cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Higea
ISSN : -     EISSN : 25413554     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2024)" : 13 Documents clear
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH NAGA ( Hylocereus polyrhizus ) RIMPANG BANGLE ( Zingiber purpureum Roxb ) UNTUK PEMBUATAN KRIM PILIS SEBAGAI ALTERNATIF TERAPI TRADISIONAL PERAWATAN NIFAS Suci, Panji Ratih; Puspadina, Valiandri; Rastiasari, Rifky Tri; Qumairoh, Putri Afifatus; Masruroh, Zaimmatul
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.589

Abstract

AbstrakTingkat kesadaran pada masyarakat Indonesia akan adanya bahaya produk kosmetik yang terbuat dari bahan kimia yang dapat membuat mereka cenderung lebih memilih produk yang berasal dari bahan alami yang aman di kulit. Krim pilis dari bahan alami adalah krim yang terbaut dari campuran bahan alam yang dapat digunakan sebagai pewarna alami. Tujuan: untuk mengetahui ekstrak rimpang bangle yang dapat digunakan pada sebagaiantioksidan dan penggunaan hasil limbah kulit buah naga digunakan sebagai antioksidan dan digunakan sebagaipewarna alami di dalam krim pilis. Metode : penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yang di mana mendeskripsikan evaluasi uji fisik krim yang meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH,uji daya sebar dan uji kesukaan. Hasil : penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan krim pilis telah memenuhi persyaratan yang baik akan tetapi pada uji daya sebar tidak memenuhi karena tidak adanya propilen glikol yang dapat mempengarui sifat alir dan stabilitas dalam sediaan krim Kesimpulan : formulasi sediaan krim pilis rimpang bangle dan limbah kulit buah naga telah memenuhi persyaratan uji mutu fisik dan dapat digunakan untuk sediaantepada sediaan tersebut
UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK n-HEKSAN DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill) TERHADAP SEL KANKER KULIT B16F0 DENGAN METODE MICROCULTURE TETRAZOLIUM TEST Aulia Bakhtra, Dwi Dinni; Fajrina, Anzharni; Ameliona, Putri
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.550

Abstract

Tanaman alpukat (Persea americana Mill) merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak digunakan secara empiris untuk terapi pengobatan oleh masyarakat. Kandungan metabolit sekunder dari daun alpukat memberikan bioaktivitas yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian ekstrak n-heksan daun alpukat Persea americana Mill terhadap pertumbuhan sel B16F0 dan menentukan aktivitas sitotoksik terhadap sel B16F0. Penentuan efek sitotoksik dan pengaruh terhadap sel B16F0 dilakukan metode Microculture Tetrazolium Test (MTT) dengan 3-(4,5-dimethylthiazol- 2-yl)-2,5-diphenyltetrazolium bromida. Dari hasil penelitian yang didapatkan hasil bahwa ekstrak n-heksan Persea americana Mill mempengaruhi pertumbuhan sel B16F0, peningkatan konsentrasi uji mempengaruhi persentase jumlah sel yang hidup. Ekstrak n-heksan dari daun alpukat (Persea americana Mill) memiliki aktivitas sitotoksik dengan nilai IC50 4,246 μg/mL, yang berada dalam kategori sangat toksik. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak n-heksan daun alpukat Persea americana Mill mempengaruhi pertumbuhan sel dalam  kategori sangat toksik.
PENGARUH PENYIAPAN DISPERSI PADAT ATORVASTATIN CALCIUM-POLIVINILPIROLIDON K-30 (PVP K30) TERHADAP KARAKTERISTIK, KELARUTAN DAN DISOLUSI Aprilianti, Hizra Dwi; Umar, Salman; Zaini, Erizal
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.609

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kelarutan dari atorvastatin kalsium yang memiliki kelarutan rendah didalam air dengan menggunakan metode dispersi padat. Metode dispersi padat yang digunakan adalah penguapan pelarut (solvent evaporation). Dispersi padat atorvastatin kalsium dan polivinilpirolidon K-30 sebagai polimer dibuat dengan perbandingan 1:9, 3:7, 5:5, 7:3, dan 9:1. Hasil uji kelarutan dan disolusi dispersi padat yang terbaik dilakukan karakterisasi dengan analisis powder X-ray diffraction (PXRD), fourier transform infrared (FTIR), differential scanning calorimetry (DSC), scanning electron microscopy (SEM). Hasil uji kelarutan menunjukkan kelarutan dispersi padat 1:9 memiliki kelarutan yang paling tinggi dengan peningkatan kelarutan 9,986 kali. Hasil persen terdisolusi menit ke-30 yang terbaik pada dispersi padat 1:9 dalam dapar fosfat pH 6,8 adalah 86,136%. Berdasarkan hasil karakterisasi menunjukan bahwa terbentuknya dispersi padat atorvastatin kalsium dan polivinilpirolidon K-30 (PVP K-30) yang bersifat amorf. Kesimpulannya dispersi padat atorvastatin kalsium dan polivinilpirolidon K-30 menggunakan metode penguapan pelarut dapat meningkatkan kelarutan dari atorvastatin kalsium.
REVIEW ARTIKEL: EFIKASI, KEAMANAN, DAN DURASI PENGGUNAAN ANTIPLATELET GOLONGAN P2Y12 INHIBITOR PADA PASIEN SINDROM KORONER AKUT Yustiana, Yustiana; Suharjono, Suharjono; Dwiyatna, Surya; Atmajani, Wanudya
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.590

Abstract

Sindroma koroner akut (SKA), termasuk unstable angina (UA) dan infark miokard (IM) merupakan manifestasi penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian terbesar pada kasus kardiovaskular sehingga diperlukan penanganan dan terapi yang adekuat. Terapi antiplatelet merupakan terapi utama dalam manajemen penanganan sindroma koroner akut. Dual antiplatelet therapy (DAPT) adalah standar terapi da SKA. Antiplatelet golongan P2Y12 inhibitor merupakan salah satu komponen penting dalam DAPT. Adanya risiko perdarahan dan kejadian iskemia yang dapat terjadi selama terapi dengan P2Y12 inhibitor membuat pemilihan P2Y12 inhibitor menjadi suatu yang krusial. Pemilihan jenis obat dan durasi antiplatelet P2Y12 inhibitor tidak hanya mempertimbangkan efikasi, seperti MACE, tetapi juga perlu mempertimbangkan keamanan pasien, seperti kejadian, major bleeding, dan kejadian iskemia. Review artikel ini akan membahas terkait efikasi, keamanan, serta durasi dari penggunaan P2Y12 inhibitor pada pasien SKA berdasarkan bukti-bukti klinis.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KANDUNGAN TOTAL FLAVONOID EKSTRAK DAN FRAKSI BRACTEA BUNGA RAMBUSA (Passiflora foetida L.) Rendowaty, Agnes; Anggini, Rara Thia; Saputri, Nova Ajeng; Untari, Budi; Isromarina, Rini
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.552

Abstract

Bractea merupakan daun pelindung pada bunga, bractea bunga rambusa berwarna hijau, berbulu halus dan memiliki aroma khas. Bractea bunga rambusa memiliki kandungan metabolit sekunder yaitu alkaloid, fenolik dan flavonoid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan kandungan total flavonoid ekstrak dan fraksi bractea bunga rambusa. Ekstrak etanol bractea bunga rambusa diperoleh dengan metode maserasi, dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan pelarut n-heksan, etilasetat dan air. Penentuan aktivitas antioksidan dengan DPPH dan kandungan total flavonoid menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pembanding asam galat dan kuersetin. Hasil penelitian memperlihatkan, aktivitas antioksidan ekstrak etanol IC50 71,22 μg/mL, fraksi n-heksan IC50 72,31 μg/mL, fraksi etil asetat IC50 77,31 μg/mL, dan fraksi air IC50 884,94 μg/mL.  Kandungan total flavonoid ekstrak etanol 32,264 mg QE/g, fraksi n-heksan 22,07 mg QE/g, fraksi etil asetat 46,87 mg QE/g dan fraksi air 44,32 mg QE/g. Aktivitas antioksidan yang dimiliki oleh ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dalam kategori kuat, dan fraksi air kategori lemah. Kandungan total flavonoid paling tinggi berturut-turut terdapat pada fraksi etil asetat, fraksi air, ekstrak etanol dan fraksi n-heksan.
ISOLASI PIPERIN DARI LADA HITAM (Piper nigrum L.) DAN UJI KEMURNIANNYA Octavia, Maria Dona; Zaini, Erizal; Hasmiwati, Hasmiwati; Revila, Gusti
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.621

