cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Idealog: Ide dan Dialog Desain Indonesia
Published by Universitas Telkom
ISSN : 24770566     EISSN : 26156776     DOI : -
Core Subject : Art,
Journal IDEALOG is a peer-reviewed journal devoted to the study and applications of interior design and product design theory and practice
Arjuna Subject : -
Articles 191 Documents
PENERAPAN METODE SUPPORT DAN DETACHABLE UNIT BERBASIS KONSTRUKSI PRACETAK C-PLUS DAN BAMBU PLASTER KOMPOSIT STYROFOAM PADA PERANCANGAN RUSUNAWA, Kasus Studi: Permukiman di Kawasan Urban Rancacili Wicaksono, Emanuel Agung
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Idealog vol 2 nomor 1
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v2i1.1181

Abstract

Pengadaan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) cenderung mengeliminasi peran penghuni sehingga hunian tidak bisa mengakomodasi perubahan akibat perkembangan kebutuhan penghuni. Penelitian ini bertujuan memahami metode support dan detachable unit yang dicetuskan oleh Habraken sebagai metode perancangan rusunawa yang adaptif melalui prinsip partisipasi dan kontrol pengguna. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Metode support dan detachable unit dipahami melalui studi literatur lalu dipadukan dengan observasi konteks tapak, fungsi, serta perilaku penghuni. Dalam proses analisis, metode ini dielaborasi dengan eksplorasi konstruksi C-Plus sebagai komponen support dan bambu plaster komposit styrofoam sebagai komponen detachable unit. Analisis penelitian ini menghasilkan pedoman perancangan yang selanjutnya diimplementasikan pada desain rusunawa. Metode ini melibatkan proses analisis, yaitu: analisis zona, analisis sektor, analisis variasi dasar, analisis subvariasi. Ruang dibagi menjadi zona alpha(α), zona beta (β), zona gamma (γ), zona delta (δ), dan margin untuk mengevaluasi kemungkinan tata letak dan interelasi antara support dan detacahable unit. Agar tercapai hunian yang terjangkau, disimpulkan bahwa komponen support yang bersifat kepemilikan bersama dan memiliki permanensi tinggi dapat diadakan melalui strategi providing karena butuh modal besar dan teknologi tinggi. Komponen detachable unit yang bersifat kepemilikan pribadi dan memiliki fleksibilitas tinggi dapat diadakan dengan strategi enabling karena butuh modal kecil dan teknologi sederhana. Analisis ini juga menghasilkan 38 variasi dasar yang sesuai kriteria bangunan sehat, aman, nyaman dan kemudahan dibangun.
INOVASI DESAIN DALAM MEWUJUDKAN KELAYAKAN LINGKUNGAN PERUMAHAN DAN PASAR PADAT TEPI SUNGAI KOTA, STUDI KASUS : LINGKUNGAN PASAR ASTANA ANYAR, PUSAT KOTA BANDUNG Kusliansjah, Yohanes Karyadi; Priyanti, Eva
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Idealog Volume 2 nomor 2
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v2i2.1219

Abstract

The emergence of spilled markets and dense residential neighborhoods on the river banks in AstanaAnyar, is one of the impacts that caused by land crisis phenomenon occurred in the city center of Bandung. AstanaAnyar market and dense housing conditions fueled the emergence of a slum environment. Standing between tworivers and low land contours causes Astana Anyar market and the surrounding housing environment have a hugethreat of flooding due to river floods during heavy rains and exacerbate existing environmental conditions.Standing in the city center of Bandung, Astana Anyar market and the surrounding housing location areahave an opportunity of building structures toward vertical buildings and development feasibility on high-valueland locations that meet market prices in the city center.Degradation of environmental conditions that occur, causing housing conditions to be unfit and unhealthyfor the community. In addition, Astana Anyar market also experienced a decline in its quality as one of theimportant economic drivers. In this condition, Astana Anyar market and the surrounding housing environmentneed an innovative solution to structuring the dense residential and market environment.By conducting direct observation and interviews to the local community and market users, this researchattemps to examine deeper about the problems and potential that exist, so that could be used as a referenceformulation of design innovation solutions that could be done as an effort to structuring the dense housing andmarket to be sustainable environment.
REDEFINISI RUANG PUBLIK PADA KAMPUNG KREATIF PASUNDAN, STUDI KASUS : KORIDOR TEPIAN SUNGAI CIKAPUNDUNG, RT 02 RW 04, KELURAHAN BALONGGEDE, KECAMATAN REGOL, KOTA BANDUNG, JAWA BARAT Hanafiah, Ully Irma Maulina; Asharsinyo, Doddy Friestya
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Idealog Volume 2 nomor 2
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v2i2.1220

