cover
Contact Name
JMPI Al-Idarah
Contact Email
jurnalalidarah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalalidarah@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pringsewu,
Lampung
INDONESIA
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM AL-IDARAH
ISSN : 25021591     EISSN : 25491911     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
The journal encompasses research articles, original research report, reviews, short communications and scientific commentaries in education in any fields including: 1. Administration Management 2. Accounting Education Management 3. Marketing Education Management 4. Education Development 5. Education and Curriculum 6. Philosophies of education 7. Educational approaches, etc.
Arjuna Subject : -
Articles 246 Documents
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KURIKULUM DALAM MENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SMP PGRI 1 PULAUPANGGUNG, KABUPATEN TANGGAMUS.: indonesia Mega Apriyani; Eri Purwanti; Adhar Al Mursyid
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Idarah Vol. 3 No. 1 (2018): Vol. 3 No. 1 Januari 2018
Publisher : STIT PRINGSEWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54892/jmpialidarah.v3i1.27

Abstract

AbstractThis research is used to study Learning Curriculum Management in Improving Education Quality inSMP PGRI 1 Pulaupanggung, describing the implementation of management learning curriculum in orderto improve the quality of education in SMP PGRI 1 Pulaupanggung, Tanggamus District.The results show that a) .The curriculum planning at SMP PGRI 1 Pulaupanggung is based on theprevious evaluation results and the planning of future targets and programs compiled by the principalwith all subordinate staff. b) .The organizing of the curriculum includes dividing the teaching tasks forteachers according to their respective areas of expertise, striving for teachers to teach 5 days a week,schedule remedial activities, conduct lessons and try out, schedule an extra curricular curriculum,teaching for teachers about science and technology, and arranging a schedule of teacher meetings inturns. c) .The curriculum implementation includes early learning activities, learning methods, learningmedia, end activities of learning. d). The curriculum evaluation is using the form of evaluation ofcognitive aspects, affective aspects and psychomotor aspects.AbstrakPenelitian ini digunanakan untuk mengkaji mengenai Manajemen Kurikulum Pembelajaran dalamMeningkatkan Mutu Pendidikan di SMP PGRI 1 Pulaupanggung, mendeskripsikan tentang implementasimanajamen kurikulum pembelajaran agar dapat meningkatkan mutu pendidikan di SMP PGRI 1Pulaupanggung, Kabupaten Tanggamus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa a).Perencanaan kurikulum di SMP PGRI 1 Pulaupanggung iniberdasarkan pada hasil evaluasi sebelumnya dan perencanaan target dan program kedepan yang disusunoleh kepala sekolah dengan seluruh staf bawahannya. b).Pengorganisasian kurikulum meliputi membagitugas mengajar bagi guru sesuai dengan bidang keahlian masing-masing, mengupayakan agar gurumengajar 5 hari dalam 1 minggu, menyususn jadwal kegiatan perbaikan/remidi, mengadakan les dan tryout, menyususn jadwal kegiaatn ektra kurikuler, menyusun jadwal pengajaran bagi guru tentang IPTEK,dan menyusun jadwal pertemuan guru-guru secara bergiliran.c).Pelaksanaan kurikulum meliputi kegiatanawal pembelajaran,Metode pembelajaran, Media pembelajaran, kegiatan akhir pembelajaran. d). Evaluasikurikulum yaitu menggunakan bentuk evaluasi aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik.Kata Kunci : Kurikulum Pembelajaran, Mutu Pendidikan, Kabupaten Tanggamus
ANALISIS IMPLEMENTASI MUTU PEMBELAJARAN DI SMP MUHAMMADIYAH 3 BANDAR LAMPUNG: indonesia Taufik ikbal; Nurhadi kusuma; Eri Purwanti
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Idarah Vol. 3 No. 1 (2018): Vol. 3 No. 1 Januari 2018
Publisher : STIT PRINGSEWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54892/jmpialidarah.v3i1.28

Abstract

AbstractThis study is a study using Roesman's theory approach in the book of learning modelsto develop teacher professionalism. To measure the extent to which the implementation oflearning is considered qualified.From the results of observations and interviews and reviewed from the theory oflearning models Roesman then obtained: 1. Bahwasannya in the planning phase of teacherlearning in smp muhamadiyah 3 bandar still exist that have not yet compiled syllabus andRPP. 2. In the implementation stage of learning, teachers still have not applied apersepsi instarting learning and have not used props, 3. There are sub indicators in syllabus orindikaator that have not been implemented in each learning subject, 4. At the time ofclosing the learning and giving assessment of the teacher have been seeking the fulfillmentof assessment in accordance with PP Education Minister No 23 of 2016.AbstrakPenelitian ini merupakan kajian yang menggunakan analisis pendekatan teori Roesman dalam bukumodel – model pembelajaran mengembangkan profesionalisme guru. Untuk mengukur sejauh manaimplementasi pembelajaran yang dianggap bermutu.Dari hasil pengamatan dan wawancara serta ditinjau dari teori Model-Model Pembelajaran Roesmanmaka didapat :1. Bahwasannya dalam tahap perencanaan pembelajaran guru di smp muhamadiyah 3 bandarlampung masih ada yang belum menyusun Silabus dan RPP. 2. Pada tahap pelaksanaan pembelajaran gurumasih banyak belum menerapkan apersepsi dalam memulai pembelajaran serta belum menggunakan alatperaga, 3. Adanya sub indikator dalaam silabus maupun indikaator yang belum dilaksanakan pada tiap matapelaajaran, 4. Pada saat menutup pembelajaran serta memberikan penilaian guru sudah mengupayakanterpenuhinya penilaian sesuai dengan PP Mendikbud Nomor 23 Tahun 2016.Kata kunci : Mutu, pembelajaran
MODEL AIR (AUDITORY, INTELLECTUALLY, REPETITION) DENGAN STRATEGI PENINJAUAN KEMBALI UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN KEAKTIFAN SISWA DI SMA YASMIDA KEC. AMBARAWA KAB. PRINGSEWU : Indonesia Muhtarom; Dwi Rohmadi Mustofa; Muhammad Idris
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Idarah Vol. 3 No. 1 (2018): Vol. 3 No. 1 Januari 2018
Publisher : STIT PRINGSEWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54892/jmpialidarah.v3i1.29

Abstract

Abstract This study aims to improve creativity and student learning outcomes on learning Sociology class X SMA Yasmida Ambarawa. In general, this research seeks to improve the creativity and learning outcomes of students by using AIR learning model with Review Strategy. This type of research is Classroom Action Research (PTK). The subjects of this study are the students of grade X SMA Yasmida Ambarawa which amounted to 26 people. The object of this research is the implementation of Sociology learning by using AIR learning model with Review Strategy. Classroom Action Research is done in 2 cycles, each cycle consists of 2 meetings. The results showed that there is an increase of creativity and Activity of students by applying AIR model learning with Review Strategy. Student creativity is seen from all indicator of creativity and Student Activity is improving. In the first cycle of creativity of 60.66%, in the second cycle of 79.96%, while the student's activity also increased from 70% to 85%. Creativity can be seen from the ability to generate many ideas, the ability to propose a variety of solutions to problems, the ability to find answers, tend to give more answers, respond to questions posed, have many questions, and be able to describe things in detail. Student activity is seen from observing, asking, trying, reasoning, tasting, and creating. Students can listen, think, share in groups, and review the material with pleasure so as to provide opportunities for students to hone their own ability, responsibility, and self-belief. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran Sosiologi kelas X SMA Yasmida Ambarawa. Secara umum penelitian ini mengupayakan peningkatan kreativitas dan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran AIR dengan Strategi Peninjauan Kembali. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Yasmida Ambarawa yang berjumlah 26 orang. Objek penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran Sosiologi dengan menggunakan model pembelajaran AIR dengan Strategi Peninjauan Kembali. Penelitian Tindakan Kelas ini terlaksana dalam 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan kreativitas dan Keaktifan siswa dengan menerapkan pembelajaran model AIR dengan Strategi Peninjauan Kembali. Kreativitas siswa yang dilihat dari semua indikator kreativitas dan Keaktifan siswa mengalami peningkatan. Pada siklus I kreatifitas sebesar 60,66%, pada siklus II sebesar 79,96%, sedangkan keaktifan siswa juga mengalami peningkatan dari 70% menjadi 85%. Kreativitas dapat dilihat dari kemampuan menghasikan banyak gagasan, kemampuan mengemukakan barmacam-macam pemecahan terhadap masalah, kemampuan menemukan jawaban, cenderung memberi jawaban yang lebih banyak, menanggapi pertanyaan yang diajukan, mempunyai banyak pertanyaan, dan mampu menguraikan sesuatu secara terperinci. Keaktifan siswa dilihat dari mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta. Siswa dapat menyimak, berfikir, berbagi dalam kelompok, serta mengulas materi dengan senang sehingga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengasah kemampuannya sendiri, bertanggung jawab, dan adanya kepercayaan terhadap diri sendiri. Kata Kunci : Model AIR (Auditory, Intellectually, Repetition), Strategi Peninjauan Kembali, Kreativitas dan Keaktifan.
MANAJEMEN “SEKOLAH KAOETAMAAN ISTRI” RADEN DEWI SARTIKA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KAUM WANITA SUNDA: Indonesia Tatang Ibrahim
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Idarah Vol. 3 No. 1 (2018): Vol. 3 No. 1 Januari 2018
Publisher : STIT PRINGSEWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54892/jmpialidarah.v3i1.30

Abstract

Abstract This study aims to reveal information about his struggle in improving the quality of education of Sundanese women, more specifically in their skills. The vision carried by Raden Dewi Sartika is ”Mun jadi awéwé kudu miboga keterampilan, kudu sagala bisa, ambéh bisa hirup”,, the meaning is woman have everything possible in order to live. It means that a woman should be smart (cognitive), polite (affective) to her husband and anyone, and have the skills (psychomotor). The success played by Raden Dewi Sartika in managing his institution, certainly not without reason. He applied the management education in accordance with the conditions at that time. A good institution can not be separated from the implementation of good management as well. The study of management applied by Raden Dewi Sartika is the subject of management's perspective. This research uses qualitative approach with descriptive analytic method. The method used is observation and documentation. Data analysis phase is data reduction, as well as conclusion and verification (Conclusion and verification). The management of Raden Dewi Sartika in managing hereducation has followed the management concepts by J. David Hanger, this can be seen directly in the implementation of the environment, planning, management, supervision and evaluation. In this connection the authors are interested to conduct research on the management carried out by Raden Dewi Sartika in managing his education named Sekolah Kautamaan Istri. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap informasi tentang perjuangan Raden Dewi Sartika dalam meningkatkan mutu pendidikan wanita Sunda, lebih khusus dalam keterampilannya. Visi keterampilan yang ditekankan Raden Dewi Sartika adalah ”Mun jadi awéwé kudu miboga keterampilan, kudu sagala bisa, ambéh bisa hirup”, artinya kalau jadi perempuan harus segala bisa agar bisa hidup). Artinya seorang perempuan harus pintar (kognitif), sopan (afektif ) kepada suami dan kepada siapa saja, dan memiliki keterampilan (psikomotor). Keberhasil yang diperankan oleh Raden Dewi Sartika dalam mengelola lembaganya, tentu bukan tanpa alasan. Ia menerapkan manajemen pendidikan yang sesuai dengan kondisi pada waktu itu. Lembaga yang baik tidak terlepas dari penerapan manajemen yang baik pula. Kajian mengenai manajemen yang diterapkan oleh Raden Dewi Sartika menjadi pokok bahasan dari perspektif manajemen. Pendekatan menggunakan kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Metode yang digunakan observasi dan dokumentasi. Tahap analisis datanya adalah reduksi data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi (Conclusion and verification). Manajemen yang dilakukan Raden Dewi Sartika dalam mengelola pendidikannya telah mengikuti konsep-konsep manajemen J. David Hanger, hal ini bisa dilihat langsung dalam pelaksanaan dari lingkungan, perencanaan, pengelolaan, pengawasan dan evaluasi. Dalam kaitan inilah penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang manajemen yang dilakukan oleh Raden Dewi Sartika dalam mengelola pendidikannya yang bernama Sekolah Kautamaan Istri. Kata kunci: Raden Dewi Sartika, Manajemen J. David Hanger, Manajemen, Sekolah Kautamaan Istri
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMK PELITA GEDONG TATAAN : Indonesia Rih Ayuningsih; Muhtarom; Syeh Al Ngarifin
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Idarah Vol. 3 No. 1 (2018): Vol. 3 No. 1 Januari 2018
Publisher : STIT PRINGSEWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54892/jmpialidarah.v3i1.31

Abstract

Abstract This study aims to determine the implementation of Human Resource Management in SMK Pelita Gedong Tataan District Pesawaran. To know the successful implementation of Human Resource Management related to the development of teacher professionalism and discipline in order to improve the quality of education in SMK Pelita Gedong Tataan. This research is a qualitative field research with data collection techniques that are: observation, interview, and documentation. Data analysis in this research is descriptive analysis technique. In implementing Human Resource Management, steps taken by SMK Pelita Gedong Tataan begins with planning everything that will be done in improving the quality of education, such as with the recruitment and selection of educators and education, then planning is organized according to the needs of the school. The next step is the implementation of a predetermined plan and guidance then supervision and evaluation is the final step in implementing Human Resource Management related to teacher professional development and discipline in order to improve the quality of education. Implementation of Human Resource Management in an effort to improve the quality of education in SMK Pelita Gedong Tataan Gedong Tataan District Pesawaran Regency has been quite successful in improving the quality of education. This is indicated by the passing rate of students who reach one hundred percent. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi MSDM di SMK Pelita Gedong Tataan Kebupaten Pesawaran. Untuk mengetahui keberhasilan penerapan MSDM terkait pengembangan profesionalisme guru dan kedisiplinan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di SMK Pelita Gedong Tataan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif lapangan dengan teknik pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini berupa teknik analisis deskriptif. Dalam mengimplementasikan Manajemen Sumber Daya Manusia, langkah langkah yang dilakukan SMK Pelita Gedong Tataan diawali dengan merencanakan segala sesuatu yang akan dilakukan dalam meningkatkan mutu pendidikan, seperti dengan adanya rekrutmen dan seleksi terhadap tenaga pendidik dan kependidikan, kemudian perencanaan tersebut diorganisir sesuai kebutuhan sekolah. Langkah langkah selanjutnya adalah pelaksanaan dari rencana yang telah ditetapkan dan pengarahan kemudian pengawasan serta evaluasi merupakan langkah akhir dalam mengimplementasikan Manajemen Sumber Daya Manusia terkait pengembangan profesioanalisme guru dan kedisiplinan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di SMK Pelita Gedong Tataan Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran telah cukup berhasil meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini terindikasi dari tingkat kelulusan siswa yang mencapai seratus persen. Kata Kunci: Manajemen, Sumber Daya Manusia, Mutu
MANAJEMEN PESERTA DIDIK BERBASIS PESANTREN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DI MADRASAH ALIYAH NURULHUDA PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2016/2017: Indonesia Melisa Agustrianti; Feri Wahyudi; Moh. Masrur
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Idarah Vol. 3 No. 1 (2018): Vol. 3 No. 1 Januari 2018
Publisher : STIT PRINGSEWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54892/jmpialidarah.v3i1.32

Abstract

Abstract This study aims to describe: (1) Implementation of Pesantren Based Student Management in Character Formation, (2) Success of Character Building Through Pesantren Based Student Management, And (3) Supporting Factors And Impediments of Pesantren Based Student Management in Character Building in MA Nurul Huda Pringsewu. The result of research shows that pesantren boarding school management in character formation in MA Nurul Huda Pringsewu use three strategy step, that is moral knowing, moral feeling, and moral action. And in its application using four management functions, namely; (2) Organizing: establishing an organizational structure with the Asatidz Council Pondok Pesantren Nurul Huda Pringsewu (3) Implementation: launches four programs, namely: (a) formal system, (b) non-formal system, (c) organizational system, (d) vocational system. (4) Supervision: direct supervision and through evaluation of Headmaster along with Nurse and Board of Asatidz Pondok Pesantren Nurul Huda Pringsewu. The successful management of pesantren-based learners in the formation of these characters can be seen from the achievement of existing indicators in the field, that is, there are ten values of characters that are formed: religious, honest, tolerance, discipline, self-reliant, friendly / communicative, democratic and respectful. While supporting factors and inhibiting the management of pesantren-based learner in the formation of character in MA Nurul Huda Pringsewu, supporting factors ayaitu: (a) motivation kyai, ustadz / teacher, and students who support, (b) adequate learning media, (c) climate and the tradition of pesantren that supports, (d) the figuration of kyai and ustadz / teacher as concrete examples, (e) vocational programs with adequate media, and (f) intimate communication between institutions and society. The inhibiting factors include: (a) inadequate learning media care standards, (b) pesantren traditions with simplicity, (c) lack of critical culture, (d) uneven activity effectiveness, and (e) negative external cultures. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Penerapan Manajemen Peserta Didik Berbasis Pesantren Dalam Pembentukan Karakter, (2) Keberhasilan Pembentukan Karakter Melalui Manajemen Peserta Didik Berbasis Pesantren, Dan (3) Faktor Pendukung Dan Penghambat Manajemen Peserta Didik Berbasis Pesantren Dalam Pembentukan Karakter di MA Nurul Huda Pringsewu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, manajemen pesertadidik berbasis pesantren dalam pembentukan karakter di MA Nurul Huda Pringsewu menggunakan tiga langkah strategi, yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral action. Dan dalam aplikasinya menggunakan empat fungsi manajemen, yaitu; (1) Perencanaan: (a) menentukan nilai-nilai karakter yang diprioritaskan, (b) melakukan sosialisasi, (c) mempersiapkan program harian, dan (d) melaksanakan pembiasaan dalam perilaku keseharian.(2) Pengorganisasian: membentuk struktur organisasi dengan Dewan Asatidz Pondok Pesantren Nurul Huda Pringsewu.(3) Pelaksanaan: mencanangkan empat program, yaitu: (a) sistem formal, (b) sistem non formal, (c) system organisasi, (d) system vokasional. (4) Pengawasan: pengawasan langsung dan melalui evaluasi Kepala Sekolah bersama Dengan Pengasuh Dan Dewan Asatidz Pondok Pesantren Nurul Huda Pringsewu. Keberhasilan manajemen peserta didik berbasis pesantren dalam pembentukan karakter ini dapat dilihat dari ketercapaian indikator yang ada di lapangan, yaitu ada sepuluh nilai karakter yang terbentuk: religius, jujur, toleransi, disiplin, mandiri, bersahabat/komunikatif, gemar membaca, peduli lingkungan, kreatif, demokratis dan hormat/menghargai. Sedangkan factor pendukung dan penghambat manajemen peserta didik berbasis pesantren dalam pembentukan karakter di MA Nurul Huda Pringsewu, factor pendukungny ayaitu: (a) motivasi kyai, ustadz/guru, dan siswa yang menunjang, (b) media pembelajaran yang memadai, (c) iklim dan tradisi pesantren yang mendukung, (d) figurisasi kyai dan ustadz/guru sebagai teladan konkrit, (e) program vokasional dengan media yang memadai, dan (f) komunikasi yang akrab antara lembaga dengan masyarakat. Sedang factor penghambat meliputi:(a) standar perawatan media pembelajaran belum memadai, (b) tradisi pesantren dengan corak kesederhanaannya, (c) minimnya budaya kritis, (d) efektivitas kegiatan belum merata, dan (e) budaya negative dari luar. Kata kunci: Manajemen PesertaDidik, Pesantren, Pembentukan Karakter
KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA MAHASISWA DENGAN GAYA BELAJAR SEKUENSIAL DALAM MENYELESAIKAN MASALAH STATISTIKA : Indonesia Khusnul Khotimah; M Farid Nasrulloh
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Idarah Vol. 3 No. 2 (2018): Vol. 3 No. 2 Juli 2018
Publisher : STIT PRINGSEWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54892/jmpialidarah.v3i2.33

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika pada mahasiswa dengan gaya belajar sekuensial dalam menyelesaikan masalah statistika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan memberikan angket gaya belajar, memberikan tugas pemecahan masalah, kemudian memilih salah satu hasil tes untuk di deskripsikan. Analisis data dilakukan dengan cara, mengumpulkan data, mereduksi data, dan memverifikasi data. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah subjek sekuensial memiliki kemampuan literasi pada level 1 yaitu Menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan soal rutin dan namun masih blom dapat menyelesaikan masalah yang konteksnya umum . Subjek sekuensial memiliki kemampuan literasi pada level 2 yaitu dapat menyelesaikan masalah dengan rumus. subyek sekuensial belum bisa Melaksanakan prosedur dengan baik dalam menyelesaikan soal serta belum bisa memilih strategi pemecahan masalah, sesuai dengan level 3. Subjek sekuensial cukup bekerja secara efektif dengan model dan dapat memilih serta mengintegrasikan representasi yang berbeda, kemudian menghubungkannya dengan dunia nyata sesuai dengan level 4.Subjek sekuensial memiliki kemampuan literasi pada level 5 yaitu Bekerja dengan model untuk situasi yang kompleks. Subyek telah dapat menunjukkan variasi ketahanan yang lebih baik dengan koefisien variasi, namun belum mampu menggunakan penalaran dalam menyelesaikan masalah matematis dan dapat membuat generalisasisesuai level 6. Kata Kunci : kemampuan literasi matematika, gaya belajar sekuensial dan statistika Abstract The purpose of this study is to describe the mathematical literacy skill in students with sequential learning styles in solving statistical problems. This research is a qualitative research. The process of collecting data in this study is done by giving a questionnaire learning style, providing problem-solving tasks, then choose one of the test results to be described. Data analysis is done by collecting data, reducing data, and verifying data. The results obtained in this study are sequential subjects have literacy skills at level 1 that is Using knowledge to solve routine problems and yet still blom can solve the problem of the general context. The sequential subject has a literacy skill at level 2 that can solve problems with formulas. sequential subjects have not been able to carry out the procedures well in solving the problem and have not been able to choose a problem-solving strategy, according to level 3. Sequential subjects simply work effectively with the model and can choose and integrate different representations, then connect it with the real world according to level 4 . Sequential subjects have literacy skills at level 5 ie Working with models for complex situations. The subject has been able to show better variation of endurance with the coefficient of variation, but has not been able to use reasoning in solving mathematical problems and can make generalizations according to level 6. Keyword : mathematics literacy skills, sequential learning styles and statistics
MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI AK2 DI SMK PELITA GEDONGTATAAN : Indonesia Wais Al Qurni; Evi Gusliana; Ruly Nadian Sari
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Idarah Vol. 3 No. 2 (2018): Vol. 3 No. 2 Juli 2018
Publisher : STIT PRINGSEWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54892/jmpialidarah.v3i2.34

Abstract

ABSTRACT In general Islamic Religious Education is a subject developed from the basic teachings contained in Islam. So the lessons of Islamic Religious Education not only deliver the students to master the various teachings of Islam. But the important thing is how learners can practice those teachings in everyday life. Management learning Islamic Religious Education is an attempt by teachers in managing learning so that learning can improve students' learning motivation. Therefore, learning management is very important in a teaching and learning activities. motivation Learning in SMK Pelita Gedongtataan. This research uses qualitative research. Data collection was done through observation method, interview / interview, and documentation, questionnaire. The informants were the Headmaster, Waka Curriculum, and PAI Teachers as well as the AKI Class XI. Meanwhile, to analyze the data using qualitative descriptive analysis technique, that is to describe and interpret the data that has been in can so describe the actual reality in accordance with the existing phenomenon. Result of research indicate that planning of learning of PAI in SMK Pelita Gedongtataan is PAI teacher to make learning plan according to the material that will be submitted, implementation of learning of PAI in SMK Pelita Gedongtataan in accordance with what has been planned by PAI teacher that exist, and teacher of PAI also use some how to improve the motivation of learners in following the learning activities, evaluation of learning PAI in SMK Pelita Gedongtataan goal is to know the extent to which students can understand the material and also can improve the learning motivation learners so that the results obtained in accordance with what is expected. Result of research from learning management of PAI in improving student's motivation of class XI AK2 SMK Pelita Gedongtataan is good enough, although still far from level of perfection. ABSTRAK Secara umum Pendidikan Agama Islam merupakan mata pelajaran yang di kembangkan dari ajaranajaran dasar yang terdapat dalam agama Islam. Maka pelajaran Pendidikan Agama Islam tidak hanya mengantarkan peserta didik untuk menguasai berbagai ajaran Islam. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana peserta didik dapat mengamalkan ajaran-ajaran itu dalam kehidupan sehari-hari. Manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan sebuah usaha yang dilakukan guru dalam mengelola pembelajaran agar pembelajaran yang dilakukan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu manajemen pembelajaran sangat penting sekali dalam suatu kegiatan belajar mengajar. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana manajemen pembelajaran PAI dalam meningkatkan motivasi Belajar di SMK Pelita Gedongtataan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitataif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, interview/wawancara, dan dokumentasi, angket. Informannya adalah Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, dan Guru PAI serta kelas XI AK2. Sedangkan untuk menganalisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu mendiskripsikan dan menginterprestasikan data yang telah di dapat sehingga mengambarkan realitas yang sebenarnya sesuai dengan fenomena yang ada. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Perencanaan pembelajaran PAI di SMK Pelita Gedongtataan adalah Guru PAI membuat perencanaan pembelajarannya sesuai dengan materi yang akan disampaikan, pelaksanaan pembelajaran PAI di SMK Pelita Gedongtataan sesuai dengan apa yang telah direncanakan oleh Guru PAI yang ada, dan guru PAI juga menggunakan beberapa cara untuk meningkatkan motivasi peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, evaluasi pembelajaran PAI di SMK Pelita Gedongtataan tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana siswa dapat memahami materi dan juga dapat meningkatkan lagi motivasi belajar peserta didik agar hasil yang didapat sesuai dengan apa yang diharapkan. Hasil penelitian dari manajemen pembelajaran PAI dalam meningkatakan Motivasi belajar siswa kelas XI AK2 SMK Pelita Gedongtataan sudah cukup baik, meskipun masih jauh dari tingkat kesempurnaan. Kata kunci: Manajemen Pembelajaran PAI, Motivasi Belajar Siswa
PENGARUH MANAJEMEN KEPENGURUSAN PESANTREN TERHADAP BUDAYA MEMBACA AL- QUR’AN DI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA PRINGSEWU : Indonesia Muhtarom; Nur ‘Aida Fitriani; Salamun
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Idarah Vol. 3 No. 2 (2018): Vol. 3 No. 2 Juli 2018
Publisher : STIT PRINGSEWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54892/jmpialidarah.v3i2.36

Abstract

Abstract This study aims to determine the effect of management of boarding boarding the culture of reading alQur'an in boarding school nurul huda pringsewu. This research is a quantitative research by taking sample of 24 santri daughter of second grade B madrasah diniyah nurul huda. Data collection method in this research is using observation method, questionnaire and documentation. In this study used two variables, namely management of boarding board as a dependent variable (X) and the culture of reading the Qur'an free variable (Y). Analysis of research instruments include validity and reliability test. The data analysis used is linear analysis. The results of this study indicate that management of boarding school in boarding school nurul huda pringsewu is in a strong category with a value of .716 and the culture of reading the Qur'an is in a strong category with indigo .747. result of linear analysis, management of boarding board to culture of reading al-Qur'an show that value of signification coefficient 0,787 with alpha value 0,05. This means there is a significant influence between management of boarding boarding to the culture of reading al-Qur'an in boarding school nurul huda pringsewu academic year 2016/2017. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen kepengurusan pesantren terhadap budaya membaca al-Qur’an di pondok pesantren nurul huda pringsewu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan mengambil sample 24 santri putri kelas dua B madrasah diniyah nurul huda. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode observasi, angket dan dokumentasi. Dalam penelitian ini digunakan dua variabel yaitu manajemen kepengurusan pesantren sebagai variable terikat (X) dan budaya membaca al-Qur’an variable bebas (Y). Analisis instrument penelitian meliputi uji validitas dan reabilitas. Analisis data yang digunakan adalah analisis linier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen kepengurusan pesantren di pondok pesantren nurul huda pringsewu berada pada katagori kuat dengan nilai .716 dan budaya membaca al-Qur’an berada pada katagori kuat dengan nila .747. hasil analisis linier, manajemen kepengurusan pesantren terhadap budaya membaca al-Qur’an menunjukkan bahwa nilai koefisien signifikasi 0,787 dengan nilai alpha 0,05. Hal ini berarti ada pengaruh yang signifikan antara manajemen kepengurusan pesantren terhadap budaya membaca al-Qur’an di pondok pesantren nurul huda pringsewu tahun ajaran 2016/2017. Keywords: management of boarding school, culture of reading al- Qur'an
PENDIDIKAN ISLAM DAN PENYIAPAN BONUS DEMOGRAFI INDONESIA TAHUN 2045 : Indonesia Nailatul Muna
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Idarah Vol. 3 No. 2 (2018): Vol. 3 No. 2 Juli 2018
Publisher : STIT PRINGSEWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54892/jmpialidarah.v3i2.37

Abstract

Abstrak Bonus Demografi merupakan fenomena kependudukan yang menarik untuk dikaji. Bonus demografi dapat memberikan berkah bagi bangsa Indonesia dan kesempatan besar untuk mengubah masa depan bangsa Indonesia. Bonus demografi merupakan periode emas atau generasi emas untuk mempersiapakan generasi baru dalam memasuki tahun 2045, ketika Indonesia memasuki satu abad kemerdekaannya. Bonus demografi ditandai dengan banyaknya usia produktif dari pada usia non produktif, dengan banyaknya usia produktif ini diharapkan dapat memajukan Indonesia dengan cara mempersiapakan secara matang peluang yang akan muncul ketika fenomena bonus demografi salah satunya melalui sektor pendidikan. Pendidikan pada umumnya dan pendidikan islam pada khususnya mempunyai peranan sangat penting bagi kehidupan umat manusia agar manusia dapat mengarungi kehidupan di dunia dan memperoleh kemenangan yang hakiki. Era bonus demografi diharapkan para generasi muda tidak hanya memiliki kecerdasan dan produktifitas, akan tetapi juga harus memiliki karakter yang kuat. Melalui pendidikan islam diharapkan dapat membangu karater ( Caracter Building) yang membentuk generasi emas menjadi insan beriman, berpengetahuan tinggi, berakhlak mulia, tekun beribadah, berjiwa sosial, dan bertaqwa. Kata Kunci : Bonus Demografi,Pendidikan Islam Abstract The bonus is the phenomenon of population Demographics that are interesting to review. The demographic bonus can give a blessing to the people of Indonesia and a great chance to change the future of the nation of Indonesia. Bonus demographics is golden or golden generation period for preparing the new generation in the year 2045. The year when Indonesia enters a century of independence. Demographic bonus is marked with the number of productive age in the age of non productive, with the number of productive age is expected to advance by way of Indonesia set up in ripe opportunities which will arise when the phenomenon through one demographic bonus education sector. Education education in General and Islamic education in particular have a very important role for the life of humanity so that humans can navigate through life in the world and gained a substantial victory. In an era of demographic bonus expected the younger generation not only have the intelligence and productivity, but must also have a strong character. Through Islamic education is expected to be constructed karater (Caracter Building) that make up the golden generation of the faithful, knowledgeable employees become a high, noble character, diligent worship, social status, and soulless. Keywords: Demographic bonus, Islamic education, Caracter Building