cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Community trust and decisions in the conversion of agricultural land (Case study: Mulyoagung Village, Indonesia) Abdul Wahid Hasyim; Gunawan Prayitno; I Nyoman Suluh Wijaya; Agus Dwi Wicaksono; Aris Subagiyo; Rahmawati Rahmawati; Enock Siankwilimba
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.80224

Abstract

Urbanization is caused by a drastic increase in population in an area, thus spurring high demand for space or land, leading to land conversion. The phenomenon of land conversion in rural areas is a reciprocal relationship between urban and rural areas influencing the spread of urbanization to rural areas. Mulyoagung Village, one of the villages in Malang, experiencing significant agricultural land conversion. This research aims to identify the classification of area based on the land conversion. Discussion also made on the beliefs and the demographics that played a role in influencing decisions regarding land conversion. The result revealed that Mulyoagung Village is a secondary rural peri-urban classification located between Malang City and Batu City, experienced a conversion of 24.01% of non-built-up land to built-up land within a period of 20 years (2002-2022). The conversion led to a change from initially rural fringe to urban-rural fringe. This results also supported by SEM-PLS analysis which showed that community demographics are the central construct influencing the decision of farming communities to convert their agricultural land.
Dinamika jumlah dan pola sebaran kriminalitas sebelum hingga setelah COVID-19 di Kelurahan Damai, Kota Balikpapan Dewani Agdis Abdissiam; Rahmat Aris Pratomo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.85249

Abstract

Kriminalitas adalah segala macam tindakan yang merugikan secara ekonomis dan psikologis serta merupakan struktur sosial yang dapat berubah dari waktu ke waktu. Peningkatan kriminalitas dapat disebabkan oleh kejadian luar biasa. Perubahan dalam pertemuan korban dan pelaku terjadi seiring mekanisme lingkungan sosial dan kontrol sosial berubah. Kelurahan Damai memiliki tingkat kriminalitas tertinggi di Kota Balikpapan sejak sebelum hingga setelah pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan SIG dalam memetakan daerah rawan kriminalitas. Analisis selanjutnya mendeteksi indeks Nearest Neighbour untuk mengetahui pola persebaran titik rawan kriminal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, pola sebaran kriminalitas tetap menyebar sejak sebelum hingga setelah Covid-19. Meskipun demikian, jumlah kriminalitas mengalami peningkatan dengan jumlah tertinggi pada titik waktu setelah Covid-19.
Taman kota aktif di Kota Magelang: Ramah anak? Aga Prasetya Amanda; Murtanti Jani Rahayu; Bambang S. Pujantiyo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.76704

Abstract

Anak-anak sebagai bagian dari penduduk perkotaan sering mengalami ketidakadilan spasial terutama pada pemenuhan kebutuhan ruang publik. Salah satu bentuk upaya pemenuhan hak anak atas ruang publik adalah dengan menyediakan ruang terbuka ramah anak yang aktif. Kondisi taman kota di Magelang sebagai ruang publik acapkali tercampur dengan pemanfaatan lainnya seperti zona komersil. Selain itu, beberapa taman kota lainnya belum memiliki fasilitas yang dapat memenuhi kebutuhan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian taman kota aktif di Kota Magelang sebagai ruang publik ramah anak. Penelitian ini menggunakan penelitian secara kuantitatif melalui pendekatan deduktif dengan metode pengumpulan data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan analisis skoring dengan metode pengukuran Guttman melalui pendekatan statistik deskriptif. Temuan menunjukkan bahwa tiga dari lima taman kota aktif di Kota Magelang mendapatkan nilai sesuai sebagai ruang publik ramah anak, sementara sisanya mendapatkan nilai kurang sesuai sebagai ruang publik ramah anak di Kota Magelang.
Exploring the train and airplane as transportation mode preferences among commuting students Indah Susilowati; Arisanti Ayu Wardhani; Cici Musliha; Yohanes Dwi Mahardika; Yoseph Dennis Ardianto
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.82954

Abstract

Transportation has significant role in urban life. Commuting students in universities in Semarang have several options in transportation modes. This study aimed to examine student preferences for train and airplane transportation modes and factors influencing it. Data of 110 students at several Semarang City Universities compiled by purposive sampling were then analyzed using descriptive statistics method. The results showed that most students prefer train transportation modes rather than airplanes. Regarding the level and quality of service, trains provide better services at cheaper, faster, and more practical prices. Meanwhile, based on the quality of service, aircraft transport offers better safety and comfort than Train transport. Although there are differences in the level and quality of comfort, students preferred to use train since the differences are not significant.
Penilaian kualitas dengan walkability index pada jalur pejalan kaki (studi kasus: koridor komersial Jalan Yos Sudarso, Kota Surakarta) Muhammad Faishal Hafizh; Galing Yudana; Lintang Suminar
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.66405

Abstract

Jalur pejalan kaki yang memberikan rasa kenyamanan dan keamanan bagi para pejalan kaki di perkotaan menjadi suatu hal penting yang harus disediakan untuk meningkatkan efektifitas pergerakan masyarakat perkotaan, khususnya pada kawasan komersial. Di sepanjang Jalan Yos Sudarso di Kota Surakarta, penggunaan lahan mayoritas merupakan perdagangan dan jasa berpola linear mengikuti jalan menjadikan terbentuknya koridor komersial. Adanya jalur pejalan kaki seharusnya dapat mengoptimalkan mobilitas para pengunjung yang berkegiatan di koridor tersebut. Namun, dengan beragam permasalahan pada jalur pejalan kaki, kenyamanan dan keamanan para pejalan kaki dapat berkurang. Penelitian ini mengukur kualitas jalur pejalan kaki dengan sembilan variabel yang dimodifikasi dari Global Walkability Index oleh Walkability Survey in Asian Cities. Variabel tersebut adalah (1) konflik jalur pejalan kaki dengan moda transportasi lain, (2) ketersediaan jalur pejalan kaki, (3) ketersediaan penyeberangan, (4) keamanan penyeberangan, (5) perilaku pengendara, (6) amenitas, (7) infrastruktur ramah disabilitas, (8) hambatan, dan (9) keamanan terhadap kejahatan. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan secara langsung. Analisis dilakukan dalam tiga segmen berdasarkan karakteristik masing-masing. Temuan walkability index sebesar 30,5 masuk dalam kategori not walkable. Hal tersebut menggambarkan bahwa jalur pejalan kaki di koridor komersial Jalan Yos Sudarso di Kota Surakarta belum sesuai dengan perwujudan konsep urban walkability.
Analisis Hydrologic Response Unit pada peningkatan kerawanan banjir pada tahun 2013–2022 di DAS Mikro Triyagan Ilham Siota; Nur Miladan; Galing Yudana
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.74660

Abstract

DAS Mikro Triyagan merupakan salah satu Sub DAS Bengawan Solo yang mengalami peningkatan permukiman baru karena penetapan fungsi lahan permukiman dan sawah. Perubahan penggunaan lahan dari lahan terbuka menjadi lahan terbangun menyebabkan berkurangnya daerah resapan air dan peningkatan volume limpasan permukaan sebagai penyebab utama banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak perubahan penggunaan lahan terhadap kerawanan banjir di DAS Mikro Triyagan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Hydrologic Response Unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan di DAS Mikro Triyagan mempengaruhi kerawanan banjir yang disebabkan oleh limpasan permukaan pada lahan permukiman (terbangun) dengan karakteristik kedap air. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kerawanan banjir adalah pembangunan perumahan dan permukiman dengan menyediakan ruang terbuka hijau dengan penerapan teknologi konservasi air biopori untuk menurunkan limpasan permukaan.
Strategi peningkatan lingkungan bermain ramah anak di Kota Semarang berdasarkan model Bullerby Adhista Putri Pressilia; Nany Yuliastuti
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.71962

Abstract

Kota Semarang meraih gelar Kota Layak Anak dengan predikat Nindya pada tahun 2021. Berbagai usaha dilakukan Pemerintah Kota Semarang untuk mencapai predikat Layak Anak, tidak terkecuali untuk pemenuhan ruang bermain ramah anak. Dari 100 taman aktif di Kota Semarang, hanya 1 taman yang memiliki predikat Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yaitu di Taman Bumirejo yang berlokasi di Kecamatan Banyumanik. Ditengah masa kedaruratan akibat pandemi Covid-19, anak-anak memiliki keterbatasan dalam mengakses ruang bermain mereka. Keadaan memaksa anak berada di rumah setiap waktu sehingga dapat menimbulkan demam kabin (yaitu kondisi dimana seseorang merasa tidak bahagia karena terlalu lama berada dalam ruangan). Keterbatasan penyediaan RBRA dan akses ruang bermain anak pada masa pandemi menjadikan penting bagi perencana kota untuk memperhatikan perwujudan ruang bermain ramah anak. Tujuan penelitian ini adalah melakukan evaluasi pada lingkungan bermain anak di Kota Semarang dan merumuskan strategi peningkatan ruang bermain ramah anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Analisis yang digunakan antara lain analisis deskriptif, analisis superimpose menggunakan aplikasi ArcGIS dan analisis SEM (Structural Equation Modelling). Evaluasi lingkungan bermain anak di Kota Semarang menunjukkan dua kondisi, yaitu lingkungan bermain yang seperti Penjara (9 kecamatan) dan Rumah Kaca (7 kecamatan). Hasil evaluasi mengarahkan strategi pada perlunya peningkatan kemandirian mobilitas dan keterjangkauan aktivitas bermain anak di Kota Semarang.
Analisis kinerja jalan pada Kawasan Pasar Lama di Jalan Kisamaun, Kota Tangerang Manisa Edelin Jingga; Nur Miladan; Bambang S. Pujantiyo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.64531

Abstract

Jalan Kisamaun adalah pintu masuk menuju Kawasan Pasar Lama, Kota Tangerang yang merupakan kawasan komersial. Hal ini menjadikan Jalan Kisamaun memiliki volume lalu lintas yang tinggi dan menyebabkan penurunan tingkat pelayanan jalan sehingga munculnya kemacetan lalu lintas. Perhitungan kinerja jalan dalam menampung arus lalu lintas kendaraan menjadi hal yang penting untuk diidentifikasi dan menjadi dasar intervensi lanjutan. Metode analisis kinerja jalan menggunakan analisis kuantitatif dengan indikator yaitu arus kendaraan (Q), kapasitas jalan (C), derajat kejenuhan (Dj), dan tingkat pelayanan jalan (Level of Service). Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan pada jam-jam puncak. Kawasan penelitian memiliki nilai arus lalu lintas mencapai 1243,6 smp/jam. Sementara, nilai kapasitas jalan mencapai 2414 skr/jam dan nilai derajat kejenuhan mencapai 0,88. Temuan ini menunjukkan kinerjra jalan pada kelas E dengan kecepatan kendaraan kadang terhenti sehingga menyebabkan antrian panjang. Kemampuan kinerja jalan pada Jalan Kisamaun tidak sesuai dengan kebutuhan kinerja untuk pengembangan kawasan komersial. Turunnya kemampuan kinerja jalan menyebabkan adanya penumpukkan kendaraan pada jam puncak sehingga terjadinya kemacetan lalu lintas pada Kawasan Pasar Lama, Jalan Kisamaun, Kota Tangerang.
Intangible heritage in Astana Gunungjati Tomb Complex, Cirebon Ina Helena Agustina; Hilwati Hindersah; Ivan Chofyan; Kintan Ayu Sevila; Chairunisa Matondang
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.60310

Abstract

Astana Gunungjati is a tomb complex for the descendants of the palaces in Cirebon. One of them is the tomb of Sunan Gunungjati, one of The Walisanga and also the King of the Cirebon Sultanate. The purpose of this research was to describe the phenomenon of intangible heritage cultural values from Jeneng-Bekel-Kemit in Astana Gunungjati. Jeneng-Bekel-Kemit is the term used for the caretaker of the tomb. The existence of a caretaker known as kuncen in the Astana Gunungjati room played an important role in the service of tomb pilgrimage tourists. Kuncen at Astana Gunungjati has a unique value system in his work, and values are part of a culture that is an intangible heritage. The research method used a qualitative descriptive method. The method of data collection was carried out by interviewing several kuncen who were met by using Snowball. Field observations were carried out to visually record the space and the activities of the kuncen. The analysis method was carried out using qualitative description. Data was collected and classified. Observations made to the linkage among groups of categories to form a concept. The results of the research show ethical, spiritual, cultural, and esoteric values. The findings can be documented as intangible text attached to the Astana Gunungjati space.
Analisis tingkat walkability index jalur pedestrian di kawasan Pasar Sungai Durian, Kecamatan Sintang Nur Alamil Islami; Agustiah Wulandari; Nana Novita Pratiwi
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.76867

Abstract

Kawasan Pasar Sungai Durian merupakan pusat perdagangan dan jasa di Kabupaten Sintang. Seiring dengan perkembangan zaman dan bertambahnya penduduk, kawasan ini menjadi salah satu kawasan kumuh di Kecamatan Sintang. Kekumuhan ini disebabkan karena peningkatan penduduk yang tidak diimbangi dengan peningkatan pelayanan kawasan. Oleh karena itu, dibangunlah jalur pedestrian di Kawasan Pasar dengan tujuan untuk mengatasi kondisi kekumuhan. Namun dalam penggunaannya terdapat ketidaksesuaian penggunaan jalur pedestrian oleh pengguna. Motor serta barang dagangan yang diletakkan di atas jalur merupakan pemandangan yang akan terlihat jika berkunjung ke kawasan tersebut. Ketidaksesuaian penggunaan jalur pedestrian yang dapat mengganggu pejalan kaki dalam menggunakan jalur menimbulkan pertanyaan, seberapa ramah jalur pedestrian ini dapat dilalui oleh pejalan kaki dengan berjalan kaki. Penelitian ini menggunakan analisis walkability index yang bertujuan untuk mengetahui seberapa ramah jalur pedestrian dapat dilalui dengan berjalan kaki. Hasil dari penelitian ini yaitu didapatkan skor sebesar 74,8 yang berarti bahwa pada jalur pedestrian ini sebagian besar kegiatan dapat dilakukan dengan berjalan kaki. Skor tersebut ditunjang dengan fakta di lapangan berupa telah tersedianya jalur pejalan kaki yang sudah terintegrasi dengan jalur pemandu bagi kelompok penyandang cacat. Selain itu, jalur pedestrian juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung serta kantong parkir, tempat duduk, tempat sampah, food stall hingga lampu penerangan. Meskipun masih terdapat konflik serta kendala di jalur pedestrian yang sebagian besar disebabkan oleh pengguna, namun hal tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan jalur pedestrian.