cover
Contact Name
Muhlisa
Contact Email
uppmpoltekkesternate@gmail.com
Phone
+6282110793513
Journal Mail Official
juketernate@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cempaka Kel. Tanah Tinggi Barat Kec. Kota Ternate Selatan Kota Ternate, Indonesia
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 19076401     EISSN : 25977520     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Kesehatan (Juke) dengan nomor terdaftar p-ISSN 1907-6401 dan e-ISSN 2597-7520 adalah jurnal peer-reviewed yang diterbitkan dua kali dalam setahun (Mei dan November) oleh UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate. Fokus dan Ruang Lingkup (Aim and Scope): Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan penelitian ilmiah di bidang kesehatan, laporan kasus (case report), dan tinjauan pustaka (literature review) guna mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan masalah kesehatan. Ruang lingkup naskah yang diterima meliputi: Keperawatan Kebidanan Kesehatan Lingkungan Gizi Teknologi Laboratorium Medis Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan terbuka bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi di bidang kesehatan untuk mengirimkan naskah dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
Articles 577 Documents
KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA Nuzliati T Djama
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/q5yn5t37

Abstract

Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, aborsi yang tidak aman, penyakit menular seksual (PMS) ter-masuk HIV/AIDS, serta semua bentuk kekerasan dan pemaksaan seksual (FCI, 2000). Masa remaja adalah masa transisi antara masa kanak-kanak dengan dewasa dan relatif belum mencapai tahap kematangan mental dan sosial sehingga mereka harus menghadapi tekanantekanan emosi dan sosial yang saling bertentangan. Banyak sekali life events yang akan terjadi yang tidak saja akan menentukan kehidupan masa dewasa tetapi juga kualitas hidup generasi berikutnya sehingga menempatkan masa ini sebagai masa kritis.Di negera-negara berkembang masa transisi ini berlangsung sangat cepat. Bahkan usia saat berhubungan seks pertama ternyata selalu lebih muda daripada usia ideal menikah (Kiragu, 1995:10, dikutip dari Iskandar, 1997).
GAMBARAN EPIDEMIOLOGI PENYAKIT CAMPAK DI PUSKESMAS KALUMATA KOTA TERNATE TAHUN 2016 – 2017 Sakriani Sakriani; Muhlisa Muhlisa
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/zj02ax44

Abstract

Telah dilakukan berbagai upaya untuk penanggulangannya termasuk penggunaan vaksin campak tetapi malah terjadi peningkatan kasus campak. Perlu dilakukan surveilans epidemiologi penyakit campak guna penyediaan data sebagai informasi untuk penanganan yang lebih baik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, penelitian ini menggambarkan secara epidemiologi kasus campak di wilayah kerja Puskesmas Kalumata 2016 – 2017. Unit analisis dalam penelitian ini adalah data hasil pencatatan kasus campak tahun 2016 dan 2017 pada formulir laporan C1. Terjadi peningkatan kasus dari tahun 2016 ke tahun 2017, yakni dari 73 menjadi 143 kasus. Penderita campak terbanyak pada kelompok umur 0 – 5 tahun, penderita campak didominasi jenis kelamin perempuan, penyebarannya terbanyak di Kelurahan Kalumata, dan sebagian besar penderita penah mendapatkan vaksin.
DAMPAK FAKTOR STRESS DAN GANGGUAN WAKTU MENSTRUASI PADA MAHASISWA Suparji Suparji
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/rhpd4a59

Abstract

Dampak dari gangguan menstruasi yang tidak teratur nyeri haid, gangguan dalam jumlah perdarahan, dan PMS (Pre Menstural Syndrome). Hal ini dapat menjadi serius jika tidak segera ditangani. Haid yang tidak teratur dapat menjadi pertanda bahwa siklus yang dilaluinya tidak berovulasi (anovulatoir) sehingga wanita tersebut cenderung sulit memiliki keturunan (infertile). Masalah utama penelitian ini adalah 36% mahasiswa Prodi Kebidanan Magetan mengalami stress dan mengalami gangguan menstruasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ada atau tidak hubungan antara tingkat stress dengan gangguan menstruasi pada mahasiswa Prodi D III Kebidanan Kampus Magetan Poltekkes Kementrian Kesehatan Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 147 mahasiswa dan pemilihan sampel dilakukan dengan teknik Cluster Sampling diperoleh besar sampel 108 mahasiswa. Variabel bebas adalah tingkat stress dan variable terikat adalah gangguan menstruasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji statistik Chi-Square dengan taraf signifikansi < 0.05. Penelitian ini menunjukkan bahwa 55.56% mahasiswa mengalami stress pada tingkat normal dan 63% mahasiswa tidak mengalami gangguan menstruasi. Pada tingkat stress normal, 76.7% mahasiswa tidak mengalami gangguan menstruasi. Sedangkan pada tingkat stress parah, 100% mahasiswa mengalami gangguan menstruasi. Hasil Uji Chi-Square didapatkan nilai p=0,000 (<0.05) dengan nilai koefisien kontingensi 0.44 yang berarti mempunyai keeratan sedang. Selanjutnya disimpulkan ada hubungan antara tingkat stres dengan gangguan menstruasi dengan keeratan hubungan sedang. Semakin tinggi tingkat stress seorang wanita, semakin besar potensi mengalami gangguan menstruasi pada wanita tersebut. Saran penelitian lebih lanjut dengan memperbesar populasi dan perbaikan instrumen pengumpulan data tentang tingkat stress dan gangguan menstruasi.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Mobilisasi Dini Pada Ibu Pasca Seksio Sesarea Tri Wahyuni; Joanggi Wiriatarina Harianto; Siti Khoiroh Muflihatin; Rahmatin Hasanah; Kartika Ratnasari
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/w615dn31

Abstract

Latar Belakang: seksio sesarea merupakan salah satu cara untuk mengeluarkan hasil konsepsi, demi keselamatan ibu dan bayi. Untuk mempercepat proses penyembuhan luka SC diperlukan mobilisasi dini secara bertahap. Namun, banyak ibu post SC yang takut untuk melakukan mobilisasi dini karena rasa nyeri dan takut luka SC akan membuka jika melakukan mobilisasi terlalu awal. Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang berubungan dengan perilaku mobilisasi dini pada ibu posca seksio sesarea Metode: deskriptif kuantitatif dengan  cross-sectional untuk mengidentifikasi hubungan faktor-faktor dengan perilaku mobilisasi dini pada ibu post seksio sesarea. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner dan lembar observasi. Pengambilan sampel accidental sampling selama dua bulan, besar sampel 75 responden. Analisa data dengan Chi Square melalui SPSS, untuk mengetahui hubungan masing-masing faktor. Hasil: Pada variable pengetahuan, sikap dan motivasi, P-Value < α (0,05), dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan motivasi ibu terhadap mobilisasi dini di pada ibu post seksio sesarea. Pada dukungan suami, didapatkan P-Value > α (0,05), artinya tidak ada hubungan antara dukungan suami dengan perilaku mobilisasi dini. Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dan motivasi ibu pasca seksio sesarea dengan perilaku mobilisasi dini; tidak ada hubungan antara dukungan suami dengan perilaku mobilisasi dini pada ibu pasca seksio sesarea.
EVALUASI MANAJEMEN CENTRAL STERILE SUPPLY DEPARTEMENT (CSSD) DALAM MEMINIMALISIR TERJADINYA HEALTHCARE ASSOCIATED INFECTION (HAIs) DI RSUD Dr. DARSONO PACITAN Aniska Yustiana; Ahmad Ahid Mudayana
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/v2knk292

Abstract

Central Sterile Supply Department (CSSD) atau Instalasi Pusat Sterilisasi adalah unit pelayanan yang strategis dalam upaya pencegahan infeksi dan mempunyai fungsi utama yaitu menyiapkan alat-alat bersih dan steril untuk keperluan perawatan pasien di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan rancangan penelitian yang digunakan studi kasus Pengumpulan data menggunakan wawancara, checklist dan telaah pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa1) perencanaan CSSD sudah terencana dengan baik, 2) pengorganisasian CSSD belum tersusun secara maksimal, 3) Pelaksanaan terdiri dari penerimaan alat, pengemasan, pelabelan, pensterilan, pendistribusian dan penyimpan, 4)Pengawasan dilakukan setiap 6 bulan.
ANALISIS SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN KECELAKAAN KERJA DI RUMAH SAKIT X TAHUN 2017 Depi Yulyanti; Mohammad Rifki; Rudiansyah Rudiansyah; Heri Sugiarto
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/dxwcad66

Abstract

Selama tahun 2015-2016 diketahui terdapat 29 kasus kecelakaan di RS X, 29 kasus tersebut hanya sebagian kecil dari kasus yang tercatat. Kasus yang terjadi tidak tercatat dan teridentifikasi dengan baik sehingga tidak pernah ada pelaporan ke dinas ketenagakerjaan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sumber daya manusia, anggaran, peralatan, sarana dan prasarana, pedoman dan SPO dalam pelaksanaan pencatatan dan pelaporan kecelakaan kerja di Rumah Sakit X. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Informan terdiri dari Informan utama yaitu , Kepala bagian Sanitasi dan K3RS, Koordinator Sanitasi dan Lingkungan, Ketua PK3RS, Sekertaris PK3RS, Pelaksana Sanitasi dan K3, dan Informan triangulasi yaitu , Kepala Seksi Pengawas Ketenagakerjaan Dinsosnakertrans Kota Cirebon, Dinas kesehatan Kota Cirebon. Hasil penelitian diketahui bahwa sumber daya manusia yang bertanggung jawab dalam pencatatan dan pelaporan kecelakaan kerja yaitu bagian PPI dan K3. Tidak ada alokasi anggaran secara khusus untuk kegiatan pencatatan dan pelaporan kecelakaan kerja. Peralatan, sarana dan prasarana yang ada hanya lembar khusus untuk pencatatan dan pelaporan internal, SPO untuk pencatatan dan pelaporan sudah ada namun hanya untuk internal dan belum tersosialisasikan dengan baik. Sistem pencatatan dan pelaporan kecelakaan kerja di RS X belum terintegrasi dengan seluruh bagian dan ditangani oleh dua bidang sehingga pencatatan dan pelaporan tidak terdokumentasi dengan baik dan menjadi sulit untuk melaporkan ke dinas ketenagakerjaan
PERBANDINGAN PENGOMPOSAN METODE KARUNG GONI DENGAN PENGOMPOSAN DI ATAS TANAH PADA SISTEM AEROBIK Dwi Wahyu Purwiningsih
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/4gy77j79

Abstract

Latar Belakang : Sampah masih menjadi masalah di kota-kota yang ada di Indonesia tidak terkecuali di kota Ternate, timbulan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat kota Ternate yang diangkut ke TPA yaitu 226 m3/hari, dengan tingkat pelayanan 57% dari total masyarakat Kota Ternate (BPS, 2015). Alternatif pengelolaan sampah yang baik untuk menghadapi permasalahan ini salah satunya dengan menggunakan teknologi tepat guna. Salah satu teknologi tepat guna yang dapat diterapkan yaitu penggunaan media pengomposan berupa karung goni.Manfaat Penelitian : menguji teori tentang pengomposan dengan menggunakan berbagai media untuk pengomposan aerobik.Lokasi Penelitian : di Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Ternate. Metode Penelitian : Jenis penelitian experimental dengan menggunakan rancangan Posstest Only Control Design. Pengolahan dan penyajian data dalam penelitian ini adalah jumlah kompos yang dihasilkan dari proses pengomposan ditimbang dan dibedakan sesuai dengan jenis media dan MOL kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan dinarasikan. Hasil Penelitian : Menunjukkan media yang paling banyak menghasilkan kompos adalah karung goni dengan penambahan MOL Tape Ubi dan yang paling sedikit adalah dengan pengomposan diatas tanah dengan penambahan MOL Nanas, waktu yang digunakan pada proses pengomposan selama 20 hari. Kesimpulan : Rata-rata jumlah kompos yang paling banyak dihasilkan berturut-turut adalah dengan media karung goni dengan menggunakan MOL Tape Ubi, MOL Terasi MOL Nanas dan kontrol.
STRATEGI MENINGKATKAN KOMITMEN PENERAPAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI RUMAH SAKIT X TAHUN 2017 Imam Firmansyah; Depi Yulyanti; RN Bayu Sela Priyatna
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/0tw8sm05

Abstract

Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit belum menjadi prioritas pihak manajemen, hal tersebut terjadi bukan karena tidak ada regulasi dari pemerintah namun dikarenakan masih rendahnya komitmen manajemen rumah sakit untuk menerapkan K3RS. Fenomena yang terjadi di setiap rumah sakit yaitu lebih kepada pemenuhan sarana dan prasarana yang ada dalam standar akreditasi JCI 4 yang tercantum dalam standar manajemen fasilitas dan keselamatan. Hal tersebut berdampak kepada kebijakan direktur terkait dengan pelaksanaan K3RS. Pengelola K3RS digabung dengan bidang IPSRS, IPSRS dengan K3RS merupakan dua hal yang berbeda pengelolaannya sehingga penggabungan tersebut membuat program K3RS tidak berjalan. Tujuan penelitian untuk menentukan Strategi Meningkatkan Komitmen Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Di Rumah Sakit X Tahun 2017 Menggunakan metode kualitatif, informan kepala instalasi sanitasi dan K3RS, koordinator sanitasi dan lingkungan, ketua PK3RS, sekertaris PK3RS, karyawan yang tidak masuk struktural, pasien, fungsional pengawas ketenagakerjaan madya, dan kepala dinas kesehatan, penentuan strategi dengan cara analisis SWOT. Hasil dari penelitian diketahui kekuatan utama RS X adalah sarana dan prasarana K3RS, dengan nilai sebesar 0,28. Kelemahan utama adalah kurangnya sumber daya manusia K3RS, dengan nilai sebesar 0,108. Peluang utama adalah pengawasan dari perwakilan balai K3 Provinsi Jawa Barat, dengan nilai sebesar 0,45 sedangkan ancaman utama adalah teguran dan sanksi dari pemerintah dengan nilai sebesar 0,45. Sehingga strategi yang didapat yaitu meningkatkan pembinaan sumber daya manusia serta pemeliharaan terhadap sarana dan prasarana. Disarankan kepada Rumah Sakit agar komitmen penerapan K3RS meningkat maka program K3RS disusun berdasarkan strategi yang sudah dianalisis menggunakan SWOT.
Peran Robot untuk Meningkatkan Kemampuan Interaksi Sosial pada Anak dengan Autisme Spectrum Disorder (ASD) : Literatur Review Hartin I.K. Nadi; Sigit Mulyono
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/herwvr58

Abstract

Latar Belakang: Autisme Spectrum Disorder (ASD) merupakan sekumpulan gangguan klinis yang ditandai dengan penurunan persisten komunikasi dan interaksi sosial dalam berbagai konteks termasuk penurunan perilaku komunikatif nonverbal dan ketidakmampuan dalam mengembangkan, memelihara dan memahami hubungan. Banyak anak dengan ASD memperoleh hasil yang buruk dalam interaksi sosial sehingga memberikan terapi yang tepat sangat penting dilakukan agar memperoleh hasil yang optimal di masa depan. Tujuan: studi ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan robot untuk meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada anak dengan Autisme Spectrum Disorder (ASD). Metode: studi ini merupakan literatur review. Database dan e-resource yang digunakan adalah CINAHL, Pub Med, ProQuest, Science Direct, Scopus dan SAGE dengan beberapa kata kunci robotics, autisme spectrum disorder, interaction social, dan communication. Hasil: Dari 1610 artikel yang disaring menjadi 10 artikel ditemukan bahwa robot memberikan dampak positif dalam interaksi sosial anak ASD. Kesimpulan: Robot dinyatakan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan interaksi sosial pada Anak ASD
Hubungan Budaya Pijat,Rorano dan Bakera Terhadap Perubahan Masa Nifas di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara Siti Hubaya Matjino; Rosida Hi Saraha; Supriyanti R Usman
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/h8227z45

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit yang progresif sehingga menyebabkan berbagai komplikasi baik akut maupun kronis jika tidak dikelola dengan baik akan dapat mengakibatkan terjadinya berbagai penyulit menahun, seperti penyakit serebrovaskular, penyakit jantung koroner, penyakit pembuluh darah tungkai, gangguan pada mata, ginjal dan syaraf. Metode: Desain penelitian ini adalah quasi eksperimental, yaitu dengan bentuk rancangan pre and post test with control group. Partisipan dalam penelitian ini diseleksi menggunakan teknik menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 66 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penerapan hipnoterapi dan kelompok intervensi menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol (pValue: 0,0005 : 0,05), sedangkan karakteristik responden meliputi jenis kelamin, umur, status perkawianan, lama sakit dan pendidikan tidak berhubungan dengan kualitas hidup penderita diabetes mellitus. Kesimpulan: Penerapan hipnoterapi dapat meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes dengan 4 kali sesi pertemuan yang dilakukan oleh terapis yang terlatih sebagai rekomendasi dari penelitian ini

Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2021): jurnal kesehatan Vol 13 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan yang diterbitkan oleh Poltekkes Ternate Vol 13 No 1 (2020): jurnal kesehatan Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Published by Poltekkes Ternate Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Kesehatan Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 More Issue