cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
bhaktipersada@pnb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Published by Politeknik Negeri Bali
ISSN : 24774022     EISSN : 25805606     DOI : http://dx.doi.org/10.31940/bp
Core Subject : Education,
Focus and Scope: - The result of applied research of sciences, technology, and arts - The result of social services to the society
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2015): November 2015" : 11 Documents clear
PROGRAM IbM DAPAT MENGUBAH PANDANGAN MASYARAKAT SELAT KARANGASEM TERHADAP UBI UNGU I Ketut Sutama; I Wayan Pugra; I Wayan Basi Arjana
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 1 No 1 (2015): November 2015
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.383 KB)

Abstract

IbM kelompok pengerajin kue ubi ungu di Desa Selat Karangasem ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para pengerajin mengolah ubi ungu menjadi berbagai jenis kue. Banyak kendala masih dihadapi kelompok menyangkut diversifikasi dan pemasaran produk. Program IbM ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi tersebut. Ubi ungu, diyakini lebih baikdibandingkan komoditas sejenisnya. Ia memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi, yang berasal dari pigmen warna ungunya. Ubi ungu mengandung serat pangan alami yang tinggi, prebiotik, kadar Glycemic Indeks rendah dan oligosakarida. Selain itu, ubi ungu juga mengandung lisin, Cu, Mg, K, Zn rata-rata 20%. Penerapan IbM dilakukan dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan melalui pelatihan pengolahan ubi ungu menjadi tepung sehingga memungkinkan diolah menjadi beraneka kue atau penganan yang berkualitas dan berdaya saing. Pelatihan menyangkut pengemasan dan pemasaran hasil produksi diberikan setelah kue atau penganan yang dihasilkan memenuhi standar produksi. Pengetahuan internet dan bisnis online diberikan agar kelompok mampu memasarkan hasil produksi melalui internet. Pengetahuan dan keterampilan manajemen usaha dan keuangan usaha kecil dan menengah diberikan dan dilatihkan selama pelaksanaan program. Pendampingan dan pembinaan secara berkala tetap diberikan sampai kelompok mampu mencapai target yang ditetapkan saat awal pelaksanaan program IbM.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA BERUPA MESIN PENCACAH PAKAN TERNAK KAMBING DI DESA SEPANG KABUPATEN BULELENG I Putu Darmawa; I Made Sudana; I Wayan Aryana
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 1 No 1 (2015): November 2015
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.893 KB)

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui program Ipteks Bagi Masyarakat bertujuan mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh mitra kelompok peternak kambing Sumber Rejeki dan Tunas Mekar, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pakan ternak kambing dan produksi susu kambing. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah belum memiliki mesin pencacah pakan ternak, sehingga pada saat musim kemarau sangat sulit mendapatkan pakan ternak, Penerapan teknologi tepat guna pada proses pengolahan pakan ternak berupa ranting lantoro, gamal, dan berupa daun. Sebelum program dilaksanakan peternak kambing dapat memotong pakan ternak sebanyak 40-50 kg/hari. Setelah program dilaksanakan dengan penerapan mesin pemotong ranting untuk pakan ternak ada peningkatan hasil pakan ternak sebesar 60-90 kg/hari dengan hasil cacahan 1-3cm, untuk menjaga kebutuhan pakan ternak dimusim kemarau dilakukan Fermentasi pakan dengan menggunakan drum plastik kapasitas 25 kg. Hasil pelaksanaan program IbM pada Kelompok mitra yaitu 1.Memiliki mesin pencacah pakan ternak. 2. Mempunyai sarana pengoloahan pakan ternak dengan sistem Fermentasi. Dengan adanya sarana tersebut, anggota mitra merasa terbantu dalam mengatasi pengolahan pakan ternak yang mereka hadapi oleh kelompok Ternak Sumber Rejeki dan Ternak Tunas Mekar,”menjadi lebih bersemangat dalam mengembangkan usahanya
PERBAIKAN PERAPEN PERAJIN GAMELAN DESA TIHINGAN KLUNGKUNG BALI DAPAT MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA PERAJIN I Ketut Gede Juli Suarbawa; I Ketut Bangse
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 1 No 1 (2015): November 2015
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.425 KB)

