cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 500 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat Tentang Pelaksanaan Dokumentasi Asuhan Keperawatan di Puskesmas Karo Kota Pematangsiantar Tahun 2017 Benget Tiarma Togatorop; Romauli Pakpahan
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik7ibu08

Abstract

Tersedianya sarana kesehatan di seluruh pelosok tanah air menandakan keberhasilan pembangunan kesehatan yang ditandai dengan berdirinya Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Tetapi sebagian besar perawat masih kurang memahami tentang Standar Asuhan Keperawatan, dan tidak menerapkan Standar Asuhan Keperawatan sesuai dengan standar Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Maka dilakukan penelitian tentang Gambaran Pengetahuan Perawat tentang pelaksanaan dokumentasi keperawatan di Puskesmas Karo Kota Pematangsiantar Tahun 2017. Penelitian ini dilakukan pada Juli-September 2017 dengan populasi 10 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik total sampling yaitu seluruh responden dijadikan sampel . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Mayoritas mempunyai pengetahuan cukup yaitu sebanyak 4 orang (40%) sedangkan minoritas mempunyai pengetahuan baik yaitu sebanyak 3 orang (30%) dan pengetahuan kurang yaitu sebanyak 3 orang (30%). Karakteristik perawat Puskesmas Karo Kota Pematangsiantar tahun 2017 mayoritas mempunyai umur 31-40 tahun yaitu sebanyak 5 orang (50%), mayoritas jenis kelamin perempuan yaitu 8 orang (80%), mempunyai pendidikan Diploma III yaitu sebanyak 9 orang (90%), mayoritas bekerja selama >10 tahun yaitu sebanyak 6 orang (60%). Mayoritas mempunyai pengetahuan cukup yaitu sebanyak 5 orang (50%). Puskesmas Karo dapat mengetahui permasalahan yang menyebabkan pendokumentasian tidak lengkap dan optimal sehingga dapat melakukan program-program yang dapat meningkatkan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan di puskesmas. Kata kunci: pengetahuan; dokumentasi keperawatan
Hubungan Merokok dengan Kejadian Hipertensi di Desa Kamal Kecamatan Kairatu Barat Kabupaten Seram Bagian Barat Sunik Cahyawati; Wiwi Rumaolat; Abd. Rijali Lapodi
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik9317

Abstract

Introduction: Hypertension is one of the causes of premature death in people in the world. Objective: to analyze the relationship between smoking and the incidence of hypertension in Kamal Village, Kairatu Barat District, West Seram District. Methods: The study design was cross-sectional. Data were collected through interviews and blood pressure measurements, then analyzed using the Pearson correlation test and Spearman correlation test. Results: The results of data analysis showed that there was a relationship between the number of cigarettes and the incidence of hypertension (p-value = 0.000), there was a relationship between the length of smoking and the incidence of hypertension (p-value= 0.008) and there was no relationship between the type of cigarette and the incidence of hypertension (p-value = 0.519). Conclusion: The incidence of hypertension is related to the number of cigarettes and duration of smoking. Keywords: hypertension; number of cigarettes; duration of smoking ABSTRAK Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian dini masyarakat di dunia. Tujuan: menganalisis hubungan antara merokok dengan kejadian hipertensi di Desa Kamal, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat. Metode: Desain penelitian ini yaitu cross-sectional. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengukuran tekanan darah, lalu dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada hubungan antara jumlah batang rokok dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,000), ada hubungan antara lama merokok dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,008) dan tidak ada hubungan anatara jenis rokok dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,519). Kesimpulan: Kejadian hipertensi berhubungan dengan jumlah batang rokok dan lama merokok. Kata kunci: hipertensi; jumlah batang rokok; lama merokok
Model Pendekatan Pelaksanaan Tugas Kesehatan Keluarga Berbasis Implementasi GERMAS Terhadap Perubahan Status Kesehatan Dan Kolesterol Pada Pasien Hipertensi Luluk Widarti; Siti Maimuna; Tanty Wulan Dari; Sukmawati Sukmawati
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 4 (2020): November 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10407

