cover
Contact Name
Suwarsi
Contact Email
jk_respati_jogja@respati.ac.id
Phone
+62274-4437888
Journal Mail Official
jk_respati_jogja@respati.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Tajem KM. 1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta
ISSN : 20888872     EISSN : 25412728     DOI : 10.35842/jkry
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta (p-ISSN: 2088-8872; e-ISSN:2541-2728 http://nursingjurnal.respati.ac.id/) adalah peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu keperawatan. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas), atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada di Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta diterbitkan oleh Progam Studi S1 Ilmu Keperawatan & Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 439 Documents
THE EFFECTIVENESS OF GIVING HEALTH EDUCATION NURSING ACTIONS TO A HYPERTENSION FAMILY WITH A KNOWLEDGE DEFICIT IN PUCANGSEWU Ryanda Fikri Husein; Linggar Rolis Kumara; Pramono Giri Kriswoyo
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 8 No 3 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v8i3.630

Abstract

Hypertension is the most common disease suffered by the community. Hypertension can cause complications if not treated quickly and make the patient's condition worse. Heart attacks and strokes are examples of complications caused by hypertension. Hypertension is a major health problem. The World Health Organization (WHO) and the International Society of Hypertension (ISH) say there are about 600 million cases of hypertension worldwide. In society, knowledge about hypertension management is still very low. So that one of the efforts that can be done is to conduct health education (penkes). Health education is a process that can increase a person's degree and awareness about health. Families can be influential in controlling a disease. Inharmonious family relationships, lack of attention from family, and lack of family knowledge that make inability in patient care greatly affect patient recovery. The writing method used in this case study is descriptive analytic method, namely case presentation with a nursing process approach that focuses on one important problem in the selected case. With a focus on the study of knowledge deficits related to the inability of families to recognize family health problems. The results of the study showed that the provision of nursing care to hypertensive patients with a focus on knowledge deficiency studies through health education interventions (penkes) showed an improvement in conditions where patients and their families knew more about hypertension diets, Keywords: nursing care; knowledge deficiency; health intervention.
Fungsi Kognitif Yang Optimal Akan Meningkatkan Kemandirian Pada Lansia Setianingsih Wibawa; Enny Purwaningsih; Sri Hastutin
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5 No 1 (2018): JANUARY 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v5i1.169

Abstract

Kemunduran fungsi kognitif dapat berupa mudah lupa yang dapat berlanjut menjadi gangguan kognitif ringan sampai ke demensia dan akan berpengaruh pada aktivitas sehari-hari sehingga dapat menurunkan kualitas hidup lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fungsi kognitif dengan tingkat kemandirian lansia di Poliklinik Geriatri RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, jumlah perolehan sampel sebanyak 73 pasien lansia yang berkunjung di Poliklinik Geriatri RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Uji statistik menggunakan chi square. Hasil penelitian diperoleh karakteristik responden adalah rata-rata berumur 73,07 tahun, sebagian besar berjenis kelamin perempuan (60,3%), berpendidikan SMP (43,8%) dan tidak bekerja (74,0%). Fungsi kognitif pada lansia adalah kognitif normal (84,9%), tingkat kemandirian lansia sebagian besar mengalami ketergantungan (63,0%) dan hasil uji chi square diperoleh nilai p = 0,038 (α : 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara fungsi kognitif dengan tingkat kemandirian lansia di Poliklinik Geriatri RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten dengan p value 0,038 (p < 0,05). Hasil ini berarti semakin baik fungsi kognitif, tingkat kemandiriannya semakin tinggi. Masyarakat diupayakan meningkatkan derajat kesehatan lansia dengan cara memberikan dukungan kepada lansia agar aktif dalam kegiatan lansia misalnya posyandu lansia sehingga dapat lebih mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain.
HEALTH PROMOTION THROUGH INTERACTIVE VIDEO MEDIA TO INCREASE WOMEN'S KNOWLEDGE AND RESILIENCE DURING THE COVID-19 PANDEMIC IN TRIHARJO VILLAGE, PANDAK, BANTUL Venny Vidayanti; Deden Iwan Setiawan; Aan Umbu Tay Parwana
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 9 No 2 (2022): MAY 2022
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v9i2.660

Abstract

The Maternal Mortality Rate (MMR) in Bantul Regency has risen in 2020. Triharjo Village has the highest percentage of high-risk pregnant women in the Pandak II Health Center's target region (30.48%). Currently, insufficient information sources for pregnant women can promote stress, anxiety, and low maternal awareness, increasing the chance of exposure to Covid-19. During the COVID-19 pandemic, effective promotional media are needed to increase pregnant women's knowledge and resilience. This study will measure the effect of interactive video media in increasing pregnant women's knowledge and resilience to the COVID-19 pandemic. The research design is a quasi-experiment using consecutive sampling. The study sample comprised of 38 pregnant women who satisfied the criteria. The knowledge instrument was modified based on the literature review WHO recommendation, POGI and construct validity test was carried out while the resilience instrument uses the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). This study used paired t-tests to determine the effectiveness of the intervention. The results of the paired t-test for knowledge of pregnant women showed p-value of 0.000 <0.05 and p-value of the effect of interactive video education on resilience of pregnant women. of 0.000 < 0.05. This study concluded that interactive video media can increase pregnant women's awareness and resistance during the Covid-19 pandemic.
Analisa Hubungan Antara Usia Menarche, Sikap Tentang Pre-Menstruasi Sindrom Terhadap Perilaku Dalam Mengatasi Pre-Menstruasi Sindrom Di SMPN 1 Mlati Yogyakarta Melania Wahyuningsih; Anita LIliana
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5 No 2 (2018): MEY 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v5i2.210

Abstract

Pre-menstruasi sindrom(PMS) adalah gangguan yang menyebabkan ketidaknyamanan fisik dan ketegangan emosional semasa dua minggu sebelum periode haid. PMS dialami oleh remaja putri sering mengakibatkan siswa tidak masuk sekolah. Banyak remaja putri yang tidak memahami pentingnya sikap mengatasi PMS sehingga tidak ditangani sampai tuntas. PMS yang tidak ditangani dengan baik bisa mengakibatkan tidak terdeteksinya kelainan reproduksi pada remaja. Peneliti ingin mengetahui usia menarche, sikap remaja terhadap PMS dan bagaimana pelaksanaannya saat mengatasi PMS.  Penelitian merupakan penelitian korelasi  dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian adalah remaja putri siswi kelas VII SMP negeri 1 Mlati. Pengambilan sampel secara total sampling. Analisa dengan menggunakan analisa Chi – square. Usia menarche sebagian besar siswi SMP Negeri I Mlati pada usia normal.Sikap penanganan PMS sebagian besar siswi SMP Negeri I Mlati dalam kategori positif. Perilaku dalam menangani PMS sebagian besar siswi SMP Negeri I Mlati dalam kategori cuku. Analisa hubungan antara usia menarche dengan perilaku mengatasi PMS p value 0,739 ( p value > 0,05), hubungan antara sikap dengan perilaku mengatasi PMS p value 0,309 ( p value > 0,05).  Tidak ada hubungan yang significant antara usia menache dan sikap terhadap perilaku siswa dalam menangani PMS.
THE PREMIUM ASSISTANCE BENEFICIARIES OF NATIONAL HEALTH INSURANCE’S EXPERIENCE IN USING HEALTHCARE IN KEDIRI Anggi Ardhiasti; Deanti Rifa Mu’adzah; Herlinda Dwi Ningrum
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 9 No 3 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v9i3.679

Abstract

National Health Insurance (Jaminan Kesehatan Nasional: JKN) demonstrates government’s commitment providing health insurance to all Indonesians. Hoped that JKN can improve the health levels of its citizens, including the poor and vulnerable; i.e Premium Assistance Beneficiaries Of National Health Insurance (PBI JKN), so that the productivity of family economies increase and intergenerational cycles of poverty can be broken. Despite wider coverage of JKN, however, the poor were still disadvantaged in the healthcare market. Our preliminary study in Kediri shows that PBI beneficiaries complain about the service of healthcare they have received. This study aims to explore the healthcare experience of PBI JKN in Kediri through a qualitative case study approach using in-depth interviews with 10 informants of PBI who had previously been selected purposively. The findings support an understanding of PBI experience from the PBI’s perspective of accessibility, service procedures, and service quality of healthcare in Kediri. According to the informants’ perspective of accessibility to healthcare, all of them stated that the healthcare is accessible. From the informants’ perspective of service procedures, most of the informants stated that the flow of health services provided is quite detailed and complete, although some informants are not satisfied with the way the health service is served. The results suggest that there are several issues that must be addressed in order to enhance the quality of care for example therapeutic communication, and the PBI experience in relation to increase the quality care. In addition, policy-makers, managers and all healthcare workers must ensure that patients especially PBI beneficiaries are satisfied of the services provided regardless of their membership status.
Hubungan Antara Dukungan Sosial Dan Depresi Dengan Self Efficacy Dalam Mematuhi Pengobatan Antiretroviral Therapy Pada Pasien HIV/AIDS Akbar Satria Fitriawan
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5 No 3 (2018): SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v5i3.138

Abstract

Salah satu faktor psikologis penting yang mempengaruhi kepatuhan berobat pasien HIV/AIDS adalah self efficacy. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa depressi dan dukungan sosial berhubungan dengan kepatuhan berobat pasien HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara depressi dan dukungan sosial dengan self efficacy dalam mematuhi pengobatan pada pasien HIV/AIDS. Metode penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional dan besar sampel 64 orang. Penelitian ini dilakukan di RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta. Depressi diukur dengan Beck Depression Inventory, dukungan sosial diukur dengan SSQ-6, dan self efficacy dalam mematuhi ART diukur dengan HIV-ASES. Uji Chi Square dilakukan untuk mengetahui hubungan antara depressi dan dukungan sosial dengan self efficacy. Sebanyak 64 pasien HIV/AIDS berpartisipasi dalam penelitian ini. 40,6% pasien memiliki self efficacy yang rendah. 50% pasien mengalami depressi (40,6% depressi ringan dan 9,6% depressi sedang) dan 54,7% pasien mendapatkan dukungan sosial rendah. Dalam analisis bivariat, depressi dan dukungan sosial berhubungan signifikan dengan self efficacy (p<0,05). Kesimpulan : Depressi dan dukungan sosial berhubungan signifikan dengan self efficacy pasien HIV/AIDS dalam mematuhi kepatuhan pengobatan.
EFFECTIVENESS OF TELENURSING PROGRAM ON MEDICATION ADHERENCE IN PULMONARY TUBERCULOSIS PATIENTS UNDERGOING OUTPATIENT TREATMENT AT PIDIE DISTRICT HOSPITAL Mahdani Mahdani; Susi Andriani
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 10 No 1 (2023): JANUARY 2023
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v10i01.708

Abstract

Pulmonary tuberculosis is a chronic disease that requires long-term treatment. One of the factors that support healing is adherence to taking medication in patients. Telemedicine is an alternative for providing health and nursing services. nursing is one of the latest information and communication technology systems in the health sector. One form of telemedicine is telenursing. This study aims to determine the degree of medication adherence in pulmonary tuberculosis patients before and after telenursing interventions. This is a quasi-experimental design using a Control Group Design. The sample as a respondent was 200 respondents, using purposive sampling. Data analysis was performed using descriptive statistics and inferential statistics. Medication adherence was measured using MMAS. The results showed adherence to taking medication in the intervention group before test was carried out was 1.45, while the average adherence to taking medication after test was 2.74, this indicates that there is an average difference before and after the intervention treatment in the intervention group and shows that there is a significant difference when viewed from t value 24.005 > 1.984 and P value of 0.000. It can be concluded that there is a significant effect of the telenursing program on medication adherence in pulmonary tuberculosis patients.
Dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang Terhadap Peningkatan Kinerja Puskesmas Bancak Terkait Penurunan Angka Kematian Bayi (AKB) Delyn Viona Tomilanton; Sanfia Tesabela Messakh; Bagus Panuntun
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 6 No 2 (2019): MAY 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v6i2.315

Abstract

Pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk mendukung kinerja puskesmas agar mencapai hasil yang optimal. Penurunan AKB merupakan salah satu aspek kesehatan yang terus menerus diupayakan. Data menunjukkan bahwa AKB tingkat Jawa Tengah belum mengalami penurunan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang terhadap peningkatan kinerja puskesmas bancak terkait AKB. Penelitian yang dilaksanakan menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik pengambilan data dengan melakukan wawancara semi terstruktur untuk melihat dukungan pemerintah daerah kabupaten semarang dan penurunan AKB di puskesmas. Subjek penelitiannya adalah kepala puskesmas, bidan koordinator anak, dan bidan koordinator ibu. Lokasi penelitian yaitu di Puskesmas Bancak, Kabupaten Semarang. Hasil penelitian, ditemukan tiga tema yaitu: penyebab kematian bayi, upaya-upaya yang dilakukan puskesmas dalam menurunkan AKB, dan dukungan-dukungan yang diberikan kepada puskesmas untuk menurunkan AKB. Kesimpulan dari penelitian ini adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk menurunkan AKB di Puskesmas Bancak yang disebabkan oleh kematian bayi prematur dilakukan dalam 12 program kerja yang sudah dijalankan dengan beberapa dukungan yang diberikan baik dari pemerintah daerah kabupaten semarang maupun dari dinas kesehatan kabupaten semarang dan Puskesmas Bancak sendiri dalam upaya menurunkan AKB.
PENGARUH KOMPRES DINGIN TERHADAP TINGKAT NYERI ANAK USIASEKOLAH SAAT PEMASANGAN INFUS DI POLIKLINIK PERSIAPAN RAWAT INAPRSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL Ni Kadek Asriani; Endang Lestiawati; Listyana Natalia Retnaningsih
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4 No 1 (2017): JANUARY 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v4i1.53

Abstract

Anak usia sekolah mengalami nyeri saat prosedur pemasangan infus. Nyeri yang tidak ditangani dapat menimbulkan dampak yang merugikan bagi anak antara lain  ansietas, kesulitan tidur, ketidakberdayaan dan keputusasaan. Kompres dingin merupakan salah satu tindakan keperawatan yang mampu mengurangi nyeri dengan memberikan  efek anestesi lokal pada area yang akan di pasang infus.Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompres dingin terhadap tingkat nyeri anak usia sekolah saat pemasangan infus. Desain penelitian menggunakan quasi experiment post-test only nonequivalent control group.Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan sampel sebanyak 36 responden terbagi menjadi dua kelompok (kelompok kontrol dan kelompok intervensi).Kompres dingin dilakukan selama 3 menit sebelum pemasangan infus dilakukan.Analisa data menggunakan uji Mann Withney.Hasil penelitian menunjukkan tingkat nyeri anak pada kelompok kontrol mayoritas mengalami sakit yang paling sakit 44,4%. Tingkat nyeri pada kelompok intervensi mayoritas mengalami sedikit nyeri 38,9%. Perbedaan rata-rata tingkat nyeri diketahui tingkat nyeri kelompok intervensi lebih rendah 2,17 dibandingkan kelompok kontrol. Hasil uji Mann Withney didapatkan p value 0,000.Ada pengaruh kompres dingin terhadap tingkat nyeri anak usia sekolah saat pemasangan infus di Poliklinik Persiapan Rawat Inap RSUD Panembahan Senopati Bantul. Kata Kunci:  Anak usia sekolah, Kompres dingin, Tingkat Nyeri, Pemasangan infus
Terapi Komplementer Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi: A Literatur Review Elly Trisnawati; Ikhlas M Jenie
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 6 No 3 (2019): SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v6i3.370

Abstract

Pengobatan menggunakan terapi komplementer akhir-akhir ini berkembang dan menjadi sorotan di berbagai negara. Beberapa pengobatan komplementer yang telah ditemukan untuk membantu menurunkan tekanan darah diantaranya dengan tanaman tradisional,akupuntur,akupressur, bekam, dan lain-lain. Literature review ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan dari beberapa jenis terapi komplementer terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Pencarian literature review ini menggunakan database pubMed dan google scholar. Pencarian dilakukan dengan keywords: Complementary Therapy AND Hypertention, Complementary Therapy AND Blood Pressure, Complementary Therapy OR Acupunture OR Music Therapy OR Rose Aromatherapy OR Wet-Cupping, Effect of ”Complementary therapy”Hypertention Patients”+Journal. Didapatkan hasil 7 Jurnal dari rentang waktu 2016-2019 yang sesuai dengan kriteria inklusi.  Hasil dari 7 jurnal yang direview secara penuh melalui literature review ini didapatkan 6 jurnal pada terapi komplementer (Rose Aromaterapy, Meditasi & yoga, akupresure, bekam, akupuntur pada thaicong acupoint)  menunjukan hasil  yang signifikan terhadap  keefektifan dari terapi komplementer dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi, sedangkan  1 jurnal pada terapi musik menunjukan hasil yaitu terjadi peningkatan pada tekanan darah sistolik setelah diberikan terapi.  kesimpulan dari literature revies ini bahwa terapi komplementer seperti,  rose aromaterapy, meditasi & yoga, akupresure, bekam basah, akupuntur pada thaicong acupoint efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2025): January 2025 Vol 10 No 3 (2023): SEPTEMBER 2023 Vol 10 No 2 (2023): MAY 2023 Vol 10 No 1 (2023): JANUARY 2023 Vol 9 No 3 (2022): SEPTEMBER 2022 Vol 9 No 2 (2022): MAY 2022 Vol 9 No 1 (2022): JANUARY 2022 Vol 9 No 1 (2022): JANUARI 2022 Vol 8 No 3 (2021): SEPTEMBER 2021 Vol 8 No 2 (2021): MAY 2021 Vol 8 No 1 (2021): JANUARI 2021 Vol 8 No 1 (2021): JANUARY 2021 Vol 7 No 3 (2020): SEPTEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): MEI 2020 Vol 7 No 2 (2020): MAY 2020 Vol 7 No 2 (2020): MEI 2020 Vol 7, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 7 No 1 (2020): JANUARY 2020 Vol 7 No 1 (2020): Januari 2020 Vol 6 No 3 (2019): SEPTEMBER 2019 Vol 6, No 3 (2019): September 2019 Vol 6, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 6 No 2 (2019): MAY 2019 Vol 6 No 1 (2019): JANUARY 2019 Vol 6, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 5, No 3 (2018): September 2018 Vol 5 No 3 (2018): SEPTEMBER 2018 Vol 5 No 2 (2018): MEY 2018 Vol 5, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 5, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 5, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 5 No 1 (2018): JANUARY 2018 Vol 5 (2018): FEBRUARI 2018 Vol 4, No 3 (2017): September 2017 Vol 4 No 3 (2017): SEPTEMBER 2017 Vol 4 No 2 (2017): MAY 2017 Vol 4, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 4, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 4 No 1 (2017): JANUARY 2017 Vol 4, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 3, No 2 (2016): September 2016 Vol 3 No 2 (2016): SEPTEMBER 2016 Vol 3 No 1 (2016): MARCH 2016 Vol 3, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 3, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 2, No 2 (2015): September 2015 Vol 2 No 2 (2015): SEPTEMBER 2015 Vol 2, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 2 No 1 (2015): MARCH 2015 Vol 2 No 4 (2014): MAY 2014 Vol 2, No 4 (2014): Mei 2014 More Issue