cover
Contact Name
Rohmad Wahid
Contact Email
jurnal.gammath@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.gammath@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 25034723     EISSN : 25412612     DOI : -
Core Subject :
Gammath merupakan jurnal ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Jember tersedia gratis (open access) yang berisi tulisan ilmiah dari hasil pemikiran dan penelitian di bidang matematika dan pendidikan matematika.
Arjuna Subject : -
Articles 169 Documents
Analisis Pembelajaran Online Terhadap Kejenuhan Belajar Matematika Siswa Qurrota A'yun; Dimas Anditha Cahyo Sujiwo
Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2022): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/gammath.v7i1.7695

Abstract

AbstrakKejenuhan yang dirasakan oleh setiap siswa terhadap Pembelajaran daring di masa pandemi covid-19 perlu diperhatikan oleh setiap guru. Kejenuhan ini tentu berpengaruh terhadap proses belajar siswa. Penyebab kejenuhan belajar siswa perlu kita cari sebagai bentuk antisapasi. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui faktor apa saja yang menjadi penyebab kejenuhan belajar siswa dalam pembelajaran online. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan segala fenomenna atau peristiwa yang terjadi. Dalam pelaksanaan pembelajaran online, guru menggunakan aplikasi zoom dan Whatsapp sebagai media belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwaberdasarkan aspek kejenuhan belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berupa kegiatan/tugas padat, asupan/makan yang tidak tepat waktu, kelelahan fisik dan mental, faktor eksternal berupa tidak adanya perhatian/arahan penjelasan,,repetasi, dan motivasi . Kata Kunci: Kejenuhan Belajar, Faktor-faktor Kejenuhan Belajar, Pembelajaran Online.
PROTOKOL PERJANJIAN KUNCI STICKEL ATAS GRUPOID NON KOMUTATIF DAN PERUBAHANPEMBOBOTANHURUF Aswar Anas
Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2018): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/gammath.v3i1.1088

Abstract

AbstrakPengiriman pesan lewat jaringan komunikasi global sangat rawan disadap oleh musuh. Faktor keamanan pengiriman pesan menjadi aspek yang penting ditengah-tengah kemajuan teknologi sekarang ini. Chiperteks adalah pesan yang dikirim seseorang setelah melalui enkripsi dan di terjemahkan atau dideskripsi menjadi Plainteks. Chiper Vigenere salah satunya. Namun kelemahan Chper Vigenere terletak pada kunci yang diberikan. Jika kunci tersebut terlalu mudah, maka dengan kemajuan teknologi sekarang kunci tersebut dapat dibaca dengan cepat. Protokol perjanjian stikel merupakan kunci yang menggunakan grup non komutatif G. Protokol ini mempublikasikan tiga elemen dari grup a,b, dan g. para pengirim dan penerima pesan akan saling menerima u dan v, yang merupakan hasil perkalian a,b,g yang a dan b dipangkatkan bilangan asli tertentu yang dipilih secara acak. Akan tetapi processor yang semakin cepat dan algoritma pemecah kode sudah banyak ditemukan dikhawatirkan akan mempercepat musuh mendapatkan informasi. Hal ini dapat diatasi dengan pembobotan huruf yang di bedakan dengan pemecahan graf. graf yang dikirimkan dapat disamarkan berupa gambar jalan, bentuk pohon atau yang lain yang berisikan informasi pembobotan huruf. Jika hal ini dilakukan, maka ada 26! kemungkinan yang terjadi. Dengan demikian tujuan untuk mempersulit musuh mendapatkan pesan tercapai.Kata Kunci: Stickel, Graf, Matriks.AbstractA Sending a message from a global communication network is very disturbed by an enemy. Safety of sending a message is an important aspect between of technology development. Chypertext is a message from someone after encrytion process and tranlseted to plainteks. Chiper vigenere is on of them. But the weakness of this Chiper is from sharing secret key. If key is too easy, then with newest technology, the sharing secret key can be translated fastly. Stikel Agreement Protocol is a key based from non commutative group G. This Protocol plubishing a, b,  and g element of G. The Sender and Receiver a message will be accepted u and v. u and v is from multiplication of a, b, and g with a and b has exponentated with any natural number random. However,now,  the processor is very fast and a lot of  reading code algorithm is funded, worried that enemy can get the information. But this problem can be solved by giving a different number of alpabhet by graf solve problem. The sending  graf can be given by addressing road or tree’s model. If this doing, then 26! Probability can be happened on giving a number of alphabet. Then difficulty of enemy to read a messege has been get.Keywords: Stickel, Graf, Matrix
ANALISIS KESALAHAN KONEKSI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KONTEKSTUAL DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIS SISWA Retno Wati, Yoga Dwi Windy Kusuma Ningtyas
Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2020): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/gammath.v5i1.3201

Abstract

Koneksi matematis adalah kemampuan siswa dalam menghubungkan atau mengaitkan ide-ide matematis dengan suatu konsep matematika, antar topik pada materi matematika, antar konsep matematika dengan bidang studi lain dan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kesalahan koneksi matematis siswa dalam menyelesaikan masalah kontekstual ditinjau dari kemampuan matematis siswa. Subjek penelitian yaitu 3 siswa kelas VIII B SMPI Roudlotul Ulum Randuagung yang berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis data menunjukkan siswa berkemampuan matematis tinggi melakukan kesalahan koneksi matematis yaitu tidak menentukan nilai diameter menggunakan operasi hitung aljabar secara sistematis, kesalahan prosedural. Siswa berkemampuan matematis sedang melakukan kesalahan koneksi matematis yaitu tidak menuliskan prosedur yang sesuai dengan konsep keliling lingkaran , tidak dapat menentukan banyak lampu menggunakan konsep perbandingan, salah menggunakan prosedur yang sesuai dengan konsep, salah menggunakan konsep, tidak mampu membuat model, kesalahan operasi hitung, salah mensubstitusikan nilai variabel, kesalahan prosedural. Siswa berkemampuan matematis rendah melakukan kesalahan koneksi matematis yaitu tidak menuliskan prosedur yang sesuai untuk mencari keliling lingkaran, tidak dapat menentukan jari-jari lingkaran menggunakan operasi hitung aljabar secara sistematis, tidak dapat menentukan banyak lampu menggunakan konsep perbandingan, salah mensubstitusikan nilai variabel, salah menggunakan konsep, kesalahan operasi hitung, asal dalam menjawab, tidak mampu membuat model, kesalahan prosedural. Kata kunci: koneksi matematis, masalah kontekstual, kemampuan matematis.
KONSEP DIRI DAN KECEMASAN MAHASISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BISNIS DITINJAU DARI PERBEDAAN GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT DAN FIELD INDEPENDENT Angga Hidayat
Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2017): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/gammath.v2i1.687

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan bersifat eksploratif yang bertujuan untuk mendeskripsikan konsep diri dan kecemasan mahasiswa dalam pemecahan masalah matematika bisnis ditinjau dari perbedaan gaya kognitif, yaitu field dependent dan field independent. Subjek penelitian ini terdiri dari dua mahasiswa , berjenis kelamin perempuan. Penelitian dimulai dengan menentukan subjek penelitian menggunakan instrument GEFT. Perbedaan gaya kognitif, kesamaan jenis kelamin, kemampuan berkomunikasi dan kesediaan mahamahasiswa juga menjadi pertimbangan peneliti untuk memilih subjek, kemudian dilanjutkan dengan memberikan tugas pemecahan masalah, wawancara dan pengamatan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi waktu. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa subjek bergaya kognitif field dependent berusaha dalam memecahkan masalah matematika bisnis walau menghadapi beberapa kesulitan dan merasa tidak yakin dapat memecahkan masalah matematika bisnis dengan benar. Selain itu, subjek bergaya kognitif field dependent merasa gugup, tegang dan khawatir tetapi tidak menunjukan perubahan fisiologis dan menjelaskan secara garis besar tentang pemecahan masalah matematika bisnis. Di sisi lain, subjek bergaya kognitif field independent berusaha terus dalam memecahkan masalah matematika bisnis walau menghadapi kesulitan dan merasa yakin dapat memecahkan masalah matematika bisnis. Subjek bergaya kognitif field independent tidak merasa gugup, tegang dan khawatir tetapi mengeluarkan keringat pada telapak tangan dan menjelaskan secara terperinci tentang pemecahan masalah. Kata Kunci: Konsep Diri, Kecemasan, Pemecahan Masalah, Gaya Kognitif 
MODEL REGRESI PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP PENDAPATAN BERSIH PADA PT WIJAYA KARYA (PERSERO) TBK Rukmono Budi Utomo, Nur Faiqmah, Qoiriyah Puspita, Pahri
Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2019): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/gammath.v4i2.3183

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mencari model regresi yang menjelaskan rasio keuangan terhadap pendapatan bersih pada PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. Penelitian ini menggunakan data ICMD bersumber dari IEFR. Data diolah dengan menggunakan bantuan SPSS untuk memperoleh model regresi. Hasil penelitian ini merupakan model regresi dengan keakuratan 89% yang dipengaruhi oleh rasio keuangan NPM dan sisanya dipengaruhi oleh factor-faktor lain. Model regresi dalam penelitian ini sudah melalui berbagai uji antara lain uji F, uji-t, dan uji ekonomterik. Kata Kunci: Model Regresi, NPM
PENERAPAN MODEL CORE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA Hariyanto Hariyanto
Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2016): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/gammath.v1i2.462

Abstract

Penelitian ini merupakan eksperimen yang difokuskan pada peningkatan kemampuan komunikasi matematik siswa dengan menerapkan model CORE dalam pembelajaran matematika. Masalah yang melatarbelakangi penelitian ini diantaranya adalah kemampuan komunikasi matematikyang masih rendah sehingga diperlukan alternatif pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan komunikasi matematik siswa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang pembelajarannya dengan menggunakan model CORE lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran matematika dengan metode ekspositori serta memperoleh informasi tentang sikap siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran CORE.Penelitian ini menggunakan Randomized Control Group Only Post-test Design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII program IPS di MAN 2 Jember. Indikator kemampuan komunikasi matematis yang diukur dalam penelitian ini adalah kemampuan menulis (written texts), kemampuan menggambar (Drawing), Ekspresi matematik (mathematical expression). Selain kemampuan komunikasi matematik yang diuji dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa, yaitu membandingkan hasil post-test kelas yang menggunakan model pembelajaran CORE dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran konvensional.Hasil perhitungan post-test di uji menggunkan uji t, hasil yang diperoleh t hitung 5,4025 t tabel 2,0150.  Hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajar CORE (kelas eksperimen) lebih baik dari pada yang menggunakan pembelajaran konvensional (kelas kontrol). Sedangkan kemampuan komunikasi matematik kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol, indikator nya rata-rata kemampuan : 1) menulis kelas ekperimen (77,12) dari kelas kontrol (64,42); 2) menggambar kelas eksperimen (81,28) kelas kontrol (74,36); ekspresi matematika kelas eksperimen (82,82) kelas kontrol (78,21).Berdasarkan hasil pengolahan secara statistik, diperoleh kesimpulan bahwa peningkatan prestasi dan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran CORE lebih baik dari pada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional dan sebagian besar siswa menunjukkan sikap yang positif terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model CORE yang telah dilakukan.Kata kunci : model pembelajaran CORE (Connecting , Organizing, Reflecting, Extending), kemampuan komunikasi matematis
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA Ernani Br Ginting, Sigid Edy Purwanto, Ayu Faradillah
Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2019): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/gammath.v4i1.1567

Abstract

 Penelitian ini  bertujuan  untuk   mengetahui  pengaruh model   pembelajaran creative problem solving terhadap kemampuan berpikir  kreatif  matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bentuk pre- eksperimental design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 157 siswa. Teknik  pengambilan sampel menggunakan sampel purposive dan  di dapat sampel berjumlah 73  siswa di SMP  Negeri  17  Bekasi kelas VII  semester genap 2018/2019.  Instrumen penelitian  ini berupa tes kemampuan berpikir kreatif   yang   telah   di  uji  validitas,  reliabilitas,  daya   pembeda  dan   taraf kesukaran. Data hasil penelitian telah diuji normalitas dan homogenitas kemudian diperoleh hasil data yang tidak  berdistribusi normal. Uji hipotesis menggunakan uji Mann-Whitney atau uji-U menghasilkan  dan  pada taraf signifikan 5% sehingga diperoleh  yang mengakibatkan H0 ditolak. Kesimpulan hasil penelitian adalah terdapat pengaruh pembelajaran dengan model Creative Problem Solving (CPS) terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa di SMP Negeri 17 Bekasi pada materi segiempat dengan pengaruh sedang sebesar 0,504 atau 50,4%.Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis, Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS)
DESKRIPSI ASIMILASI DAN AKOMODASI MAHASISWA BERKEMAMPUAN SEDANG DALAM BELAJAR ELLIPS, HIPERBOLA, DAN PARABOLA Herfa Maulina Dewi Soewardini
Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2016): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/gammath.v1i1.420

Abstract

Terdapat tiga jenis kemampuan mahasiswa dalam menyerap dan memproses informasi yang diterimanya yaitu kemampuan rendah, kemampuan sedang, dan kemampuan tinggi. Mahasiswa yang berkemampuan sedang memiliki deskripsi yang berbeda dengan mahasiswa berkemampuan yang lain dalam menganalisis pemerolehan informasi baru. Mereka beradaptasi dengan bentuk asimilasi dan akomodasi dalam struktur kognitifnya saat mereka menyerap, memproses, dan menganalisis suatu informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asimilasi dan akomodasi mahasiswa yang berkemampuan sedang dalam belajar ellips, hiperbola, dan parabola. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif yang telah diuji. Instrumen penelitian menggunakan wawancara berbasis tugas. Peneliti mewawancara mahasiswa meggunakan pedoman wawancara yang digunakan untuk membimbing mahasiswa dalam mengerjakan tugas yang diberikan untuk merekam deskripsi dari proses asimilasi dan akomodasi. Setiap tugas yang diberikan pada subjek adalah soal-soal geometri yang mengandung konsep-konsep baru seperti bentuk-bentuk ellips, hiperbola, dan parabola; persamaan; juga persamaan garis singgung. Dalam penelitian ini, analisis data dilakukan dengan tiga tahapan analisis yaitu menelaah transkrip data, reduksi data, dan koding.Kata Kunci: ellips, hiperbola, parabola, asimilasi, akomodasi, mahasiswa berkemampuan tinggi
VISUALISASI ELLIPS DAN HIPERBOLA MAHASISWA PADA MATA KULIAH GEOMETRI ANALITIK DATAR Herfa Maulina Dewi Soewardini
Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2018): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/gammath.v3i1.1115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan visualisasi ellips dan hiperbola pada mata kuliah geometri analitik datar ditinjau dari asimilasi dan akomodasi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan wawancara berbasis tugas. Dalam wawancara berbasis tugas ini, peneliti mewawancara subjek menggunakan pedoman wawancara yang diajukan untuk membimbing subjek dalam mengerjakan tugas yang diberikan sebagai suatu cara untuk merekam visualisasi ellips dan hiperbola. Setiap tugas yang diberikan pada subjek adalah soal-soal geometri analitik datar yang mengandung konsep-konsep baru seperti bentuk-bentuk ellips dan hiperbola; persamaan ellips dan hiperbola; juga persamaan garis sisnggung ellips dan hiperbola. Dalam penelitian ini, analisis data dilakukan dengan tiga tahapan analisis yaitu menelaah transkrip data, reduksi data, dan koding Adapun hasil dari penelitian ini adalah mengaktifkan skema dengan aktifitas menentukan titik puncak ellips dan hiperbola, membedakan bentuk-bentuk ellips, hiperbola dan mengkategorikan sifat. T1 mengkategorikan persamaan pada ellips dan hiperbola yang hampir sama dengan perbedaan pada operasinya. Dia menyesuaikan skema tentang ellips lalu memodifikasi skema bahwa ellips yaitu himpunan titik yang jumlah jaraknya terhadap titik tertentu tetap besarnya. Dia menyesuaikan skema tentang hiperbola lalu memodifikasi skema bahwa hiperbola yaitu himpunan titik yang selisih jaraknya terhadap dua titik tertentu tetap besarnya.Kata Kunci: visualisasi, geometri
PENGEMBANGAN MODEL PISA BERBASIS BUDAYA MASYARAKAT PADANG BOLAK BERDASARKAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA Nursahadah, Hasratuddin, Madyunus Salayan
Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2020): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/gammath.v5i2.3544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan pengembangan model PISA berbasis budaya masyarakat Padang Bolak  dalam meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa (2) Menganalisis peningkatan literasi matematis siswa melalui model pisa berbasis budaya masyarakat Padang  Bolak (3) Menemukan model PISA berbasis budaya masyarakat Padang Bolak yang efektif  untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa. Produk yang dihasilkan dalam penelitian adalah instrumen model PISA berbasis budaya masyarakat Padang Bolak. Penelitian ini di lakukan dengan penelitian pengembangan model 4-D. Dengan jenis penelitian pengembangan (Research and Development). Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Manunggal Bagan Batu Rohil Tahun Pelajaran 2018/2019, kelas yang digunakan yaitu VIII sebanyak 30 peserta didik dan 2  guru matematika. objek penelitian adalah pengembangan model PISA berbasis budaya masyarakat Padang Bolak yang berupa buku guru dan siswa pada materi barisan bilangan. Dari hasil penelitian diperoleh instrumen model PISA yang dikembangkan memenuhi kriteria efektif dilihat dari ketuntasan hasil belajar secara klasikal 87,5%, ketuntasan tujuan pembelajaran 76,8%, respon siswa terhadap instrumen model PISA dalam kategori baik dan positif sebesar 18,75% dari uji coba I  ke uji coba II.Kata Kunci: Pengembangan Instrumen, PISA, Literasi, Budaya Padang Bolak.

Filter by Year

2016 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 2 (2022): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2022): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2021): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2021): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2020): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2020): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2019): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2019): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2019): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2018): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2018): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2018): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2018): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2017): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2017): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2017): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2017): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2016): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2016): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2016): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2016): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika More Issue