cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
SOSHUM : Jurnal Sosial dan Humaniora [Journal of Social Sciences and Humanities]
Published by Politeknik Negeri Bali
ISSN : 20882262     EISSN : 25805622     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
SOSHUM : Jurnal Sosial dan Humaniora [Journal of Social Sciences and Humanities][p-ISSN 2088-2262 | e-ISSN 2580-5622 | DOI 10.31940/soshum] aims to develop itself as a pioneer journal in social sciences and humanities. Starting from the year 2018, it publishes all papers in English. Areas relevant to the scope of the journal include Social Sciences, Education, Media and Communication studies, Humanities, Tourism, Arts and Culture, Linguistics, Literature, Philosophy, and Religious Studies. Research as well as literary study articles submitted to SOSHUM should be original and have never been published anywhere.
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP PELAYANAN HOTEL MELATI DI KAWASAN WISATA SANUR I Wayan Sunarsa
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 1 (2015): March 2015
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.67 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi wisatawan terhadap kualitas pelayanan Hotel Melati di Kawasan Wisata Sanur dan indikator yang paling dominan mempengaruhi. Jumlah responden penelitian ini sebanyak 100 wisatawan. Variabel yang diteliti sebanyak 21 indikator yaitu dimensi wujud/bukti langsung (tangible), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy). Analisis yang dipergunakan adalah analisis dimensi pelayanan (servqual) dan analisis kepentingan kinerja (importance-performance analysis). Hasil analisis servqual menunjukkan bahwa seluruh indikator menunjukkan kinerja memuaskan. Analisis Kepentingan Kinerja (importance-performanceanalysis) menunjukkan bahwa indikator pelayanan hotel melati yang paling berpengaruh menurut penilaian wisatawan adalah yang terdapat pada kuadran 2.
PENELURUSAN BENTUK BAKU KATA BAHASA INDONESIA I Nyoman Mandia
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1 (2016): March 2016
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.284 KB)

Abstract

Pemakai bahasa Indonesia saat ini dibuat bingung oleh adanya bentukan bahasa Indonesia yang kurang konsisten. Ketidakkonsistenan tersebut bukan hanya dijumpai dalam dunia persuratkabaran saja, tetapi juga dalam buku pelajaran, bahkan dalam kamus dijumpai bentuk yang tidak konsisten. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui apakah pembentukan kata dalam bahasa Indonesia masih konsisten atau sesuai dengan tatabahasa yang baku. Hasil pengamatan menunjukkan masih adanya ketidakkonsistenan dalam penerapan utamanya dalam fonem pertama /p/, yang kadang luluh dan kadang-kadang tidak luluh. Penulisan yang bervariasi ini diakibatkan oleh adanya sudut pandang yang berbeda dalam menentukan bentuk dasar yang akan dijadikan bentuk jadian. Pembakuan bahasa sering menjadi polemik di kalangan para ahli bahasa dan tidak sedikit kritikan terhadap Tatabahasa Baku Bahasa Indonesia (TBBI) yang saat ini diberlakukan. Pembakuan bahasa seharusnya mengambil kaidah-kaidah pemakaian bahasa paling umum di masyarakat, bukan dengan pemberlakuan sistem yang kaku.
MODEL KEWIRAUSAHAAN MEMANDU WISATA MENDAKI GUNUNG AGUNG DI DESA SELAT, KARANGASEM I Gede Mudana; I Ketut Sutama; Cokorda Istri Sri Widhari
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 3 (2017): November 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.531 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v7i3.717

Abstract

Penelitian tentang kewirausahaan pendakian Gunung Agung di Desa Selat, Karangasem ini bertujuan melahirkan model kewirausahaan kepemanduan mendaki gunung. Penelitian ini memiliki urgensi (keutamaan) dalam kebermanfaatannya secara bersama-sama dan saling menguntungkan bagi pemerintah, swasta/industri pariwisata, dan masyarakat setempat, khususnya para pemandu pendakian, selain untuk kepentingan kelestarian alam pegunungan, budaya, dan kesuciannya. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif berupa reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan serta penggunaan teori-teori terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kewirausahaan memandu wisata mendaki Gunung Agung di Desa Selat dapat dikembangkan karena faktor-faktor berikut. Pertama, Gunung Agung memiliki daya tariknya sendiri, baik daya tarik alamiah maupun daya tarik budaya dan/atau supranatural-spiritualitas-religiusitasnya di mana Desa Selat merupakan tempat paling strategis bagi pertemuan antara pemandu dan wisatawan pendaki sebelum menuju pendakian melalui Dusun Sogra/Pura Pasar Agung. Daya tarik supranatural- spiritualitas-religisuitas terkait juga dengan praktik marketing Kabupaten Karangasem melalui slogan “Karangasem Spirit of Bali” yang memiliki makna dalam, enak dibaca, dan mengena. Kedua, tersedia sumber daya manusia terkait yang ada di Desa Selat yang cukup kapabel untuk mengembangkan kewirausahaan. Ketiga, adanya modal popularitas Bali sebagai daerah tujuan wisata populer dan terbaik dunia serta berkembangnya pasar wisatawan pendaki (alam) yang sangat memengaruhi wisata pendakian Gunung Agung. Keempat, tersedianya daya tarik wisata (tourist attraction) di sekeliling kawasan Desa Selat. Kelima, terdapatnya pengembangan kewirausahaan wisata mendaki Gunung Agung melalui upaya maksimalisasi teknologi digital di mana, meskipun secara geografis cukup terpencil dan relatif jauh dari pusat-pusat kepariwisataan (tourist spots) di Bali.
STRATEGI PENGEMBANGAN AIR TERJUN TEGENUNGAN SEBAGAI DAYA TARIK WISATA ALAM DI DESA KEMENUH, GIANYAR BALI L.K. Herindiyah Kartika Yuni; Wyn Arta Artana
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 3 (2016): November 2016
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.632 KB)

Abstract

Desa Kemenuh sudah terkenal di masyarakat, khususnya di dunia pariwisata. Desa ini sangat kaya akan potensi alam dan seni kerajinan terletak di Kabupaten Gianyar yang merupakan pusat kesenian dan kerajinan di Bali membuatnya mudah untuk dijangkau. Air terjun Tegenungan terletak di Desa Kemenuh sebagai objek wisata potensial yang sangat menarik. Pemerintah setempat baru-baru ini mengungkapkan kunjungan wisatawan yang semakin meningkat sejak tahun 2014. Air terjun Tegenungan harus dikembangkan sebagai objek dan daya tarik wisata yang pada akhirnya mendatangkan manfaat bagi masyarakat setempat. Jalan-jalan masih rusak, area parkir masih belum dikelola dan dirawat dengan baik dan tidak adanya sistem registrasi yang jelas. Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling dengan wawancara mendalam kepada kepala desa, pihak pengelola, masyarakat dan pengunjung. Data yang ada diolah menggunakan teknik SWOT dengan menganalisis situasi kemudian digambarkan dalam suatu simpulan untuk merumuskan formula strategi pengelolaan. Berdasarkan factor internal dan eksternal yang dimiliki oleh Air Terjun Tegenungan dapat dirumuskan strategi sebagai berikut: meningkatkan kebersihan, program promosi, membangun kerjasama dengan usaha perjalanan wisata dan mengelola fasilitas pendukung.
Menyame Beraya: The Attitudes to Prevent Intolerance in Silent Day I Ketut Suda; Ni Made Indiani
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 8 No 3 (2018): November 2018
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.966 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v8i3.1072

Abstract

The existence of local wisdom possessed by Balinese people can be said to be threatened by social changes and cultural dynamics in the modern era as it is today which is characterized by the values of modernism which are all effective, fast, and tend to be individualistic. These caused Balinese people change such as almost forgetting the noble values that they once had, such as sagalak-sagilik-saguluk, salunglung sabayantaka, paras paros sarpenaya, menyama beraya, having a harmonious attitude. Through this paper, it will be discussed whether the concept of ‘menyama beraya‘ is still useful to prevent intolerance during silent day (or in a holy day = Nyepi). The conclusion that can be drawn is that through the celebration of Nyepi, tolerance can be built in social life, through the implementation of ‘catur brata penyepian’ . However, in reality this cannot be done optimally, considering the transmission of the values of social wisdom and the values of traditional wisdom that should be carried out by the family towards children has not run optimally. The concept of menyama beraya as one of the values of Balinese social wisdom, cannot yet be applied optimally in the present context, because modernism causes things that are traditional to be transformed. It is suggested that parents should socialize the values ​​of social wisdom, the values ​​of traditional wisdom, and the values ​​of local wisdom to their children. By doing this way children will not be uprooted from their cultural roots, even though they cannot avoid the influence of global culture.
Keberagaman Irama dan Nuansa Musikal dalam Industrialisasi Musik Pop Bali Ni Wayan Ardini
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 2 (2017): July 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.142 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v7i2.598

Abstract

Musik pop Bali adalah jenis musik pop dengan peralatan musik modern tetapi dengan unsur pokok kedaerahan terutama berupa bahasa Bali. Dalam 25 tahun terakhir, musik pop Bali berkembang dengan irama (genre) dan nuansa musikalnya yang menunjukkan berkembangnya industrialisasi musik pop Bali tersebut secara nyata dalam masyarakat Bali. Tujuan studi ini adalah menelisik sejauh mana terdapat keberagaman irama dan nuansa musikal yang ada selama era industrialisasi musik pop Bali tersebut. Studi ini merupakan sebuah kajian kepustakaan (literature review) dari hasil penelusuran terhadap berbagai kepustakaan yang relevan dengan masalah yang dibahas. Dalam analisisnya, digunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Hasil studi menunjukkan bahwa musik pop Bali tidak saja berkembang sebagai genre musik pop tetapi juga iramanya melewati musik pop tersebut hingga ke berbagai irama lainnya, seperti rock, rap, dangdut, balada, dan sebagainya. Di dalamnya terdapat nuansa-nuansa Banyuwangi, Jawa Tengah, Sunda, dan sebagainya. Bahkan nuansa Mandarin tampak dominan seiring popularitas penyanyi Widi Widiana yang sejak dasawarsa 1990-an dianggap ikon musik pop Bali. Di atas semua keberagaman irama dan nuansa musikal yang ada, produk-produk musik pop Bali merupakan kecanggihan produsen terkait, baik rumah produksi, studio rekam, dan kecanggihan musisinya, melakukan standarisasi dan individualisasi semu.
A Study on English Listening Activity of “Shadowing” in Indonesian Students Tribekti Maryanto Agustinus; Nur Rini; Mitchell Clark
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 9 No 1 (2019): March 2019
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.815 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v9i1.1224

Abstract

Obviously listening improves speaking skills. Polytechnic graduates are to have business transaction skills. Meanwhile, the time allotment for English class sessions is limited. Therefore, the teachers are to promote students’ autonomous learning through listening. This study investigates how the students major in commerce at an Indonesian polytechnic complete listening tasks and attitudes toward the acquisition of listening skills. Training on how to complete the listening activities through shadowing was carried out with 43 students. A questionnaire was distributed to find out the students’ views on the suggested listening activities and their opinions to improve them. The study found students’ preferences in practicing listening; most employed 1 or 2 or 3 steps. Most include initial listening, reading, and one of the types of shadowing - silent shadowing with reading or synchronized shadowing or prosody shadowing. None of the students was interested in doing silent shadowing. They admitted that their listening most improved their pronunciation and enriched vocabulary. They expected more lecturer engagement in controlling their listening activity. By better understanding the students’ needs and opinions, strategies to encourage autonomous learning can be improved
DAYA TARIK DAN AKTIVITAS PARIWISATA YANG DIGEMARI WISATAWAN MANCANEGARA DI KELURAHAN UBUD I Wayan Nurjaya
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2 (2013): July 2013
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.858 KB)

Abstract

Attractions and activities of tourism are very important tourism component to attract the tourists come to the tourism area or resort. Since it’s very important role of those tourism components, it needs to know how far is the tourist’ perception on those tourism component above. The aim of this research is to identify foreign tourists attractions and activities at Ubud sub district that they like most. This research uses various approaches such as: social and cultural, social exchange theory and motivation theory. Respondents were taken from foreign tourists Who come from Japan, Australia, America, France, Germany, Holland and British, while the informants were taken from governments and entrepreneurs. Data are taken by observation, interview, questioner and document. The research shows that the tourist attractions in Ubud sub district are liked by the foreigners are views that got the highest appreciation those are 31 respondents (62%), traditional market 30 respondents (60%), temples 27 respondents (54%), Society Friendliness 26 respondent(52%), culture event 24 respondent (48%), so did to the other attractions although got a little appreciations. Tourism activities are also done by the foreigners those are related to fulfillment of physical need such as exercises, hobbies and leisure. It shows that 32 respondents (64%) like walk in the rice field, 29 respondents (56%) like attending culture activities, 26 respondents (52%) like sight-seeing, and the rest choose the other of activities from those are mentioned above. The suggestions taken from this research are: in regarding with the foreigners market is very potential in giving profits to the tourism industry in Ubud, so that it needs to be well preserved, moreover it needs always to be increased in the next period for getting more foreign exchange. The others need to pay more attention are the views and also the patch in he rice field for the foreigner walking on the rice field as it got many appreciations from the foreigners as it mentioned above.
PENGARUH JUMLAH ROKOK YANG DIHISAP SETIAP HARI TERHADAP PENYAKIT KANKER PARU-PARU PADA MAHASISWA SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI BALI INTERNATIONAL INSTITUTE OF TOURISM MANAGEMENT (STIE –BITTM) SAHID. Kadek Jemmy Waciko
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 1 (2014): March 2014
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.37 KB)

Abstract

The purpose of this study is to determine whether there is influence of the number of cigarettes smoked per day against Lung Cancer at the School of Economics student Bali International Institute of Tourism Management (STIE - BITTM) Sahid. After analyzing gradually acquired sig . = 0.403 > 0.05 so that Ho is accepted in other words , a variable number of cigarettes smoked per day did not significantly influence the lung cancer illness among students . Obtained an average value of covariates (which is used as a predictor ) is 5.167 . This value means that both male and female students , the average cigarette rod 5 a day , the students in this study were categorized as light smokers because smoking less than 10 cigarettes per day . In other words they are in the maintenance stage of smoking . For students , smoking is one of self-regulation (self - preparatory ) , smoking was done to obtain unpleasant physiological effects . Based on Plot Survival Function at mean of covariates obtained survival rate (healthy) decreases student active smokers among female respondents in week 7 and men at week 9 through week 12 . This is consistent with the results Plot Hazard Function at Mean of covariates where possible dangers for female respondents lung disease appear after 7th week and continue to increase until week 11 . While for men take place in week 9 and continue to increase up to week 11 . In fact females is getting more possible in having lung cancer than males.
Law Implementation of Cybercrime in Indonesia I Nyoman Sukayasa; Wayan Suryathi
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 8 No 2 (2018): July 2018
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.595 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v8i2.985

Abstract

Cybercrime is a criminal act that is prohibited by every country in the world. Cybercrime cases have occurred and gave negative impacts on Indonesian computer users. This study explains that common cybercrime patterns consist of cracking, carding, twitter hijacking, cybersquatting, use of someone else's account, identity theft or data leakage, data forgery, online probing and port scanning, sabotage and extortion, against government and against property, and virus attacks. This research uses qualitative descriptive approach, with statute approach analysis technique and empirical juridical method. Data collection was done through document studies on articles and case reports in Indonesia. The patterns and forms of cybercrime in Indonesia are stated in articles 27 to 35 of Law Number 11/2008. The criminal act against cybercrime applies chapter 45 to article 52 of Law Number 11/2008. The application of the legal basis of cybercrime cases that has occurred in Indonesia is subject to articles 263, 362, 363, 378, 282 paragraph 1 of the Criminal Code, articles 29 and 56 UURI Number 44/2008, article 8 and 303 of Law Number 7/1974.