Abstract

Piperin merupakan senyawa alkaloid yang terdapat di dalam lada hitam (Piper nigrum L). Pipierin diisolasi dari lada hitam dengan menggunakan metode sokletasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan piperin hasil isolasi yang memiliki kemurnian tinggi. Uji kemurnian dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif, meliputi monografi, kelarutan, analisa morfologi dengan menggunakan Scanning Electron Microscopy, KLT, panjang gelombang maksimum piperin, differensial scanning calorimetry (DSC), x-ray difrafraction (XRD), fourier transform-infra red (FT-IR), kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) dan penetapan kadar. Hasil isolasi piperin dibandingkan dengan piperin murni. Hasil rendemen piperin hasil isolasi diperoleh sebesar 2,156%. Hasil morfologi piperin isolasi menunjukkan serbuk kristal berbentuk batang berwarna kuning. Hasil analisis KLT diperoleh nilai Rf 0,314. Hasil Identifikasi ƛserapan maksimum adalah 341,40 nm. Hasil pemeriksaan titik lebur dengan DSC sebesar 132,579 OC. Hasil difraktogram menunjukkan pola difraktogram yang berbeda pada rentang sudut 2Ɵ, namun masih menunjukkan sifat kristal yang sama. Analisis spektrum FT- IR menunjukkan puncak transmitan yang sama pada bilangan gelombang. Hasil KCKT dengan fase gerak asetonitril: air (90:10) menunjukkan pola kromatogram yang sama dengan waktu retensi  adalah 3,967 menit dan memiliki kadar 100,686+2,636. Hasil uji kemurnian piperin isolasi secara kualitatif dan kuantitatif menunjukkan piperin isolasi memiliki kemurnian yang tinggi yang sama dengan piperin murni sebagai pembandingnya.
POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN PNEUMONIA Sinata, Novia; Pratiwi, Erniza; Rosidi, Fatmarzuqni Putri
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.503

Abstract

Pneumonia merupakan suatu peradangan akut parenkim pada paru-paru yang disebabkan oleh mikroorganisme meliputi bakteri, virus, jamur dan parasit. Penggunaan beberapa obat dalam terapi pneumonia dapat meningkatkan terjadinya Drug Related Problem salah satunya potensi terjadinya interaksi obat.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi interaksi obat pneumonia di Puskesmas Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu. Data diperoleh dari rekam medik secara retrospektif dan dianalisis dengan metode observasional secara deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 69 data rekam medik pasien pneumonia pada tahun 2020. Penelitian potensi interaksi obat pada pasien pneumonia berdasarkan jenis interaksi obat secara farmakokinetik, farmakodinamik, dan unknown serta berdasarkan severity (tingkat keparahan) terdiri dari major, moderat dan minor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan adanya potensi interaksi obat pneumonia dengan obat lain sebanyak 118 kasus. Interaksi terdiri dari jenis interaksi farmakokinetik sebesar 11,86%, farmakodinamik sebesar 72,03% dan interaksi unknown sebesar 16,10%. Berdasarkan severity (tingkat keparahan) terdapat pada tingkat keparahan major sebesar 5,08%, moderat sebesar 44,92%, minor sebesar 50,00 %. Kombinasi obat yang banyak berpotensi interaksi adalah azitromisin dengan salbutamol sebesar 25,42% dengan severity (tingkat keparahan) moderat dan jenis interaksi sinergisme farmakodinamik.Kata kunci: Interaksi Obat; Pneumonia; Rekam Medik
FORMULASI & UJI MUTU SEDIAAN SAMPO ANTI KETOMBE DARI EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L) Novita, Dina; Balfas, Rifqi Ferry; Kandhita, Alik
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.568

