cover
Contact Name
Efta Triastuti
Contact Email
efta.triastuti@ub.ac.id
Phone
+62341-569117
Journal Mail Official
pji@ub.ac.id
Editorial Address
Pharmaceutical Journal of Indonesia Department of Pharmacy, Faculty of Medicine, Brawijaya University Jalan Veteran (Kampus Sumbersari) Malang 65145 Tel. (0341) 569117ext 156, 173 ; Fax. (0341) 564755 Website : http://www.pji.ub.ac.id Email :pji@ub.ac.id
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Pharmaceutical Journal of Indonesia
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2461114X     EISSN : 2461114X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.pji
Core Subject : Health, Science,
Pharmaceutical Journal of Indonesia (PJI) is an online journal which is published twice a year by Department of Pharmacy, Faculty of Medicine, Brawijaya University. The articles published in PJI cover the themes of Clinical and Community Pharmacy, Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Technology, and Natural Product Pharmacy/Chemistry.
Articles 155 Documents
Hubungan Tingkat Pendidikan Formal Masyarakat terhadap Pengetahuan dalam Penggunaan Antibiotika Oral di Apotek Kecamatan Klojen Ivoryanto, Evelyne; Illahi, Ratna Kurnia
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antibiotika merupakan obat yang paling banyak digunakan pada infeksi bakteri. Sekitar 40-62% antibiotika digunakan secara tidak tepat dan dapat menyebabkan resistensi. Perilaku kesehatan seseorang dipengaruhi oleh pengetahuannya, sedangkan pendidikan merupakan faktor prediktor kuat terhadap pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan formal (jenjang sekolah) masyarakat terhadap pengetahuan dalam penggunaan antibiotika oral di Apotek Kecamatan Klojen Kota Malang, di antaranya pada karakteristik gender dan usia. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah konsumen yang mengunjungi apotek di wilayah Kecamatan Klojen Kota Malang sebanyak 110 responden yang dipilih secara purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret hingga April 2016 dengan cara pengisian kuesioner dan wawancara. Penelitian ini telah disetujui oleh Komisi Etik Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Data tingkat pendidikan formal dan tingkat pengetahuan selanjutnya dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai korelasi tingkat pendidikan formal terhadap tingkat pengetahuan dalam penggunaan antibiotika oral adalah 0,716. Nilai korelasi tingkat pendidikan formal terhadap tingkat pengetahuan pada gender perempuan adalah 0,783, sedangkan pada laki-laki adalah 0,616. Nilai korelasi tingkat pendidikan formal terhadap tingkat pengetahuan pada usia 18-28 tahun didapatkan sebesar 0,918, pada usia 29-39 tahun didapatkan sebesar 0,698, dan pada usia 40-50 tahun didapatkan sebesar 0,669. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan formal masyarakat berkorelasi positif terhadap tingkat pengetahuan dalam penggunaan antibiotika oral. Korelasi positif antara pendidikan formal dan tingkat pengetahuan dalam penggunaan antibiotika oral ditemukan tertinggi pada perempuan dan responden berusia 18-28 tahun.
Validasi Metode KLT-Densitometri untuk Analisis Kuersetin dalam Ekstrak dan Produk Jamu yang Mengandung Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Ihsan, Bachtiar Rifai Pratita
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat tradisional yang digunakan di Indonesia semakin meningkat. Obat tradisional digunakan untuk menjaga kesehatan, mencegah penyakit maupun mengobati penyakit. Parameter mutu untuk menjamin keamanan dan khasiat yang optimum dikaitkan dengan senyawa bioaktif yang terkandung dalam obat tradisional. Metode KLT-Densitometri yang sederhana, spesifik dan tingkat ketelitian yang tinggi telah dikembangkan dan dilakukan untuk analisis kadar kuersetin dalam ekstrak dan produk jamu kapsul daun jambu biji (Psidium guajava L.). Daun jambu biji diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Analisis kadar kuersetin dilakukan secara KLT-Densitometri menggunakan plat silika gel 60 F254 sebagai fase diam dan campuran pelarut kloroform: etil asetat: asam format (5:4:1) sebagai fase gerak terpilih dengan panjang gelombang (λ) 366nm. Larutan standar kuersetin pada rentang 0,300-0,600 µg memberikan hubungan yang linier terhadap luas area densitogram dengan persamaan regresi Y = 14.576,27X - 2.918,78 dan r= 0,9998 serta Vxo = 0,43%. Batas deteksi kuersetin adalah 1,954 µg/ml dan batas kuantitasi kuersetin adalah 6,513 µg/ml. Persen recoveri didapatkan antara 98,789% - 99,287% dengan persen deviasi standar relatif 0,177% - 0,315%. Kandungan senyawa kuersetin dalam ekstrak dan produk jamu kapsul daun jambu biji yaitu 1,456% dan 0,0378%. Kata kunci: jambu biji, Psidium guajava L., kuersetin, KLT-Densitometri, validasi metode
Ekspresi Glukosa Transporter-2 di Sel Beta Pankreas dan Sel Hepatosit Tikus yang Diinduksi Diabetes Mellitus teodhora teodhora
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2021.006.02.9

