cover
Contact Name
Efta Triastuti
Contact Email
efta.triastuti@ub.ac.id
Phone
+62341-569117
Journal Mail Official
pji@ub.ac.id
Editorial Address
Pharmaceutical Journal of Indonesia Department of Pharmacy, Faculty of Medicine, Brawijaya University Jalan Veteran (Kampus Sumbersari) Malang 65145 Tel. (0341) 569117ext 156, 173 ; Fax. (0341) 564755 Website : http://www.pji.ub.ac.id Email :pji@ub.ac.id
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Pharmaceutical Journal of Indonesia
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2461114X     EISSN : 2461114X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.pji
Core Subject : Health, Science,
Pharmaceutical Journal of Indonesia (PJI) is an online journal which is published twice a year by Department of Pharmacy, Faculty of Medicine, Brawijaya University. The articles published in PJI cover the themes of Clinical and Community Pharmacy, Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Technology, and Natural Product Pharmacy/Chemistry.
Articles 155 Documents
Effectiveness of Triamcinolone and Lidocaine in Patient with Piriformis Syndrome – A Case Series Setianti, Ariani Rahayu; Hidayati, Hanik Badriyah
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Piriformis syndrome (PS) has been documented as a contributory cause for sciatica, buttock, and low back pain. The worldwide incidence of PS would be about 2,4 million per year. The management of piriformis syndrome includes injection of the piriformis muscle with local anesthetic and steroid, however, the study for the effectiveness of the combination is lacking especially in Indonesian population. This case illustrates the effectiveness reduction of triamcinolone in combination with lidocaine measured by Visual Analogue Scale (VAS) in patient suffered from PS. 
Hubungan Antara Faktor Sosiodemografi dan Tingkat Pengetahuan Pasien Diabetes Mellitus Rawat Jalan Dalam Penggunaan Obat Metformin (Penelitian dilakukan di Puskesmas Ciptomulyo dan Puskesmas Kendalsari Kota Malang) Dariin Herryanti Sahafia
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2021.006.02.5

