cover
Contact Name
Reni Oktaviani
Contact Email
aksis@unj.ac.id
Phone
+6285920169388
Journal Mail Official
aksis@unj.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Jakarta Jalan Rawamangun Muka, Jakarta Timur, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : 25809040     DOI : https://doi.org/10.21009
Aksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is a high-qualified open access Journal which is managed by Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Indonesian Literature and Language Education), Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Jakarta and published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Institute of Research and Community Service) of the Universitas Negeri Jakarta. The journal is published biannually in June and December. The journal welcomes contributions from research on field or literature studies as well as on theoretical and critical studies, which includes the scope of Indonesian language education, Indonesian literary education, Indonesian language, and Indonesian literature.
Articles 199 Documents
PENERAPAN PENDEKATAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING Tri Wahyono; Yashinta Farahsani
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2017): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 1 Nomor 2, Desember
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.988 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.010204

Abstract

The difficulty of understanding the second language experienced by the learner is caused by several factors. Factors such as learning methods, second language structure, environment, and motivation learners. By nature, a person's speaking skills are strongly influenced by listening ability. This study aims to (a) determine the effect of process approaches on improving the basic speech skills of foreign speakers (b) to know the application of process approach in improving Indonesian speaking skills for foreign speakers of basic level, and (c) to know the methods and learning strategies undertaken foreign speakers of basic level in improving Indonesian speaking skills. This type of research is a classroom action research. The subjects of this study are foreign students attending regular classes of basic Indonesian language learning at UNY, UMY students, and UGM. Sources of data in this study were obtained from research subjects and resource persons. Data collection was done by interview, observation, and documentation study. The research technique used is the test technique includes pretest and posttest. The data collection tool used is an evaluation instrument. The results of this study indicate that through the process approach, Indonesian speaking skills for foreign speakers can increase. In addition, the adoption of a process approach in improving Indonesian speaking skills for foreign speakers is done by observing the types of words that are difficult to pronounce, intensive mentoring in pronunciation, modeling, and pronunciation practice. Keywords: process approach, speaking skills, foreign speakers Abstrak Kesulitan pemahaman mempelajari bahasa kedua yang dialami pembelajar disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor tersebut seperti metode pembelajaran, struktur bahasa kedua, lingkungan, dan motivasi pembelajar. Secara alamiah, keterampilan berbicara seseorang sangat dipengaruhi oleh kemampuan menyimak. Penelitian ini bertujuan (a) mengetahui pengaruh pendekatan proses terhadap peningkatan keterampilan berbicara bahasa Indonesia penutur asing tingkat dasar (b) mengetahui penerapan pendekatan proses dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Indonesia bagi penutur asing tingkat dasar, dan (c) mengetahui metode dan strategi belajar yang dilakukan penutur asing tingkat dasar dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa asing yang mengikuti kelas reguler pembelajaran bahasa Indonesia tingkat dasar di UNY, mahasiswa UMY, dan UGM. Sumber data dalam penelitian ini diperloleh dari subjek penelitian dan narasumber. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik penelitian yang dipakai adalah teknik tes meliputi pretest dan posttest. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah instrumen evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui pendekatan proses, keterampilan berbicara bahasa Indonesia bagi penutur asing dapat meningkat. Selain itu, penerapan pendekatan proses dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Indonesia bagi penutur asing dilakukan dengan mengamati jenis kata yang sulit diucapkan, pendampingan secara intensif dalam pengucapan, pemodelan, dan praktik pengucapan secara langsung. Kata kunci: pendekatan proses, keterampilan berbicara, penutur asing
LANDONG BAEUD: CARA KERJA LELUCON ORANG SUNDA DAN DIALEKTIKANYA SERTA RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA Ganjar Harimansyah
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2017): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 1 Nomor 2, Desember
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.444 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.010205

Abstract

This paper describes the workings of Sundanese jokes in the book Landong Baeud (1978) and the dialectic of the Sundanese characteristic used as a means of expressing expression. The jokes are part of the Sundanese folklore. The jokes in Landong Baeud, as well as hummor, have a special anatomy. The way the joke works in its builders refers to stimulation and responses that emphasize change or perceived perceptions, either by surprising, memminget something, or game patterns (such as misunderstanding, analogies, irony, or ridicule). Furthermore, it will be described also about its relevance in literature learning. Keywords: jokes, folklor, Sundanese, dialectics, literature learning Abstrak Tulisan ini memaparkan cara kerja lelucon berbahasa Sunda yang ada dalam buku Landong Baeud (‘Obat Merengut’, 1978) serta dialektika kesundaan yang digunakan sebagai alat pengungkapan ekspresinya. Lelucon-lelucon tersebut merupakan bagian dari folklor masyarakat Sunda. Lelucon-lelucon dalam Landong Baeud, seperti halnya hu­mor, memiliki anatomi khusus. Cara kerja lelucon yang ada di dalam pembangun ana­tominya mengacu pada stimulus dan respon yang menekankan pada perubahan atau per­be­daan persepsi, baik dengan cara mengejutkan, memelesetkan sesuatu, atau per­mainan pola pikir (seperti kesalahpahaman, analogi, ironi, atau ejekan). Selanjutnya, akan dijabarkan juga mengenai relevansinya dalam pembelajaran sastra. Kata kunci: lelucon, folklor, bahasa sunda, dialektika, pembelajaran sastra
PENDIDIKAN KARAKTER TOKOH UTAMA DALAM NOVEL CAHAYA CINTA PESANTREN KARANGAN IRA MADAN DAN SEMESTER PERTAMA DI MALORY TOWERS KARANGAN ENID BLYTON Fauzia Nur Praptiwi
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2017): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 1 Nomor 2, Desember
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.062 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.010206

Abstract

The study aims to find out the character education of the main characters in the two novels derived from the two countries based on the moral comparison of the characters. This research uses the theory of Kohlberg's moral development stage and the Nine Pillars of Character from Indonesia Heritage Foundation (IHF) and compared to using the theory of comparative literature study. The results of this study show there are differences and equations of character education. The equation is a stage of moral development that works still at the conventional level. The value of the characters obtained from these two novels is responsible, honest, helpful, creative, confident, kind, and peace-loving. The difference in character education in the novel Cahaya Cinta Pesantren has a higher orientation towards punishment than the novel Semester Pertama di Malory Towers. This is because education to instill discipline is emphasized while for the second novel emphasizes on adaptation and relationships between friends. This research can be applied in Class XII Semester II KD 3.8 Interpreting the author's view of life in novel that is read and 4.8 Presenting the result of interpretation to the author's view. Interpretation of the author's author is an interpretation of the moral value or character education presented by the author to the reader so that the reader can take lessons from the message conveyed so that the students expected as the object that read the novel can apply the author's message in everyday life. Keywords: character education, novel, Cahaya Cinta Pesantren, First Semester in Malory Towers Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendidikan karakter tokoh utama pada kedua novel yang berasal dari kedua negara berdasarkan perbandingan moral tokoh. Penelitian ini menggunakan teori tahap perkembangan moral Kohlberg dan Sembilan Pilar Karakter dari Indonesia Heritage Foundation (IHF) dan dibandingkan dengan menggunakan teori kajian sastra bandingan. Hasil penelitian ini memperlihatkan terdapat perbedaan dan persamaan pendidikan karakter. Persamaan tersebut adalah tahap perkembangan moral yang bekerja masih berada pada tingkat konvensional. Nilai karakter yang didapatkan dari kedua novel ini adalah bertanggung jawab, kejujuran, suka menolong, kreatif, percaya diri, baik hati, dan cinta damai. Perbedaan pendidikan karakter dalam novel Cahaya Cinta Pesantren memiliki orientasi terhadap hukuman yang lebih tinggi dibandingkan novel Semester Pertama di Malory Towers. Hal tersebut dikarenakan pendidikan untuk menanamkan kedisiplinan sangat ditekankan sedangkan untuk novel kedua menekankan terhadap adaptasi dan hubungan antarteman. Penelitian ini dapat diimplikasikan pada materi Bahasa Indonesia Kelas XII Semester II KD 3.8 Menafsir pandangan pengarang terhadap kehidupan dalam novel yang dibaca dan 4.8 Menyajikan hasil interpretasi terhadap pandangan pengarang. Interpretasi terhadap pendangan pengarang tersebut adalah interpretasi terhadap nilai moral atau pendidikan karakter yang disampaikan oleh pengarang kepada pembaca sehingga pembaca dapat mengambil pelajaran dari pesan yang disampaikan sehingga diharapkan siswa sebagai objek yang membaca novel tersebut dapat menerapkan pesan pengarang tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: pendidikan karakter, novel, Cahaya Cinta Pesantren, Semester Pertama di Malory Towers
KRITIK SOSIAL DALAM NASKAH DRAMA TIK, KARANGAN BUDI YASIN MISBACH: SUATU PENDEKATAN HERMENEUTIK Catur Tri Mulyaningsih
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2017): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 1 Nomor 2, Desember
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.788 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.010207

Abstract

Research aims to understand social criticism in a manuscript drama Tik, of Budi Yasin Misbach. The research using qualitative descriptive method, text analysis. The research is literature study and use of drama Tik, of Budi Yasin Misbach as an object research. The study is based on sociology literary criticism social with the theory interpreted used the Hans George Gadamer hermeneutic. The theory of social criticism on this research classified into three aspects, namely the economic aspect, political, and socio-cultural. The results of this analysis it can be concluded that the social criticism most dominating in a manuscript Tik,, like criticism on the political social. The results of this study indicate that the social criticism of the political is more dominant than the social criticism of the socio-cultural and economics in the main character. The political aspects this could happen because most dialogue is in a manuscript Tik,, discusses insinuations against not aligned between successors and civilians. The analysis of the text of the drama are exploring social element of the criticism that is part of the extrinsic element in literary learning. Keywords: social criticism, drama, Tik, , hermeneutic Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kritik sosial dalam naskah drama Tik, karangan budi Yasin Misbach. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif, analisis teks. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dan menggunakan naskah drama Tik, karangan Budi Yasin Misbach sebagai objek penelitian. Analisis dilakukan berdasarkan kajian sosiologi sastra dengan teori kritik sosial yang ditafsirkan menggunakan pendekatan hermeneutik Hans George Gadamer. Teori kritik sosial pada penelitian ini diklasifikasikan menjadi tiga aspek, yakni aspek ekonomi, politik, dan sosial budaya. Hasil penelitian menunjukkan kritik sosial pada aspek politik lebih dominan dibandingkan kritik sosial pada aspek sosial budaya dan ekonomi. Kecenderungan aspek politik ini dapat terjadi karena sebagian besar dialog yang terdapat dalam naskah Tik, membahas mengenai sindiran terhadap ketidakselarasan antara pemegang kekuasaan dan rakyat biasa. Analisis terhadap teks drama tersebut yakni menelaah unsur kritik sosial yang merupakan bagian dari unsur ekstrinsik dalam pembelajaran sastra. Kata kunci: kritik sosial, drama, Tik, , hermeneutik
PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA DENGAN MEDIA APLIKASI PENGOLAH KATA Fajar Kurniadi
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2017): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 1 Nomor 2, Desember
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.139 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.010208

Abstract

Writing is a compulsory capability for students. However, writing is a skill that is difficult to acquire. One of the weakness that affect the writing skill is reading skill. Reading skill influences writing skill, both skills have a connection that is equivalent one another. Not only reading, writing skill will get better if students write diligently. One of it is writing scientific paper. Conditioning writing using the rules of writing scientific paper will make the difficulties slowly disappear. This research is done by conditioning the students that made scientific paper with being organized so it become effective. The purpose of the research is to evaluate the effectiveness of a small act and real in order to increase the reliability of students’ scientific paper writing skill. The research is concluded in 6 months with 385 students. The result of the research is that organizing scientific paper using word processor application is considered effective with 98.7 percent respondents said that the given treatment can make the process of writing scientific paper effective. The continuity of the process is final writing project in the next semester. Keywords: effectiveness, writings, scientific paper, application Abstrak Menulis merupakan kemampuan wajib mahasiswa. Namun, menulis merupakan keterampilan yang sulit dikuasai. Salah satu faktor lemahnya keterampilan menulis adalah keterampilan membaca. Keterampilan membaca memang memengaruhi keterampilan menulis, keduanya keterampilan tersebut mempunyai kaitan yang berbanding lurus. Tidak hanya membaca, kemampuan menulis pun akan membaik jika rajin menulis. Salah satunya adalah menulis karya ilmiah. Pembiasaan menulis dengan kaidah penulisan karya ilmiah akan membuat kesulitan itu semakin hilang. Penelitian ini dilakukan dengan membiasakan mahasiswa membuat karya tulis dengan terorganisasi sehingga menjadi efektif. Tujuan penelitian ini adalah menilai keefektifan sebuah tidakan kecil dan nyata guna meningkatkan keandalan menulis karya ilmiah mahasiswa. Penelitian ini dilakukan dalam waktu 6 (enam) bulan dengan 385 mahasiswa. Hasil penelitian ini adalah mengorganisasikan karya ilmiah dengan aplikasi pengolah kata dinilai efektif dengan raihan 98,7% responden menyatakan bahwa perilaku yang diberikan dapat mengefektifkan proses menulis karya ilmiah. Kelanjutan dari proses ini adalah penulisan tugas akhir pada semester berikutnya. Kata kunci: efektivitas, menulis, karya ilmiah, aplikasi
TIGA FASE PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA (1928—2009): KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS Sudaryanto Sudaryanto
AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2018): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 2 Nomor 1, Juni 2018
Publisher : Indonesian Language and Literature Education Study Program and LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.139 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.020101

Abstract

Indonesian language experienced three phases of development since its birth on October 28, 1928 until the issuance of Law Number 24 Year 2009 on Flag, Language, and Symbol of the Country, and National Anthem. The three phases it covers (1) Indonesian as a language of unity, (2) Indonesian as a country language, and (3) Indonesian as a international language. Research method used is content analysis. Data sources used are books, documentation, and photographs that record Indonesian events over 81 year. The results of this study indicate that (1) the phase Indonesian as a language of unity is marked van Ophuijsen of Spelling and the Indonesian Congress I, (2) the phase Indonesian as a country language is marked Article 36 of the 1945 Constitution, Indonesian Congress II, National Political Language Praseminar (1974), National Political Language Seminar (1975), Political Language Seminar (1999), Suwandi Spelling (1947), and Improved Spelling (1972), and (3) the phase of Indonesian as a international language marked Indonesian Congress International IX, Law Number 24 Year 2009, and the Center of Strategy Development and Linguistic Diplomacy, The Development Agency and Language Coachin. Keywords: Indonesian, language of unity, country language, international language Abstrak Bahasa Indonesia mengalami tiga fase perkembangan sejak kelahirannya pada 28 Oktober 1928 hingga terbitnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Tiga fase itu mencakup (1) bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, (2) bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara, dan (3) bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Metode penelitian yang digunakan ialah analisis konten. Sumber data yang digunakan ialah buku, dokumentasi, dan foto yang merekam peristiwa bahasa Indonesia selama kurun waktu 81 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) fase bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan ditandai Ejaan van Ophuijsen dan Kongres Bahasa Indonesia I, (2) fase bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara ditandai Pasal 36 UUD 1945, Kongres Bahasa Indonesia II, Praseminar Politik Bahasa Nasional (1974), Seminar Politik Bahasa Nasional (1975), Seminar Politik Bahasa (1999), Ejaan Suwandi (1947), dan Ejaan yang Disempurnakan (1972), dan (3) fase bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional ditandai Kongres Internasional IX Bahasa Indonesia, UU Nomor 24 Tahun 2009, dan Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kata kunci: bahasa Indonesia, bahasa persatuan, bahasa negara, bahasa internasional
KONFLIK SARA DALAM NOVEL JALAN LAIN MENUJU TULEHU KARANGAN ZEN R.S. : SEBUAH TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA Nanda Wiradhika
AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2018): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 2 Nomor 1, Juni 2018
Publisher : Indonesian Language and Literature Education Study Program and LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.029 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.020102

Abstract

This research aims to understand the cause of the conflict sara approach in sociology literature. Methods used in this research is a qualitative methodology .Analysis data was undertaken based on the concept of the cause of the conflict sara: distinction antarindividu, the difference culture, different interests, and social changes. The research results show that the cause of the conflict sara in a novel another way to tulehu a wreath of Zen R.S. this caused by the different interests owned by a group of people using words provocative so that move mass in big amount and causing assault village islamic to a village christian. Factors geographic and segresi the community to be by factors in support to help realize different interests which led to conflict the violence. Three other differences who had a role caused conflicts to the stage of the crisis, resulting in the conflict is more open. The result of this research can implied as a source of learn from 2013 curriculum revision, where the competence basic 3.14 and 4.14 who discusses the structure and kebahasaan text persuasion of advice, solicitation, direction, and consideration about various problems actual (environment, social conditions, and/or the diversity of culture). Keywords: SARA conflict, novel, Jalan Lain Menuju Tulehu, literary sociology Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya konflik suku, ras, agama, antar golongan (SARA) melalui pendekatan sosiologi sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif. Analisis data dilakukan berdasarkan konsep sebab-sebab terjadinya konflik SARA yaitu: perbedaan antarindividu, perbedaan kebudayaan, perbedaan kepentingan, dan perubahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebab-sebab terjadinya konflik SARA dalam novel Jalan Lain Menuju Tulehu karangan Zen R.S. ini disebabkan oleh adanya perbedaan kepentingan yang dimiliki oleh sekelompok orang menggunakan kata-kata provokatif sehingga menggerakkan massa dalam jumlah besar dan menyebabkan penyerangan desa Islam terhadap suatu desa Kristen. Faktor geografis dan segresi masyarakat menjadi faktor pendukung untuk membantu mewujudkan perbedaan kepentingan yang berujung dengan konflik kekerasan ini. Tiga perbedaan lainnya yang ikut berperan menimbulkan konflik ke tahap krisis, mengakibatkan konflik terjadi semakin terbuka. Hasil dari penelitian ini dapat diimplikasikan sebagai sumber belajar pada Kurikulum 2013 revisi, yaitu pada Kompetensi Dasar 3.14 dan 4.14 yang membahas mengenai struktur dan kebahasaan teks persuasi berupa saran, ajakan, arahan, dan pertimbangan tentang berbagai permasalahan aktual (lingkungan hidup, kondisi sosial, dan/atau keragaman budaya). Kata kunci: konflik SARA, novel, Jalan Lain Menuju Tulehu, sosiologi sastra
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS POPULER MAHASISWA MELALUI PENDEKATAN WHOLE LANGUAGE DENGAN PEMBUATAN MEDIA STORY BOARD Siti Ansoriyah; Aceng Rahmat
AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2018): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 2 Nomor 1, Juni 2018
Publisher : Indonesian Language and Literature Education Study Program and LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.774 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.020103

Abstract

The objective of this research is to gain empiric data on activites of popular writing using the whole language approach through story board preparation by the college students of Indonesian language education. The research was conducted at educational program of Indonesian literature in popular writing subject. The research used classroom action research. The research adopted Kemmis and taggart model through observation and writing proficiency test. Research analysis was performed using (1) data reduction, (2) data display, (3) conclusion, verification and reflection. The result of the research shows improvement in students popular writing score in every cycle. It can be concluded that the use of whole language method could produce story board in students’ popular writing. Keywords: study populer writing, whole language method, story board Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data empirik tentang kegiatan menulis populer menggunakan pendekatan whole language dengan pembuatan media story board mahasiswa pendidikan bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan di prodi pendidikan bahasa Indonesia, dalam mata kuliah menulis populer, dengan menggunakan metode classroom action research. Desain yang digunakan menggunakan model Kemmis dan Taggart, data dilakukan dengan melakukan observasi dan tes keterampilan menulis. Analisis penelitian dilakukan dengan (1) reduksi data, (2) display data, (3) kesimpulan, verivikasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan nilai kemampuan menulis populer mahasiswa pada setiap siklus. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis dengan menerapkan metode whole language dapat menciptakan story board dalam menulis populer mahasiswa. Kata kunci: pembelajaran menulis populer, pendekatan whole language, story board
PENGIDENTIFIKASIAN HIPERTEKS PADA KOMPAS ONLINE SEBAGAI SEBUAH GENRE MULTIMEDIA Sam Mukhtar Chaniago
AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2018): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 2 Nomor 1, Juni 2018
Publisher : Indonesian Language and Literature Education Study Program and LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.539 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.020104

Abstract

Multimedia hypertext has not been widely known, it needs to be introduced academically to academic people. This study uses a methodology of content analysis of the text or discourse encountered. Using some of the questions contained in multimedia studies and taking into account some of the underlying theories, content analysis of the hypertext and the elements that shape them. The results of the identification obtained the picture that in a news, news text and images, intertwine make a more complete news, more clearly and especially make the news text bigger. Pictures or photos that support the theme of the news is of course very closely related to the theme of the news. Photos or images on Kompas Online news have very strong relevance. The pictures and photos presented are not just a look at the aesthetic aspect of page viewing, which draws the attention of the reader, but there are also elements of the image that will be a marker, evidence, clue, or reference for readers. News text and images or photos on Kompas Online is a multimedia hypertext that gives many possibilities to readers to interpret the markers captured by each of them. Society is the creator of interpretation, the news writers have no interest in doing such a thing. Keywords: hypertext, multimedia genre, Kompas online Abstrak Sebagai sebuah genre, hiperteks multimedia belum banyak dikenal, maka perlu diperkenalkan secara akademik kepada insan akademik. Kajian ini menggunakan metodologi analisis isi terhadap teks atau wacana yang ditemui. Dengan menggunakan beberapa pertanyaan yang terdapat dalam kajian multimedia dan memperhatikan beberapa teori yang mendasarinya, maka dilakukan analisis isi terhadap konsep hiperteks dan elemen yang membentuknya. Hasil identifikasi diperoleh gambaran bahwa dalam sebuah berita, teks berita dan gambar, jalin-menjalin menjadikan sebuah berita makin lengkap, makin jelas dan terutama menjadikan teks berita itu makin besar. Gambar-gambar atau foto yang mendukung tema berita tersebut tentu saja sangat erat kaitannya dengan tema berita itu. Foto atau gambar pada berita Kompas Online memiliki relevansi yang sangat kuat. Gambar dan foto yang disajikan bukan sekedar memperhatikan aspek estetika penampilan halaman, yang menyedot perhatian pembaca, tetapi juga ada elemen-elemen gambar tersebut yang akan menjadi penanda, bukti, petunjuk, atau referensi bagi kalangan pembaca. Teks berita dan gambar/foto pada Kompas Online merupakan sebuah hiperteks multimedia yang memberikan banyak kemungkinan kepada pembaca untuk menafsirkan penanda yang ditangkap oleh mereka masing-masing. Masyarakat adalah pencipta penafsiran, para penulis berita tidak berkepentingan melakukan hal seperti itu. Kata kunci: hiperteks, genre multimedia, Kompas online
PENERAPAN METODE SQ3R DAN METODE PQ3R TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA PADA MAHASISWA Rini Agustina; Hariyadi Hariyadi
AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2018): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 2 Nomor 1, Juni 2018
Publisher : Indonesian Language and Literature Education Study Program and LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.251 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.020105

Abstract

This study aims to describe the effect of application of SQ3R method and PQ3R method to students' reading skill. This research uses experimental method, Quasi Experimental Design research form with Nonequivalent Control Group Design design. Population in this research is all student of Study Program of Language and Literature of Indonesia semester 6 which amounted to 243. The sample used is class C Morning and class C afternoon obtained by simple random sampling technique. The technique used is the measurement with the tool in the form of reading test in the form of multiple choice which amounted to 30 items. Data analysis technique used in this research is anava 2 lane. Based on the result of data analysis, it is known that the application of SQ3R method and PQ3R method is good with the details as follows: (1) The average value before given treatment 20,476 with enough category; (2) the average application of the SQ3R method is 22.097 with good category; (3) the average percentage of PQ3R method is 22,045 with good category. Keywords: method SQ3R, PQ3R method, read Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penerapan metode SQ3R dan metode PQ3R terhadap keterampilan membaca mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, bentuk penelitian Quasi Eksperimental Design dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semester 6 yang berjumlah 243. Sampel yang digunakan yaitu kelas C Pagi dan kelas C sore yang diperoleh dengan Teknik simple random sampling. Teknik yang digunakan yaitu pengukuran dengan alatnya berupa tes membaca berupa pilihan ganda yang berjumlah 30 butir soal. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah anava 2 jalur. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa penerapan metode SQ3R dan Metode PQ3R tergolong baik dengan rincian sebagai berikut: (1) Nilai rata-rata sebelum diberikan perlakuan 20,476 dengan kategori cukup; (2) rata-rata penerapan metode SQ3R sebesar 22,097 dengan katergori baik; (3) persentase rata-rata metode PQ3R sebesar 22,045 denga kategori baik. Kata kunci: metode SQ3R, metode PQ3R, membaca

Page 2 of 20 | Total Record : 199


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2025): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 2 (2024): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2024): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2023): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2023): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 1 (2022): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2021): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5 Nomor 1, Juni 2021 Vol 5 No 2 (2021): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5 Nomor 2, Desember Vol 4 No 1 (2020): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 4 Nomor 1, Juni 2020 Vol 4 No 2 (2020): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 4 Nomor 2, Desember Vol 3 No 1 (2019): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 3 Nomor 1, Juni 2019 Vol 3 No 2 (2019): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 3 Nomor 2, Desember Vol 2 No 1 (2018): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 2 Nomor 1, Juni 2018 Vol 2 No 2 (2018): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 2 Nomor 2, Desember Vol 1 No 1 (2017): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 1 Nomor 1, Juni 2017 Vol 1 No 2 (2017): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 1 Nomor 2, Desember More Issue