Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Articles
22 Documents
Search results for
, issue
"Vol 18, No 1 (2023)"
:
22 Documents
clear
Hubungan indeks kualitas lingkungan hidup dan ketimpangan pendapatan di Kabupaten Kebumen
Firosy A Rohman;
Suryanto Suryanto
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v18i1.49206
Kabupaten Kebumen adalah kabupaten yang memiliki persentase jumlah penduduk terbesar di Jawa Tengah pada tahun 2021. Permasalahan kemiskinan sangat erat hubungannya dengan ketimpangan dan juga menjadi pemicu utama terjadinya tekanan terhadap degradasi lingkungan. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kebumen dengan tujuan untuk melihat hubungan antara tingkat kemiskinan, ketimpangan pendapatan dan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kabupaten Kebumen tahun 2018–2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan alat analisis Indeks Williamson untuk mengukur ketimpangan pendapatan dan teknik uji korelasi pearson untuk melihat kekuatan hubungan antar variabel. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa hubungan antara variabel tingkat kemiskinan dan ketimpangan memiliki hubungan yang kuat dengan nilai -0.95 dan memiliki hubungan arah yang negatif. Begitu pula hasil uji korelasi variabel tingkat kemiskinan dengan variabel kualitas lingkungan hidup sebesar -0,94. Hubungan ini berarti terdapat hubungan negatif yang kuat antar dua variabel tersebut. Saran dari penelitian ini yaitu diharapkan pemerintah dapat mengembangkan lagi kebijakan pengentasan kemiskinan yang berbasis dengan penjagaan kelestarian lingkungan serta kondisi alam dan juga mengurangi ketimpangan pendapatan, yakni penggalakan program pendidikan non formal, meningkatkan program pemberdayaan fakir miskin, pengembangan UMKM, pengembangan lingkungan sehat, serta pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah.
Perubahan penggunaan lahan dan dan pola spasial tutupan lahan di sekitar Kawasan Industri Purwosuman, Sragen
Sirojul Muslim;
Rizon Pamardhi Utomo;
Chrisna Trie Hadi Permana
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v18i1.53755
Kawasan Industri Purwosuman merupakan kawasan industri yang terus berkembang setiap tahunnya. Pesatnya perkembangan industri menyebabkan semakin tingginya permintaan lahan untuk aktivitas industri dan pendukungnya. Hal ini berdampak pada terjadinya alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan terbangun dan berubahnya pola tutupan lahan yang membuat kawasan semakin menyatu antar cluster-cluster permukiman yang membentuk pola menerus menyerupai pola gurita. Artikel ini ditulis dengan tujuan untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan dan pola tutupan lahan di sekitar Kawasan Industri Purwosuman. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan campuran penguatan dengan basis penelitian kualitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis spasial overlay dengan data dan informasi diperoleh dari hasil observasi lapangan dan data dari instansi pemerintahan tentang penggunaan lahan dan intensitas pemanfaatan lahan pada tahun 2012 dan tahun 2020. Hasil analisis penelitian menunjukan bahwa telah terjadi perubahan penggunaan lahan dan pola tutupan lahan di sekitar Kawasan Industri Purwosuman. Alih fungsi lahan terjadi dari lahan pertanian dan RTH menjadi lahan industri, permukiman, dan perdagangan. Adapun pola yang berkembang pada mulanya berbentuk rantai menjadi pola yang berbentuk seperti gurita dan menerus di sepanjang jalur transportasi.
Fungsi ekonomi hutan kota (studi kasus: Hutan Kota Sangga Buana, Lebak Bulus, Jakarta)
Muhammad Raafi Setiawan;
Ana Hardiana;
Paramita Rahayu
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v18i1.47791
Perkembangan dan tingginya pembangunan kota-kota besar di Indonesia, khususnya DKI Jakarta mengakibatkan peningkatan kebutuhan lahan yang sangat signifikan. Lahan-lahan kosong dan ruang terbuka hijau kini banyak dialihfungsikan sebagai kawasan-kawasan yang dikomersilkan, seperti permukiman, perdagangan, sarana prasarana pendukung perkotaan, hingga kawasan industri. Untuk kasus di Jakarta, keprihatinan atas hal tersebut diperkuat dengan data bahwa kebutuhan dari 30% Ruang Terbuka Hijau (RTH) baru terpenuhi sebesar 9.98%. Terkait dengan kebutuhan RTH, hutan kota adalah salah satu kontributor penting RTH. Akan tetapi, hutan kota rawan mengalami alih fungsi karena dianggap memiliki nilai ekonomi rendah karena harus menjaga fungsinya sebagai area hijau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi ekonomi hutan kota, dengan Hutan Kota Sangga Buana di Lebak Bulus, Jakarta Selatan sebagai studi kasus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan deduktif. Pengumpulan data dilakukan secara langsung melalui observasi, survei instansi, dan studi literatur. Data terkumpul selanjutnya dikompilasi dan dilakukan analisis secara kuantitatif. Penelitian ini membuktikan bahwa hutan kota dapat mengakomodasi aktivitas dengan nilai ekonomi tinggi, dengan tetap menjaga fungsi sebagai RTH. Aktivitas ekonomi dalam hutan kota tersebut juga mampu meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menjaga fungsi RTH. Temuan pada studi ini dapat menjadi dasar bahwa perlu adanya peningkatan efektivitas fungsi ekonomi hutan kota yang sejalan dengan fungsi RTH sehingga hutan kota tetap terus mampu mengimbangi perkembangan dan tingkat pembangunan kawasan perkotaan.
Evaluation of domestic wastewater and river management in Belian Village, Batam City Sub-district, Indonesia
Anshah Silmi Afifah;
Iva Yenis Septiariva;
S Suhardono;
I Wayan Koko Suryawan;
Mega Mutiara Sari
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v18i1.60019
Domestic wastewater management is one indicator of sustainable development achievement. Belian Village in Batam City, Indonesia, needs to be evaluated because it has the potential to disrupt environmental conditions. The purpose of this research is to determine the current conditions and make recommendations for domestic wastewater management solutions in Belian Village, Batam City. This study was carried out through direct observation, documentation of activities, and literature searches. From 2014 to 2020, increased access to drinking water and sanitation in Batam City was measured. Despite the increase, it is still observed in Belian Village that wastewater is discharged directly into river bodies. The river's quality will deteriorate as a result of this. To mitigate the negative effects of these activities, communal processing solutions can be implemented. By considering operation and maintenance, an up-flow filter tank can be used for wastewater treatment.
Covid-19 pandemic effect on MSMEs in Rawa Bambu Slums, Kalibaru Village, Bekasi City
Avina Nilam Augustin;
Sunarti Sunarti
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v18i1.57449
RW 08 Rawa Bambu Settlement has been upgraded and is in better condition, so there is a new activity plan titled 'water recreation,' which will develop MSMEs in RW 08 in order to improve the local community's economy. However, the new activity plan has been pushed back due to the Covid-19 pandemic. This study aimed to examine the effect of Covid-19 pandemic on MSMEs in RW 08 Rawa Bambu slums, Kalibaru Village, Bekasi City. Data were collected quantitatively by questionnaires to 30 entrepreneurs, and then analyzed using simple linear regression. The findings revealed that the Covid-19 pandemic has a significant effect on MSMEs in RW 08 Rawa Bambu based on changes in their socioeconomic activities. Socioeconomic activities that were impacted included a decrease in the community's ability to save (24,5%), a decrease in the income rate (23,1%), product sales area changes (17,6%), and management efforts for RW 08 Rawa Bambu. The rate of community economic improvement has decreased (17.6%) and the rate of product demand has decreased (17.2%). The decrease in socioeconomic activities at RW 08 Bambu demonstrates the community's inability to meet its needs or survive as a result of the Covid-19 pandemic.
Tinjauan kesiapan mitigasi bencana non-struktural dalam menghadapi bencana tsunami di kawasan pesisir Kecamatan Kuta
Difa Ayu Balqist Ramadhani;
Nur Miladan;
Kusumastuti Kusumastuti
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v18i1.53767
Kecamatan Kuta memiliki beragam destinasi wisata di Pulau Bali yang mendunia, berdekatan dengan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menjadikan kawasan ini sebagai salah satu titik vital dalam perekonomian Indonesia. Akan tetapi, letak Pulau Bali pada zona subduksi (tumbukan) menjadikan kawasan ini memiliki risiko bencana tsunami tinggi sehingga diperlukan adanya upaya mitigasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kesiapan upaya mitigasi bencana non-struktural tsunami di Kecamatan Kuta. Metode kuantitatif dengan teknik analisis berupa teknik analisis spasial, teknik analisis deskriptif, dan teknik analisis skoring, digunakan untuk mengukur hal tersebut. Data yang digunakan adalah data regulasi yang mengatur bencana tsunami, data penggunaan lahan yang berbasis pada mitigasi tsunami, dan data sosialisasi terkait mitigasi bencana tsunami yang diperoleh melalui pengumpulan data primer dan sekunder. Hasil menunjukan bahwa tingkat mitigasi kesiapan mitigasi bencana tsunami non-struktural di Kecamatan Kuta tergolong dalam kategori kurang siap. Hal ini disebabkan karena belum tersedianya regulasi yang mengatur kawasan bencana tsunami pada kawasan penelitian secara menyeluruh, minimnya dan belum menyeluruhnya pemberian edukasi dan sosialisasi terkait mitigasi bencana tsunami, serta kawasan masih belum sesuai dengan regulasi berbasis kawasan rawan bencana.
Kawasan perdagangan-jasa Solo Baru sebagai Central Business District di Kabupaten Sukoharjo
Najwa Wijdania;
Paramita Rahayu;
Ana Hardiana
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v18i1.47901
Solo Baru merupakan kawasan di peri-urban Kota Surakarta yang memiliki tujuan awal pembangunan sebagai penyedia perumahan skala besar sebagai tindak lanjut dari pertumbuhan Kota Surakarta yang tinggi. Namun, seiring berjalannya waktu, tujuan pengembangan berubah untuk menjadikannya sebagai pusat penggerak baru di Kabupaten Sukoharjo. Pengembangan CBD ini diperlukan untuk mengakomodasi perkembangan kawasan perdagangan-jasa yang pesat di dalamnya. CBD dianggap sebagai kawasan yang memainkan peran kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, fakta yang ada di lapangan menggambarkan adanya beberapa sarana perekonomian yang kurang diperhatikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kesiapan kawasan perdagangan-jasa Solo Baru sebagai kawasan CBD. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deduktif. Metode pengumpulan data, meliputi studi dokumen, observasi lapangan, dan pemetaan citra satelit. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik-deskriptif. Hasil penelitian menyatakan bahwa kawasan perdagangan-jasa Solo Baru sudah mengakomodasi beberapa variabel untuk menjadikannya sebagai CBD. Hal ini didapatkan dari hasil analisis per variabel yang menyatakan bahwa 6 dari 11 variabel yang digunakan sebagai pengukuran berada dalam kondisi siap atau sesuai dengan parameter kesiapan kawasan CBD.
Perkembangan Metropolitan Mamminasata: tinjauan kesenjangan aspek sosial-ekonomi dan tata kelola wilayah
Muhammad Asyam Yanuar;
Retno Sari Dewi;
Wiwandari Handayani;
Sri Yuwanti
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v18i1.60006
Mamminasata merupakan wilayah metropolitan yang tumbuh sejak tahun 1980an karena perkembangan Kota Makassar dan berdampak hingga ke wilayah sekitarnya. Metropolitan ini membentuk konstelasi dan memegang peran penting dalam pengembangan kewilayahan tidak hanya lingkup Pulau Sulawesi namun bagi Kawasan Timur Indonesia. Namun demikian, kesenjangan mulai muncul terutama antara wilayah inti, yaitu Kota Makassar dengan Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa (Sangguminasa) dan Kabupaten Takalar sebagai wilayah pinggiran metropolitan. Dengan menggunakan metode komparasi serta analisis deskriptif kuantitatif yang diperkuat secara kualitatif berdasarkan perspektif wilayah, tulisan ini bertujuan untuk mengkaji kesenjangan antara wilayah inti dan pinggiran pada Metropolitan Mamminasata berdasarkan aspek sosial-ekonomi dan kapasitas tata kelola wilayah. Hasil kajian menegaskan bahwa Kota Makassar sebagai wilayah inti Mamminasata mendominasi pada struktur ekonomi, alokasi investasi, kualitas tenaga kerja, pengeluaran masyarakat, dan kapasitas tata kelola dibandingkan wilayah pinggiran dengan proporsi yang bervariasi. Hal ini membuktikan bahwa wilayah pinggiran hanya sebagai penyuplai aktivitas dan wilayah inti yang belum optimal dalam memberikan spread effect sehingga membutuhkan upaya-upaya lain untuk mengurangi kesenjangan inti-pinggiran yang masih ada.
Prediksi perubahan penggunaan lahan kawasan perbatasan Kabupaten Tuban − Kabupaten Bojonegoro menggunakan GIS
Nury Ahdiya Rif'ati;
Siti Nurlaela;
Cahyono Susetyo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v18i1.57383
Karakteristik penataan ruang berkaitan dengan tata guna lahan, perubahan lahan, dan perkembangan lahan. Faktor perubahan suatu penggunaan lahan adalah faktor ekonomi dan sosial yang dapat menunjukkan ketimpangan. Pembangunan nasional di Indonesia bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, akan tetapi ketimpangan wilayah masih terjadi terutama pada kawasan perbatasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan di kawasan perbatasan Kabupaten Tuban-Kabupaten Bojonegoro tahun 2010 dan 2018 serta memprediksi penggunaan lahan di tahun 2038. Dalam menganalisis perubahan penggunaan lahan menggunakan software GIS dengan tools overlay, sedangkan untuk prediksi perubahan penggunaan lahan menggunakan metode cellular automata pada software LanduseSIM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan tutupan lahan pada tahun 2010 dan 2018 didominasi oleh berkembangnya lahan pertanian dari 63% menjadi 78% dan lahan permukiman dari 13% menjadi 14%. Di sisi lain, terdapat konversi lahan dari kawasan hutan produksi ataupun tegalan atau ladang menjadi lahan pertanian serta permukiman. Hasil prediksi perubahan lahan pada tahun 2038 menunjukkan bahwa tutupan lahan yang berkembang adalah permukiman serta industri dan pergudangan. Hal ini dapat dijadikan arahan perencanaan untuk lebih memfokuskan pembangunan perencanaan untuk mengantisipasi perkembangan dan terjadinya ketimpangan wilayah di kawasan perbatasan.
Pengaruh perkembangan aktivitas mina wisata terhadap fungsi lahan di Desa Janti dan Desa Wunut, Kabupaten Klaten
Anindiya Novita Sari;
Istijabatul Aliyah;
Hakimatul Mukaromah
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/region.v18i1.53970
Kawasan minapolitan memiliki berbagai kegiatan mina bisnis, salah satunya mina wisata. Mina wisata merupakan bentuk wisata yang memanfaatkan produksi perikanan sebagai atraksi wisata. Desa Janti dan Desa Wunut merupakan dua desa di Kabupaten Klaten yang telah ditetapkan dalam pengembangan kawasan minapolitan Kabupaten Klaten sebagai sentra pemasaran dan sebagai peruntukan pariwisata buatan pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Klaten Tahun 2011-2031. Kedua desa ini memiliki atraksi berupa warung makan produk ikan, pemandian, dan pemancingan. Mina wisata di Desa Janti dan Desa Wunut terus mengalami perkembangan, pada tahun 2009 hingga 2020 terdapat penambahan 11 objek wisata baru. Perkembangan aktivitas mina wisata di kedua desa ini memberikan pengaruh terhadap perubahan fungsi lahan di sekitarnya. Banyak lahan pertanian yang berubah fungsi menjadi usaha wisata untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perkembangan mina wisata terhadap fungsi lahan di Desa Janti dan Desa Wunut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yang kemudian dilakukan analisis spasial untuk mengetahui pengaruh dan perubahan yang dihasilkan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perkembangan aktivitas mina wisata mendorong adanya penyediaan atraksi mina wisata, aksesibilitas, serta sarana prasarana penunjang mina wisata yang memerlukan lahan. Adanya kebutuhan akan penyediaan lahan mendorong terjadinya perubahan pada penggunaan lahan, salah satunya pada perubahan fungsi lahan. Pada Desa Janti dan Desa Wunut penambahan fungsi lahan terbesar pada pariwisata sebesar 9,5 ha.