cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
j-dinamika@polije.ac.id
Editorial Address
Jl. Mastrip Po. Box 164, Kec. Sumbersari, Kab. Jember 68121
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25031031     EISSN : 25031112     DOI : 10.25047/j-dinamika
Core Subject : Education,
Jurnal J-DINAMIKA ini berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu, diantaranya pertanian, manajemen, teknologi informasi, sosial humaniora, kesehatan, dan semua bidang ilmu lainnya. Bentuk kegiatan pengabdian yang dipublikasikan dapat berupa penerapan teknologi tepat guna, pelatihan, penyuluhan, pengembangan dan implementasi sistem, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 529 Documents
PPDM KELOMPOK UKM RENGGINANG DI DESA RASAU JAYA 1 Linda Suwarni; Eko Sarwono; Edy Suryadi; Selviana selviana
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2018): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v3i2.1029

Abstract

Kelompok UKM Mekar Sari merupakan kelompok yang berada di Desa Rasau Jaya 1 yang melakukan usaha produksi rengginang. Permasahan yang dihadapi UKM tersebut adalah masih kemasan produk yang masih sederhana, dan proses produksi rengginang yang masih konvensional, terutama pada proses pengeringan. Hal ini akan menjadi permasalahan serius jika musim hujan tiba, produk yang dihasilkan terancam busuk sehingga menyebabkan kerugian yang besar. Selain itu, hygiene sanitasi anggota kelompok masih belum memenuhi syarat kesehatan. Target kegiatan ini adalah anggota kelompok memiliki kemampuan dan keterampilan dalam mengemas produk menjadi lebih menarik dan memenuhi syarat pemasaran, serta dapat menerapkan tenologi tepat guna berupa mesin pengering serba guna. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu introduksi teknologi mesin pengering serba guna, dan pembelajaran dengan materi yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi. Pembelajaran disampaikan dengan metode pendekatan sosialisasi, pelatihan, demonstrasi, dan pendampingan. Hasil kegiatan ini adalah pelaksanaan PPDM di kelompok UKM Mekar Sari (Rengginang) mendapat respon positif dari anggota kelompok. Hal ini terlihat dari antusiasme seluruh anggota kelompok mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir, selanjutnya secara mandiri menerapkan introduksi IPTEKS yang diberikan dalam pengolahan dan pengemasan produk yang dihasilkan (Rengginang) dan tersedianya mesin pengering serbaguna serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam meneapkan hygiene sanitasi makana. Kemasan produk yang dihasilkan sudah menarik, tersedia PIRT, dan bahan yang digunakan.
IbM Kelompok Pengguna Air Bersih Desa Pakel Melalui Teknologi Filter Beton Pasir Zulis Erwanto; Wahyu Naris Wari; Yuni Ulfiyati
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2016): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v1i2.281

