cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 500 Documents
hubungan tingkat spiritual dengan depresi lansia di UPTD Puskesmas Sidaharja Kabupaten Ciamis Tahun 2019 Heni Heryani; Elis Noviati; Ninis Khoerunnisa
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.925 KB) | DOI: 10.33846/2trik9306

Abstract

Depression is a psychiatric problem that often occurs in the elderly. Based on data from elderly visits in April-Mei in working area of UPTD Sidaharja Community Health Center, there were 3 elderly people who suffered from mental disorders.This study aims to identify the relationship between the spiritual level and the level of depression of the elderly. The research method that had been used was observational analytic. The population of this study was all elderly in the work area of UPTD Sidaharja Public Health Center as many as 10,158 elderly, with the samples taken were 99 elderly. Data were analyzed using Chi-Square.The results showed that there was no significant relationship between the spiritual level. Keywords: spiritual level; depression; elderly ABSTRAK Depresi merupakan masalah psikiatrik yang sering terjadi pada lansia. Berdasarkan data kunjungan lansia pada April-Mei di Wilayah kerja UPTD Puskesmas Sidaharja terdapat 3 lansia yang menderita gangguan jiwa.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya hubungan antara tingkat spiritual dengan tingkat depresi lansia. metode penelitian yang telah adalah analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional, populasinya adalah seluruh lansia di Puskesmas Sidaharja sebanyak 10.158, dengan sampel sebanyak 99 lansia. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat spiritual dengan tingkat depresi lansia. Kata kunci: tingkat spiritual; depresi; lansia
Dukungan Keluarga dan Kunjungan Balita ke Posyandu Sri Wulan Ratna Dewi; Yuyun Rahayu; Wildaningsih Wildaningsih
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.064 KB) | DOI: 10.33846/2trik10107

Abstract

Posyandu (integrated service post) has various type programs such as family planning, MCH, nutrition, immunization, and control of diarrhea. In addition, it has an important role in the growth and development of children. Visiting posyandu which doing every month by weighing a toddler on a basis regular, a mother will know the growth of their children. However, there is still a mother who rarely visits posyandu because the weaknesses supporting from various parties especially of its family. The aim of this research is to know the relationship between family support and posyandu visit at Posyandu Linggarsari Ciamis during the years of 2017. The study of this research was descriptive by applying cross-sectional approach. The subjects of this research was 82 mothers of a toddler in Linggarsari, selected by proportional random sampling. Data were collected through filling out questionnaires and then analyzed with the Chi-square test. The result showed that family support at Posyandu Linggarsari mostly categorized enough as many (50%) respondents of 41. It visits Linggarsari sub-district mostly categorized as good as (80.5%) respondents of 66. There was relationship between family support and mother who visits posyandu in Linggarsari Ciamis during the years of 2017, p-value = 0.049. The suggestions for the health agency is develop new strategies by increasing amount of the toddler to visit posyandu and held a counselling routinely toward the importance of family support by influencing the mother as well. Keywords: family support; posyandu visit ABSTRAK Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) memiliki berbagai jenis program di antaranya yaitu Keluarga Berencana (KB), Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Gizi, Imunisasi dan Penanggulangan Diare. Selain itu, posyandu memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Kunjungan posyandu yang baik dilakukan setiap satu bulan sekali dengan melakukan penimbangan balita secara rutin, sehingga ibu balita dapat mengetahui pertumbuhan anaknya. Namun, masih ada ibu balita yang jarang melakukan kunjungan posyandu karena kurangnya dukungan dari berbagai pihak salah satunya yaitu dukungan dari keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kunjungan posyandu balita di Posyandu Kelurahan Linggasari Kabupaten Ciamis Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Subyek penelitian ini adalah 82 ibu balita yang dipilih dengan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner lalu dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa dukungan keluarga di Posyandu Kelurahan Linggasari sebagian besar berkategori cukup yaitu sebanyak 41 responden (50%), kunjungan posyandu di Posyandu Kelurahan Linggasari sebagian besar berkategori baik yaitu sebanyak 66 responden (80,5%). Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kunjungan ibu balita ke posyandu di Posyandu Kelurahan Linggasari Kabupaten Ciamis Tahun 2017, dengan ρ value = 0,049 (α=0,05). Saran bagi instansi kesehatan untuk menyusun strategi baru dalam meningkatkan jumlah kunjungan balita ke posyandu dan lebih rutin mengadakan penyuluhan mengenai pentingnya kunjungan balita ke posyandu serta berpengaruhnya dukungan keluarga pada ibu balita. Kata kunci: dukungan keluarga; kunjungan posyandu
Pengaruh Penggunaan Smart Phone pada Perkembangan Anak Balita di Wilayah Puskesmas Kelurahan Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara Nessi Meilan; Willa Follona; Yudhia Fraditina
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 4 (2019): November 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.59 KB) | DOI: 10.33846/2trik9419

