cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 500 Documents
Gambaran Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang Pemberian Makanan Pendamping ASI Pada Bayi 0-6 Bulan di Kelurahan Bantan Kota Pematang Siantar 2017 Debora Septeria
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik7ibu03

Abstract

Riset terbaru WHO pada tahun 2005 yang dikutip oleh (Siswono, 2006) menyebutkan bahwa 42% penyebab kematian balita di dunia adalah penyakit pneumonia sebanyak 58% terkait dengan malnutrisi, malnutrisi sering kali terkait dengan kurangnya asupan ASI (gizi online, 2007). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tentang bagaimana pengetahuan Ibu menyusui tentang pemberian MP-ASI pada bayi usia 6 – 24 bulan di Kelurahan Bantan Kota Pematang Siantar. Jenis penelitian yang digunakan dalam karya tulis ini adalah jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang mempunyai balita berusia 6-24 bulan yang berjumlah 106 ibu. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan MP-ASI dan variabel dependen adalah ibu yang mempunyai bayi usia 6-24 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran pengetahuan ibu yang mempunyai bayi 6 – 24 bulan tentang pemberian makananan pendamping ASI di Kelurahan Bantan Kota Pematang Siantar, mayoritas responden berpengetahuan kurang (65,38%). Kesimpulan penelitian yaitu pengetahuan ibu yang menyusui tentang pemberian makanan pendamping ASI bagi bayi yang terbanyak adalah dalam kategori kurang yaitu 17 orang (65,38%),Kategori cukup 4 orang (15,38%), Kategori baik 3 orang (11,5%), dan kategori tidak baik 2 orang (7,66%). Kata kunci: pengetahuan; MP-ASI; balita
Hubungan Peran Ibu dengan Konsep Diri Anak Usia 3-5 Tahun Eny Pemilu Kusparlina
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10207

Abstract

Self concept is overall perception a person has about himself. The self concept refers to the connection of attitudes and beliefs we hold about ourselves. Achievement of roles mother is a child who has a self concept relatively stable gained through socialization a lifetime that determines how mother explains and feels the events as well his perception of the child's response. The purpose of this study was to knowed the relationship of mother role with self-concept of children aged 3-5 years. The type of this research was descriptive correlation with cross sectional approach. The research was done in KB/TK Al Hidayah I Manisrejo. The population of this study was all mothers who have children 3-5 year in KB/TK Al Hidayah I Manisrejo District Taman Madiun City with the number of 30 children so that the whole was used as research sample with population research technique. The data collection tool was questionnaires and documentation. Data were analyzed using Kendall Tau test. The results showed that the role of mothers positively related to the self-concept of children in KB/TK Al Hidayah I Manisrejo this is evident from the correlation value of 0.644 with a significance of 0.000
Efektifitas Tembaga (Cu) Sebagai Desinfektan Alternatif Terhadap Kematian Bakteri Escherichia Coli Dalam Air Bersih Vincentius Supriyono; Sunaryo Sunaryo; Siti Surasri
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10307

Abstract

Descreased of clean water for rural communities in developing countries remains a major concern both nationally and locally. Contaminated of Clean water cause water-borne diseases such as diarrhea, which often leads to death, and primarily threaten of children who are most vulnerable. Therefore, it is necessary to intensify research efforts on water purification techniques of distribution line, it is necessary to do research, which in the case of research on the effects of Copper (Cu) to death of Escherichia coli (E. coli) bacteria as indicators of water contamination. This study aimed to determine the effect of Copper (Cu) to death E. coli. Measurements were made to kill power to E. coli based on variations in weight of each 4 gram, 5 gram, 6 gram and 7 gram by comparing death of E. coli before and after treatment. This type of research used in this study was a pre-experimental, design with Non-Equivalent Control Group Design, to analyze the variation effect levels of Copper (Cu) as an alternative disinfectant against to death of E. coli bacteria in clean water. Results of the study can be expressed as follows: for the weight variation of 4 gram, showed the death rate of 1.4 E. coli bacteria or 97.90% effectiveness. Variations weight 5 grams, death rate of 1,23 or 86,01% effectiveness. 6 gram and 7 gram death rate of 1.43 or 100% effectiveness. Based on statistical test with Anova, figures obtained p-value of 0.00 α (0.01) means that there was not differences in the effect. The variation between 4 grams to 6 grams p-value = 0.003 < α (0.01) also there was differences in the effect. The variation of 4 gram to 7 grams obtained figures p-value = 0.003 α (0.01); 5 gram to 7 grams obtained figures p-value = 0.018 > α (0.01), 6 gram to 7 grams figures p-value = 0.018 > α (0.01), there was not differences in the effect. Both descriptive and statistical test the were influence of Copper (Cu) in killing E. coli bacteria in clean water, necessitating further research in order to gain the power to kill the most effective, with a weight gain of Copper (Cu) affixed in clean water, but the levels remain below required quality standard of WHO are 2 ppm. Keywords: alternative disinfectant; clean water; death of escherichia coli bacteria ABSTRAK Penurunan air bersih bagi masyarakat pedesaan di negara berkembang tetap menjadi perhatian utama baik secara nasional maupun lokal. Air bersih yang tercemar menyebabkan berbagai penyakit yang ditularkan melalui air seperti diare yang seringkali mengakibatkan kematian, dan terutama mengancam anak-anak yang paling rentan. Oleh karena itu, perlu dilakukan intensifikasi upaya penelitian teknik penjernihan air jalur distribusi, maka perlu dilakukan penelitian, yaitu dalam hal penelitian tentang pengaruh Tembaga (Cu) terhadap kematian bakteri Escherichia coli (E. coli) sebagai penyebab kematian sebagai indikator pencemaran air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tembaga (Cu) terhadap kematian E. coli. Pengukuran daya mati terhadap E. coli dilakukan berdasarkan variasi berat masing-masing 4 gram, 5 gram, 6 gram dan 7 gram dengan membandingkan kematian E. coli sebelum dan sesudah perlakuan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra eksperimental, dengan desain Non-Equivalent Control Group Design, untuk menganalisis variation effect levels tembaga (Cu) sebagai disinfektan alternatif terhadap kematian bakteri E. coli di air bersih. Hasil penelitian dapat dinyatakan sebagai berikut: untuk variasi bobot 4 gram, menunjukkan tingkat kematian 1,4 bakteri E. coli atau efektivitas 97,90% Variasi bobot 5 gram, tingkat kematian 1,23 atau efektivitas 86,01%, kematian 6 gram dan kematian 7 gram tingkat efektivitas 1,43 atau 100% Berdasarkan uji statistik dengan Analisis Varian diperoleh angka p-value = 0,00 α(0,01) artinya tidak terdapat perbedaan pengaruh. Variasi antara 4 gram sampai dengan 6 gram p-value = 0,003 α (0,01), 6 gram hingga 7 gram angka p-value = 0,018> α (0,01), tidak terdapat perbedaan pengaruh. Baik uji deskriptif maupun statistik pengaruh tembaga (Cu) dalam membunuh bakteri E. coli di air bersih, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut agar mendapatkan daya bunuh yang paling efektif, dengan penambahan berat tembaga (Cu) yang ditempelkan bersih. air, tetapi kadarnya tetap di bawah baku mutu yang dipersyaratkan WHO yaitu 2 ppm. Kata kunci: desinfektan alternatif; air bersih; bakteri Escherichia coli
Diabetes Mellitus dengan Status Gizi (Underweight) dalam Meningkatkan Resiko Kasus Tuberkulosis : Studi Kasus Kontrol di Puskesmas Mulyorejo Romaden Marbun; Wisoedhanie Widi; Vincensia Dea
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11107

Abstract

The incidence and prevalence of tuberculosis (TB) and Diabetes Mellitus (DM) now is increasing rapidly in the world. The International Diabetes Federation reports that people with Diabetes Mellitus have a higher risk of developing tuberculosis. There are several risk factors that are thought to increase the incidence of tuberculosis, one of which is Diabetes Mellitus (DM). This study aims to determine the relations between DM and the incidence of TB at Puskesmas Mulyorejo Malang. The research design was case control. The sample consisted of 114 respondents covering 57 for the control group and 57 for the case group. Data analysis using logistic regression. In the tuberculosis group, the percentage of respondents with DM was 64.9%, while in the group who did not suffer from tuberculosis, the percentage of respondents with DM was 24.6%. In this study, DM interacted with nutritional status (underweight). Means, at the same smoking habit, the relationship between DM and TB incidence is different according to the nutritional status of the respondent. For the underweight respondents, DM has a 20.0 times higher chance of developing TB than respondents who do not have diabetes. For the future, the researchers who will conduct similar research can discusse more and also improve this research with broader research variables in form of correlation. Diabetes mellitus is a disease that can cause a decrease in the cellular immune system. Keywords: diabetes mellitus; tuberculosis ABSTRAK Insidensi dan prevalensi penyakit tuberkulosis (TB) dan Diabetes Mellitus (DM) meningkat cepat di dunia. International Diabetes Federation melaporkan penderita Diabetes Mellitus berisiko lebih tinggi untuk berkembang menjadi tuberkulosis. Terdapat beberapa faktor resiko yang diduga dapat meningkatkan kejadian Tuberkulosis, salah satunya adalah Diabetes Mellitus (DM) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara DM dengan kejadian TB di Puskesmas Mulyorejo Malang. Desain penelitian adalah case control. Sampel berjumlah 114 responden yang meliputi 57 untuk kelompok kontrol dan 57 untuk kelompok kasus. Analisis Data menggunakan regresi logistik. Pada kelompok tuberkulsosis, presentase responden dengan DM sebesar 64,9%, sedangkan pada kelompok yang tidak menderita tuberkulosis, persentase responden dengan DM sebesar 24,6%. Pada penelitian ini, DM berinteraksi dengan status gizi (underweight). Artinya, pada kebiasaan merokok yang sama, hubungan DM dengan kejadian TB berbeda menurut status gizi responden. Pada responden yang underweight, DM memiliki peluang 20,0 kali lebih tinggi untuk terjadi TB dibandingkan responden yang tidak DM. Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit yang dapat menyebabkan penurunan sistem imunitas selular. Kata kunci: diabetes melitus; tuberkulosis
GAMBARAN PENGETAHUAN PENYELAM PERSONIL ANGKATAN LAUT DENGAN PELAKSANAAN SOP DI LANTAMAL AMBON Ira Sandi Tunny
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10303

Abstract

Efforts to optimize the management of marine resources, are needed human resources skilled in the field of marine, especially diving activities. Along with technological advances, humans try to create diving equipment in the form of breathing aids, wetsuits and other tools that support when doing dives to reduce the risk of diarrhea. The dives that are often experienced by divers need serious attention. This study aims to find out the knowledge picture of naval personnel divers with the implementation of SOP in Ambon Lantamal in 2018. This research is a descriptive study with observational analytic methods. The sample of this study was determined by using a total sampling method which amounted to 20 people. The instrument used is a questionnaire. The results in this study found that 60% who had a sufficient level of knowledge while 40% had a good level of knowledge in the implementation of diving SOP in Ambon Lantamal. From these results it can be concluded that the knowledge of LANTAMAL Ambon naval personnel with the application of the Standard Operational Procedure (SOP) category is sufficient. Keywords: divers; SOP; knowledge ABSTRAK Upaya mengoptimalkan pengelolaan sumberdaya laut, sangat dibutuhkan sumber daya manusia yang terampil dalam bidang kelautan khususnya kegiatan penyelaman. Seiring dengan kemajuan teknologi, manusia berusaha menciptakan alat selam berupa alat bantu pernapasan, pakaian selam serta alat lainnya yang mendukung pada saat melakukan penyelaman untuk mengurangi resiko timbulnya penyakit akibat penyelaman. Penyakit penyelaman yang sering dialami oleh para penyelam membutuhkan perhatian yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai gambaran pengetahuan penyelam personil angkatan laut dengan pelaksanaan SOP di Lantamal Ambon Tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode observasional analitik. Sampel penelitian ini ditentukan dengan menggunakan metode total sampling yang berjumlah 20 orang. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Hasil dalam penelitian ini diperoleh bahwa 60% yang memiliki tingkat pengetahuan cukup sedangkan 40% memiliki tingkat pengetahuan baik dalam pelaksanaan SOP penyelaman di Lantamal Ambon. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengetahuan personil angkatan laut LANTAMAL Ambon dengan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) kategori cukup. Kata kunci: penyelam; SOP; pengetahuan
Rasionalitas Pola Pemberian Antibiotik Pada Pasien Balita Penyakit Demam Dan Batuk Rawat Jalan Di RSUD Tuan Rondahaim Pematang Raya Kabupaten Simalungun Tahun 2017 Hilda Muliana
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik7ibu14

Abstract

Obat-obat antibiotika ditujukan untuk mencegah dan mengobati penyakit – penyakit infeksi. Namun belakangan ini, para pakar dan dokter menemukan bahwa efektivitas antibiotik tidak seefektif dahulu. Frekuensi pemakaian antibiotik yang tinggi tetapi tidak diimbangi dengan ketentuan yang sesuai atau tidak rasional dapat menimbulkan dampak negatif, salah satunya dapat terjadi resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalisasi pola penggunaan antibiotik pada pasien balita di RSUD Tuan Rondahaim Pematang Raya Kabupaten Simalungun periode Januari-Maret 2017 melalui pengambilan data secara retrospektif dengan cara pengambilan data sekunder. Pengambilan sampel penelitian menggunakan metode random sampling. Populasi sampel penelitian adalah 293 pasien balita. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan antibiotik terbanyak adalah amoxicillin sebesar 38,22%, dosis antibiotik yang memenuhi kategori rasional sebesar 87,82%, dan kategori tidak rasional sebesar 12,60%. Indikasi antibiotik yang menunjukkan kategori rasional sebanyak 96,19%, kategori tidak rasional sebanyak 3,74%, lama penggunaan antibiotik yang memenuhi kategori rasional sebesar 80,16%, kategori tidak rasional sebesar 19,78%. Kata kunci: rasionalitas; balita; demam dan batuk; antibiotika
Gambaran Pengetahuan dan Penatalaksanaan Ibu dalam Menangani Hipertermi pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Haria Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah Nety Taribuka; Arindiah Puspo Windari; Irma Silawane
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11205

Abstract

Hyperthermia is an increase in body temperature exceeding the set point 37oC. When a child has a fever, the mother must provide proper care, so that complications can be prevented. This study aims to describe the knowledge and management of mothers in dealing with hyperthermia in children under five in the working area of the Hila Nursing Health Center, Leihitu District, Central Maluku Regency. This research was descriptive research. The sample size was 44 mothers of children under five who were selected by using the total population sampling technique. Data were collected through filling out a questionnaire, then analyzed descriptively which is presented in the form of frequency and percentage tables. The results showed that most mothers had a medorate level of knowledge (59.1%), while the distribution for good and poor categories was 20.5% respectively. The distribution of hyperthermia management carried out by mothers included giving paracetamol (90.9%), giving compresses (59.1%), giving plain water or breast milk (68.2%), being referred to a health service center (100%), wearing thin clothes (65.9%), and administering traditional medicine (50.0%). Furthermore, it is concluded that the knowledge and management of fever in children under five by mothers is moderate. Keywords: hyperthermia; knowledge; management ABSTRAK Hipertermi merupakan peningkatan suhu tubuh melebihi set point 37oC. Ketika anak menderita demam, ibu harus memberi perawatan dengan tepat, sehingga komplikasi dapat dicegah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan dan penatalaksanaan ibu dalam menangani hipertermi pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Ukuran sampel adakah 44 ibu balita yang dipilih dengan teknik total population sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis secara deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup (59,1%), sementara itu distribusi untuk kategori baik dan kurang masing-masing adalah 20,5%. Distribusi penatalaksanaan hipertermi yang dilakukan oleh ibu antara lain pemberian parasetamol (90,9%), pemberian kompres (59,1%), pemberian air putih atau air susu ibu (68,2%), dirujuk ke pusat pelayanan kesehatan (100%), mengenakan pakaian tipis (65,9%), dan pemberian obat tradisional (50,0%). Selanjutnya disimpulkan bahwa pengetahuan dan penatalaksanaan demam pada balita oleh ibu adalah cukup. Kata kunci: hipertermi; pengetahuan; penatalaksanaan
Pelatihan Peningkatan Kemampuan Ibu Hamil dalam Deteksi Dini Kegawatdaruratan Maternal Neonatal di Puskesmas Jagir, Surabaya Kasiati Kasiati; Sukesi Sukesi; Sherly Jeniawaty
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik11114

Abstract

The health condition of each family member is one of the requirements for a quality family. This study aims to increase the knowledge and commitment of pregnant women about early detection of maternal and neonatal emergencies. The location of the activity was the Jagir Health Center working area, Surabaya with participants consisting of health cadres and pregnant women who were in the Jagir Surabaya Health Center Work Area. This activity was able to increase the knowledge of pregnant women by 80% about the knowledge of early detection of maternal neonatal emergencies; able to increase knowledge of health cadres by 90% about early detection of maternal neonatal emergencies. Cadre mothers were committed to assisting pregnant women until the postpartum period as well as monitoring the growth and development of toddlers. Pregnant women were committed to always consulting health workers, cadres either directly or through online media that have been established. Keywords: community service; health education; pregnant mother; health cadres ABSTRAK Kondisi kesehatan dari tiap anggota keluarga merupakan salah satu syarat dari keluarga yang berkualitas. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan komitmen ibu hamil tentang deteksi dini kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Lokasi kegiatan adalah wilayah kerja Puskesmas Jagir, Surabaya dengan peserta terdiri atas para kader kesehatan dan ibu hamil yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Jagir Surabaya. Kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil sebesar 80% tentang pengetahuan deteksi dini kegawatdaruratan maternal neonatal; mampu meningkatkan pengetahuan kader kesehatan sebesar 90% tentang deteksi dini kegawatdaruratan maternal neonatal. Ibu kader berkomitmen untuk mendampingi ibu hamil sampai dengan masa nifas serta pemantauan tumbuh kembang balita. Ibu hamil berkomitmen untuk selalu berkonsultasi kepada petugas kesehatan, kader baik langsung maupun melalui media online yang sudah dibentuk. Kata kunci: pengabdian kepada masyarakat; pendidikan kesehatan; ibu hamil; kader kesehatan
Faktor Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Kepemilikan Jamban di Dusun Latan Negeri Sepa Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah Maryam Lihi; Gariman Kurniawan; Fani Mandati; Nadria Salong
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik9314

Abstract

The latrine is one of the basic sanitation facilities needed in every household, to support the health of its occupants. The research objective was to determine the factors that influence the low latrine ownership in Latan Hamlet, Negeri Sepa, Amahai District, Central Maluku Regency in 2018. The design of this study was cross-sectional. The results showed that low latrine ownership was related to knowledge (p-value = 0,000), attitude (p-value = 0.011) and income (p-value = 0,000). Thus, knowledge, attitude and income influence the low ownership of latrines. Keywords: latrine; knowledge; attitude; income ABSTRAK Jamban merupakan salah satu fasilitas sanitasi dasar yang dibutuhkan dalam setiap rumah tangga, untuk mendukung kesehatan penghuninya. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya kepemilikan jamban di Dusun Latan, Negeri Sepa, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah tahun 2018. Desain penelitian ini cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kepemilikan jamban berhubungan dengan pengetahuan (p-value = 0,000), sikap (p-value = 0,011) dan pendapatan (p-value = 0,000). Dengan demikian, pengetahuan, sikap dan pendapatan berpengaruh terhadap rendahnya kepemilikan jamban. Kata kunci: jamban; pengetahuan; sikap; pendapatan
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Yang Memiliki Balita Tentang Kekurangan Gizi Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kesatria Kota Pematangsiantar Tahun 2018 Oktaviana Manurung
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik8hkn06

Abstract

Menyusui adalah proses pemberian ASI pada bayi oleh ibu dan merupakan kondisi yang alamiah yang dialami oleh wanita setelah melahirkan. Gizi ibu yang kurang baik, diit yang terlalu ketat pasca bersalin, dan penurunan berat badan yang sangat drastis akan menurunkan produksi ASI dan mempengaruhi pemberian ASI pada bayi. Dampak dari kurangnya konsumsi ASI pada bayi dapat mengakibatkan terjadinya gagal tumbuh (failure to thrive) pada bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu menyusui tentang kebutuhan gizi selama menyusui di Puskesmas ksatria Kota Pematangsiantar berdasarkan umur, pendidikan, pekerjaan, paritas dan sumber informasi. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu menyusui dengan sampel menggunakan accidental sampling. Pengolahan data dilakukan dengan teknik editing, coding, tabulating, scoring. Hasil penelitian diperoleh mayoritas responden berpengetahuan cukup tentang kebutuhan gizi selama menyusui sebanyak 19 responden (51,4%), mayoritas responden berpengetahuan cukup pada umur 20-30 tahun sebanyak 15 responden (40,5%), mayoritas responden berpengetahuan cukup dengan pendidikan terakhir SMA yaitu sebanyak 19 responden (51,4%), mayoritas responden berpengetahuan cukup bekerja sebagai IRT yaitu sebanyak 11 responden (29,7%), mayoritas responden berpengetahuan cukup dengan paritas multipara sebanyak 11 responden (29,7%), mayoritas responden berpengetahuan baik mendapatkan informasi dari petugas kesehatan sebanyak 11 responden (29,7%). Diharapkan kepada petugas kesehatan agar meningkatkan penyuluhan mengenai kebutuhan gizi ibu selama menyusui kepada masyarakat luas agar dapat meningkatkan kesehatan ibu dan bayi selama menyusui. Kata Kunci: Pengetahuan, Balita, Kekurangan gizi

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue