cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
SOSHUM : Jurnal Sosial dan Humaniora [Journal of Social Sciences and Humanities]
Published by Politeknik Negeri Bali
ISSN : 20882262     EISSN : 25805622     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
SOSHUM : Jurnal Sosial dan Humaniora [Journal of Social Sciences and Humanities][p-ISSN 2088-2262 | e-ISSN 2580-5622 | DOI 10.31940/soshum] aims to develop itself as a pioneer journal in social sciences and humanities. Starting from the year 2018, it publishes all papers in English. Areas relevant to the scope of the journal include Social Sciences, Education, Media and Communication studies, Humanities, Tourism, Arts and Culture, Linguistics, Literature, Philosophy, and Religious Studies. Research as well as literary study articles submitted to SOSHUM should be original and have never been published anywhere.
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
URGENSI PEDOMAN AKADEMIK DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN MAGISTER TERAPAN PARIWISATA Ni Made Ary Widiastini; I Gede Mudana
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 2 (2017): July 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.786 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v7i2.590

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memahami apa saja urgensi atau kepentingan buku petunjuk untuk penyelenggaraan sistem pendidikan, khususnya di perguruan tinggi terapan bidang pariwisata. Penelitian ini berbasis studi literatur dengan menggunakan kepustakaan terkait, termasuk peraturan pemerintah yang menjadi acuan bersama. Hasil penelitian menunjukkan, Pedoman Akademik merupakan bagian penting dalam proses kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi, termasuk pada Program Studi Magister Terapan Pariwisata, maka sangat penting untuk dibuat dan dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku baik dengan ketentuan yang ada pada tataran nasional (Kemristek Dikti) maupun lembaga pendidikan yang bersangkutan. Dalam hal ini di dalam praktiknya, isi instruksi akademik tentu juga diperlukan pada program studi input dan output lulusan. Dengan memahami segala unsur penting yang wajib tersedia dalam lingkungan akademik, maka suatu program studi akan dapat membuat sebuah program yang tersedia dalam penyelenggaraan pendidikan, khususnya bagi Program Studi Magister Terapan Pariwisata. Selanjutnya, aplikasi akademik sebagai referensi dalam penyelenggaraan pendidikan wajib dilakukan oleh setiap individu, baik oleh mahasiswa, dosen maupun tenaga kependidikan.
Buddhist Ethics and Surrogate Problem in the Present Thai Society Phramaha Ponchai Sirivaro; Phramaha Nantakorn Piyabhani; Phramaha Khwanchai Kittimedhi; Penphan Fuangfooloy
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 9 No 1 (2019): March 2019
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.583 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v9i1.1267

Abstract

Surrogacy is still a controversial topic in Thai society. Surrogacy issue has come to the public attention through a recent case where a couple that, for some reason, cannot get their baby from the surrogate mother and then decides to find a solution by bringing their case to the court. Though viewed medically, from assisted reproductive technology, surrogacy is an achievement on its own since it can provide good hands to those couples in need; it is still enshrouded by ethical, legal and medical issue. Ethically, it is still debatable whether being a surrogate mother is morally permissible. Then, who are the rightful parents of child born from surrogacy according to the law is still unclear. This vagueness in terms of law, may create a loophole where the surrogate mother can be accused of selling a child. This article attempts to analyze and propose a Buddhist guideline to solve the problems of surrogacy in the present Thai society.
PENGELOLAAN PANTAI KEDONGANAN SEBAGAI DAYA TARIK WISATA KULINER BERBASIS MASYARAKAT DI DESA KEDONGANAN Md. Abdi Sucipta; Solihin Solihin
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 3 No 1 (2013): March 2013
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.817 KB)

Abstract

This research shows that the Community Based Tourism (CBT) at Kedonganan beach for culinary tourism developed successfully: economic, social and culture since 2007. The Kedonganan villagers are involved from the beginning simultaneously as a part of six villages of Kedonganan. They established 24 cafes, it means every village has 4 cafes to be managed and funded by LPD as sponsor. It used to be 70 cafes since 1990 managed individually with fish market, but without any development for the villagers, and now it is with a rapid development based on CBT. The development of the ecology prosperous with the Tri Hita Karana philosophy. The data collecting are purposive sampling to submit information from the leader of the villagers
PREDIKASI VERBA DERIVATIF BAHASA JEPANG DAN BAHASA INDONESIA (Kajian Tipologi Linguistik) Lien Darlina; I Made Budiasa
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3 (2015): November 2015
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.27 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui predikasi derivatif Bahasa Jepang (BJp) dan Bahasa Indonesia (BI). Metode yang digunakan adalah analisis teks secara kualitatif dengan menggunakan program komputer Korpus. Hasil analisis menunjukkan bahwa dilihat dari perspektif linguistik tipologi, bentuk dasar verba derivatif BJp bisa dari Adjektiva (keiyoushi) dan Verba Nomina, sedangkan untuk BI bisa dari Adjektiva, Nomina dan Prekatagorial. Afiks derivatif BJp yang bisa bergabung dengan Adjektiva (keiyoushi), yakni: -める, -まる, -がる, -む, dan untuk BI mem-, ber-, ter-, ke-an, ber-an, ber-kan, per-, -kan, per-i, dan –i. Afiks BJp yang bisa bergabung dengan Nomina -する, sedangkan untuk BI yaitu mem-, ber-, ter-, ke-an, ber-an, ber-kan, per-, -i, per-i, per-kan. Afiks BI yang bisa bergabung dengan bentuk dasar prekatagorial yaitu mem-, ter-, ber-, ber-an, -i,-kan. Dalam BJp Afiks –める, -む,-するmembentuk Verba Derivatif Transitif, sedangkan afiks : -まる, -がる,-するmembentuk Verba Derivatif Intransitif, untuk BI afiks per-, -i, per-i, per-kan membentuk verba derivatif Transitif, dan mem-, ber-, ter-, ke-an, ber-an, dan ber-kan membentuk verba derivatif Intransitif.
DAMPAK SERTIFIKASI LINGKUNGAN TERHADAP LINGKUNGAN FISIK PADA HOTEL BINTANG LIMA DI KAWASAN NUSA DUA Ni Gst Nym Suci Murni; Ida Ayu Kade Werdika Damayanti
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2 (2016): July 2016
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.335 KB)

Abstract

Sertifikasi lingkungan yang diimplementasikan di hotel bintang lima membawa dampak yang positif terhadap pengoperasian hotel terutama dari segi lingkungan fisik. Walaupun pengimplementasian sertifikasi lingkungan secara filosofis tidak mencerminkan deep ecology, setidaknya dapat berdampak positif bagi lingkungan fisik, khususnya pada hotel bintang lima di kawasan pariwisata. Temuan yang dapat dilihat dari dampak sertifikasi lingkungan terhadap lingkungan fisik lingkungan adalah pengimplementasian Environment Management System (EMS), pengelolaan sampah, penanganan limbah B3, penggunaan produk lokal, dan penghematan penggunaan energi dan air serta penataan lingkungan secara umum. Selain itu, tamu hotel dapat berpartisipasi dalam program lingkungan sesuai sertifikasi lingkungan yang diikuti oleh masing-masing hotel.
STRATEGI PENGEMBANGAN DESA BONGKASA PERTIWI KABUPATEN BADUNG SEBAGAI DESA WISATA Ida Bagus Dwi Setiawan; I Putu Budiarta
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.313 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menentukan beberapa strategi dan program pengembangan Desa Bongkasa Pertiwi menjadi sebuah desa wisata. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik penentuan informan dilakukan dengan purposive sampling techniques, yaitu dengan memilih orang yang memahami pariwisata Desa Bongkasa Pertiwi seperti kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Kepala Desa Bongkasa Pertiwi, pihak perusahaan seperti travel agent dan home stay serta beberapa wisatawan. Data yang diperoleh di lapangan dianalisis dengan matriks SWOT. Dari hasil analisis didapatkan bahwa Desa Bongkasa Pertiwi memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi Desa Wisata. Untuk merealisasikannya perlu strategi dan program-program pengembangan. Strategi tersebut meliputi strategi S-O (strengths and opportunities strategies), strategi S-T (strength and threaths strtegies), strategi W-O (weaknesses and opportunities strategies), dan strategi W-T (weaknesses and threats strategies).
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAHASA JEPANG PADA PROGRAM STUDI D III USAHA PERJALANAN WISATA DAN PERHOTELAN JURUSAN PARIWISATA POLITEKNIK NEGERI BALI Kanah Kanah
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 3 (2014): November 2014
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.872 KB)

Abstract

Pengembangan bahan ajar Jepang yang dapat mencampur dan menggabungkan pengalaman langsung tentang korelasi dan juga keuntungan dalam bidang yang dipilih, adalah cara alternatif untuk meningkatkan motivasi kuliah dalam belajar dan memperoleh bahasa Jepang. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan oleh Borg dan Gall (1987). Instrumen yang digunakan dalam memperoleh data adalah metode wawancara dan kuesioner. Reasearch menunjukkan bahwa menurut analisis kebutuhan pengembangan bahan ajar, dari aspek kepentingan, studi bahasa yang Jepang adalah 93% diminati oleh siswa, sedangkan dari sisi motivasi, 77% siswa tertarik untuk belajar bahasa Jepang. Ada sekitar 56% siswa yang baik dalam memahami bahasa Jepang. Dari hasil kuesioner, maka modul dari bahasa Jepang yang ditulis dalam lima topik seperti, memperkenalkan oleh diri sendiri (Jiko shookai), di front office (furonto de), di Melati Restaurant (Melati Resutoran de), pemesanan kamar (heya ada yoyaku) dan belanja (kaimono).
PEMODELAN ANGKA HARAPAN HIDUP DI PROVINSI JAWA TIMUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE FEED FORWARD NEURAL NETWORK (FFNN) Ni Wayan Dewinta Ayuni
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.138 KB)