Abstract

In 2018, the number of active smartphone users in Indonesia is more than 100 million, while the population is 250 million. Smartphones can be operated with the touch of a finger, so babies and children who find it difficult to use a laptop can easily and comfortably use a smartphone. The behavior of using a smartphone during the "golden age" will have positive and negative effects on the child's development. Children of smartphone users with high intensity, which is 75 to 120 minutes per day will be at risk for children to become introverted, anti-social and inhibited motor skills. The purpose of this study was to examine the effect of smartphone use on the development of toddlers. This study used a cross sectional design. The subjects of this study were mothers with children aged 3-6 years. The population was all mothers who have toddlers and visit Posyandu Melati I, II and III in the area of the Health Center of Rawa Badak Selatan Village. The sample size of this study was 85 respondents, who were selected using stratified random sampling technique. In the results of the study, found 27 children (31.8%) had abnormal development and 58 children (62.8%) had normal development. Factors related to child development were mother's work (p value = 0.047), mother's education (p value = 0.042), smartphone use (p value = 0.032), intensity of use (p value = 0.02), while mother's age (value p = 0.199) and parental supervision (p = 0.695) were not related to child development. Smartphones are not for children, parents must be wise in choosing toys that can support children's development. The use of smartphones has a greater negative impact than the positive impact on children. Keywords: child development; smartphone ABSTRAK Pada tahun 2018, jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang, sedangkan jumlah penduduk adalah 250 juta jiwa. Smartphone dapat dioperasikan dengan sentuhan jari, sehingga bayi dan anak yang sulit untuk menggunakan laptop dapat dengan mudah dan nyaman menggunakan smartphone. Perilaku memakai smartphone pada masa “golden age” akan menimbulkan dampak positif dan dampak negatif bagi perkembangan anak. Anak pengguna smartphone dengan intensitas tinggi, yaitu 75 sampai 120 menit per hari akan beresiko bagi anak untuk menjadi introvert, anti sosial dan terhambatnya kemampuan motorik. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti pengaruh penggunaan smartphone terhadap perkembangan anak usia balita. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah ibu dengan anak usia 3-6 tahun. Populasi adalah seluruh adalah ibu yang mempunyai balita dan mengunjungi Posyandu Melati I, II dan III di wilayah Puskesmas Kelurahan Rawa Badak Selatan. Ukuran sampel penelitian ini adalah 85 responden, yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pada hasil penelitian, ditemukan 27 anak (31,8%) mempunyai perkembangan tidak normal dan 58 anak (62,8%) mempunyai perkembangan normal. Faktor yang berhubungan dengan perkembangan anak adalah pekerjaan ibu (nilai p = 0,047), pendidikan ibu (nilai p = 0,042), penggunaan smartphone (nilai p = 0,032), intensitas penggunaan (nilai p = 0,02), sedangkan umur ibu (nilai p = 0,199), pengawasan orang tua (nilai p = 0,695) tidak berhubungan dengan perkembangan anak. Smartphone bukanlah untuk anak, orang tua harus bijaksana dalam memilih mainan yan dapat menunjang perkembangan anak. Penggunaan smartphone mempunyai dampak negatif yang lebih besar dibandingkan dampak positif bagi anak. Kata kunci: perkembangan anak; smartphone
PENGARUH TERAPI BERMAIN PUZZLE TERHADAP TINGKAT KECEMASAN HOSPITALISASI PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH (3-6 TAHUN) DI RSUD DR. HARJONO KABUPATEN PONOROGO Hariyadi Hariyadi
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 4 (2019): November 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.262 KB) | DOI: 10.33846/2trik9414