Abstract

Penderita DM di Indonesia menempati urutan ke-4 di dunia dan penyebab kematian ke-6 di Indonesia. Penderita DM pada tahun 2017 di Kota Malang terdapat 29.108 kasus. Penelitian ini peneliti memilih obat metformin karena penggunaan monoterapi atau pun kombinasi pada obat metformin dapat mencegah terjadinya komplikasi, namun pasien DM yang menggunakan obat Metformin seringkali menimbulkan efek samping karena penggunaan yang kurang tepat, sehingga dibutuhkan pengetahuan dalam penggunaannya seperti indikasi, cara penggunaan, dosis, efek samping, frekuensi pemberian dan penyimpanan obat metformin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor sosiodemografi dan tingkat pengetahuan Pasien Diabetes Mellitus Rawat Jalan dalam penggunaan obat Metformin di Puskesmas Ciptomulyo dan Puskesmas Kendalsari Kota Malang. Desain Penelitian ini berupa observasional analitik dengan metode Cross Sectional yang dilakukan di Puskesmas Ciptomulyo dan Kendalsari, pengambilan responden pasien diabetes Mellitus yang menggunakan obat metformin yang dipliih berdasarkan purposive sampling yaitu sebanyak 30 responden. Pengambilan data di lakukan dengan cara pengisian kuisioner tingkat pengetahuan dalam penggunaan Obat Metformin  yang terdiri 8 pernyataan dengan pilihan jawaban “Benar” atau “Salah”. Data sosiodemografi dan tingkat pegetahuan dianalisis menggunakan Uji Chi-square dan Somers’d. Hasil penelitian faktor sosiodemografi dan tingkat pengetahuan pasien Diabetes Mellitus dalam penggunaan obat Metformin menunjukkan bahwa banyak responden yang tergolong dalam kategori baik (83,33%), cukup (13,33%) dan kurang (3,33%). Pada penelitian ini terdapat hubungan tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan yang menunjukkan (p=0.042). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan hanya faktor tingkat pendidikan yang berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pengetahuan pasien Diabetes Mellitus rawat jalan dalam penggunaan obat metformin di Puskesmas Ciptomulyo dan Kendalsari Kota Malang.
PENGARUH SUHU DAN LAMA STERILISASI METODE PANAS KERING TERHADAP VISKOSITAS DAN DAYA SEBAR BASIS GEL ALGINAT Putri, Dina Christin Ayuning; Dwiastuti, Rini; Yuliani, Sri Hartati
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alginat merupakan polimer alami yang dapat digunakan dalam sediaan penutup luka. Penutup luka harus steril, sehingga tidak menimbulkan infeksi tambahan pada luka, sehingga perlu dilakukan sterilisasi. Proses sterilisasi dapat mempengaruhi sifat fisik sediaan yang terkait dengan penerimaan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama sterilisasi metode panas kering, terhadap viskositas dan daya sebar basis gel alginat. Gel alginat yang telah disterilisasi dengan variasi suhu dan durasi, diuji sterilitas, viskositas, dan daya sebarnya, Selisih (∆) nilai viskositas dan daya sebar basis alginat, dengan dan tanpa sterilisasi dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis test (∆ viskositas) dan ANAVA (∆ daya sebar). Data yang diperoleh menunjukkan bahwa suhu dan lama sterilisasi mempengaruhi penampilan, viskositas dan daya sebar basis gel algiant. Semakin tinggi suhu dan lama sterilisasi akan menyebabkan perubahan warna menjadi lebih gelap, menurunkan viskositas dan meningkatkan daya sebar basis gel alginat, yang ditunjukkan dengan meningkatnya nilai ∆ viskositas dan ∆ daya sebar. Proses sterilisasi dengan suhu terendah dan durasi terpendek yang tidak terlalu mempengaruhi sifat fisik basis gel alginat adalah pada suhu 130oC selama 120 menit.
Effectiveness And Side Effects Of Alogliptin In Type 2 Diabetes Mellitus Patients. Article Review Sinurat, Robert Tjayadi. S
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus is defined as a group metabolic disorders caused by multiple aetiology, characterized by hyperglycaemia with disorders of carbohydrate, protein and fat metabolism resulting from defects in insulin secretion, insulin action, or both. The clinical diagnosis of diabetes might manifest as polyuria, polydipsia, and unexplained weight loss, and is confirmed by measurement of abnormal hyperglycaemia. In type 2 diabetes progressive loss of b-cell insulin secretion often causes insulin resistance. Insulin resistance manifestations include increased lipolysis and free fatty acid production, increased hepatic glucose production, and decreased glucose intake to skeletal muscle. Alogliptin is an oral antidiabetic drug from class of dipeptidyl peptidase-4 (DPP-4) inhibitors for therapy in T2DM patients. Alogliptin can be used as monotherapy or combined with other anti diabetic agents such as metformin, sulfonylureas (glyburide), pioglitazone, and insulin. Based on several studies alogliptin shows low risk of the occurrence of side effects, such as hypoglycemia, edema, weight gain, RA, joint pain and cardiovascular events. The purpose of this review is to update clinical information about the effectiveness and side effects of alogliptin as diabetic therapy in T2DM patients.
Efek Antidiare Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Pada Mencit Putih Jantan Fauzi, Rizal; Fatmawati, Annisa; Emelda, Emelda
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.006.01.6

Abstract

Diare merupakan peningkatan frekuensi dan penurunan konsistensi feses bila dibandingkan dengan kondisi usus individu normal. Tingginya angka kejadian diare akut dan kronis mendorong para peneliti untuk terus berusaha dalam menemukan obat  sebagai antidiare baru, terutama yang berasal dari tanaman. Daun kelor (Moringa oleifera Lam) mengandung tanin yang merupakan senyawa polifenol dan berperan dalam proses antidiare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun kelor sebagai antidiare dengan melihat motilitas usus. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antidiare dilakukan dengan metode transit intestinal dengan melihat perbandingan usus yang dilalui marker dengan panjang usus secara keseluruhan. Dari penelitian ini diketahui bahwa  nilai rata-rata rasio kelompok perlakuan lebih kecil dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif (0,708).  Nilai rata-rata rasio  kelompok yang hewan mencit yang diberikan ekstrak etanol daun kelor (EEDK) dengan dosis 9,1 mg/20 g berat badan mencit adalah 0,664; kelompok dengan dosis EEDK 18,2 mg/20 g  berat badan mencit  sebesar 0,434 dan kelompok dengan dosis EEDK 36,4 mg/20 g  berat badan mencit  sebesar 0,389.  Dari nilai tersebut diketahui  ekstrak etanol daun kelor mempunyai efek antidiare melalui penghambatan motilitas usus. Efek ekstrak etanol daun kelor dalam menghambat motilitas usus paling baik pada pemberian dengan dosis 36,4 mg/20 g BB dengan nilai rata-rata rasio sebesar 0,389
SURVEI TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KEAMANAN PENGGUNAAN OBAT PADA IBU MENYUSUI DI PUSKESMAS SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER Norcahyanti, Ika
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

On lactation a mother can experience a variety of health complaints or disorders that require the use of the medicine, so many mothers who are breastfeeding using drugs that can give undesirable effects on the baby's feedings. Some drugs with certain characteristics can be mixed into the breast milk. The characteristics referred to, among others, is a drug that is easily soluble in fats, a drug that has the weight of small molecules, ionized drugs, and drugs that bind weakly with plasma proteins. The level of knowledge of nursing mothers will drug safety is a crucial factor to safeguard the safety of the baby. When nursing mothers have a good level of knowledge will be drug safety throughout lactation, so baby can escape from the dangers of drug side effects. This research is a survey research with cross-sectional design against 100 people respondents in Sumbersari Clinics at Jember Regency. The sample of respondents is selected using a purposive sampling technique. Before the questionnaires distributed to respondents, first conducted the test validity and reliability tests. Category level of knowledge of nursing mothers about the safety of the drugs are divided into 3 categories, namely low, medium, and high. Reference to that category, taken from the average rating ± SD knowledge of nursing mothers. Descriptive analysis shows average values ± SD i.e of 6.5 ± 2.4, so for a value of between 4.1-8.9 are included in the category of being. Values smaller than 4.1 fall into the low category and values greater than 8.9 fall into the high category. The results showed that breastfeeding mothers who have low knowledge level of 20%, the level of knowledge being of 57% and a high level of knowledge of 23%. Research results also showed that based on the security level of drug use in accordance with the WHO is a year of 2003, drugs consumed by nursing mothers is made up of the drug with a security level of category one (amoxicillin, mefenamic acid, dextromethorphan HBr, ibuprofen, paracetamol, and tetracycline), drugs with a security level of category two (acetylsalicylic acid and ephedrine HCl), as well as a drug with a security level of category three (chlorphenamine).
Effect of Soy Lecithin and Sodium Cholate Concentration on Characterization Pterostilbene Transfersomes Nurmahliati, Haifa; Widodo, Ferri; Puspita, Oktavia Eka
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.005.02.7

