cover
Contact Name
Suwarsi
Contact Email
jk_respati_jogja@respati.ac.id
Phone
+62274-4437888
Journal Mail Official
jk_respati_jogja@respati.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Tajem KM. 1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta
ISSN : 20888872     EISSN : 25412728     DOI : 10.35842/jkry
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta (p-ISSN: 2088-8872; e-ISSN:2541-2728 http://nursingjurnal.respati.ac.id/) adalah peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu keperawatan. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas), atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada di Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta diterbitkan oleh Progam Studi S1 Ilmu Keperawatan & Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 439 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PENANGANAN PERTAMA SISWA SYNCOPE DI SMAN 1 NGAGLIK SLEMAN YOGYAKARTA Panji Nugroho; Cornelia D.Y Nekada; tia amestiasih
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4 No 1 (2017): JANUARY 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v4i1.54

Abstract

Syncope adalah hilangnya kesadaran dan kontrol otot dalam  beberapa detik hingga beberapa menit yang menyebabkan seseorang jatuh pingsan. Kejadian syncope sering terjadi di SMA Negeri 1 Ngaglik Sleman Yogyakarta kurang lebih sebanyak 6-8 orang dalam 1 bulan. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan tingkat pengetahuan terhadap penanganan pertama siswa syncope di SMA Negeri 1 Ngaglik Sleman Yogyakarta Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif analitik menggunakan pendekatan crossectional, jumlah sampel pada penelitian ini 64 responden dari 176 siswa, Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan metode purposive sampling. Statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah somer. Data di ambil pada tanggal 28 Maret 2016 sampai 1 April 2016 di SMA Negeri 1 Ngaglik Sleman Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan baik responden sebanyak 34 orang (53,1%) dan penanganan pertama baik responden sebanyak 38 orang (59,4%) nilai P-Value 0,679 (>0,1). Keterampilan dalam memberikan penanganan pertama siswa syncope tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan saja akan tetapi ada hal lain yang berkontribusi seperti motivasi dan interaksi. Tidak ada hubungan tingkat pengetahuan terhadap penanganan pertama siswa syncope di SMA Negeri 1 Ngaglik Sleman Yogyakarta.Kata Kunci :  SPGDT, Syncope, Pengetahuan.
Prolonged Sitting Causes Lower Back Pain For Nursing Students In Yogyakarta, Indonesia Natalia Ririn Kalumbang; Januar Rizqi; Nur Alvira Pascawati
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 7 No 1 (2020): JANUARY 2020
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v7i1.525

Abstract

Individuals who spend most of their time sitting for long periods are at risk of experiencing low back pain. Pain complaints are the most common injuries in the work environment, both as administrator and in academia. The purpose of this study was to determine the relationship between the lengths of sitting during lectures with complaints of low back pain. This research is a quantitative analytic cross-sectional design conducted on 62 nursing students. Sitting time and pain complaints were measured using a questionnaire, physical examination (laseque test) and descriptive scale verbal pain assessment instrument (VDS). Data analysis used Fisher exact test with α: 5%. The results showed that the number of respondents who experienced low back pain complaints was 44 (71.0%) with a sitting time of ≥5 hours is 51 (82.3%) with a value of p = 0.025. The conclusion of this research is the length of sitting during lectures is at risk of causing low back pain
EFEKTIFITAS KONSELING LAKTASI TERHADAP EFIKASI DIRI DAN KEMAMPUAN MENYUSUI IBU PASCA BEDAH SESAR Venny Vidayanti; Melania Wahyuningsih
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4 No 2 (2017): MAY 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v4i2.115

Abstract

Penyebab rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif bagi bayi dibawah usia enam bulan karena produksi ASI ibu pasca bedah sesar yang terhambat pada hari-hari pertama pasca persalinan. Penerapan konseling laktasi pada ibu pasca bedah sesar masih belum optimal. Konseling laktasi pada kontak awal ibu dan bayi sangat penting dalam mendukung ibu pasca bedah sesar untuk mempertahankan menyusui dan mengoptimalkan pemberian ASI bagi bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan konseling laktasi terhadap efikasi diri dan kemampuan menyusui ibu pasca bedah sesar di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel pasangan ibu dan bayi sebanyak 41 responden pada masing- masing kelompok. Jenis penelitian ini adalah penelitian ekperimen dengan desain “quasi experimental with post test-only non equivalent control group design”. Intervensi konseling laktasi dilakukan pada 2 kontak. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi menggunakan komponen BREAST untuk mengamati kemampuan menyusui ibu pasca bedah sesar dan kuesioner BSES-SF untuk menilai efikasi diri. Analisis data menggunakan uji chi square dan Uji independent t-test.  Hasil penelitian konseling laktasi dengan kemampuan menyusui ibu didapatkan nilai p-value 0,004.  Pengaruh konseling laktasi terhadap efikasi diri didapatkan nilai p-value 0,000. Konseling laktasi efektif meningkatkan kemampuan menyusui dan efikasi diri ibu pasca bedah sesar.
Effect of Progressive Muscle Relaxation on The Functional Status of The Elderly in The Integrated Services Unit of The Elderly Binjai Eqlima Elfira; Nurbaiti Nurbaiti; Roxsana Devi Tumanggor
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 7 No 2 (2020): MAY 2020
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v7i2.531

Abstract

The elderly are very vulnerable to overcome musculoskeletal disorders such as joint pain and back pain. The estimated health status of the elderly can be changed in their Functional Status, which will affect Physical, psychological, and spiritual. This study discusses progressive muscle relaxation training in the Functional status of the elderly in the Binjai Elderly Integrated Services Unit. The research method was conducted by pre-experiment with the design of one group pretest-posttest. The number of samples consisted of categories from 60 years to 82 years, collected 33 people. The implementation method is done with progressive relaxation exercises for 30 minutes in a seated position with 15 hand and foot movements with 33 elderly people repeatedly. Data collection tools in this study use demographic data questionnaires and Barthel index. Data analysis using Pearson correlation coefficient, where the value of sig. (2-tailed) 0.085> 0.05 which means there is no significant effect between progressive muscle relaxation exercises with the functional status of the elderly. The progressive muscle relaxation exercises only experience changes in vital signs so that it is very effective in a sitting or standing position.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU MENCUCI TANGAN YANG BENAR PADA SISWA DI SDN KALONGAN SLEMAN YOGYAKARTA Patria Asda; Adolf F Wayon
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4 No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v4i3.152

Abstract

Mencuci tangan adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jarijarimenggunakan air mengalir dan sabun. Pengetahuan anak mengenai cuci tangan yangbenar sangatlah minim, dikarenakan kurangnya informasi yang di peroleh anak baik dariorang tua, sekolah maupun dari dinas kesehatan setempat. Pada hal peranan mereka yangsangat dominan akan mempengaruhi kualitas hidup anak dikemudian hari. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Perilaku MencuciTangan yang benar Pada Siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodekuantitatif, rancangan penelitiannya eksperimen semu (Quasi eksperimen), dengan pendekatanTime Series Design, dengan jumlah responden 39 orang. Data dianalisis dengan t-test danhasil dikatakan bermakna jika p <0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaannilai rata-rata cuci tangan responden sebelum diberikan pendidikan kesehatan dan setelahdiberikan pendidikan kesehatan dengan nilai p value < 0,05.
AUDIOVISUAL MEDIA AS ONE OF THE HEALTH EDUCATION MEDIA THAT CAN AFFECT ADOLESCENT PERSONAL BEHAVIORS IN THE MANAGEMENT OF LEUKORHEA Yanita Trisetiyaningsih; Ida Nursanti
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 8 No 1 (2021): JANUARY 2021
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v8i1.589

Abstract

At puberty, young women will experience an increase in the hormone estrogen, allowing adolescents to experience vaginal discharge. Leucorrhoea can be caused due to wrong habits in doing personal hygiene. In Indonesia 2013 there were 237,641,326 cases of adolescents experienced vaginal discharge (75%) Based on statistical data in Indonesia 2008, of 43.3 million adolescents aged 15-24 years of unhealthy behavior which is one of the causes of leucorrhoea According to static data in the Special Region of Yogyakarta in 2009 the number of teenagers 2.9 million people aged 15-24 years 68% experience vaginal discharge. The objective studyd is knowing the effect of health education with audiovisual methods on knowledge, attitudes, and personal hygiene behavior in handling vaginal discharge. This research is conducted at SMP Negeri 1 Gamping for class XIII and IX. Data collection begins with conducting a pretest, providing health education with audiovisual methods, and posttest. The data obtained will be performed univariate analysis and bivariate analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test. The average score of the level of knowledge in the pretest handling was 85.3 and the posttest was 86.7. The average score of the pretest attitude was 80.7 and the posttest was 80.8. The average score of the pretest behavior was 73.4 and the posttest was 76.3. Health education using audiovisual does not affect the level of knowledge and attitudes of adolescents in handling vaginal discharge, but does affect adolescent behavior. Keywords: Adolescent; Vaginal Discharge
Faktor Yang Berhubungan Dengan Akurasi Metode DARE Dalam Penafsiran Berat Badan Janin Pada Ibu In Partu Sri Hari Ujiningtyas
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5 No 1 (2018): JANUARY 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v5i1.175

Abstract

Salah satu trauma obstetri yang perlu diperhatikan adalah terjadinya distokia bahu, bayi makrosomia yang akan menyulitkan proses persalinan yang pada akhirnya dapat berdampak pada morbiditas dan mortalitas bayi ataupun ibu. Untuk meminimalkan dampak tersebut perlu menggunakan metode penafsiran berat janin yang akurat. Metode yang akurat  untuk penafsiran berat janin yaitu metode Dare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan akurasi metode Dare dalam penafsiran berat badan janin pada ibu inpartu. Penelitian ini menggunakan metode  deskriptif korelatif dengan pendekatan cross secional. Tehnik sampling  non random sampling dengan jenis consecutive sampling. Jumlah sampel sebesar 66 subjek. Analisis  bivariat untuk data yang normal menggunakan uji statistik Pearson Test dan  data yang tidak normal  dianalisis dengan uji Spearman test. Terdapat hubungan antara Indeks massa Tubuh (IMT) dan Lingkar Lengan Atas (LLA) dengan akurasi metode Dare, hasil signifikansi p value = 0,000. Besar nilai korelasi  antara IMT dengan  metode Dare sebesar r=0,549 dan korelasi antara LLA dengan  metode Dare sebesar r=0,421. Paritas, usia Gestasi dan pekerjaan  tidak ada hubungan dengan akurasi metode Dare. Simpulannya adalah faktor yang berhubungan dengan akurasi metode Dare adalah IMT dan LLA.
EDUCATIONAL PROGRAMM TO IMPROVE COPING MECHANISMS OF PARENTS WITH CHILDREN WITH CONGENITAL HEART DISORDERS Felorensiana Runtunuwu; Lisa Musharyanti
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 9 No 1 (2022): JANUARY 2022
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v9i1.648

Abstract

Congenital heart disease (CHD) is one of the most common congenital abnormalities in children with a chronic course of disease. CHD almost always causes problem psychologically either for patients and their families. Education about CHD in children addressed to their parents and caregivers could help to overcome the emotional problems that arise while caring for children with CHD. This study was at a time to review the educational programm that can be used to improve the parental coping mechanism of children with CHD. This study is a literature review sourced from PubMed, Google Scholar andScience Directdatabases, with inclusion criteria as follows: articles published in 2015-2020, available in full text and published in Indonesian and English. Our results found 169 articles, of them only 3 that met the inclusion criteria. Implementation of empowerment-based education program was proved to improve the knowledge, parenting behavior, and self-efficacy of parents and caregivers of children with CHD. Education with audiovisual media such as photos related to diagnostic procedures could be an important first step. The level of parental anxiety was lower in the intervention group than the control group (M=63, SD=3.5 vs M=70, SD=2.8). Module-based and workshop-based intervention programs such as the Congenital Heart Disease Intervention Program (CHIP)-Family intervention or education with evidence-based Families coping programs have been shown to improve mental health and coping mechanisms for parents of children with CHD. Nursing education using various media has been proven to improve the coping mechanisms of parents of children with CHD Keywords: Education; Media; Parents; Family; Coping Mechanisms; CHD
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan KPSP Pada Kader Posyandu Di Desa Mayungan, Ngawen Klaten Sri Wulandari; Dheska Arthyka Palifiana
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5 No 2 (2018): MEY 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v5i2.183

Abstract

Salah satu aspek yang akan terganggu apabila anak mengalami gangguan perkembangan adalah aspek pembelajaran di sekolah. Desa Mayungan terdapat 7 Posyandu dengan jumlah kader 45 orang, yang tersebar di 7 padukuhan. Jumlah balita yang ada didesa Mayungan adalah 243 orang.  Hasil wawancara dengan 5 kader Posyandu bahwa semua mengatakan belum mengetahui tentang pemantauan perkembangan dengan lembar KPSP dan belum tahu cara pengisiannya. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya faktor faktor faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan lembar KPSP pada kader posyandu desa Mayungan, Ngawen, Klaten Metode penelitian ini adalah pendekatan crossectional, sampel penelitian semua kader posyandu sejumlah 40 responden, teknik sampling total sample, analisis dengan univariat dan Chi-Square.  Hasil penelitian ini adalah karakteristik kader berdasarkan usia diketahui mayoritas kader berumur ≥41 tahun. Pendidikan kader sebagian besar tingkat menengah (SMA dan sederajatnya). Lama menjadi kader sebagian besar dalam kategori lama (≥5 tahun). Pengetahuan kader tentang KPSP mayoritas kategori kurang. Pemanfaatan lembar KPSP mayoritas dalam kategori tidak atau tidak mengisi lembar tersebut.Tidak terdapat hubungan antara usia, pendidikan, lama menjadi kader dan pengetahuan dengan pemanfaatan lembar KPSP pada kader Posyandu desa Mayungan, Ngawen, Klaten. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara usia, pendidikan, lama menjadi kader dan pengetahuan dengan pemanfaatan lembar KPSP pada kader Posyandu desa Mayungan, Ngawen, Klaten.
AN OVERVIEW OF OBESITY RISK FACTORS IN THE STUDENTS OF POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA Asep AS Hidayat; Tri Kusuma A. Puruhita; Dewi Aryanti; Sofia Februanti
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 9 No 3 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v9i3.674

Abstract

The risk factors of adolescent obesity are caused by macronutrient intake, diet and eating habits, physical activity, genetics, knowledge, attitudes, and psychological. This study aimed to determine obesity risk factors for students of Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. This descriptive research studied on 100 students. Obesity is determined by BMI, while body fat composition is determined by the bioimpedance analysis method. Intake and diet were measured through interviews, using a 24-hour recall form, an FFQ questionnaire, and a PGS instrument. Physical activity was measured using the IPAQ form. Knowledge and attitudes are determined by interviews, using knowledge and attitudes instruments. The data were analyzed descriptively. Food intake data were processed using Nutrisurvey 2007 for Windows. BMI showed 64% belong to the obesity 1. The average of body weight was 73.96 Kg ± 11.89. The incidence of obesity occurs a lot during adolescence and college (70%), 48% have obese parents, and 42% have obese siblings. The average body fat was 32.84% ± 5.59 and the average visceral fat was 9.57 ± 4.72. Fat and carbohydrate intake and energy were 100% less than DV, while protein intake was 85% less than DV. The diet of carbohydrate and vegetable sources was less than normal, while protein and fruit sources tend to be normal. Physical activity was low with 46%. The average knowledge score was 75.1% ± 12.98, and the average attitude score was 78.2% ± 14.17. Keywords: Physical Activity; Intake; Obesity; Knowledge; Diet

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2025): January 2025 Vol 10 No 3 (2023): SEPTEMBER 2023 Vol 10 No 2 (2023): MAY 2023 Vol 10 No 1 (2023): JANUARY 2023 Vol 9 No 3 (2022): SEPTEMBER 2022 Vol 9 No 2 (2022): MAY 2022 Vol 9 No 1 (2022): JANUARI 2022 Vol 9 No 1 (2022): JANUARY 2022 Vol 8 No 3 (2021): SEPTEMBER 2021 Vol 8 No 2 (2021): MAY 2021 Vol 8 No 1 (2021): JANUARY 2021 Vol 8 No 1 (2021): JANUARI 2021 Vol 7 No 3 (2020): SEPTEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): MEI 2020 Vol 7 No 2 (2020): MAY 2020 Vol 7 No 2 (2020): MEI 2020 Vol 7, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 7 No 1 (2020): JANUARY 2020 Vol 7 No 1 (2020): Januari 2020 Vol 6 No 3 (2019): SEPTEMBER 2019 Vol 6, No 3 (2019): September 2019 Vol 6 No 2 (2019): MAY 2019 Vol 6, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 6 No 1 (2019): JANUARY 2019 Vol 6, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 5, No 3 (2018): September 2018 Vol 5 No 3 (2018): SEPTEMBER 2018 Vol 5 No 2 (2018): MEY 2018 Vol 5, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 5, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 5, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 5 No 1 (2018): JANUARY 2018 Vol 5 (2018): FEBRUARI 2018 Vol 4, No 3 (2017): September 2017 Vol 4 No 3 (2017): SEPTEMBER 2017 Vol 4, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 4 No 2 (2017): MAY 2017 Vol 4, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 4, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 4 No 1 (2017): JANUARY 2017 Vol 3, No 2 (2016): September 2016 Vol 3 No 2 (2016): SEPTEMBER 2016 Vol 3, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 3 No 1 (2016): MARCH 2016 Vol 3, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 2, No 2 (2015): September 2015 Vol 2 No 2 (2015): SEPTEMBER 2015 Vol 2, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 2 No 1 (2015): MARCH 2015 Vol 2 No 4 (2014): MAY 2014 Vol 2, No 4 (2014): Mei 2014 More Issue