cover
Contact Name
Ahmad Faiz Muntazori
Contact Email
faiz.muntazori@gmail.com
Phone
+6287878094858
Journal Mail Official
desain.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Ruang Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Indraprasta PGRI Kampus A Gedung 3 lantai 2, Jl. Nangka No. 58 C (TB. Simatupang), Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530, Jakarta, Indonesia.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Desain
ISSN : 23390107     EISSN : 23390115     DOI : https://doi.org/10.30998/jd
Core Subject : Art,
Jurnal Desain focused to publish high-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding research and developments include research reports, conceptual ideas, studies, theories, using the qualitative approach in Design and Visual Communications, Interior Design, Fashion Design, Product Design, Fine Art, Photography, Animation and other related fields of Visual Art. The scope of this journal encompasses to a study of typography, branding, photography, media studies, design studies, advertising, animation, illustration, visual culture, nirmana, film, videography, etc.
Articles 267 Documents
Representasi karakteristik masyarakat pedesaan pada film Tilik Threexie Ocktavina Kasih Januarso; Guruh Ramdani; Harries Marithasari; Suparman Suparman
Jurnal Desain Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v12i3.23746

Abstract

Film sebagai kreasi budaya merupakan media yang seringkali digunakan untuk merepresentasikan kehidupan sosial dalam masyarakat. Film Tilik merupakan sebuah film pendek yang diproduksi atas kerja sama Ravacana Films dengan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengambil latar tempat di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis representasi karakteristik masyarakat Desa Terong, Bantul, Yogyakarta dalam film Tilik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan studi pustaka, menggunakan pisau bedah teori konotasi Roland Barthes. Hasil penelitian ini adalah, karakteristik masyarakat Desa Terong, Bantul, Yogyakarta terepresentasikan pada film Tilik, di antaranya yaitu, memiliki hubungan kekerabatan yang kuat, suka bersilaturahmi, suka bergosip, mobilitas masyarakat desa cenderung rendah, memiliki sifat gotong royong dan tolong menolong, memiliki rasa solidaritas yang tinggi, memiliki cukup banyak waktu luang, berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa, saling menghormati berdasarkan usia dan tingkat sosial, melek akan kemajuan teknologi, dan kurangnya literasi digital. Keseluruhan tayangan pada film ini juga merepresentasikan bantahan terhadap mitos yang berkembang selama ini yang menyatakan bahwa masyarakat desa hanya lekat dengan konotasi positif saja, seperti kekeluargaan dan gotong royong, suka tolong-menolong, serta tenggang rasa, tapi juga terdapat sifat negatif di baliknya, yaitu suka bergosip, dan terdapat ketidaksetaraan.
Femvertising in Indonesia: Is it really empowering women? (a literature studies) Amanda Putri Nahumury
Jurnal Desain Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v12i2.23137

Abstract

The feminist movement has had a positive impact on various industries, including the media and advertising sectors. When feminist values are applied in advertising, it is referred to as femvertising, which aims to empower women. This study aimed to examine femvertising practices in Indonesia and determine whether they have truly empowered women. The research used a qualitative descriptive method, with literature study as the main research approach. The research data was collected from books, news, and previous studies, and analyzed using Miles and Huberman's analytical techniques. The findings of the study show that femvertising in Indonesia has implemented five key pillars, including the utilization of diverse female talent, messaging that promotes female empowerment, pushing gender-norm boundaries, downplaying sexuality, and portraying women authentically. Therefore, femvertising in Indonesia has successfully empowered women, though there are still areas for improvement, such as avoiding perpetuating unrealistic standards. The study is limited by the number of previous studies used as the main source of literature review. Further research is recommended to expand and add research sources to provide a more comprehensive view of femvertising practices.
Interior gedung Sasana Suka Sekolah Karangturi di Semarang dengan konsep biomimikri Zefania Audrey Santoso; Mariana Wibowo
Jurnal Desain Vol 11, No 3 (2024): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v11i3.18563

Abstract

Gedung serbaguna asrama sebuah sekolah memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran dan pengembangan siswa. Biomimikri merupkan sebuah metode inovasi yang didaptkan melalui inspirasi desain alam. Penggunaan biomimikri pada perancangan interior gedung serbaguna asrama dapat memberikan beberapa keuntungan, terutama untuk menciptakan ruang yang lebih fungsional, nyaman, dan ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah desain thinking dengan tahapan preparation, understanding, ideation, implementation, dan test, serta Final Output. Desain akhir Pada Desain Gedung serbaguna asrama ini menggunakan konsep biomimicry dengan judul The Ravens''s Den. Konsep ini merupakan konsep yang menggunakan metode biomimicry dimana pada konsep ini mengadaptasi kehidupan burung gagak yang merupakan maskot dari logo sekolah karangturi. burung gagak diambil sebagai konsep karena selain merupakan brand image dari sekolah karangturi, burung gagak merupakan burung yang banyak menggambarkan karakter dan nilai sekolah karang turi yang beberapa diantaranya adalah kecerdikan, solidaritas, dan meenjaga kebersihan. maka dari itu hutan yang merupakan habitat burung gagak diambil sebagai konsep untuk merepresentasikan biomimikri dari habitat serta prilaku burung gagak melalui pengaplikasian konsep Biomimikri, desainer dapat membuat sebuah desain bangunan yang awalnya merupakan sebuah lahan kosong yang belum direncanakan menjadi sebuah desain bangunan yang dapat memanfaatkan keadaan disekitarnya serta memiliki manfaat bagi penggunanya.
KAJIAN ESTETIKA PADA MOTIF BATIK SEKAR JAGAD YOGYAKARTA Ferdy Ferdiaz; Ariefika Listya; Puji Anto
Jurnal Desain Vol 11, No 3 (2024): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v11i3.20439

