cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Higea
ISSN : -     EISSN : 25413554     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2021)" : 12 Documents clear
Identifikasi Bakteri Escherichia coli pada Air Minum Isi Ulang di Kelurahan Tampan Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru Asiska Permata Dewi; Isna Wardaniati; Eka Yuli Suryani
Jurnal Farmasi Higea Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v13i2.362

Abstract

Escherichia coli merupakan flora normal di dalam usus manusia dan akan menimbulkan penyakit bila masuk ke dalam organ atau jaringan lain. Salah satu penyebab manusia terinfeksi oleh Escherichia coli adalah berasal dari makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri Escherichia coli dengan gejala berupa diare yang di sertai darah, kejang perut, dan demam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cemaran bakteri Escherichia coli pada 3 depot air minum isi ulang yang dijual di jalan Pemuda Kelurahan Tampan Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru. Motode yang digunakan adalah metoda kultur atau pembiakan bakteri pada media pengkayaan di lanjutkan dengan media selektif. Selanjutnya hasil positif dilanjutkan dengan uji penagasan menggunakan reaksi biokimia. Berdasarkan hasil penelitian, pada sampel A, B dan C menunjukkan adanya bakteri gram negatif, namun pada reaksi biokimia bukan menunjukkan ciri-ciri bakteri Escherichia coli. Dengan demikian 3 jenis air minum isi ulang di jalan Pemuda Kelurahan Tampan Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru tidak terkontaminasi oleh  bakteri Escherichia coli.
Formulasi Sediaan Sabun Padat Transparan Minyak Atsiri Kulit Jeruk (Citrus Sinensis) (L.) Osbeck Devahimer Harsep Rosi; Dwi Mulyani; Rahma Deni
Jurnal Farmasi Higea Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v13i2.373

Abstract

Kulit jeruk merupakan bahan alam yang banyak dibuang walaupun banyak khasiat yang terkandung didalamnya. Minyak atsirik kulit jeruk mempunyai khasiat untuk kulit seperti membersihkan kulit (anti bakteri) dan memberi aroma yang menenangkan. Telah dilakukan penelitian formulasi sediaan sabun padat transparan minyak atsiri kulit jeruk (Citrus sinensis) (L.) Osbeck. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah minyak atsiri kulit jeruk dapat diformulasikan menjadi sabun padat transparanyang memenuhi persyaratan. Sediaan sabun padat transparandibuat sebanyak 4 formula dengan F0 (formula 0) sebagai basis dan penambahan minyak atsiri pada FI (formula I) sebanyak 2 mL, FII (formula II) sebanyak 4 mL, FII (formula II) sebanyak 6 mL. Selanjutnya dilakukan uji evaluasi fisik sediaan sabun padat transparanmeliputi pengamatan uji organoleptis, uji kadar air,  uji  pH,  uji iritasi,  dan uji  tinggi busa. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa minyak atsiri kulit jeruk telah memenuhi persyaratan sabun padat transparan, evaluasi uji kadar air, uji pH , uji iritasi dan tinggi busa sudah memenuhi persyaratan.
Uji Stabilitas Fisik Body Butter Maserat Air Biji Kopi Hijau (Coffea canephora) pada Suhu Sejuk Ni Ketut Karmini Sari; I Gede Made Surdanyana; Ni Made Dharma Shantini Suena
Jurnal Farmasi Higea Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v13i2.363

Abstract

Body butter termasuk sediaan krim, dimana krim merupakan sediaan setengah padat mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. Biji kopi hijau (Coffea canephora) mengandung asam klorogenat yang bermanfaat sebagai antioksidan. Biji kopi hijau cocok dibuat dalam bentuk sediaan body butter yang digunakan untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Kestabilan suatu sediaan sangat penting dalam menjaga mutu fisik sediaan hingga sampai ke tangan konsumen. Stabilitas body butter dipengaruhi oleh perubahan suhu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas fisik body butter maserat air biji kopi hijau (Coffea canephora) yang disimpan pada suhu sejuk. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental yang melakukan uji stabilitas fisik pada sediaan body butter yang dihasilkan dari penelitian sebelumnya. Body butter disimpan pada suhu sejuk dan pengujian dilakukan sebanyak 5 kali, setiap 2 minggu sekali selama 8 minggu. Uji mutu fisik body butter meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji daya lekat. Ketiga formula menunjukan bahwa sediaan body butter mengalami perubahan organoleptis, homogenitas, dan pH. Berdasarkan hasil analisis statistik, disimpulkan terdapat perbedaan stabilitas fisik yang bermakna antar formula (F1, F2, dan F3) body butter maserat air biji kopi hijau (Coffea canephora) selama penyimpanan di suhu sejuk. Terdapat perbedaaan bermakna antara stabilitas fisik suhu kamar dan suhu sejuk yang berarti bahwa suhu sejuk mempengaruhi kestabilan body butter. Daya lekat F1 pada suhu kamar dan suhu sejuk tidak terdapat perbedaan yang berarti bahwa suhu sejuk tidak mempengaruhi daya lekat body butter F1.
Formulasi dan Karakterisasi Spray Gel Hand Sanitizer Ekstrak Etil Asetat Daun Kunyit (Curcuma domestica Val) Yahdian Rasyadi; Muthia Miranda Zaunit; Riska Safitri
Jurnal Farmasi Higea Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v13i2.374

Abstract

Antiseptik adalah suatu zat kimia yang memiliki kerja untuk menghancurkan mikroorganisme ataupun menghambat kerjanya, sehingga dapat mencegah terjadinya suatu infeksi. Daun kunyit mengandung senyawa kimia flavonoid yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk memformulasi dan karakterisasi spray gel hand sanitizer dari ekstrak etil asetat daun kunyit. Gel dibuat dengan basis gel HPMC dan dibuat menjadi F1, F2,dan F3 dengan kandungan ekstrak etil asetat daun kunyit masing-masingnya 6%, 12%, dan 18%. Karakterisasi gel yang dilakukan meliputi pemeriksaan organoleptis, uji viskositas, uji kecepatan mengering, uji pH, dan uji stabilitas. Hasil organoleptis menunjukkan F1, F2, dan F3 bentuk cairan, warna coklat kehitaman, dan bau khas daun kunyit. Hasil uji viskositas diperoleh 750 cps (F1), 900 cps (F2), dan 1000 cps (F3). Hasil uji kecepatan mengering diperoleh 16,47 detik (F1); 14,25 detik (F2); 10,45 detik (F3). Hasil uji pH diperoleh 5,59 (F1); 5,59 (F2); 6,84 (F3). Hasil Uji stabilitas diperoleh F1, F2, dan F3 stabil selama pengujian 6 siklus. Semua formula dapat diformulasi menjadi spray gel hand sanitizer dengan hasil karakterisasi yang memenuhi persyaratan.
Analisis Fitokimia Dari Ramuan Obat Tradisional Untuk Penurun Panas Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.F.) Nees) Zikra Azizah; Harrizul Rivai; Boy Chandra; Sestry Misfadhila; Syawal Ferdian
Jurnal Farmasi Higea Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v13i2.398

Abstract

Ramuan herba sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.F.)Nees) digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai obat penurun panas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif dan kuantitatif senyawa yang terkandung dalam ramuan obat tradisional Herba Sambiloto. Uji metabolit sekunder dilakukan dengan menggunakan reaksi perubahan warna dan penetapan kadar menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Uji kualitatif menunjukkan bahwa ramuan Herba Sambiloto mengandung senyawa alkaloid dan flavonoid. Hasil uji kuantitatif menunjukkan Herba Sambiloto mengandung kadar alkaloid sebesar 9,2532 % dan kadar flavonoid sebesar 1,686 %.
Uji Aktivitas Analgetik Fraksi Aktif Ekstrak Metanol Daun Dewa (Gynura pseudochina (L.) DC.) Terhadap Mencit Jantan (Mus musculus) Roby Pahala Januario Gultom; Hartika Samgryce Siagian
Jurnal Farmasi Higea Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v13i2.364

Abstract

Daun dewa merupakan herbal yang berkhasiat sebagai analgetik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian Fraksi Aktif Ekstrak Metanol Daun Dewa (FAEMDD) sebagai analgetik. Ekstrak methanol daun dewa diperoleh melalui maserasi dengan pelarut metanol. Esktrak metanol yang diperoleh dipekatkan dengan rotary evaporator sehingga diperoleh ekstrak pekat. Ekstrak dilakukan skrining fitokimia untuk melihat potensial metabolit sekundernya, selanjutnya dilakukan pemisahan menggunakan Kromatografi Cair Vakum (KCV) dengan menggunakan kepolaran meningkat dari fraksi nonpolar sampai fraksi polar. FAEMDD diperoleh sebesar 1,2 g. Pengujian aktivitas analgetik FAEMDD dilakukan dengan cara membagi kelompok perlakuan sebanyak 5, yaitu KI (Kontrol (+) aspirin 1,3 mg/ 20 gBB), dan KII (kontrol (-) CMC 0,5%), KIII (FAEMDD 1 mg/20 gBB, KIV (FAEMDD 2 mg/20 gBB), KV (FAEMDD 4 mg/20 gBB. Semua mencit dilakukan adaptasi selama 2 minggu. Setelah diadaptasikan mencit diinduksi asam asetat 1% secara intraperitoneal (i.p), kemudian diberi perlakuan sesuai kelompoknya secara peroral. Setelah 20 menit dilakukan pengamatan respon geliat pada menit ke 5, 10, 15. Data dianalisis menggunakan Anova taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa KIV dan KV memiliki aktivitas sebagai analgetik karena memberikan pengaruh yang nyata sebagai analgetika terhadap kelompok kontrol negatif (CMC 0,5%)  (p<0,05), dengan persentase efektivitas analgetik yaitu 65,6% dan 75,7%.
Pemanfaatan Kombinasi Sari Buah Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia S.) dan Ekstrak Daun Kangkung (Ipomoea Aquatica F.) Sebagai Sampo Cair Tika Romadhonni; Rini Prastyawati; Ester Rampa; Fabian Alvionita Condro
Jurnal Farmasi Higea Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v13i2.375

Abstract

Ketombe merupakan pengelupasan kulit kepala yang berlebihan dengan bentuk besar seperti sisik-sisik, disertai dengan adanya kotoran-kotoran berlemak dan juga disertai oleh kerontokan rambut. Jeruk nipis mengandung asam sitrat yang berfungsi mengurangi kelenjar minyak (sebum) pada kulit kepala. Kangkung air (Ipomoea aquatica F.) diketahui mengandung senyawa aktif fitokimia seperti alkaloid dan flavonoid yang memiliki manfaat sebagai antioksidan, antikanker, antimikroba, dan dapat menghilangkan ketombe. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula terbaik sediaan sampo cair kombinasi sari buah jeruk nipis dan ekstrak daun kangkung dengan melakukan variasi konsentrasi karbopol sebanyak 0,5 ; 1 dan 1,5 % untuk 3 formula. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium di mana sari buah jeruk diperoleh secara langsung dengan diperas dan untuk ekstrak daun kangkung secara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%, pemilihan thickening agent serta evaluasi sediaan meliputi pengamatan organoleptis, homogenitas, pengujian pH, bobot jenis, pengujian tinggi busa, dan pengukuran viskositas Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula terbaik sampo cair kombinasi ekstrak sari buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia S.) dan ekstrak daun kangkung (Ipomoea aquatica F.) yaitu formula I dengan konsentrasi karbopol 0,5%.
Pengaruh Pemberian Biji Chia Terhadap Perkembangan Fetus Mencit (Mus Musculus L.) Rahimatul Uthia; Ira Oktaviani Rz
Jurnal Farmasi Higea Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v13i2.371

Abstract

Biji chia (Salvia hispanica L.) sedang menjadi tren untuk dikonsumsi oleh pegawai Politeknik Kementerian Kesehatan Riau. Hal ini didukung karena banyak penelitian tentang manfaat mengkonsumsi biji ini untuk diet menurunkan berat badan atau menjaga berat badan ideal. Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa biji chia menurunkan dan menjaga kadar kolesterol darah. Penelitian ini untuk melihat pengaruh pemberian biji chia terhadap perkembangan fetus mencit. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium yang dianalogikan dengan kondisi ibu hamil pada mencit. Biji chia diberikan ke dalam tiga kelompok 4 g; 8 gram; 16 g dan dibandingkan dengan satu kelompok kontrol. Pemberian dimulai pada hari ke-6 hingga ke-15 kehamilan dan hari ke-18 dilakukan laparatomi. Berat badan dan panjang fetus diukur setelah dilakukan fiksasi dengan larutan Bouin’s dan laurtan alizarin merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biji chia berpengaruh terhadap berat badan dan panjang fetus (P<0,05). Maka dari penelitian ini disimpulkan bahwa pemberian Chia seed mempengaruhi berat badan dan panjang fetus.
Karakteristik Pasien Multidrug Resistant Tuberculosis yang Dirawat di Bangsal Paru RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 2018 – 2020 Valencia Perdana Rizal; Erlina Rustam; Fenty Anggrainy
Jurnal Farmasi Higea Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v13i2.388

Abstract

Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) adalah penyakit tuberkulosis dengan resistansi kuman TB terhadap minimal OAT lini pertama yaitu isoniazid dan rifampisin. WHO mencatat bahwa Indonesia termasuk ke dalam 20 besar negara yang memiliki kasus MDR-TB terbanyak di dunia yaitu menempati posisi ke-5 dari periode 2016 sampai 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita MDR-TB di Bangsal Paru RSUP Dr.M. Djamil Padang periode 2018 – 2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan data rekam medis pasien MDR-TB di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jumlah sampel penelitian ini adalah 39 pasien yang telah didiagnosis MDR-TB. Hasil penelitian ini menunjukkan 25,64% pasien berada pada kelompok usia 25-34 tahun, pasien laki-laki 74,35%, bekerja 66,66%, bekas perokok 46,15%, IMT normal 51,28%, pasien dengan hasil pemeriksaan BTA sputum negatif sebanyak 20,51%, tidak ada riwayat penyakit TB dalam keluarga 69,23%, keluhan utama batuk 69,23%, kriteria suspect 1 84,61%, dan memiliki komorbid 76,92%. Kesimpulan penelitian ini adalah didapatkan karakteristik pasien MDR-TB terbanyak yaitu kelompok usia 25-34 tahun, laki-laki, bekerja, merupakan bekas perokok, IMT normal, hasil pemeriksaan BTA sputum negatif, tidak memiliki riwayat penyakit TB dalam keluarga, keluhan utama batuk, kriteria suspect 1, dan memiliki komorbid.
Isolasi dan Pengujian Aktivitas Antibakteri Minyak Essensial Daun Torbangun (Plectranthus Amboinicus (Lour.) Spreng terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Hilmarni Hilmarni; Devahimer Harsep Rosi; Ariya Eka Kusuma
Jurnal Farmasi Higea Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v13i2.361

Abstract

Plectranthus amboinicus merupakan tanaman yang telah lama digunakan sebagai obat dan makanan. Tumbuhan ini mengandung metabolit sekunder yang berhubungan dengan pemanfaatannya untuk pengobatan seperti tanin, saponin, flavonoid, glikosida steroid. Selain itu, kandungan daun dan batang Plectranthus amboinicus diantaranya adalah minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pada konsentrasi minyak essensial daun Torbangun yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Aktivitas antibakteri ditentukan dengan metode uji difusi agar. Konsentrasi minyak essensial Daun Plectranthus  amboinicus  yang digunakan adalah 1%,2%, 4%,6% dan 8%. Hasil penelitian menunjukan minyak essensial Torbangun dengan konsentrasi  6 dan 8 % menunjukan aktifitas sebagai antibakteri yang sangat kuat dengan diameter hambat 20,23 dan 22,83 mm. Hasil ini menguatkan penggunaan Plectranthus  amboinicus dapat digunakan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus.

Page 1 of 2 | Total Record : 12