cover
Contact Name
Reni Oktaviani
Contact Email
aksis@unj.ac.id
Phone
+6285920169388
Journal Mail Official
aksis@unj.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Jakarta Jalan Rawamangun Muka, Jakarta Timur, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : 25809040     DOI : https://doi.org/10.21009
Aksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is a high-qualified open access Journal which is managed by Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Indonesian Literature and Language Education), Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Jakarta and published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Institute of Research and Community Service) of the Universitas Negeri Jakarta. The journal is published biannually in June and December. The journal welcomes contributions from research on field or literature studies as well as on theoretical and critical studies, which includes the scope of Indonesian language education, Indonesian literary education, Indonesian language, and Indonesian literature.
Articles 199 Documents
KONJUNGSI SEBAGAI PERTALIAN MAKNA ANTARKALIMAT DALAM RUBRIK FUN SCIENCE REPUBLIKA Sauzan Az Zahra
AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2018): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 2 Nomor 1, Juni 2018
Publisher : Indonesian Language and Literature Education Study Program and LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.643 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.020106

Abstract

The purpose of study is to describe the use of the conjunction as a relation between the meaning of the sentence in the rubric of Fun Science Republika on January–April 2017 edition. The research method used is descriptive-qualitative. The results showed that the conjunction as a relation between the meaning of the sentence in the rubric of Fun Science Republika on January–April 2017 edition can maintain the integrity of the discourse, namely the cohesion and coherence. Cohesive and coherence of these sections is determined by one of the markers of the relationship, i.e., conjunctions are used as markers of relationship and connection to the meaning of the information revealed that one sentence with the other sentence. The information related to each other and support the existence of harmony to the topic on each speech. The use of the conjunction as a relation between the meaning of the sentence obtained a number of 58 markers of 58 pairs of speech. The use of the mark in relation to the meaning of the ten categories, i.e. the relation of meaning the sums obtained as much as 7% or 4 markers, perturutan 22% or 13 markers, resistance 21% or 12 marker 3% or more, 2 markers, as the result of a 9% or 5 bookmarks, time 17% or 6 markers, terms of 3% or 2 markers, 3% or 5 way marker, uses 2% or 1 bookmark, and explanation of the 7% or 4 markers. The conjunction ‘sequence’ is more widely used as a marker of relationship information between sentences with a total of 22% since the information sequence usually is manifested not only in one sentence, but it needs a few sentences to express the relationship. Thus, the necessary conjunction antarkalimat to link the information so that it supports the main topic. The results of this research as a guide to the development planning implementation study on KD 3.6 and 4.6 class VII junior high school along with the development of teaching materials based on 2013 Revision Curriculum at 2016. Keywords: conjunction, connection between sentence meaning, Republika’s Fun Science rubric Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan penggunaan konjungsi sebagai pertalian makna antarkalimat pada rubrik Fun Science Republika edisi Januari–April 2017. Metode penelitian yang digunakan, yakni deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konjungsi sebagai pertalian makna antarkalimat pada rubrik Fun Science Republika edisi Januari–April 2017 dapat mempertahankan keutuhan wacananya, yakni kohesi dan koherensi, dimana informasi kalimat yang satu dengan lainnya bertalian dan mendukung adanya keserasian terhadap topik pada masing-masing ujaran. Penggunaan konjungsi sebagai pertalian makna antarkalimat diperoleh sejumlah 58 penanda dari 58 pasang ujaran. Penggunaan tersebut menandai pertalian makna pada sepuluh kategori, yakni pertalian makna penjumlahan diperoleh sebanyak 7% atau 4 penanda, perturutan 22% atau 13 penanda, perlawanan 21% atau 12 penanda, lebih 3% atau 2 penanda, sebab akibat 9% atau 5 penanda, waktu 17% atau 6 penanda, syarat 3% atau 2 penanda, cara 3% atau 5 penanda, kegunaan 2% atau 1 penanda, dan penjelasan 7% atau 4 penanda. Konjungsi ‘perturutan’ lebih banyak digunakan sebagai penanda hubungan informasi antarkalimat dengan jumlah 22% karena informasi perturutan biasanya diwujudkan tidak dalam satu kalimat saja, namun memerlukan beberapa kalimat untuk menyatakan hubungan tersebut. Dengan demikian, diperlukan konjungsi antarkalimat untuk menghubungkan informasi-informasi tersebut sehingga mendukung topik utama. Hasil penelitian ini dijadikan sebagai panduan pengembangan perencanaan pelaksaan pembelajaran pada KD 3.6 dan 4.6 SMP kelas VII beserta pengembangan materi ajarnya dengan berdasarkan Kurikulum 2013 Tahun 2016. Kata kunci: konjungsi, pertalian makna antarkalimat, rubrik Fun Science Republika
MAKNA LEKSIKAL BAHASA MADURA KEADAAN ALAM NELAYAN DI PESISIR KEPULAUAN SUMENEP Suhartatik Suhartatik
AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2018): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 2 Nomor 1, Juni 2018
Publisher : Indonesian Language and Literature Education Study Program and LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.308 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.020107

Abstract

Viewed from the semantic study, this research aims to determine the lexical meaning of Madurese language related to the condition of nature at the time of the catching of fish done and in communicating using the Indonesian language by fishermen community. This research is focused on daily speech used by the fishermen community in Tanjung Beach Saronggi located in Sumenep Regency. The method used in this research is using descriptive qualitative with purposive sampling technique. The results of the study indicate the existence of unique variations of language and meaning that only spoken and understood by the fishermen community, for example the word pettengngan has the meaning of '' the darkness of the night with no moonlight ', serves as a sign of the fish season. The existence of this research in addition to increasing public knowledge about the lexical meaning of the language of fishermen, also to preserve the language of Madura, especially in Sumenep and Madura regency and add vocabulary in communicating using the Indonesian language. Keywords: lexical meaning, Madurese language, nature of fishermen Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna leksikal bahasa Madura yang berhubungan dengan keadaan alam pada saat penangkapan ikan dan dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia oleh masyarakat nelayan ditinjau dari kajian Semantik . Penelitian ini difokuskan pada tuturan sehari-hari yang digunakan masyarakat nelayan di Pantai Tanjung Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. Metode yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi bahasa dan makna yang unik yang hanya dipakai dan dipahami oleh masyarakat nelayan, contoh kata pettengngan mempunyai makna ‘‘keadaan malam hari yang gelap gulita tanpa ada sinar bulan’, berfungsi sebagai tanda musim ikan. Adanya penelitian ini selain menambah pengetahuan masyarakat tentang makna leksikal bahasa nelayan, juga untuk tetap melestarikan bahasa Madura khususnya di Kabupaten Sumenep dan Madura dan menambah kosa kata dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia. Kata kunci: makna leksikal, bahasa Madura, keadaan alam nelayan
PROBLEMATIKA PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BACA TULIS ANAK USIA SEKOLAH DASAR Rahmah Purwahida
AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2018): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 2 Nomor 1, Juni 2018
Publisher : Indonesian Language and Literature Education Study Program and LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.039 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.020108

Abstract

Learning activities and module development are done with learning patterns and integrated community empowerment for adult learning residents. Another learning pattern to support is the construction of learning networks so that learners do not stop learning after the program is completed. In the process traced the problematic of the development of learning literacy module of elementary school age children. The result is that the learners who are the parents understand the slowness in the ability to read and write their children. This activity works because participants can arrange modules even in simple form. Keywords: problematic issues, modules, literacy learning, children Abstrak Aktivitas belajar dan pengembangan modul dilakukan dengan pola pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat secara terpadu bagi warga belajar berusia dewasa. Pola pembelajaran lainnya untuk menunjang yaitu pembangunan jaringan belajar sehingga warga belajar tidak berhenti belajar setelah program selesai. Dalam proses itu ditelusuri problematika pengembangan modul pembelajaran baca tulis anak usia sekolah dasar. Hasilnya yaitu para warga belajar yang merupakan para orangtua memahami kelambatan pada kemampuan membaca dan menulis anaknya. Kegiatan ini berhasil karena peserta dapat menyusun modul meskipun dalam bentuk sederhana. Kata kunci: problematika, modul, pembelajaran baca tulis, anak
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA PADA TEKS ILMIAH MAHASISWA Bayu Dwi Nurwicaksono; Diah Amelia
AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2018): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 2 Nomor 2, Desember
Publisher : Indonesian Language and Literature Education Study Program and LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.87 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.020201

Abstract

The purpose of this study is to describe the form of written language errors that is often done by students. The research method used is descriptive analysis method. The research data is a scientific variety text made by students in the form of a review of the books they read. The results showed an error in the error category of 89.08%, a mistake in the form of 10.71%, and a form of lapses of 0.2%. The finding of errors in letter usage errors reached 183 items or 43.16%, the finding of errors in word writing errors reached 145 items or 34.20%, the findings of errors in the use of punctuation reached 68 items or 16.04%, error findings in writing elements uptake reached 28 items or 6.6%. These findings prove that the student competency of the Publishing Study Program in mastering Indonesian Spelling really needs to be improved. The results of language error analysis in this study can be used as teaching materials for learning Indonesian especially spelling material. Keywords: Indonesian language errors, scientific texts, students Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan berbahasa tulis yang sering dilakukan mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif analisis. Data penelitian ialah teks ragam ilmiah yang dibuat mahasiswa berupa ulasan terhadap buku yang dibacanya. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesalahan berbahasa kategori error 89,08 %, bentuk mistake 10,71%, dan bentuk lapses 0,2%. Temuan error pada kesalahan pemakaian huruf mencapai 183 item atau 43,16%, temuan error pada kesalahan penulisan kata mencapai 145 item atau 34,20%, temuan error pada pemakaian tanda baca mencapai 68 item atau 16,04%, temuan error pada penulisan unsur serapan mencapai 28 item atau 6,6%. Temuan-temuan tersebut membuktikan bahwa kompetensi mahasiswa Program Studi Penerbitan dalam penguasaan Ejaan Bahasa Indonesia sangat perlu ditingkatkan. Hasil analisis kesalahan berbahasa dalam penelitian ini dapat dijadikan bahan ajar untuk pembelajaran bahasa Indonesia khususnya materi ejaan. Kata kunci: kesalahan berbahasa Indonesia, teks ilmiah, mahasiswa
KEPRIBADIAN TOKOH TRITAGONIS DALAM NOVEL TENTANG KAMU KARANGAN TERE LIYE PERSPEKTIF PSIKOLOGI SASTRA SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Annisa Amalia
AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2018): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 2 Nomor 2, Desember
Publisher : Indonesian Language and Literature Education Study Program and LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.202 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.020202

Abstract

This research aims to know the shape of the personalities figure in the novel Tentang Kamu the work of Tere Liye.This research uses qualitative descriptive method with content analysis techniques. Individual personality theory by Alfred Adler used as theory to find personality in the novel about you. The results showed the existence of a personality that is owned by the character tritagonis in his novel. Behavior that reflects the personality of the character tritagonis was found as manyas 117 data. The formof the dominant personality possessed by the tritagonis character that is striving for superiority with found data 42 or about 35.89% of the overall data. Striving for superiority is dominant because of the novel's theme showing the struggle of a person so found many behavioral processes of struggle and perseverance. It is supported by the advantage character of the environment in aspects of social interest, evidenced by the movement that shows the psychology of characters on the unity of personality and the ways people in habitorsolve the problem to persistin one principle i.e. life of style. As for the formof a dominant personality that issu objective perception and creative power that is only obtained 3 data from each aspect. Dominant not subjective perception and creative power because this aspect is only use ful to control them selves and have no effecton the incidencein the surrounding environment. The studies have implications for the study of the text of the novel in class XII high school, KD 3.9 and 4.9 which studies linguistic content and text of the novel as well as making text designing novel. Keywords: personality, tritagonis character, the psychology literature Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kepribadian yang terdapat dalam novel Tentang Kamu karangan Tere Liye. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Teori kepribadian individual oleh Alfred Adler digunakan sebagai teori untuk menemukan bentuk kepribadian dalam novel Tentang Kamu. Hasil penelitian menunjukkan adanya kepribadian yang dimiliki oleh tokoh tritagonis di dalam novel Tentang Kamu karangan Tere Liye. Perilaku yang mencerminkan kepribadian tokoh tritagonis ditemukan sebanyak 117 data. Bentuk kepribadian yang dominan dimiliki oleh tokoh tritagonis yaitu striving for superiority denganditemukan 42 data atausekitar 35,89% dari keseluruhan data. Dominan striving for superiority karena dari tema novel yang menampilkan perjuangan seseorang sehingga ditemukan banyak perilaku proses berjuang dan pantang menyerah. Hal itu didukung oleh kebermanfaatan tokoh terhadap lingkungan pada aspek social interest, dibuktikan oleh gerakan yang menunjukkan psikologi tokoh pada unity of personality dan cara atau kebiasaan tokoh dalam menyelesaikan masalah untuk bertahan pada satu prinsip yaitu life of style. Adapun bentuk kepribadian yang tidak dominan yaitu subjective perception dan creative power yang hanya didapat 3 data dari masing-masing aspek. Tidak dominan subjective perception dan creative power karena aspek ini hanya berguna untuk mengontrol diri dan tidak berpengaruh pada kejadian di lingkungan sekitar. Penelitian ini berimplikasi pada pembelajaran teks novel kelas XII SMA, KD 3.9 dan 4.9 yang mempelajari isi dan kebahasaan teks novel serta merancang pembuatan teks novel. Kata kunci: kepribadian tokoh, tokoh tritagonis, psikologi sastra
FENOMENA EKSPLOITASI LINGKUNGANDALAM CERPEN KORAN MINGGU INDONESIA PENDEKATAN EKOKRITIK Juanda Juanda
AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2018): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 2 Nomor 2, Desember
Publisher : Indonesian Language and Literature Education Study Program and LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.871 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.020203

Abstract

Environmental damage on earth is at a critical level. Climate change, disaster, pollution, and animal hunting continue to occur without realizing that humans are part of their lives. The purpose of this research, first, is to explore the form of imagination of Indonesian story writer with the theme of environment. Second, to analyze the ecocritical element that is reflected by the author through short story weekly newspaper in Indonesia. This study used descriptive qualitative method. The approach this research used is Garrard's ecocritical approach. The data source consists of three short stories, namely, "In the Seine Lamenting of Citarum Rivers", Go to the Hill, and Leaves, Trees and Petrichor. Data analysis begins by marking words, phrases, clauses, and sentences that have the focus of environmental exploitation. The results showed in short story weekly newspaper, Indonesia the author reflects the environmental phenomenon that includes water pollution, forest destruction, natural disaster in the form of landscapes in the hills of gold mines. Exploitation of nature that brings casualties. Environmental phenomena contained in the short story focuses on pollution, wilderness, natural disasters, settlements, animals, and the earth. Keywords: ecocritism, short story, environmental exploitation Abstrak Kerusakan lingkungan di bumi berada pada tingkat yang kritis. Perubahan iklim, bencana, polusi, dan perburuan hewan terus terjadi tanpa disadari bahwa manusia sebagai bagian daripada kehidupan mereka. Tujuan dalam penelitian ini, pertama, mengeksplorasi bentuk pengimajian pengarang cerpen Indonesia yang bertemakan lingkungan. Kedua, menganalisis unsur ekokritik yang direfleksikan pengarang melalui cerpen Koran Minggu Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.pendekatanyang digunakan adalah pendekatan ekokritik Garrard. Sumber data terdiri atas tiga cerpen, yakni, “Di Seine Meratapi Citarum”, Pergi ke Bukit, dan Daun, Pohon dan Petrichor. Analisis data dimulai dengan menandai kata, frasa, klausa, dan kalimat yang memiliki fokus eksploitasilingkungan. Hasilpenelitian menunjukkan dalam cerpen Koran Mingguan Indonesia, pengarang merefleksikan fenomena lingkungan yang meliputi pencemaran air, perusakan hutan, bencana alam berupa longsor di bukit tambang emas. Eksploitasi alam yang membawa korban jiwa. Fenomena lingkungan yang terdapat dalam cerpen tersebut berfokus padapolusi, hutan belantara, bencana alam, pemukiman, hewan, dan bumi. Kata kunci: ekokritik, cerpen,eksploitasi lingkungan.
ANALISIS KESALAHAN KEEFEKTIFAN KALIMAT PADA TEKS BIOGRAFI KARANGAN SISWA KELAS VIII SMPNEGERI 158 JAKARTA Putri Setya Nur Utami
AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2018): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 2 Nomor 2, Desember
Publisher : Indonesian Language and Literature Education Study Program and LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.263 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.020204

Abstract

This study aims to describe the error of sentence effectiveness. The method used in this study is descriptive qualitative with content analysis techniques. The focus of this research is the effectiveness of sentences based on the kegramatikalan elements. The object of this research was carried out on biographical texts written byclass VIII studentsSMPNegeri 158 Jakarta,with a total of 30 biographical texts. Based on the results of the study, there were 70 errors, namely: 8 errors in the base sequence, 7 errors in the order of variation, 27 errors in elimination of elements, 12 errors in alignment, 16 errors in the use of conjunctions. So it can be concluded that, the errors in the effectiveness of sentences in class VIII students in biographical texts still occur a lot. This is due to the characteristics of class VIII students who have not understood the effectiveness of sentences based on their kegramatikalan elements in depth, so that the use of sentence effectiveness based on the kegramatikalan element is not appropriate. The implications of learning Indonesian language, namely in the 2013 Curriculum KD 3.3 classifies the tests of moral or fable stories, reviews, discussions, procedure stories, and biographical stories both through oral and written. 4.3 examines and revises moral story texts or fable reviews, discussions, procedure stories, and biographical stories both through oral and written. Thus, students can write biography text essays with better linguistic rules, especially in the use of sentence effectiveness based on the kegramatikalan elements. Keywords: error analysis, effectiveness of sentences, biographical texts Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan keefektifan kalimat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Fokus penelitian ini yaitu keefektifan kalimat berdasarkan unsur kegramatikalannya. Objek penelitian ini dilakukan pada teks biografi karangan siswa kelas VIII SMPNegeri 158 Jakarta, dengan jumlah karangan sebanyak 30 teks biografi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan sebanyak 70 kesalahan, yaitu: 8 kesalahan pada urutan dasar, 7 kesalahan pada urutan variasi, 27 kesalahan pada peniadaan unsur, 12 kesalahan pada kesejajaran, 16 kesalahan pada penggunaan konjungsi. Maka dapat disimpulkan bahwa, kesalahan keefektifan kalimat pada siswa kelas VIII dalam teks biografi masih banyak terjadi. Hal ini disebabkan oleh karakteristik siswa kelas VIII yang belum memahami keefektifan kalimat berdasarkan unsur kegramatikalannya secara mendalam, sehingga penggunaan keefektifan kalimat berdasarkan unsur kegramatikalannya belum tepat. Implikasi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia, yaitu pada Kurikulum 2013 KD 3.3 mengklasifikasi tesk cerita moral atau fabel, ulasan, diskusi, cerita prosedur, dan cerita biografi baik melalui lisan maupun tulisan. 4.3 menelaah dan merevisi teks cerita moral atau fabel ulasan, diskusi, cerita prosedur, dan cerita biografi baik melalui lisan maupun tulisan. Dengan demikian, siswa dapat menulis karangan teks biografi dengan kaidah kebahasaan yang lebih baik, terlebih dalam penggunaan keefektifan kalimat berdasarkan unsur kegramatikalannya. Kata kunci: analisis kesalahan,keefektifan kalimat, teks biografi
ANALISIS PELAFALAN BUNYI SEGMENTAL PADA SISWA TUNARUNGU SMPLB B SLBN 7 JAKARTA Riski Mareta
AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2018): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 2 Nomor 2, Desember
Publisher : Indonesian Language and Literature Education Study Program and LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.794 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.020205

Abstract

The study aims to obtain information about segmental sounds in the form of vocal sounds, consonant sounds, diphthong sounds, and clusters. This study was conducted on three deaf students SMPLB B SLBN 7 Jakarta. The method used in this study is descriptive qualitative with data analysis techniques. Data is obtained by direct observation and interviews to retrieve oral speech data which are then transcribed into phonetic symbols. Based on the results of analysis on the verbal speech data of a student, it was found 178 vowel sounds, and 143 consonant sounds, 2 cluster sounds produced and 149 syllable patterns found, and based on the results of this analysis students did not produce diphthong sounds. So, it can be concluded that there were 464 data in total in this study out of three deaf students tunarungu SMPLB B SLBN 7 Jakarta. Implications for Indonesian language learning, namely improving speaking skills in deaf students. Thus, students can practice their speaking skills through teaching Indonesian and produce oral speech that is included in segmental sounds. Keywords: pronunciation, segmental sound, deaf students Abstrak Penelitian bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai bunyi segmental yang berupa bunyi vokal, bunyi konsonan, bunyi diftong, dan kluster. Penelitian ini dilakukan pada tiga orang siswa tunarungu Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa B (Tunarungu) SLBN B 7 Jakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun ajaran 2018/2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data. Data diperoleh dengan cara pengamatan dan wawancara secara langsung untuk mengambil data ujaran lisan yang kemudian ditranskripsi ke dalam lambang fonetik. Berdasarkan hasil analisis pada data ujaran lisan seorang siswa, ditemukan data sebanyak 178 bunyi vokal, serta sebanyak 143 bunyi konsonan, 2 bunyi kluster yang dihasilkan dan 149 pola silabel yang ditemukan, dan berdasarkan hasil analisis ini siswa tidak menghasilkan bunyi diftong.Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat 464 data secara keseluruhan pada penelitian ini dari tiga orang siswa tunarungu SMPLB B SLBN 7 Jakarta. Implikasi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia, yaitu meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa tunarungu. Dengan demikian, siswa dapat melatih keterampilan berbicaranya melalui pengajaran bahasa Indonesia dan menghasilkan bunyi ujaran lisan yang termasuk ke dalam bunyi segmental. Kata kunci: pelafalan, bunyi segmental, siswa tunarungu
PENYIMPANGAN MAKSIM KESANTUNAN PADA FILM KARTUN SPONGEBOB SQUAREPANTS KARYA STEPHEN HILLENBURG (KAJIAN PRAGMATIK) Shofia Cahyani Putri
AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2018): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 2 Nomor 2, Desember
Publisher : Indonesian Language and Literature Education Study Program and LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.706 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.020206

Abstract

This study aims to describe the deviance of politeness maxims that occur in the SpongebobSquarepants cartoon film that is carried out from January to May 2018. The focus used in this study is the deviation of maxim of language politeness derived from Leech's theory include: deviation of maximal wisdom, deviation maxim of generosity, deviation from maxims of appreciation, deviation from the maxim of simplicity, deviation from maximization of consent, and deviation from maximization of conclusions. With the sub focus of politeness scale which includes the scale of loss and profit, choice scale, scale of non-continuity, authority scale, and social distance scale. The method used in this study uses a qualitative descriptive method with content analysis techniques. The object of this study was the cartoon film SpongebobSquarepants by Stephen Hillenburg. In this study, data were obtained on the cartoon SpongebobSquarepants in three episodes, Pineapple Fever, Sandy, Spongebob, and The Worm, and SquidwardThe Unfriendly Ghost, which consisted of 209 pairs of speeches. Maximum politeness deviation is 138 pairs of utterances (66.02%), while fulfillment of politeness maxim is found as many as 71 pairs of utterances (33.98%). Found 1 data maximal deviations (0.72%), 5 data maximal maximal deviations (3.62%), 46 maximal awards deviations (33.3%), 26 data maximization simplicity (18.84 %), deviation of agreement maximization as much as 61 data (44.3%), and deviation of maximization of conclusions as much as 17 data (12.6%). Then obtained politeness scale of 209 pairs of utterances. 138 fulfills politeness and 71 pairs of utterances fulfill impoliteness. The results of this study concluded that the deviations in maxim of politeness speak more than the fulfillment of politeness maxim in the cartoon film SpongebobSquarepants. In this study can be implicated in Indonesian language learning, namely learning in the text of the discussion class IX junior high school. Keywords: politeness maxim, cartoon film, Spongebob Squarepants Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyimpangan maksim kesantunan yang terjadi di dalam film kartun Spongebob Squarepants yang dilakukan pada bulan Januari sampai dengan bulan Mei 2018. Fokus yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyimpangan maksim kesantunan berbahasa yang diturunkan dari teori Leech meliputi: penyimpangan maksim kebijaksanaan, penyimpangan maksim kedermawanan, penyimpangan maksim penghargaan, penyimpangan maksim kesederhanaan, penyimpangan maksim permufakatan, dan penyimpangan maksim kesimpatisan. Dengan sub fokus skala kesantunan yang meliputi skala kerugian dan keuntungan, skala pilihan, skala ketidaklangsungan, skala keotoritasan, dan skala jarak sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Objek penelitian ini adalah film kartun Spongebob Squarepants karya Stephen Hillenburg. Dalam penelitian ini didapatkan data pada film kartun Spongebob Squarepants dalam tiga episode yaitu Pineapple Fever, Sandy, Spongebob, and The Worm, dan Squidward The Unfriendly Ghost sebanyak 209 pasangan ujaran. Penyimpangan maksim kesantunan sebanyak 138 pasangan ujaran (66,02%), sedangkan pemenuhan maksim kesantunan ditemukan sebanyak 71 pasangan ujaran (33,98%). Ditemukan penyimpangan maksim kebijaksanaan sebanyak 1 data (0,72%), penyimpangan maksim kedermawanan sebanyak 5 data (3,62%), penyimpangan maksim penghargaan sebanyak 46 data (33,3%), penyimpangan maksim kesederhanaan sebanyak 26 data (18,84%), penyimpangan maksim permufakatan sebanyak 61 data (44,3%), dan penyimpangan maksim kesimpatisan sebanyak 17 data (12,6%). Selanjutnya didapatkan skala kesantunan sebanyak 209 pasangan ujaran. 138 memenuhi kesantunan dan 71 pasangan ujaran memenuhi ketidaksantunan. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa penyimpangan maksim kesantunan berbahasa lebih banyak dibandingkan dengan pemenuhan maksim kesantunan pada film kartun Spongebob Squarepants. Pada penelitian ini dapat diimplikasikan terhadap pembelajaran bahasa Indonesia, yaitu pembelajaran dalam teks diskusi kelas IX SMP. Kata kunci: maksim kesantunan, kartun, Spongebob Squarepants
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL RINDU KARANGAN TERE LIYE: TINJAUAN PSIKOLOGI KARAKTER Yoan Fucshy Wardani
AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2018): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 2 Nomor 2, Desember
Publisher : Indonesian Language and Literature Education Study Program and LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.638 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.020207

Abstract

This study aims to describe the structure of Rindu by Tere Liye, and the character education values ​​available in the Rindu novel written by Tere Liye. The method used in this research is a qualitative descriptive method, with content handling techniques. The instrument of this research is the researchers themselves who are assisted by the analysis table using the Character Psychology approach. The data mentioned is the structure of the novel Rindu, the novel theme of Rindu by Tere Liye is a Hajj journey. Grooves that are mixed channels. The main character in this novel is Gurutta. Timeline in 1938. The setting where the Rindu novel is most dominant is on the Dutch Blitar ship. Merging data, obtained information that the education education in the novel Rindu written by Tere Liye was 132 data (80%) and that did not contain 33 data data (20%). Data surface: There are 22 religious values ​​(13.33%), there are 7 data values ​​(4.24%), 9 data values ​​(5.45%), 9 data values ​​(5.45%) , the value of love for peace there are 7 data (4.24%), communicative value there are 29 data (17.57%), value of reading likes there are 10 data (6.06%), government value is 6 data (3.63%) , the value of national spirit is 11 data (6.67%), and social care value is 23 data (13.93%). Rindu novel by Tere Liye is more dominant in having friendly / communicative values. This research also implies the topic of language for special novels for the high school (XII) level of the XII KD class. 3.9 Analyzing the content and linguistics of novels and KD. 4.9 Designing novels or novelet by expressing content and language. Suggestions for further researchers to conduct research with the object of the novel Rindu written by Tere Liye with other aspects of character education and also supported by other sciences outside of literature. Keywords: value of character education, novel Rindu, Tere Liye Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur novel Rindu karangan Tere Liye dan nilai pendidikan karakter yangterdapat dalam novel Rindu karangan Tere Liye.Metode yang digunakan dalam penlitian ini ialah metode deskriptif kualitatif, dengan teknik analisis isi. Instrumen penelitian ini ialah peneliti sendiri yang dibantu oleh tabel analisis dengan menggunakan pendekatan Psikologi Karakter. Data yang diambil ialah struktur novel Rindu,tema novel Rindu karya Tere Liye ini ialahperjalanan haji. Alur yang digunakan ialah alur campuran. Tokoh utama dalam novel ini adalah Gurutta. Latar waktu pada tahun 1938. Latar tempat novel Rindu yang paling dominan yaitu di atas kapal Blitar Holland.Berdasarkan analisis data, diperoleh informasi bahwa nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Rindu karangan Tere Liye sebanyak 132 data (80%) dan yang tidak terdapat niai pendidikan karakter terdapat 33 data (20%). Dengan rincian sebagai berikut: nilai religius terdapat 22 data (13,33%), nilai toleransi terdapat 7 data (4,24%), nilai disiplin terdapat 9 data (5,45%), nilai mandiri terdapat 9 data(5,45%), nilai cinta damai terdapat 7 data (4,24%), nilai komunikatif terdapat 29 data (17,57%), nilai gemar membaca terdapat 10 data (6,06%), nilai demokratis terdapat 6 data (3,63%), nilai semangat kebangsaan terdapat 11 data (6,67%), dan nilai peduli sosial terdapat 23 data (13,93%). Novel Rindu karangan Tere Liye lebih dominan memiliki nilai bersahabat/komunikatif. Penelitian ini juga diimplikasikan pada pembelajaran bahasa, khususnya materi teks novel untuk tingkat sekolah menengah atas (SMA) kelas XII KD. 3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan novel dan KD. 4.9 Merancang novel atau novelet dengan memerhatikan isi dan kebahasaan. Saran untuk peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian dengan objek novel Rindu karangan Tere Liye ini dengan aspek selain nilai pendidikan karakter serta didukung oleh ilmu-ilmu lain di luar sastra. Kata kunci: nilai pendidikan karakter, novel Rindu, Tere Liye

Page 3 of 20 | Total Record : 199


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2025): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 2 (2024): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2024): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2023): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2023): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 1 (2022): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2021): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5 Nomor 1, Juni 2021 Vol 5 No 2 (2021): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5 Nomor 2, Desember Vol 4 No 1 (2020): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 4 Nomor 1, Juni 2020 Vol 4 No 2 (2020): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 4 Nomor 2, Desember Vol 3 No 1 (2019): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 3 Nomor 1, Juni 2019 Vol 3 No 2 (2019): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 3 Nomor 2, Desember Vol 2 No 1 (2018): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 2 Nomor 1, Juni 2018 Vol 2 No 2 (2018): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 2 Nomor 2, Desember Vol 1 No 1 (2017): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 1 Nomor 1, Juni 2017 Vol 1 No 2 (2017): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 1 Nomor 2, Desember More Issue