cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
SOSHUM : Jurnal Sosial dan Humaniora [Journal of Social Sciences and Humanities]
Published by Politeknik Negeri Bali
ISSN : 20882262     EISSN : 25805622     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
SOSHUM : Jurnal Sosial dan Humaniora [Journal of Social Sciences and Humanities][p-ISSN 2088-2262 | e-ISSN 2580-5622 | DOI 10.31940/soshum] aims to develop itself as a pioneer journal in social sciences and humanities. Starting from the year 2018, it publishes all papers in English. Areas relevant to the scope of the journal include Social Sciences, Education, Media and Communication studies, Humanities, Tourism, Arts and Culture, Linguistics, Literature, Philosophy, and Religious Studies. Research as well as literary study articles submitted to SOSHUM should be original and have never been published anywhere.
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
MAKNA BLADBADAN BAHASA BALI: TINJAUAN LINGUISTIK KEBUDAYAAN I Gusti Putu Sutarma; I Ketut Sadia
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3 (2015): November 2015
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.237 KB)

Abstract

Bladbadan sebagai salah satu jenis paribasa dalam bahasa Bali memiliki fenomena kebahasaan (linguistik) yang menarik untuk dikaji. Bladbadan memiliki bentuk, fungsi, dan makna yang bervariasi, yang diakibatkan oleh pemakaiannya yang memiliki tujuan yang berbeda pula. Akan tetapi, dalam penelitian ini hanya dideskripsikan makna bladbadan bahasa Bali. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dan menggunakan data primer yang langsung didapatkan dari sumber data yaitu penggunaan bahasa Bali lisan dan tulis, seperti:Drama Gong, Arja, Wayang Kulit, Buku Bahasa Bali, cerpen, dan novel berbahasa Bali. Data dikumpulkan dengan metode simak yang dibantu dengan teknik dasar sadap dan teknik catat sebagai teknik lanjutan. Selanjutnya, data dianalisis dengan metode padan untuk menentukan makna bladbadan bahasa Bali.Hasil penelitian disajikan dengan metode formal dan informal. Penelitian ini berpijak pada Teori Linguistik Kebudayaan dan Teori Semiotik Sosial dengan konsep dasar bladbadan, bentuk dan makna bahasa. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bladbadan mempunyai makna tersurat dan tersirat. Makna tersuratnya adalah makna kata-kata pembentuk bladbadan yang dapat dilihat dalam kamus, sedangkan makna tersirat adalah menyatakan makna: nasihat atau pendidikan, waktu, keadaan, pekerjaan yang sia-sia, dan sifat tidak baik
POTENSI ISI DENPASAR UNTUK MENJADI SEBUAH DAYA TARIK WISATA KAMPUS I Gde Agus Jaya Sadguna
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2 (2016): July 2016
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.89 KB)

Abstract

Wisata alternatif terus berkembang di Bali sebagai usaha untuk mengayakan diversifikasi daya tarik wisata di daerah ini. Salah satu bentuk wisata alternatif yang potensial untuk dikembangkan di Bali adalah wisata kampus. Penelitian ini mengkaji potensi-potensi yang dimiliki Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar dengan menggunakan teori perencanaan dan teori komodifikasi. Metode pengumpulan data yang dipakai pada penelitian ini adalah observasi, wawancara mendalam, dan kepustakaan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, telah teridentifikasi beberapa potensi di antaranya mempunyai sumber daya manusia di bidang seni dan budaya, tempat pertunjukan dengan gaya arsitektur Bali, gedung pameran karya seni, dan museum alat musik tradisional Bali.
PERANAN DESA ADAT (PAKRAMAN) DAN SEKAA TARUNA DALAM MENUNJANG PARIWISATA DI BALI A.A.Ayu Ngr. Harmini; Solihin Solihin
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 3 No 3 (2013): Nopember 2013
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.961 KB)

Abstract

Tourism is like a fire, it can cook your food, but it can also burn your house Down”. Tourism effects to both negative and positive of human life especially to the local people where the tourism being developed. To minimize the negative impact and to maximize the positive one is required the involvement of Balinese traditional Village (desa pakraman) in tourism development, and tourism is expected to support the conservation of the nature environment, people and local culture and protect the negative impact to the young Balinese traditional people (Sekaa Teruna). Simple tourism is a best choice for the young generation because it can create or prevent the local knowledge/local genius. Unrealized there are two kinds of culture are owned by local people of Bali such foreign culture/tourism(touristic) culture and local culture cultural tourism. The Global Tourism/touristic culture must be implemented to create the convert of foreign tourist during their visit and the local culture must be conserved to attract and tide them in order to see, admire and enjoy it. Base on the above explanation as a religious social institution and as place of born, life, growth and developed of tourism, Balinese Traditional Village has the important role as a filter in protecting the tourism bad impact imported by foreign tourist. To protect and grow the simple tourism,
PENGUASAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI OLEH PENGAJAR POLITEKNIK NEGERI BALI I Gusti Ketut Gede; Ni Luh Made Wijayati
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 3 (2014): November 2014
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.453 KB)

Abstract

Fenomena dalam pembelajaran abad ke-21 membutuhkan keterampilan lebih untuk dosen perguruan tinggi politeknik. Penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan mereka sebagai dosen. Artikel ini menggambarkan kemampuan dosen Politeknik Negeri Bali menggunakan TIK sebagai media pembelajaran untuk menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan dan pengetahuan yang memadai. Walaupun dosen Politeknik Negeri Bali memiliki keahlian dan pengetahuan TIK tetapi belum maksimal. Mereka membutuhkan lebih banyak kesempatan untuk terlibat dalam pendidikan dan pelatihan agar mampu menguasai lebih banyak implementasi TIK dalam proses belajar mengajar untuk menghasilkan lulusan profesional.
PERMOHONAN MAAF DALAM FILM ICHI RITTORU NO NAMIDA: KAJIAN KESANTUNAN BERBAHASA Wahyuning Dyah
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.602 KB)

Abstract

Permohonan maaf dalam artikel ini merupakan permohonan maaf yang sering digunakan dalam masyarakat Jepang. Penelitian ini memfokuskan pada permohonan maaf yang digunakan oleh peserta tutur dalam film Ichi Rittoru No Namida karya Riki Okamura. Permohonan maaf tersebut dikaji dengan kesantunan bahasa yang sesuai dengan kesantunan yang berlaku dalam masyarakat Jepang. Ada 6 macam permohonan maaf yang diperoleh dari 11 episode film drama ini, yaitu gomen, gomen ne, gomen nasai, sumimasen, mooshiwake nai n desu, mooshiwake arimasen, dan mooshiwake nai. Hasil analisis dan interpretasi data menunjukkan bahwa ungkapan permohonan maaf dituturkan setelah penutur melakukan kesalahan, memaksa mitra tutur melakukan sesuatu, dan perbuatan yang tidak diterima dalam masyarakat Jepang. Permohonan maaf digunakan sebagai cara untuk menghindari konflik sosial saat berinteraksi dalam rangka mempertahankan hubungan interaksi sosial yang selaras. Faktor-faktor sosial budaya atau kendala-kendala sosial budaya yang melatarbelakangi munculnya penggunaan ungkapan permohonan maaf adalah faktor jarak sosial (horizontal), formalitas, dan bobot dari kesalahan yang dilakukan. Penggunaan ungkapan permohonan maaf dimaksudkan sebagai strategi untuk penghalus dan meminimalisir kesalahan yang telah dilakukan penutur.
STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS AGROWISATA DI DESA BELIMBING KACAMATAN PUPUAN, KABUPATEN TABANAN I Made Marsa Arsana; Made Mudhina; I Gede Nyoman Suta Waisnawa; Lilik Sudiajeng
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1 (2016): March 2016
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.65 KB)

Abstract

Penelitian ini diharapkan mendapat informasi yang tepat untuk mengembangkan Desa wisata berbasis agrowisata Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan. Rumusan masalah penelitian: 1) Apakah yang menjadi faktor kekuatan, faktor kelemahan, faktor peluang dan faktor ancaman Desa wisata berbasis agrowisata Desa Belimbing? 2) Bagaimanakah strategi pengembangan Desa wisata berbasis agrowisata Desa Belimbing? 3) Bagaimanakah program pengembangan Desa wisata berbasis agrowisata Desa Belimbing? Tujuan Penelitian ini: 1) Terdeskripsikannya faktor kekuatan, faktor kelemahan, faktor peluang dan faktor ancaman Desa wisata berbasis agrowisata Desa Belimbing, 2) Merumuskan strategi pengembangan Desa wisata berbasis agrowisata Desa Belimbing, dan 3) Merumuskan program-program pengembangan Desa wisata berbasis agrowisata Desa Belimbing. Untuk mencapai tujuan tersebut mengunakan pendekatan tipologi, metode deskriptif kualitatif, analisis Situasi Internal-Eksternal, dan analisis Matrik SWOT. Hasil penelitian ini adalah deskripsi 19 faktor yang menjadi kekuatan, 10 faktor yang menjadi kelemahan, 7 faktor yang menjadi peluang dan 5 faktor yang menjadi ancaman, strategi SO: 3 strategi dengan 11 program, strategi WO: 2 strategi dengan 7 program, strategi ST: 1 strategi dengan 3 program, dan strategi WT: 2 strategi dengan 4 program. Jika ada anggaran baik dari pihak masyarakat maupun pemerintah Kabupaten Tabanan, program-program yang telah dirumuskan dapat diimplementasikan menjadi suatu program aksi dalam upaya mempercepat terwujudnya Desa wisata berbasis agrowisata Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan.
A Study of Wetu Telu Syncretism in Lombok: Socio-Religious Approach I Wayan Wirata
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 8 No 1 (2018): March 2018
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.824 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v8i1.774

Abstract

Wetu Telu is a syncretism of belief prevalent in West Lombok region. Danghyang Dwijendra from Daha in East Java region is regarded as the founder of the Watu Telu cult. He came to the Island of Lombok to teach enlightenment. One of the Ashram where he developed Hindu teaching and religion was Suranadi, a beautiful holy place. That Ashram was encircled by holy water, which currently can still be used by the Hindu devotees in performing their sacred sacrifice (yajnya). This study is aimed at knowing social and religious aspects of Wetu Telu as cultural heritage. The data is obtained through literature review and in-depth interview with public figures. From the data analysis, it is obtained that the history and social background of the Sasak people who inhabit the island is a mix of ethnic groups and culture. With this background, Wetu Telu which is also the syncretism of Hindu, Buddha, Islam, and local culture has a composite nature by taking only important matters without leaving its original teaching. Wetu Telu is considered to be Lombok Hindu teaching; and Wetu Telu is as inseparable part of holy pilgrimage (dharma yatra) of Danghyang Nirartha to Lombok in giving enlightenment and spiritual happiness to the people of Lombok. With the existence of Wetu Telu, a new culture and identity is built. The interaction amongst different culture, religion, and ancestral custom stimulates the emergence of a new culture as a part of diffusion process, acculturation, and cultural adaptation in literature, art, as well as theology.
MODEL BIMBINGAN AKADEMIK DAN KONSELING MAHASISWA DI POLITEKNIK NEGERI BALI I Made Widiantara; I Ketut Muderana
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 3 (2016): November 2016
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.541 KB)

Abstract

Bimbingan akademik dan konseling sangat membantu mahasiswa untuk beradaptasi dan berinteraksi dalam menjalani perkuliahan di kampus. Penerapan bimbingan konseling dalam kehidupan kampus sangat relevan dengan konsep pendidikan. Kajian dan analisis yang tepat diperlukan untuk mengetahui pelaksanaan, kendala yang dihadapi, tanggapan dan harapan mahasiswa untuk membuat model bimbingan akademik dan konseling yang sesuai di Politeknik Negeri Bali. Bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik baik secara perseorangan maupun kelompok agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian pengembangan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa setiap Jurusan di Politeknik Negeri Bali memiliki form bimbingan akademik yang berbeda-beda dengan prosedur yang berbeda pula. Orientasi proses bimbingan belum pada kebutuhan mahasiswa, sehingga masih sebatas formalitas prosedur. Sebagai simpulan, bahwa proses bimbingan akademik dan konseling harus mengutamakan kebutuhan dan mengembangkan potensi serta kemandirian mahasiswa sehingga mahasiswa mampu menjalani perkuliahan dengan baik dan berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu.
Ecolexicon of Kaghati Kolope Body Parts in Muna Speech Community Nirmalasari Nirmalasari; Aron Meko Mbete; I Wayan Simpen; Anak Agung Putu Putra
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 8 No 3 (2018): November 2018
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.967 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v8i3.1085

Abstract

This article explained the ecolexicon of kaghati kolope body parts in Muna Speech Community (MSC). The kite ‘kaghati’ is one type of the traditional games and a tribal cultural product in MSC which still exists and remains maintained. MSC named the kite as kaghati kolope because the kite’s wall is made from gadung leaf or in Muna language called roo kolope. The aim of this research is to describe the body parts of kaghati kolope from the ecolingustic perspective. This research is classified as a qualitative descriptive study as it describes the phenomena of kaghati body parts and environmental knowledge, especially the ones currently used in ke-kaghati-an’s environment, and the source of natural data as a manifestation of the Muna's socio-cultural-ecological life. Based on the results of data analysis is found thirteen ecolexicon of kaghati kolope body parts. The ecolexicon is included in an abiotic group consisting of basic and complex words as noun categories. The ecolexicon of kaghati kolope body parts found in ke-kaghati-an environment such as ghurame, kaindere, kalolonda, kamuu, kasaa, kapongke, kaworu, kasamba, pani, padhi, kasoma, roo kolope, and kopu-kopunda.The ecolexicon is used in the making of kaghati kolope is meaningful and referential, i.e the lexicon whose references can be clearly seen, proven, both empirically and visible because it is found in the field or is still remembered by the speaker.
KEPUASAN MAHASISWA JURUSAN PARIWISATA TERHADAP KINERJA PERMATA TOURS Nyoman Mastiani Nadra; Ni Luh Eka Armoni; AAA Ngurah Harmini; I Gusti Made Wendri
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 3 (2017): November 2017
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.22 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v7i3.705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dianggap penting oleh pelanggan serta faktor-faktor yang perlu mendapatkan prioritas untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dikuantitatifkan menggunakan skor. Data yang diolah berupa data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner keresponden. Dengan menggunakan Performance Important Analysis didapat hasil bahwa tidak ada atribut/variable pada kuadran A yang menyebabkan mahasiswa tidak puas/kecewa. Pada kuadran B menunjukkan faktor faktor atau atribut yang mempengaruhi kepuasan pelanggan, kuadran ini perlu dipertahankan karena pada umumnya tingkat pelaksanaannya telah sesuai dengan kepentingan dan harapan mahasiswa. Kuadran C menunjukkan beberapa variable yang kurang penting pengaruhnya bagi pelanggan, dalam pelaksanaanya oleh perusahaan biasa biasa saja, dianggap kurang penting dan kinerjanya kurang memuaskan. Kuadran D menunjukkan variabel yang mempengaruhi pelanggan kurang penting tetapi pelaksanaannya berlebihan, dianggap kurang penting tapi kinerjanya memuaskan. Rekomendasi berupa self evaluation bagi Permata Tours dan Peace Tours dan dapat dipakai acuan dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa dalam memberikan pelayanan yang lebih berkualitas.

Page 6 of 24 | Total Record : 239