Abstract

Proses produksi pembuatan gamelan ini masih tradisional dengan menggunakan prapen (tempat kerja) dengan nyala api terbuka baik untuk proses peleburan maupun proses pembakaran bahan untuk pembentukan gamelan (nguwad)untuk proses peleburan dan pembentukan sehingga meningkatkan beban kerja perajin akibat paparan panas radiasi dan debu. Kondisi lingkungan kerja perajin yang belum nyaman dimana rerata suhu basah di tempat kerja mencapai 27,85 ± 0,12 oC dan rerata suhu kering mencapai 31,09 ± 0,97 oC, sehingga sebagian besar perajin merasakan beban yang cukup berat dalam proses kerja, terutama pada proses peleburan dan proses nguwad (pembentukan gamelan). Proses kerja peleburan dan proses nguwad beban kerja perajin cukup berat disertai paparan panas radiasi, adanya debu yang potensial menggangu kesehatan kerja dan lingkungan, hal ini menyebabkan produktivitas perajin menjadi rendah. Selain itu proses kerja yang cukup berat menyebabkan perajin tidak mampu bekerja sepanjang hari dan sering setelah berturut-turut kerja selama 3 hari mereka libur selama 1 hari. Tentu kondisi ini menyebabkan berkurangnya penghasilan perajin. Ongkos yang diterima perajin adalah dengan sistem borongan dalam satu kelompok perajin yang terdiri dari 3 sampai 4 orang per group. Meningkatnya kelelahan perajin ini dikarenakan adanya lingkungan kerja yang panas akibat paparan panas dari tungku yang terbuka, dan adanya sikap kerja berdiri dan membungkuk saat penuangan logam cair ke dalam cetakan serta jika duduk sering dengan sikap duduk tidak alamiah. Untuk itu perlu dilakukan penerapan iptek bagi masyarakat melalui perancangan sistem pembuangan asap dan debu melalui pendekatan ergonomi dengan rancangan pre and post test desaign group. Setelah penggunaan sistem pembuangan asap dan debu, diperoleh bahwa terjadi penurunan kadar debu di tempat kerja dari rata-rata 49,51 µg/m3 menurun menjadi 25,90 µg/m3. Demikian juga rerata denyut nadi tukang perapen mencapai 115,31 ± 2,56 denyut/menit, setelah perbaikan menurun menjadi rerata 111,81 ± 3,52 denyut/menit. Rerata denyut nadi tukang jepit mencapai 114,71 ± 3,24 denyut/menit menurun menjadi 110,41 ± 4,96 denyut/menit dan rerata denyut nadi tukang nguwad mencapai 125,71± 3,21 denyut/menit (katagori beban kerja berat) menurun menjadi rerata 123,01 ± 2,05 denyut/menit (katagori beban kerja sedang). akibat suhu lingkungan yang tinggi, suhu tubuh akan meningkat sehingga meningkatkan denyut nadi. Keluhan Kelelahan menurun dari skor 52,79 menurun menjadi 38,51 dan skor keluhan otot skeletal juga menurun dari 58,44 menjadi 38,74. Sehingga produktivitas meningkat dari rata-rata 0,89 menjadi 1,04.
PENGOLAHAN JAJAN BEGINA DAN ULI DENGAN MENGGUNAKAN MESIN VACUUM FRYER BAGI PEMBUAT JAJAN BEGINA & ULI Luh Putu Ike Midiani; Adi Winarta; I Gusti Agung Oka Sudiadnyani
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 1 No 1 (2015): November 2015
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.622 KB)

