cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 500 Documents
Gambaran Pengetahun Ibu yang Memiliki Balita Tentang Imunisasi Hib di Puskesmas Singosari Tahun 2017 Elferida Siregar
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik7ibu01

Abstract

Haemophillus influenzae tipe B (Hib) ialah imunisasi yang diberikan untuk mencegah terjadinya penyakit influenza tipe B. Hib merupakan salah satu penyebab terbanyak menginitis (radag selaput otak dan sumsum tulang belakang), dimana 90% infeksi ini menyerang anak kurang dari 5 tahun, terutama anak yang berusia kurang dari 2 tahun. Di Indonesia, vaksin Hib ini termasuk program imunisasi yang dianjurkan dan diharapkan dalam 1-2 tahun yang akan datang dapat termasuk dalam program imunisasi yang diwajibkan. Penelitian ini bersifat dekriptif bertujuan untuk mengetahui Pengetahuan Ibu Yang Memiliki Balita Tentang Imunisasi Hib Di Puskesmas SINGOSARI. Pengambilan sampel dengan Random sampling yaitu sebanyak 51 responden, menggunakan data primer dan data skunder dengan membagikan kuesioner sebanyak 20 soal kepada responden lingkungan Suka Dame. Dari penelitian ini di peroleh jumlah ibu yang memiliki balita, pengetahuan cukup sebanyak 27 responden (52.94%), Berdasarkan umur, Mayoritas ibu yang memiliki balita berpengetahuan cukup sebanyak 10 responden (19.61%) pada umur 26-30 tahun. Berdasarkan pendidikan Mayoritas ibu yang memiliki balita berpengetahuan cukup sebanyak 13 responden (25.49%) pada pendidikan menengah. Berdasarkan pekerjaan Mayoritas ibu yang memiliki balita berpengetahuan cukup sebanyak 15 responden (29.41%) pada kelompok tidak bekerja. Berdasarkan sumber informasi Mayoritas ibu yang memiliki balita berpengetahun cukup sebanyak 14 responden (27.45%) pada kelompok yang tidak mendapat sumber informasi. Berdasarkan penelitian diatas menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu yang memilki balita di kategorikan cukup. Di harapkan kepada petugas kesehatan agar lebih memberikan informasi dan penyuluhan tentang imunisasi. Agar lebih meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki balita tentang manfaat imunisasi HIB Di Puskesmas Singosari 2016. Kata kunci: pengetahuan; ibu; balita; imunisasi Hib
Sintesis Dan Sifat Magnetik Komposit BaFe12O19/ZnO Terhadap Aplikasi Elektronik Media Perekam Dan Absorben Veryyon Harahap; Veryyon Harahap; Sondang Sidabutar
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10203

