cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 500 Documents
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Ditinjau Dari Indikator Peresepan Menurut World Health Organization (WHO) di Puskesmas Parsoburan Kota Pematangsiantar Pada Tahun 2017 Shofian Syarifuddin
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik7ibu09

Abstract

World Health Organization (WHO) memperkirakan terdapat sekitar 50% dari seluruh penggunaan obat tidak tepat dalam peresepan, penyiapan, dan penjualannya. Pada tahun 1993, peresepan di Indonesia masih dikategorikan tidak rasional. Hal tersebut dilihat dari banyaknya polifarmasi, penggunaan antibiotik yang berlebihan, serta injeksi yang tidak tepat dan berlebihan. Penelitian ini ditujukan untuk mengevaluasi kerasionalan penggunaan obat menggunakan indikator peresepan di Puskesmas Parsoburan Kota Pematangsiantar tahun 2017. Metode yang digunakan adalah penelitian analisis deskriptif yang menggunakan metode retrospektif potong lintang. Hasil penelitian dibandingkan dengan target kerasionalan dari Kementrian Kesehatan RI dan saran dari WHO tahun 1993. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penilaian indikator peresepan di Puskesmas Parsoburan Kota Pematangsiantar rata-rata jumlah obat tiap pasien 3,8; persentase peresepan obat generik 99 %; persentase peresepan antibiotik 46,22%; persentase peresepan injeksi 0,09%; dan persentase peresepan obat DOEN 91,61%. Berdasarkan target Kemenkes RI dan saran dari WHO, penggunaan obat di Puskesmas Parsoburan Kota Pematangsiantar pada tahun 2017 belum rasional kecuali pada parameter persentase peresepan injeksi. Pada parameter peresepan antibiotik dan injeksi, Kemenkes RI tidak mempunyai target secara umum tetapi terbatas pada penyakit tertentu yaitu ISPA non pneumonia, diare non spesifik, dan myalgia untuk injeksi. Oleh sebab itu, peneliti tidak dapat membandingkan kerasionalan hasil penelitian terhadap target Kemenkes RI. Kedua parameter tersebut dibandingkan dengan saran yang diajukan WHO yaitu 22,7% untuk peresepan antibiotik dan 17,2% untuk peresepan injeksi (World Health Organization, 1993). Pada sampel ditemukan jumlah minimal obat/resep adalah 1 obat/resep sedangkan jumlah maksimalnya adalah 7 obat/resep. Di Puskesmas Parsoburan Kota Pematangsiantar terdapat 4 resep yang terdiri dari 7 obat yang detail diagnosis dari masing-masing resep. Kata kunci: penggunaan obat rasional; indikator peresepan; puskesmas
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG Arthritis Gout TERHADAP PENGETAHUAN PENDERITA DI DESA WAKASIHU KECAMATAN LEIHITU BARAT KABUPATEN MALUKU TENGAH Wiwi Rumaolat
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11201

Abstract

Pain due to gout arthritis can cause immobility, social and psychosocial disorders in the elderly. This study aims to analyze the effect of health education on gout arthritis on the knowledge of patients in Wakasihu Village, West Leihitu District, Central Maluku Regency. This study applied a one group pretest-posttest design without a control group. The intervention given was health education for people with gout arthritis. Before the provision of health education, most of the sufferers had a low level of knowledge (73.3%), while after the provision of health education, most of the patients had a good level of knowledge (76.7%). The Wilcoxon test results show p-value = 0.000, so it was interpreted that there is a difference in the level of knowledge between before and after the provision of health education. Furthermore, it was concluded that health education had an effect on the knowledge of gout arthritis sufferers in Wakasihu Village, West Leihitu District, Central Maluku Regency. Keywords: gout arthritis; health education; knowledge ABSTRAK Nyeri akibat gout arthritis dapat menyebabkan immobilitas, gangguan sosial, dan psikososial pada lansia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan tentang gout arthritis terhadap pengetahuan penderita di Desa Wakasihu Kecamatan Leihitu Barat Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini menerapkan one group pretest-posttest design tanpa kelompok kontrol. Intervensi yang diberikan adalah pendidikan kesehatan kepada penderita gout arthritis. Sebelum pemberian pendidikan kesehatan, sebagian besar penderita memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori kurang (73,3%), sedangkan sesudah pemberian pendidikan kesehatan, sebagian besar penderita memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik (76,7%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value = 0,000, sehingga diinterpretasikan bahwa ada perbedaan tingkat pengetahuan antara sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan. Selanjutnya disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap pengetahuan penderita gout arthritis di DesaWakasihu Kecamatan Leihitu Barat Kabupaten Maluku Tengah. Kata kunci: gout arthritis; pendidikan kesehatan; pengetahuan
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Karies Gigi pada Anak Eny Pemilu Kusparlina
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10310