Abstract

Hypertension is a medical condition in which there is a chronic (long term) increase in blood pressure that exceeds 140/90 mmHg. According to data from the Jatirejo District Health Center. Mojokerto in 2018, the number of hypertension sufferers was 2,743 families. Based on data in Mojogeneng village, there were 164 households, only 64 of them had routine treatment, while in Bleberan village there were 228 families, and only 64 of them had routine treatment. This objective is to explain the effect of germas implementation on changes in health and cholesterol status in hypertensive patients. The research design was quasi-experimental with a nonrandomized pre-test - post-test control group design. The population in this study were families with hypertension sufferers. The number of samples of 100 patients divided into 50 patients in the control group and 50 patients in the treatment group. Examination of health status variables, blood pressure and cholesterol checks, was carried out before and after implementation. Statistical analysis using the T-test, Mann-whitney test, and Wilcoxson test. The results of statistical analysis showed that there were significant differences before and after the implementation of GERMAS behavior in the treatment group for health status, diastolic systolic blood pressure, and cholesterol with P values of 0.001, 0.000, 0.000, and 0.042 respectively. As for the control group, the results of statistical analysis before and after the implementation of conventional behavior showed that there were significant differences for health status and diastolic blood pressure with P values of 0.046 and 0.035 respectively, while for systolic blood pressure and cholesterol there were no significant differences with each. P values 0.000 and 0.433. Of this study proved that the implementation of germas can improve health status, lower blood pressure, and reduce cholesterol levels. Keywords: GERMAS implementation; health status; blood pressure; cholesterol; hypertension ABSTRAK Hipertensi merupakan kondisi medis dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (jangka waktu yang lama) yaitu melebihi 140/90 mmHg. Menurut data dari puskesmas Jatirejo Kab. Mojokerto tahun 2018, jumlah penderita hipertensi 2.743 KK. Berdasarkan data di desa Mojogeneng sebanyak 164 KK, yang berobat rutin hanya 64 KK, sedangkan di desa Bleberan sebanyak 228 KK, yang berobat rutin hanya 64 KK. Tujuan ini adala menjelaskan pengaruh implementasi germas terhadap perubahan status kesehatan dan kolesterol pada pasien hipertensi. Desain penelitian ini adalah Quasi-experimental dengan bentuk nonrandomized pre test – post test control group design. Populasi pada penelitian adalah keluarga dengan penderita hipertensi. Jumlah sample 100 pasien yang terbagi dalam 50 pasien kelompok control dan 50 pasien kelompok perlakuan. Pemeriksaan variable status kesehatan, pemeriksaan tekanan darah dan kolesterol, dilaksanakan sebelum dan sesudah implementasi. Analisis statistik menggunakan T-test, Mann-whitney test, dan Wilcoxson test. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan bermakna sebelum dan sesudah implementasi perilaku GERMAS pada kelompok perlakuan untuk status kesehatan, tekanan darah systole diastole, dan kolesterol dengan masing-masing nilai P adalah 0,001, 0,000, 0,000, dan 0,042. Adapun untuk kelompok kontrol, hasil analisis statistik sebelum dan sesudah implementasi perilaku konvensional menunjukkan ada perbedaan bermakna untuk status kesehatan dan tekanan darah diastole dengan masing-masing nilai P 0,046 dan 0,035, sedangkan untuk tekanan darah sistole dan kolesterol tidak ada perbedaan bermakna dengan masing-masing nilai P 0,000 dan 0,433. Kesimpulan penelitian ini terbukti bahwa dengan implementasi germas dapat meningkatkan status kesehatan, menurunkan tekanan darah, dan menurunkan kadar kolesterol. Kata kunci: implementasi GERMAS; status kesehatan; tekanan darah; kolesterol; hipertensi
Analysis of the Implementation of the INA-CBGs System Using the Hot-Fit Method in Outpatient Dr. M. Djamil Padang in 2019 Devid Leonard; Oktamianiza Oktamianiza; Linda Handayuni; Rahmawita Rahmawita
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 4 (2020): November 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10414

