cover
Contact Name
Ahmad Faiz Muntazori
Contact Email
faiz.muntazori@gmail.com
Phone
+6287878094858
Journal Mail Official
desain.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Ruang Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Indraprasta PGRI Kampus A Gedung 3 lantai 2, Jl. Nangka No. 58 C (TB. Simatupang), Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530, Jakarta, Indonesia.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Desain
ISSN : 23390107     EISSN : 23390115     DOI : https://doi.org/10.30998/jd
Core Subject : Art,
Jurnal Desain focused to publish high-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding research and developments include research reports, conceptual ideas, studies, theories, using the qualitative approach in Design and Visual Communications, Interior Design, Fashion Design, Product Design, Fine Art, Photography, Animation and other related fields of Visual Art. The scope of this journal encompasses to a study of typography, branding, photography, media studies, design studies, advertising, animation, illustration, visual culture, nirmana, film, videography, etc.
Articles 267 Documents
Kajian Semiotika pada Papan Reklame Kampanye Pemilihan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018-2023 Dewi Indah Susanti
Jurnal Desain Vol 6, No 01 (2018): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.493 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v6i01.2758

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi penanda (signifier) dan petanda (signified) serta makna denotasi dan konotasi yang terkandung dari papan reklame kampanye calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat 2018-2023. Metode pengumpulan data dalam artikel ini adalah metode dokumentasi dan metode analisis data yang digunakan dalam artikel ini adalah metode analisis semiotika. Analisis semiotika dengan berlandaskan pada teori Roland Barthes, yaitu pemaknaan pada penanda, petanda, denotasi, dan konotasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan semiologi Roland Barthes pada papan reklame kampanye politik ini, ditemukan adanya hubungan antara penanda (signifier) dan petanda (signified) di dalam sebuah tanda sehingga menjelaskan secara nyata sebuah tataran denotatif. Kemudian terdapat pula interaksi antara tanda dengan perasaan atau emosi pembaca serta nilai-nilai kebudayaan di dalam papan reklame, sehingga membawa kepada tataran konotasi yang memberikan makna tersendiri dan memiliki pengaruh kepada kerangka berpikir dari pembaca
KAJIAN BRANDING PRABOWO DAN JOKOWI DALAM PEMILU PRESIDEN 2014 Muhammad Iqbal Qeis
Jurnal Desain Vol 2, No 01 (2014): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.638 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v2i01.570

Abstract

Artikel ini membahas tentang branding yang dilakukan oleh Prabowo dan Jokowi dalam pemilu presiden 2014. Penelitian dilakukan dengan mengkaji logo, tagline, dan website kedua calon presiden menggunakan metodologi visual dan analisis brand. Hasil penelitian menemukan adanya perbedaan antara branding yang dilakukan oleh Prabowo dan Jokowi. Perbedaan terlihat dari jenis tipografi, tata letak, dan gaya visual yang digunakan dalam logo dan website, serta pesan yang dimunculkan dalam tagline. Perbedaan ini memperlihatkan identitas visual yang berbeda di antara kedua calon presiden, Prabowo dengan branding yang memunculkan citra konservatif-elitis dan Jokowi dengan branding yang memunculkan citra modernis-merakyat.
Pendekatan Gaya Visual Topeng Malangan sebagai Adaptasi Dalam Perancangan Karakter Virtual Erik Armayuda
Jurnal Desain Vol 3, No 03 (2016): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1224.552 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v3i03.715

Abstract

Perkembangan teknologi adalah identitas semangat abad yang membuat budaya tradisional harus mampu beradaptasi dengan keadaan kontemporer untuk bertahan hidup dan Tari Topeng Malangan adalah salah satu dari mereka. Topeng Malangan merupakan salah satu budaya khas Malang yang memiliki 76 karakter yang berbeda karakter dalam cerita. Karakter Topeng Malangan yang merepresentasikan perwujudan dari sifat manusia, adalah Aset potensial sebagai elemen visual untuk membentuk karakter virtual. Dengan teori ATOMIC oleh Adi Nugraha, dalam transformasi budaya, penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan pengelompokan visual elemen didefinisikan dalam model Malangan Masker WASBUMIL (Werno / warna, Alis / alis, Sumping, Brengos / kumis, Ukiran / Engraving, Moto / mata, Irung / hidung, dan Lambe / mulut) sebagai dasar untuk perancangan system karakter visual.
Krisis Identitas Budaya: Studi Poskolonial pada Produk Desain Kontemporer Wirawan Sukarwo
Jurnal Desain Vol 4, No 03 (2017): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.139 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v4i03.1869

Abstract

Pembentukan identitas nasional di tengah tingginya diversitas budaya merupakan polemik bangsa bekas terjajah, seperti Indonesia. Krisis identitas yang melanda tersebut disebabkan oleh tiga faktor, yaitu konsep identitas, politik kebudayaan, dan kapitalisme global. Sebagai bangsa bekas terjajah, Indonesia masuk ke fase penjajahan baru yang tidak lagi bersifat fisik melainkan mental. Teori poskolonial membantu para praktisis desain untuk mengurai dan membangun kesadaran kolektif akan situasi krisis ini. Melalui konsep hibridisasi budaya dan mimikri, produk-produk desain kontemporer memberikan ruang untuk mengaktualisasikan narasi kebudayaan daerah yang terpinggirkan. Pada titik inilah, produk desain komunikasi visual dapat menjadi juru bicara kelompok subaltern dalam konteks kebudayaan daerah.
CITRA POSITIF DALAM FOTOGRAFI Ahmad Alberd
Jurnal Desain Vol 1, No 03 (2014): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.287 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v1i03.561

Abstract

Bukan sekedar hiasan: gaya grafis khas sebagai identitas visual korporat Ariefika Listya
Jurnal Desain Vol 3, No 02 (2016): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.502 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v3i02.593

Abstract

Gaya grafis khas sebagai identitas visual korporat memegang peranan penting. Secara estetis gaya grafis memperindah tampilan pada media komunikasi dan promosi suatu perusahaan, sedangkan secara fungsional, gaya grafis memperkuat identitas visual. Bentuk dan warna pada gaya grafis khas biasanya diambil dari logo untuk kemudian ditata pada ruang media tertentu. Meskipun pada umumnya hanya mengambil dari bentuk logo, ternyata penyajian gaya grafis khas banyak macamnya. Sebagai identitas visual korporat, gaya grafis khas ini belum pernah dibahas secara mendalam pada buku teks maupun buku populer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan estetika terapan. Dengan mengumpulkan data dan mengamati gaya grafis pada media promosi empat Bank di Jakarta, akan dibuat pengkategorisasian jenis-jenis gaya grafis khas dalam identitas visual korporat dan juga fungsinya. Hasil penelitian berguna untuk keperluan akademis maupun praktis. Melalui temuan ini, literatur mengenai identitas visual korporat khususnya gaya grafis khas akan bertambah sehingga membantu akademisi dalam memperoleh pengetahuan teoritis berkaitan hal tersebut. Secara praktis, hasil penelitian ini akan memudahkan maupun menginspirasi praktisi untuk membuat dan mengaplikasikan gaya grafis khas yang tepat pada identitas visual korporat.
Makna dan Pesan dalam Baliho Pemilu Legislatif 2014 Iis Purnengsih
Jurnal Desain Vol 4, No 03 (2017): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.771 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v4i03.1604

Abstract

Baliho adalah salah satu media luar ruang yang banyak digunakan oleh para calon anggota legislatif pada tahun 2014 sebagai alat propaganda politik mereka. Terkait adanya peraturan-peraturan baru pada tata cara kampanye politik di Indonesia pasca orde baru, popularitas adalah syarat mutlak bagi para caleg untuk menarik perhatian masyarakat. Pada prakteknya para caleg memasang foto-foto yang cukup besar disertai dengan pencitraan diri melalui slogan yang bernada patriotik, jargonis maupun idealis baik secara verbal maupun nonverbal. Desain baliho disusun oleh elemen-elemen di antaranya adalah nama caleg, slogan, ilustrasi, logo partai, no urut partai, dan nama wilayah daerah pilihan. Tipologi tanda Peirce digunakan untuk mengidentifikasi elemen-elemen desain tersebut, apakah berupa tanda ikonis, indeksikal maupun simbolis. Dalam membangun konstruksi pemaknaan digunakan model semiotika Barthes yang membagi tingkatan pemaknaan menjadi denotasi, dan konotasi. Dalam membangun pemaknaan desain baliho ini, ada tiga komponen yang dibahas yaitu imaji konotatif, teks linguistik dan imaji denotatif. Temuan pada penelitian ini adalah representasi para caleg dalam baliho melalui berbagai jagat simbol, seperti: simbol agama, pendidikan, status sosial maupun nasionalisme.
Faktor Kegagalan Persepsi pada Pembentukan Citra Partisipan dalam Debat Politik di Televisi Winny Gunarti Widya Wardani
Jurnal Desain Vol 4, No 02 (2017): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.066 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v4i02.1119

Abstract

Debat politik melalui media televisi berpotensi membangun citra partisipan. Oleh karena itu, program debat politik melalui televisi umumnya didesain untuk membentuk persepsi visual penonton yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Tampilan di layar televisi memiliki kekuatan visual karena dapat berkomunikasi melalui bahasa visual nonverbal berupa teks dan gambar. Proses pembentukan citra partisipan melalui persepsi penonton tidak terlepas dari nilai-nilai budaya masyarakat. Dalam hal ini, ada lima faktor utama yang berpotensi mempengaruhi kegagalan persepsi terhadap pembentukan citra, yaitu kesalahan atribusi, efek halo, stereotip, prasangka, dan gegar budaya. Studi ini membahas secara deskriptif kualitatif kelima faktor tersebut dengan pendekatan semiotika visual, berupa pembacaan tanda-tanda visual melalui pesan kinesik yang bersifat ikonik, indeksikal, dan simbolis. Hasil pembahasan studi ini diharapkan dapat menjadi referensi ilmiah tentang faktor kegagalan persepsi dan pembentukan citra partisipan melalui layar televisi.
KEBERHASILAN FOTOGRAFI DALAM MEREPRESENTASIKAN SEORANG PEMIMPIN (Studi Kasus: Jokowi Sebagai Calon dan Gubernur DKI Jakarta) Rezha Destiadi
Jurnal Desain Vol 2, No 02 (2015): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.696 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v2i02.575

Abstract

Kehadiran fotografi sebagai bagian dari bentuk visual memang menjadi isu pembicaraan yang hangat. Isu tersebut muncul karena perdebatan yang mempertanyakan apakah fotografi termasuk salah satu bentuk seni atau bukan. Mengingat proses pembentukan karyanya yang terlalu masinal. Namun, setelah penemuan-penemuan hebat yang diprakarsai oleh para pionir fotografi, fungsi dari bentuk visual tersebut telah bertambah menjadi bagian dari bahasa komunikasi. Karya seni fotografi mampu mengungkapkan realitas melalui kamera. Realitas yang hadir dalam bentuk visual mampu mengantarkan pemirsa dalam memaknainya. Dunia politik yang awalnya hanya menjadi konsumsi kaum elit, saat ini sudah mulai berubah. Hampir setiap manusia, bisa mendapatkan informasi politik dari media massa secara individu maupun kolektif. Fenomena kehadiran Jokowi menjadi obyek yang paling sering tampil pada genre fotografi jurnalistik. Kehadirannya menjadi magnet bagi para jurufoto dalam menampilkan realitasnya ke dalam bentuk visual. Dari latar tersebut, salah satu permasalahannya adalah bagaimana keberhasilan fotografi dalam merekam kepemimpinan seseorang. Kesimpulan yang dihasilkan adalah fotografi melalui peran seniman/ jurufoto dalam bentuk intuisinya, serta teknik pengambilan gambar mampu menampilkan representasi seorang pemimpin (Jokowi).
Analisis Tipografi pada Spanduk Pemasaran Perumahan Nadya Nur Rahman; Rahayu Sri Utami; Agung Zainal Muttakin Raden
Jurnal Desain Vol 5, No 03 (2018): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.889 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v5i03.2572

Abstract

Spanduk merupakan bagian dari media iklan lini bawah. Efektifitas spanduk dipasang di jalan diharapkan mampu menjaring minat audience. Awalnya spanduk berbahan kain dengan kemudian informasi yang diberikan dituliskan dengan mengunakan cat sablon, teknik ini sering disebut dengan teknik cetak saring, atau gaya desainnya disebut dengan gaya vernakular. Seiring kemajuan teknologi dunia cetak spanduk tidak hanya berbahan kain bisa juga menggunakan bahan flexy tenik yang digunakan dengan mencetak langsung melalui mesin cetak berskala besar. Dalam mendesain sebuah spanduk harus memperhatikan elemen-elemen penting salah satunya yaitu tipografi. Tipografi pada spanduk harus bisa mewakili konsep dan karakteristik dari apa yang ingin disampaikan. Dalam penelitian ini dianalisis spanduk pemasaran perumahan yang terdapat dijalur lalulintas kendaraan di Jakarta berdasarkan hirarki dan kontras serta prinsip pokok tipografi (readability, legibility, dan visibility).

Page 6 of 27 | Total Record : 267