Abstract

Dental caries is a dental health problems that tend to be interpreted as cavities, where as teeth with white spots or brown can be said to have caries. Dental caries affects many children because the children do not understand the importance of maintaining healthy teeth. The purpose of this study was to identify factors associated with the incidence of dental caries in children in kindergarten Al Hidayah I Manisrejo village. This type of research is descriptive and correlation with cross-sectional design approach. The population is a kindergarten student and the student's mother Al Hidayah I Manisrejo A group numbering 37 pairs of mothers and children. Sampling technique using total sampling as many as 37 pairs. Using descriptive analysis and bivariate frequency distributions using chi square. The results showed that students with family socio economic level quite as many as 15 respondents (42.9%), mother's education level students with basic education by 30 respondents (85.7%), students with high levels of cariogenic food consumption by 28 respondents (80 %), students with poor brushing habits by 30 respondents (85.7%), and students who suffer from dental caries by 30 respondents (85.7%). There is a significant relationship between socio-economic level of families with children the incidence of dental caries (X2 11 181, p 0.004), a significant correlation between the level of maternal education with incidence of dental caries children (X2 20 572, p 0.001), a significant correlation between the level of consumption cariogenic diet with the incidence of dental caries (X2 23 333, p 0.001), and there is a relationship between tooth brushing habits with incidence of dental caries (X2 35.000, p 0.001). Keywords: caries; socio economic; education; cariogenic foods; brushing habits ABSTRAK Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi yang cenderung diinterpretasikan sebagai gigi berlubang, padahal gigi dengan bercak putih atau coklat pun bisa disebut menderita karies. Karies gigi banyak diderita oleh anak -anak dikarenakan anak -anak belum memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor -faktor yang berhubungan dengan kejadian karies gigi pada anak di TK Al Hidayah I Manisrejo. Jenis penelitian adalah observasional dengan desain pendekatan Cross Sectional. Populasinya adalah siswa dan ibu siswa TK Al Hidayah I Manisrejo kelompok A berjumlah 37 pasang ibu dan anak. Teknik sampling menggunakan total sampling yaitu sebanyak 37 pasang. Analisis deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat sosial ekonomi keluarga cukup sebanyak 15 responden (42,9%), siswa dengan tingkat pendidikan ibu pendidikan dasar sebanyak 30 responden (85,7%), siswa dengan tingkat konsumsi makanan kariogenik tinggi sebanyak 28 responden (80%), siswa dengan kebiasaan menyikat gigi buruk sebanyak 30 responden (85,7%), dan siswa yang menderita karies gigi sebanyak 30 responden (85,7%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat sosial ekonomi keluarga dengan kejadian karies gigi anak (X2 11.181, p 0,004), terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan kejadian karies gigi anak (X2 20.572, p 0,001), terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi (X2 23.333, p 0,001) dan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan menyikat gigi dengan kejadian karies gigi (X2 35.000, p 0,001). Kata kunci: karies; sosial ekonomi; pendidikan; makanan kariogenik; menyikat gigi
Sistem Notifikasi melalui SMS Gateway untuk Meningkatkan Kepatuhan Konsultasi Berobat pada Pasien Tuberculosis (TB) di Kota Padang: Systematic Review Berly Nisa Srimayarti; Deni Maisa Putra; Hendra Nusa Putra
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 4 (2020): November 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik41013

Abstract

Tuberculosis (TB) is a global problem, which until now no country has managed to be free from it. Even now, a new problem has emerged, namely the existence of Multi Drug Resistance (MDR TB). WHO reports that there are 480,000 new cases due to MDR TB. This study used a systematic review method with reference to the PRISMA 2009 protocol, where searches were conducted on 3 electronic databases, namely PubMed, SpingerLink, and ProQuest. Articles selected in accordance with predetermined inclusion criteria, including presented in English, documents arranged according to criteria (articles, original studies, report results, theses, theses, dissertations), articles can be downloaded in full or free of charge, Published 5 In the last year, the scope of publication or article category is the public health, health informatics, medicine, and other science sections. After systematic filtering, the final results of the 4 reviewed articles were obtained. The review results in 2 articles that benefited from using an SMS gateway, while 2 did not. These results need to be carried out further research and trials in each region. This tool is an innovation to reduce the risk of loss to follow-up in TB patients and support the implementation of the Ministry of Health's TOSS TB (Find TB, Treat Until Heal) program to carry out treatment until it recovers through treatment according to the consultation schedule that has been notified. Keywords: tuberculosis; SMS gateway; treatment compliance ABSTRAK Tuberculosis (TB) adalah masalah global, hingga saat ini belum ada negara berhasil bebas dari masalah tersebut. Bahkan sekarang sudah muncul masalah baru yaitu adanya Multi Drug Resistence (MDR TB). Laporan WHO menyatakan bahwa ada 480.000 kasus baru karena MDR TB tersebut. Penelitian ini menggunakan metode systematic review dengan mengacu pada protokol PRISMA 2009, dimana pencarian dilakukan pada 3 database elektronik yaitu PubMed, SpingerLink, dan ProQuest. Artikel yang terpilih sesuai dengan kriteria inklusi yang sudah ditetapkan, diantaranya artikel yang disajikan dalam bahasa inggris, dokumen yang dianggap sesuai kriteria (artikel, studi asli, hasil laporan, tesis, skripsi, disertasi), artikel bisa di download secara lengkap atau tidak berbayar, diterbitkan 5 tahun terakhir, ruang lingkup penerbitan atau kategori artikel yaitu bagian kesehatan masyarakat, informatika kesehatan, kedokteran, dan bagian ilmu lainnya. Setelah dilakukan filter secara sistematis maka didapatkan hasil akhir 4 artikel yang direview. Hasil review di dapatkan 2 artikel yang mendapatkan manfaat dari penggunaan SMS gateway, sedangkan 2 lagi tidak. Hasil ini perlu di lakukan penelitian lanjut dan uji coba di masing-masing daerah. Tools ini menjadi inovasi untuk mengurangi risiko loss to follow up pada pasien TB dan menjadi dukungan pelaksanaan program Kementerian Kesehatan TOSS TB (Temukan TB, Obati Sampai Sembuh) untuk melakukan pengobatan sampai sembuh melalui pengobatan sesuai jadwal konsultasitasi yang sudah diberitahukan. Kata kunci: tuberkulosis; SMS gateway; kepatuhan berobat
Gambaran Minat Ibu tentang Kunjungan ke Posyandu di Dusun Mamokeng Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2018 Maryam Lihi; Sal Sumedi Purwati; Megawati Kaimudin
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik8hkn18

Abstract

Puskesmas merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dilakukan dari dan bersama masyarakat, memberdayakan dan memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi, dan balita. Berdasarkan data pendahuluan yang diperoleh dari Puskesmas Tulehu, jumlah ibu yang mengunjungi balita ke puskesmas pada tahun 2017 sebanyak 702 ibu dengan 392 bayi dan bayi laki-laki sebanyak 310 orang dan perempuan sebanyak 310 orang, dan data pada tahun 2018 mengalami penurunan. untuk 449 ibu balita dengan jumlah bayi dan balita laki-laki 216 orang dan perempuan 233 orang, dan data tahun 2018 turun menjadi 154 ibu balita. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui gambaran minat ibu berobat ke puskesmas di Dusun Mamokeng Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2018. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Crossectional Study. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat ibu untuk berkunjung ke puskesmas diketahui bahwa mayoritas responden yang berkunjung ke puskesmas rendah yaitu sebanyak 59 orang (53,2%), sedangkan yang tertinggi sebanyak 52 orang (46,8%), dan Sedangkan hasil penelitian tentang pengetahuan ibu berkunjung ke puskesmas diketahui bahwa mayoritas responden yang berpengetahuan baik berjumlah 77 orang (69,4%) sedangkan pengetahuan kurang sebanyak 12 orang (10,8%). Kata kunci: minat; kunjungan posyandu
Perilaku Seks Pranikah Pada Remaja Di SMA Negeri 1 Leihitu Barat Mamuly, Wilma Fransiska; Picaulima, Esmeralda; Sapulette, Christy
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 4 (2020): November 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10402

Abstract

Health problems related to sexy problems among teenagers are actually a global problem, because almost all countries show differences. SMA Negeri 1 Leihitu Barat is one of the high schools in Hattu State located in Central Maluku Regency, with approximately 180 students and 35 teachers. According to the results of an interview with one of the teachers at Leihitu Barat 1 High School, juvenile delinquency is still common, one of which is premarital sex carried out by some students in the high school, and for students who are free to provide assistance in accordance with what is available in accordance with the rules in force at the school, one of the factors that caused this to happen was due to the low knowledge of students about premarital sex. The purpose of this study was to study the description of behavior of Leihitu Barat 1 High School students on premarital sex in adolescents. The research design used was a qualitative research design with a phenomenological study. Determination of informants in this study was carried out using the purposive sampling method. The research instrument was the researchers themselves who were equipped with research aids, such as mobile phones to discuss the results of interviews, interview guides, field notes and cameras to improve the research process. Processing and presentation of data is done by content analysis. The results of the study indicate the fact of knowledge about premarital sex, this is due to a lack of information and information sources that cannot be accounted for, informants' attitudes show a positive attitude in terms of responding to matters regarding premarital sex, actions of informants part of premarital sex, although all informants not yet reached intercourse. Keywords: knowledge; attitude; action; premarital sex ABSTRAK Masalah kesehatan reproduksi dan masalah hubungan seksual di kalangan remaja sebenamya merupakan masalah global, karena hampir di seluruh negara di dunia menunjukan kecenderungan serupa. SMA Negeri 1 Leihitu Barat merupakan salah satu SMA di Negeri Hatu yang berada di Kabupaten Maluku Tengah, dengan jumlah siswa kurang lebih 180 siswa dan jumlah guru 35 orang. Menurut hasil wawancara dengan salah seorang guru di SMA Negeri 1 Leihitu Barat, kenakalan remaja masih sering terjadi, salah satunya juga adalah seks pranikah yg dilakukan oleh beberapa siswa-siswi di SMA tersebut, dan kepada siswa- siswi yang melanngar aturan diberikan sanksi yang sesuai dengan aturan yang berlaku disekolah tersebut, salah satu faktor yang menyebabkan hal ini terjadi adalah karena rendahnya pengetahuan siswa tentang seks pranikah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku siswa SMA Negeri 1 Leihitu Barat terhadap seks pranikah pada remaja. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penellitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penentuan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri yang dilengkapi dengan alat bantu penelitian, seperti handphone untuk merekam hasil wawancara, pedoman wawancara, catatan lapangan serta kamera untuk mendokumentasikan proses penelitian. Pengolaan dan penyajian data dilakukan dengan analisis isi (content analysis). Hasil Penelitian menunjukan bahwa kurangnya pengetahuan informan tentang seks pranikah, hal ini disebabkan karena kurangnya informasi dan sumber informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, sikap informan menunjukan sikap yang positif dalam hal merspons berbagai hal tentang seks pranikah, tindakan informan sebagian besar informan sudah melakukan tindakan yang merupakan bagian dri seks pranikah, walaupun semua informan belum sampai pada hubungan badan. Kata kunci: pengetahuan; sikap; tindakan; seks pranikah
Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Penderita Cervical Root Syndrome Akibat Spondylosis di Rumah Sakit Adam Malik Medan Tahun 2018 I Ngurah Gede
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik8hkn11

