cover
Contact Name
Muhlisa
Contact Email
uppmpoltekkesternate@gmail.com
Phone
+6282110793513
Journal Mail Official
juketernate@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cempaka Kel. Tanah Tinggi Barat Kec. Kota Ternate Selatan Kota Ternate, Indonesia
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 19076401     EISSN : 25977520     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Kesehatan (Juke) dengan nomor terdaftar p-ISSN 1907-6401 dan e-ISSN 2597-7520 adalah jurnal peer-reviewed yang diterbitkan dua kali dalam setahun (Mei dan November) oleh UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate. Fokus dan Ruang Lingkup (Aim and Scope): Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan penelitian ilmiah di bidang kesehatan, laporan kasus (case report), dan tinjauan pustaka (literature review) guna mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan masalah kesehatan. Ruang lingkup naskah yang diterima meliputi: Keperawatan Kebidanan Kesehatan Lingkungan Gizi Teknologi Laboratorium Medis Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan terbuka bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi di bidang kesehatan untuk mengirimkan naskah dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
Articles 577 Documents
Pengetahuan dan Sikap Perawat dalam Penerapan SDKI, SLKI, SIKI di Rumah Sakit X Kabupaten Jember Hani Febriyanti; Retno Purwandari; Dicky Endrian Kurniawan
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/nze0w159

Abstract

Latar Belakang: PPNI telah melakukan standarisasi terhadap standar II dan III asuhan keperawatan yaitu diagnosis (SDKI) dan perencanaan keperawatan (SLKI dan SIKI). Namun belum seluruh rumah sakit di Indonesia sudah menerapkan SDKI, SLKI, SIKI. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap perawat dalam penerapan SDKI, SLKI, dan SIKI di Rumah Sakit x Kabupaten Jember. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Sampel penelitian adalah 121 perawat yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap perawat terhadap SDKI, SLKI, dan SIKI. Alat Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Spearman.. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan perawat tentang standar asuhan keperawatan berada pada kategori baik (52,9%) dan sebagian besar perawat memiliki sikap positif terhadap penerapan 3S (57%). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan perawat tentang standar asuhan keperawatan dengan sikap perawat terhadap penerapan SDKI, SLKI, dan SIKI di Rumah Sakit x Kabupaten Jember (nilai p = 0,011). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, perawat memiliki pengetahuan baik dan sikap yang positif terhadap penerapan 3S. Namun tidak seluruh responden yang memiliki pengetahuan baik juga memiliki sikap yang positif. Rumah sakit dapat memberikan motivasi, sosialisasi dan pelatihan kepada perawat mengenai pelaksanaan asuhan keperawatan berdasarkan SDKI, SLKI dan SIKI untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman perawat
Komparasi Uji Diagnostik Mycobacterium tuberculosis Menggunakan Metode GeneXpert dan Ziehl Neelsen Nella Febrilia DP; Suliati Suliati; Diah Titik Mutiarawati
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/fhzkav56

Abstract

Latar Belakang: Tuberculosis (TB), yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis, merupakan salah satu dari 10 penyakit menular penyebab kematian tertinggi di dunia. Pemeriksaan bakteriologi yang digunakan untuk menegakkan diagnosa TB yaitu pemeriksaan mikroskopis, Tes Cepat Molekuler TB dan pemeriksaan biakan. Tujuan: menganalisa uji diagnostik Mycobacterium tuberculosis menggunakan metode GeneXpert dan Ziehl Neelsen. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik menggunakan rancangan cross sectional. Sampel yang diteliti sebanyak 102 sampel diambil dengan metode total sampling selama bulan Januari 2022 di Puskesmas Sidotopo Surabaya. Hasil: Hasil identifikasi sampel suspek TB dengan metode GeneXpert dan Ziehl Neelsen yang sejalan sebanyak 96 sampel (94,12%), sedangkan perbedaan hasil dari keduanya adalah sebanyak 6 sampel (5,88%). Hasil uji sensitifitas metode GeneXpert sebesar 75%, dan Ziehl Neelsen sebesar 60%, artinya kemampuan GeneXpert mendeteksi hasil positif pada orang yang sakit lebih besar. Sedangkan spesifisitas metode GeneXpert sebesar 95,7%, dan Ziehl Neelsen sebesar 97,8%, artinya kemampuan Ziehl Neelsen mengklasifikasikan orang yang tidak sakit sebagai orang yang benar-benar tidak memiliki penyakit sedikit lebih baik. Kesimpulan: metode GeneXpert lebih disarankan dalam penegakan diagnose TB karena memiliki sensitifitas lebih tinggi dibandingkan dengan metode Ziehl Neelsen, serta dapat memberikan hasil yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan pemeriksaan biakan
Personal Hygiene, Sanitasi Lingkungan Dan Keberadaan Bakteri E.Coli Pada Air Rendaman Tahu Lidya Nurdiyati Sri Winarie; Narwati Narwati; Rachmaniyah Rachmaniyah; Marlik Marlik; Ernita Sari
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/3q8ayb63

Abstract

Latar Belakang: Kampung Tahu Tinalan Kota Kediri merupakan sentral industri tahu yang dalam penerapan personal hygiene ditemukan penjamah yang merokok dan penjamah tidak menggunakan alat pelindung diri yang lengkap seperti penutup kepala, sarung tangan serta pakaian kerja. Sanitasi lingkungan Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) dengan kondisi kotor, tak terawat, berdebu, tidak difasilitasi sarana cuci tangan dan suplai air yang digunakan adalah sumur bor dengan jarak < 10 meter dari septic tank dan kedalaman sumur < 5 meter. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui personal hygiene, sanitasi lingkungan dan keberadaan bakteri E.coli pada air rendaman tahu di Kampung Tahu Tinalan Kota Kediri. Metode: : Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain penelitian deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukan personal hygiene penjamah seluruhnya sebanyak 12 penjamah (100,0%) adalah baik, sanitasi lingkungan sebagian besar sebanyak 8 sampel (66,7%) adalah kurang baik dan keberadaan bakteri Escherichia coli pada air rendaman tahu sebanyak 8 sampel (66,7%) adalah tidak memenuhi syarat. Kesimpulan: Personal hygiene penjamah dan sanitasi lingkungan IRTP berpotensi menyebabkan keberadaan bakteri E.coli pada air rendaman tahu yang dapat mempengaruhi keamanan pangan pada produk tahu yang dihasilkan sehingga berpotensi mengakibatkan foodborne disease bagi yang mengkonsumsinya.
Outbreak Keracunan Makanan Di Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur Tahun 2020 Isti Handayani; Yahya Benyamin Bebengu; Atik Choirul Hidajah; Totok Ismanto; Antonius Ratgono; Aris Wiji Utami
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/5gqpdj96

Abstract

Latar Belakang: Pada tanggal 14 Januari 2020 Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro menerima laporan dugaan keracunan makanan setelah seminar hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diadakan suatu perguruan tinggi negeri di Surabaya. Tujuan: Mengetahui gambaran outbreak dan menentukan agent dan sumber penularan. Metode: Agar dapat mengidentifikasi agen dan sumber penularan dilakukan penelitian dengan desain kohor. Populasi risiko berjumlah 101 orang yang hadir pada pertemuan tersebut. Investigasi outbreak dilakukan pada tanggal 16 Januari 2020.Data primer dikumpulkan melalui kegiatan wawancara pada 91 responden. Pemastian agen dengan pemeriksaan sisa makanan yang dikirimkan ke BBLK Surabaya. Variabel yang diteliti adalah gejala, jenis kelamin, umur, waktu kejadian, jenis makanan, dan masa inkubasi. Hasil: Jumlah kasus 38 (AR = 37,6%), terbanyak pada perempuan 37 (97,4%; AR=44,04%), berumur 20-14 tahun sebanyak 34 (89,4%; AR=40,00%). Seluruh kasus mengalami diare. Kurva epidemik berbentuk common source. Masa inkubasi 5-16 jam, tersering 13 jam 30 menit. Jenis makanan yang dicurigai sebagai media penularan adalah sambal (RR=3,84) dan kemangi (RR=2,18). Hasil laboratorium menunjukkan hasil positif nitrit pada nasi, daging ayam, dan timun. Kesimpulan: Telah terjadi outbreak keracunan makanan. Gejala klinis dan masa inkubasi mengarah pada dugaan penyebab adalah agen mikrobiologis. Namun, hasil pemeriksaan laboratorium pada spesimen sisa makanan menunjukkan hasil yang tidak sesuai
PENGETAHUAN GIZI REMAJA SMPN 40 KOTA BANDUNG Irma Darmawati; Sela Arumiyati
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/msjta806

Abstract

Pengetahuan gizi dapat menentukan status gizi dan perilaku remaja dalam memilih makanan. Peningkatan prevalensi masalah gizi di Indonesia tidak hanya sebatas masalah gizi kurang namun juga sudah bertambah menjadi beban ganda gizi lebih. Prevalensi masalah gizi lebih pada remaja umur 13-15 tahun di Indonesia sebesar 10,8%, terdiri dari 8,3 % overweight dan 2,5 % obesitas. Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan gizi yang dimiliki oleh remaja dengan menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang status gizi di SMPN 40 Kota Bandung. Didapatkan jumlah sampel sebanyak 89 orang dengan menggunakan teknik Proporsional Random Sampling. Analisa pengetahuan dilakukan melalui distribusi frekuensi. Hasil penelitian di SMPN 40 Kota Bandung menunjukkan remaja berpengetahuan baik 48 orang (53,9%), cukup 22 orang (24,7%), kurang 19 orang (21,3%), dengan poin paling tinggi didapatkan pada kategori pengetahuan tentang status gizi lebih yaitu 81 orang (91,0%). Poin terendah didapatkan pada kategori cara penilaan status gizi yaitu 53 orang (59,6%). Pihak sekolah diharapkan lebih memperhatikan dan memberikan pendidikan tentang pengetahuan gizi dan status gizi. Bagi pelayanan kesehatan diharapkan lebih sering melakukan monitoring dan pembinaan UKS serta PMR di sekolah.
HUBUNGAN FAKTOR PEMICU HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI M. Ikhwan; Livana PH; Hermanto Hermanto
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/4hk9nv03

Abstract

Data Global Status Report on Non Communicable Disesases tahun 2010 menyebutkan persentase penderita hipertensi saat ini paling banyak terdapat 40% di negara ekonomi berkembang, sedangkan negara maju hanya 35%. Data statistik terbaru menyatakan bahwa terdapat 24,7% penduduk Asia Tenggara dan 23,3% penduduk Indonesia berusia 18 tahun ke atas mengalami hipertensi pada tahun 2014 (WHO, 2015). Hipertensi merupakan suatu gangguan pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah, terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkanya. Prevelensi hipertensi atau tekanan darah tinggi di Indonesia tergolong tinggi, namun kebanyakan dari penderitanya tidak terdeteksi. Hipertensi bisa ditangani apabila masyarakat mengetahui faktor pemicu akibat dari hipertensi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor pemicu hipertensi dengan kejadian hipertensi. Penelitian ini merupakan study descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional dengan sampel 78 orang. Uji statistik yang digunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara jenis kelamin, keturunan, usia, pekerjaan, tingkat kegemukan dengan kejadian hipertensi nilai p value 0,000 (p<0,05). Diharapkan masyarakat dapat melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat keluarga hipertensi agar tekanan darahnya bisa dikontrol setiap waktu.
PERBEDAAN KADAR ALBUMIN PADA SERUM LIPEMIK DENGAN DAN TANPA PENAMBAHAN FLOKULAN GAMMA-SIKLODEKSTRIN INKUBASI 23 oC Rizali Noor Maulana; Subrata Tri Widada; Budi Setiawan
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/yedg7c47

Abstract

Serum lipemik disebabkan partikel lipoprotein seperti cylomicrons, VLDL (Verry Low Density Lipoprotein) maupun trigliserida. Secara visual, kekeruhan pada serum lipemik akan terlihat jelas dengan kadar trigliserida di atas 300 mg/dl. Keadaan ini menyebabkan gangguan kromoforik dalam analisis fotometri, gangguan pada panjang gelombang dan hamburan cahaya yang disebabkan oleh adanya partikel lipid. Gangguan ini dapat diatasi dengan flokulasi menggunakan gammasiklodekstrin dengan inkubasi suhu 23oC agar hasil pemeriksaan menjadi akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan selisih rata-rata kadar albumin dalam serum lipemik dengan dan tanpa penambahan gamma-siklodekstrin inkubasi suhu 23oC. Penelitian pre eksperimen ini menggunakan design penelitian Static Group Comparison. Sampel penelitian adalah semua serum lipemik sebanyak 20 sampel. Hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan rerata kadar albumin pada serum lipemik tanpa penambahan flokulan Gamma-siklodekstrin inkubasi suhu 23oC adalah 3,77 g/dl, rerata kadar albumin serum lipemik dengan penambahan flokulan Gammasiklodekstrin inkubasi suhu 23oC adalah 5,20 g/dl. Perbedaan hasil pemeriksaan kadar albumin dengan dan tanpa penambahan flokulan Gamma-siklodekstrin inkubasi suhu 23oC adalah 1,44 mg/dl (43 %)
EFEKTIFITAS ART THERAPY DAN BRAIN GYM TERHADAP FUNGSI KOGNITIF LANSIA Rizky Erwanto; Thomas Aquino Erjinyuare Amigo
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/dd4tm913

Abstract

Jumlah lansia di dunia semakin lama mengalami peningkatan. Seiring dengan peningkatan jumlah lansia tersebut perlu mendapat perhatian dikarenakan lansia termasuk kelompok/populasi beresiko (population at risk). Populasi berisiko merupakan kelompok yang mempunyai karakteristik tertentu yang dapat menimbulkan masalah kesehatan. Perubahan kemampuan fisik dapat mempengaruhi fungsi dan kemampuan tubuh secara keseluruhan. Salah satu perubahan yang terjadi pada proses penuaan yaitu perubahan kognitif pada lansia. Perubahan kognitif yang sering terjadi pada lansia adalah demensia Alzheimer. Penderita demensia Alzheimer dapat mengalami gangguan pada aktifitas fisik sehari-hari, sehingga dapat meningkatkan biaya perawatan sehari-hari dan dapat menjadi beban bagi keluarga, masyarakat, maupun negara.Untuk mengurangi dampak tersebut, maka diperlukan suatu terapi non farmakologis yaitu dengan modifikasi intervensi art therapy danbrain gym. Intervensi ini dapat dilakukan oleh perawat maupun care giver di layanan institusi atau BPSTW yang dilaksanakan sesuai dengan SOP (Standart Operasional Prosedure). Intervensi inidapat mendorong keluarnya ekspresi seseorang, melalui eskpresi artistik dapat memahami emosi, dan melalui proses kreatif, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kognitif dan daya ingat pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan Art Therapy dan Brain Gym terhadap Fungsi Kognitif Lansia di BPSTW Yogyakarta Unit Budi Luhur. Penelitian ini menggunakan metode Quasyexperimental one group pre post test. Teknik pengambilan dengan menggunakan quota sampling dengan jumlah sample sebanyak 52 lansia. Peneliti menggunakan istrumen MMSE dan HVLT untuk mengukur fungsi kognitif lansia. Hasil pengukuran fungsi kognitif lansia dengan menggunakan MMSE, terdapat perbedaan nilai median sebesar 2,5 point. Uji Wilcoxon signed rank test didapatkan p value 0,002. Hasil pengukuran fungsi kognitif lansia dengan menggunakan HVLT, terdapat perbedaan nilai median sebesar 2,56 point. Uji Paired t didapatkan p value 0,00. Hasil uji bivariate menggunakan instrument MMSE dan HVLT menunjukkan bahwa intervensi art therapy dan brain gym efektif meningkatkan fungsi kognitif lansia di BPSTW Yogyakarta Unit Budi Luhur.
PERBEDAAN KADAR KALSIUM PADA SERUM LIPEMIK DENGAN DAN TANPA PENAMBAHAN FLOKULAN GAMMA-SIKLODEKSTRIN INKUBASI SUHU 23 °C Rosenadia Fitri Andafi Niranata; Sistiyono Sistiyono; Budi Setiawan
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/21fqzp51

Abstract

Serum lipemik merupakan serum berwarna keruh yang secara prinsip disebabkan oleh partikel besar lipoprotein seperti cylomicrons, VLDL (Verry Low Density Lipoprotein) maupun trigliserida. Serum lipemik umumnya dapat dikenali ketika kadar trigliserida di atas 300 mg/dl. Kekeruhan tersebut mengganggu absorbansi atau penghamburan cahaya pada berbagai pemeriksaan spektrofotometri. Gangguan ini dapat diatasi dengan flokulasi menggunakan gamma-siklodekstrin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar kalsium pada serum lipemik dengan dan tanpa penambahan flokulan gamma-siklodekstrin inkubasi suhu 23 °C. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pra-eksperimen dan desain penelitian One-Group PretestPosttest Design. Bahan pemeriksaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah serum lipemiksejumlah 20, dengan kadar >300 mg/dl. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan statistik dengan uji parametrik menggunakan Paired Sample T-Test. Rerata selisih kadar kalsium dalam serum lipemik degan dan tanpa penambahan gamma-siklodekstrin inkubasi suhu 23 °C adalah 5,47 mg/dl (30%). Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan signifikan sebesar 0,000 (<0,05). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kadar kalsium dalam serum lipemik dengan dan tanpa penambahan gamma-siklodekstrin inkubasi suhu 23 °C
PERAN SISWA SEBAGAI KONSELOR SEBAYA DAN PRESTASI AKADEMIK DI MAN 1 DAN SMA NEGERI 2 KOTA TERNATE TAHUN 2017 Rosida Hi. Saraha
Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/cja2rq17

Abstract

Masa remaja diwarnai oleh pertumbuhan, perubahan, serta munculnya berbagai kesempatan, dan seringkali menghadapi risiko-risiko kesehatan reproduksi. Remaja lebih mungkin untuk mengubah sikap dan perilaku mereka, jika mereka percaya bahwa teman sebaya seperti konselor sebaya, menghadapi masalah dan tekanan yang sama. Program konselor sebaya telah menunjukkan keberhasilan dalam mengubah pengetahuan kesehatan seksual, sikap dan perilaku kesehatan. Peran sebagai konselor sebaya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan masalah remaja. Prestasi akademik adalah hasil yang dicapai siswa dalam kurun waktu tertentu pada mata pelajaran tertentu yang diwujudkan dalam bentuk angka dan dirumuskan dalam laporan hasil belajar siswa. Penelitian ini memberikan gambaran tentang peran sebagai konselor sebaya dan prestasi akademik di MAN 1. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan jumlah responden 7 orang. Responden adalah siswa-siswa yang merupakan konselor teman sebaya aktif di MAN 1 Kota Ternate. Data yang diperoleh berupa data primer dari hasil wawancara dan data sekunder adalah nilai laporan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan mempunyai karakteristik yang sama baik usia, tingkat pendidikan (kelas) dan pengalaman menjadi konselor yaitu 2 tahun. Kegiatan konselor sebaya tidak mengganggu waktu belajar mereka, sehigga dari tabel 4.2 menunjukkan peningkatan prestasi akademik. Kesimpulan Peran sebagai konselor sebaya adalah membantu menyelesaikan masalah teman sebaya yang menjadi kebanggaan tersediri bagi konselor dengan tetap meraih prestasi akademik yang dibuktikan dengan nilai rata-rata pada laporan hasil belajar siswa semester I dan II.

Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2021): jurnal kesehatan Vol 13 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan yang diterbitkan oleh Poltekkes Ternate Vol 13 No 1 (2020): jurnal kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Published by Poltekkes Ternate Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Kesehatan Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2014 More Issue