cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Reformasi : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
ISSN : 20887469     EISSN : 24076864     DOI : -
Core Subject : Social,
Reformasi adalah jurnal peer-review yang menerbitkan artikel tentang praktik, teori, dan penelitian di semua bidang komunikasi politik, komunikasi massa, media & gender, komunikasi pemasaran, pelayanan publik, manajemen publik, pelayanan publik, kebijakan publik, dan otonomi daerah. Scope jurnal terdiri dari sosial, politik, komunikasi. Setiap naskah yang diserahkan akan ditinjau oleh satu peer-reviewer menggunakan metode double blind review. Reformasi : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Politik diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Jurnal ini diterbitkan setiap enambulan sekali (Januari-Juni dan Juli-Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2025)" : 20 Documents clear
Peran dan Pengaruh Tokoh Agama dalam Membentuk Perilaku Politik Masyarakat: Studi Kasus Partisipasi Politik di Kabupaten Simalungun Sembayang, Farruddin; ., Katimin; Syahminan, MHD
REFORMASI Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i1.6718

Abstract

This study aims to explore the contribution and impact of religious leaders in shaping people's political behavior, with an emphasis on case studies of political participation in Simalungun Regency. In this context, religious leaders play an important role as spiritual leaders and individuals who have a significant influence on people's way of thinking and actions. The methodology used in this study is a qualitative approach with a case study method, which involves data collection through interviews, observations, and document analysis in the Simalungun Regency area. The findings of this study show that religious leaders in Simalungun have a substantial impact on people's political behavior, especially in shaping their attitudes and levels of political participation. Religious figures not only function as moral and ethical directioners, but are also often directly involved in political activities that can influence the political choices of their followers. Community involvement in politics in Simalungun, which is influenced by religious figures, includes participation in general elections, political campaigns, and various other socio-political activities. The influence caused by religious figures can be seen from two sides, namely positive and negative, depending on the context and political interests that prevail. Therefore, this study provides an in-depth understanding of the role of religious leaders in the process of democracy and political participation in the area, as well as how these influences can shape social and political dynamics in the Simalungun community.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontribusi dan dampak tokoh agama dalam membentuk perilaku politik masyarakat, dengan penekanan pada studi kasus partisipasi politik di Kabupaten Simalungun. Dalam konteks ini, tokoh agama berperan penting sebagai pemimpin spiritual dan individu yang memiliki pengaruh signifikan terhadap cara berpikir dan tindakan masyarakat. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang melibatkan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen di wilayah Kabupaten Simalungun. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh agama di Simalungun memiliki dampak yang substansial terhadap perilaku politik masyarakat, terutama dalam membentuk sikap dan tingkat partisipasi politik mereka. Tokoh agama tidak hanya berfungsi sebagai pemberi arahan moral dan etika, tetapi juga sering terlibat langsung dalam aktivitas politik yang dapat memengaruhi pilihan politik para pengikutnya. Keterlibatan masyarakat dalam politik di Simalungun, yang dipengaruhi oleh tokoh agama, mencakup partisipasi dalam pemilihan umum, kampanye politik, serta berbagai kegiatan sosial-politik lainnya. Pengaruh yang ditimbulkan oleh tokoh agama ini dapat dilihat dari dua sisi, yaitu positif dan negatif, tergantung pada konteks serta kepentingan politik yang berlaku. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan pemahaman yang mendalam mengenai peran tokoh agama dalam proses demokrasi dan partisipasi politik di daerah tersebut, serta bagaimana pengaruh tersebut dapat membentuk dinamika sosial dan politik di masyarakat Simalungun.
Hybrid News Consumption : Kombinasi Radio dan Instragram Suara Surabaya dalam Pembentukan Opini Publik di Tengah Disinformasi Digital Hidayati, Cholis; Dzuhrina, Isnani
REFORMASI Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i1.6749

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep "Hybrid News Consumption" yang diterapkan oleh Suara Surabaya dalam membentuk opini publik di tengah tantangan disinformasi digital. Hybrid news consumption mengacu pada pola konsumsi berita yang menggabungkan media tradisional (radio) dan media digital (Instagram) untuk menciptakan pengalaman informasi yang lebih interaktif. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis bagaimana audiens mengakses dan menyebarkan berita melalui kedua platform. Temuan menunjukkan bahwa audiens Suara Surabaya menunjukkan pola konsumsi berita yang ditandai dengan penggunaan multi-platform, perilaku cross-media, pengayaan informasi, dan personalized news consumption. Suara Surabaya tidak hanya menyebarkan berita, tetapi juga secara aktif membentuk narasi publik melalui proses verifikasi informasi yang ketat dan keterlibatan audiens melalui citizen journalism. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana media dapat beradaptasi dan berinovasi dalam menghadapi disinformasi, menyoroti peran penting Suara Surabaya dalam membangun masyarakat yang lebih terinformasi dan kritis. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian lebih lanjut mengenai pola konsumsi media dan strategi komunikasi di era digital.Penelitian ini mengkaji konsep "Hybrid News Consumption" yang diterapkan oleh Suara Surabaya dalam membentuk opini publik di tengah tantangan disinformasi digital. Hybrid news consumption Hybrid news consumption merujuk pada pola konsumsi berita yang menggabungkan media tradisional, seperti radio, dengan media digital, seperti Instagram, untuk menciptakan pengalaman informasi yang lebih kaya dan interaktif.. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis bagaimana audiens mengakses dan menyebarkan berita melalui kedua platform. Temuan menunjukkan bahwa audiens Suara Surabaya menunjukkan pola konsumsi berita yang ditandai dengan penggunaan multi-platform, perilaku cross-media, pengayaan informasi, dan personalized news consumption. Suara Surabaya tidak hanya menyebarkan berita, tetapi juga secara aktif membentuk narasi publik melalui proses verifikasi informasi yang ketat dan keterlibatan audiens melalui citizen journalism. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana media dapat beradaptasi dan berinovasi dalam menghadapi disinformasi, menyoroti peran penting Suara Surabaya dalam membangun masyarakat yang lebih terinformasi dan kritis. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian lebih lanjut mengenai pola konsumsi media dan strategi komunikasi di era digital. 
Viktimisasi Struktural terhadap Pengguna Jalan dalam Konteks Kemacetan Kota Besar Sutresno, Nanang
REFORMASI Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i1.6622

Abstract

The inequality in sources of livelihood between big cities and their surrounding areas has resulted in an unavoidable flow of urbanization. The density of commuter movement every day will cause detrimental traffic congestion. The author uses a victimology theory approach by focusing on the victim's perspective in describing the problems of public transportation management. This research was conducted using a literature study method through the collection and analysis of data and information originating from academic journals, news articles, books, laws and regulations, government and non-governmental organization reports, as well as related websites. The results of the study indicate that there is structural victimization of road users created by the government's reaction related to the business world in overcoming congestion and the reactions of road users themselves. The government needs to look for alternative public policies that can meet corporate interests as well as the broader public interest, so that victimization of road users caused by traffic congestion can be minimized.Ketimpangan sumber penghidupan antara kota besar dan daerah sekitarnya mengakibatkan arus urbanisasi tidak bisa dihindarkan. Kepadatan pergerakan kaum komuter setiap harinya akan menimbulkan kemacetan lalu lintas yang merugikan. Penulis menggunakan pendekatan teori viktimologi dengan memfokuskan sudut pandang korban dalam menguraikan permasalahan pengelolaan transportasi publik. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi literatur melalui pengumpulan serta analisis data dan informasi yang berasal dari jurnal akademik, artikel berita, buku, aturan perundang-undangan, laporan pemerintah maupun organisasi non-pemerintah, serta situs web yang terkait dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya viktimisasi struktural terhadap pengguna jalan yang tercipta dari reaksi pemerintah terkait dengan dunia usaha dalam mengatasi kemacetan maupun reaksi pengguna jalan itu sendiri. Pemerintah perlu mencari alternatif kebijakan publik yang dapat memenuhi kepentingan korporasi sekaligus kepentingan umum yang lebih luas, sehingga viktimisasi pengguna jalan yang diakibatkan oleh kemacetan lalu lintas dapat diminimalisasi. 
Penyediaan Air Bersih Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (Studi Kasus Program HIPPAM Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu) Srihardjono, Nanang Bagus; Walla, Maria Mince
REFORMASI Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i1.6573