Abstract

Angka Harapan Hidup adalah salah satu indicator penting yangmenunjukkan tingkat kesehatan masyarakat dan merupakan cerminan dari keberhasilanprogram-program kesehatan pemerintah. Beberapa faktor yang diduga dapatmemengaruhi angka harapan hidup antara lain angka melek huruf, rata-rata lamasekolah, dan pengeluaran per kapita masyarakat. Penelitian ini membahas pemodelanangka harapan hidup di Provinsi Jawa Timur dengan menggunakan factor-faktor tersebutsebagai variable predictor. Metode yang digunakan adalah Feed Frward Neural Network(FFNN) dan sebagai perbandingan dilakukan juga pemodelan dengan menggunakananalisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode FFNNadalah model terbaik dalam memodelkan angka harapan hidup di provinsi Jawa Timurberdasarkan kriteria nilai root mean square error (RMSE) terkecil
STUDI PENDAPATAN USAHA PENYEBERANGAN ‘BOAT’ ANTARA NUSA PENIDA-SANUR UNTUK MENUNJANG KAWASAN WISATA NUSA PENIDA I Nengah Wijaya; Ni Made Rai Sukmawati; I Nyoman Kanca
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1 (2016): March 2016
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.198 KB)

Abstract

Pulau Nusa Penida merupakan salah satu kawan wisata yang memerlukan sarana dan prasarana transportasi sebagai pendukung. Jalur penyeberangan antara Nusa Penida-Sanur menjadi sangat penting pada saat hari raya umat Hindu, mengingat kebutuhan angkutan penyeberangan terutama untuk mengangkut wisatawan nusantara, wisatawan mancanegara, dan barang sangat dibutuhkan untuk menunjang kawasan wisata Nusa Penida. Kebutuhan akan transportasi yang aman dan nyaman untuk menunjang kawasan wisata Nusa Penida menjadi sangat diperlukan, karena kunjungan wisatawan cendrumg mengalami peningkatan. Perkembangan transportasi dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, untuk memacu pertumbuhan ekonomi perlu ditunjang oleh sektor ekonomi yang produktif, diantaranya adalah sektor pariwisata. Perkembangan sektor perhubungan merupakan salah satu indikator kemajuan suatu negara dan tingkat kehidupan masyarakatnya. Terkait transportasi laut, terdapat 3 aspek yang saling berhubungan satu sama lain, yaitu lalu lintas dan sarana angkutan laut, kepelabuhanan, keselamatan dan keamanan pelayaran. Hasil statistik uji (hitung) yang digunakan jatuh pada daerah penolakan dimana t =2,46>t tabel 1,94, maka H0 ditolak dan menerima H1, ini berarti perbedaan antara nilai observasi (nilai sampel) = 49 juta dengan nilai hipotesis µ= 47,617 juta adalah signifikan. Jadi dengan demikian pengahasilan ‘boat’ sebesar Rp 49,0 juta lebih memang benar adanya, karena dipengaruhi adanya potensi wisatawan lokal, dan mancanegara cenderung semakin meningkat.
Business Incubators Support College Performance I Ketut Sutama; I Ketut Pasek; I Gede Mudana
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 8 No 1 (2018): March 2018
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.149 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v8i1.623

Abstract

Business incubators have a very important role in developing entrepreneurship, since it gives large opportunity to its participants to develop their business skill during incubation. The Indonesian government today provides a major boost to the development of business incubators in universities or other form of higher education institutions. The purpose of this research is to analyze the validation of the establishment of business incubator in colleges. In Ministerial Regulation (Permen) Minister of Cooperation and Small Medium Entrepreneurship the Republic of Indonesia No. 24/2015 explained that the head of the university, the Rector or the Director may issue a business incubators license. Thus, internal validation can be done by university or college management through the issuance of Decree (SK) Establishment complete with personnel appointed as manager. Furthermore, the college, has to provide a place or room consisting of office space, tenant room at least 3, discussion room 1, and tenant production display room. External validation is carried out by tenants through their success of becoming independent businessmen after being forged or incubated in a business incubator for a maximum of 3 years in one incubation period.