Abstract

Fenomena Kampung Kreatif menjadi perhatian bagi para pemerhati kota dan komunitas-komunitasyang mendukung keberadaan kampung-kampung kota. Segala usaha dilakukan agar pemerintah setempatmemperhatikan keberadaan kampung kota. Kota Bandung termasuk kota yang banyak melahirkan kampungkampung kreatif tersebut, dengan didukung oleh komunitas-komunitas kreatif yang ada di kota Bandung.Kampung kreatif yang mengusung berbagai tema kreatif berdasarkan kontekstual kampungnya bermunculandimana-mana. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan di dalam kampung-kampung kreatif ini beragam, darimemproduksi kerajinan tangan, menggelar kesenian tradisional, sampai dengan menghias rumah-rumahnyasedemikian rupa, sehingga diharapkan menjadi tujuan destinasi, dsbnya. Sampai dengan tahap ini, timbulpertanyaaan, Apakah cukup dengan meningkatkan taraf perekonomian masyarakatnya tanpa memperhatikanlingkungannya? Kreativitas apa lagi yang dituntut dari masyarakat kampung kreatif jika dilihat dari kontekspermasalahan umum kampung kota : lokasi informal dengan kepadatan yang tinggi, minimnya saranainfrastruktur, kondisi rumah yang kurang sehat bagi penghuninya, perilaku masyarakat yang tidak menghargailingkungan dan lain sebagainya? Kampung kota yang kebanyakan berada di lahan-lahan informal, yaitu yangberada di bantaran sungai, sempadan kereta api dan lahan hijau di pusat kota, ruang yang seharusnya menjadilahan hijau, karena adanya kesadaran dari masyarakatnya, walaupun tidak sepenuhnya, ruang itu dapatdikembalikan ke fungsi awalnya sebagai ruang terbuka hijau dengan menempatkan ruang terbuka pada fungsiawalnya, sehingga kawasan kreatif dapat terus dikembangkan, baik dari aspek ekonomi, sosial, budaya dandalam mengelola lingkungan binaan masyarakat Kampung Kota.Rancangan Penelitian ini adalah penelitian Kualitatif dengan pendekatan Eksploratif, yang menjabarkan secararinci kondisi faktual kampung kreatif Pasundan, lalu mendalami faktor-faktor apa saja yang menyebabkankreativitas muncul, yang kemudian dihubungkan dengan aktivitas kampung kreatif yang berdampak signifikanpada keberadaan ruang terbuka saat ini. Pengambilan studi kasus pada kota Bandung, mengambil lokasipemukiman yang berada di bantaran sungai Cikapundung yaitu Kampung Kreatif Pasundan, Kota Bandung,Jawa Barat.
PERANAN STYLING DAN ERGONOMI PADA CITY CAR TERHADAP MASYARAKAT URBAN JAKARTA, STUDI KASUS EKSTERIOR DAN INTERIOR SUZUKI KARIMUN WAGON R DAN DAIHATSU AYLA Islamsyah, Hapiz
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Idealog Volume 2 nomor 2
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v2i2.1221

Abstract

Ketika kita berbicara tentang desain sangat berkaitan dengan banyak aspek, hal yang palingpenting dari aspek ini adalah fungsi dan estetika, desain tanpa estetika menjadi kekosongan dan desaintanpa fungsi menjadi tidak berguna. Saai ini ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya hari ini menjadibagian gaya hidup. Sebagian besar objek yang digunakan oleh manusia, dirancang oleh desainer, untukmemenuhi kebutuhan dasar dan keinginan manusia, gaya hidup manusia modern adalah kebanggaan palingpenting, alat elektronik dan otomotif yang sebagian besar terhubung dengan kehidupan mereka. Dalampenelitian ini dibahas tentang kinerja LCGC (Low Cost Green Car) yang paling umum digunakanmasyarakat urban di Jakarta dengan melihat dari segi styling dan ergonomis, penelitian ini dimulai denganmengumpulkan data melalui observasi dan wawancara dari resoponden dan ahli. Semua data akan diolahdan hasil dari penelitian ini adalah untuk mendorong industri manukfaktur dan desainer produk otomotifuntuk membuat mobil dengan aspek estetika dan aspek ergomonik yang sangat penting.
POLA INTERAKSI SOSIAL DALAM PEMANFAATAN FASILITAS BERSAMA DI RUSUNAWA CIMAHI PADA ERA MEDIA SOSIAL Kusliansjah, Yohanes Karyadi; Histanto, Enrico Nirwan
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Idealog Volume 2 nomor 2
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v2i2.1222

Abstract

Rumah susun sederhana sewa (rusunawa) adalah salah satu alternatif solusi terhadap kebutuhan rumahyang layak huni bagi masyarakat khususnya di negara berkembang. Disamping masalah keterbatasan lahan,masalah biaya sewanya tetap menjadi masalah bagi beberapa golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).Terjadinya perubahan sifat perumahan dari pola konvensional yang bersifat horizontal ke arah vertikal tentuberdampak pada pola interaksi sosial penghuni di dalamnya dari sistem rumah yang bersifat individual(kepemilikan pribadi) menjadi lebih sosial karena kepemilikan fasilitas bersama (komunal).Dalam memenuhi kebutuhan sosial, pengaksesan media sosial (seperti : facebook, instagram, tweeter, dll) menjadisalah satu jenis kebutuhan baru di jaman sekarang. Kemajuan teknologi komunikasi saat ini semakin mudah danmurah melalui media sosial merupakan fenomena yang melanda semua kalangan, termasuk dari golonganmasyarakat berpenghasilan rendah. Saat ini, tidak membutuhkan perangkat yang sangat canggih untuk mengaksesinternet ditambah harga kuota internet yang semakin murah.Kesamaan konfigurasi penataan tapak dalam hal ini kesamaan tipologi penyusunan massa bangunan, jumlahpenghuni dan sasaran penghuni yaitu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) kedua rusunawa Kota Cimahi,yaitu Cibeureum dan Leuwigajah menarik untuk diteliti manakah yang lebih efektif pemanfaatan fasilitas bersamaserta faktor-faktor penentu apa sajakah yang berperan terhadap pola sosialnya.
INTERAKSI MANUSIA DENGAN MULTI MODAL TEXT, Studi Kasus : Meja Makan di Restoran Sushi Groove, Paris Van Java Bandung Hanom, Imtihan
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 2 No 3 (2017): Jurnal Idealog vol 2 nomor 3
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v2i3.1230

Abstract

Mendesain suatu objek desain, selalu dikaitkan dengan bagaimana produk tersebut digunakan oleh penggunanya. Dalam kaitannya dengan komunikasi, desain selalu bergantung pada bagaimana cara menyampaikan fungsi dan cara penggunaannya. Seperti halnya pada desain visual, interior, produk, yang keseluruhannya membutuhkan suatu penghubung agar tercapai yang dimaksud dalam sebuah produk desain tersebut. Dalam pemahaman terhadap sebuah output desain, ilmu pengetahuan, pengalaman dan kebudayaan seseorang sangat mempengaruhi reaksi orang tersebut dengan produk desain. Untuk itu, dalam penelitian ini, membahas tentang proses komunikasi manusia terhadap sebuah objek produk interior, yaitu meja makan yang berada di restoran Sushi Groove. Meja makan tersebut yang kemudian akan mempengaruhi tingkah laku manusia ketika menggunakannya. Dilihat dari kebudayaan yang dibawa oleh restoran Sushi Groove, tentu sangat berbeda dengan kebudayaan yang ada di Indonesia, oleh karena itu, penulis merasa begitu tertarik untuk membahas produk desain interior khususnya meja makan yang terdapat di restoran tersebut. Penulis hanya membahas meja makan panjang yang ada di restoran Sushi Groove agar pembahasan terhadap produk interior ini dapat dikaji secara khusus dan mendalam
KAJIAN DESAIN SECTIONAL SOFA DENGAN KONSEP MULTIFUNGSI, STUDI KASUS PT TIGA ELORA NUSANTARA Hartanto, Susi; Budiman, Meidyna
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 2 No 3 (2017): Jurnal Idealog vol 2 nomor 3
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v2i3.1232

Abstract

Kemajuan dalam era globalisasi membuat banyak perubahan yang bergerak dengan dinamis yang terjadi pada kehidupan manusia sekarang. Hunian pun dibuat serba compact atau padat, karena ruang yang tersedia terbatas, maka dibutuhkannya produk mebel yang lebih compact dengan menyajikan sebuah produk multifungsi. Hal ini selaras dengan PT Tiga Elora Nusantara (Fabelio.com), sebuah perusahaan start-up e-commerce business yang bergerak dalam dunia furnitur yang memiliki misi dimana setiap produk yang dihasilkan oleh perusahaan merupakan sebuah desain yang dapat memberikan solusi kepada masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi beberapa hunian daerah Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan sebagai area sales terbaik, wawancara kepada marketing dan customer service Fabelio.com, membagikan kuesioner dan mendapat 100 responden dewasa muda, kemudian seluruh data tersebut dianalisa untuk mendapatkan pokok permasalahan dan alternatif pemecahan masalah. Dari hasil analisa, maka didapati hasil dari perancangan ini merupakan sebuah satu set sectional sofa yang memiliki fitur fungsi tempat gelas atau remote control, tempat penyimpanan untuk buku atau barang lainnya, dan bisa diaplikasikan dalam berbagai layout ruangan sesuai target pasar Fabelio.
PENCAPAIAN ADAPTASI IDE PADA KONSEP BENTUK STOOL, Studi Kasus Mata Kuliah Studio Mebel I Palupi, Fajarsani Retno
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 2 No 3 (2017): Jurnal Idealog vol 2 nomor 3
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v2i3.1234

Abstract

Mebel merupakan mata kuliah 3 sks yang mendampingi mata kuliah utama, perancangan ruang interior, sebagai pengisi kelengkapan aktivitas penghuni atau user. Pada tahap pembelajaran dasar desain mebel, mahasiswa diharuskan memahami dan mengerti cara untuk mengimplementasi konsep berdasarkan pertimbangan-pertimbangan desain pada bangku atau stool. Desain dapat dikatakan unik ketika ada konsep yang menjadi pembeda dengan benda desain yang telah ada. Cara mendapatkan dan mengolah konsep ada bermacam-macam, salah satunya dengan mengadaptasi bentukan ide dan mentransformasikannya dengan cara pandang perancang berdasarkan keilmuan yang valid. Penelitian ini akan berfokus pada analisa hasil desain mahasiswa untuk melihat penerapan pendekatan metafora, implementasi metafora yang intangible, tangible dan kombinasi. Dari beberapa hasil desain yang telah ada mahasiswa telah mampu memahami dan menerapkan pendekatan metafora, adapun penggolongan secara sederhananya dapat dibedakan menjadi 2, yaitu; konsep yang terlihat secara visual dan konsep yang terasa secara persepsi.
PENGARUH WARNA PADA ELEMEN INTERIOR RUANG TUNGGU RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK TERHADAP PSIKOLOGIS PENGUNJUNG, Studi Kasus Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda Bandung Ardini, Endy Nahya; Sarihati, Titihan
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 2 No 3 (2017): Jurnal Idealog vol 2 nomor 3
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v2i3.1235

Abstract

Rumah sakit merupakan sarana kesehatan yang vital di setiap wilayah. Sebagai sarana yang memberikan jasa kesehatan, rumah sakit sering menimbulkan efek psikologis pada penggunanya. Salah satu yang memberi efek psikologis adalah warna. Rumah sakit ibu dan anak menuntut desain khusus yang lebih steril dan memiliki efek psikologis sesuai dengan kebutuhan mereka. Psikologis setiap pengguna dirumah sakit berbeda baik pasien wanita, anak, pengantar, mauppun petugas di rumah sakit itu sendiri. Bangunan rumah sakit memiliki fungsi pemeriksaan dengan waktu yang dapat dibilang sementara (non permanen). Diantara area-area yang ada pada rumah sakit, ruang tunggu merupakan area yang berpengaruh besar untuk dijadikan penilaian sebuah rumah sakit dikarenakan area ini yang dapat dimasuki oleh semua kalangan pengunjung. Dengan segala fungsi dan sifatnya, maka desain yang terdapat pada area ruang tunggu haruslah dapat cepat ditangkap dan direspon oleh pengguna. Warna merupakan salah satu aspek visual tercepat yang dapat ditangkap dan direspon oleh manusia diantara aspek visual lain. Oleh karena itu, warna memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk suasana dan mempengaruhi psikologis pengguna dalam sebuah ruangan. Termasuk di Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda Bandung yang merupakan Rumah Sakit Ibu dan Anak kelas A yang . Metode observasi dan analisa terhadap pengunjung di area tunggu Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh warna terhadap psikologis pengunjung.
OPTIMASI BUKAAN DENGAN MEMANFAATKAN EFEK WIND TUNNEL PADA RUMAH DERET, KASUS STUDI : KAMPUNG DERET PETOGOGAN, JAKARTA: https://doi.org/10.25124/idealog.v3i2.1422 Oktovianto, Anggi
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Idealog Vol 3 No 2
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v3i2.1422

Abstract

Energyconsumptionon domestic uses in Indonesia provokes designers to implement passive design concept as an effort to reduce the use of mechanical and electrical solution for household comfort. This research observed KampungDeretPetogoganwhich a wind tunneleffect could not accurately provide natural comfort inside the row houses. Openings design was a key element to determineoptimization of air movement indoors, including its positions, types, and dimensions. Thegoals wereto identify the causes and determine ideal openings design to optimize air circulation indoors. First assessmentinvolvedrelevantdesign theories that conducted as guidelines. Then the existed design openings were examined and compared with guidelines, thus the ideal design openings were generated. The final results concluded multiple solutions for optimizing air movement control. Anaddition of wing wall, to help control the air movement. Repositioning the openings, both on walls and roofs. The selection of opening types which would be suitable basedonairmovement pattern. Lastly, redesign the dimension of the openings to fit the needs of natural comfort inside the houses.