Abstract

Inflammaging is a systemic inflammation caused by the aging process without any infection from the outside and it is a very high factor affecting the morbidity and mortality in the elderly. Pterostilbene contained in blueberries can prevent inflammation and oxidation. However, pterostilben has low water solubility and stability, so that to improve stability and acceptability is by making Pterostilbene Transfersome. Transfersome consisted of phospholipid in the form of phosphatidylcholine as a forming component of vesicles, surfactants as Edge activators, which increased transfersome’s flexibility. The composition of lecithin as phospholipid and surfactant was variable that effecting the optimization of Transferome. This study aimed to determine the effect of the ratio between soy lecithin as phospholipid and sodium cholate as surfactants to particle size. Comparison used was soybean lecithin 94%: 6% sodium cholate (F1); 95% soybeans: 5% sodium cholate (F2); and soybean 96%: 4% sodium cholate (F3). The prepared formulations were characterized for organleptic, pH, particle size analysis and potential zeta analysis. The characterized were statistically analyzed with SPSS One-way ANOVA followed by Post Hoc Turkey, and Paired T-Test. Transfersom had whitish-yellow color with clarity were cloudy and soya-flavored, the particle size were <400nm with pdi <0.5 and zeta potential values> -30 mV. Based on the results, optimum transfersome formulation was  95% soybeans: 5% cholic acid (F2).
PROFIL KUALITAS PELAYANAN RESEP OLEH APOTEKER DI BEBERAPA sulistya, yoga angga; pramestutie, hananditia rachma; sidharta, bambang
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan resep adalah pelayanan terhadap permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi dan dokter hewan kepada apoteker untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi pasien sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kualitas pelayanan farmasi pada pelayanan resep oleh apoteker. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih apotek mana yang digunakan sebagai tempat penelitian dan teknik simple random sampling untuk menentukan sampel pasien. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner yang menggunakan standar SERVQUAL. Apotek yang sesuai dengan kriteria penelitian sebanyak 8 apotek, namun data yang diperoleh pada penelitian ini hanya berasal dari 7 apotek, karena pada 1 apotek tidak mendapatkan data (gugur). Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 100 pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien yang menebus resep di apotek memiliki harapan tinggi terhadap layanan yang diberikan dengan rata-rata penilaian sebesar 6,55 namun kenyataan yang dirasakan tidak mampu memenuhi harapan pasien dengan rata-rata penilaian sebesar 5,76. Nilai secara keseluruhan kualitas pelayanan farmasi pada pelayanan resep oleh apoteker tergolong rendah dengan nilai sebesar -0,79. Kesimpulan yang diperoleh yaitu kualitas pelayanan farmasi pada pelayanan resep oleh apoteker masih memerlukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan menjadi lebih baik
Penetapan Kadar Kurkuminoid dalam Ekstrak Campuran Curcuma domestika Val dan Curcuma xanthorrizha Roxb. Sebagai Bahan Baku Jamu Saintifik Secara KLT - Densitometri risthanti, reine risa; sumiyani, ririn; wulansari, devyani diah; anawati, tita juli
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terapi alternatif menggunakan bahan alam semakin diminati oleh masyarakat belakangan ini. Salah satu terapi alternative yang digemari adalah jamu. Penggunaan jamu sebagai terapi alternative perlu dibuktikan secara ilmiah melalui proses saintifikasi jamu. Jamu saintifik merupakan terobosan yang diharapkan dapat digunakan dalam pelayanan kesehatan sebagai terapi alternatif. Kontrol kualitas pada jamu perlu dilakukan untuk menjamin efektivitas dan keamanannya. Pada penelitian ini akan dilakukan kontrol kualitas pada bahan baku formula jamu antihiperurisemia yaitu ekstrak campuran kunyit (Curcuma domestica Val.) dan temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.). Tujuan penelitian ini untuk mentapkan kadar kurkuminoid dalam ekstrak campuran kunyit dan temulawak sebagai bahan baku jamu saintifik antihiperurisemia secara KLTdensitometri. Ekstrak campuran kunyit dan temulawak diperoleh melalui proses ekstraksi dengan metode Ultrasonic-assisted extraction (UAE) dengan pelarut etanol p.a. Fase diam yang digunakan adalah silika gel 60 F254 nm dan fase gerak yang digunakan adalah kloroform-metanol (9:1). Berdasarkan hasil validasi metode, kurkumin dapat terpisah dengan baik dari kurkuminoid dengan nilai Rs = 2 dan koefisien korelasi kurva baku pada rentang kadar 10-800 ppm adalah r = 0,9803. Metode ini juga menghasilkan presisi dan akurasi yang baik yaitu RSD = 4,55% untuk presisi dan 89,00% - 97,35% untuk akurasi, sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh AOAC. Sensitivitas yang dihasilkan adalah 4,31 ppm untuk LOD dan 14,37 ppm untuk LOQ. Hasil penetapan kadar kurkuminoid diperoleh kadar kurkuminoid rata-rata pada sampel 1a, 1b, dan 1c berturut-turut adalah 9,83%, 9,92% dan 10,72%.
Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Hand Sanitizer Yang Di Produksi Secara Lokal Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus asri wido mukti
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2021.006.02.10

Abstract

The increasing status of corona disease (Covid -19) to become a pandemic by WHO has caused people to panic buying for several medical equipment, which is Hand Sanitizer. Some individuals took the opportunity to benefit from making their own Hand Sanitizers whose formula was questionable because they did not have a distribution license and were traded freely in the marketplace so that their quality was questionable. Therefore, this study aims to determine the antibacterial activity of Hand Sanitizers which are produced without a distribution permit and are traded freely in the marketplace against S.aureus bacteria. The method used is by using the disc diffusion technique and the zone of inhibition is determined. This study uses a positive control in the form of a Hand Sanitizer which has a distribution license and an oil carrier as a negative control. Five samples of Hand Sanitizer was collected from marketplace based on their popularity and there are inhibition zones only in the sample code HS1 (70% alcohol and castor oil) and HS5 (70% alcohol) with an inhibition zone diameter of 1.8 mm and 4.3 mm which shows a growth inhibition response to bacteria S.aureus is very weak. It can be concluded that the antibacterial activity of this locally produced Hand Sanitizer is very weak in inhibiting S.aureus bacteria.

Page 7 of 16 | Total Record : 155