Abstract

From the data obtained shows the number of children treated more is pre-school age than other ages. In Harjono Regional Hospital, Ponorogo Regency shows that almost all children treated experience anxiety. Playgrounds are already available, but for play facilities it is still lacking and play therapy has not been done. The research design used in this study was experimental research design. The population of this study was patients of preschool children who were cared for in the children's room of RSUD Harjono, Ponorogo Regency. This study used a sampling technique with purposive sampling to obtain 19 respondents. Data analysis used was descriptive analysis and Wilcoxon test. The results show that before puzzel therapy from 19 respondents who experience moderate levels of anxiety were 14 respondents (73.7%). Whereas after exercising from 19 respondents who experience anxiety levels were 4 respondents (21.1%). Statistical results with the Wilcoxon test with 95% significance level obtained P-value of 0.000 (p
PENGETAHUAN PERAWAT BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING DI RSUD Dr. M. HAULUSSY AMBON Dene Fries Sumah; Ritje Andriana Nendissa
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 4 (2019): November 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.647 KB) | DOI: 10.33846/2trik9411

Abstract

Discharge planning is planning the patient's return, to provide information to patients and their families about things that need to be avoided and carried out in connection with the conditions. Discharge planning written on paper which is the purpose of patient care planning. Discharge planning can motivate patients to achieve recovery, can have an impact on shortening patient care in hospital, lowering the budget for hospital care needs, reducing recurrence rates, and allowing interventions to return plans can be done on time. This study aims to determine the relationship between nurses' knowledge and the implementation of discharge planning in Dr. M. Haulussy Ambon. This study used a cross-sectional design. The sample size of this study was 60 respondents, selected by total sampling technique. Research instruments in the form of questionnaires and observation sheets. The collected data was analyzed by Chi square test. Based on the results of the study note that respondents who had knowledge in the "good" category were 43 people (71.7%) and respondents who had knowledge in the "sufficient" category were 17 people (28.3%). Respondents who carried out discharge planning well were 41 people (68.3%) and respondents who were not good at carrying out discharge planning were 19 people (31.7%). Based on the Chi square test results it was known that the p-value was 0.000, so it could be concluded that there was a relationship between the knowledge of nurses and the implementation of discharge planning in RSUD Dr. M. Haulussy Ambon in 2019. This study recommends the need for discharge planning for patients on a regular basis so that patients are motivated to achieve recovery, as well as a shortening of patient care in the hospital, and it is possible to intervene in a timely discharge plan. Keywords: knowledge; discharge planning ABSTRAK Discharge planning merupakan perencanaan kepulangan pasien, untuk memberikan informasi kepada pasien dan keluarganya tentang hal-hal yang perlu dihindari dan dilakukan sehubungan dengan kondisinya. Discharge planning yang ditulis di kertas yang merupakan tujuan perencanaan perawatan pasien. Discharge planning dapat memberikan motivasi kepada pasien untuk mencapai kesembuhan, dapat memberikan dampak terhadap pemendekan lama perawatan pasien di rumah sakit, menurunkan anggaran kebutuhan perawatan di rumah sakit, menurunkan angka kekambuhan, dan memungkinkan intervensi rencana kepulangan bisa dilakukan tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan perawat dengan pelaksanaan discharge planning di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Ukuran sampel penelitian ini adalah 60 responden, yang dipilih dengan teknik total Sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan lembar observasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan uji Chi square. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa responden yang memiliki pengetahuan dalam kategori “baik” adalah 43 orang (71.7%) dan responden yang memiliki pengetahuan dalam kategori “cukup” adalah 17 orang (28.3%). Responden yang melaksanakan discharge planning dengan baik adalah 41 orang (68.3%) dan responden yang kurang baik dalam melaksanakan discharge planning adalah 19 orang (31.7%). Berdasarkan hasil Chi square test diketahui bahwa p-value adalah 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan perawat dengan pelaksanaan discharge planning di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon pada tahun 2019. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelaksanaan discharge planning bagi pasien secara rutin sehingga pasien termotivasi untuk mencapai kesembuhan, serta terjadi pemendekan lama perawatan pasien di rumah sakit, dan dimungkinkan untuk intervensi rencana pulang secara tepat waktu. Kata kunci: pengetahuan; discharge planning
BERBAGAI FAKTOR PENGHAMBAT IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI KESEHATAN DI INDONESIA Heru Santoso Wahito Nugroho; Sahrir Sillehu
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik5210

Abstract

Pendahuluan: Masih banyak permasalahan dalam penerapan sistem informasi kesehatan di Indonesia yaitu “redundant” data, duplikasi kegiatan, kualitas data, data tidak sesuai dengan kebutuhan, ketidaktepatan waktu laporan, umpan balik yang tidak optimal, pemanfaatan informasi yang rendah, dan sumberdaya yang tidak efisien. Studi ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor penghambat implementasi sistem informasi kesehatan di Indonesia berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu. Metode: Studi menerapkan metaanalisis terhadap hasil-hasil penelitian terdahulu tentang faktor penghambat dalam implementasi sistem informasi kesehatan, lalu diklasifikasikan berdasarkan adanya kesamaan ciri. Hasil: Ditemukan adanya faktor penghambat dari lima macam komponen yaitu: 1) health informastion system resorces (sumberdaya manusia, keuangan, logistik, serta teknologi informasi dan komunikasi), 2) indicators, 3) data management, 4) information products (produk-produk informasi), dan dissemination and use. Di sisi lain tidak ditemukan faktor penghambat dari komponen data resources. Kesimpulan: faktor penghambat implementasi sistem informasi kesehatan di Indonesia mencakup komponen sumberdaya, indikator, manajemen data, produk informasi, dan diseminasi dan penggunaan. Saran: Diharapkan upaya peningkatan sistem informasi kesehatan diprioritaskan pada faktor sumberdaya sistem karena komponen ini berdampak bagi komponen-komponen berikutnya, khususnya manajemen data, produk informasi, serta diseminasi dan penggunaan. Kata kunci: Sistem informasi kesehatan, penghambat implementasi
STATUS GIZI DAN KEMAMPUAN DAYA LIHAT DAN DAYA DENGAR ANAK DI TK AISIYAH XV BUSTANUL ATHFAL BANJARMASIN TAHUN 2019 Nor Isna Tauhidah
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 4 (2019): November 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.186 KB) | DOI: 10.33846/2trik9410

Abstract

Nutrition is one of the basic needs that greatly affects human resources. Good nutrition and quite closely related to mental development, intelligence, health, skills and growth of children. Adequate nutritional intake will support a child's normal growth according to his age. Measurement of nutritional status is very necessary and important to monitor children's growth as well as the ability to see and hear. This study aims to determine the nutritional status, the ability to see and hear children in kindergarten Aisiyah XV Bustanul Athfal Banjarmasin. This research was an observational research with a descriptive non analytic research design. Sampling with a total sampling method. The sample size was 58 children. Data analysis was done descriptively. Of the 58 children who obtained the majority of good nutritional status based on BW/BH, there were 38 children (65.6%), under five nutritional status (15.2%) and over nutritional status as many as 10 people (17.2%), and underweight as many as 5 children (8.5%). The results of TDL and TDD tests for all children are 100% in the normal category. Nutritional status in children in TK Aisiyah XV Bustanul Athfal is mostly categorized as good for sight and hearing in normal conditions. Keywords: nutritional status; TDL; TDD ABSTRAK Gizi merupakan salah satu kebutuhan dasar yang sangat mempengaruhi sumber daya manusia. Gizi yang baik dan cukup erat kaitannya dengan perkembangan mental, kecerdasan, kesehatan, keterampilan dan pertumbuhan anak. Asupan gizi yang cukup akan mendukung pertumbuhan anak secara normal sesuai umurnya. Pengukuran status gizi sangat diperlukan dan penting dilakukan untuk memantau pertumbuhan anak begitu pula kemampuan melihat dan mendengar. Penelitian ini bertujuan mengetahui status gizi, kemampuan daya lihat dan daya dengar anak di TK Aisiyah XV Bustanul Athfal Banjarmasin. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan rancangan penelitian deskriptif non analitik. Pengambilan sampel dengan metode total sampling. Besar sampel yaitu 58 anak. DAnalisis data dilakukan secara deskriptif. Dari 58 anak yang didapatkan mayoritas berstatus gizi baik berdasarkan BB/TB yaitu sebanyak 38 anak (65,6%), status gizi kurang sebanyak 5 balita (15.2%) dan berstatus gizi lebih sebanyak 10 orang (17,2%), serta berstatus gizi kurang sebanyak 5 anak (8,5%). Hasil tes TDL dan TDD seluruh anak 100% dalam kategori normal. Status Gizi pada anak di TK Aisiyah XV Bustanul Athfal sebagian besar berkategori baik sedangkan untuk daya lihat dan daya dengar dalam kondisi normal. Kata kunci: status nutrisi; TDL; TDD
Asuhan Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi dengan Pemberian Teknik Batuk Efektif Pada Pasien TB paru Suardi Zurimi
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.145 KB) | DOI: 10.33846/2trik9309

Abstract

Pulmonary tuberculosis is a directly infectious disease caused by the Mycobacterium tuberculosis bacteria. Based on the medical records of RSUD dr. M. Haulussy Ambon in 2017, there were 321 people infected with tuberculosis bacteria. The aim of this study was to find out precisely the application of nursing care to clients with pulmonary tuberculosis using the nursing process includes assessment, nursing diagnoses, interventions, implementation, and evaluation. The study was descriptive in the form of case studies. The study was conducted for four days, 10-21 June 2018, which was carried out in the Lung Room of RSUD Dr. M. Haulussy Ambon with two Lung Tuberculosis respondents. Data that was obtained from the assessment was a patient said cough with phlegm, shortness of breath, Respiration rate was 24 times per minute, did not use breathing aids, the patient entered the hospital since June 5, 2018. Another patient said slimy cough accompanied by blood, shortness of breath, respiration rate 28 times per minute, did not use breathing aids, and patient was hospitalized since June 11, 2018. Diagnosis of arousal that emerged: ineffectiveness of the airway clearance. The first patient can perform effective coughing techniques on the third day, and the second patient can perform an effective cough technique on the second day. Implementation is carried out in accordance with a plan made with the client can carry out an effective cough technique. Keywords: nursing care; lung tuberculosis ABSTRAK Tuberkulosis paru adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Mycobaterium tuberculosis. Berdasarkan hasil rekam medik RSUD dr. M. Haulussy Ambon pada tahun 2017 terdapat 321 jiwa yang terinfeksi kuman tuberculosis. Untuk mengetahui dengan tepat tentang penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan Tuberkulosis paru menggunakan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif berbentuk studi kasus. Penelitian dilakukan selama empat hari yaitu tanggal 11-14 Juni 2018 yang dilaksanakan di Ruang Paru-paru RSUD dr. M. Haulussy Ambon dengan subjek penelitian pasien dengan Tuberculosis Paru Berdasarkan pengkajian pada kedua pasien didapatkan data antara lain : pasien pertama mengatakan batuk berdahak, sesak nafas, Respirasi 24x/ menit, tidak menggunakan alat bantu pernafasan, klien masuk rumah saakit sejak tanggal 5 Juni 2018. Sedangkan paseieen kedua mengatakan batuk berlendir disertai darah, sesak nafas, respirasi 28x/ menit, tidak menggunakan alat bantu pernafasan, klien masuk rumah sakit sejak tanggal 11 Juni 2018. Diagnosa keperawaratan yang muncul: ketidakefektifan bersihan jalan nafas. Pasien pertama dapat melakukan teknik batuk efektif pada hari ketiga, dan pasien kedua dapat melakukan teknik batuk efektif pada hari kedua, pelaksanaannya dilakukan sesuai dengan rencana yang dibuat dengan klien dapat melakukan teknik batuk efektifi. Kata kunci: asuhan keperawatan; tubercolosis paru
RELATIONSHIP OF MOTHER'S KNOWLEDGE ABOUT DENTAL CARE WITH THE EVENT OF DENTAL CARE IN THREE - 5 YEARS OF AGE IN TUNAS HARAPAN GROBOGAN PAUD JIWAN MADIUN Lilis Suryani
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik9212

Abstract

Based on provisional observations in 20017 at PAUD Tunas Harapan, Grobogan Village, Jiwan, Madiun, it was found that 16% of children suffered from dental caries. This study aims to determine the relationship between maternal knowledge about dental care and the incidence of dental caries. The design of this study was cross-sectional. The sample was selected by simple random sampling technique. Data were collected using a questionnaire. In order to determine the relationship between maternal knowledge about dental care and the incidence of dental caries, a hypothesis test was carried out using the Fisher exact test. Hypothesis test results showed that p-value = 0.2, so it was concluded that there was no relationship between maternal knowledge about dental care and the incidence of dental caries. Keywords: knowledge; dental care; caries teeth ABSTRAK Berdasarkan hasil pengamatan sementara pada tahun 20017 di PAUD Tunas Harapan, Desa Grobogan, Jiwan, Madiun, didapapatkan bahwa 16% anak menderita karies gigi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang perawatan gigi dengan kejadian karies gigi. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Sampel dipilih dengan teknik simple random sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner. Dalam rangka mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang perawatan gigi dengan kejadian karies gigi dilakukan uji hipotesis menggunakan Fisher exact test. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa p-value = 0,2, sehingga disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang perawatan gigi dengan kejadian karies gigi. Kata kunci: pengetahuan; perawatan gigi; caries gigi
Hubungan Pengetahuan dengan Penatalaksanaan SADARI pada Mahasiswi Prodi S1 Keperawatan STIKes Muhammadiyah Ciamis Neli Sunarni; Yanti Srinayanti; Ade Fitriani; Rika Silvia
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.377 KB) | DOI: 10.33846/2trik10108

Abstract

Based on data from "Cancer Research UK" in 2015, it was stated each year more than 330,000 people in the country were diagnosed with cancer and most were breast cancer, by 30%. Breast cancer is one of the leading causes of death in women, early detection of breast cancer is very important to do by Breast Self-Examination (BSE) which is the easiest technique to implement and requires no cost. BSE is done from the age of 20 years to be able to detect it early on in women from breast cancer. As many as 85% of breast disorders are first known by the sufferer himself. Implementation of BSE in a person is influenced by several things including, knowledge about BSE, attitudes, and support from the social environment. This study aims to analyze the relationship between knowledge and implementation of BSE in the Nursing Undergraduate Nursing Study Program at STIKes Muhammadiyah Ciamis. This type of research was an analytic survey with a cross-sectional approach. Samples in this study were 76 respondents, taken using a purposive sampling technique. Data were analyzed using Chi-Square test. The results of the study were seen from the p-value of 0.000, meaning that there was a significant relationship between knowledge and implementation of BSE in the Nursing Undergraduate Nursing Study Program at STIKes Muhammadiyah Ciamis. Keywords: knowledge; BSE ABSTRAK Berdasarkan data “Cancer Research UK” pada tahun 2015, dinyatakan setiap tahun lebih dari 330.000 orang di negara itu didiagnosis menderita kanker dan sebagian besar adalah kanker payudara, sebesar 30%. Kanker payudara adalah salah satu penyebab utama kematian pada wanita, deteksi dini kanker payudara sangat penting dilakukan, yaitu dengan cara Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) yang merupakan teknik termudah untuk diterapkan dan tidak memerlukan biaya. SADARI dilakukan sejak usia 20 tahun untuk dapat mendeteksinya sejak dini pada wanita dari kanker payudara. Sebanyak 85% gangguan pada payudara pertama kali diketahui oleh penderitanya sendiri. Implementasi SADARI pada seseorang dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu pengetahuan tentang SADARI, sikap dan dukungan dari lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan penatalaksanaan SADARI pada Mahasiswi Prodi S1 Keperawatan STIKes Muhammadiyah Ciamis. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 76 responden, diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian dilihat dari nilai p = 0,000, artinya ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan penatalaksanaan SADARI pada Mahasiswi Prodi S1 Keperawatan STIKes Muhammadiyah Ciamis. Kata kunci: pengetahuan; SADARI

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue