cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Inovasi
ISSN : 14115549     EISSN : 25276220     DOI : -
The Journal contains the original article of the research related to the problem areas of Agricultural Production, Animal Production, Agribusiness Management, and Agricultural Technology.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 19 No 2 (2019): Agustus" : 9 Documents clear
Perancangan Produksi Bersih dengan Pendekatan 5R di UD. Usaha Berkah Pelaihari Jaka Darma Jaya; Ema Lestari
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 19 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v19i2.1139

Abstract

Tahu adalah makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari kedelai. Proses pembuatan tahu menghasilkan limbah padat dan cair yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Perancangan produksi bersih pada industri tahu perlu dilakukan dalam mendorong industri yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alternatif penerapan produksi bersih dengan menggunakan pendekatan 5R (Re-think, Reduce, Reuse, Recycle, Recovery) melalui pengumpulan data, identifikasi masalah menggunakan mass balance, fishbone dan desain produksi bersih menggunakan 5R. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan tahu berdasarkan data neraca massa menghasilkan limbah padat 18 Kg dan limbah cair 158 kg. Identifikasi masalah menggunakan tulang ikan menunjukkan faktor penyebab adalah manusia (penggunaan air yang tidak efisien, penambahan bahan yang kurang tepat), mesin (batu giling tumpul, mesin tua), bahan (kedelai kualitas rendah, whey tidak diregenerasi) dan metode (waktu pencucian yang tidak tepat) . Alternatif produksi bersih yang dapat diterapkan di UD. Usaha Berkah meliputi Re-think (pemeliharaan dan perbaikan mesin secara rutin, kerjasama dengan pemasok bahan baku), Reduce (pemilahan bahan baku, efisiensi penggunaan air), Reuse and Recycle (pemanfaatan limbah sebagai bahan baku pembuatan biogas dan tempe gembus) dan Recovery (pemanfaatan ampas kedelai sebagai pakan ternak, pemanfaatan kembali whey dalam produksi).
Inovasi Pangan Fungsional dan Zero Waste berbahan Baku Buah Naga Rini Fertiasari; Sri Mulyati; Ahmad Ridho
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 19 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v19i1.1501

Abstract

Kabupaten Sambas memiliki 71,15 ha lahan buah naga dengan produksi harian bisa mencapai 4 sampai 5 ton buah dengan 27 kali setiap tahun. Diversifikasi produk olahan buah naga merah berbasis zero waste berawal dari permasalahan yang muncul di masyarakat saat tiang. Buah naga kelas A,AB,B dapat diserap pasar, bahkan menjadi produk ekspor ke malaysia sedangkan kelas aB dan B dipasarkan ke Kalimantan Timur. Grade C tidak ada konsumen di pasar. Secara kualitas buahnya hanya berukuran kecil. Tujuan penelitian : 1. Diversifikasi fungsional teh olahan pangan; 2. Pemanfaatan kulit buah sebagai konsep zero waste; 3. Mengetahui karbohidrat dengan cara yang berbeda; 4. Ketahui jumlah kalori dalam satu porsi teh 100 gram; 5. Meningkatkan pendapatan masyarakat. Produk yang dihasilkan merupakan produk olahan pangan fungsional yang memiliki fungsi tambahan sebagai produk pangan olahan untuk kesehatan. Dari hasil uji laboratorium, secara mei nilai karbohidrat dengan selisih sebesar 41,83 % dan jumlah kalori sebesar 201,57 kkal/100 gram.
Aplikasi Media Selektif Mikroba sebagai Indikator Kemasan Cerdas pada Bahan Pangan Sri Indriati; Muhammad Yusuf; Nur Fitriani Usdyana; Rosalin Rosalin
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 19 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v19i2.1391

Abstract

Penurunan kualitas pangan terjadi hingga penyimpanan, distribusi dan transportasi. Kualitas informasi yang menurun dideteksi oleh smart packaging yang memiliki indikator tertentu. Smart packaging bertujuan untuk menjaga kondisi makanan dalam kemasan dan memberikan informasi tentang kualitas makanan secara tepat dan keamanan produk. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan kemasan cerdas yang mendeteksi keberadaan Escherichia coli dan Pseudomonas Sp . Bakteri ini bersifat patogen yang menyebabkan keracunan dan infeksi pada tubuh serta membuat tekstur daging menjadi lunak, sedangkan pada buah dan sayuran dapat menyebabkan busuk, busuk jari, dan tekstur lunak. Bakteri ini umumnya muncul pada daging segar, produk daging, buah-buahan dan sayuran. Label pintar dibuat dari media selektif yaitu Eosin Methylene Blue (EMBA) dan Selenit Enrichment Broth (SEB), yang diformulasi dengan bubuk agar, tepung tapioka dan gliserol. Penerapan smart label pada ikan, daging, tomat dan bayam menghasilkan respon yang tepat untuk mendeteksi kerusakan mutu pada bahan pangan, yang ditunjukkan pada hasil penentuan umur simpan, perhitungan bakteri Total Plate Count (TPC), pengukuran sifat fisik (kekuatan tarik, perpanjangan, ketebalan), analisis warna dengan chromameter dan pengujian sensitivitas label cerdas
Pemberdayaan Masyarakat Tani dalam Input Teknologi Agribisnis Cabe di Kab. Tanatoraja Wahyuni Zam; Ilyas Ilyas; Syatrawati Syatrawati
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 19 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v19i2.1502

Abstract

Musim panen cabai yang menyebabkan harga cabai sangat murah oleh karena itu petani membutuhkan teknologi penanganan pasca panen cabai. Peningkatan nilai jual produk cabai dapat ditingkatkan dengan mengolah cabai segar menjadi bubuk. Program ini sangat memungkinkan untuk diterapkan bagi petani cabai karena Cabai yang dikembangkan adalah sistem budidaya ramah cabai lokal. Teknologinya mudah diterapkan, penggunaan alat sederhana dan biaya lebih murah. Melalui program ini telah mengedukasi petani tentang pentingnya input teknologi agribisnis dalam pengolahan komersial cabai skala petani sebagai sumber pendapatan tambahan. Program ini bertujuan untuk memberdayakan petani secara mandiri dalam penanganan pasca panen cabai dan pengolahan yang bernilai jual, meningkatkan keterampilan petani dalam produksi cabai bubuk, menerapkan pengembangan teknologi agribisnis cabai. Demonstrasi dan Pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 petani perempuan terampil dalam pengolahan cabai segar menjadi cabai bubuk, pengemasan dan pemasaran.
Seleksi Genotipe Gandum Tropis Toleran Suhu Tinggi maenggunakan Marka SSR Muhammad Kadir; Kaimuddin Kaimuddin; Yunus Musa; Muhammad Farid; Karlina Syahruddin; Amin Nur
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 19 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v19i2.1498

Abstract

Tekanan suhu tinggi merupakan tantangan untuk mengembangkan gandum di lingkungan tropis dan mempengaruhi setiap tahap perkembangan tanaman. Oleh karena itu, deteksi dini karakteristik hasil menggunakan marka terpaut suhu tinggi diperlukan untuk menghasilkan varietas yang adaptif di lingkungan tropis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi perbedaan pembentukan pola pita dari populasi gandum tropis hasil seleksi lapangan menggunakan penanda SSR untuk toleran panas. Percobaan ini menggunakan 10 genotipe terpilih dan diuji dengan 10 penanda SSR toleran panas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 primer SSR hanya 2 primer yang menunjukkan perbedaan ukuran pita yaitu pada primer XGWM285 dan XBARC197 yang hanya terbentuk pada genotipe OHP12a1-1-9.
Respon Produksi Telur Puyuh (Coturnix Coturnix Japonica) dengan Pembatasan Pakan secara Kualitatif dan Kuantitatif pada Saat Pertumbuhan Rosa Tri Hertamawati; Edhy Sudjarwo; Osfar Sjofjan; Suyadi Suyadi
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 19 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v19i2.1556

Abstract

Respon produksi puyuh petelur yang diberi pakan terbatas selama pemeliharaan diukur dalam empat percobaan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Tersarang. Percobaan menggunakan 300 ekor burung puyuh umur 14 hari. Puyuh yang dipelihara di bawah dua program pembatasan makan diberi makan dengan 2 pola makan, pemberian makanan terbatas kualitatif adalah Energi Metabolisme (ME) R1= 2900 kkal/kg; R2 = 2800 kkal/kg dan pemberian makanan terbatas secara kuantitatif; P0 = 100% ad libitum; P1 = 90% ad libitum dan P2 = 80% ad libitum (n= 300). Setiap kelompok (n= 50) memiliki lima ulangan yang masing-masing berisi 10 ekor burung. Perlakuan makan terbatas dilakukan pada puyuh umur empat belas hari sampai dewasa kelamin. Setelah dewasa kelamin, pemberian pakan diberikan secara ad libitum. Pengamatan dilakukan terhadap konsumsi energi dan protein pakan, serta performans produksi telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan terbatas berpengaruh nyata (P<0,01) terhadap konsumsi protein dan energi pakan. Pembatasan pakan hingga 90% ad libitum menunjukkan produksi telur yang sama dengan perlakuan ad libitum dan penurunan konversi pakan pada awal produksi. Energi metabolisme ransum tidak berpengaruh nyata terhadap produksi telur sehingga dapat diterapkan pembatasan pakan 90% ad libitum dan pakan EM 2900 Kkal/kg selama periode starter.
Adaptasi Sepuluh Galur Padi Baru yang Ditanam pada Kondisi Lingkungan Berbeda Jaenudin Kartahadimaja; Eka Erlinda Syuriani; Hery Sutrisno
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 19 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v19i2.1499

Abstract

Perakitan varietas padi potensial berdaya hasil tinggi, tahan terhadap cekaman lingkungan biotik dan abiotik perlu dilakukan untuk mengatasi adanya kapasitas genetik yang stagnan. Tujuan penelitian adalah untuk menghasilkan varietas baru padi sawah adaptif di berbagai lingkungan. Penelitian menggunakan rancangan petak terpisah, lingkungan tanam sebagai petak utama terdiri dari dua yaitu padi gogo dan padi sawah. Sebagai anak petak terdapat 12 genotipe padi. Perlakuan di setiap lingkungan disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman; jumlah tunas maksimum; jumlah tunas produktif; malai panjang; jumlah butir per malai; jumlah butir per malai; jumlah gabah kosong per malai; berat 1000 butir gabah; hasil gabah setiap rumpun; hasil gabah per hektar. Data dianalisis dengan varians, jika ada perbedaan antara mean median perlakuan dilanjutkan dengan Uji Tukey pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara lingkungan dan genotipe padi. Kedelapan genotipe potensi hasil berbeda nyata antar lingkungan (galur B2, B3, F2, F3, F4, H1, H4, L2), dan dua galur baru tidak berbeda nyata (B4 dan B7).
Penampilan Fenotipik Populasi Dasar Jagung Pulut Lokal Sulawesi Selatan dengan Seleksi Back Cross Junyah Leli Isnaini; Muhammad Yusuf
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 19 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v19i2.1122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat kenampakan fenotip famili terpilih dari populasi dasar jagung pulut lokal Sulawesi Selatan yang disilangkan kembali dengan tetua. Teknik persilangan yang digunakan adalah seleksi berulang yaitu membuat persilangan antar famili terpilih (rekombinasi) dengan cara persilangan bebas. Jumlah uji silang 5 famili terpilih dan 5 varietas pembanding (induk) dengan 2 ulangan. Setiap replika ditanam 10 galur dengan 20 galur dengan jarak tanam 20 cm x 50 cm, jumlah tanaman dalam penelitian ini adalah 400 tanaman. Setiap baris mewakili 5 tanaman sampel, sehingga total sampel 200 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5 keluarga terpilih yang disilangkan dengan orang tuanya secara keseluruhan dapat meningkatkan karakter fenotipe. Jagung lilin lokal yang dipilih memiliki penampilan karakter fenotipe yang unggul. Dari 200 sampel tanaman, terdapat 75 tanaman yang memiliki kenampakan unggul (penampilan fenotipe lebih baik dari induknya) pada karakter : tinggi tanaman, tinggi lokasi tongkol, pembungaan jantan, pembungaan betina, dan penutup sekam.
Karakterisasi Bakteri Penghasil Eksopolisakarida Asal Rhizosfer Tanaman Kentang sebagai Promotor Pertumbuhan Tanaman Mu'minah Mu'minah; Junyah Leli Isnaeni; Baso Darwisah
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 19 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v19i2.1500

Abstract

Pemanfaatan Bakteri Exopolisakarida sebagai bahan perekat dan pengikat struktur tanah sehingga struktur tanah menjadi mantap. Bakteri EPS berperan dalam menstabilkan agregat tanah melalui teknik augmentasi pada rizosfer tanaman kentang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi bakteri penghasil eksopolisakarida (EPS) yang diperoleh dari rizosfer tanaman kentang dataran tinggi yang difokuskan sebagai promotor pertumbuhan tanaman. Terdapat 3 lokasi pengambilan sampel yang dibedakan berdasarkan ketinggian muka air laut yaitu: 1200, 1500 dan 1800 m dpl di Malino, Sulawesi Selatan. Sampel tanah diencerkan dan dikultur pada media ATCC No. 14 dan media spesifik media Mac Concay bakteri penghasil eksopolisakarida. Setelah dilakukan pengujian terdapat 15 isolat bakteri EPS yang berpotensi menghasilkan eksopolisakarida dan semua bakteri tersebut dikelompokkan dalam bakteri gram negatif. Isolat P3T (63) menghasilkan nilai IAA ( Indole Acetic Acid) sebesar 21,14 ppm dan sebagai pelarut fosfat sebesar 20,59 ppm. Sedangkan Isolat P3T (50) memiliki kemampuan mengikat Nitrogen sebesar 1, 42 ppm, dan menghasilkan EPS sebesar 1,07 mg/mg protein dengan sumber karbon terbaik untuk memproduksi eksopolisakarida adalah Sukrosa

Page 1 of 1 | Total Record : 9