cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 2 (2024)" : 20 Documents clear
Sanitation access in the developing country: The impact of human development, income inequality, and economic growth Sapta Suhardono; Iva Yenis Septiariva; Wisnu Prayogo; I Wayan Koko Suryawan
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.83327

Abstract

This study aimed to analyze the correlation between human development, income inequality, economic growth, and access to sanitation in Bali, Indonesia. The research used secondary data from the Indonesian Central Bureau of Statistics (BPS) on sanitation access, the Human Development Index (HDI), the Gini Ratio, and Gross Domestic Product (GDP) in Bali Province from 2017 to 2021. Multiple linear regression analysis was conducted to examine the relationship between these variables. The findings of the study showed that HDI has a significant positive correlation with access to sanitation in Bali, while GDP and Gini Ratio have no significant correlations. The results suggested that investing in human development is crucial for improving access to sanitation. Additionally, the study highlighted the importance of addressing income inequality and promoting sustainable economic growth in order to improve sanitation access. These findings will be important input to policy development for improving sanitation access in Bali Province and other developing regions.
Pemodelan spasial inundasi daerah rawan bencana tsunami pada kawasan terbangun pesisir Kota Manado Muhammad Ziqri Hardila; Dwight Mooddy Rondonuwu; Ingerid Lidia Moniaga
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.76581

Abstract

Kota Manado merupakan pusat perekonomian di Provinsi Sulawesi Utara yang terletak pada wilayah pesisir. Namun, dengan letak geografis tersebut, Kota Manado tidak lepas dari ancaman bencana tsunami. Maka dari itu, diperlukan penataan ruang dengan pendekatan mitigasi bencana sesuai dengan UU No. 26/2007 tentang Penataan Ruang dan UU No. 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya dari ancaman bencana tsunami di Kota Manado melalui pendekatan matematis. Dengan metode spasial model inundasi tsunami Berryman, intepretasi citra resolusi sangat tinggi dianalisis dan menunjukkan luasan dan jarak inundasi. Untuk inundasi 10 m, jarak inundasi terjauh adalah 1.078 m, sementara untuk inundasi 18 m jarak terjauh adalah 1.200 m. Area paling terdampak umumnya berada di daerah aliran sungai dan area reklamasi. Melalui analisis indeks bahaya, area dengan bahaya tinggi mendominasi sebesar 175.81 ha (47%), bahaya sedang sebesar 65.43 ha (18%), dan bahaya rendah dengan luas 131.35 ha (35%). Penggunaan lahan yang paling terdampak adalah Permukiman dengan luas 156.26 ha. Temuan penelitian ini dapat menjadi basis data untuk perencanaan mitigasi bencana tsunami di Kota Manado.
Faktor yang mempengaruhi preferensi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) terhadap Rusunawa Gulon, Magelang Siska Arini; Soedwiwahjono Soedwiwahjono; Candraningratri Ekaputri Widodo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.83636

Abstract

Rusunawa Gulon merupakan salah satu rusunawa di Kabupaten Magelang yang ditujukan untuk memberikan akses hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Hingga tahun 2019, pemanfaatan rusunawa tidak berjalan secara optimal dilihat dari kondisi sebagian unit yang kosong. Permasalahan tersebut kemudian mendasari untuk dilakukannya penelitian dengan tujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya preferensi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) terhadap Rusunawa Gulon. Dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif berupa skoring dengan data dari kuesioner yang dikumpulkan dari 30 kepala keluarga Masyarakat MBR. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kedekatan lokasi dengan tempat kerja dan fasilitas sosial, kemudahan aksesibilitas, kenyamanan, keamanan, serta keterjangkauan harga bukan merupakan faktor yang mempengaruhi rendahnya preferensi masyarakat berpenghasilan rendah terhadap Rusunawa Gulon. Namun, diperoleh faktor lain yang kemungkinan dapat mempengaruhi rendahnya preferensi masyarakat tersebut meliputi faktor kurangnya pemahaman masyarakat terhadap rusunawa, kondisi sosial budaya masyarakat, serta sistem sewa rusunawa.
Kesesuaian daya dukung lingkungan berbasis jasa ekosistem penyedia pangan dan air terhadap rencana pola ruang Kabupaten Karanganyar Naufal Ramaghani; Kusumastuti Kusumastuti; Chrisna Trie Hadi Permana
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.78048

Abstract

Perubahan guna lahan akibat pertumbuhan penduduk berdampak pada penurunan kualitas serta kuantitas sumber daya alam, terutama ketersediaan pangan dan air. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dapat terlihat dari rencana tata ruang yang memperhatikan daya dukung lingkungan. Namun, RTRW Kabupaten Karanganyar belum memiliki dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis. Oleh karena itu, diperlukan kajian terkait daya dukung lingkungan yang berbasis pada potensi jasa ekosistem khususnya pangan dan air. Kajian daya dukung lingkungan berbasis jasa ekosistem meliputi pemetaan jasa ekosistem berdasarkan penggunaan lahan dan ekoregion, perhitungan dan pendistribusian ketersediaan dan kebutuhan, penentuan status daya dukung lingkungan, serta kesesuaiannya dengan rencana pola ruang. Penelitian ini menggunakan data utama dari studi dokumen dan didukung dengan observasi. Analisis dilakukan dengan pendekatan spasial menggunakan teknik overlay dan pendistribusian menggunakan sistem grid 150×150 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun secara keseluruhan status daya dukung pangan dan air belum terlampaui hingga 2032, namun ditemukan beberapa grid area yang telah terlampaui. Selain itu, terdapat 15,6% area pada pola ruang yang tidak sesuai dengan daya dukung penyedia pangan, dan 11,5% area tidak sesuai dengan daya dukung penyedia air yang tentunya berdampak pada ketersediaan dan produktivitas sumber daya di masa mendatang.
Community trust and decisions in the conversion of agricultural land (Case study: Mulyoagung Village, Indonesia) Abdul Wahid Hasyim; Gunawan Prayitno; I Nyoman Suluh Wijaya; Agus Dwi Wicaksono; Aris Subagiyo; Rahmawati Rahmawati; Enock Siankwilimba
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.80224

Abstract

Urbanization is caused by a drastic increase in population in an area, thus spurring high demand for space or land, leading to land conversion. The phenomenon of land conversion in rural areas is a reciprocal relationship between urban and rural areas influencing the spread of urbanization to rural areas. Mulyoagung Village, one of the villages in Malang, experiencing significant agricultural land conversion. This research aims to identify the classification of area based on the land conversion. Discussion also made on the beliefs and the demographics that played a role in influencing decisions regarding land conversion. The result revealed that Mulyoagung Village is a secondary rural peri-urban classification located between Malang City and Batu City, experienced a conversion of 24.01% of non-built-up land to built-up land within a period of 20 years (2002-2022). The conversion led to a change from initially rural fringe to urban-rural fringe. This results also supported by SEM-PLS analysis which showed that community demographics are the central construct influencing the decision of farming communities to convert their agricultural land.
Dinamika jumlah dan pola sebaran kriminalitas sebelum hingga setelah COVID-19 di Kelurahan Damai, Kota Balikpapan Dewani Agdis Abdissiam; Rahmat Aris Pratomo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.85249

Abstract

Kriminalitas adalah segala macam tindakan yang merugikan secara ekonomis dan psikologis serta merupakan struktur sosial yang dapat berubah dari waktu ke waktu. Peningkatan kriminalitas dapat disebabkan oleh kejadian luar biasa. Perubahan dalam pertemuan korban dan pelaku terjadi seiring mekanisme lingkungan sosial dan kontrol sosial berubah. Kelurahan Damai memiliki tingkat kriminalitas tertinggi di Kota Balikpapan sejak sebelum hingga setelah pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan SIG dalam memetakan daerah rawan kriminalitas. Analisis selanjutnya mendeteksi indeks Nearest Neighbour untuk mengetahui pola persebaran titik rawan kriminal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, pola sebaran kriminalitas tetap menyebar sejak sebelum hingga setelah Covid-19. Meskipun demikian, jumlah kriminalitas mengalami peningkatan dengan jumlah tertinggi pada titik waktu setelah Covid-19.
Taman kota aktif di Kota Magelang: Ramah anak? Aga Prasetya Amanda; Murtanti Jani Rahayu; Bambang S. Pujantiyo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.76704

Abstract

Anak-anak sebagai bagian dari penduduk perkotaan sering mengalami ketidakadilan spasial terutama pada pemenuhan kebutuhan ruang publik. Salah satu bentuk upaya pemenuhan hak anak atas ruang publik adalah dengan menyediakan ruang terbuka ramah anak yang aktif. Kondisi taman kota di Magelang sebagai ruang publik acapkali tercampur dengan pemanfaatan lainnya seperti zona komersil. Selain itu, beberapa taman kota lainnya belum memiliki fasilitas yang dapat memenuhi kebutuhan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian taman kota aktif di Kota Magelang sebagai ruang publik ramah anak. Penelitian ini menggunakan penelitian secara kuantitatif melalui pendekatan deduktif dengan metode pengumpulan data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan analisis skoring dengan metode pengukuran Guttman melalui pendekatan statistik deskriptif. Temuan menunjukkan bahwa tiga dari lima taman kota aktif di Kota Magelang mendapatkan nilai sesuai sebagai ruang publik ramah anak, sementara sisanya mendapatkan nilai kurang sesuai sebagai ruang publik ramah anak di Kota Magelang.
Exploring the train and airplane as transportation mode preferences among commuting students Indah Susilowati; Arisanti Ayu Wardhani; Cici Musliha; Yohanes Dwi Mahardika; Yoseph Dennis Ardianto
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.82954

Abstract

Transportation has significant role in urban life. Commuting students in universities in Semarang have several options in transportation modes. This study aimed to examine student preferences for train and airplane transportation modes and factors influencing it. Data of 110 students at several Semarang City Universities compiled by purposive sampling were then analyzed using descriptive statistics method. The results showed that most students prefer train transportation modes rather than airplanes. Regarding the level and quality of service, trains provide better services at cheaper, faster, and more practical prices. Meanwhile, based on the quality of service, aircraft transport offers better safety and comfort than Train transport. Although there are differences in the level and quality of comfort, students preferred to use train since the differences are not significant.
Analisis Hydrologic Response Unit pada peningkatan kerawanan banjir pada tahun 2013–2022 di DAS Mikro Triyagan Ilham Siota; Nur Miladan; Galing Yudana
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.74660

Abstract

DAS Mikro Triyagan merupakan salah satu Sub DAS Bengawan Solo yang mengalami peningkatan permukiman baru karena penetapan fungsi lahan permukiman dan sawah. Perubahan penggunaan lahan dari lahan terbuka menjadi lahan terbangun menyebabkan berkurangnya daerah resapan air dan peningkatan volume limpasan permukaan sebagai penyebab utama banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak perubahan penggunaan lahan terhadap kerawanan banjir di DAS Mikro Triyagan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Hydrologic Response Unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan di DAS Mikro Triyagan mempengaruhi kerawanan banjir yang disebabkan oleh limpasan permukaan pada lahan permukiman (terbangun) dengan karakteristik kedap air. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kerawanan banjir adalah pembangunan perumahan dan permukiman dengan menyediakan ruang terbuka hijau dengan penerapan teknologi konservasi air biopori untuk menurunkan limpasan permukaan.
Strategi peningkatan lingkungan bermain ramah anak di Kota Semarang berdasarkan model Bullerby Adhista Putri Pressilia; Nany Yuliastuti
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.71962

Abstract

Kota Semarang meraih gelar Kota Layak Anak dengan predikat Nindya pada tahun 2021. Berbagai usaha dilakukan Pemerintah Kota Semarang untuk mencapai predikat Layak Anak, tidak terkecuali untuk pemenuhan ruang bermain ramah anak. Dari 100 taman aktif di Kota Semarang, hanya 1 taman yang memiliki predikat Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yaitu di Taman Bumirejo yang berlokasi di Kecamatan Banyumanik. Ditengah masa kedaruratan akibat pandemi Covid-19, anak-anak memiliki keterbatasan dalam mengakses ruang bermain mereka. Keadaan memaksa anak berada di rumah setiap waktu sehingga dapat menimbulkan demam kabin (yaitu kondisi dimana seseorang merasa tidak bahagia karena terlalu lama berada dalam ruangan). Keterbatasan penyediaan RBRA dan akses ruang bermain anak pada masa pandemi menjadikan penting bagi perencana kota untuk memperhatikan perwujudan ruang bermain ramah anak. Tujuan penelitian ini adalah melakukan evaluasi pada lingkungan bermain anak di Kota Semarang dan merumuskan strategi peningkatan ruang bermain ramah anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Analisis yang digunakan antara lain analisis deskriptif, analisis superimpose menggunakan aplikasi ArcGIS dan analisis SEM (Structural Equation Modelling). Evaluasi lingkungan bermain anak di Kota Semarang menunjukkan dua kondisi, yaitu lingkungan bermain yang seperti Penjara (9 kecamatan) dan Rumah Kaca (7 kecamatan). Hasil evaluasi mengarahkan strategi pada perlunya peningkatan kemandirian mobilitas dan keterjangkauan aktivitas bermain anak di Kota Semarang.

Page 1 of 2 | Total Record : 20