Abstract

Desa Pakel, Kabupaten Banyuwangi mengalami permasalahan dalam pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warganya. Sumber mata air utama yang digunakan oleh warga Desa Pakel terletak di daerah perbukitan dengan konstruksi bangunan penangkap mata air yang sederhana. Lokasi mata air berada di tengah hutan dan terletak di kemiringan bukit menyebabkan air yang tertampung berpeluang mengalami pencemaran dan kandungan sedimen yang tinggi apalagi pada saat musim penghujan. Mitra dalam kegiatan IbM adalah Pengelola kelompok pengguna air minum Desa Pakel Kabupaten Banyuwangi. Sesuai prioritas kebutuhan maka ditawarkan solusi permasalahan yang dihadapi Mitra yakni dengan penyuluhan tentang teknologi penjernihan dan pengolahan air bersih, dan rancang bangun instalasi filter beton pasir. Manfaat yang diperoleh berupa pemahaman tentang pentingnya kesehatan dalam pengolahan air bersih dengan sistem instalasi pengolahan air bersih menggunakan teknologi filter beton pasir. Berdasarkan hasil sosialisasi dan penyuluhan pengolahan air bersih di Desa Pakel tanggal 24 September 2016 di Balai Desa Pakel, pengolahan air bersih dalam upaya pemenuhan kebutuhan air bersih melalui proses penjernihan air dengan instalasi teknologi filter beton pasir yang ditempatkan di dalam reservat. Filter beton pasir merupakan salah satu unit proses dalam instalasi pengolahan air (IPA) yang terbuat dari bahan dari kerikil, pasir beton, arang aktif, dan mortar pasir silica dengan perbandingan 1 PC : 10 PS yang disusun sedemikian rupa untuk menghilangkan kekeruhan air. Berhubung instalasi penempatan filter tersebut di dalam tandon dengan tekanan kecil maka filter beton pasir yang digunakan menggunakan ukuran partikel lebih dari 1-2 mm dengan ketebalan 15 cm agar kuantitas debit airnya tetap sesuai dengan kapasitasnya dan sirkulasinya biar cepat. Bahan yang digunakan sebagai filter terbuat dari pipa PVC Ø 4” dengan ketinggian 50 cm menyesuaikan diameter pipa outlet. Filter terdiri dari 4 tabung pipa. Teknologi filter beton pasir ini merupakan bentuk prototype filter untuk percontohan di Desa Pakel dan bisa dibuat skala rumah tangga di tiap-tiap rumah atau diinstalasi sebelum masuk ke hidran umum.
PKM KELOMPOK PEREMPUAN USIA REPRODUKTIF BERISIKO KANKER PAYUDARA DI KELURAHAN PATRANG DAN KELURAHAN KEBONSARI KABUPATEN JEMBER PROPINSI JAWA TIMUR luh titi handayani
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2019): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v4i1.1049

Abstract

Penyakit kanker salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Prevalensi kanker payudara di Indonesia tertinggi terdapat di Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kanker payudara dapat menyerang semua tingkat usia dan meningkat setelah menopause. Deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan payudara sendiri (sadari) dan pemeriksaan payudara klinis (sadanis). Deteksi dini dapat dilakukan mandiri pada periode tertentu sesuai dengan siklus hormonal. Hasil survey pada mitra disapatkan bahwa banyak yang tidak memahami tentang tanda dan gejala, pemeriksaan sendiri (sadari), faktor resiko dan penyebab serta penatalaksanaan. Tujuan dari kegiatan ini mengidentifikasi kemampuan kader dalam melakukan pendampingan pemeriksaan sadari. Metode dalam kajian ini menggunakan metode referensi dan survey lapangan kepada perempuan usia 18 – 60 tahun sejumlah 30 responden. Demonstrasi deteksi dini sadari oleh kader dan pemeriksaan sadanis (Ultra Sono Graphy (USG)) dilakukan. Analisis data dilakukan secara deskriptif terhadap variabel usia, status menikah, jumlah anak, riwayat hormonal, dan pola hidup sehat dan hasil USG. Hasil wawancara dengan responden bahwa kader melakukan deteksi dini dengan pemeriksaan sadari dengan baik (90%). Hasil pemeriksaan sadari oleh kader didapatkan dua responden ada benjolan pada payudara. Hasil pemeriksaan sadanis (USG) 100% tidak didapatkan tanda keganasan terhadap responden. Pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan dalam upaya deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan dengan baik oleh kader. Peran kader dalam kesehatan sebagai penyambung informasi kesehatan secara langsung pada kelompok masyarakat terkecil yaitu keluarga dan individu dalam upaya meningkatkan status kesehatan masyarakat.
Penerapan Metode CBR (Case Base Reasioning) Untuk Mendeteksi Penyakit Tanaman Padi (Oryza sativa L) murni handayani; Mohammad Nurhilal; Sari Widya Utami
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2019): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v4i1.1066

Abstract

Kecamatan Maos merupakan lumbung padi di Jawa Tengah. Hal ini karena produksi padi di Kecamatan Maos tertinggi dibandingkan dengan kecamatan lain di Kabupaten Cilacap. Oleh karena itu, pertumbuhan dan produksi tanaman padi (Oryza sativa L) harus dijaga untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan di Jawa Tengah. Permasalahan yang dihadapi penyuluh lapang pertanian Kecamatan Maos sebagai mitra program pengabdian masyarakat salah satunya adalah terbatasnya jumlah penyuluh lapang pertanian yang bertugas sebagai pengamat hama dan penyakit sehingga menyebabkan gejala munculnya serangan dan jenis penyakit terlambat sehingga menyebabkan gejala munculnya serangan dan jenis penyakit terlambat diketahui dan berpengaruh terhadap produktivitas dan produksi tanaman padi (Oryza sativa L). nerapan teknologi yang dapat membantu petugas penyuluh lapang pertanian untuk mendeteksi penyakit tanaman padi (Oryza sativa L) secara cepat dan tepat merupakan solusi untuk dapat meningkatkan produktivitas dan produksi tanaman padi di Kecamatan Maos. Kegiatan penerapan teknologi ini bertujuan untuk mendukung peningkatan produktivitas dan produksi tanaman padi (Oryza sativa L) dengan menerapkan sebuah sistem informasi dengan metode CBR (Case Base Reasioning) yang dapat digunakan secara cepat dan tepat untuk mendeteksi penyakit tanaman padi (Oryza sativa L).  Hasil kegiatan ini menunjukkan respon yang baik dari petugas penyuluh lapang pertanian Kecamatan Maos. Penerapan teknologi ini dapat memudahkan petugas penyuluh lapang untuk mendeteksi jenis penyakit tanaman padi (Oryza sativa L) secara cepat dan tepat berdasarkan gejala-gejala penyakit yang ada dalam sistem informasi tersebut dan mengetahui penganganan yang tepat untuk jenis penyakit tersebut.  Keywords— Case Base Reasioning (CBR), Maos, Padi, Penyakit
TEKNOLOGI KONSERVASI ARTIFICIAL TEMPLE REEF SEBAGAI PENGENDALI ABRASI PESISIR PULAU TABUHAN DESA BANGSRING KECAMATAN WONGSOREJO BANYUWANGI Zulis Erwanto; Umi Masluha
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2019): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v4i1.1078

Abstract

Pantai Bangsring memiliki ekosistem terumbu karang yang berkaitan erat dengan kondisi kehidupan masyarakat nelayan ikan hias dan menggantungkan hidupnya pada keberadaan ekosistem terumbu karang. Beberapa permasalahan yaitu kurangnya pengelolaan vegetasi dan rusaknya terumbu karang di Pesisir Pulau Tabuhan. Demi menyelamatkan dan memelihara terumbu karang sebagai tempat perkembangbiakan ikan dan sebagai pelindung pulau dari abrasi dan erosi laut, maka dibuatlah Artificial Temple Reef berbahan abu ampas tebu yang ramah lingkungan yang akan diletakkan di Pesisir Pulau Tabuhan.Tahapan kegiatan dimulai dari survey lokasi, sosialisasi program kerja, penyuluhan konservasi biota laut, pelatihan pembuatan produk Artificial Temple Reef, Konservasi Vegetatif, Penenggelaman Artificial Temple Reef, dan Publikasi. Artificial Temple Reef merupakan inovasi produk terumbu karang buatan dengan model kerangkeng berduri dan berbentuk model candi berongga dari bahan campuran semen, pasir dan abu ampas tebu yang ramah lingkungan.Untuk menerapkan konservasi biota laut dilakukan dengan pelatihan pembuatan Artificial Temple Reef guna meningkatkan keterampilan kelompok nelayan dan partisipasi kelompok nelayan dalam melakukan penenggelaman Artificial Temple Reef di Pulau Tabuhan dan Pesisir Bangsring. Komposisi mix desain Artificial Temple Reef dengan perbandingan 1 Abu Ampas Tebu : 2 Pc : 3 Ps. Teknik pengelolaan dan perlindungan biota laut dilaksanakan melalui program penyuluhan konservasi biota laut guna meningkatkan kesadaran, perubahan sikap dan perilaku kelompok nelayan, juga melakukan konservasi vegetatif, serta pencangkokan cemara udang untuk program keberlanjutan. Jumlah kelompok sasaran 209 anggota dari Kelompok nelayan Samudera Bakti dan Kelompok nelayan Bangsring Underwater. Dengan diserahterimakan cetakan Artificial Temple Reef diharapkan program bisa dikembangkan dan dilanjutkan oleh Kelompok Nelayan secara swadaya dan produktif, sehingga konservasi biota laut tetap berjalan. Keywords— Artificial Temple Reef, Biota Laut, Konservasi, Pulau Tabuhan
OPTIMALISASI USAHA PETANI KOPI RAKYAT ETHNIS SELUPU REJANG DIDESA RINDUHATI Eko Sumartono; Ridha Rizki Novanda; Anandyawati Anandyawati; Merlian Zikri; Amir Husaini; Ari Anngoro
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2019): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v4i1.1068