Abstract

Pengeringan jajan begina dan uli bertujuan untuk mengurangi kadar airnya. Proses pengeringan ini sering mengalami hambatan karena masih menggunakan cara tradisional yaitu dengan cara menjemur dibawah sinar matahari. Kurangnya intensitas panas matahari menyebabkan pengeringan jajan begina dan uli tidak optimal. Akibatnya jajan begina dan uli yang dihasilkan akan berkurang baik dari segi jumlah maupun kualitas. Untuk itulah perlu diperbaiki aspek teknik produksi dan manajemen produksi sebagai salah satu solusi dalam menekan biaya proses dan meningkatkan kualitas sehingga produk jajan begina dan uli ini mampu bersaing dan memenuhi permintaan pasar yang ada. Perbaikan teknik produksi dilakukan dengan penggunaan teknologi tepat guna sesuai dengan sumber daya pembuat jajan begina dan uli. Dengan mesin vacuum fryer ini jajan begina/uli tidak perlu lagi dijemur, karena dengan mesin vacuum fyer proses pengeringan digantikan dengan proses penggorengan dan pemvakuman atau pengurangan kadar uap airnya. Sehingga hal ini mempersingkat proses pembuatan jajan begina/uli. Selanjutnya pembuat jajan begina dan uli diberikan pengetahuan dan pemahaman tentang manajemen keuangan, pemasaran produk dan strategi pemasaran. Manajemen keuangan diberikan kepada pembuat jajan begina dengan melatih penggunaan program excel untuk seluruh administrasi keuangan dan strategi pemasaran diberikan dengan membuat label produk dan brosur produk jajan begina dan uli sehingga produk jajan begina dan uli memiliki nilai tambah bagi pengembangan usaha pembuatan jajan begina dan uli. Penggunaan mesin vacuum fyer mampu mempersingkat waktu proses produksi jajan begina dan uli, kualitas dan kuantitas jajan begina dan uli pun tidak terpengaruh oleh cuaca. Perbaikan metode pemasaran dilakukan dengan pembuatan kemasan, pelabelan produk dan pembuatan brosur untuk mengembangkan wilayah pemasaran. Dari segi manajemen keuangan dilakukan penataan administrasi keuangan dengan menggunakan program excel.
PEMBERDAYAAN USAHA KECIL BENGKEL MOBIL I Gede Nyoman Suta Waisnawa; IB Swaputra; I Made Rajendra
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 1 No 1 (2015): November 2015
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1465.862 KB)

