cover
Contact Name
Efta Triastuti
Contact Email
efta.triastuti@ub.ac.id
Phone
+62341-569117
Journal Mail Official
pji@ub.ac.id
Editorial Address
Pharmaceutical Journal of Indonesia Department of Pharmacy, Faculty of Medicine, Brawijaya University Jalan Veteran (Kampus Sumbersari) Malang 65145 Tel. (0341) 569117ext 156, 173 ; Fax. (0341) 564755 Website : http://www.pji.ub.ac.id Email :pji@ub.ac.id
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Pharmaceutical Journal of Indonesia
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2461114X     EISSN : 2461114X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.pji
Core Subject : Health, Science,
Pharmaceutical Journal of Indonesia (PJI) is an online journal which is published twice a year by Department of Pharmacy, Faculty of Medicine, Brawijaya University. The articles published in PJI cover the themes of Clinical and Community Pharmacy, Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Technology, and Natural Product Pharmacy/Chemistry.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2024)" : 10 Documents clear
Evaluation of Prophylactic Antibiotic Use in The Surgical Action of Urinary Tract in Siloam Hospital Bali from January-June 2019 Dewi, Fransiska
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2024.009.02.4

Abstract

Inappropriate use of antibiotics raises various problems to health, especially bacterial resistance to antibiotics. One of them is surgery with prophylactic antibiotics. The purpose of this study is to observe the accuracy of the usage of antibiotics in the surgical action of urinary tract. The method used is descriptive method with retrospective data collection from January to June 2019. The analyses used are the Gyssens method and the 2016 Indonesian Ministry of Health Guidelines for Antibiotics Usage. The biggest patient profile are aged 41-50 years (51 patients-43%), with 80% male and 20% female patients. Prophylactic antibiotics used for urinary tract surgical action is third-generation cephalosporin; cefoperazone (85%), cefotaxime (10%) and ceftriaxone (5%). Gyssens method is used to gain evaluation result; IVA Category (100%) and I Category (99,92%). Evaluation using the 2011 Ministry of Health method, namely accurate patient 100%, accurate doses 100%, and time of prophylactic antibiotics is 100%. Keywords: antibiotics, antibiotics rationality, Gyssens method.
Evaluasi dan Pengembangan Model Sistem Informasi Manajemen Skrining Resep di Instalasi Farmasi RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie Gorontalo dengan Metode EUCS Trusti Mitayani, Trusti Mitayani
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2024.009.02.5

Abstract

Sistem informasi manajemen (SIM) dapat memberikan data dan informasi yang dapat membantu mempermudah skrining resep seperti data administrasi, farmasetis dan klinis. Namun sistem di Rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Hasri Ainun Gorontalo belum menyediakan beberapa data tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem informasi manajemen yang ada serta mengembangkan desain sistem informasi manajemen skrining resep. Penelitian ini menggunakan desain preexperiment design one group pre test - post test. Pengambilan data analisis kebutuhan sistem dilakukan dengan melihat langsung sistem yang ada serta evaluasi dengan metode End User Computing Satisfaction (EUCS) dengan menyebar kuesioner kepada petugas kefarmasian. Setelah mendapatkan analisis kebutuhan sistem selanjutnya pembuatan desain sistem manajemen skrining resep menggunakan diagram konteks, data flow diagram (DFD) dan entity relationship data (ERD). Analisis data untuk melihat peningkatan kepuasaan setelah dilakukan pengembangan sistem menggunakan uji wilcoxon signed rank test. Hasil pretest dari evaluasi sistem yang telah diterapkan di rumah sakit menunjukan bahwa frekuensi jawaban responden pada kategori tidak puas di variable content dan accuracy, sedangkan hasil post test dari evaluasi sistem informasi manajemen skrining resep yang telah dikembangkan pada skala puas. Berdasarkan hasil analisis data pretest dan posttest menggunakan uji wilcoxon signed rank test di dapatkan hasilnya yaitu nilai Z sebesar -2.689 dengan p value sebesar 0,007 di mana kurang dari batas kritis penelitian 0,05 artinya ada peningkatan kepuasaan pengguna terhadap sistem informasi manajemen.
Perbandingan Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel dan Spray Ekstrak Etanol Biji Pepaya (Carica papaya L.) Dewi Nur Azizah
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2024.009.02.6