Abstract

The INA-CBGs system in Dr. M. Djamil Padang still has several obstacles and problems related to its implementation. The purpose of this study was to analyze the implementation of the INA-CBGs system using the HOT-FIT method in outpatient Dr. M. Djamil Padang. This research was conducted at Dr. M. Djamil Padang on 20 to 26 June 2019. This type of research uses a qualitative descriptive method with a case study approach. The research informants were the Head of Medical Records, the Medical Records officer in the coding section, the Casemix officer, and the SIMRS officer. The data collection technique is in-depth interviews. Analysis in data processing, namely transcription, reduction, coding, categorization, and themes. The results of this study found that in the implementation of the INA-CBGs system there were still some problems where the system often experienced errors where data did not appear in the software, frequent network disruptions, lack of compliance of officers in data entry and data entry, and no training. The conclusion is the lack of cooperation of officers in filling and inputting patient data, lack of training and socialization related to the importance of completeness of data for the grouping process, SPO applied from the hospital does not exist because there is an SPO implemented by the government, and SIMRS officers must improve system quality and quality. network so that the implementation of the INA-CBGs system runs smoothly. Keywords: implementasion of the INA-CBGs system; Hot-Fit ABSTRAK Sistem INA-CBGs di RSUP Dr. M. Djamil Padang masih terdapat beberapa kendala dan permasalahan terkait pelaksanaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pelaksanaan Sistem INA-CBGs Menggunakan Metode HOT-FIT di Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini dilakukan di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada 20 s/d 26 Juni 2019. Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan case study. Informan penelitian yaitu Kepala Rekam Medis, petugas Rekam Medis bagian koding, petugas Casemix, dan petugas SIMRS. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara mendalam. Analisis dalam pengolahan data yaitu transkripsi, reduksi, koding, kategorisasi, dan tema. Hasil penelitian ini menemukan bahwa dalam pelaksanaan sistem INA-CBGs masih ditemukan beberapa kendala dimana sistem sering mengalami error yang manadata tidak muncul pada software, sering terjadi gangguan jaringan, kurangnya kepatuhan petugas dalam pengisian dan penginputan data, tidak adanya pelatihan. Kesimpulan yaitu kurangnya kerjasama petugas dalam pengisian dan penginputan data pasien, kurangnya pelatihan dan sosialisasi terkait pentingnya kelengkapan data untuk proses grouping, SPO yang diterapkan dari rumah sakit tidak ada karena ada SPO yang diterapkan oleh pemerintah, serta petugas SIMRS harus meningkatkan lagi kualitas sistem dan kualitas jaringan agar pelaksanaan sistem INA-CBGs berjalan lancar. Kata kunci: implementasi sistem INA-CBGs; Hot-Fit
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja Perawat dalam Melaksanakan Pelayanan Keperawatan di Ruang UGD RSUD Piru Zulfikar Lating; Ira Sandi Tunny; Luthfy Latuconsina; Ira Fanti Wakan
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik6hkn11

Abstract

Stres kerja menjadi hal yang beresiko bagi kesehatan dan keselamatan pekerja ketika pekerjaan yang dilakukan melebihi kapasitas, sumber daya, dan kemampuan pekerja dilakukan secara berkepanjangan. Stres kerja menjadi perhatian penting salah satunya pada pekerja sektor pelayanan kesehatan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stress kerja perawat dalam melaksanakan pelayanan keperawatan di ruang UGD RSUD Piru. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskritif dengan pendekatan “Cross Sectional”. Sampel pada penelitian ini berjumlah 20 responden. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dimana jumlah sampel sama dengan jumlah populasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik Spearman’s rho. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan beban kerja dengan stress kerja perawat p-value 0.020, ada hubungan shift kerja dengan stress kerja perawat di ruang UGD RSUD piru dengan p-value 0.013. Kata kunci: stres kerja perawat; beban kerja; shift kerja
Pengaruh Pendampingan Doula Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Persalinan pada Ibu Bersalin Normal di Rumah Sakit Tk II Udayana Denpasar Putu Ayu Ratna Darmayanti; Ni Luh Putu Januraheni; Dwi Widyaningsih Nugraeni
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 4 (2020): November 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10401

Abstract

Many mothers who give birth are less interested to give normally birth because of the intense of labor pain. Actually, it can be overcome by doula assistance. In Indonesia, many people do not known about benefits of doula assistance during the normal labour. The aim of this study was to determine the effect of doulas assistance to reducing the intensity of labor pain by using the true experimental method with the Posttest Only with Control Group Design on 62 normal delivery mothers at Tk. II Udayana Hospital Denpasar Bali. Subjects were divided into two groups, as many as 31 people in the intervention group with doulas assistance and 31 people in the control group with support from their husbands only. The result showed that the intensity of labor pain in the intervention group was 64.5% in the moderate category and the comparison group was 48.4% in the severe pain category (p value = 0.003). Because of doula assistance during normal delivery can reduce the intensity of labor pain, it is hoped that doula assistance can be provided from early pregnancy until the baby is born. Keywords: doula; accompaniment; labor pain ABSTRAK Ibu bersalin saat ini banyak yang kurang berminat untuk melahirkan secara normal oleh karena nyeri persalinan yang hebat. Sebenarnya hal ini dapat diatasi salah satunya adalah dengan cara pemdampingan doula. Pendampingan doula selama proses melahirkan normal belum banyak diketahui manfaatnya di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendampingan doula terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan menggunakan metode True Eksperimental dengan rancangan Posttest Only With Control Group Design pada 62 ibu bersalin normal di Rumah Sakit Tk. II Udayana Denpasar Bali. Subjek dibagi menjadi dua kelompok yaitu 31 orang kelompok intervensi yang diberikan pendampingan doula dan 31 orang kelompok pembanding yang hanya diberikan dukungan suami. Hasil menunjukkan bahwa intensitas nyeri persalinan pada kelompok intervensi sebesar 64,5% dalam kategori sedang dan pada kelompok pembanding sebesar 48,4% dalam kategori berat (p-value = 0,003). Oleh karena pendampingan doula pada saat persalinan normal dapat menurunkan intensitas nyeri persalinan, diharapkan adanya pendampingan doula sejak awal kehamilan sampai dengan bayi lahir. Kata kunci: doula; pendampingan; nyeri persalinan
Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Congenital Tortikolis di Klinik Fisioterapi Karya Suci Pematangsiantar Simson Sinuhaji
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik8hkn10

Abstract

Tortikolis terjadi akibat trauma persalinan biasanya pada bayi lahir letak sungsang. Bila dilakukan traksi (tarikan) pada kepala untuk mengeluarkan bayi, terjadi cedera pada muskulus strenokleidomastoideus, yang menimbulkan hematoma sehingga terjadi pemendekan otot akibat fibrosis. Tujuan untuk mengetahui pelaksanaan fisioterapi dalam mengurangi nyeri, spasme dan meningkatkan lingkup gerak sendi serta mengulur otot sternokleidomastoideus yang memendek. Pada kasus tortikolis sinistra dengan menggunakan modalitas massage, terapi latihan dan cervical collar. Setelah dilakukan terapi selama 25 kali didapat hasil penilaian adanya peningkatan LGS leher aktif T1 Fleksi :4 pada T25 menjadi 2. T1 Ekstensi 5 pada T25 menjadi 2. T1 Side rotasi dextra 7 pada T25 menjadi 2. T1 Side rotasi sinistra 6 pada T25 menjadi 3. T1 Side fleksor dextra 7,5 pada T25 menjadi 2. T1 Side fleksor sinistra 6,5 pada T25 menjadi 3. Penurunan spasme otot sternokleidomastoideus sinistra pada T1 adanya spasme pada otot strenokleidomastoideus dan T25 tidak ada spame pada otot sternokleidomastoideus. Peningkatan panjang otot sternokleidomastoideus sinistra posisi strech/dinamis di T1 8 cm pada T25 mejadi 9,5 cm. Peningkatan panjang otot sternokleidomastoideus sinistra posisi netral/ statis di T1 7,8 cm pada T25 menjadi 8,9 cm. Setelah mendapatkan tindakan massage , terapi latihan berupa streching, relax passive movement dan cervical collar selama 25 kali terapi, dapat disimpulkan hasil terapi ialah massage dapat mengurangi spasme pada otot sternokleidomastoideus sinistra yang memendek dan relax passive movement dapat meningkatkan luas gerak sendi leher. Cervical collar dapat memposisikan kepala pada petumbuhan leher yang benar disarankan kepada orang tua untuk mengawasi setiap pertumbuhan anak dan kelainan dan keluhan ringan yang ditunjukan anak, untuk segera diperiksakan kepada tim medis. Kata kunci: congenital, massage, terapi latihan
Perbedaan Sonopattern Ultrasonografi Kandung Empedu pada Kasus Cholelithiasis & Galbladder Polyp Fiddinillah Fiddinillah; Sriyatun Sriyatun; Nurbaiti Nurbaiti; Nursama Heru Apriantoro
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11211

Abstract

On ultrasound examination of the gallbladder Cholelithiasis and Gallbladder Polyp usually have similar results but have their own characteristics that can differentiate. In the image results Cholelithiasis, which is usually called gallstones, has a characteristic Sonopattern Hyperechoic with an Acousstic Shadow behind it, where when using the technique the patient's position changes the stone according to the direction of Earth's gravity. While the results of the Gallbladder Polyp image, which is a tumor protrusion attached to the gallbladder wall, has the characteristic Sonopattern Hyperecoic without an acoustic shadow behind it, where when using the technique the patient's position changes not according to the direction of Earth's gravity. In both cases, the presence or absence of an acoustic shadow behind it is based on the density of the tissue that the sound waves pass through from the ultrasound device, so that when passing through the stone, the acoustic shadow is more visible than when passing through the tumor tissue.. Keywords: sonopattern ultrasound; cholelithiasis; gallbladder polyp ABSTRAK Pada pemeriksaan USG kandung empedu Cholelithiasis dan Gallbladder Polyp biasanya memiliki hasil gambaran yang serupa tetapi memiliki ciri khasnya masing-masing yang dapat membedakan. Pada hasil gambaran Cholelithiasis yang biasa disebut batu empedu memiliki ciri khas Sonopattern Hyperechoic dengan Acousstic Shadow di belakangnya, ketika menggunakan teknik dengan posisi pasien yang berubah batu mengikuti arah gravitasi bumi. Sementara pada hasil gambaran Gallbladder Polyp yang merupakan tonjolan tumor yang menempel pada dinding kandung empedu memiliki ciri khas Sonopattern Hyperecoic tanpa Accoustic Shadow dibelakangnya, dimana ketika menggunakan teknik dengan posisi pasien yang berubah tidak mengikuti arah gravitasi bumi. Pada kedua kasus ini ada tidaknya Accoustic Shadow di belakangnya didasari oleh kepadatan jaringan yang dilalui oleh gelombang suara dari alat USG, sehingga saat melewati batu lebih tampak Accoustic Shadow dibandingkan saat melewati jaringan tumor. Kata kunci: sonopattern ultrasound; cholelithiasis; gallbladder polyp
Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Carpal Tunnel Syndrom di Klinik Fisioterapi Karya Suci Pematangsiantar Tahun 2016 Simson Sinuhaji
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10309

Abstract

Carpal tunnel syndrome (CTS) remains a confusing and disabling condition present in 3.8% of the general population. CTS is the most frequent form of median nerve entrapment, and accounts for 90% of all entrapment neuropathies. This review aims to provide an overview of these general conditions, with an emphasis on the pathophysiology seen in CTS. The clinical presentation and risk factors associated with CTS are discussed in this paper. Also a variety of diagnostic methods were explored, including nerve conduction studies, ultrasound, and magnetic resonance imaging. Carpal Tunnel Syndrome (CTS) is a common work-related disorder caused by repetitive movements and long-term fixed positions that can affect nerves, blood supply to the hands and wrists. Carpal Tunnel Syndrome is a neuropathy of the median nerve in the carpal tunnel at the wrist precisely below the retinaculum flexor. This syndrome occurs due to a rise in pressure in a narrow tunnel that is bounded by carpal bones and rigid carvi tranversum ligaments that trap the median nerve (Rambe, 2004). Given the existence of muscle weakness, disruption in activity due to joint stiffness, can be done with exercise therapy in the form of resisted exercise to increase muscle strength and functional ability of the hand. Keywords: carpal tunnel syndrome; median nerve; entrapment neuropathy; pathophysiology and diagnosis ABSTRAK Kejadian Carpal tunnel syndrome ( CTS ) terjadi sekitar di 3,8% dari populasi umum. CTS adalah bentuk paling sering dan dari jerat saraf median, dan menyumbang 90% dari semua neuropati jebakan.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang kondisi umum ini, dengan penekanan pada patofisiologi yang terlihat dalam CTS. Presentasi klinis dan faktor risiko yang terkait dengan CTS dibahas dalam makalah ini. Juga brebagai metode diagnosis dieksplorasi, termasuk studi konduksi saraf, USG, dan pencitraan resonansi magnetik. CTS merupakan gangguan umum yang berhubungan dengan pekerjaan yang disebabkan gerakan berulang ulang dan posisi yang menetap pada jangka waktu yang lama dapat mempengaruhi saraf, suplai darah ketangan dan pergelangan tangan. CTS merupakan neuropati terhadap nervus medianus di dalam carpal tunnel pada pergelangan tepatnya di bawah fleksor retinakulum. Sindrome ini terjadi akibat kenaikan tekanan dalam terowongan yang sempit yang dibatasi oleh tulang-tulang carpal serta ligament carvi tranversum yang kaku sehingga menjebak nervus medianus. Mengingat adanya kelemahan otot, gangguan dalam beraktifitas akibat kekakuan sendi, dapat dilakukan dengan terapi latihan yang berupa resisted exercise untuk meningkatkan kekuatan otot dan kemampuan fungsional tangan. Kata kunci: carpal tunnel syndrome; saraf median; neuropati jebakan; patofisiologi dan diagnosis
Promosi Kesehatan Melalui Media Sosial dan Kebijakan Physical Distancing Terhadap Perilaku Pencegahan Covid-19 Achmad Lukman Hakim
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11103

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) is a contagious disease caused by a coronavirus where the virus attacks the respiratory tract and can infect humans and animals. Therefore, preventive measures against breaking the chain of transmission of this infectious disease must be carried out as quickly as possible in breaking the chain of transmission of Covid-19. The research objective was to determine the relationship between health promotion through social media and physical distancing policies on behavioral prevention of Covid-19 in urban communities. The research method was quantitative with cross-sectional research design. The population in this research was all urban people who live in the DKI Jakarta area. The sampling technique was accidental sampling of 100 respondents. The data used were primary data through distributing questionnaires and secondary data derived from Jakarta's Covid-19 monitoring data. Data analysis was performed descriptive and the Pearson product moment correlation test. The results showed the relationship between health promotion through social media (with p-value = 0.001 and r = 0.315) and physical distancing policies (with p-value = 0,000 and r = 0.973) on Covid-19 prevention behavior in urban communities. It is hoped that the government will not hesitate in carrying out policies in reducing the spread of Covid-19 and promoting coordination with various related parties. Keywords: Covid-19; physical distancing policies; health promotion; social media ABSTRAK Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh coronavirus dimana virus tersebut menyerang saluran pernafasan dan dapat menginfeksi manusia dan hewan. Oleh sebab itu, tindakan pencegahan terhadap memutus rantai penularan penyakit menular tersebut wajib dilakukan secepat mungkin dalam memutus mata rantai penularan Covid-19. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara promosi kesehatan melalui media social dan kebijakan physical distancing terhadap perilaku pencegahan perilaku Covid-19 pada masyarakat perkotaan. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh masyarakat perkotaan yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling sebanyak 100 responden. Data yang digunakan data primer melalui penyebaran kuesioner dan data sekunder yang berasal dari data pemantauan Covid-19 DKI Jakarta. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan uji korelasi pearson product moment. Hasil penelitian menujukkan hubungan promosi kesehatan melalui media sosial (dengan p-value=0,001 dan r=0,315) dan kebijakan physical distancing (dengan p-value=0,000 dan r=0,973) terhadap perilaku pencegahan Covid-19 pada masyarakat perkotaan. Diharapkan pemerintah tidak ragu dalam menjalankan kebijakan dalam menekan penyebaran Covid-19 serta mengedepankan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Kata kunci: Covid-19; kebijakan physical distancing; promosi kesehatan; media sosial

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue