cover
Contact Name
Muhlisa
Contact Email
uppmpoltekkesternate@gmail.com
Phone
+6282110793513
Journal Mail Official
juketernate@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cempaka Kel. Tanah Tinggi Barat Kec. Kota Ternate Selatan Kota Ternate, Indonesia
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 19076401     EISSN : 25977520     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Kesehatan (Juke) dengan nomor terdaftar p-ISSN 1907-6401 dan e-ISSN 2597-7520 adalah jurnal peer-reviewed yang diterbitkan dua kali dalam setahun (Mei dan November) oleh UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate. Fokus dan Ruang Lingkup (Aim and Scope): Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan penelitian ilmiah di bidang kesehatan, laporan kasus (case report), dan tinjauan pustaka (literature review) guna mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan masalah kesehatan. Ruang lingkup naskah yang diterima meliputi: Keperawatan Kebidanan Kesehatan Lingkungan Gizi Teknologi Laboratorium Medis Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan terbuka bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi di bidang kesehatan untuk mengirimkan naskah dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
Articles 577 Documents
Kadar Histamin, pH dan Kadar Air Pada Abon Ikan Sayuran Juhartini Juhartini; Fadila Fadila; Muhammad Dzulifsal Al-Fath
Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/6v86s491

Abstract

Background: Vegetable fish floss is one of the developments of processed fish products, namely mackerel, which is complemented with young jackfruit vegetables. The combination of these two ingredients produces good nutritional value for health. However, mackerel generally contains histamine compounds that can cause poisoning with symptoms in the form of allergic reactions, such as rashes, swelling, or difficulty breathing. To maintain safety in the development of food products, it is important to analyze the histamine content in processed fish products. In addition, it is necessary to analyze the pH and water levels in vegetable fish floss to ensure food safety and quality, because the pH and water levels in food products can affect the durability of the food product. Objective: In this study, researchers made vegetable fish floss from mackerel with young jackfruit, which then aimed to determine the histamine, pH and water content in vegetable fish floss. Method: This type of research is quantitative with a design that does not have a control group to be compared with the experimental group called pre-experimental design. Results: The results of the study showed a histamine content of 18.575 mg, pH value of 5.18 and water content of 4.42% per 100 grams of vegetable fish floss. Conclusion: Vegetable fish floss is safe for consumption by all age groups, because it has histamine levels, pH, and water content in vegetable fish floss that meet SNI standards.
Sikap Disiplin Perawat Dengan Pelaksanaan Timbang Terima di Ruang Rawat Inap Rumah Sakitx Benny Harry Leksmon Situmorang; Iin Octaviana Hutagaol Hutagaol; Sanawiah Sanawiah
Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/eqaxz879

Abstract

Latar Belakang: Timbang terima pasien merupakan momen kritis untuk keselamatan pasien. Namun, fenomena menunjukkan rendahnya disiplin perawat, seperti terlambat shift, terburu-buru mengabaikan metode SBAR, dan tiadanya format seragam, yang berpotensi memicu kesalahan medis. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi perilaku disiplin perawat dengan pelaksanaan timbang terima di RS Woodward Palu. Metode: Studi kuantitatif pendekatan cross-sectional ini melibatkan 88 perawat rawat inap melalui total sampling. Data Data dikumpulkan menggunakan kuesioner perilaku disiplin dan lembar observasi pelaksanaan timbang terima SBAR, lalu dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Sebanyak 66,0% perawat memiliki disiplin baik dan 34,0% kurang disiplin. Sementara itu, 60,0% perawat melakukan timbang terima dengan baik dan 40,0% tidak melakukan dengan baik. Analisis bivariat menunjukkan tidak ada korelasi signifikan antara sikap disiplin dan pelaksanaan timbang terima (p = 0,171). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara sikap disiplin perawat dengan pelaksanaan timbang terima di RS Woodward Palu. Faktor sistemik di luar kedisiplinan individu diduga lebih dominan memengaruhi proses ini. Manajemen rumah sakit direkomendasikan untuk segera menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) timbang terima yang baku serta meningkatkan supervisi di ruangan.
Faktor Risiko KLB Keracunan Makanan Pasca Gempa Bumi di Kabupaten Sumbawa Atik Choirul Hidajah; Febriyanti Febriyanti; Debri Rizki Faisal
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/jrfqd848