Abstract

The purpose of this study was to synthesize BaFe12O19 / ZnO composites and use them as electronic applications for recording and absorbent media. Synthesis of Barium hexaferrite (BaFe12O19) using the Wet Milling method, with toluene media, while the ZnO Synthesis uses the coprecipitation method on powder. BaFe12O19 as a matrix and Zinc Oxide as a filler which is used as the main raw material for making composites. The results of Barium M-Ferrit and zinc oxide milling were mixed using wet milling with toluene media for 10 minutes and dried for half an hour at 200 oC. XRD (x-ray diffraction) results using full analysis, showed that the BaFe12O19 / ZnO composite was successfully synthesized. The crystal structure of Barium Hexaferrite is hexagonal and the peaks indicate single phase, each of the lattice parameters being BaFe12O19 a, b = 5.89 Å, c = 2.19 and spacegroup P63 / mm (194). The crystal structure of ZnO is hexagonal with lattice parameters a, b = 3.25 Å, b = 5.20 Å spacegroup P63mc (No.186) which is the wurtzite phase. The result of software match analysis shows that the percentage ratio of ZnO and BaFe12O19 atoms in this composite is the addition of ZnO mass by 50%, 75% has two phases, namely the ZnO and BaFe12O19 phases which show a heterogeneous structure with a hexagonal crystal structure. The morphology of the SEM photos shows that the barium hexaferrite grains are flat hexagonal in micron scale covered with ZnO. The VSM (Vibrating Sample Magnetometer) results showed that the magnetic properties of BaFe12O19 powder were obtained (Ms) magnetic saturation of 54.02 emu / g, (Mr) magnetic remanence 33.05 emu / g, (Hcj) coercivity 2941 Oe and (BHmax) product energy of 191 kGOe. Keywords: barium hexaferrite; zinc oxide; composite; coercivity; remanence ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mensintesis komposit BaFe12O19/ZnO dan pemanfaatannya sebagai aplikasi elektronik media perekam dan absorben. Sintesis Barium heksaferit (BaFe12O19) menggunakan metode Wet Milling, dengan media toluene, sedangkan Sintesis ZnO menggunakan metode kopresipitasi pada powder. BaFe12O19 sebagai matriks dan Zinc Oxide sebagai filler yang digunakan sebagai bahan baku utama untuk pembuatan komposit. Hasil miling Barium M-Ferrit dan zinc Oxide dicampur menggunakan wet milling dengan media touluene selama 10 menit dan dikeringkan selama setengah jam pada suhu 200 oC. Hasil XRD (Difraksi sinar-x) menggunakan analisis macth, menunjukkan bahwa komposit BaFe12O19/ZnO telah berhasil disintesis. Struktur Kristal Barium Heksaferit adalah hexagonal dan puncak menunjukkan single fase, masing-masing parameter kisi adalah BaFe12O19 a,b = 5.89 Å, c = 2.19 dan spacegroup P63/mm (194). Struktur kristal ZnO adalah hexagonal dengan parameter kisi adalah a,b = 3.25 Å, b = 5.20 Å spacegroup P63mc (No.186) yang merupakan fase wurtzite. Hasil analisis software match menunjukkan bahwa perbandingan persentase atom ZnO dan BaFe12O19 pada komposit ini adalah penambahan massa ZnO 50%,75% memiliki dua fasa yaitu adanya fasa ZnO dan BaFe12O19 yang menunjukkan struktur heterogen dengan struktur kristal hexagonal. Morfologi hasil foto SEM menunjukan bahwa butir barium heksaferit berbentuk flat heksagonal dalam skala mikron yang ditutupi ZnO. Hasil VSM (Vibrating Sample Magnetometer) didapatkan nilai sifat magnet Serbuk BaFe12O19 didapatkan (Ms) magnet saturasi 54.02 emu/g, (Mr) magnet remanen 33.05 emu/g, (Hcj) koersivitas 2941 Oe dan (BHmax) energi produk 191 kGOe. Kata kunci: barium hexaferrite; zinc oxide; komposit; koersifitas; remanensi
Dampak Psikologi dan Sosial Terhadap Kesehatan Mental Anak Korban Broken Home di Desa Hattu Kabupaten Maluku Tengah Mamuly, Wilma Fransisca; Paunno, Magdalena
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11104

Abstract

Broken Home is often labeled as a child who is a victim of divorce by their parent, whereas in fact Broken Home is not only a child who comes from divorced parents, but also a child who comes from a disharmonious family. Divorce cases registered with the Religious High Court, in 2018 there were 164 Broken Home cases (Central Maluku District Data), this was also experienced by several children, especially in Hatu Village which was the research location. The purpose of this study was to discuss the psychological and social impacts on the mental health of children from Broken Home families (case study in Hattu Village). The background of this research is that there are still many children in Hatu Village who come from Broken Home families, mostly due to domestic violence (KDRT), after observation, there are several children who come from Broken Home families which definitely have an impact on their mental health which affects their daily behavior. The type of research used is descriptive qualitative research. In this study, there were 6 children who were victims of broken home from different families. The research instrument was an interview guide. The data collection techniques used in this study were in-depth interviews, observation, and documentation. The data validity uses triangulation technique, namely the data source. Meanwhile, the data analysis techniques used were data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the condition of a family that is not harmonious, unstable, broken (broken home) can lead to the development of an unhealthy personality in children. This form of mental health includes the emotional, responsibility and sociability aspects of the child. The forms of frustrating reactions shown by the informants were aggression, withdrawal, and compensation. Keywords: mental health; child; broken home ABSTRAK Broken Home sering dilabelkan kepada anak yang menjadi korban perceraian orang tuannya, padahal sebenarnya Broken Home bukan hanya anak yang berasal dari orang tua yang bercerai, tetapi juga anak yang berasal dari keluarga yang tidak harmonis. Kasus perceraian yang terdaftar pada Pengadilan Tinggi Agama, pada tahun 2018 sebanyak 164 kasus Broken Home (Data Kabupaten Maluku Tengah) hal ini dialami juga oleh beberapa anak, terkhusus di Desa Hatu yang menjadi lokasi penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas dampak psikologi dan juga sosial terhadap kesehatan mental anak dari keluarga Broken Home (study kasus di Desa Hattu). Yang melatarbelakangi penelitian ini adalah karena masih banyak anak-anak di Desa Hatu yang berasal dari keluarga Broken Home, yang kebanyakan diakibatkan oleh kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), setelah dilakukan observasi, terdapat beberapa anak yangberasal dari keluarga Broken Home yang pasti berdampak terhadap kesehatan mentalnya yang berimbas kepada perilaku kesehari-hariannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah anak-anak korban broken home yang berjumlah 6 orang anak dari keluarga yang berbeda, instrument penelitian adalah pedoman wawancara, Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi yaitu dengan sumber data. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajiandata, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi keluarga yang tidak harmonis, tidak stabil, broken home dapat menyebabkan berkembangnya kepribadian yang tidak sehat pada anak. Bentuk kesehatan mental yang dimaksudkan meliputi aspek emosi, tanggung jawab dan sosiabilitas anak. Adapun bentuk-bentuk reaksi frustrasi yang ditunjukkan informan adalah agresi, withdrawl, dan kompensasi. Kata kunci: kesehatan mental; anak; broken home
Pelaksanaan Kolaborasi Komunikasi antara Dokter-Pasien di Rumah Sakit Kota Padang Dian Novita; Ririn Afrima Yenni; Syafruddin Syafruddin
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11109