Abstract

Cervical Root Syndrome mengacu pada serangkaian gangguan yang disebabkan oleh perubahan yang disebabkan oleh perubahan di tulang cervical dan jaringan lunak di sekitarnya, dengan rasa nyeri pada umumnya Prevalensi puncak pada usia pertengahan, dan wanita lebih sering terkena daripada pria. Faktor resiko meliputi pekerjaan berulang-ulang, fleksi cervical dalam waktu yang lama, tingginya pskologis karena tekanan pekerjaan, merokok, dan cedera leher atau bahu sebelumnya. Nyeri cervical dapat disebabkan oleh beberapa factor seperti trauma, proses inflamasi, dan gangguan proses degenerasi. Di setiap tahun sekitar 16 tiap waktu,10% sampai 20% populasi dilaporkan mempunyai masalah nyeri leher, dengan 54% individu mengalami nyeri leher dalam waktu 6 bulan terakhir. Prevalensi nyeri leher meningkat oleh karena usia dan umumnya terjadi pada wanita berusia sekitar 50 tahun. Fisioterapi dapat berperan untuk mengurangi keluhan pada penderita dengan menggunakan modalitas, SWD, Ultrasound, dan Manual traksi. Dengan begitu rasa nyeri pada leher dapat berkurang karena setelah kita ketahui bahwa sebelum sampai ke otak impuls telah disentralisir oleh arus ini. Sehingga setiap kali diadakan terapi dengan SWD ini maka rasa nyeri yang diakibatkan cervical root syndrome akibat spondilosis dapat berkurang dan dapat juga merileksasikan otot, dan menggunakan manual traksi untuk meningkatkan aktifitas fungsional (ADL). Kata kunci: SWD; ultrasound; manual traksi
Hubungan Kelengkapan Pengisian Lembar Informed Consent Pasien Bedah dengan Mutu Pelayanan Rawat Inap Romaden Marbun; Nanta Sigit; Vincensia Dea
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11212

Abstract

Informed consent is a tool to determine the patient's own fate in medical action. The completeness of informed consent sheet can be used for various purposes. These purposes include as evidence in legal cases, research and education materials and can be used as a tool for analysis and evaluation of the quality of services provided by hospitals. This research aims to find out the relationship between the completeness of informed consent with the quality of inpatient services at Panti Nirmala Hospital Malang. The research design used in this study was analytical observational research with correlation studies. The sample size of this study was 52. Sampling was done using probability sampling technique which was simple random sampling. Data were analyzed using the Chi Square test. In this study, it was obtained that the quality of medical records (inpatient services) was not good to have incomplete informed consent as many as 6 people (11.5%) and the quality of medical records (inpatient services) was not good to have complete informed consent as many as 0 people (0.0%). Then it was also obtained that the quality of medical records (inpatient services) both had incomplete informed consent completeness as many as 16 people (30.8%) and the quality of medical records (inpatient services) both had complete informed consent completeness as many as 30 people (57.7%). Based on the results of statistical tests, p-value was 0.009 (
Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Low Back Pain (LBP) Akibat Hernia Nucleus Pulposus (HNP) Di Klinik Fisioterapi Karya Suci Pematangsiantar Tahun 2017 Simson Sinuhaji
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 4 (2020): November 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10409

