakan dalam mengatur aliran barang mulai dari toko bahan-bahan roti sebagai supplier sampai kepada konsumen akhirnya. Dengan adanya penerapan konsep supply chain management diharapkan aktivitas supply chain perusahaan dapat berjalan dengan baik mulai dari produksi hingga sampai pada penjualan. Namun, pada kenyataannya ada saja permasalahan yang terjadi dalam aktivitas supply chain. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode SCOR, Model Supply Chain Operations Reference (SCOR) adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengukur performansi supply chain. Model SCOR membagi prosesnya menjadi 5 proses inti yaitu Plan (perencanaan), Source (pengadaan), Make (pembuatan), Deliver (penyampaian), dan Return (pengembalian). Kelima proses inti ini saling terintegrasi mulai dari supplier sampai ke konsumen akhir. Dengan menggunakan SCOR, maka akan diketahui kinerja keseluruhan fase dalam supply chain perusahaan secara terintegrasi. Hasiil penelitian ini  diperoleh nilai total indeks performansi supply chain perusahaan sebesar 5.08. dalamtraffic light system nilai tersebut termasuk dalam kategori kuning yang menunjukkan bahwa perusahaan belum mencapai performa yang diharapkan.
ANALISIS RANTAI NILAI HASIL TANGKAPAN LEMURU SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI PENGOLAHAN IKAN Gatot Silo Sakti; Hari Rujito; Rahmat Ali Syaban
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 15 No 3 (2015): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v15i3.21

Abstract

Lemuru merupakan ikan ekonomis penting yang menjadi hasil tangkapan andalan masyarakat nelayan muncar untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan sebagai bahan baku utama industri pengolahan ikan, yang umumnya adalah industri pengalengan dan penepungan ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan aktivitas-aktivitas yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pemetaan rantai nilai, (2) menganalisis tata kelola dan regulasi yang selama ini berlaku dalam menjaga kelestarian jumlah lemuru, (3) Menganalisis elemen-elemen yang menjadi kekuatan pendorong dalam rantai nilai dan merumuskan strategi rantai nilai yang efektif guna mencapai kesejahteraan pelaku-pelaku di dalam rantai nilai.   Berdasarkan pemetaan rantai nilai, diketahui Pengelola Tempat Pelelangan Ikan (TPI) tidak berkontribusi dalam alur penjualan ikan, sehingga nelayan tidak memiliki perlindungan harga dalam menjual hasil tangkapannya. Dari pendapatan pakar melalui teknik analisis ISM (Interpretative Structural Modelling) terdapat empat elemen yang di identifikasi dalam kegiatan lemuru, yaitu : Elemen kendala dalam kegiatan perikanan lemuru dengan sub elemen lembaga terkait kurang optimal dalam mewujudkan solusi yang telah dirumuskan sebagai sub elemen kunci, Elemen kebutuhan pelaku usaha dalam kegiatan perikanan lemuru dengan sub elemen tata kelola, regulasi dan pengawasan, penyuluhan dan pembinaan, solusi dari peraturan yang ada, dan kelembagaan yang aktif merupakan sub elemen kunci.    Berdasarkan analisis strategi kebijakan melalui AHP (Analytic Hierarchy Process), kriteria kebijakan yang menjadi prioritas adalah kelesetarian lemuru dengan alternatif kebijakan yaitu law enforcement. Penerapan law enforcement dapat efektif apabila ditunjang kebijakan lain untuk memperkecil gap antara peraturan dengan pelanggaran. Kebijakan alternatif tersebut dapat dikelola secara bertahap dan sinergis, dimulai dari koordinasi stakeholder dalam rangka penguatan modal dengan mendirikan Lembaga Keuangan Mikro, penerapan open season dan close season, pengalihan wilayah tangkap untuk nelayan dan diversifikasi bahan baku untuk industri,  mengembangkan potensi wisata pelabuhan untuk menyerap angkatan kerja selama kebijakan tersebut direncanakan, dan didukung dengan pembaharuan data pengukuran bioeconomic. 
ANALISIS FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL YANG MEMPENGARUHI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS TEMBAKAU DI KABUPATEN JEMBER Oryza Ardhiarisca; Merry Muspita; Tanti Kustiasari
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 15 No 3 (2015): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v15i3.15

Abstract

Salah satu kabupaten di jawa timur yang berperan sebagai penghasil terbesar dalam bidang pertembakauan adalah kabupaten jember. Sebagai kabupaten yang menghasilkan tembakau terbesar, perlu dilakukan pengembangan terhadap industri tembakau. Dalam proses pengembangan tersebut perlu dilakukan identifikasi dan analisa terhadap faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi industri pertembakauan. Dalam mengidentifikasi dan menganalisa faktor-faktor tersebut digunakan metode analisis deskriptif. Data dalam penelitian diperoleh dengan menggunakan kuesioner, wawancara, dan studi literatur. Kabupaten Jember untuk mengembangkan tembakau adalah sarana prasarana, peran APTI, peran kelompok tani, pemasaran, pembinaan, dan budaya tanam tembakau. Sedangkan yang menjadi kelemahan Kabupaten Jember adalah perubahan anomali iklim, pengetahuan teknis petani, hama penyakit, permodalan, dan penentuan harga oleh perusahaan. Peluang dari luar adalah permintaan pasar, DBH-CHT, dan perkembangan teknologi informasi sedangkan ancamannya adalah persaingan dengan daerah lain.
STRATEGI PENINGKATAN KINERJA SUPPLY CHAIN BUAH NAGA DI KECAMATAN BANGOREJO KABUPATEN BANYUWANGI BERDASARKAN PROSES INTI SCOR Kanthi Pangestuning Prapti; Ridwan Iskandar; - Kasutjianingati
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 15 No 3 (2015): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v15i3.19

Abstract

Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu daerah di Propinsi Jawa Timur yang menjadi sentra produksi buah naga dan Kecamatan Bangorejo menyumbang 39% dari total produksi buah naga di Banyuwangi atau setara 11.000 ton per ha dengan luas lahan mencapai 449 ha. Jumlah produksi buah naga di Kabupaten Banyuwangi pada setiap musim menunjukkan nilai yang tidak sama. Kontinuitas komoditi buah naga dapat menghambat supply chain di dalam agribisnis buah naga baik di dalam negeri dan maupun tujuan ekspor.Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan strategi peningkatan kinerja supply chain buah naga berdasarkan proses inti Supply Chain Operations Reference (SCOR) dan pengolahan data menggunakan Objective Matrix (OMAX). Hasil penelitian diperoleh nilai indeks performansi supply chain sebesar 5,987. Berdasarkan Traffic Light System nilai tersebut termasuk dalam kategori kuning yang menunjukkan bahwa masih perlu adanya perbaikan terhadap kinerja supply chain buah naga yang ada di Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi.
PENGARUH PERSONAL SELLING, KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MELALUI KEPUASAN KONSUMEN DI TOKO BAGIAK PELANGI SARI BANYUWANGI Driyanto Wahyu Wicaksono; Bagus Putu Yudhia Kurniawan; Hariadi Subagja
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 15 No 3 (2015): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v15i3.22

Abstract

Kompetisi menjadi keniscayaan dalam setiap persoalan bisnis. Hal ini dapat dilihat dengan munculnya pelaku bisnis baru. Begitupun juga yang dihadapi oleh pengusaha bagiak yang ada di Banyuwangi, tidak luput juga Toko Kue Bagiak Pelangi Sari Banyuwangi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung personal selling, kualitas produk terhadap keputusan pembelian melalui kepuasan konsumen. Populasi penelitian adalah konsumen yang membeli kue bagiak pelangi sari Banyuwangi. Jumlah sampel 85 responden dengan accidental sampling. Data diperoleh dengan kuesioner. Analisis data dengan deskriptif persentatif yaitu persentasi dan path analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel personal selling (X1), kualitas produk (X2) berpengaruh langsung terhadap keputusan pembelian. Variabel personal selling (X1), kualitas produk (X2) tidak berpengaruh langsung terhadap keputusan pembelian. Hasil dari uji path analysis menunjukkan bahwa personal selling (X1) berpengaruh terhadap keputusan pembelian (Y) melalui kepuasan konsumen (Z) dan kualitas produk (X2) berpengaruh langsung terhadap keputusan pembelian (Y) melalui kepuasan konsumen (Z), sehingga dapat dikatakan bahwa kepuasan konsumen (Z) memediasi pengaruh personal selling (X1) dan kualitas produk (X2) terhadap keputusan pembelian (Y). 
ANALISIS STAKEHOLDER DALAM AGRIBISNIS BUAH NAGA DI KECAMATAN BANGOREJO KABUPATEN BANYUWANGI Annastia Loh Jayanti; - Muksin
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 15 No 3 (2015): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v15i3.12

Abstract

Sektor pertanian masih menjadi salah satu unggulan sebagai penggerak sektor perekonomian di Indonesia, begitu juga di Kabupaten Banyuwangi yang memiliki potensi sumberdaya alam berlimpah. Salah satu komoditi hortikultura yang saat ini menjadi primadona di Kabupaten Banyuwangi adalah buah naga, dimana salah satu sentranya adalah Kecamatan Bangorejo. Permasalahan klasik yang terjadi dalam dunia agribisnis adalah rendahnya posisi tawar petani pada saat tiba musim panen yang saat ini sebagian besar produk buah naga langsung ditampung oleh pengepul beserta harga dan kualitas yang juga ditetapkan oleh pengepul. Kondisi ini dapat diperbaiki apabila ada kerjasama antara berbagai pihak yang memiliki kepentingan dan pengaruh di bidang agribisnis buah naga. Analisis stakeholder memetakan pihak yang terlibat beserta kebutuhan dan peran yang harus dijalankan masing-masing pihak tersebut dalam mendukung keberlanjutan agribisnis buah naga di Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi.

Page 1 of 2 | Total Record : 12