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is an incurable disease that can be prevented clinically from worsening. This disease is based on classification related to pancreatic damage in total or partial so that the impact on insulin production. Glucose transporter is a protein that can glucose uptake from outside cell into cell and provides an important role in the body's glucose homeostasis. Glucose transporter-2 (GLUT-2) is found in the pancreas, liver, and kidney. Parameters used are the expression and amount of GLUT-2 density in pancreatic β cells and in hepatocyte cells in normal and diabetic Rat. Used Wistar strain male white rats. An immunohistochemistry (IHC) staining technique was performed to observe the expression of GLUT-2 and the macbiophotonics image J program to determine total density of GLUT-2. GLUT-2 is marked in brown in the cell nucleus surrounded by cytoplasm. The results showed an increased in GLUT-2 expression in hepatocyte cells with a total density of 25,447,052 and a decreased in GLUT-2 expression in pancreatic β cells with a total density of 5,074,544 by Streptozotocin 50 mg/kg BB-Nicotinamide 100 mg/kg BB (STZ-NA) Intraperitonial routes in induced DM rat. STZ-NA induced triggers damage in pancreatic β cells and significantly influences the expression of GLUT-2 protein. High blood glucose levels give different GLUT-2 activity in hepatocyte cells due to the effects of induced agent.
HUBUNGAN DOSIS DAN LAMA TERAPI METOTREKSAT TERHADAP KEJADIAN EFEK SAMPING PADA PASIEN ARTRITIS REUMATOID Achmad, Anisyah
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artritis Reumatoid merupakan penyakit autoimun ditandai peradangan sinovium kronis. Metotreksat terapi lini pertama pengobatan Artritis Reumatoid. Pengobatan metotreksat dapat menimbulkan efek samping. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan dosis dan lama terapi metotreksat terhadap kejadian efek samping. Desain studi yang digunakan analitik deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan metode cross sectional. Penelitian dilakukan di Poli Reumatologi Instalasi Rawat Jalan RSUD dr. Saiful Anwar Malang dan dinyatakan layak etik. Sebanyak 55 pasien sesuai kriteria inklusi yaitu usia > 20 tahun, laki–laki atau perempuan, diagnosa Artritis Rheumatoid, menggunakan metotreksat oral tunggal minimal 3 bulan, tanpa komplikasi penyakit Systemic Lupus Erythematosus, Inflammatory Bowel Disease, dan kanker serta setuju menandatangani informed consent. Kejadian efek samping didapatkan melalui wawancara pasien. Hasil penelitian menunjukan dosis rata-rata = 10 mg, dosis kumulatif rata-rata 987,4 mg, dan lama terapi rata-rata 103 minggu atau 26 bulan. Efek samping yang terjadi adalah mual 21 orang (38%), anemia 10 orang (18%), ruam merah 7 orang (17%), sakit kepala 6 orang (14%), sariawan 5 orang (12%), nyeri perut 3 orang (7%), mulut kering 3 orang (7%), diare 2 orang (5%), leukopenia 1 orang (2%), trombositopenia (0%) dan peningkatan enzim liver (0%). Uji statistik memberikan hasil terdapat hubungan positif yang signifikan antara dosis kumulatif dan lama terapi terhadap efek samping leukopenia (p=0,010 dan p=0,006), serta antara lama terapi dengan kejadian sakit kepala (p=0,036) sedangkan efek samping lain tidak mempunyai hubungan signifikan. Kesimpulannya semakin meningkat dosis kumulatif maka kejadian leukopenia meningkat, dan semakin meningkat lama terapi maka kejadian leukopenia dan sakit kepala juga meningkat.Kata kunci: metotreksat, artritis reumatoid, efek samping, dosis, lama terapi
Pengaruh Pemberian Informasi Obat Antihipertensi Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Kepatuhan Pasien Peserta Prolanis di Puskesmas Gedangan Kabupaten Malang Pamungkas, Septian Secsiandre Ade
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.006.01.10