Abstract

Usaha jasa perawatan dan perbaikan kendaraan berat (truk ekspedisi niaga) dan kendaraan ringan/kendaraan pribadi seperti minibus, jeep dan sebagainya. Meningkatnya kepemilikan kendaraan oleh masyarakat di Bali menimbulkan permasalahan dan peluang usaha yang menjanjikan atau prospektif. Data Pemprov Bali menunjukan jumlah kendaraan yang beredar di wilayahnya sudah mencapai 2,7 juta unit kendaraan terdiri dari 2,1 juta unit motor dan 600 ribu unit mobil. Usaha Jasa perawatan dan perbaikan kendaraan/mobil mulai tumbuh baik diperkotaan maupun di pedesaan. Usaha jasa perawatan dan perbaikan kendaraan/mobil terdiri dari berbagai bidang keahlian diantaranya: keahlian mesin (engine) yang meliputi : Ganti Oli, Tune Up/Setting Mesin, Overhaul/Turun Mesin, Kelistrikan Engine dan Sistem Rem, sedangkan keahlian Chasis dan Body (Rangka dan Badan) yang meliputi : Setel Rangka, Ketok Body dan Pengecatan (Body Repair & Painting). Usaha jasa perawatan dan perbaikan kendaraan memerlukan kemandirian yang didasari jiwa kewirausahaan (entrepreneurship), lahan/lokasi tempat usaha yang memadai serta harus memiliki peralatan kerja (tools) yang cukup banyak jenisnya mulai dari peralatan ringan hingga peralatan berat. Modal keuangan mutlak diperlukan dalam melaksanakan/ mengoperasikan usaha ini. Layanan/service terhadap kendaraan harus dilakukan dengan baik sehingga mampu memberikan layanan yang memuaskan bagi pelanggan. Berdasarkan pengamatan di lapangan, keberadaan bengkel layanan jasa perawatan dan perbaikan kendaraan ada yang tergolong besar, menengah dan kecil. Usaha bengkel yang tergolong kecil kepemilikannya adalah perseorangan dimana pemiliknya adalah tenaga mekanik yang melayani perawatan dan perbaikan kendaraan secara langsung dibantu oleh 2 sampai 3 orang mekanik pembantu. Pekerjaan/order perawatan dan perbaikan kendaraan yang mampu dilayani rata-rata 3-5 kendaraan per hari. Pekerjaan perbaikan bodi kendaraan secara total memerlukan waktu yang relatif lama yaitu 3 sampai 4 minggu. Perbaikan atau perawatan mesin atau mekanikal kendaraan memerlukan waktu yang beragam. Perbaikan mesin total (Ovehaul) atau turun mesin memerlukan waktu antara 1 sampai 2 minggu. Waktu proses pengerjaan/penyelesaian pekerjaan perawatan dan perbaikan saat ini masih perlu ditingkatkan. Kecepatan waktu proses penyelesaian pekerjaan perawatan dan perbaikan kendaraan serta kualitas layanan yang dilakukan akan mampu memuaskan pelanggan/konsumen. Usaha layanan jasa service kendaraan akan dapat memuaskan pelanggan apabila dilakukan dengan baik dan didukung oleh peralatan/perkakas mekanik yang memadai, ruang/area stasiun kerja yang layak serta manajemen kerja yang baku. Melalui program Iptek bagi Masyarakat dilakukan upaya penambahan peralatan/perkakas mekanik (tools) yang diperlukan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan (customer) . Peralatan kerja mekanik sebagai upaya dalam meningkatkan pelayanan kepada pelanggan telah diberikan diantaranya : 1 unit Katrol lifting engine, 1 Unit mesin Bor Bangku diameter mata bor 16 mm, Kompressor, 1 unit Inverter Las Listrik, Regulator Las Asetilin serta Tool kit untuk kerja mekanik. Pelatihan penggunan/pengoperasian mesin perkakas yang baru dilakukan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan mekanik sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan pada pelanggan.Perencanaan tata letak peralatan pada bengkel service kendaraan yang baik dan ergonomi akan dapat memudahkan mekanik melaksanakan tuntunan dari tugas-tugas yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi. Tata letak dari perkakas bengkel dapat mempengaruhi efesiensi proses layanan perawatan dan perbaikan dari mekanik. Hal ini menunjukkan bahwa, tata letak perlu mendapat perhatian yang serius agar proses layanan jasa lebih efesien dan waktu penyelesaian suatu pekerjaan menjadi lebih singkat. Waktu penyelesaian overhaul engine semula 1-2 hari hingga dapat diselesaikan dalam waktu 1 hari dan tepat waktu, sedangkan waktu pengecatan total membutuhkan 3-4 minggu dapat diselesaikan dalam waktu 3 minggu dengan kualitas cat yang lebih baik. Pelayanan jasa perawatan dan perbaikan terhadap pelanggan harus tercatat dengan baik sehingga seluruh aktivitas yang terkait dengan pengeluaran dan pemasukan kas serta pemesanan suku cadang dapat diketahui dengan jelas. Pencatatan ini dilakukan secara praktis dengan nota rangkap, sehingga setiap aktivitas harian dapat dicatat dan direkap dalam buku aktivitas bengkel.Aktivitas layanan jasa perawatan dan perbaikan harus mampu mengikuti perkembangan teknologi. Teknologi adalah upaya manusia dalam memecahkan masalah untuk membuat kehidupan lebih sejahtera, lebih baik, lebih enak dan lebih mudah. Oleh karena itu, pengetahuan tentang teknologi mekanik perlu ditingkatkan. Peningkatan pengetahuan teknologi mekanik dapat dilakukan melalui pelatihan.
DAMPAK PENGGUNAAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PADA UKM BUNGA KERING DI DESA RENON DENPASAR I Ketut Suarta; I Wayan Jendra
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 1 No 1 (2015): November 2015
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.749 KB)

Abstract

Hampir semua UKM mendapatkan masalah dalam mengembangkan usahanya yaitu : masalah modal, tenaga kerja, kratifitas, teknologi, produksi dan pemasaran. Demikian juga dengan UKM Bunga Kering yang menjadi binaan IBm mempunyai beberapa kendala sebagai berikut : proses pengeringannya dilakukan menggunakan cara tradisional yaitu dengan cara menjemur dibawah sinar matahari. Produksi bunga kering selama ini dilakukan dengan bantuan peralatan pres sederhana yang dirancang sendiri, pemasaran dan administrasi. Pengabdian ini bertujuan untuk membantu proses produksi khususnya dalam pengeringan bahan baku berupa alat pengering, meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam mengelola usahanya khususnya bidang manajemen, administrasi, dan pemasaran. Pelaksanaan aktivitas pengabdian kepada masyarakat melalui program Iptek bagi Masyarakat didahului dengan sosialisasi sebagai upaya pendekatan antara pelaksana dengan pihak UKM pengerajin bunga kering dengan harapan akan terjalin hubungan kerja yang baik yang dilandasi oleh kepentingan yang sama yaitu untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas bunga kering. Program pengabdian IBm Bunga Kering ini telah berhasil mempercepat proses produksi yang kalau dikeringkan dengan sinar matahari memerlukan waktu pengeringan antara 1 s/d 7 hari. Dengan sentuhan teknologi tepat guna (alat pengering) memerlukan waktu 1s/d 3 hari. Untuk pengeringan tahap 2 (setelah pewarnaan) sebelumnya diperlukan waktu 1,5 s/d 3 hari, setelah bantuan alat pengering diperlukan waktu hanya 2 s/d 8 jam. Keterampilan dan pengetahuan mitra binaan juga bertambah setelah diberikan bebagai pelatihan yang meliputi : pelatihan pemasaran, administrasi dan keuangan serta bisnis. Strategi yang direkomendasikan adalah : UKM binaan ini perlu dikembangkan untuk menembus pasar eksport, sehingga perlu dilanjutkan dalam program IBPE dan perlu dilakukan pelatihan ekstra karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam internet.
PENERAPAN PISAU BAJAK ERGONOMIS DI DAERAH LAHAN KERING I Ketut Widana; I Ketut Sutapa; Ni Wayan Sadiyani
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 1 No 1 (2015): November 2015
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.149 KB)