Abstract

Hernia Nucleus Pulposus (HNP) is the release of the contents of the nucleus from the intervetebral disc so that the nucleus protrudes into the annular ring and provides nerve compression manifestations of muscle strength. Physiotherapy modalities that can be used to treat physiotherapy problems in the case of Hernia Nucleus Pulposus include Short Wave Diathermy (SWD) and McKenzie's exercise therapy to reduce pain, increase the scope of joint motion to increase muscle strength. To determine the implementation of physiotherapy in reducing pain, increasing the scope of joint motion, and increasing muscle strength in the case of Hernia Nucleus Pulposus (HNP) and McKenzie exercise therapy. After doing therapy for six times the result is a decrease in pain at rest T1: 6.3 to T6: 0, tenderness T1: 6.3 to T6: 1.3 motion pain T1: 6.3 to T6: 1.3. There is an increase in the range of joint motion from lumbar flexion T1: 3 cm to T6: 0 cm lumbar extension from T1: 3 cm to T6: 0 cm. Short Wave Diathermy (SWD) and McKenazie Exercise therapy exercises can reduce pain, increase the speed of motion and can increase muscle strength in the condition of Hernia Nucleus Pulposus (HNP). Keywords: low back pain (LBP); hernia nucleus pulposus (HNP); short wave diathermy (SWD); McKenzie exercise training therapy ABSTRAK Hernia Nucleus Pulposus (HNP) merupakan terjadinya pengeluaran isi nucleus dari dalam discus intervetebralis sehingga nucleus menonjol ke dalam cincin annulus dan memberikan manifestasi kompresi saraf kekuatan otot. Tujuan penelitian adalah melaksanakan modalitas fisioterapi yang dapat digunakan untuk menanngani problematika fisioterapi pada kasus Hernia Nucleus Pulposus diantaranya adalah Short Wave Diathermy (SWD) dan terapi latihan McKenzie untuk mengurangi nyeri, menambah lingkup gerak sendi meningkatkan kekuatan otot. Untuk mengetahui pelaksanaaan fisioterapi dalam mengurangi nyeri,meningkatkan lingkup gerak sendi, dan meningkatkan kekuatan otot pada kasus Hernia Nucleus Pulposus (HNP) dan terapi latihan McKenzie. Setelah dilakukan terapi selama enam kali didapat hasil adanya penurunan nyeri pada diam T1 : 6,3 menjadi T6 : 0, nyeri tekan T1 : 6,3 menjadi T6 : 1,3 nyeri gerak T1 :6,3 menjadi T6 : 1,3. Terdapat piningkatan lingkup gerak sendi dari gerak fleksi lumbal T1 : 3 cm menjadi T6: 0 cm ekstensi lumbal dari T1: 3 cm menjadi T6 : 0 cm. Short Wave Diathermy (SWD) dan terapi latihan McKenazie Exercise dapat mengurangi nyeri, menambah linggkup gerak dan dapat meningkatkan kekuatan otot pada kondisi Hernia Nucleus Pulposus (HNP). Kata kunci: low back pain (LBP); hernia nucleus pulposus (HNP); short wave diathermy (SWD); terapi latihan McKenzie Exercise
Angka Morbiditas Provinsi Jawa Tengah dari Sudut Pandang Kemiskinan dan Pengangguran Tahun 2018 Ahmad Samsudin; Ulul Azmi Afrizal Rizqi
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11113

Abstract

Degree of population health in an area can be illustrated by morbidity rate. Java Island is one area that has good health quality. The population of Java Island has the best degree of health compared to other regions. During the last two years there are still a number of provinces in Java whose morbidity is quite high or even higher than the national figures, including Central Java Province. The goal of this study is to analyze the morbidity rate and explore the factors that influence the morbidity in 35 district/city in Central Java 2018. Descriptive analysis was used with thematic maps and Inferential analysis using spatial autocorrelation analysis. Spatial autocorrelation was measured through the Lagrange Multiplier test. Based on spatial dependency test, seen that no spatial autocorrelation occurs, therefore Ordinary Least Squares model was used. With OLS model, found that the poverty level predictor variable and the open unemployment rate significantly affect morbidity rate at alpha 5 percent. Poverty and Open unemployment rate have a significant effect on morbidity rate in Central Java in 2018 without including spatial effects. Keywords: autocorrelation; morbidity; poverty; unemployment ABSTRAK Derajat kesehatan penduduk di suatu wilayah dapat digambarkan dengan angka morbiditas. Pulau Jawa merupakan salah satu daerah yang memiliki kualitas kesehatan yang baik. Penduduk Pulau Jawa memiliki derajat kesehatan yang paling baik dibandingkan daerah lain. Dalam dua tahun terakhir masih terdapat beberapa provinsi di Jawa yang angka morbiditasnya cukup tinggi atau bahkan lebih tinggi dari angka nasional, salah satunya Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis angka morbiditas dan menggali faktor-faktor yang mempengaruhi morbiditas di 35 kabupaten / kota di Jawa Tengah tahun 2018. Analisis deskriptif digunakan dengan peta tematik dan analisis inferensial menggunakan analisis autokorelasi spasial. Autokorelasi spasial diukur melalui uji Lagrange Multiplier. Berdasarkan uji ketergantungan spasial, terlihat tidak terjadi autokorelasi spasial, oleh karena itu digunakan model Ordinary Least Squares. Dengan model OLS ditemukan bahwa variabel prediktor tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka berpengaruh signifikan terhadap angka morbiditas pada alpha 5 persen. Tingkat kemiskinan dan pengangguran terbuka berpengaruh signifikan terhadap angka morbiditas di Jawa Tengah tahun 2018 tanpa menyertakan efek spasial. Kata kunci: autokorelasi; kemiskinan; morbiditas; pengangguran

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue