cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
j-dinamika@polije.ac.id
Editorial Address
Jl. Mastrip Po. Box 164, Kec. Sumbersari, Kab. Jember 68121
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25031031     EISSN : 25031112     DOI : 10.25047/j-dinamika
Core Subject : Education,
Jurnal J-DINAMIKA ini berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu, diantaranya pertanian, manajemen, teknologi informasi, sosial humaniora, kesehatan, dan semua bidang ilmu lainnya. Bentuk kegiatan pengabdian yang dipublikasikan dapat berupa penerapan teknologi tepat guna, pelatihan, penyuluhan, pengembangan dan implementasi sistem, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 529 Documents
Kelompok Usaha Roti di Desa Pecalongan Kecamatan Sukosari Kabupaten Bondowoso Wenny Dhamayanthi; Retno Sari Mahanani; Taufik Hidayat
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2016): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v1i1.136

Abstract

Desa Pecalongan merupakan sentra Pengusaha roti yang masih sangat tradisional. Namun demikian dengan hasil produksi roti sampai saat ini masih belum dapat memenuhi keinginan pasar. Di samping itu produk roti merupakan produk yang tidak tahan lama sehingga diperlukan penanganan cepat dalam hal pemasaran sampai ke tangan konsumen. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat untuk memperoleh tambahan penghasilan semakin mendesak sehingga perlu meningkatkan nilai tambah (value added) terhadap produk yang sudah ada. Permasalahan yang dihadapi Kelompok Usaha roti manis Desa Pecalongan Kecamatan Sukosari Kabupaten Bondowoso adalah sebagai berikut: 1) Pengusaha roti manis di Desa Pecalongan belum dapat memenuhi permintaan pasar, karena kapasitas alat yang dimiliki masih kurang. 2) Pengusaha roti manis di Desa Pecalongan masih kurang cakap dalam hal pengemasan produk olahan roti beserta pemasarannya. Solusi yang ditawarkan a) Menyadarkan para pengusaha roti manis untuk bisa membaca peluang di sekelilingnya, b) Meningkatkan pengetahuan cara berproduksi roti yang benar kepada para pengusaha roti yang dominan belum punya keahlian sebagai pengusaha roti, c) Mengubah pola pikir tradisional tentang wirausaha yang ada dengan dilakukannya pelatihan, penyuluhan dan demonstrasi produksi roti sampai dengan pengemasan dan pemasarannya, d) Menyediakan bantuan alat kemasan dan pengembang roti untuk dipergunakan sebagai peningkatan kualitas hasil produksi. Luaran kegiatan IbM ini adalah peserta mempunyai kemampuan berwirausaha di bidang roti terkait dengan kompetensi teknis dan kompetensi manajerialnya. Kompetensi teknis meliputi pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki tenaga kerja dalam berwirausaha roti sehingga menghasilkan produk roti yang berkualitas. Kompetensi manajerial meliputi pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja terkait perencanaan usaha, mengatasi resiko usaha, komunikasi, membangun jaringan, dan evaluasi usaha.
IbM Kelompok Tani Padi Rakyat (Penerapan Varietas Unggul Hibrida Baru dan Teknik Jajar Legowo) M. Zayin Sukri; Titien Suhermiatien
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2016): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v1i2.278

Abstract

Peningkatan produktivitas padi masih cukup terbuka, karena adanya inovasi teknologi pertanian seperti: a) padi varietas unggul (tipe baru = VUTB; non Hibrida = VUB; Hibrida = VUH) yang mempunyai produktivitas tinggi, dan b) sistem tanam jajar legowo. Sistem jajar legowo adalah teknik tanam yang mengatur jarak tanam antar rumpun dan antar barisan, sehingga terjadi pemadatan rumpun padi dalam barisan serta jarak antar barisan juga lebih lebar. Jumlah rumpun tanaman padi yang ditanam dengan sistem budidaya legowo 2:1 jarak tanam 40 cm x 20 cm x 10 cm mencapai 333.333 rumpun/ha, sedangkan pada sistem tegel jarak tanam 20 cm x 20 cm adalah 250.000 rumpun/ha. Jumlah rumpun tiap hektar sistem budidaya legowo 33,3% lebih banyak dibanding sistem tegel. Keuntungan teknik tanam jajar legowo dua barisan adalah: a) semua barisan pada bagian pinggir memberikan hasil lebih tinggi 1,5 – 2 kali lipat dari produksi yang berada di barisan dalam, b) pengendalian hama, penyakit dan gulma lebih mudah, c) terdapat ruang kosong untuk saluran pengaturan air, pengumpul keong mas serta mina padi, d) aplikasi pupuk lebih efektif. Berdasarkan kondisi di atas maka program IbM kombinasi penerapan varietas unggul hibrida baru dengan produktivitas tinggi dan teknik jajar legowo diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi di tingkat petani. Dari kegiatan IbM Kelompok tani padi rakyat, dengan penerapan varietas unggul hibrida baru dan teknik jajar legowo yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan sebagi berikut: 1) Budidaya tanaman dengan varietas unggul hibrida baru dan teknik jajar legowo dapat berjalan dengan sebagaimana yang direncanakan; 2) Pertumbuhan tanaman padi hibrida dengan hibrida tampak lebih subur dan lebih produktif dibanding padi non hibrida; 3)Pertumbuhan tanaman pada baris bagian tepi sistem jajar legowo lebih baik dari tanaman pada sistem tanam biasa; 4) Peningkatan hasil gabah varietas hibrida dibanding non hibrida adalah 20,42%, peningkatan hasil sistem legowo 2:1 dibanding sistem tegel 20x20 adalah 9,29%, peningkatan hasil sistem legowo 5:1 dibanding sistem tegel 20x20 adalah 6,24%
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PETERNAK SAPI PERAH MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI INKUBATOR FERMENTASI SUSU PENGHASIL YOGURT DI KECAMATAN LICIN KABUPATEN BANYUWANGI Endi Sailul Haq; Farisqi Panduardi; Asmaul Khusna
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2018): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v3i2.1054

Abstract

Mayoritas pencaharian penduduk di Desa Tamansari Kecamatan Licin, Kabupaten banyuwangi berprofesi sebagai perternak sapi perah. Dari hasil survey dan wawancara yang dilakukan pada pengelola kelompok ternak ini didapatkan data hasil perah susu per hari sebanyak 5.227 liter. Dengan jumlah perahan pada pagi hari sebanyak 3.113 liter dan sore hari sebanyak 2.054 liter. Dengan potensi rata – rata per peternak sebesar 90 liter/hari. hasil susu sapi perah yang diproduksi,  dipasarkan ke PT. Nestle dan sisanya dikonsumsi masyarakat sekitar, dan penjualan susu sapi perah hanya terbatas di koperasi desa sehingga distribusi penjualan dan pemasaran hanya tersentral di daerah tersebut dan menyebabkan distribusi penjualan belum bisa merata ke daerah lain. Di samping itu Seluruh peternak hanya menjual susu sapi dalam keadaan segar. Dan ini menjadi keluhan bagi para produsen (peternak) dimana tingginya persaingan pemasaran susu sapi segar menyebabkan sulitnya pemasaran produk tersebut ditambah lagi produk tersebut mudah rusak (tidak tahan lama). Sulitnya pemasaran susu sapi segar karena tidak semua konsumen penyuka susu menyukai susu dalam keadaan segar karena rasa yang masih plain dan juga aroma yang lebih khas. Untuk itu kegiatan ini bertujuan untuk merancang dan membuat inkubator fermentasi susu untuk menghasilkan yogurt dan memberikan workshop terkait cara kerja, dan perawatan inkubator tersebut serta pengemasan dan pemasaran dari hasil produksi yogurt yang lebih luas dan lebih bernilai ekonomis tinggi. Kontribusi yang paling mendasar jika teknologi ini diterapkan adalah Inkubator fermentasi susu ini dapat menghasilkan yogurt yang berkualitas. Yogurt yang memiliki rasa, tekstur, aroma dan warna yang konsisten melalui proses pembuatan yang lebih efektif, efisien dan kapasitas produksi yang lebih tinggi karena prosesnya menggunakan inkubator yang telah dilengkapi dengan sistem kontrol dan monitoring yang terintegrasi. Serta memberikan keterampilan terhadap mitra dalam memproduksi dan memasarkan yogurt secara mandiri dan berkesinambungan dengan target pemasaran yang lebih luas.
IbM Home Industri Jamu Tradisional Madura untuk Meningkatkan Daya Saing di Kabupaten Pamekasan Zainol Arifin; Fitrah Yuliawati; FNU Syafrawi
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2016): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v1i2.283

Abstract

kal masuknya dunia kerja dan dunia industri, seiring masuknya pasar ekonomi asean Kegiatan Ipteks bagi Masyarakat (IbM) kami lakukan pada dua home industri di Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan. Metode pelaksanaan terdiri dari tahap persiapan, tahap awal tahap pelaksanaan. Evaluasi dan hasil pelaksanaan IbM menunjukkan bahwa: 1) Secara umum anggota home industry Jamu tradisional “Pj Melati” dan anggota home industry jamu tradisional “Pj. Tongkat Sapu Jagad” mulai mengelola bagaimana cara meracik dan mencampur bahan jamu tradisional dapat menarik baik dari rasa maupun dari aroma sehingga kemasan tetap diminati masyarakat di Indonesia; 2) Sebagian besar Telah memahami dan menerapkan tugas dan tanggung jawab masing-masing sesuai job description; 3) menerapkan skedul terjadwal pengolahan secara sistematis dan terencana, baik pembuatan jamu mulai asam urat, sehat lelaki, maupun sehat perempuan yang terdiri dari bahan alami seperti Cikeling, Kapulaga, Manjakani, maupun Palasari. Untuk memenuhi permintaan pasar dan konsumen, khususnya para tengkulak dalam bentuk besar dilayani secara khusus. Teknologi pengemasan dengan menggunakan manual atau tangan-tangan terampil disesuaikan dengan keahlian dan kemahiran; 4) Telah memahami dan mulai menerapkan pencatatan transaksi keuangan setiap penjualan secara teratur dan secara periodic, yaitu pencatatan keuangan sederhana dengan periodesasi yaitu pencatatan keuangan sederhana dengan periode mingguan, bulanan untuk satu home industry jamu tradisional; 5) Anggota kelompok home industry “Pj Melati” dan” PJ Tongkat Sapu Jagad” sebagian besar menerapkan strategi pemasaran melalui iklan media cetak sampai dengan media elektronik atau di took-toko maupun swalayan dsekitar wilayah kota pamekasan; 6) Mulai menerpkan pengemasan dengan mencantumkan komposisi bahan-bahan (Ingridients) dan tanggal kadaluwarsa (expired date); 7) Sudah memiliki Surat Ijin Usaha Penerbitan (SIUP) dari Depkes bahkan sampai pada pengurusan BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) sebagai bentuk legalisasi dan produk dan expailed tersebut.
Pelatihan Bahasa Inggris Komunikatif Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas SDM Dalam Menghadapi Tantangan MEA Bagi Santriwati Pondok Pesantren Al-Husna Jember Cholimatus Zuhro; Dyah Aju Hermawati
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2017): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v2i1.444

Abstract

Era pemberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan perdagangan bebas, membutuhkan kualitas SDM yang berkompetensi dan kompetitif. MEA menjadi dua sisi mata uang bagi Indonesia: satu sisi menjadi kesempatan yang baik untuk menunjukkan kualitas dan kuantitas produk dan SDM Indonesia kepada negara-negara lain dengan terbuka, tetapi pada sisi yang lain dapat menjadi boomerang utnuk Indonesia apabila Indonesia tidak dapat memanfaatkannya dengan baik Berbagai bentuk upaya telah dilakukan sebagai persiapan untuk menghadapi persaingan global ini. Berdasarkan analisis situasi dan sesuai dengan adanya permintaan yang disampaikan oleh pihak Pondok Pesantren Al-Husna Jember, maka kami mengadakan pelatihan Bahasa Inggris sesuai dengan kebutuhan para santriwati yaitu Pelatihan Bahasa Inggris untuk Berkomunikasi (Communicative English). Target dari kegiatan ini adalah Upaya meningkatkan kualitas SDM dengan target luaran sbb, 1) Meningkatkan keterampilan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris peserta, 2) Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan Bahasa Inggris dalam dunia bisnis peserta.
Aplikasi Nutrien Bioorganik Cair Dalam Pengawetan Hijauan Segar erfan kustiawan; FNU Nurkholis
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2017): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v2i1.448

Abstract

Kebutuhan biaya pakan mencapai 60-70% dari total biaya produksi. Penyediaan hijauan dibatasi oleh musim, pada musim penghujan hijauan tersedia melimpah, sedangkan pada musim kemarau hijauan tidak cukup tersedia mengakibatkan harganya mahal, Musim kemarau para peternak sering dihadapkan pada masalah kekurangan bahan pakan hijauan. Di daerah tropika sering terjadi kemarau dimana pada musim ini terjadi kesukaran memperoleh hijauan sedangkan di musim hujan, hijauan makanan ternak berlimpah-limpah, keadaan tersebut mendorong timbulnya usaha untuk mengawetkan hijauan dalam bentuk segar. Pengawetan hijauan seperti halnya pada pembuatan silase, umumnya membutuhkan waktu yang relatif lama yaitu 21 hari, sehingga membuat peternak enggan untuk melakukan proses pengawetan hijauan tersebut. Penamabahan inokulan Bioorganik Cair lebih mempersingkat proses fermentasi yaitu 3-24 jam. Sehingga cara ini akan lebih efektif dan efisien untuk diaplikasikan di kelompok peternak Sido Makmur Semboro. Pengawetan pakan hijauan disamping meningkatkan nilai nutrien pakan, juga mengawetkan pakan dengan menggunakan teknologi fermentasi, yaitu menggunakan bakteri pembentuk asam laktat. Selama proses fermentasi asam laktat terus diproduksi sehingga pH akan rendah yang tidak memungkinkan aktifitas bakteri pembusuk berkembang, sehingga hijaun menjadi lebih awet.
Pelatihan News Reading dan Story Telling untuk English Club di SMAN Kalisat Titik Ismailia; Vigo Dewangga
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2017): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v2i1.449

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh siswa di SMAN Kalisat. English Club (English Conversation Club) menjadi salah satu pilihan untuk dapat mempelajari Bahasa Inggris dengan lebih menyenangkan. Akan tetapi prestasi yang selama ini diperoleh belum memuaskan. Oleh karena itu penulis berinisiatif untuk memberikan pelatihan news reading dan story telling bagi anggota EEC dengan harapan akan dapat meningkatkan prestasi. Luaran yang diharapkan yaitu adanya satu divi khusus yang melatih siswa dengan teknik-teknik berkomunikasi sebagai news reader dan story teller yang unggul. Metode yang dilakukan dengan studi pendahuluan, pelatihan intensif, dan evaluasi. Dari hasil dan pembahasan diperoleh data tentang jumlah anggota 50 siswa kelas X dan XI, minat siswa yang sangat antusias dalam mengikuti pelatihan, dan kendala-kendala seperti belum adanya sekertariat khusus dan fasilitas yang sesuai. Walaupun demikian penulis menyarankan agar target dapat tercapai sekolah dapat menyediakan sarana yang memadai dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler ini.
Pembinaan Olimpiade Matematika Kelas VA CI SD Negeri Ungaran I Yogyakarta Padrul Jana
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2017): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v2i2.527

Abstract

Pembinaan olimpiade matematika pada Sekolah dasar Negeri Ungaran I Yogyakarta diperlukan karena beberapa hal yaitu, tersedianya bibit unggul sehingga rugi kalau tidak dibina dan dibimbing serta selama ini proses pembinaan belum rutin atau menjelang ada lomba saja. Fakta tersebut menginisiasi pengabdi untuk melakukan kegiatan pembinaan olimpiade matematika di sekolah tersebut. Tahapan yang dilalui adalah pemberian pre test, treatment, dan post test sedangkan metode yang digunakan dalam kegiatan pembinaan ini adalah ceramah, diskusi, dan presentasi. Hasil yang dicapai adalah terlaksananya pembinaan olimpiade dan meningkatkan nilai rata-rata skor pre test dan post test sebesar 21,37. Meningkatnya skor tersebut menjadi salah satu indikator telah meningkatnya pemahaman siswa dalam mengerjakan soal-soal olimpiade, harapannya dapat mempersiapkan calon juara olimpiade matematika sejak dini.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DARING (ON LINE) BAGI GURU DAN SISWA DI SMK NU ROGOJAMPI Mohamad Dimyati A; Devit Suwardiyanto; Herman Yuliandoko; Vivien Arief W
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2017): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v2i2.565

Abstract

Pembelajaran merupakan hal yang utama dalam sebuah institusi pendidikan, sehingga proses pembelajaran yang baik akan menghasilkan lulusan yang baik pula. Namun demikian banyak temui sekolah-sekolah yang proses pembelajarannya masih konvensional dan salah satunya di SMK NU Rogojampi. Keadaan ini tentu saja perlu diperbaiki dengan meningkatkan sarana pembelajarannya untuk meningkatkan proses belajar mengajar. Oleh sebab itu melalui program pengabdian ini diharapkan dapat mendukung dan meningkatkan proses belajar mengajar di Mitra. Program bertujuan menerapkan pembelajaran daring (on line) dengan membangun sebuah portal e-learning untuk membantu proses belajar mengajar. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam bentuk pelatihan penerapan pembelajaran daring menggunakan moodle sebagai aplikasi Learning Mangement Sytem (LMS). Target kegiatan ini adalah guru dan siswa di SMK NU Rogojampi dan luaran kegiatan penggunaan pembelajaran daring untuk meningkatan proses belajar mengajar.Keywords— e-learning, SMK, Learning Mangement Syte,Moodle
LAMINASI FIBERGLASS UNTUK MEMPERBAIKI KAPAL IKAN KAYU DI KECAMATAN LEKOK, KABUPATEN PASURUAN, JAWA TIMUR Sunardi Sunardi; Sukandar Sukandar; Bambang Setiono
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2018): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v3i1.495

Abstract

Nelayan di Kecamatan Lekok hampir semua kapal yang digunakan berbahan kayu dengan ukuran rata-rata panjang 10-15 meter, lebar 2 meter dan tinggi 1 meter. Masalah yang terjadi sekarang harga kapal kayu yang naik seiring dengan naiknya harga bahan baku kayu dan upah tenaga kerja. Perawatan kapal kayu dengan metode tradisional dilakukan setiap minggu untuk membersihkan kulit kapal dari hewan laut dan kerak yang menempel di kulit kapal, 3 bulan sekali kapal di docking untuk penggantian papan yang bocor dan lepas dan juga perbaikan mesin kapal. Metode perbaikan kapal dengan memanfaatkan teknologi laminasi fiberglass ini telah terbukti secara efektif untuk perbaikan kapal, terutama pada bagian kulit lambung kapal. Urutan pengerjaan perbaikan kapal dengan laminasi fiberglass adalah sebagai berikut: mengeringkan dan membersihkan lambung kapal, mengganti papan kayu yang lepas atau bocor, melakukan laminasi dengan menggunakan dempul dari campuran resin dan talek, laminasi fiberglass dengan lapisan MAT dan resin, tahap terakhir yaitu penyelesaian akhir dan pengecatan. Secara teknis metode ini mampu menjaga kapal bertahan sampai dengan 6 tahun dengan kondisi sampai sekarang kulit kapal belum mengalami kerusakan. Beberapa keuntungan yang didapatkan adalah tidak perlu lagi perbaikan kapal pada bagian lambung kapal baik mingguan atau bulanan, kapal cukup dibersihkan dari lumpur pada kulitnya. Keuntungan lainnya, kapal lebih tinggi kecepatannya karena permukaan kapal yang menjadi halus dan tidak ada air yang terserap ke dalam kulit kapal.

Page 8 of 53 | Total Record : 529