Abstract

Sampo yaitu sediaan kosmetik mengandung surfaktan memiliki sifat detergensi. Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) yaitu salah satu daun yang dapat berguna menghilangkan kotoran kulit kepala, sehingga dapat dibuat sediaan sampo. Penelitian bertujuan untuk mengetahui uji mutu yang ditambahkan ekstrak daun belimbing wuluh. dan mengetahui formulasi terbaik dari sediaan sampo dari ekstrak daun belimbing wuluh. Metode penelitian eksperimental dengan cara maserasi. Formulasi daun belimbing wuluh dibuat konsentrasi 1g, 3g dan 5g. Setiap formula dilakukan uji formulasi meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji nilai pH, uji viskositas, dan uji tinggi busa. Uji organoleptik F1, F2 dan F3 diperoleh bentuk sediaan yang sama. Namun, ada perbedaan warna dan bau disetiap formula karena adanya penambahan zat aktif. Uji homogenitas F1, F2 dan F3 semua formula memilki homogenitas yang baik. Uji nilai pH F1, F2 dan F3 memenuhi syarat. Uji viskositas F1 dan F2 memenuhi syarat viskositas namun, F3 tidak memenuhi. Uji tinggi busa F1, F2 dan F3 memenuhi syarat. Hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa daun belimbing wuluh dapat dijadikan formulasi sediaan sampo anti ketombe dari ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L). F1 pada uji organoleptik dan F3 pada uji viskositas tidak memenuhi.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID Andarsari, Mareta Rindang; Hanunnisa, Nadhifa; Lestari, Kristanti; Sholichah, Aminatush; Ratri, Dinda Monika Nusantara; Asmarawati, Tri Pudy
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.584

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang salah satu pengobatannya dengan diberikan terapi antibiotik. Untuk mencapai keberhasilan terapi adalah dengan melakukan pemilihan antibiotik. Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih antibiotik yaitu dengan melihat efektivitas biaya. Cara mengetahui antibiotik yang paling cost-effective adalah dengan cost-effectiveness analysis (CEA). Analisis ini dapat dihitung dengan nilai ACER (Average Cost-Effectiveness Ratio) yang dilihat dari biaya pengobatan langsung dan efektifitas terapi. Efektivitas terapi dapat dilihat dari data klinis dan laboratorium pasien meliputi suhu, nadi, RR dan leukosit pasien saat keluar dari rumah sakit. Hasil penelitian ini adalah nilai ACER kloramfenikol sebesar Rp1.700.501 (berdasarkan data suhu, nadi, dan RR) dan cefixime sebesar Rp. Rp2.335.650 (berdasarkan data suhu, nadi, RR dan leukosit) pada tahun 2020. Sedangkan cefixime memiliki nilai ACER pada tahun 2021 sebesar Rp4.852.897 (berdasarkan data suhu, nadi, dan RR) dan Rp5.349.785 (berdasarkan data suhu, nadi, RR dan leukosit). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kloramfenikol dan sefiksim merupakan antibiotik yang cost-effective berdasarkan nilai ACER terendah untuk pasien rawat inap di Rumah Sakit Universitas Airlangga
KOMPLEKS INKLUSI AMLODIPIN BESILAT-β-SIKLODEKSTRIN DENGAN METODA CO-GRINDING Zafrul, Addina; Halim, Auzal; Mayariz, Afriza; Octavia, Maria Dona
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.617

Abstract

Kompleks inklusi amlodipin besilat- β-siklodekstrin dibuat dengan metode co-grinding dengan perbandingan mol 1:1. Karakterisasi menggunakan Fourier Transformation Infra-red (FTIR), Scanning Electron Microskop (SEM), X-ray Diffraction (XRD), dan uji disolusi. Hasil FTIR menunjukan bilangan gelombang yang sama karena interaksi fisika dari kedua komponen penyusun yang menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi kimia antara amlodipin besilat dan β-siklodekstrin. Pada analisa SEM, habit amlodipin besilate tunggal sudah berbeda dengan habit amlodipin besilat pada kompleks inklusi amlodipin besilat-β-siklodekstrin yang menunjukan adanya interaksi dengan metoda co-grinding. Difraksi Sinar-X menunjukkan penurunan intensitas puncak difraktogram yang sangat tajam dibandingkan dengan amlodipin besilat murni. Uji disolusi in vitro kompleks inklusi amlodipin besilat-β-siklodekstrin menunjukkan peningkatan laju disolusi yang signifikan dibandingkan amlodipin besilat-β-siklodekstrin campuran fisik dan amlodipin besilat murni. Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya kompleks inklusi antara amlodipin besilat dan β-siklodekstrin dengan metode co-grinding.

Page 1 of 2 | Total Record : 13