Jurnal Jamu Indonesia
Jurnal Jamu Indonesia (JJI) didedikasikan untuk pertukaran informasi dan pemahaman keilmuan yang meluas mengenai pengembangan dunia jamu melalui penerbitan makalah-makalah Ilmiah. Tema makalah ilmiah yang menjadi lingkup JJI meliputi tema riset jamu dari hulu kehilir yang tidak terbatas pada riset etnobotani dan pengetahuan lokal, eksplorasi, Konservasi, Domestikasi sumberdaya hayati terkait jamu, pemuliaan varietas, pengembangan Good Agricultural and Collection Practices (GACP) bahan baku jamu, pengembangan standar bahan baku dan produk jamu, pengembangan produk jamu, Identifikasi senyawa aktif serta sintesisnya, Mekanisme kerja bioaktivitas formula jamu, aspek sosial dan ekonomi terkait dengan pengembangan jamu.
Articles
137 Documents
Penentuan Aktivitas Gabungan Ekstrak Etanol Pulosari (Alyxia reinwardtii) dan Secang (Sappan Lignum) Sebagai Inhibitor Tirosinase Yang Potensial Untuk Bahan Kosmetik Melalui Pendekatan In Silico dan In Vitro
Fadilah Fadilah;
Aryo Tedjo;
Rudi Heryanto
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 1 No. 1 (2016): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (974.021 KB)
|
DOI: 10.29244/jji.v1i1.4
Tirosinase atau fenol oksidase adalah enzim utama yang terlibat dalam biosintesis melanin. Untuk menghindari produksi melanin secara berlebihan pada lapisan epidermal, maka dicari senyawa yang mampu menghambat tirosinase sehingga dapat digunakan sebagai bahan pemutih kulit. Inhibitor enzim tirosinase dapat diperoleh dari senyawa bahan alam diantaranya, polifenol, kumarin, stilben sebagai pengganti senyawa sintetik. Tirosinase telah diketahui struktur molekular sehingga dapat diketahui mekanisme kerjanya melaui uji in-silico dan pembuktian secara in-vitro. Penelitian ini digunakan untuk mendeteksi keefektifan gabungan dari ekstrak etanol pulosari (Alyxia reinwardtii) dan secang (Sappan lignum) sebagai inhibitor tirosinase. Dari hasil in-silico pengujian aktivitas inhibisi tirosinase menggunakan software MOE 2008 menunjukkan bahwa dalam ekstrak etanol dari secang yaitu senyawa brazilin dan rhamnitin berturut-turut memiliki nilai ∆G -15.6582 kkal/mol, -13.3378 kkal/mol dengan inhibisi 10.021 μM, 8.331 μM dan Hdon-acc 6, 8. Sedangkan dalam ektrak etanol dari pulosari dengan senyawa scopoletin dan zhebeiresinol berturut-turut memiliki nilai ∆G -12.1661 kkal/mol; -13.8982 kkal/mol dengan inhibisi 7.279 μM; 9.104 μM dan Hdon-acc 5 dan 6. Sedangkan senyawa parameter L-DOPA dan pembanding asam kojat berturut-turut memiliki nilai ∆G -9.8247 kkal/mol; -8.8047 kkal/mol dengan inhibisi 5.592 μM; 4.976 μM dan Hdon-acc 3; 3. Dari pembuktian secara in-vitro menunjukkan bahwa uji aktivitas inhibisi tirosinase berturut-turut dari secang (Sl), pulosari (Ar), gabungan Sl dan Ar dengan pembanding asam kojat memiliki nilai IC50 berturut-turut 797.090 ppm, 1962.934 ppm, 571.352 ppm dan 93.557 ppm. Sehingga dari hasil in-silico dan in-vitro disimpulkan bahwa penggabungan antara pulosari dan secang memiliki tingkat IC50 lebih baik dibandingkan pemberian masing-masing ekstrak.
Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Ekstrak Daun Pometia pinnata
Harlinda Kuspradini;
Whicliffe Fiernaleonardo Pasedan;
Irawan Wijaya Kusuma
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 1 No. 1 (2016): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1023.94 KB)
|
DOI: 10.29244/jji.v1i1.5
Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas antioksidan dan antibakteri berbagai jenis ekstrak daun Pometia pinnata. Kegiatan yang dilakukan meliputi proses ekstraksi daun Pometia pinnata dari Kalimantan Timur dengan teknik maserasi bertingkat menggunakan 3 pelarut: n-heksana, etil asetat, dan etanol. Ekstrak tersebut kemudian dievaluasi aktivitas antioksidan dan antimikrobanya.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun P. pinnata mengandung alkaloid, tannin, dan kumarin. Hasil pengujian antioksidan dengan metode peredaman radikal bebas DPPH, pada konsentrasi 100 ppm menunjukkan aktivitas antioksidan yang tinggi dengan nilai 89,23%, 89,23% dan 90,38% pada masing-masing ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol. Nilai antioksidan menunjukkan nilai yang hampir sama dengan antioksidan vitamin C sebesar 96 pada konsentrasi 25. Hasil pengujian antimikroba dengan metode pewarnaan 2, 3, 5-triphenyl tetrazolium chloride (TTC) menunjukkan bahwa ekstrak daun P. pinnata memiliki kemampuan yang cukup kuat dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans, Streptococcus sobrinus, Escherichia coli kecuali terhadap Propionibacterium acne.
Editorialboards
Waras Nurcholis
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 4 No. 1 (2019): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (678.215 KB)
|
DOI: 10.29244/jji.v4i1.83
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayahNya, Jurnal Jamu Indonesia Volume 4 No 1 tahun 2019 dapat diterbitkan. Jurnal Jamu Indonesia merupakan media untuk diseminasi hasil penelitian yang berkaitan dengan jamu di Indonesia. Jamu telah dikenal lama penduduk Indonesia sebagai salah satu pengobatan. Berbagai tanaman di Indonesia sangat berpotensi sebagai jamu. Penelitian tanaman obat dari bagian daun, batang, dan rimpang tanaman telah banyak dilakukan dan terus berkembang. Naskah dalam edisi ini membahas khasiat antidiabetes dari ekstrak biji nangka dan jamu JAMSI, penggunaan amilum dari sukun sebagai bahan pembuatan tablet kunyah ekstrak daun jambu biji, dan khasiat antibakteri dari tanaman paku Stenochlaena palustris dan Pteridium caudatum. Selain aspek khasiat, pada edisi ini juga membahas penggunaan sistem informasi untuk melakukan manajemen pengetahuan berbasis ontologi terkait dengan tumbuhan obat dan senyawa yang dikandungnya. Redaksi mengucapkan terima kasih kepada seluruh penulis atas partisipasinya dalam berbagi hasil penelitiannya melalui publikasi di Jurnal Jamu Indonesia. Redaksi juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh reviewer atas partisipasinya dalam meningkatkan kualitas tulisan naskah jurnal di edisi ini. Semua hasil karya tersebut akan diarsipkan sebagai dokumentasi berharga demi terjaganya informasi yang dapat menjadi sumber pengembangan ilmu pengetahuan di masa depan. Kontribusi publikasi peneliti-peneliti dan pejuang Jamu Indonesia terus kami harapkan untuk dapat disampaikan di dalam Jurnal Jamu Indonesia ini. Peningkatan kontribusi jumlah dan kualitas tulisan yang telah dan akan dimasukkan akan dapat membantu pengembangan jurnal ini, dan pada saatnya diharapkan juga dapat menjadikan Jurnal Jamu Indonesia menjadi referensi baik secara nasional, maupun internasional. Maret 2019 Waras Nurcholis Wakil Dewan Redaksi
Analisis Ramuan Jamu Antihipertensi di Rumah Riset Jamu Hortus Medicus Tawangmangu Periode Januari-Juni 2017
Danang Ardiyanto;
Tyas Friska Dewi
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1068.437 KB)
|
DOI: 10.29244/jji.v4i2.128
Salah satu penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi tinggi di dunia adalah hipertensi. Selain menggunakan pengobatan konvensional, penatalaksanaan hipertensi dapat ditangani dengan jamu. Penelitian bertujuan memeroleh gambaran penggunaan, persentase keberhasilan terapi dan jenis kelamin serta frekuensi terapi, dengan keberhasilan terapi ramuan jamu antihipertensi di Rumah Riset Jamu (RRJ) Hortus Medicus. Desain penelitian menggunakan potong lintang dengan rancangan observasional deskriptif. Observasi dilakukan pada data sekunder berupa rekam medik. Ramuan antihipertensi yang digunakan di RRJ periode Januari-Juni 2017 adalah ramuan I terdiri dari tanaman obat Apium graveolens‚ Centella asiatica‚ Orthosiphon stamineus dan Imperata cylindrica dengan 70 resep (70%). Ramuan II terdiri dari Apium graveolens‚ Centella asiatica‚ Orthosiphon stamineus‚ dan Imperata cylindrica dan Sonchus arvensis dengan 20 resep (20%). Ramuan III terdiri dari Apium graveolens‚ Centella asiatica dan Orthosiphon stamineus dengan 10 resep (10%). Persentase keberhasilan terapi ramuan jamu 1‚ 2‚ dan 3 berturut-turut adalah 80%‚ 60%‚ dan 50%. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan terapi adalah jenis kelamin dan frekuensi terapi. Jenis kelamin tidak memiliki korelasi yang signifikan dengan keberhasilan terapi hipertensi dengan nilai p=0‚705 (p>0‚05)‚ dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 1‚151. Faktor frekuensi terapi juga tidak memiliki korelasi yang signifikan dengan keberhasilan terapi hipertensi dengan nilai p=0‚420 (p>0‚05)‚ dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 3‚421.
Respon Pertumbuhan, Produksi dan Kualitas Daun Duduk (Desmodium triquetrum (L.) D.C.) terhadap Ketinggian Tempat Budidaya
Fauzi;
Dyah Subositi
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1169.199 KB)
|
DOI: 10.29244/jji.v4i2.129
Daun duduk (Desmodium triquetrum (L.) DC.) merupakan tumbuhan obat yang mengandung senyawa flavonoid, saponin, polifenol dan trigonelin. Tanaman ini di Indonesia tersebar di pulau Jawa, Madura dan Sumatera. Tumbuh dari daerah dataran rendah sampai dataran tinggi pada ketinggian 5 - 1.500 m dpl, sampai saat ini belum banyak dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketinggian tempat tumbuh yang optimal bagi pertumbuhan, produksi dan kualitas daun duduk. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional pada bulan Januari – September 2016. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok, faktor perlakuan yang dicobakan adalah ketinggian lokasi penanaman yaitu 200, 450 dan 1.200 m dpl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian tempat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan, produksi dan kadar flavonoid daun duduk. Tinggi tanaman tertinggi (179,90 cm) diperoleh pada penanaman di ketinggian 1.200 m dpl. Jumlah dan bobot kering daun tertinggi dihasilkan pada penanaman di ketinggian 200 m dpl. Kadar sari larut air (19,73 %), kadar sari larut etanol (18,28 %), dan kadar flavonoid (0,249 %) yang tertinggi diperoleh di ketinggian 450 m dpl.
Skrining Aktivitas Anti Tuberkulosis Tumbuhan Obat Riset Tumbuhan Obat dan Jamu 2012
Galuh Ratnawati;
Nita Supriyati
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1199.493 KB)
|
DOI: 10.29244/jji.v4i2.130
Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular penting di dunia dan ditetapkan sebagai global emergency oleh World Health Organization (WHO). Indonesia menjadi salah satu negara dengan insidensi tuberkulosis tertinggi di dunia, yaitu peringkat kedua setelah India pada tahun 2015 dengan jumlah penderita mencapai 1.020.000 jiwa. Penelitian Ristoja 2012 telah menghasilkan data yang besar terkait tanaman obat dan manfaatnya untuk beberapa gejala penyakit. Data hasil Ristoja memuat daftar tumbuhan dan khasiatnya, salah satunya adalah untuk pengobatan tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tumbuhan obat yang memiliki potensi anti tuberkulosis berdasarkan data Penelitian Ristoja 2012. Penelitian menggunakan 29 sampel tumbuhan tunggal dan 15 ramuan yang dari data Ristoja 2012 merupakan tumbuhan untuk TBC berdasarkan informasi penyehat tradisonal. Uji kepekaan dilakukan menggunakan metode proporsi agar pada media LJ Modified Agar. Sampel tumbuhan yang telah berbentuk simplisia diserbuk selanjutnya dibuat dalam bentuk infusa dan ekstrak air. Selanjutnya infusa dan ekstrak air diujikan menggunakan kultur bakteri MTB H37Rv konsentrasi 106 cfu/ ml pada media LJ Modified Agar selama 3 minggu berdasarkan metode yang digunakan Laboratorium TB FK UGM. Konsentrasi infusa dan ekstrak air yang digunakan adalah 50 mg/ ml dan 25 mg/ ml. Hasil menunjukkan pada dosis 50 mg/ ml sebanyak 9 ekstrak tunggal, antara lain Blumea balsamifera, Clausena excavata, Pluchea indica; dan dosis 25 mg/ ml sebanyak 2 ekstrak tunggal yaitu Angiopteris evecta dan Arenga pinnata serta 1 infusa 5% tanaman tunggal yaitu Caesalpinia sappan L. menghambat pertumbuhan bakteri. Dan pada dosis 50 mg/ ml sebanyak satu infus ramuan dan dosis 25 mg/ ml sebanyak dua ekstrak ramuan.
Uji Efektivitas Antihiperglikemia Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam.) dan Gambaran Histopatologi Pankreas Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) yang Diinduksi Streptozotocin
Joni Tandi;
Ida Yanti Palinggi;
Seblin Tonapa Rammang;
Tien Wahyu Handayani
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (16854.593 KB)
|
DOI: 10.29244/jji.v4i2.131
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek penurunan kadar glukosa darah dan gambaran histopatologi pankreas dari daun kelor pada tikus putih jantan, serta senyawa metabolit sekunder pada ekstrak fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi etanol-air. Pengujian menggunakan 35 ekor tikus dibagi menjadi tujuh kelompok dengan perlakuan yaitu kelompok kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif metformin, kontrol positif simvastatin, dan kelompok uji (fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi etanol air) dengan dosis 300 mg/kg BB. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada hari ke-0, 35, 42 dan 49 setelah diberi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat senyawa metabolit sekunder fraksi etil asetat dan etanol air yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tannin dan steroid. Fraksi n-heksan hanya terdapat saponin. Fraksi etanol air ekstrak daun kelor pada dosis 300 mg/kg BB yang memiliki efek penurunan kadar glukosa darah sebesar 114,6 (mg/dL) dan nilai kerusakan pancreas rata-rata 2. Lebih baik dibandingkan dengan fraksi n-heksan dan etil asetat.
Docking Molekular dari Trigonella foenum-graceum sebagai Antidiabetes menggunakan Molegro Virtual Docking
Andri Prasetiyo;
Esti Mumpuni;
Raymond R. Tjandrawinata
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1082.68 KB)
|
DOI: 10.29244/jji.v4i2.132
Trigonella foenum-graceum atau fenugreek digunakan secara luas sebagai obat tradisional untuk pengobatan diabetes tetapi mekanisme kerjanya masih belum jelas. Penelitian bertujuan memprediksi senyawa dalam fenugreek yang berkhasiat sebagai antidiabetes secara in-silico dengan menggunakan perangkat lunak Molegro Virtual Docking . Docking dilakukan 10 Senyawa uji dalam fenugreek yaitu 4-hidroxyisoleucine, coumarine, diosgenin, galactomannan, isovitexin, quarcetin, tigogenin, trigoneline, vitexin dan yamogenin dengan 3 reseptor yaitu sugar beet alpha-glucosidase- (PDB ID : 3W37), human dipeptidyl peptidase-4 (PDB ID : 1X70), human peroxisome proliferator activated gamma (PDB: 2PRG) serta senyawa pembanding acarbose, sitagliptin dan rosiglitazone. Dari 10 senyawa uji, galactomanann memiliki nilai Rerank Score/RS paling rendah di dua reseptor yaitu alpha glucosidase dan peroxisome proliferator activated gamma dengan nilai berturut turut -116.56 kcal/mol dan -131.18 kcal/mol dan nilai RS acarbose -113.60 kcal/mol dan rosiglitazone -124.54 kcal/mol . Dari 10 senyawa uji, tigogenin memiliki nilai RS paling rendah direseptor dipeptidyl peptidase-4 dengan nilai RS -86.54 kcal/mol dan nilai RS sitagliptin -87.02 kcal/mol. Berdasarkan nilai RS, galactomannan diprediksi memiliki aktivitas antidiabetes yang bekerja pada reseptor alpha-glucosidase dan peroxisome proliferator activated gamma sedangkan tigogenin diprediksi memiliki aktivitas antidiabetes yang bekerja pada reseptor dipeptidyl peptidase-4.
Editorialboards
Waras Nurcholis
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (701.981 KB)
|
DOI: 10.29244/jji.v4i2.133
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayahNya, Jurnal Jamu Indonesia Volume 4 No 2 tahun 2019 dapat diterbitkan. Jurnal Jamu Indonesia merupakan media untuk diseminasi hasil penelitian yang berkaitan dengan jamu di Indonesia. Jamu telah dikenal lama penduduk Indonesia sebagai salah satu pengobatan. Berbagai tanaman di Indonesia sangat berpotensi sebagai jamu. Penelitian tanaman obat dari bagian daun, batang, dan rimpang tanaman telah banyak dilakukan dan terus berkembang. Naskah dalam edisi ini membahas analisis ramuan jamu antihipertensi, analisis performa pertumbuhan dan produktivitas daun duduk (Desmodium triquetrum (L.) D.C.) terhadap ketinggian tempat, khasiat antihiperglikemia daun kelor, khasiat antimikroba tanaman paku, dan khasiat jamu antidiabetes secara in vivo pada tikus. Redaksi mengucapkan terima kasih kepada seluruh penulis atas partisipasinya dalam berbagi hasil penelitiannya melalui publikasi di Jurnal Jamu Indonesia. Redaksi juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh reviewer atas partisipasinya dalam meningkatkan kualitas tulisan naskah jurnal di edisi ini. Semua hasil karya tersebut akan diarsipkan sebagai dokumentasi berharga demi terjaganya informasi yang dapat menjadi sumber pengembangan ilmu pengetahuan di masa depan. Kontribusi publikasi peneliti-peneliti dan pejuang Jamu Indonesia terus kami harapkan untuk dapat disampaikan di dalam Jurnal Jamu Indonesia ini. Peningkatan kontribusi jumlah dan kualitas tulisan yang telah dan akan dimasukkan akan dapat membantu pengembangan jurnal ini, dan pada saatnya diharapkan juga dapat menjadikan Jurnal Jamu Indonesia menjadi referensi baik secara nasional, maupun internasional. Juni 2019Waras NurcholisWakil Dewan Redaksi
Pengaruh Naungan dan Variasi Sumber Pupuk Organik Cair terhadap Kadar Flavonoid Daun Bangun Bangun (Plectranthus amboinicus (Lour) Spreng)
Sofa Farida;
Dian Susanti;
Alifia Yuniarachma
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 4 No. 3 (2019): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1195.13 KB)
|
DOI: 10.29244/jji.v4i3.152
Bangun-bangun [Plectranthus amboinicus (Lour.) Spreng] termasuk famili Lamiaceae yang memiliki aktivitas sebagai urolithiasis, fungitoxic, anti-bakteri, anti-malaria dan anti-radang. Lingkungan tumbuhan dan sistem budidaya bangun-bangun dapat mempengaruhi kadar senyawa metabolit sekunder terutama flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan flavonoid total daun bangun-bangun dengan perlakuan naungan dan pupuk organik cair. Desain eksperimen menggunakan rancangan acak kelompok faktorial. Faktor pertama adalah variasi pupuk organik cair (0% / tanpa pupuk organik cair, 100% daun kedelai, 100% batang pisang, jerami: sayuran 30%: 70%), sedangkan faktor kedua adalah empat tingkat persentase naungan (0 % / tanpa naungan, 40%, 60%, dan 80%). Oleh karena itu, terdapat 16 kombinasi perlakuan dengan masing-masing perlakuan diulang tiga kali, sehingga terdapat 48 unit percobaan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Terpadu dan Kebun Produksi Karangpandan B2P2TO-OT selama bulan Juli-Oktober 2018. Perhitungan total flavonoid dilakukan dengan menggunakan metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara kedua faktor tersebut dan flavonoid total tidak berbeda nyata antar kelompok perlakuan. Namun, kelompok pupuk batang pisang dengan naungan 80% menghasilkan flavonoid total tertinggi.