Abstract

Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 32 of 2017 concerning Environmental Health Quality Standards and Requirements for Environmental Water Health Needs in Sanitation Hygiene. This regulation stipulates that water quality parameters must meet certain physical, chemical, and biological quality standards consisting of mandatory parameters and additional parameters. The difficulties that arise due to the limited availability of clean drinking water can be directly felt and have an impact on the health and productivity of the community, the community is forced to carry out activities related to water in nearby rivers. Thus, based on the background above, this study tries to analyze the extent of the success of the HIPPAM program in Community Empowerment Regarding Clean Water Provision. The research method used in this study is descriptive qualitative, which aims to provide an in-depth description of the phenomenon of the HIPPAM program in Community Empowerment Regarding Clean Water Provision in Pendem Village, Junrejo District, Batu City. In this study, researchers used a purposive sampling technique to select informants who were considered to have relevant information regarding the HIPPAM program in Pendem Village. This technique was chosen because it aims to obtain data from individuals who have in-depth knowledge and direct relevance to the research topic. The selected informants included the Village Head, the Head of the HIPPAM Program Driver, and the community involved.Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 32 Tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Untuk Keperluan Kesehatan Air Lingkungan Dalam Higiene Sanitasi. Peraturan ini menetapkan bahwa parameter kualitas air harus memenuhi baku mutu fisik, kimia, dan biologi tertentu yang terdiri dari parameter wajib dan parameter tambahan. Kesulitan yang timbul akibat keterbatasan air minum yang layak dapat langsung dirasakan dan berdampak pada kesehatan dan produktivitas masyarakat, masyarakat terpaksa melakukan aktivitas yang berhubungan dengan air di sungai-sungai terdekat. Dengan demikian, berdasarkan latar belakang diatas penelitian ini mencoba mengurai sejauh mana keberhasilan program HIPPAM Dalam Pemberdayaan Masyarakat Tentang Penyediaan Air Bersih. Metode  penelitian  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  kualitatif  deskriptif,  yang bertujuan untuk memberikan gambaran mendalam mengenai fenomena program  HIPPAM Dalam Pemberdayaan Masyarakat Tentang Penyediaan Air Bersih di Desa  Pendem,  Kecamatan  Junrejo,  Kota  Batu. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih informan yang dianggap  memiliki  informasi  relevan  mengenai  program HIPPAM di  Desa Pendem.  Teknik  ini  dipilih  karena  bertujuan  untuk  memperoleh  data  dari  individu  yang  memiliki pengetahuan  mendalam  dan  relevansi  langsung  terhadap  topik  penelitian. Informan  yang  dipilih  mencakup Kepala  Desa,  Ketua  Penggerak program HIPPAM, serta masyarakat  yang  terlibat  
Effectiveness of the Mayor's Regulation on Electronic-Based Service Innovation in Batu City : Batu Smart City Case Study Adhitama, Muhammad Okto; Wardiyanto, Bintoro; Setijaningrum, Erna
REFORMASI Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i1.6698

Abstract

Developed countries are seen from the use of technology as one of the indicators. The challenges of the Industrial Revolution 4.0 and Civil Society 5.0 make Regional Governments feel compelled to create an integrated Smart City with the term Smart City. Smart City is an innovation that is permitted by local governments. The legal basis in the form of a Presidential Instruction and several derivative policies with a target of 100 Smart Cities continues to be implemented. Batu City, as one of the Smart City targets, is experiencing dynamics in its implementation. This can be seen from the average level of increase and also changes in regulations which were originally regulated in Mayor Regulation Number 78 of 2017, revised to Mayor Regulation Number 3 of 2021. Therefore, researchers took the aspect of legal effectiveness to be able to analyze these dynamics. The research method uses juridical-empirical with descriptive analysis. The data taken is in the form of interviews and official documents regarding the implementation of Batu Smart City regulations. The result is that legal effectiveness in Batu Smart City has been effective since the policy update by collaborating with elements outside the government. The influencing factor is social adaptation which always requires time and socialization support from the Batu City Government on all electronic government featuresNegara maju dilihat dari pemanfaatan teknologi sebagai salah satu indikatornya. Tantangan Revolusi Industri 4.0 dan Civil Society 5.0 membuat Pemerintah Daerah merasa dituntut untuk mewujudkan Smart City yang terpadu dengan istilah Smart City. Smart City merupakan suatu inovasi yang dicanangkan oleh pemerintah daerah. Landasan hukum berupa Instruksi Presiden dan beberapa kebijakan turunan dengan target 100 Smart City terus dilaksanakan. Kota Batu sebagai salah satu sasaran Smart City mengalami dinamika dalam penyelenggaraannya. Hal ini terlihat dari rata-rata tingkat kenaikan dan juga perubahan regulasi yang semula diatur dalam Peraturan Wali Kota Batu Nomor 78 Tahun 2017 direvisi menjadi Peraturan Wali Kota Batu Nomor 3 Tahun 2021. Oleh karena itu, peneliti mengambil aspek efektivitas hukum untuk dapat menganalisis dinamika tersebut. Metode penelitian menggunakan yuridis-empiris dengan analisis deskriptif. Data yang diambil berupa wawancara dan dokumen resmi terkait implementasi regulasi Batu Smart City. Hasilnya adalah efektivitas hukum di Batu Smart City sudah efektif sejak pembaruan kebijakan dengan berkolaborasi dengan elemen di luar pemerintahan. Faktor yang mempengaruhi adalah adaptasi sosial yang selalu membutuhkan waktu dan dukungan sosialisasi dari Pemerintah Kota Batu pada semua fitur pemerintahan elektronik.
Membangun Ketahanan Pemuda berbasis Modal Sosial dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkotika: Studi Tiga SMA di Jakarta Selatan Pamungkas, Ghufron Irfandi; Puspitasari, Maria
REFORMASI Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i1.6798

Abstract

This research is based on the high rate of drug abuse among young people. The high rate of abuse has an impact on the vulnerability of the community in terms of social, economic and health. This research aims to identify the forms of social capital that contribute to young people's resilience, by focusing on several youth communities in the South Jakarta area. Using the social capital theory proposed by Robert D. Putnam, this research explores the role of norms, social networks and trust in creating a supportive environment for drug abuse prevention through a qualitative approach with descriptive analysis techniques. Data collection techniques used interviews and document studies. Interviews were conducted with teacher and student from three senior high schools in South Jakarta. The results showed that the anti-narcotics norms socialized by schools through cooperation with BNN can help build students' collective awareness. To form social capital that contributes to young people's resilience is not easy. It requires a process through the social network support that BNN builds with schools through extracurricular activities and student council involvement and the group communication built through it. This is a form of emotional support that can prevent young people from getting involved with drugs. Positive meanings through communication between teachers and students, students and other students, both interpersonal communication and routine and intensive group communication in social networks contribute to the formation of social capital that can build young people's resilience to drugs.Penelitian ini didasari oleh tingginya angka penyalahgunaan narkotika di kalangan orang muda. Tingginya angka penyalahgunaan berdampak pada kerentanan masyarakat dari segi sosial, ekonomi dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk modal sosial yang berkontribusi pada ketahanan orang muda, dengan memusatkan perhatian pada beberapa komunitas remaja di kawasan Jakarta Selatan. Dengan menggunakan teori modal sosial yang dikemukakan oleh Robert Putnam, penelitian ini mengeksplorasi peran norma, jaringan sosial dan kepercayaan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi dokumen. Wawancara dilakukan kepada guru dan siswa dari tiga SMA di Jakarta Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma antinarkotika yang disosialisasikan sekolah melalui kerja sama dengan BNN dapat membantu membangun kesadaran kolektif siswa. Untuk membentuk modal sosial yang berkontribusi pada ketahanan orang muda, tidak mudah. Membutuhkan proses melalui dukungan jaringan sosial yang dibangun BNN dengan sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler dan keterlibatan OSIS serta komunikasi kelompok yang dibangun melaluinya. Hal tersebut menjadi bentuk dukungan emosional yang dapat mencegah orang muda untuk terlibat dengan narkotika. Pemaknaan yang positif melalui komunikasi guru dengan siswa, siswa dengan siswa lainnya baik komunikasi interpersonal maupun komunikasi kelompok yang rutin dan intensif dalam jaringan sosial berkontribusi kepada terbentuknya modal sosial yang dapat membangun ketahanan orang muda terhadap narkotika.
Membaca Kebijakan Pendidikan di Indonesia dan Malaysia Terkait Tes PISA Abdillah, Muhammad Torieq; Syifa, Siti Nur
REFORMASI Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i1.6459

Abstract

This research is based on the results of the 2022 PISA test, which revealed that Indonesia's scores are still lower than Malaysia's, despite both countries emphasizing literacy in reading, mathematics, and science in their education policies, as outlined in their respective constitutions and laws. This study employs a descriptive- qualitative method with a comparative approach through literature review. The results of the study show that indicate a significant gap in the abilities of Indonesian and Malaysian students in reading literacy, mathematics, and science, as shown by the 2022 PISA results. Malaysian students excel due to a more stable curriculum, a progressive mindset, and strong socio-cultural support. In contrast, Indonesian students face challenges such as a fixed mindset, math anxiety, low scientific literacy, and ineffective teaching methods. However, Indonesia's new education policies bring hope for future improvements. Changes are needed, including fostering a positive mindset, stabilizing the curriculum, implementing innovative teaching methods, and enhancing teacher quality.Collaboration among the government, schools, and families is crucial to creating a supportive learning environment, enabling Indonesian students to compete on an international level.Penelitian ini dilatar belakangi hasil tes PISA 2022 yang mana hasil skor Indonesia masih kalah unggul dari Malaysia yang saat bersamaan memiliki semangat pendidikan melalui kebijakan pendidikan yang sama dengan mengutamakan literasi membaca, matematika, dan sains yang dituangkan di konstitusi dan peraturan perundang-undangan masing-masing negara. Penelitian ini menggunakan teknik komparatif untuk mengkaji literatur dan bersifat deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui hasil tes PISA 2022 terdapat kesenjangan signifikan antara kemampuan siswa Indonesia dan Malaysia dalam literasi membaca, matematika, dan sains. Siswa Malaysia unggul karena kurikulum yang lebih stabil, mindset yang progresif, serta dukungan sosial-budaya yang kuat. Sebaliknya, siswa Indonesia menghadapi tantangan seperti fixed mindset, kecemasan terhadap matematika, rendahnya literasi sains, dan metode pembelajaran yang kurang efektif. Namun, kebijakan pendidikan baru di Indonesia membawa harapan untuk perbaikan pada masa depan. Perubahan diperlukan, termasuk pengembangan mindset positif, stabilisasi kurikulum, metode pembelajaran inovatif, dan peningkatan kualitas guru. Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung agar siswa Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional.
Persepsi Masyarakat terhadap Perubahan Lahan Permukiman Menuju Desa Wisata di Kelurahan Kuin Utara Kota Banjarmasin Muzdalifah, Safa; Purnamawati, Nike; Nofiard, Farid; Qubayla, Farah; Bhakti, Sandra; Halisa, Novia Nur; Oktaviani, Tiara Nisfu; Fauzi, Akhmad
REFORMASI Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i1.6292

Abstract

This study aims to examine community attitudes towards the policy of converting residential land into a tourist village in Kuin Utara Village, Banjarmasin City. Good governance thrives through community involvement in policy implementation; in this situation, understanding the perceptions of local communities is very important, considering that the community is the direct beneficiary of the development of tourist villages. This study examines community perceptions of the transformation of residential land into a tourist village in Kuin Utara Village, Banjarmasin City. With a focus on social change, economic impacts, infrastructure development, environmental concerns, and cultural preservation, this study uses a quantitative approach through questionnaires and field observations used to collect 100 research samples. The results of the study indicate complex dynamics in community views, reflecting their hopes and concerns about the changes that occur so that findings in the field indicate that the Kuin Utara Village community has a supportive attitude towards converting residential land into a tourist destination. This is indicated by the active involvement of the community in the management of tourist attractions, as well as local community projects that aim to utilize tourism potential to improve welfare.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi masyarakat terhadap kebijakan alih fungsi lahan permukiman menjadi desa wisata di Kelurahan Kuin Utara, Kota Banjarmasin. Tata kelola pemerintahan yang baik tumbuh subur melalui keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan kebijakan; dalam situasi ini, pemahaman terhadap persepsi masyarakat setempat menjadi sangat penting, mengingat masyarakat merupakan penerima manfaat langsung dari pembangunan desa wisata. Penelitian ini mengkaji persepsi masyarakat terhadap transformasi lahan permukiman menjadi desa wisata di Kelurahan Kuin Utara, Kota Banjarmasin. Dengan fokus pada perubahan sosial, dampak sosial budaya, pengembangan infrastruktur, kekhawatiran lingkungan, dan pelestarian budaya, studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif  melalui kuisioner dan observasi lapangan yang digunakan untuk mengumpulkan 100 sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika kompleks dalam pandangan masyarakat, mencerminkan harapan dan kekhawatiran mereka terhadap perubahan yang terjadi sehingga temuan di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat Kelurahan Kuin Utara memiliki sikap mendukung alih fungsi lahan permukiman menjadi destinasi wisata. Hal ini ditunjukkan dengan keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan objek wisata, serta proyek-proyek masyarakat setempat yang bertujuan untuk memanfaatkan potensi pariwisata guna meningkatkan kesejahteraan.
Kualitas Penyelenggaraan Pelayanan dalam Penerbitan Sertifikat Tanah di Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Malang ., Firman; Trihardiyanto, Willy; Rifa’i, Muhamad
REFORMASI Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i1.6403

Abstract

This study aims to assess the quality of service in the issuance of land certificates at the Land Office of Malang Regency. It employs a descriptive qualitative method. Data for this study were collected using interview techniques, observation techniques, and documentation techniques. Based on the research findings, it can be concluded that the quality of land certificate issuance services, as viewed from the dimensions of tangible (physical evidence such as office facilities), reliability (employees' ability to perform tasks according to SOP), responsiveness (employees' attitudes and methods of response), and empathy (concern and understanding of the difficulties faced by the public), has been running well. However, the quality of service in terms of assurance (timeliness and costs of service) has not been satisfactory. Although the costs are in accordance with SOP, the time required for issuing land certificates remains excessively long.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan dalam penerbitan sertifikat tanah di kantor pertanahan Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini diperoleh menggunakan teknik wawancara, teknik observasi dan teknik dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Kualitas pelayanan pembuatan sertifikat tanah yang dilihat dari dimensi tangible (bukti fisik seperti fasilitas kantor), reliability (kehandalan pegawai menjalankan tugas sesuai SOP), responsiveness (sikap dan cara pegawai merespon), empathy (kepedulian dan ikut merasa kesulitan yang dialami masyarakat), telah berjalan dengan baik. Namun kualitas pelayanan pada dimensi assurance (waktu dan biaya dalam pelayanan) masih belum berjalan dengan baik, meskipun dalam pelayanan biaya sudah sesuai dengan SOP, namun waktu penerbitan sertifikat tanah yang masih terlampau lama.
Menjaga Asa Ekonomi Desa: Studi Keberlanjutan Kelembagaan BUM DESA Larasati Rosa, Nabila Septia
REFORMASI Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i1.6662

Abstract

BUM Desa is a legal entity established by the village and/or together with the village, which is used to manage the company, use assets, develop investment and productivity, provide services, and provide other types of activities. One of the BUM Desa that is growing rapidly in Tulungagung is BUM Desa Larasati. Even though institutional sustainability has developed, it must still be considered. This study aims to determine and analyze the institutional sustainability of BUM Desa Larasati. The type of research used is qualitative with a case study approach. The data collection technique used is by conducting observations, interviews, documentation, and literature studies. Determination of research subjects was carried out using purposive sampling technique. The analysis in this study is based on the concept of institutional sustainability by Uphoff (1986) in Rydin (2010)   that sustainability can be seen from 3 components, namely adequate resources, organization and having rules of the game (norm). The results of the study indicate that the sustainability of the BUM Desa Larasati has good Resources, Organization, and Norms and can support institutional sustainability.BUM Desa adalah badan hukum yang didirikan oleh desa dan/atau bersama desa, yang digunakan untuk mengelola perusahaan, menggunakan aset, mengembangkan investasi dan produktivitas, memberikan pelayanan, dan menyediakan jenis kegiatan lainnya. Salah satu BUM Desa yang berkembang pesat di Tulungagung adalah BUM Desa Larasati. Walaupun sudah berkembang keberlanjutan kelembagaan tetap harus diperhatikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa keberlanjutan kelembagaan dari BUM Desa Larasati. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan melakukan observasi, wawancara, dokumentasi, serta studi literatur. Penentuan subjek penelitian dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis dalam penelitian ini didasarkan pada konsep keberlanjutan kelembagaan oleh Uphoff (1986) dalam Rydin (2010)  bahwa keberlanjutan dapat dilihat dari 3 komponen yaitu Sumberdaya (Resources) yang memadai, organisasi (Organization) dan memiliki aturan main (Norm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan BUM Desa Larasati mempunyai Resource, Organization, dan Norm yang baik dan dapat mendukung keberlanjutan kelembagaan.

Page 1 of 2 | Total Record : 20