Abstract

Penyakit kardiovaskuler khususnya hipertensi memerlukan penanganan yang tepat karena dapat menimbulkan komplikasi seperti stroke, gagal jantung dan penyakit ginjal.Pemberian informasi obat merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan pengetahuan pasien dalam memahami penyakit yang dideritanya sehingga dapat berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien.Tujuan dari penelitian yaitu mengetahui pengaruh pemberian informasi obat terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien hipertensi peserta prolanis di Puskesmas Gedangan Kabupaten Malang.Metode penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan desain one grup pre-test post-test.Pemilihan responden dilakukan menggunakan metode purposive sampling.Populasi dalam penelitian ini adalah pasien hipertensi yang terdaftar dalam program pengelolaan penyakit kronis di Puskesmas Gedangan, dan didapatkan sejumlah 68 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner pengetahuan Hypertension Knowledge-Level Scale (HK-LS) yang terdiri dari 22 pertanyaan, serta kuesioner Kepatuhan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS–8) yang sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Penelitian ini sudah memenuhi laik etik dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dengan nomor 80/EC/KEPK-S1-FARM/04/2020.Data yang didapatkan dianalisis statistik menggunakan uji t berpasangan untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Nilai uji t berpasangan menunjukkan tingkat pengetahuan meningkat secara signifikan (p= 0,000) kepatuhan meningkat dengan signifikan (p = 0,000) setelah pemberian informasi obat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan sebelum dan setelah dilakukan pemberian informasi obat di Puskesmas Gedangan Kabupaten Malang.
Tingkat Pendidikan Ibu dan Penggunaan Oralit dan Zinc pada Penanganan Pertama Kasus Diare Anak Usia 1-5 Tahun: Sebuah Studi di Puskesmas Janti Malang Illahi, Ratna Kurnia; P., Fitra Firnanda; Sidharta, Bambang
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diarrhea was a condition when a person experienced disturbing bowel movement and soft or liquid stool consistency, three times or more in a day. To this day, diarrhea is one of the major public health problems in developing countries including Indonesia. Mother’s level of education, amongst other things, is likely influencing the treatment choice for children’s diarrhea. The purpose of this study was to determined the influenced of mother’s level of education on the use of oralit (oral rehydration therapy) and zinc in treating diarrhea experienced by children aged 1-5 years old. The sampling technique used was purposive sampling with 100 respondents. The result of the study from chi square analysis gave the p value of 0.528 (p > 0,05), and coefficient correlation of 0.176 (very low). Thus, it can be concluded that the mother’s level of education had no influence on the used of oralit and zinc for the first treatment of diarrhea amongst children aged 1-5 years old.
Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum) dan Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Sebagai Antidiabetes Oral pada Tikus Putih (Rattus novergicus) sukmawati, sukmawati; Emelda, Andi; Astriani, Yesi Rika
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus is a collection  metabolic disorders which is characterized y a state of hyperglycaemia. Flavanoids in bay leaves and tannins in guava leaves have potential as an antidiabetic. This research aimed to determine the combination effects of ethanol extract of bay leaves and guava leaves as an oral antidiabetic. This research method used pre-post control group design. A total of 15 rats were divided into 5 groups. Group I (negative control) was given Na CMC 1%, group II (positive control) was given acarbose 1,02 mg/kgBW, group III was given EEDS 31,25 mg/kgBW: EEDJB 50 mg/kgBW, group  IV was given EEDS 31,25 mg/kgBW: EEDJB 100 mg/kgBW, and group V was given EEDS 62,5 mg/kgBW: EEDJB 50 mg/kgBW. The rats previously induced by alloxan 135 mg/kgBW intraperitoneally. Data analysis used one way Anova and followed by bonferroni test to find out the significant difference between the treatments. The results of study showed that the combination EDS 31,25 mg/kgBW: EEDJB 100 mg/kgBW, EEDS 62,5 mg/kgBW: EEDJB 50 mg/kgBW, and EEDS 31,25 mg/kgBW: EEDJB 50 mg/kgBW can lower the blood glucose content of the rats which were induced by alloxan.
Preliminary Studies on the Content of Phytochemical Compounds On Skin of Salak Fruit (Salacca zalacca) Setyawaty, Rety
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.006.01.1

Abstract

Salak fruit plants (Salacca zalacca) are native to Indonesia. Some Indonesian people use this Salak fruit plant as traditional medicine. This plant belongs to the Palmae family. The purpose of this study is to determine the content of phytochemical compounds in the skin of Salak fruits (Salacca zalacca).               The method to get thick extract used extraction-maceration method with 96% ethanol solvent and analyzed by a series of phytochemical tests and using a thin layer chromatography method. In the drying process used 1 kg of fresh skin Salak fruit (Salacca zalacca) and produces 625 g of dried. We are called simplisia. The extraction-maceration process uses 100 grams of simplisia. The simplisia is soaked using 96% ethanol for 3 days and filtrated until thick extract is obtained. The thick extract obtained was 10.69 g with a yield of 10.69%. The thick extract is analyzed alkaloids, steroids, triterpenoids, saponins, tannins and flavonoids by using chemical reaction and thin layer of chromatography. The mobile phase used is toluene: ethyl acetate in a ratio of 9.3: 0.7. The stationary phase used silica gel GF 254.     Based on the phytochemical analysis, the skin of Salak fruits (Salacca zalacca) contains alkaloids, triterpenoids, saponins, tannins, and flavonoids. In addition, based on analysis using Thin Layer of Chromatography produced Rf 0.1875 and is thought to contain terpene alcohol.  Therefore, it can be concluded that the skin of Salak fruits (Salacca zalacca) contains alkaloids, triterpenoids, saponins, tannins, and flavonoids. While observations using Thin Layer Chromatography with mobile phase toluent : ethyl acetate (9.3: 0.7) under UV light of 254 nm and 366 nm is obtained Rf 0.1875 and suspected as terpene alcohol.
Uji Kesesuaian Aseptic Dipensing Berdasarkan Pedoman Dasar Dispensing Sediaan Steril Departemen Kesehatan di ICU dan NICU RSUD Dr. Saiful Anwar Malang Achmad, Anisyah
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji Kesesuaian Aseptic Dipensing Berdasarkan Pedoman Dasar Dispensing Sediaan Steril Departemen Kesehatan di ICU dan NICU RSUD Dr. Saiful Anwar Malang Oleh :Fradita Nurita Ulfa, Anisyah Achmad, Efta TriastutiProgram Studi Farmasi, Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya Malang Email : r3600mc@yahoo.com(telp : 081255636910) Aseptic dispensing adalah salah satu metode untuk meminimalisir sediaan farmasi dari bahaya pirogen dan kontaminan. Metode ini meliputi tahap penyiapan, pencampuran, penyimpanan, dan pembuangan. Setiap tahap erat kaitannya dengan ketersediaan sumber daya manusia, peralatan, dan ruang. Sehingga diperlukan teknik yang benar dalam melakukan pencampuran sediaan parenteral. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian aseptic dispensing di ICU dan NICU RSUD DR. Saiful Anwar Malang berdasarkan Pedoman Dasar Dispensing Sediaan Steril Depkes RI Tahun 2009 dan factor- faktor yang mendukung kesesuaian tersebut. Penelitian sudah mendapatkan ijin etik Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data secara observasional deskriptif dengan lembar checklist dan angket yang kemudian dianalisis secara kuantitatif Analisis ketersediaan peralatan dan ruang dilakukan secara kualitatif. Diperoleh hasil penelitian bahwa dari 110 pencampuran, kesesuaian tahap penyiapan 87,77%, pencampuran 49,09%, penyimpanan 80%, dan pembuangan 98,18%. Data pendukung faktor yang mempengaruhi aseptic dispensing adalah sumber daya manusia. Hasil angket tingkat pengetahuan tentang aseptic dispensing sebanyak 60% responden sangat baik, 33% baik, 7% cukup. Ketersediaan peralatan dan ruang belum sesuai dengan pedoman. Kesimpulan penelitian adalah aseptic dispensing dalam pencampuran sediaan steril parenteral di ICU dan NICU RSUD Dr. Saiful Anwar Malang belum sesuai dengan pedoman pada tahap pencampuran (<50%). Kata Kunci: Aseptic Dispensing, ICU, NICU, Pencampuran, Sediaan Parenteral.
Case Report : Expanded-Spectrum Beta Lactamase-Producing Klebsiella pneumoniae in Burn Injury With Hospital Acquired Pneumonia Putra, Oki Nugraha
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.005.02.2

Abstract

Significantly higher mortality has been demonstrated in patients with severe burn, complicated by Klebsiella pneumonia infection. This case report assesses the efficacy combination of meropenem and levofloxacin to treat Klebsiella pneumonia ESBL on the scald-burn injury with hospital-acquired pneumonia. A 52-year-old male had scald burn on August, 2016 with late onset of Hospital Acquired Pneumonia (HAP). Klebsiella pneumonia ESBL was isolated from tissue burned culture. Initially, the patient was treated with meropenem and levofloxacin injection for a week. Then, Acinetobacter baumanii was isolated from tissue burned infection and ampicilin-sulbactam was the only one antibiotic which still susceptible to this pathogen. But with the clinical judgment, the combination of these antibiotics was still continued. After administration of these antibotics, rapid clinical improvement with signs short of breath, fever, cough was not observed and also the lung infiltrate was improved. The combination of meropenem and levofloxacin, may be a useful treatment option for hospital-acquired pneumonia related to Klebsiella pneumonia ESBL and also Acinetobacter baumanii, even these combination were resistance to Acinetobacter baumanii. Further research is also needed to clarify the effectiveness of meropenem and levofloxacin to treat Klebsiella pneumonia ESBL infection in the burn patient.

Page 6 of 16 | Total Record : 155