Abstract

Patient care in the hospital consists of 4 pillars of health professionals who play a role, namely clinicians, pharmacists, nurses and nutritionists. To realize good service to patients, it is necessary to have good communication between health workers and patients. Various patient complaints related to communication with doctors. This study was conducted on patients who had been treated at the Padang City hospital, aimed to analyze the collaboration of communication between doctors and patients at the Padang City hospital. The sample criteria were patients who were willing to be interviewed and could communicate well, were over 18 years old and had been hospitalized for ± 1 week. The results of the research carried out are the form of expectations from patients related to communication with patient doctors who hope that the doctor has time to provide repeated explanations related to the results of the diagnosis and the doctor can listen and communicate with patients and the patient's family longer, and patients hope for a form of attention. given by the doctor, causing more satisfaction to the patient. Collaborative communication between doctors and patients generally follows the procedures established by the hospital. However, the results of the study show that some patients are still not satisfied because there are patient complaints about the limited time to visit the doctor and the doctor's short communication in explaining the patient's illness. Keywords: communication; hospital; doctor; patient ABSTRAK Pelayanan pasien di rumah sakit terdiri dari 4 pilar tenaga kesehatan profesional yang sangat berperan, yaitu klinis (dokter), farmasis, perawat dan ahli gizi. Untuk mewujudkan pelayanan yang baik kepada pasien maka perlu adanya komunikasi yang baik antara tenaga kesehatan dengan pasien. Berbagai keluhan pasien terkait dengan komunikasi dengan dokter. Penelitian ini dilakukan pada pasien yang pernah berobat di rumah sakit Kota Padang, bertujuan untuk menganalisis kolaborasi komunikasi antara dokter dengan pasien di rumah sakit Kota Padang. Kriteria sampel yaitu pasien yang bersedia diwawancarai dan bisa berkomunikasi dengan baik, berusia di atas 18 tahun dan pernah dirawat inap ± 1 minggu. Hasil dari penelitian yang dilakukan yaitu bentuk harapan dari pasien terkait dengan komunikasi dengan dokter yaitu pasien berharap dokter punya waktu untuk memberikan penjelasan secara berulang terkait hasil diagnosa dan dokter bisa lebih lama mendengarkan dan berkomunikasi dengan pasien maupun keluarga pasien, serta pasien berharap adanya bentuk perhatian yang diberikan dokter, sehingga menimbulkan kepuasan lebih pada pasien. Kolaborasi komunikasi antara dokter dengan pasien secara umum sudah mengikuti prosedur yang ditetapkan rumah sakit. Namun hasil penelitian bahwa, beberapa pasien masih merasa kurang puas karena ada keluhan pasien terhadap waktu kunjung dokter yang terbatas dan komunikasi dokter yang singkat dalam menjelaskan penyakit pasien. Kata kunci: komunikasi; rumah sakit; dokter; pasien
Hubungan Pengetahuan Sikap Dan Tindakan Dengan Kejadian Malaria Pada Masyarakat Pesisir Di Dusun Luhulama Desa Iha Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat Ira Sandi Tunny
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10206

Abstract

The five provinces with the highest annual parasite incidence (API) per 1000 population in 2014 were Papua (29.57%), West Papua (20.85%), East Nusa Tenggara (12.81%), Maluku (6.00% ) and North Maluku (3.32%). In the 2019, at the Iha Village Puskesmas working area, the number of malaria cases was 190 cases and the number of clinical malaria cases was 34 cases, compared to 32 malaria cases in 2020. Data from Iha Village Health Center in January - July were 7 cases. The aim of this study was to determine the relationship between knowledge of attitudes and actions with the incidence of malaria in coastal communities in Luhulama Hamlet, Iha Village, Huamual District, West Seram Regency. This is an analytic survey research with cross sectional design. The technique in this study using purposive sampling. Collecting data using a questionnaire with the interview method. The relationship used the Chi square test with a significance value of α = 0.05. The results of the relationship between knowledge and the incidence of malaria show p-value = 0.000 and the relationship between attitude and malaria incidence shows p-value = 0.010 and actions with malaria incidence shows p-value = 0.414. The conclusion of this study is that there is a relationship between knowledge and malaria incidence between attitudes and the incidence of malaria and there is no relationship between actions and the incidence of malaria. Keywords: knowledge; attitude; action; malaria ABSTRAK Lima Provinsi dengan annual parasite incidence (API) per 1000 penduduk tertinggi pada tahun 2014 adalah Papua (29,57%), Papua Barat (20,85%), Nusa Tenggara Timur (12,81%), Maluku (6,00%) and Maluku Utara (3,32%). Pada wilaya Kerja Puskesmas Desa Iha tahun 2019, jumlah kasus malaria yaitu 190 kasus dan jumlah kasus malaria klinis 34 kasus, jika dibandingkan tahun 2020 kasus malaria sebanyak 32 kasus. Data Puskesmas Desa Iha pada bulan Januari – Juli sebanyak 7 kasus.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan sikap dan tindakan dengan kejadian malaria pada Masyarakat Pesisir di Dusun Luhulama Desa Iha Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik dalam penelitian ini dengan menggunakan purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan metode wawancara. Hubungan menggunakan uji chi square dengan nilai kemaknaan α = 0,05. Hasil hubungan antara Pengetahuan dengan Kejadian Malaria menunjukan p-value = 0,000 dan hubungan antara Sikap dengan Kejadian Malaria menunjukan p-value = 0,010 dan Tindakan dengan Kejadian Malaria menunjukan p-value =0,414. kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara Pengetahuan dengan Kejadian Malaria, terdapat hubungan antara Sikap dengan Kejadian Malaria dan tidak terdapat hubungan antara Tindakan Dengan Kejadian Malaria. Kata kunci: pengetahuan; sikap; tindakan; malaria
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Remaja Tentang Pencegahan HIV-AIDS Pada Siswa Madrasah Aliyah Negeri Pematangsiantar Tahun 2017 Maswan Daulay; Ricard Fredrik Marpaung
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik7ibu13

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) telah menjadi salah satu masalah kesehatan serius di abad ke- 20. HIV-AIDS pada remaja perlu mendapat perhatian. Proporsi AIDS tertinggi pada kelompok umur 20-29 tahun (47,2%) kelompok remaja yang berisiko yaitu usia 15-18 tahun, merupakan kelompok yang rentan terhadap IMS (Infeksi Menular Seksual) dengan jumlah terbesar pengidap HIV-AIDS. Data statistik nasional mengenai penderita HIV-AIDS di Indonesia, usia 15-24 tahun menyumbangkan 40% dari semua infeksi HIV baru, setiap hari 2500 lebih remaja terinfeksi dan lebih dari 5,7 juta remaja yang hidup dengan HIV-AIDS. Pematangsiantar (2017) Sejak 2012 - Mei 2017, jumlah ODHA yang terdaftar ada sebanyak 476 jiwa. Jenis penelitian ini merupakan desain penelitian survey cross sectional. Dan Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara sumber informasi, lingkungan tempat tinggal, dan usia dengan pengetahuan remaja tentang pencegahan HIV-AIDS dengan nilai chi-square p value=0,000.Sumber informasi yang paling banyak digunakan adalah media elektronik sebesar 53,8%. Lingkungan tempat tinggal, 64,8% responden tinggal dengan orangtua. Mayoritas responden berusia 13-15 tahun yaitu sebesar 56% dan yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebesar 23,1%. Berdasarkan analisa regresi dinyatakan bahwa sumber informasi memiliki kontribusi terhadap pengetahuan sebesar 10,6%, lingkungan tempat tinggal memiliki kontribusi terhadap pengetahuan sebesar 11,9%, usia memiliki kontribusi terhadap pengetahuan sebesar 27,9%. Dan yang paling dominan memiliki kontribusi terhadap pengetahuan adalah usia yaitu sebesar 27,9%. Diharapkan kepada pihak sekolah, dan orang tua dapat bekerjasama dengan baik dalam upaya pencegahan HIV-AIDS dan kepada dan disarankan kepada petugas kesehatan atau instansi Pemerintahan dari hasil ini di harapkan dapat memberikan informasi berupa penyuluhan kesehatan kepada para siswa agar siswa lebih baik lagi dalam perilaku upaya pencegahan HIV-AIDS. Kata kunci: pengetahuan; remaja; HIV-AIDS
Pengaruh Terapi Kompres Hangat terhadap Dismenore pada Remaja Putri Di Kepulauan Kelang Oktaviana S. Rattu; Windatania Mayasari; Epi Dusra; Afrita Pelupessy
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11204

Abstract

Menstrual disorder that often occurs in women is dysmenorrhea. This study aims to analyze the effect of warm compress therapy on dysmenorrhea in young women in the working area of the Masohi Community Health Center. The research design was pre-test and post-test design with control group. The population in this study were young women who experienced dysmenorrhea in the working area of the Masohi Community Health Center. The sample size was 40 respondents, who were selected by purposive sampling technique. Data were collected through observation, then analyzed with paired samples t-test and independent samples t-test. The results showed that the mean dysmenorrhea before giving warm compresses was 6.00 and afterwards was 3.65, with p-value = 0.000, so there was a difference in dysmenorrhea between before and after applying warm compresses. The results of the inter-group difference test resulted in a p-value = 0.003, so that there was an effect of warm compress therapy on dysmenorrhea in young women in the Masohi Health Center work area. Keywords: dysmenorrhea; warm compress ABSTRAK Gangguan menstruasi yang sering terjadi pada perempuan adalah dismenore. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi kompres hangat terhadap dismenore pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Masohi. Desain penelitian ini adalah pre-test and post-test design with control group. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri yang mengalami dismenore di wilayah kerja Puskesmas Masohi. Ukuran sampel adalah 40 responden, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, lalu dianalisis dengan paired samples t-test dan independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata dismenore sebelum pemberian kompres hangat adalah 6,00 dan setelahnya adalah 3,65, dengan p-value = 0,000, sehingga ada perbedaan dismenore antara sebelum dan sesudah diberikan kompres hangat. Hasil uji perbedaab antar kelompok menghasilkan p-value = 0,003, sehingga ada pengaruh terapi kompres hangat terhadap dismenore pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Masohi. Kata kunci: dismenore; kompres hangat
Pelatihan Peningkatan Pendidikan Kesehatan tentang Persiapan Menjelang Menopause di Puskesmas Mojo Rijanto Rijanto; Siti Alfiah; Sherly Jeniawaty
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11101

Abstract

In general, menopause occurs at the age of 48-50 years, including in the climacteric period, which is a syndrome of endocrine, somatic, and psychological changes at the end of the fertile / reproductive period. The aim of this study was to evaluate the success of cadre training in optimizing preparation for menopause. The intervention was given in the working area of Puskesmas Mojo, Surabaya. The intervention targets of health cadres and elderly women were selected using a quota sampling technique. The results of the evaluation show that there had been a 70% increase in the knowledge of elderly cadres about preparation for menopause. Keywords: menopause; health education; elderly women; health cadres ABSTRAK Pada umumnya menopause terjadi pada usia 48-50 tahun, termasuk dalam masa klimakterium yang merupakan sindrom perubahan endokrin, somatik, dan psikik pada akhir masa subur/reproduktif. Tujuan studi ini adalah mengevaluasi keberhasilan pelatihan kader dalam optimalisasi persiapan menjelang menopause. Intervensi diberikan di wilayah kerja Puskesmas Mojo, Surabaya. Sasaran intervensi kader kesehatan dan wanita usia lanjut, yang dipilih dengan teknik quota sampling. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan sebesar 70% tentang pengetahuan ibu kader lansia mengenai persiapan menjelang menopause. Kata kunci: menopause; pendidikan kesehatan; wanita usia lanjut; kader kesehatan
ANALISIS PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) TERHADAP TINGKAT KECELAKAAN KERJA (STUDI KASUS : PERCETAKAN BATAKO DI DESA WAIMITAL) Ira Sandi Tunny; Zulfikar Lating; Iskandar Makian
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik9313

Abstract

The type of PPE provided must be able to provide strong protection against specific hazards faced by workers, in accordance with their respective jobs. The purpose of this research is to determine the use of personal protective equipment (PPE) against the level of workplace accidents in the brick building of Waimital village. This study included in the type of descriptive research using the percentage method in presenting data. The results of the study stated that based on the use of PPE in the brick-and-mortar press of the village of Waimital showed that out of 17 people who were respondents, those using PPE were 14 people (82.4%) and those who did not use PPE were 3 people (17.6%). Based on the level of work accidents, out of 17 people who were respondents, 12 people (70.6%) had work accidents and those who had never had a work accident at the time of production were 5 people (29.4% ). Among the workers who did not use PPE, 64% of them had experienced work accidents, while the workers who did not use PPE had all had work accidents. Keywords: personal protective equipment (PPE); work accidents ABSTRAK Jenis APD yang disediakan harus dapat memberikan perlindungan yang kuat terhadap bahaya spesifik yang dihadapi oleh tenaga kerja, sesuai dengan jobtittle masing-masing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan alat pelindung diri (APD) terhadap tingkat kecelakaan kerja di percetakan batako desa waimital. Pada penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode persentase dalam penyajian data. Hasil penelitian menyebutkan bahwa berdasarkan penggunaan APD di percetakan batako Desa Waimital menunjukkan bahwa dari 17 orang yang dijadikan responden, yang menggunakan APD sebanyak 14 orang (82,4 %) dan yang tidak menggunakan APD sebanyak 3 orang (17,6%). Berdasarkan tingkat kecelakaan kerja di Percetakan Batako Desa Waimital menunjukkan bahwa dari 17 orang yang dijadikan responden, yang pernah mengalami kecelakaan kerja sebanyak 12 orang (70,6 %) dan kategori yang tidak pernah mengalami kecelakaan kerja pada saat produksi sebanyak 5 orang (29,4 %). Di antara pekerja yang tidak menggunakan APD, 64% dari mereka pernah mengalami kecelakaan kerja, sedangkan pekerja yang tidak menggunakan APD, seluruhnya pernah mengalami kecelakaan kerja. Kata kunci: penggunaan alat pelindung diri (apd) dan kecelakaan kerja
Gambaran Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang Pemberian Makanan Pendamping ASI Pada Bayi 0-6 Bulan di Nagori Bah Jambi III Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun Tahun 2018 Elferida Siregar
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik8hkn05

Abstract

Riset terbaru WHO pada tahun 2005 yang dikutip oleh (Siswono, 2006) menyebutkan bahwa 42% penyebab kematian balita di dunia adalah penyakit pneumonia sebanyak 58% terkait dengan malnutrisi, malnutrisi sering kali terkait dengan kurangnya asupan ASI (gizi online, 2007). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tentang bagaimana pengetahuan Ibu menyusui tentang pemberian MP-ASI pada bayi usia 6 – 24 bulan di Nagori bah Jambi. Jenis penelitian yang digunakan dalam karya tulis ini adalah jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang mempunyai balita berusia 6-24 bulan yang berjumlah 106 ibu. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan MP-ASI dan variabel dependen adalah ibu yang mempunyai bayi usia 6-24 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran pengetahuan ibu yang mempunyai bayi 6 – 24 bulan tentang pemberian makananan pendamping ASI di Nagori Bah Jambi, mayoritas responden berpengetahuan kurang (65,38%). Kesimpulan penelitian yaitu pengetahuan ibu yang menyusui tentang pemberian makanan pendamping ASI bagi bayi yang terbanyak adalah dalam kategori kurang yaitu 17 orang (65,38%),Kategori cukup 4 orang (15,38%), Kategori baik 3 orang (11,5%), dan kategori tidak baik 2 orang (7,66%). Kata Kunci: Pengetahuan, MP-ASI, Balita

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue