cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA
ISSN : 23560215     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Jurnal AL - AZHAR SERI HUMANIORA merupakan jurnal ilmiah yang memuat makalah dan artikel hasil penelitian atau kajian teoristis dalam bidang Humaniora. Kata Al-Azhar berakar dari z-h-r. Verba zahara bermakna to shine, give light, be radiant, to glow, gleam, glare, shine, to blossom, be in bloom (Wehr, 1974:384). Dengan demikian kata Al-Azhar berarti sesuatu yang bersinar, yang memberi cahaya, yang berseri-seri atau yang mekar. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan bulan September.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2018)" : 7 Documents clear
Kesadaran Identitas Diri dalam Komunikasi Lintas Budaya pada Pembelajaran Percakapan Bahasa Jepang Tingkat Dasar: Identitas Muslim dan Orang Indonesia Vera Yulianti; Arianty Visiaty
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.947 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i3.274

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kesadaran diri pembelajar bahasa Jepang mengenai identitas budaya muslim orang Indonesia pada pembelajaran bahasa Jepang tingkat dasar dan perbandingannya dengan identitas diri budaya Jepang. Responden penelitian ini adalah dua puluh satu mahasiswa tingkat 1 Universitas Al Azhar Indonesia yang sedang mengikuti kuliah percakapan bahasa Jepang 2. Seluruh responden adalah pembelajar bahasa Jepang tingkat dasar kategori A1 menurut CEFR dan 2010. Dengan menggunakan portofolio dan rubrik, pembelajar mengeksplorasi identitas dirinya sebagai muslim dan orang Indonesia berkaitan dengan tema percakapan yang ditentukan, kemudian membandingkannya dengan identitas budaya orang Jepang dengan stimulant video dan ilustrasi. Lalu, responden bercakap dengan bermain peran (role play) tema terkait, kemudian mengevaluasi kendala yang muncul. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa identitas budaya sebagai muslim orang Indonesia yang disadari responden pada komunikasi interkultural banyak dipengaruhi oleh konsep bangsa yang beranekaragam namun satu kesatuan (Bhinneka Tunggal Ika). Keberagaman tersebut memunculkan kecenderungan orang Indonesia cenderung mudah terbuka pada orang lain, sekalipun saat bercakap-cakap dengan orang yang baru dikenal dan membicarakan topik-topik yang sifatnya pribadi sekalipun seperti indentitas pribadi dan keluarga. Lalu, identitas sebagai seorang muslim banyak muncul dalam percakapan komunikasi interkultural terutama mengenai aturan praktek ibadah sehari-hari. Penjelasan tentang praktek ibadah yang khas ini cenderung memunculkan kesulitan percakapan (pemilihan kosakata dan ungkapan) dalam bahasa Jepang bagi pembelajar tingkat dasar. Sementara identitas budaya masyarakat berkelompok (collectivistic culture) banyak mewarnai percakapan orang Jepang dalam komunikasi interkultural sehingga mereka cenderung lebih menjaga privasi diri dan kelompok.Kata Kunci - Pembelajar bahasa Jepang, Identitas budaya, Komunikasi lintas budayaAbstract – Despite intercultural communication competence as one of the important language learning process goals since globalization has started, there comes a tendency to neglect to foster cultural identity awareness in language learning process. This research is a preliminary study that explores Indonesian learner’s cultural identities awareness as well Japanese cultural identities during the process of learning the Japanese language as one of their foreign languages. The respondents are twenty-one students of Japanese language classes participating in Japanese language speaking class 1 (elementary level) at Al Azhar Indonesia University, categorized as A1 (beginner) Japanese learners by JF (Japan Foundation) standards. Through two conversation topics (“my family” and “my home town”) the respondents have been invited to mention their local custom while conversing within the topics and comparing such custom to Japanese people’s local custom. The data are collected utilizing portfolios and Likert scale pre-post questionnaire during November 2016 and analyzed descriptively. The result of this study exposed that the participants were aware of Indonesian cultural identity and Japanese cultural identity in the context of intercultural communication, namely, in the conversation of family and hometown. While having a dialogue with unfamiliar people, mainly speaking about personal information, i.e. family topic, Japanese people tend to have conversation plainly in general subtopics since Japanese people have collectivistic culture. Distinctively, since Indonesian people believe in “Unity in Diversity” (different but one), they are feasible to discuss wider subtopics despite the unfamiliar interlocutors.Keywords - Indonesian, Japanese Language Learners, Cultural Identity, Intercultural Communicative Competence
Introspeksi Masa Lalu Terfragmentasi dan Narasi Bermoda Percakapan dalam Yang Sudah Hilang oleh Pramoedya Ananta Toer Thafhan Muwaffaq
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.986 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i3.275

Abstract

Abstrak - Meskipun Pramoedya Ananta Toer telah dianggap penulis fiksi prominen di lingkup kesusastraan, ternyata salah satu karyanya yang berprestasi (Cerita dari Blora) belum mendapat sorotan telaah sastra. Makalah ini mengambil satu judul cerpen dari antologi itu secara spesifik yaitu Yang sudah Hilang. Pertanyaaan yang dilontarkan di sini adalah bagaimana pembahasaan teks cerpen tersebut membangun representasi adegan referen atau model situasi. Prosesi teks semiotika kognitif digunakan di sini, khususnya prinsip moda kesadaran Chafe, untuk menghasilkan interpretasi yang memperhitungkan objektivitas dalam proses inferensial berbasis pengalaman pemaknaan. Sehubungan dengan hal itu saya berargumen pembahasaan dalam teks menghasilkan model situasi simulasi pengenangan masa lalu terfragmentasi secara introspektif dalam moda percakapan. Masa lalu yang dikenang terfragmentasi dan menghasilkan ironi dramatik. Model situasi tersebut kelihatannya lebih menampilkan elegansi Pram sebagai penulis yang bermain bahasa dan makna, ketimbang fenomena kontekstual yang terlalu lekat dengan subjektivitas.Kata Kunci - Prosesi Teks Semiotika Kognitif, Model Situasi, Moda Kesadaran, Ironi DramaticAbstract - Despite the popularity of Pramoedya Ananta Toer as a promninent and controversial Indonesian literary figure, his prestigious short story anthology entitled Cerita dari Blora seems rather poorly understudied. By far, the existing literary criticism on this work provides highly contextual and subjective interpretation. This paper then is aimed to reading closely Yang Sudah Hilang, one of short story from the anthology. Question raised here is how does language of the text build representation of referent scene or situation model. This study uses cognitive semiotics text processing, an approach that takes account objective evidence and experientially-based inference. Conscious mode principle, proposed by Chafe (1994), is employed as theoretical perspective in drawing interpretation. It is argued that language in the text built a situation model wherein protagonist is simultaneously memorizing her loss and telling to readers her fragmented past in conversational mode. Moreover, despite her introspection the protagonist does not seem aware what brings her to the present moment where she is already losing important people of her life. In general, the situation model argued may be offered as a standard interpretation of Yang sudah Hilang which is far from subjectivity and derived from meaning experience triggered by language.Keywords - Cognitive Semiotics Text Processing, Situation Model, Conscious Mode, Dramatic Irony
Diaspora Masyarakat Keturunan Arab di Jakarta Zulkarnen Zulkarnen
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.01 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i3.270

Abstract

Abstrak - Diaspora adalah penyebaran orang dari satu negara asli ke negara lain (Cambridge Dictionary, 2017), sementara Sujatmiko (2014: 55) memberikan definisi yang sedikit berbeda dengan menyebutnya sebagai istilah yang mengacu pada bangsa atau penduduk etnis yang dipaksa atau dipaksa untuk meninggalkan tanah air tradisional etnik; penyebaran mereka di berbagai belahan dunia; dan perkembangan yang telah dihasilkan karena budaya dan penyebarannya. Masyarakat Arab menjunjung tinggi peraturan dan menjalankannya sama seperti menjalankan perintah Tuhan dan yang memecahnya berarti menghina Garda Tertinggi (Hitti, 2010), ini menjadi dasar studi budaya Arab di mana konsep masyarakat egalitarian dan geografi tandus dengan gurun khas merupakan faktor utama. Dalam membentuk karakter dan kepribadian yang keras dan pantang menyerah. Setelah melakukan Diaspora ke Indonesia khususnya di Jakarta, terjadi beberapa hal menarik untuk dipelajari secara kultural sehingga dalam penelitian ini terbatas pada penyebab diaspora, pemetaan permukiman mereka, dan pelestarian budaya mereka di Jakarta. Studi ini akan melakukan beberapa langkah untuk menyiapkan data awal yang akan digunakan untuk berbagai studi budaya melawan masyarakat keturunan Arab oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu dan mempermudah masyarakat dalam membaca, mengeksplorasi, dan memahami masyarakat keturunan Arab dan mengungkapkan banyak sisi budaya mereka yang kaya akan filsafat esensial.Kata Kunci – Diaspora, Arab, BudayaAbstract - Diaspora is the spreading of people from one original country to other countries (Cambridge Dictionary, 2017), while Sujatmiko (2014: 55) gave slightly different definition by calling it as a term that refers to nation or forced or encouraged ethnic population to leave their traditional ethnic homeland; their deployment in various parts in the world; and the development that has been generated because of their culture and deployment. Arab society upholds the rules and runs it as same as runs God’s command and who break it means insulting The Supreme Guard (Hitti, 2010), it becomes fundamental of Arab culture study where egalitarian society concept and barren geography with desert typical are a major factor in shaping loud character and personality and unyielding. After doing Diaspora to Indonesia especially Jakarta, it happened several interesting things to be culturally studied that in this study is limited in the cause of diaspora, mapping of their settlement, and the preservation of their culture in Jakarta. The study will do several steps preparing an initial data that will be utilized to various culture studies against society of Arab descendant by any interested parties. It is expected the result of the study can help and make easier the people in reading, exploring, and understanding the society of Arab descendant and reveal many of their culture sides that rich in essential philosophy.Keywords - Diaspora, Arab, Culture
Menuju Modernisasi Pendidikan Islam Hartono Hartono
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.569 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i3.276

Abstract

Abstract – This discussion explain about the effort to modernize the Islamic education system that has downturned because of the moslems weakness condition. Therefore, the moslem majority population countries attempt to escalate the downturn on resultingthe excellent modern education system.Kata Kunci - modernisasi, modernitas, modernism.Abstrak - Pembahasan ini menjelaskan tentang upaya memodernisasi pendidikan Islam yang sempat mengalami keterpurukan disebabkan oleh kondisi kelemahan umat Islam. Oleh karena itu Negara-negara Islam khususnya berupaya untuk bangkit mengejar ketertinggalannya dengan menghasilkan pendidikan yang moderen.Keywords – modernization, modernity, modernism.
Inovasi Media Ajar Bahasa Arab Bagi Orang Tua Didik Iin Suryaningsih; Hendrawanto Hendrawanto
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.992 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i3.272

Abstract

Abstrak - Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berbasis Penelitian yang di beri tema “INOVASI MEDIA AJAR BAHASA ARAB BAGI ORANG TUA DIDIK” ini adalah salah satu bentuk sharing informasi dan sinergi akademik dalam menemukan media ajar bahasa Arab yang tidak hanya cocok bagi pesertanya, namun juga mudah dan menyenangkan. Al-Azhar Centre Purwakarta sebuah lembaga tahsin, tahfidz dan bahasa Arab dibawah Yayasan Andi Azhar berupaya mewadahi minat beberapa kalangan pembelajar termasuk di dalamnya adalah para orang tua/wali murid dari putra putri yang bersekolah di SDIT Al-Bina, Ciseureh Purwakarta. Atas kebutuhan sederhana bahwa sebagai orangtua nantinya mampu mendampingi sang putra menyelesaikan masalah dalam mempelajari bahasa arab di sekolahnya, motivasi kuat para orang tua hebat ini akhirnya menghantarkan mereka menjadi pembelajar bahasa Arab. Semua kegiatan pengabdian ini sepenuhnya bekerja sama dengan Al-Azhar Centre, dalam kurun waktu 8 (delapan) bulan rentang November 2016-April 2017, di kompleks SDIT Al-Bina.Metode yang di gunakan dalam penelitian ini bersifat teoretis yaitu metode eksploratif deskriptifKata Kunci - Inovasi, Media ajar, eksploratif, Al-Azhar CentreAbstract - "INNOVATION OF ARABIC LANGUAGE MEDIA FOR PARENTS" This is a form of information sharing and academic synergy in finding Arabic teaching media that is not only suitable for the participants, but also easy and fun. Al-Azhar Center Purwakarta a Tahsin, Tahfidz and Arabic institute under Andi Azhar Foundation seeks to accommodate the interests of some of the learner including the parents / guardians of the sons of daughters who attended SDIT Al-Bina, Ciseureh Purwakarta. For the simple need that as a parent would be able to accompany the son to solve problems in learning Arabic in his school, the powerful motivation of these great parents eventually led them to become Arab learners. All these dedication activities are fully cooperated with Al-Azhar Center, within 8 (eight) months of November 2016-April 2017, in the SDIT Al-Bina complex. The method in use in accordance in this research will focus with theoretical methods of descriptive explorative method.Keywords - Innovation, media teaching, explorative, Al-Azhar Center
Peningkatan Kemampuan Mengenal Konsep Lambang Bilangan 1 – 10 Melalui Permainan Pohon Hitung pada Anak Usia 4 – 5 Tahun di BKB PAUD Harapan Bangsa Ockti Syafitri; Rohita Rohita; Nila Fitria
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.145 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i3.277

Abstract

Abstrak - Perkembangan kognitif merupakan aspek yang penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir anak, salah satunya yaitu mengenal konsep lambang bilangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan kemampuan mengenal konsep lambang bilangan 1 – 10 melalui permainan pohon hitung pada anak usia 4 – 5 tahun di BKB PAUD Harapan Bangsa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang dilakukan selama 2 siklus, di mana satu siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah 14 anak, yang terdiri dari 9 anak laki-laki dan 5 anak perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi kemampuan anak dalam mengenal konsep lambang bilangan 1 – 10, aktivitas guru dan anak serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan perhitungan statistika sederhana. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat peningkatan dalam kemampuan mengenal konsep lambang bilangan 1 – 10 melalui permainan pohon hitung. Hal ini diketahui dari rata-rata anak yang mendapat skor 3 pada setiap indikator yaitu indikator membilang 1 – 10 siklus I sebesar 69,1% dan siklus II sebesar 100% artinya terdapat peningkatan sebesar 30,9%. Pada indikator menghubungkan benda-benda konkret dengan lambang bilangan 1 – 10 siklus I sebesar 55,4% dan siklus II sebesar 77,6% artinya terdapat peningkatan sebesar 22,2% dan pada indikator mengurutkan lambang bilangan 1 – 10 siklus I 44,7% dan siklus II sebesar 77,6% artinya terdapat peningkatan sebesar 32,9%. Pencapaian di siklus II sudah melebihi indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu sebesar 75%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa permainan pohon hitung dapat meningkatkan kemampuan mengenal konsep lambang bilangan 1 – 10. Peningkatan terjadi karena dalam penelitian ini dilakukan melalui permainan dengan menggunakan media pohon hitung yang beracuan pada teori mengenai tahapan-tahapan mengenal lambang bilangan kepada anak dan dengan adanya motivasi berupa reward membuat anak lebih semangat dalam melakukan permainan.Kata Kunci - Mengenal Konsep Lambang Bilangan, Permainan Pohon Hitung, Anak Usia 4 – 5 TahunAbstract - Cognitive development is an important aspect in developing children's thinking skills, one of which is to recognize the concept of numeral symbol. This study aims to find out how to improve the ability to recognize the concept of numeral symbol 1 - 10 through tree math game at the children aged 4 - 5 years of BKB PAUD Harapan Bangsa. This study is a classroom action research (CAR) using Kemmis and Mc Taggart model carried out in 2 cycles where one cycle consists of 3 meetings. The subjects of this study are 14 children, 9 of them are boys and the rest are girls. Data collection technique used in this study is observation towards the ability of children in recognizing the concept of numeral symbol 1 - 10, the teacher as well as the children activities and documentation. Data analysis technique used in this study is descriptive qualitative using simple statistical calculation. According to the research results it is known that there is an improvement in the ability to recognize the concept of numeral symbol 1 - 10 through the tree math game. It can be seen from the average of children who got score 3 on each indicator which is counting 1 - 10 in cycle I is as much as 69,1% and in cycle II rises to 100%. It means that there is an increase of 30,9%. While on the indicator of connecting concrete objects with numeral symbols of 1 - 10 in cycles I show the average of 55.4% and in the second cycle rise to 77.6% which means there is an increase of 22.2%. Furthermore, on the indicator of sorting numeral symbol of 1 – 10 in cycle I show the average of 44.7 % and in cycle II climb to 77.6% which means there is an increase of 32.9%. Therefore, the achievement in cycle II has exceeded the predetermined success indicator of 75%. Based on the research results it can be concluded that the tree math game can improve the ability of children aged 4-5 years to recognize the concept of numeral symbol 1 - 10. The improvement occurs because this study is carried out through the game using the tree math media which refers to the theory of the stages of knowing numeral symbol to the children and with the motivation in the form of reward to make them more enthusiastic in playing the game.Keywords - Knowing the Concept of Numeral Symbol, Tree Math Game, Children Aged 4 - 5 Years.
Perempuan Pada Cerita Rakyat Jepang dan Indonesia: Analisis Komparatif dengan Pendekatan Feminisme Nina Alia Ariefa; Mutiawanthi Mutiawanthi
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.42 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i3.273

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menemukan citraan perempuan yang terdapat pada cerita rakyat Indonesia dan Jepang, dengan analisis komparatif. Cerita Rakyat yang diperbandingkan terdiri dari tiga cerita rakyat asal Indonesia dan Jepang, yaitu Putri Mandalika Nyale, Putri Pandan Berduri, dan Pangeran Pande Gelang dan Putri Cadasari, serta cerita rakyat Kuro Hime to Kokuryuu, Nezumi no Yomeiri, dan Kaguya Hime. Pendekatan feminisme digunakan untuk menganalisis citraan tokoh-tokoh perempuan berdasarkan aspek fisik, psikis, dan aspek sosial pada masing-masing cerita. Hasilnya yaitu terdapat kesamaan pada citra perempuan dari aspek fisik, yaitu berupa sosok gadis muda yang cantik, pada citra perempuan dari aspek psikis yaitu sosok tokoh perempuan yang tunduk patuh, dan pasrah terhadap nasibnya, dan pada citra perempuan yang menjalani peran dan tanggung jawab dalam kedudukannya sesuai aspek sosial masing-masing tokoh.Kata Kunci - Citra perempuan, Feminisme, Cerita rakyat, Indonesia, Jepang. Abstract - This research aims to find images of women in Indonesian and Japanese folklore, through comparative analysis. The main data are six folklores consist of three folklores from Indonesia (Putri Mandalika Nyale, Putri Pandan Berduri, and Pangeran Pande Gelang dan Putri Cadasari) and three folklores from Japan (Kuro Hime to Kokuryuu, Nezumi no Yomeiri and Kaguya Hime). Feminism approach used to analysis these folklores by observing the images of female characters based on the physical, psychological, and sosial aspect of each story. The results show that there are similarities in the image of female characters from the physical aspect which are beautiful young girl figures, psycological aspect which are obedient women and resigned to their fate, and in the image of women who live their roles and responsibilities in their positions according to the social aspect of each character.Keywords - Woman images, Feminism, Folklore, Indonesia, Japan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7