Abstract

Abstrak. Program kemajuan IPTEKS ditujukan untuk menjaring kebutuhan pengembangan usaha (need  ssessment) dengan mereka, belum optimalnya kegiatan atau upaya yang sengaja diarahkan pada peningkatan peranan dan usaha. Implementasi pengabdian IPTEKS diharapkan akan meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Rindu Hati dalam proses pengelolaan kopi. Tujuan yang akan di capai dalam pengabdian ini meliputi Masyarakat Desa Rindu Hati mampu meningkatkan kapasitas manajemen usaha kopi, Masyarakat Desa Rindu Hati mampu meningkatkan kapasitas produksi usaha kopi, dan mampu meningkatkan segmentasi penjualan usaha kopi. Jika dilihat dari permasalahan yang diungkap dalam analisa situasi dan permasalahan, pengrajin atau produsen kopi di Desa menghadapi permasalahan yang tidak ringan dan cukup kompleks untuk dapat tumbuh dan berkembang. Secara umum, permasalahan yang dihadapi oleh produsen kopi dapat dikategorikan dalam 3 (tiga) aspek, yaitu aspek manajemen usaha, produksi, dan pasar. Pelatihan diberikan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu pelatihan perencanaan usaha, pelatihan manajemen risiko, pelatihan penentuan harga dan persediaan, serta pengadaan rumah pegering kopi petik merah utuk memperbaiki pasca panen kopi. Hasil yang telah dicapai yaitu : pemahaman mengenai perencanaan usaha dimulai dari Proses pemilihan bahan baku kopi, Produksi, Perencanaan Kemasan, Perencanaan Pemasaran, Perencanaan Keuangan; Pemahaman mengenai risiko produksi kopi baik risiko murni dan risiko spekulasi, Risiko strategi, serta Risiko Operasional; pemahaman mengenai Penentuan harga pokok kopi yang dihasilkan berdasarkan metode penentuan harga pokok berdasarkan full cost, dan penentuan harga pokok berdasarkan competitor; pemahaman mengenai mengenai manajemen persediaan memilki materi mengenai bagaimana mengatur perssediaan kopi yang musiman dengan kondisi produksi kopi olahan; Pengadaan rumah pengeringan kopi merupakan program utama untuk menyelamatkan kopi petik merah di Desa Rindu Hati. Rumah pengering yang telah dibangun di Desa tersebut haruslah dapat digunakan dengan baik untuk menyimpan maupun mengeringkan kopi petik merah; Penggunaan rumah pengeringan kopi dan praktek secara langsung Kepada masyarakat desa rindu hati.Kata kunci : IPTEKS: Kopi: Rumah Pengeringan; Petik Merah
Peningkatan Produksi dan Pengembangan Industri Rumah Tangga (IRT) Ikan Asap di Desa Banyuurip-Ujungpangkah - Gresik M. Arif Zainul Fuad
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2019): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v4i1.1059