Abstract

Latar Belakang: Gempa bumi terjadi pada bulan Juli dan Agustus di Lombok menyebabkanmunculnya beberapa masalah kesehatan salah satunya keracunan makanan. Dilaporkan kasuskeracunan makanan di Kecamatan Alas Barat Kabupaten Sumbawa akibat mengkonsumsi makanansaat kegiatan trauma healing. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko danetiologi penyebab terjadinya keracunan makanan di Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa.Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode Penyelidikan dan observasi data sekunderkasus KLB keracunan makanan. Hasil: Gejala awal keracunan makanan pada pukul 16.00. Puncaktertinggi dirasakan pada pukul 19.00-19.59 sebanyak 65 orang. Masyarakat yang paling banyakmengalami keracunan makanan berjenis kelamin perempuan yaitu 59 orang (50,43%) dan kelompokumur 5-11 tahun 62 orang (53%). Gejala yang paling banyak muncul adalah muntah (95%). Jenismakanan yang dicurigai penyebab terjadinya keracunan makanan adalah ayam (AR= 81,19%), nasi(AR= 75,21%) dan sayur (AR= 67,52%). Agent yang dicurigai penyebab keracunan makanan adalahbakteri Staphylococcus, Clostridium Perfringens dan Eschericia Coli. Kesimpulan: Keracunanmakanan yang terjadi merupakan Common Source yang berasal dari satu sumber penularan yaitumakanan yang dimakan ketika kegiatan trauma healing. Jenis makanan yang dianggap memiliki risikotinggi adalah ayam, nasi dan sayur. Hasil laboratorium menunjukkan Eschericia Coli merupakanbakteri penyebab terjadinya keracunan makanan.
Perbedaan Efektivitas Antara Pemberian Jus Tomat dengan Jus Jambu Biji Merah terhadap Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Hilir Heni Wijayanti; Dyah Ayu Wulandar; Mariam Melyani
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/pz0ks984

Abstract

Latar Belakang : Anemia adalah suatu keadaan di mana kadar hemoglobin dalamdarah di bawah normal. Sebagian besar anemia adalah anemia defisiensi zat besi(Fe) yang dapat disebabkan oleh konsumsi zat besi yang kurang dari makanan.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian jus tomatdan jus jambu biji merah terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III.Metode : Penelitian kuantitatif dengan metode quasy experimental two group pre-post test design. Sampel sebanyak 32 responden dengan teknik non probalilitysampling. Analisis data menggunakan uji Independent-T Test. Hasil : Terdapatperbedaan efektivitas antara pemberian jus tomat dan jus jambu biji merahterhadap kadar hemoglobin ibu hamil trimester III. Uji Independent-T Testmenunjukkan p-value 0,000 (<0,05) dengan nilai rerata kelompok jus tomatsebelum dan sesudah intervensi sebesar 1,10 sedangkan kelompok jus jambu bijimerah juga menunjukkan peningkatan rerata kadar hemoglobin ibu hamil sebelumdan sesudah intervensi sebesar 1,86. Kesimpulan : Peningkatan kadarhemoglobin pada ibu hamil trimester III dengan pemberian jus jambu biji merahlebih efektif dibandingkan dengan pemberian jus tomat
Pola Asuh Orangtua Pada Anak Pra Remaja Dengan Kecanduan Gadget Di Keiurahan Tafure Fadila Abdullah
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/wbfwgk84

Abstract

Latar belakang Pola asuh orang tua sangat berpengaruh terhadap perkembangan motorik kasar danhalus, perkembangan bahasa dan kemampuan sosial anak. Tujuan.Penelitian ini bertujuan mengujisecara empiris hubungan antara pola asuh permisif orang tua dengan intensitas bermain gadget anakusia dini. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara pola asuh permisif orang tuadengan intensitas bermain gadget anak usia dini. Metode. Subjek penelitian 50 orang yang memilikianak berusia dini. Penelitian diungkap menggunakan Skala pola asuh permisif orang tua dan Skalaintensitas bermain gadget anak usia dini. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi productmoment dari Karl Pearson. Hasil. Berdasarkan analisis data yang dilakukan diperoleh koefisienkorelasi rxy :-119, dengan taraf signifikansi sebesar 0,412 (p>0,05), sehingga hipotesis yang diajukantidak dapat diterima. Kesimpulan Artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara pola asuhpermisif orang tua dengan intensitas bermain gadget anak usia dini.
Indeks Prediktif Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Berbasis Perilaku Sosial Masyarakat Di Kabupaten Indramayu Hairil Akbar; Shermina Oruh; Andi Agustang
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/db4rg105

Abstract

Latar Belakang: Dengue Haemoragic Fever (DHF), merupakan penyakit infeksi akut menularkepada manusia melalui perantara gigitan nyamuk Aedes yang mengandung virus dengue. Tujuan :Tujuan penelitian mengembangkan indeks prediktif kejadian demam berdarah dengue berbasisperilaku sosial masyarakat di Kabupaten Indramayu. Metode: Jenis penelitian observasional analitikdengan menggunakan rancang bangun case control study. Penelitian dilakukan di KabupatenIndramayu Provinsi Jawa Barat dari bulan Maret sampai Mei 2019. Populasi yang diteliti adalahseluruh warga yang tinggal di Kabuapten Indramayu tahun 2017-2018 sebanyak 544 orang. Total besarsampel 102 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling sedangkan ujistatistic adalah regresi logistic sederhana, regresi logistic ganda, dan analisis ROC. Hasil: Hasil analisismultivariate menunjukkan bahwa terdapat 3 variabel yang termasuk dalam formula indeks yaitu praktik3M dirumah, kebiasaan menggantung pakaian, dan keberadaan sampah padat. Formula indeks prediktifdemam berdarah dengue (DBD) = -2,424 + 1,007* Praktek 3M di rumah (Buruk) + 1,087* KebiasaanMengantung Pakaian (Ya) + 1,107*Keberadaan Sampah Padat (Ada). Kesimpulan: Kesimpulankeberdaan ini dkator jika seseorang memenuhi minimal dua dari tiga indikator yang ada, maka orangtersebut diprediksikan risiko tinggi menderita demam berdarah dengue (DBD) Sedangkan keberdaanindicator jika seseorang memenuhi satu dari tiga indikator yang ada, maka seseorang tersebutdiprediksikan risiko rendah menderita demam berdarah dengue (DBD).
Gambaran Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Selama Pandemi Covid- 19 pada Perawat di Rumah Sakit X Nita Sri Wahyuningsih; Dina Susanti
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/57paq854

Abstract

Latar Belakang: Alat pelindung diri (APD) adalah perangkat alat yang dirancang sebagai penghalangterhadap penetrasi zat, partikel padat, cair, atau udara untuk melindungi pemakainya dari cedera ataupenyebaran infeksi atau penyakit. Penggunaanalat pelindung diri oleh tenaga kesehatan khusunyaperawat saat memberikan pelayanan merupakan salah satu upaya pencegahan penularan virus Covid-19 yang saat ini masih menjadi wabah di seluruh dunia.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui gambaran penggunaan alat pelindung diri oleh perawat di Ruang UGD dan Ruang khususCovid-19.Metode: Penelitian ini merupakanpenelitian deskriptif yang melibatkan 45 orangperawatRuang UGD dan Ruang khusus Covid-19. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesionerdalam bentuk google form kemudian data dianalisis secara deskriptif dengan bantuan Program SPSSfor Windows 17,0 version.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran penggunaan alatpelindung diri (APD) oleh perawat di ruang UGD dan Ruangan Khusus Covid-19 dalam pemakaianpenutup kepala, masker bedah atau N95, pelindung wajah, gaun bedah dan gaun isolasi, apron, sarungtangan dan pelindung sepatu. Kesimpulan: secara umum perawat di Rumah Sakit X sudahmenggunakan alat pelindung diri sesuai dengan aturan Kementerian Kesehatan tahun 2020
Hubungan Sarana Sanitasi Dasar dengan Kejadian Stunting di Puseksmas Loceret, Nganjuk Eka Alicia Fibrianti; Imam Thohari; Marlik Marlik
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/c1jdm202

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronik yang mengakibatkan gagal tumbuh pada anak. Salah satu faktor utama penyebab kejadian stunting adalah sarana sanitasi dasar yang dapat mempengaruhi asupan gizi pada anak karena asupan gizi harus didukung dengan dengan hygiene sanitasi dan kondisi lingkungan yang memadai. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan sanitasi dasar dengan kejadian stunting diwilayah kerja Puskesmas Loceret Kabupaten Nganjuk. Metode: Metode yang digunakan bersifat observasional dengan pendekatan analitik dandesaincase control. Sampel penelitian adalah balita di Puskesmas Loceret berjumlah 98 sampel. Observasi sarana sanitasi dasar rumah dilakukan dengan menggunakan instrumen dan dianalisismenggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil penelitian dari 98 sampel diteliti bahwa71,4% sarana penyediaan air bersih, 48% sarana jamban, 15,3% sarana pengelolaan air limbah, 30,6% sarana pengelolaan sampah, 29,6% sarana pengelolaan makanan dan 42,9% sarana sanitasi dasar adalahmemenuhi syarat.Berdasarkan uji statistik,didapatkan hasil bahwa sarana penyediaan air bersih (p=0,180) dan sarana pengelolaan air limbah tidak signifikan (p=0,161). Sarana jamban (p=0,026), sarana pengelolaan sampah (p=0,028), sarana pengelolaan makanan (p=0,000) dan sarana sanitasi dasar signifikan (p=0,001). Kesimpulan :Hasil uji statistik menunjukkan bahwaada hubungan sarana sanitasi dasardengan kejadian stunting.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Hipertensi pada Penduduk Dewasa di Indonesia (Analisis Data Ifls 5 Tahun 2014) Ahmad Aswal Liambo; Sudarto Ronoatmodjo; Miftahul Nurjannah
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/s7ht4906

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi hipertensi pada penduduk dewasa di Indonesia sebesar 25,8% danproporsi kurang aktivitas fisik sebesar 26,1% pada tahun 2013. Tujuan: Mengetahui prevalensihipertensi, proporsi aktivitas fisik kurang aktif dan hubungan aktivitas fisik dengan hipertensi padapenduduk dewasa di Indonesia berdasarkan data Indonesian Family Life Survey (IFLS) 5 tahun 2014.Metode: Populasi adalah seluruh penduduk dewasa (≥18 tahun) sebanyak 26.043 responden. Variabelyang dianalisis meliputi hipertensi, aktivitas fisik, umur, jenis kelamin, pendidikan, obesitas, merokokdan tempat tinggal. Kriteria hipertensi menggunakan pedoman JNC-7 (140/90 mmHg), aktivitas fisikdiukur berdasarkan kebiasaan melakukan kegiatan fisik minimal selama 10 menit dalam seminggu,terdiri dari aktif dan kurang aktif. Uji statistik pada analisis bivariat dan multivariat menggunakan cox regression. Hasil: Hasil analisis menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar 24,09%, proporsi kurangaktivitas fisik sebesar 35,68% dan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik denganhipertensi (P value 0,0001). Kesimpulan: Penduduk yang memiliki aktivitas fisik kurang aktifberisiko 1,15 kali mengalami hipertensi dibandingkan penduduk yang memiliki aktivitas fisik aktif(PR: 1,15; 95% CI: 1,09-1,21). Disarankan kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan fisik denganjalan kaki minimal selama 30 menit setiap harinya.
Penilaian Asupan Makronutrient, Natrium, dan Kalium pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Pajar Bulan Syakira Olyvia Dwi Nanda; Dita Hasni; Tri Puspita PAF
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/f7q7mq24

Abstract

Latar belakang : Tekanan darah dapat dipengaruhi oleh pola makan baik berupa asupan zat gizimakro ataupun mikro seperti protein, lemak, karbohidrat, natrium, dan kalium. Tujuan : Untukmengetahui gambaran asupan karbohidrat, lemak, protein, natrium dan kalium pada pasien denganhipertensi di Puskesmas Pajar Bulan Kabupaten Muara EnimTahun 2020. Metode : Jenis penelitianyang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terjangkau dalampenelitian ini adalah semua pasien hipertensi yang berobat di Puskesmas Pajar Bulan pada bulanJanuari Tahun 2019 – Juli Tahun 2020 dengan 48 sampel menggunakan teknik total sampling. Analisadata univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil : Asupan karbohidratterbanyak adalah cukup yaitu 39 orang (81,3%), asupan protein terbanyak adalah lebih yaitu 33 orang(68,8%), asupan lemak terbanyak adalah cukup yaitu 32 orang (66,7%), asupan natrium terbanyakadalah lebih yaitu 32 orang (66,7%) dan asupan natrium terbanyak adalah kurang yaitu 48 orang(100%). Kesimpulan : Asupan karbohidrat terbanyak adalah cukup, asupan protein terbanyak adalahlebih, asupan lemak terbanyak adalah cukup, asupan natrium terbanyak adalah lebih dan asupannatrium terbanyak adalah kurang

Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2021): jurnal kesehatan Vol 13 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan yang diterbitkan oleh Poltekkes Ternate Vol 13 No 1 (2020): jurnal kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Published by Poltekkes Ternate Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Kesehatan Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2014 More Issue