cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
literasi.almaata@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Literasi : Jurnal Ilmu Pendidikan
ISSN : 25024116     EISSN : 25031864     DOI : 10.21927/literasi
Core Subject : Education,
Focus and scope; Educational curriculum studies Subject matter studies Instructional media and educational aid Instructional methods and strategies Techer competence Psyco-socioanthropology studies Educational system managemant Educational character, gender and evalution
Arjuna Subject : -
Articles 506 Documents
Efektivitas Media Audiovisual dalam Meningkatkan Keterampilan Menghafal Surat Pendek pada Pembelajaran Al-Qur'an Hadis di Madrasah Aliyah Miftahul Jannah Palangkaraya Maulida Sari; Zainap Hartati; Saiful Lutfi
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2026.17(2).220-233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media audiovisual dalam meningkatkan keterampilan menghafal surah pendek pada pembelajaran Al-Qur’an Hadits siswa kelas XI Madrasah Aliyah Miftahul Jannah Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 19 siswa yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh karena seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan hasil sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 48,47 meningkat menjadi 88,21 pada posttest. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest siswa setelah penggunaan media audiovisual. Selanjutnya, hasil uji N-Gain memperoleh nilai sebesar 0,767 yang termasuk dalam kategori tinggi. Dengan demikian, berdasarkan hasil uji N-Gain, penggunaan media audiovisual dinyatakan efektif dalam meningkatkan keterampilan menghafal surah pendek pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits.
Teori Belajar Konstruktivisme dalam Perspektif Al-Qur'an: Analisis Komparatif dan Implikasinya terhadap Pendidikan Islam Maslani; Rifdaa Aulia; Haedarullah; Munazzah Hurun Ainun; Silma Mazia Effendi
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2026.17(2).234-259

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi antara teori belajar konstruktivisme dan nilai-nilai pembelajaran dalam Al-Qur’an serta implikasinya terhadap pengembangan pendidikan Islam. Kajian ini penting dilakukan karena teori konstruktivisme dan epistemologi Qur’ani sering dipandang berasal dari landasan yang berbeda, padahal keduanya memiliki kesamaan dalam menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses memperoleh dan membangun pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persamaan, perbedaan, serta peluang integrasi antara teori konstruktivisme dengan nilai-nilai pembelajaran dalam Al-Qur’an. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) dan pendekatan filosofis-pedagogis. Sumber data utama diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan proses berpikir, penalaran, dan pembelajaran, serta teori konstruktivisme yang dikembangkan oleh Jean Piaget dan Lev Vygotsky. Data pendukung diperoleh dari berbagai buku, artikel, dan jurnal ilmiah yang relevan dengan pendidikan Islam dan teori pembelajaran modern. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi dan analisis komparatif untuk menemukan titik temu dan perbedaan konseptual antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruktivisme dan nilai-nilai pembelajaran dalam Al-Qur’an sama-sama menekankan pembelajaran aktif, kemampuan berpikir kritis, refleksi, serta interaksi sosial melalui konsep tadabbur, tafakkur, dan ta‘qil. Namun, perbedaan mendasar terletak pada sumber kebenaran, yaitu pengalaman dan interaksi sosial dalam konstruktivisme, sedangkan Al-Qur’an menempatkan wahyu sebagai sumber kebenaran utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa prinsip konstruktivisme dapat diintegrasikan dengan nilai-nilai Qur’ani untuk mendukung pengembangan pendidikan Islam yang holistik, sehingga mampu menyeimbangkan aspek intelektual, spiritual, moral, dan pembentukan karakter peserta didik.
The Influence of Teachers' Roles and Parental Communication on Children's Self- Protection Behaviors in Effrots to Prevent Sexual Violence at MI Nurul Islam Ainayah Alfatihah Al azmi Azmi; Mappanyompa; Madiyah Hayati
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2026.17(2).301-316

Abstract

This study was prompted by the rising number of cases of sexual violence against children in Indonesia. Data from Simfoni PPA through June 2025 recorded 13,845 reported cases of violence against women and children, with sexual violence being the most prevalent form of violence. Additionally, KPAI recorded 2,031 cases of child rights violations involving 2,063 child victims, while FSGI reported 101 victims of sexual violence in educational settings during 2024. These conditions highlight the importance of strengthening self-protection behaviors among elementary school-aged children as a means to reduce the risk of sexual violence within the family, school, and community. This study aims to analyze the influence of teachers’ roles and parental communication on self-protection behaviors among elementary school-aged children. This study employed a quantitative method using a survey approach involving 43 fifth-grade students at MI Nurul Islam Sekarbela through saturation sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire that had been tested for validity and reliability, and were subsequently analyzed using multiple linear regression after meeting the classical assumption tests. The results of the study indicate that the teacher’s role has a significant effect on self-protection behavior (p=0.008), whereas parental communication does not have a significant partial effect (p=0.115). Taken together, these two variables account for 30.0% of the variance in self-protection behavior. Based on the results of this study, strengthening the role of teachers is important in supporting children’s self-protection behaviors, while improving the quality of parental communication remains necessary to strengthen the synergy between school and family. This study is expected to serve as a foundation for the development of child protection programs through the creation of educational modules, teacher training, and the strengthening of communication between parents and children to foster self-protection behaviors starting in elementary school.
Profil Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik dan Media Pembelajaran yang Berpotensi untuk Sub Materi Aves di Kelas X Guna Mendukung Terwujudnya SDGs 15 Yesika Erliana Putri; Ulfi Faizah
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2026.17(2).260-284

Abstract

Permasalahan utama dalam pembelajaran sub materi aves di tingkat SMA adalah peserta didik masih mengalami kesulitan dalam menerapkan keterampilan berpikir kritis, terutama pada indikator analisis, evaluasi, inferensi dan regulasi diri. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas X Fase E pada materi aves dan merekomendasikan media pembelajaran yang berpotensi untuk melatih keterampilan berpikir kritis dalam rangka mendukung terwujudnya Sustainable Development Goals (SDGs) 15. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed method dengan desain kualitatif-kuantitatif. Data primer yang diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan 5 guru biologi serta penyebaran angket melalui platform google formulir kepada 56 responden. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui Systematic Literature Review (SLR). Systematic Literature Review (SLR) dalam penelitian ini dilakukan melalui Google Scholar berbantuan Publish or Perish v7 dengan kata kunci aves, media pembelajaran dan berpikir kritis yang diseleksi dan evaluasi kualitas artikel, hingga sintesis 17 artikel terpilih. Proses hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang berpotensi dapat melatih keterampilan berpikir kritis untuk sub materi aves adalah booklet dan aplikasi Augemented Reality (AR), E-LKPD, serta multimedia interaktif karena mampu memfasilitasi peserta didik dalam melakukan pengamatan, analisis, evaluasi, inferensi dan regulasi diri melalui penyajian materi yang visual, interaktif, dan kontekstual. Keempat media tersebut direkomendasikan untuk diaplikasikan dalam pembelajaran dengan harapan dapat memperkuat keterampilan berpikir kritis peserta didik sekaligus menumbuhkan kesadaran konservasi yang relevan dengan pencapaian SDGs ke-15 (Life on Land) keberlanjutan kehidupan darat dan keanekaragaman hayati
Tayub Blora sebagai Media Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Di SMPN 1 Tunjungan Selo Argananto; Restu Lanjari
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2026.17(2).344-364

Abstract

Rendahnya integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran Seni Budaya menyebabkan pendidikan karakter belum terlaksana secara optimal sehingga peserta didik belum memperoleh pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai-nilai karakter yang terkandung dalam kesenian Tayub Blora, implementasinya dalam pembelajaran Seni Budaya, serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di SMPN 1 Tunjungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 1 kepala sekolah, 1 guru Seni Budaya, 30 peserta didik kelas VIII, dan 2 pelaku seni Tayub Blora yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian Tayub Blora mengandung nilai disiplin, tanggung jawab, gotong royong, kerja sama, toleransi, dan penghargaan terhadap budaya lokal. Nilai-nilai tersebut diimplementasikan secara sistematis melalui tahap perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, pembiasaan, keteladanan, dan refleksi. Dukungan sekolah, kompetensi guru, serta keterlibatan pelaku seni menjadi faktor pendukung, sedangkan keterbatasan waktu pembelajaran dan persepsi negatif sebagian masyarakat menjadi faktor penghambat. Temuan penelitian memberikan kontribusi berupa implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Tayub Blora yang dapat menjadi model pembelajaran kontekstual sekaligus mendukung pelestarian budaya daerah di jenjang SMP.
Transformasi Kebijakan Pendidikan di Era Digital: Sintesis Dimensi Utama Kepemimpinan Digital dan Budaya Organisasi melalui Systematic Literature Review Maksimus Masan Kian; Rugaiyah -; Muhammad Takdir; Unifah Rosyidi; Syafa&#039;at Saiful Huda
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2026.17(2).317-343

Abstract

Transformasi kebijakan pendidikan di era digital telah menjadi isu strategis yang semakin mendapat perhatian karena perkembangan teknologi telah mengubah cara sistem pendidikan dirancang, dikelola, diimplementasikan, dan dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren penelitian, mengidentifikasi dimensi-dimensi utama transformasi kebijakan pendidikan dengan penekanan pada kepemimpinan digital dan budaya organisasi, serta mensintesis hubungan antardimensi melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020. Data diperoleh melalui penelusuran artikel pada basis data Scopus menggunakan kata kunci yang relevan dengan transformasi kebijakan pendidikan di era digital. Dari 64 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 33 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan analisis tren publikasi serta thematic analysis untuk mengidentifikasi perkembangan penelitian, dimensi utama, dan hubungan antardimensi transformasi kebijakan pendidikan di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren penelitian mengenai transformasi kebijakan pendidikan meningkat secara signifikan setelah tahun 2019 dan berkembang dari fokus pada digitalisasi pembelajaran menuju transformasi sistem pendidikan yang lebih luas. Sintesis literatur mengidentifikasi enam dimensi utama, yaitu kepemimpinan digital, tata kelola digital, manajemen perubahan dan budaya organisasi, adopsi teknologi dan kesiapan sumber daya manusia, keadilan pendidikan, serta partisipasi pemangku kepentingan. Di antara keenam dimensi tersebut, kepemimpinan digital dan budaya organisasi memperoleh penekanan khusus karena berperan dalam menjembatani implementasi kebijakan digital pada tingkat organisasi pendidikan. Penelitian ini juga menghasilkan kerangka konseptual yang mengintegrasikan keenam dimensi ke dalam tiga level, yaitu makro, meso, dan mikro. Temuan penelitian menunjukkan bahwa transformasi kebijakan pendidikan merupakan proses multidimensional yang melibatkan interaksi antara teknologi, manusia, organisasi, dan kebijakan dalam ekosistem pendidikan digital yang terintegrasi. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan kajian kebijakan pendidikan digital serta menjadi landasan bagi penelitian empiris pada masa mendatang.