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu memecahkan masalah yang dihadapi para pengolah ikan asap di Desa Banyuurip Kecamatan Ujungpangkah Kab Gresik. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra yaitu teknik pengasapan ikan yang membutuhkan waktu yang lama dan kualitas produk ikan asap yang tidak konsisten. Hal ini diduga karena sistem pengasapan dilakukan dengan tungku terbuka yang memiliki kelemahan yaitu  asap dan panas tidak bisa terpusat pada ikan karena masih dipengaruhi oleh angin. Selain itu asap pembakaran seringkali menimbulkan gangguan kesehatan terutama ISPA bagi pekerja. Hambatan lainnya adalah ketersediaan bahan baku yang tidak menentu pada saat musim paceklik ikan. Solusi yang ditawarkan dapat dikategorikan menjadi 2 aspek, yaitu aspek produksi dan manajemen. Aspek produksi ada beberapa kegiatan yaitu peningkatan kapasitas dan kualitas produk dengan memberikan bantuan berupa perbaikan ruang produksi, alat pengasap tipe tertutup, dan Freezer untuk menyimpan produk. Kegiatan selanjutnya yaitu pelatihan cara produksi pangan yang baik (CPPB) dan pelatihan pengemasan produk dengan alat portable sealer. Untuk aspek manajemen, kegiatan yang akan dilakukan yaitu  pelatihan manajemen usaha dan strategi pemasaran. Dengan adanya program ini pada akhir pelaksanaan kegiatan mitra mampu menguasai dan menerapkan teknologi yang diberikan. Bantuan penguatan produksi ikan asap mampu meningkatkan produksi mitra sampai dengan 50% yang selanjutnya akan meningkatkan pendapatan dan daya saing IRT.
PKM PENGEMBANGAN RUMAH JAMUR TIRAM PUTIH DI PONDOK PESANTREN MAMBA’USSUNAH DESA KEBAMAN, KEC.SRONO-KABUPATEN BANYUWANGI Riza Rahimi Bachtiar; Sari Wiji Utami; Kurniawan Muhammad Nur
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2019): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v4i1.1074

Abstract

Jamur tiram putih merupakan salah satu jenis jamur tiram yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Terdapat berbagai manfaat dari jamur tiram antara lain : mengandung vitamin C, sumber protein nabati yang rendah kolesterol sehingga dapat mencegah penyakit hipertensi dan serangan jantung (Sunandar, et al., 2012). Salah satu daerah yang melakukan kegiatan budidaya jamur tiram adalah Desa Kebaman Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi. Pondok Pesantren Mamba’ussunah merupakan lembaga pendidikan yang juga melakukan kegiatan budidaya jamur tiram putih. Terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi oleh pelaku usaha di Pondok Pesantren Mamba’ussunah antara lain rumah jamur tiram yang didirikan masih sangat sederhana, ruangan tempat budidaya sudah mengalami beberapa kerusakan, peralatan budidaya jamur tiram yang sangat minim, manajemen keuangan untuk pelaporan keuangan budidaya yang belum dilakukan, dan sistem pemasaran jamur tiram putih yang masih sangat sederhana. Solusi yang dapat ditawarkan kepada kelompok mitra, dalam hal ini Pondok Pesantren Mamba’ussunah di Desa Kebaman Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi adalah dengan melakukan pengembangan Rumah Jamur Tiram Putih, memperbaiki ruangan tempat budidaya jamur tiram, memberikan peralatan dan bahan-bahan yang diperlukan untuk kegiatan budidaya jamur tiram, penerapan manajemen keuangan, dan peningkatan pemasaran jamur tiram putih. Target luaran yang diharapkan dari kegiatan PKM ini adalah : 1) Meningkatnya kemampuan, keterampilan, dan keberhasilan masyarakat dalam menerapkan sistem budidaya jamur tiram putih; 2) Memperbaiki sarana dan prasarana (ruangan tempat budidaya jamur tiram putih) yang masih sederhana dan tidak steril, sehingga kualitas dan kuantitas jamur tiram putih yang dihasilkan dapat meningkat; 3) Meningkatnya keterampilan masyarakat untuk berwirausaha dan mengolah produk hasil pertanian, serta meningkatkan kesejahteraan melalui pengembangan “Rumah Jamur Tiram Putih”.4) Menjadikan desa Kebaman kecamatan Srono Kabupaten Banyuwangi sebagai salah satu sentra penghasil jamur tiram putih.  Kata kunci : jamur tiram putih, Pondok Pesantren Mamba’ussunah,  rumah jamur. 
Program Hi-Link Perbaikan Teknologi Pengolahan Jagung di UD Annisa, Wonosobo Nur Aini; Hidayah Dwiyanti; Retno Setyawati; Budi Sustriawan
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2019): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v4i1.1053

Abstract

Pengembangan produk pangan berbasis jagung memiliki peluang yang menjanjikan, sehingga pemerintah daerah Kabupaten Wonosobo saat ini  menginisiasi program untuk pengembangan diversifikasi pangan berbasis jagung. Program ini diharapkan dapat meningkatkan peran UKM pengolahan jagung sehingga semakin mantap berproduksi dengan adanya aneka macam varian produk.  Program Hi-Link ditujukan untuk penerapan teknologi pengolahan pangan berbasis jagung yang dibutuhkan oleh industri, terutama untuk menerapkan penggunaan kabinet pengering, ayakan getar (siever shaker) dan ekstruder untuk mencetak getas. Metode yang diterapkan adalah diseminasi informasi teknologi,  penerapan teknologi dan pelatihan dan penyediaan alat produksi untuk mendukung penerapan teknologi. Luaran program adalah alat dan mesin pengolahan pangan dari jagung untuk meningkatkan kapasitas produksi yaitu berupa pengering kabinet,  ayakan getar dan ekstruder serta perbaikan teknologi pengolahan getas.  Kegiatan Hi Link memberikan dampak positif pada meningkatnya kapasitas produksi beras jagung instan dari 150 menjadi 300 kg per bulan, tepung jagung dari 50 kg menjadi 200 kg per bulan dan getas dari 150 kg menjadi 400 kg per bulan. 
PELATIHAN PEMBUATAN BURIDOR (BUBUR INSTAN DAUN KELOR) SEBAGAI MP-ASI B2SA DI DESA TANJUNG KECAMATAN MANGLI KABUPATEN JEMBER Anna Mardiana; Faradila Nurintan Firdaus; Frieska Fatima Aziz; Yoga Eka Birnanda; Rara Anggi Dewanti; Dwi Nur Azizah
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2019): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v4i1.1491

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan gizi balita dengan MP-ASI yang B2SA. Hal ini dilakukan dengan Pelatihan Pembuatan BURIDOR (bubur instan daun kelor). Pembuatan MP-ASI BURIDOR ini merupakan keinginan dari beberapa mitra untuk mencoba inovasi baru dengan mengolah daun kelor menjadi bubur instan, mengingat mayoritas penduduk menanam pohon kelor. MP-ASI dalam bentuk kemasan  instan sangat praktis dibawa kemana saja dan dalam keadaan sibuk. Namun, orang tua terkadang khawatir dengan makanan praktis yang beresiko mengandung garam tinggi, mengandung bahan pengawet dan bahan tambahan makanan lain yang berbahaya bagi balita.            Salah satu daerah yang mengalami permasalahan tersebut yaitu Desa Tanjung Kecamatan Mangli yang merupakan daerah kurang produktif dan memiliki posyandu yaitu posyandu Aster 54 A. Selain itu di Desa Tanjung mayoritas penduduknya memiliki lahan pekarangan yang ditanami pohon kelor. Banyak orang tua yang memiliki bayi tetapi kurang  paham manfaat dari pentingnya pemberian MP-ASI yang B2SA (beragam, bergizi, seimbang dan aman).Hasil yang telah dicapai berdasarkan indikator keberasilan jangka pendek selama 5 bulan yaitu telah dilakukannya program pengabdian yang membuat ibu rumah tangga khususnya yang memiliki balita mendapat pengetahuan yang lebih banyak tentang pentingnya MP-ASI, masyarakat di Desa Tanjung dapat memanfaatkan hasil bumi (daun kelor)  menjadi MP-ASI BURIDOR, serta mendemonstrasikan pembuatan MP-ASI yang B2SA (beragam, bergizi, seimbang dan aman) yaitu bubur instan daun kelor. Pengabdian kepada masyarakat tentang pelatihan pembuatan buridor yaitu masyarakat di Desa Tanjung dapat meningkatkan pengetahuan ibu-ibu tentang pentingnya pemberian MP-ASI, membuat MP-ASI yang inovasi, tanpa bahan pengawet dan B2SA yaitu BURIDOR serta dapat memanfaatkan tanaman lokal.  

Page 9 of 53 | Total Record : 529