cover
Contact Name
Muhlisa
Contact Email
uppmpoltekkesternate@gmail.com
Phone
+6282110793513
Journal Mail Official
juketernate@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cempaka Kel. Tanah Tinggi Barat Kec. Kota Ternate Selatan Kota Ternate, Indonesia
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 19076401     EISSN : 25977520     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Kesehatan (Juke) dengan nomor terdaftar p-ISSN 1907-6401 dan e-ISSN 2597-7520 adalah jurnal peer-reviewed yang diterbitkan dua kali dalam setahun (Mei dan November) oleh UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate. Fokus dan Ruang Lingkup (Aim and Scope): Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan penelitian ilmiah di bidang kesehatan, laporan kasus (case report), dan tinjauan pustaka (literature review) guna mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan masalah kesehatan. Ruang lingkup naskah yang diterima meliputi: Keperawatan Kebidanan Kesehatan Lingkungan Gizi Teknologi Laboratorium Medis Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan terbuka bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi di bidang kesehatan untuk mengirimkan naskah dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
Articles 577 Documents
IDENTIFIKASI MIKROFILARIA PADA PENDERITA FILARIASIS PASCA PENGOBATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RUM BALIBUNGA Rony Puasa
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/4zzh8335

Abstract

Latar belakang ; Filariasis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit nematoda yang tersebar di Indonesia. Penyakit ini jarang terjadi pada anak karena manifestasi klinisnya timbul bertahun-tahun kemudian setelah infeksi. Gejala pembengkakan kaki muncul karena sumbatan mikrofilaria pada pembuluh limfe yang biasanya terjadi pada usia di atas 30 tahun setelah terpapar parasit selama bertahun-tahun. Program eliminasi dilaksanakan melalui pengobatan massal dengan Diethylcarbamazine Citrate (DEC) dan Albendazol setahun sekali selama 5 tahun. Indonesia akan melaksanakan eliminasi penyakit kaki gajah secara bertahap dimulai pada tahun 2002 di 5 kabupaten percontohan. Jika ditemukan mikrofilaril rate ≥ 1% pada satu wilayah maka daerah tersebut dinyatakan endemis dan harus segera diberikan pengobatan secara masal selama 5 tahun berturut-turut. Dari data Kemeterian Kesehatan tahun 2010 Provinsi Maluku Utara termasuk pada daerah yang memiliki angka kesakitan akibat mikrofilaria patut menjadi perhatian, karena penyakit ini merupakan penyakit menular. Salah satu daerah di Provinsi Maluku Utara yang harus menjadi perhatian akibat kesakitan filariasis adalah Kota Tidore Kepulauan. Pada tahun 2011 Kota Tidore menjadi daerah endemis filariasis dengan miccrofilarial ratediatas ≥ 1%, angka standar nasional menggambarkan daerah endemis filariasis. Tujuan ; tujuan penelitian adalah ; untuk memberikan gambaran mikrofilaria yang ditemukan pada sediaan darah penderita filariasis pasca pengobatan di Wilayah Kerja Puskesmas Rum Balibunga Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan. Metode ; penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif, dimana hasil dari identifikasi mikrofilaria pada penderita filariasis pasca pengobatan di Wilayah Kerja Puskesmas Rum Balibunga akan digambarkan dalam bentuk jumlah orang dan presentase spesies. Hasil ; pemeriksaan mikrofilaria pada penderita filariasis pasca pengobatan diwilayah kerja Puskesmas Rum Balibunga Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan, dari 20 sampel darah responden yang diidentifikasi tidak ditemukan mikrofilaria didalam darahnya. Kesimpulan ; dari hasil penelitian dapat dikatakan akan terjadi penurunan kasus filariasis, hal ini disebabkan sumber penularan atau penderita filariasis tidak ditemukan mikrofilariasis.
PENGARUH KONSUMSI JANTUNG PISANG KEPOK TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAMBESI KOTA TERNATE Sitti Hubaya M; Karimah S; Sulima H.G
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/c5en4348

Abstract

Pengaruh Konsumsi Jantung Pisang Kepok Terhadap Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Gambesi Kota Ternate. Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui yang mengkonsumsi jantung pisang kepok. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperimental dengan Equivalent Time Sampel Design.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum kurang dari 40 hari yang menyusui di wilayah kerja Puskesmas Gambesi Kota Ternate yang berjumlah 60 orang. Jenis pengambilan sampel yaitu teknik total sampling. Sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 ibu menyusui.Sampel penelitian dalam rancangan ini adalah dua sampel yang ekivalen waktunya. Teknik pengumpulan data adalah data primer dengan observasi (pengamatan) secara langsung kepada responden penelitian untuk mencari perubahan atau hal-hal yang akan diteliti. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperimental dengan Equivalent Time Sampel Design. Instrumen dalam penelitian ini adalah menggunakan lembar observasi. Data diolah dengan system manual dan komputerisasi. Pengolahan data melalui tahap-tahap editing, coding, entry, dan cleaning. Analisis data dengan cara Bivariat dan Univariat. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Gambesi Kota Ternate di Tahun 2015.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variable pengaruh konsumsi jantung pisang kepok terhadap peningkatan produksi ASI yaitu hasil analisis Odds Ratio menunjukkan ibu yang mengkonsumsi jantung pisang kapok lebih berpengaruh 4,750 kali lebih besar untuk mengalami peningkatan produksi ASI dari pada yang tidak mengkonsumsi jantung pisang kapok (OR = 4,750; 95% CI: 1,584-14,245) dan secara statistik menunjukkan ada hubungan yang bermakna (p = 0,009)
Intervensi untuk Menurunkan Kebisingan di Neonatal Intensive Care Unit (NICU): Systematic Review Hartin I.K. Nadi; Allenidekania Allenidekania; Prof. Yeni Rustina, S.Kp., M.App.Sc., Ph.D
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/yhmnwm43

Abstract

Latar Belakang: Paparan kebisingan di NICU yang tidak terhindarkan dikaitkan dengan peningkatan stres, peningkatan respons fisiologis dan perilaku tidur terjaga yang pada akhirnya berdampak pada perkembangan bayi prematur. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai intervensi untuk menurunkan kebisingan di NICU dan mengidentifikasi peluang untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Metode: Fokus studi pada intervensi dengan desain randomized controlled trials (RCTs) dan quasy experiment. Metode pencarian artikel dilakukan pada enam database dari ProQuest, ScienceDirect, PubMed, Scopus, Embase, dan MEDLINE serta pencarian secara manual melalui daftar referensi artikel yang relevan. Studi dipilih berdasarkan kriteria inklusi yaitu tempat di ruang NICU, intervensi untuk mengurangi kebisingan lingkungan, artikel full text, berbahasa Inggris, artikel dipublikasi tahun 2013-2023 dan hasil ukur dalam desibel (dBA). Semua penulis dalam studi ini secara independen menilai daftar artikel dan abstrak yang relevan, melakukan ekstraksi data dan melakukan penilaian kualitas metode penelitian dengan pedoman Joanna Briggs Institute (JBI).  Hasil: Studi ini menganalisis 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Studi yang disertakan secara keseluruhan memiliki risiko bias yang moderate. Intervensi yang dapat menurunkan kebisingan di NICU meliputi program pendidikan, multikomponen perangkat peringatan dan intervensi yang berhubungan dengan pasien seperti penggunaan earplug dan penutup inkubator pada bayi prematur. Kesimpulan: Program pendidikan dan multikomponen merupakan intervensi yang paling efektif untuk menurunkan tingkat kebisingan. Intervensi seperti penggunaan earplug maupun penutup inkubator dapat menurunkan tingkat kebisingan namun penurunan tersebut tidak signifikan secara statistik sehingga diperlukan penelitian berkualitas tinggi dengan risiko bias rendah dan tindak lanjut jangka panjang.
Personal Hygiene, Sanitasi Lingkungan Dan Keberadaan Bakteri E.Coli Pada Air Rendaman Tahu Narwati Narwati; Lidya Nurdiyati Sri Winarie; Rachmaniyah Rachmaniyah
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/grbpw021

Abstract

Latar Belakang: Kampung Tahu Tinalan Kota Kediri merupakan sentral industri tahu yang dalam penerapan personal hygiene ditemukan penjamah yang merokok dan penjamah tidak menggunakan alat pelindung diri yang lengkap seperti penutup kepala, sarung tangan serta pakaian kerja. Sanitasi lingkungan Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) dengan kondisi kotor, tak terawat, berdebu, tidak difasilitasi sarana cuci tangan dan suplai air yang digunakan adalah sumur bor dengan jarak < 10 meter dari septic tank dan kedalaman sumur < 5 meter. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui personal hygiene, sanitasi lingkungan dan keberadaan bakteri E.coli pada air rendaman tahu di Kampung Tahu Tinalan Kota Kediri. Metode: : Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain penelitian deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukan personal hygiene penjamah seluruhnya sebanyak 12 penjamah (100,0%) adalah baik, sanitasi lingkungan sebagian besar sebanyak 8 sampel (66,7%) adalah kurang baik dan keberadaan bakteri Escherichia coli pada air rendaman tahu sebanyak 8 sampel (66,7%) adalah tidak memenuhi syarat. Kesimpulan: Personal hygiene penjamah dan sanitasi lingkungan IRTP berpotensi menyebabkan keberadaan bakteri E.coli pada air rendaman tahu yang dapat mempengaruhi keamanan pangan pada produk tahu yang dihasilkan sehingga berpotensi mengakibatkan foodborne disease bagi yang mengkonsumsinya.
Ekstrak Binahong Mempercepat Periode Penyembuhan Luka Perineum Masa Postpartum Alchalidi Alchalidi; Nora Veri; Magfirah Magfirah
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/2077r348

Abstract

Pendahuluan : Kematian ibu akibat infeksi pada masa nifas sangat tinggi dibandingkan pada masa kehamilan dan persalinan. Perawatan luka jalan lahir setelah melahirkan sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya infeksi perineum. Perawatan luka dilakukan untuk mempercepat penyembuhan luka perineum bisa dilakukan dengan menggunakan obat-obatan dan juga tanaman herbal salah satu daun binahong yang berfungsi sebagai antibakteri, antimikroba, antiseptik, analgesik, antioksidan. Tujuan : untuk mengetahui efektivitas topikal ekstrak daun Binahong dalam mempercepat penyembuhan luka perineum. Metode : Penelitian ini bersifat quasy experiment dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi dengan total sampel sebanyak 32 orang. Ekstrak daun binahong dibuat di Laboratorium Farmakologi FKH USK. Topikal ekstrak daun binahong 400 mg/hari diberikan selama 5 hari berturut-turut dengan cara dioleskan di luka perineum. Pengamatan luka perineum dilakukan sebanyak 1 kali pada hari ke 5 dengan instrumen skala REEDA (Redness, Oedema, Ecchymosis, Discharge dan Approximation). Hasil Penelitian : pengamatan menyatakan terdapat perbedaan rerata lama penyembuhan luka perineum antara kelompok intervensi dan perlakuan. Topikal ekstrak daun binahong dapat mempercepat penyatuan luka perineum ibu nifas. Kesimpulan : Penggunaan ekstrak daun Binahong secara topikal dapat dijadikan terapi komplementer dalam mempercepat penyembuhan luka perineum
Keracunan Permen Lunak pada Siswa Sekolah Dasar di Kota Blitar, Provinsi Jawa Timur Silvia Novike Arinta; Atik Choirul Hidajah; Nanang Saifudin
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/cnyseg44

Abstract

Latar Belakang: Pada 22 Agustus 2022, 4 siswa sebuah SD di Kecamatan Sukorejo dibawa ke Puskesma dengan keluhan muntah dan sakit perut setelah memakan permen lunak “X”. Metode: Penelitian dilakukan dengan metode kohort retrospective. Wawancara dengan siswa menggunakan kuesioner terstruktur dilakukan untuk mencari siswa yang memiliki gejala mual, sakit perut, pusing, diare, muntah dan menyatakan adanya rasa logam di mulut setelah memakan permen lunak pada tanggal 22 Agustus 2022. Pemeriksaan laboratorium kimia oleh BPOM Surabaya dilakukan untuk mengidentifikasi formalin, timbal, kadmium dan arsen pada permen lunak. Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan Chi Square. Hasil: Diantara 113 murid yang ada di sekolah, terdapat 25 kasus (attack rate= 73,5%); berjenis kelamin perempuan sebanyak 59.65%; bergejala mual 58.8%, dan mengalami sakit perut 55,9 %. Median masa inkubasi adalah 30 menit. Kurva epidemik berupa common source. Murid yang memakan permen lunak berisiko mengalami keracunan yang signifikan secara statistic (RR=29,41, 95%CI=7.37-117.29). Pada setiap permen lunak seberat 25 mg, terdapat kandungan dalam jumlah sedikit berupa timbal (0,115 mg/kg, standar penyajian: ≤1 mg/kg), kadmium (0,005 mg/kg, standar penyajian: ≤0,5 mg/kg), dan arsen (0,015 mg/kg, standar penyajian: ≤1 mg/kg). Kesimpulan: Kejadian keracunan makanan ini dikaitkan dengan konsumsi permen lunak “X” mengandung bahan kimia. Bahan kimia berbahaya bagi anak-anak. Pemeriksaan laboratorium lebih lanjut diperlukan untuk menemukan bahan kimia lain dari bahan pewarna dan perasa. Direkomendasikan untuk dilakukan sosialisasi pada anak-anak terkait bahaya kandungan bahan kimia dalam permen lunak, maupun makanan lainnya.
Pelayanan Kesehatan Penyakit Tropis Terabaikan di Jayapura, Papua Muhamad Sahiddin; Zeth Roberth Felle; Rohmani Rohmani
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/ftyb4c11

Abstract

Latar Belakang: Papua adalah salah satu daerah endemis untuk beberapa penyakit tropis terabaikan, namun terdapat perbedaan distribusi sumber daya sehingga dalam upaya eradikasi dan eliminasi penyakit tropis membutuhkan strategi penanganan yang spesifik di setiap daerah.. Tujuan: mengkaji pelayanan kesehatan penyakit tropis terabaikan di Kota Jayapura. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilakukan di Kota Jayapura pada bulan Juni – Oktober 2021. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, telaah dokumen dan fokus group diskusi. Informan penelitian berjumlah 8 orang yang terdiri dari kepala bidang pengendalian penyakit, kepala puskesmas, programer dan pasien. Hasil: Pelayanan penyakit tropis terabaikan di Kota Jayapura difokuskan pada pengobatan dan peningkatan kualitas hidup pada dimensi sosial dan psikologi. Saat ini dinas kesehatan masih menjadi pemain tunggal dalam penanganan penanganan penyakit tropis terabaikan dan dianggap sebagai penyakit yang “tidak seksi” sehingga menurunkan ketertarikan banyak pihak untuk ditangani. Kegiatan screening dalam rangka menemukan kasus baru semakin berkurang. Jangkauan screening yang dilakukan hanya pada anggota keluarga tanpa dilakukan penelusuran riwayat kontak penderita. Beban ganda tenaga kesehatan yang bertanggung jawab sebagai programer terjadi karena mereka harus menangani beberapa penyakit dengan wilayah kerja yang luas. Kesimpulan: Penguatan screening untuk penemuan kasus baru perlu dilakukan dengan penelusuran kontak tidak hanya keluarga serumah tetapi juga pada tetangga dan riwayat kontak seperti di sekolah dan tempat kerja. Penanganan kasus penyakit tropis terabaikan perlu didorong agar berbasis evidance based berdasarkan analisis situasi insidensi dan prevalensi kasus pada masing-masing wilayah kerja puskesmas.
Faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan Ibu Hamil Primigravida Pada Masa Pandemi COVID-19 Di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Barat Kota Langsa Dewita Dewita; Alchalidi Alchalidi; Elizar Elizar; Heniwati Heniwati
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/ggy8vk06

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan yang dialami oleh ibu hamil dapat berdampak buruk untuk kehamilan dan janin. Dampak dari kecemasan dalam kehamilan yaitu perdarahan, partus lama, syok, premature dan BBLR. Virus COVID-19 adalah salah satu faktor ibu mengalami cemas, karena ibu hamil beresiko tinggi tertular COVID-19. Tujuan: Mengetahui faktor penyebab kecemasan pandemi COVID-19 pada ibu hamil primigravida. Metode: Penelitian analitik dengan pendekatan cros sectional. Sampel penelitian yaitu ibu hamil primigravida di wilayah kerja Puskesmas Langsa Barat yang berjumlah 32 sampel dan pengambilan sampel dengan tehnik accidental sampling. Instrument penelitian ini adalah kuesioner dan HRS-A (Hamilton Rating Scale for Anxiety). Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil: Sebahagian besar ibu yang mengalami kecemasan ringan yaitu 68,8%. Hasil statistik didapatkan ada hubungan kecemasan dengan pendidikan, pekerjaan, pendapatan, usia kehamilan dan tempat tinggal ibu dengan nilai p < 0,05 (0,320; 0,37; 0,24; 0,001 dan 0,024) dan hanya faktor usia ibu yang tidak ada hubungan dengan kecemasan dengan nilai p= 0,94. Kesimpulan: Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan, pekerjaan, pendapatan, usia kehamilan dan tempat tinggal ibu dengan kecemasan pandemi COVID-19.
Kemampuan MOL (Mikroorganisme Lokal) Pada Proses Pengomposan di Dalam Lubang Resapan Biopori Dwi Wahyu Purwiningsih; Purnama Sidebang; Siti Jubaida Lutia
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/69vby648

Abstract

Latar Belakang: Sampah masih menjadi masalah di kota-kota yang ada di Indonesia tidak terkecuali di kota Ternate, timbulan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat kota Ternate yang diangkut ke TPA yaitu 226 m3/hari, dengan tingkat pelayanan 57% dari total masyarakat Kota Ternate (BPS, 2015). Alternatif pengelolaan sampah yang baik untuk menghadapi permasalahan ini salah satunya dengan menggunakan teknologi tepat guna. Salah satu teknologi tepat guna yang dapat diterapkan yaitu dengan menggunakan Lubang Resapan Biopori (LRB). Manfaat Penelitian: Memberikan manfaat untuk ilmu pengetahuan dan dapat meningkatkan kesehatan lingkungan. Lokasi Penelitian: di Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Ternate. Metode Penelitian : Jenis penelitian experimental dengan menggunakan rancangan Posstest Only Control Design. Pengolahan dan penyajian data dalam penelitian ini adalah jumlah kompos yang dihasilkan dari proses pengomposan ditimbang dan dibedakan sesuai dengan jenis sampah dan MOL kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan dinarasikan. Hasil Penelitian: Menunjukkan MOL yang paling banyak menghasilkan kompos adalah MOL Tape Ubi dengan jenis sampah daun kering yaitu 85% dan yang paling sedikit adalah MOL Terasi dengan jenis sampah daun mentah yaitu 40% selama 20 hari. Kesimpulan: Rata-rata jumlah kompos yang paling banyak dihasilkan berturut-turut adalah dengan menggunakan MOL Tape Ubi, MOL Nanas, MOL Terasi dan kontrol.
Knowledge And The Role of Cadres in the Implementation of Early Detection of Toddlers Development Using KPSP Nuryani Nuryani; Ayesha H.N; Nurwening T.W
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/njfrf329

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan balita patut mendapat perhatian mengingat jumlah penduduk yang cukup besar. Deteksi dini merupakan perkembangan yang penting dengan KPSP dilakukan dalam upaya memfasilitasi deteksi dini terhadap gangguan tumbuh kembang sehingga dapat diberikan intervensi dini dan rujukan dini pada anak, pada akhirnya kualitas tumbuh kembang anak dapat optimal. Kader terlatih mempunyai kewenangan memantau perkembangan anak dengan Metode KPSP: pendekatan analitik cross sectional. Populasi kader kesehatan di wilayah kabupaten Lembeyan dengan teknik Random sampling dengan variabel independen pengetahuan dan keterampilan kader, peran kader dalam pelaksanaan deteksi dini perkembangan anak usia dini dengan menggunakan KPSP sebagai variabel dependen. Hasil: Hubungan pengetahuan dan peran kader dalam pelaksanaan deteksi dini perkembangan balita menggunakan KPSP dianalisis menggunakan uji Spearman Rank dengan hasil sebesar 0.565, sedangkan peran dan keterampilan nilai korelasinya sebesar 0,485. Kesimpulan: terdapat hubungan pengetahuan terhadap peran kader dan terdapat hubungan keterampilan terhadap peran kader dalam pelaksanaan deteksi dini tumbuh kembang balita menggunakan KPSP. Diharapkan pihak klinik secara rutin memberikan materi penyegaran mengenai pemantauan perkembangan dan menambah jumlah screening kit (infrastruktur pemantauan perkembangan).

Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2021): jurnal kesehatan Vol 13 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan yang diterbitkan oleh Poltekkes Ternate Vol 13 No 1 (2020): jurnal kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Published by Poltekkes Ternate Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Kesehatan Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 More Issue