Abstract

Program Iptek Bagi Masyarakat (IbM) bagi kelompok tani di Desa Batunya Baturiti Tabanan bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tanah olahan sehingga didapatkan produktivitas yang setinggi-tingginya. Kualitas tanah olahan dikatakan baik bilamana agregat atau butir-butir tanah terdiri dari butiran kecil yang memungkinkan terjadinya sirkulasi oksigen ketika tanah ditanami, sedangkan kuantitas tanah olahan adalah jumlah tanah dalam meter persegi yang mampu diolah tiap satuan waktu. Dengan kualitas tanah olahan yang baik petani akan mampu menanam bibit lebih banyak jika dibantingkan jika tanah olahan terdiri dari bongkahan-bongkahan kasar tidak merata. Pisau bajak atau yang lebih umum disebut singkal memegang peranan penting ketika proses pengolahan tanah akan dilakukan. Pisau bajak yang selama ini dipakai oleh warga kelompok tani adalah pisau bajak existing yang memiliki kelemahan pada bentuk mata pisau yang tidak bisa dibelokkan atau dibuat membentuk sudut, sehingga tidak mampu menjangkau tanah yang berada di pinggir pematang. Kira-kira 1 meter di sepanjang pematang tanah garapan tidak bisa dikerjakan karena alasan teknis, yaitu terhalang oleh roda traktor. Tanah-tanah tersebut, ditambah tanah di setiap sudut petak ladang terpaksa harus dikerjakan dengan tenaga tani upahan yang tentunya memerlukan biaya tambahan. Dengan mempertimbangkan adanya kemungkinan untuk upaya perbaikan, anggota kelompok tani Kembang Sari Batunya Bedugul sepakat berkolaborasi dengan para akademisi Politeknik Negeri Bali untuk mendapatkan solusi. Ada tiga desain yang ditawarkan kepada kelompok tani Kembang Sari, Desa Batunya Kecamatan Baturiti Tabanan Bali. Pertama, pisau bajak dengan empat mata pisau. Desain ini mengadopsi model pisau bajak yang dipakai oleh petani di Negara Inggris. Kinerja pisau bajak empat mata cukup baik, namun kurang disukai oleh petani karena agak berat dan tidak mampu menghalau sampah. Pisau bajak bermata dua juga memberi harapan cerah karena mampu meningkatkan produktivitas hampir 12%, namun sebagaimana juga pisau bajak bermata empat, pisau bajak ini memiliki kelemahan pada desain yang kurang fleksibel serta relatif berat. Mempertimbangkan kelemahan kedua desain di atas, pilihan kemudian jatuh pada desain yang ketiga, yaitu sebuah pisau bajak multi fungsi yang ergonomis. Multi fungsi karena posisi pisau dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Ergonomis karena ukurannya memakai antropometri petani. Produktivitas kerja meningkat cukup signifikan saat pisau bajak jenis ini diaplikasikan pada tanah lahan kering.
PEMBERDAYAAN PETANI RUMPUT LAUT DI PANTAI PANDAWA DESA KUTUH KECAMATAN KUTA SELATAN BADUNG – BALI I Nyoman Meirejeki; I Ketut Sadia; Ida Ayu Elistyawati
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 1 No 1 (2015): November 2015
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1223.523 KB)

Abstract

IbM Rumput laut di Desa Kutuh ini bertujuan untuk menjaga eksistensi petani rumput laut di Pantai Pandawa dan mengusahakan agar terjadi sikronisasi yang saling menguntungkan antara kegiatan kelompok petani rumput laut yang telah lebih dahulu ada dengan kegiatan pariwisata sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani rumput laut. Ada 275 orang pembudidaya rumput laut di Desa Kutuh yang terbagi kedalam empat kelompok, pada program ini yang diambil hanya dua kelompok yaitu kelompok Tani Mertha Sari yang beranggotakan 65 orang dan Kelompok Tani Segara Mertha yang beranggotakan 67 orang. Permasalahan yang mereka hadapi adalah gagal panen karena diserang penyakit ice-ice dan dimakan oleh ikan baronang sehingga sempat para petani rumput laut beralih profesi ke pariwisata. Selain masalah hama masalah lain yang dihadapi adalah pengeringan hasil panen yang apabila telat dalam pengeringan rumput laut menjadi rusak apalagi musim hijan, masalah pendanaan mengingat harga bibit rumput laut cukup mahal, masalah berikutnya adalah petani rumput laut belum bisa memanfaaatkan sektor pariwisata yang begitu sangat berkembang sebagai sumber pendapatan dari budidaya rumput laut, serta masalah pengolahan hasil panen yang lebih bervariasi. Untuk mengatasi masalah tersebut kami telah sepakat dengan kedua kelompok tani tersebut untuk memulai dengan pengadaan bibit sebagai pancingan sehingga mereka bersemangat kembali menanam rumput laut, bersama-sama membuat alat pengering rumput laut sehinga hasil panen tidak banyak yang rusak, membuat kripik rumput laut untuk dipasarkan kepada wisatawan yang berkunjung kepantai Pandawa, sehingga ada oleh- oleh khas pantai Pandawa, membuat buku panduan budidaya rumput laut, membuat paket wisata rumput laut, melatih bahasa inggris dan etika profesi serta membuat brosur sehingga petani rumput laut bisa saling menunjang dengan kegiatan pariwisata. Petani rumput laut bisa mendapat manfaat dari pariwisata dan pariwisata juga mendapat manfaat dari petani rumputlaut. Dari kegiatan ini diharapkan pendapatan petani rumput laut bukan hanya dari industri, dan pengolahan yang dilakukan tetapi juga dari sektor pariwisata.
PENATAAN ADMINISTRASI DESA DENGAN PEMBUATAN BUKU ALAMAT TINGGAL PENDUDUK BANJAR KERTASARI DI KANTOR KEPALA DESA SIDAKARYA DENPASAR Wayan Suryathi; Ketut Suciani
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 1 No 1 (2015): November 2015
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.964 KB)

Abstract

Keberadaan penduduk diberbagai wilayah desa, kecamatan maupun kota memerlukan suatu pengawasan dan pengaturan melalui administrasi desa yang dikelola oleh pengurus desa masing-masing. Kedatangan penduduk ke kota Denpasar sebagai tempat yang menyediakan sarana pendidikan, sarana perkantoran, sarana berbagai usaha, sarana kesehatan, sarana seni dan budaya telah mempengaruhi peningkatan tempat pemukiman baru bagi penduduk. Selain rumah tinggal terdapat beberapa rumah kos dan sewa, yang berada disekitar wilayah tempat tinggal penduduk. Demikian juga kondisi ini merupakan masalah baru bagi wilayah tempat tinggal di Desa Sidakarya, yang telah mengalami perubahan drastis menyangkut pemukiman penduduk, sehingga diperlukan penataan dan penyesuaian beberapa kelengkapan administrasi yang akan memudahkan pengurus desa melayani penduduk dan masyarakat sekitarnya. Pembuatan buku alamat tinggal penduduk Banjar Kertasari di Kantor Kepala Desa Sidakarya merupakan salah satu solusi untuk melengkapi sarana administrasi desa yang sudah ada dengan menambah model buku alamat tinggal penduduk yang sistematis sebagai pedoman mengetahui dengan cepat, mudah dan jelas keberadaan dan identitas penduduk di suatu tempat tinggal, terutama pemukiman dengan alamat yang baru. Buku alamat tinggal tersebut disusun selama satu minggu di Kantor Kepala Desa secara terjadwal setiap harinya oleh duapuluh enam orang dosen Jurusan Administrasi Niaga. Dalam buku alamat tempat tinggal penduduk tersebut terdiri dari 28 halaman dimulai adanya peta Desa Sidakarya, dilanjutkan dengan halaman yang menguraikan nama penduduk pada masing-masing kelompok perumahan. Dari Buku alamat tinggal tersebut jelas tercantum nama kelompok perumahan baru dan kepala keluarga yang bermukim di wilayah tersebut. Dengan adanya buku alamat tinggal penduduk yang dibuat oleh dosen Jurusan Administrasi Niaga di Kantor Kepala Desa Sidakarya, dapat membantu aparat desa apabila ingin mengetahui keberadaan seorang penduduk pada setiap tempat pemukiman. Selain itu dapat melengkapi sarana administrasi pencatatan penduduk yang lebih praktis disamping buku induk kependudukan yang telah ada
PEMBERDAYAAN USAHA KAIN TENUN IKAT DI DESA SUKAHET SIDEMEN KARANGASEM DENGAN E-COMMERCE I G P Fajar Pranadi Sudhana; Made Suardani; I Gusti Agung Bagus Mataram
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 1 No 1 (2015): November 2015
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.073 KB)

Abstract

Pulau Bali merupakan salah satu dari kepulauan Indonesia yang sangat terkenal di seluruh dunia.Keterkenalan Bali ini terutama disebabkan oleh kehidupan penduduknya yang memliki corak kebudayaan yang nik dan dikagumi leh wisatawan yang dating keBali. Kain Tenun bukan hanya buah keterampilan turun-temurun bagi masyarakat Bali, melainkan juga bentuk identitas kultural dan artefak ritual. Di luar lingkup tradisi masyarakat daerah tujuan wisata, kain tenun Bali pun tidak sebatas cendera mata atau sekedar oleh-oleh khas Bali semata, tetapi terus berkembang sebagai komoditas ke dunia fashion yang berbasiskan budaya. Sebenarnya di kalangan masyarakat Bali, Desa Sidemen dikenal sebagai penghasil kain tenunikat endek dansongket yangmemiliki motif khas berbasis budaya dan adat bernuansa alam dengan garapan yang terkenal detail dan kehalusannya.Desa sukahet merupakan salah satu desa di kecamatan Sidemen. Seperti desa-desa lainnya di Sidemen, Desa Sukahet dulunya juga adalah penghasil kain tenun songket dan endek .Pekerjaan menenun adalah pekerjaan sampingan yang dilakukan disamping pekerjaan utama sebagai petani.Murahnya ongkos tenun dikarenakan tenaga yang ada hanya bisa melakukan pekerjaan tenun saja membuat industri tenun di desa Sukahet menjadi kurang bergairah. Padahal untuk dapat menghasilkan kain tenun dibutuhkan beberapa proses seperti proses perancangan motif, pengikatan motif ,pewarnaan, dan yang terakhir adalah penenunan. Biasanya penenun mendatangkan ahlinya dari luar atau membeli bahan baku yang sudah diikat motifnya dan diwarna.Selain ongkos tenun yang murah, harga jual yang lebih murah juga menjadi salah satu kurang bergairahnya industri Tenun tradisional di desa Sukahet karena kain tenun yang dihasilkan selama ini hanya dipasarkan ke pedagang kain di pasar tradisional dan pengepul.Melalui program IbM ini kami akan berusaha membantu masyarakat menggali potensi yang dimiliki untuk menggairahkan kembali industri tenun tradisional secara berkelanjutan yang nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di desa yang kami jadikan sasaran program. Alternatif solusi yang ditawarkan adalah manyelenggarakan pelatihan teknik perancangan motif, teknik pengikatan motif, pewarnaan dan teknik tenun yang baik, pelatihan teknologi informasi, pelatihan pembuatan brosur, membangun website e-commerce sebagai alat pemasaran global, artikel ilmiah untuk dipublikasikan dijurnal ilmiah nasional dan poster untuk bahan seminar nasional. Melalui program IbM ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme pengelolaan usaha dengan bergairahnya kembali industri tenun tradisional di desa sasaran dan terbangunnya jaringan pemasaran produk secara konvensional dan modern dengan bantuan teknologi informasi.

Page 1 of 2 | Total Record : 11