Abstract

Jerawat adalah suatu gangguan yang dapat mempengaruhi psikologis seseorang dan paling sering dialami pada usia remaja hingga dewasa. Biji pepaya merupakan salah satu bagian dari tanaman pepaya (Carica papaya L.) yang berfungsi sebagai antibakteri. Aktivitas antibakteri dari biji pepaya disebabkan karena adanya senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, protein, karbohidrat, tokoferol, dan karatenoid. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak etanol bij pepaya dalam bentuk sediaan gel dan spray dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini merupakan penelitian laboratorium eksperimental menggunakan metode ekstraksi secara maserasi dan etanol 96% sebagai pelarut. Konsentrasi sediaan gel dan spray pada penelitian ini yaitu 5% (F1), 10% (F2), dan 15% (F3). Untuk menjamin mutu ekstrak maka terlebih dahulu ekstrak yang diperoleh dilakukan skrining fitokimia menggunakan metode tabung. Evaluasi sifat fisik yang dilakukan terhadap sediaan gel dan spray meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat. Uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes dilakukan dengan metode difusi sumuran menggunakan media agar muller hinton (MHA) dan antibiotik Clindamycin sebagai kontrol positif. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak etanol biji pepaya positif mengandung senyawa bioaktif alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Evaluasi sifat fisik menunjukkan hasil yang memenuhi persyaratan uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat. Berdasarkan daya hambatnya, aktivitas antibakteri sediaan gel lebih baik dibandingkan sediaan spray.
Analisis Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Infeksi Saluran Kemih (ISK) Secara Kuantitatif Di RSUD Provinsi NTB Tahun 2019 Candra Eka Puspitasari
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2024.009.02.8

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi di negara berkembang setelah penyakit infeksi saluran pernapasan atas. Angka kejadian ISK pada tahun 2018 di Indonesia cukup tinggi yaitu berkisar antara 39-60%. Antibiotik merupakan terapi utama untuk penyakit ISK, namun penggunaan antibiotik yang berlebihan dan tidak tepat dapat menjadi penyebab resistensi antibiotik terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan antibiotik pada pasien ISK secara kuantitatif di RSUD Provinsi NTB pada tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah deskriptif menggunakan desain cross sectional. Terdapat 47 orang pasien dengan diagnosis ISK (N39.0) yang terlibat dalam penelitian ini. Penggunaan antibiotik secara kuantitatif dihitung menggunakan metode ATC/DDD yang didasarkan pada standar WHO. Diperoleh nilai total DDD/100 Patient-days sebesar 51,26 dengan seftriakson sebagai antibiotik dengan nilai DDD/100 patient-days tertinggi yaitu 19,78 dan memiliki nilai terbesar pada segmen DU 90% yaitu senilai 38,59 %.
Hubungan Dukungan Sosial terhadap Kepatuhan Pengobatan Pada Pasien Tuberkulosis di Asia: Tinjauan Naratif Kusbandia, Kusbandia
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2024.009.02.7

Abstract

Tujuan: Mengidentifikasi hubungan dukungan sosial terhadap kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis di Asia. Sumber data: Menggunakan basis data Scopus dan Proquest. Metode review: Metode yang digunakan adalah tinjauan naratif (narrative review) menggunakan pangkalan data Scopus dan Proquest. Artikel dengan topik terkait kepatuhan, dukungan sosial, pasien dewasa tuberkulosis, serta penelitian dilakukan di Asia diikutsertakan dalam kajian. Hasil: Total 15 artikel terkait dengan hubungan dukungan sosial terhadap kepatuhan yang disertakan dalam tinjauan naratif ini. Bentuk instrumen yang digunakan berbagai macam, beberapa menggunakan alat kuesioner yang sudah ada, beberapa lainnya dikembangkan oleh peneliti sendiri. Selain itu, juga ada beberapa studi yang tidak melaporkan secara spesifik instrumen yang digunakan. Bentuk- bentuk dukungan sosial yang diberikan digunakan sebagai pendukung dalam kepatuhan pengobatan. Kesimpulan: Dukungan sosial berupa dukungan emosional, instrumental dan informasional utamanya dari keluarga memiliki peran penting dalam menjaga dapat kepatuhan dalam mengonsumsi obat tuberkulosis di Asia. Kata kunci : Dukungan Sosial; Kepatuhan; Tuberkulosis
Pengaruh Pemberian Fraksi n-Heksan Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Terhadap Kadar Low-Density Lipoprotein (LDL) Tikus Jantan Galur Sprague dawley : Efek Antikolestrol Fraksi n-Heksan Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Kusumawardani, Nurul; Fauzi, Rizal; Emelda, Emelda; Estiningsih, Daru; Sukma Ananda , RA Dewinta; Nabila , Lathifa
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2024.009.02.9

Abstract

This study aimed to determine the effect of the n-hexane fraction of Moringa leaf ethanol extract (Moringa oleifera L.) on low-density lipoprotein (LDL) levels in Sprague Dawley male rat strains fed a high-fat diet. This study used a pre-test and post-test control design on male rats of the Sprague Dawley strain. Thirty-six male white rats of the Sprague Dawley strain were given high-fat diet and then divided into six groups: group I was normal group, group II negative control was given CMC Na, Group III positive control was given Simvastatin 10 mg, Group IV, V, VI was given n-hexane fraction of ethanol extract of Moringa leaves (Dose 3,722 mg/kgBW; 7.444 mg/kgBW; 14,888 mg/kgBW). The results of measuring low-density lipoprotein (LDL) levels in animals were measured after 14 days of research as a post-test. Based on statistical analysis, there was no significant difference between the positive control group and the three treatment groups (p=1,000). The results of this study can conclude that the dose of the n-hexane fraction of Moringa leaves has a significant effect on decreasing LDL levels in male Sprague Dawley rats with the best % reduction at a dose of 14.89 mg/kg BW (61.17%), with a linear regression equation y=-0.0408x + 1.079; (R2=0.986). The results of this study indicate that the n-hexane part of Moringa leaves may reduce low-density lipoprotein levels in male white Wistar rats induced by high-fat.
SARS-CoV-2 multi-epitope subunit vaccine proof-of-concept derived from the in silico study with protein expression in E. coli BL21 Muhayya, Syarifah Raisha; Agus Ariyanto, Ibnu; Widianingtyas, Silvia; Subiantistha, Tanaya; Bela, Budiman
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2024.009.02.1

Abstract

The protein subunit vaccine is the most considerably developed SARS-Cov-2 vaccine, according to the WHO vaccine tracker in 2023. The acceleration of vaccine development in 2 years of eradicating the COVID-19 pandemic is attainable due to the role of bioinformatics. The objective of this paper is to evaluate strategies for developing multi-epitope SARS-Cov-2 recombinant vaccines with high protein expression in silico. The study was conducted by analyzing SARS-Cov-2 epitopes using immunoinformatics tools provided by IEDB, codon optimization, rare codon analysis, plasmid design, and ribosomal binding site (RBS) analysis were analyzed using RNA structure 6.4, gene cloning by E. coli DH5α and protein expression by E. coli BL21. Each epitope peptide candidate was linked to a flexible linker sequence (GGGGS). GelAnalyzer 19.1 was utilized to determine the protein band of SDS-PAGE. The immunoinformatics study obtained multi-epitope of the recombinant SARS-COV-2 vaccine with a total of 7 epitopes for HLA-I allele candidates and 4 for HLA-II. It is demonstrated that the candidate vaccine protein was successfully cloned in E. coli DH5α and expressed in E. coli BL21.
The Potency of Ficus deltoidei Jack Bioactive as An Antidiabetic Treament: In Silico Study Wahyurini, Dyahati; Clarinta Putri, Rizky; Wardani Hakim, Rani; Wibowo, Heri
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2024.009.02.2

Abstract

Background: Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a metabolic disease with an increasing prevalence. T2DM is related to chronic low-grade inflammation or meta-inflammation conditions. Nowadays, treatment begins to target the molecules or proteins involved in T2DM. Peroxisome Proliferator Activator Receptor gamma (PPAR-γ) is one of the proteins involved in T2DM. The Herbal is a potential solution to finding molecular medicine with bioactive compounds. Extract from Tabat Barito (Ficus deltoidea Jack) has proven as antidiabetic. It has many bioactive compounds and can be analyzed using software and molecular docking. This research aims to analyze the biological and pharmacological bioactive compounds of Ficus deltoidea Jack as an antidiabetic. Methods: The bioactive compounds of Ficus deltoidea Jack were determined from the literature. PASS (Prediction of Activity Spectra for Substances) was used to analyze the bioactive compounds. SwissADME was used to know the pharmacology properties Molecular docking was used to find the interaction between bioactive compounds and PPAR-γ. Results: Ficus deltoidea Jack has many bioactive compounds. Lupeol, Vitexin, and Isovitexin were chosen to advance analysis using PASS and SwissADME. All of them had antidiabetic activity. SwissADME was used to identify the pharmacology properties. The result, every bioactive compound has its specific characteristics. Molecular docking showed that Vitexin is the best, with ΔGibbs - 6.59kcal/mol and Inhibition constant (Ki) 14.77 µM. Conclusions: Ficus deltoidea Jack consists of many bioactive compounds. Vitexin and Isovitexin are potential as an antidiabetic. From the docking results, the strongest interaction is Vitexin.
Persepsi Mahasiswa Pendidikan Profesi Apoteker terhadap Peran Tenaga Kesehatan Intannia, Difa; Lingga, Herningtyas Nautika; Novia, Novia; Fahira, Nurul Savira
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2024.009.02.10

Abstract

Kerjasama yang baik antar tenaga kesehatan dapat memperbaiki mutu pelayanan kesehatan. Interprofessional Education merupakan salah satu strategi untuk memberikan pembelajaran dan pengalaman bagi mahasiswa agar dapat berkolaborasi sejak dini dan memahami peran tenaga kesehatan lain sebagai upaya kolaborasi efektif saat berpraktek nantinya. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi persepsi mahasiswa terhadap peran tenaga kesehatan sebagai gambaran tentang apa yang mahasiswa pikirkan tentang profesinya sendiri dan profesi kesehatan lain. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan jenis rancangan cross sectional. Subjek penelitian adalah mahasiswa aktif Program Studi Profesi Apoteker FMIPA ULM Angkatan X dengan jumlah 40 responden. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuisioner yang disebarkan secara online melalui google form. Kemudian data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif, data dibuat dalam tabel dan disajikan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 40 responden yang terdiri dari 80% perempuan dan 20% laki-laki, 80% mahasiswa belum memiliki pengalaman kerja, dan 60% responden memiliki anggota keluarga yang bekerja sebagai tenaga kesehatan. Berdasarkan temuan penelitian, 97,5% responden memiliki persepsi bahwa apoteker memiliki peran sebagai sumber informasi obat. Lebih dari 70% responden memiliki perspsi bahwa dokter, perawat, dan apoteker sama-sama berperan dalam memantau respon pasien yang menerima terapi intravena, melakukan penyesuaian dosis, menghadiri pertemuan rutin dewan kesehatan masyarakat, dan mendokumentasikan aktivitas profesional dalam rekam medis pasien. Mahsiswa Pendidikan profesi apoteker memiliki persespi yang berbeda-beda terhadap peran tenaga Kesehatan, dan memiliki pandangan bahwa ada kolaborasi antar tenaga Kesehatan di beberapa kegiatan tertentu.
Hypoglycemia in Geriatric Patients with Diabetes: A Review Untari, Eka Kartika; Yuswar, Muhammad Akib
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2024.009.02.3

Abstract

Background: The prevalence of diabetes tends to be high, 42% of geriatric patients admitted havea diabetes diagnosis, and 33% of these patients experience hypoglycemia. Hospitalization isnecessary for diabetic elderly individuals because their blood glucose levels make themmore vulnerable to other complications. The incidence of hypoglycemia in geriatric patients maybe caused by a variety of factors, including polypharmacy, pharmacokinetic andpharmacodynamic changes, hormonal regulation disorders, food and water intake disturbances,decreased intestinal absorption, and cognitive disorders, as well as other organ disorders that causedisruption of the ability to metabolize antihyperglycemia.Methods: This review will go over how frequently geriatricians, especially those withdiabetes, develop hypoglycemia as a result of using anti-diabetics or other medications thatlead to drop blood sugar.Results: Sulfonylurea and insulin groups are the most frequent causes of hypoglycemia indiabetic older people, according to the articles we analyzed. The significance of specific carefor the elderly population in order to lessen the effects of hypoglycemia.Conclusions: For geriatric individuals with DM, routine blood glucose monitoring is advisedto prevent diabetic complications.

Page 1 of 1 | Total Record : 10