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengkaji nilai estetika yang terdapat pada motif batik sekar jagad yang memiliki banyak ragam hias pada kainnya. Ragam hias di Yogyakarta dan Surakarta mengandung filosofi di dalamnya seperti keberuntungan, kekayaan, kebaikan, kemakmuran, kesehatan, dan lain- lain. Penelitian ini menggunakan metode penelitian jenis kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian difokuskan pada motif batik sekar jagad Yogyakarta. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selain itu penelitian ini menggunakan pendekatan estetika yang diusung oleh A.A.M. Djelantik yang menyatakan bahwa estetika merupakan ilmu yang mempelajari tentang keindahan. Dalam ilmu estetika terdapat dua aspek yaitu aspek ilmiah dan aspek filosofi. Ilmu estetika memiliki tiga unsur mendasar yaitu: (1) wujud atau rupa; (2) bobot atau isi; (3) penampilan, penyajian. Hasil penelitian yang didapat menunjukan bahwa pada batik sekar jagad Yogyakarta memiliki tiga unsur estetika yang dicapai dengan: (1) keutuhan dengan perpaduan prinsip keseimbangan serta kontras dalam penyusunannya; (2) penonjolan yang dicapai dengan penggunaan kontras pada warna dan skala bidang; (3) keseimbangan dengan perpaduan simetris dan a-simetris yang tersusun secara harmoni.
Redesain antarmuka situs web bimbingan konseling dengan pendekatan user centered design Rezki Saputri; Tia Mulyati; Kenanga Maharani Aznel; Fajar Ciptandi
Jurnal Desain Vol 11, No 3 (2024): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v11i3.19273

Abstract

Pentingnya Bimbingan Konseling pada lingkungan perguruan tinggi sangat dibutuhkan dan tentunya berdampak bagi instansi terkait. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi dan menciptakan ruang aman bagi para mahasiswa dengan melakukan pencegahan dan penanganan masalah yang mungkin timbul. Dalam penelitian ini, salah satu universitas swasta di Bandung dipilih sebagai subjek studi kasus, yang menyoroti bahwa walaupun telah tersedia fasilitas Bimbingan Konseling, penggunaannya belum optimal karena kurangnya pemahaman mahasiswa mengenai fungsinya. Oleh karena itu, pendekatan user centered design digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan pada antarmuka dari fasilitas Bimbingan Konseling tersebut melalui kuesioner. Proses ideation menghasilkan keputusan penelitian berupa perbaikan antarmuka dengan pembaruan visualisasi, layout, dan tipografi, serta penambahan fitur agar dapat berfungsi secara optimal. Selain itu, dilakukan studi komparasi dengan situs web lain yang memiliki fungsi serupa sebagai acuan dalam melakukan perbaikan pada antarmuka Bimbingan Konseling pada situs web milik universitas tersebut. Hasil penelitian ini menghasilkan beberapa alternatif prototype, dan terpilih satu desain yang dianggap ideal dalam proses desain dan penggunaannya. Selain itu, dilakukan evaluasi internal dan validasi oleh para pengguna untuk melihat pengaruhnya dan memberikan masukan bagi pihak pengembang dalam melakukan perbaikan antarmuka agar dapat berfungsi secara optimal.
Panduan perancangan produk kulit berdasarkan selera konsumen Gen Z untuk UKM Manding Yogyakarta Mochammad Charis Hidayahtullah
Jurnal Desain Vol 11, No 3 (2024): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v11i3.18918

Abstract

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Manding Yogyakarta merupakan salah satu penghasil produk kulit yang terkenal di Indonesia. Seiring dengan perkembangan jaman, UKM tersebut menjadi kurang berkembang dikarenakan produsen yang kurang bisa membaca selera konsumennya. Penelitian dengan metode kuantitatif ini dilakukan untuk mendapatkan panduan perancangan produk kulit berdasarkan persepsi selera konsumen Gen Z untuk membantu UKM terkait dalam menyelesaikan masalah tersebut. Didapatkan hasil bahwa Gen Z di Yogyakarta memiliki strata sosial menengah hingga menengah kebawah. Hal ini menjadikan pengambilan keputusan pembelian hanya didasarkan pada faktor kebutuhan saja. Produk tas kulit masih yang paling diminati untuk dibeli, terutama jika produk tersebut memiliki gaya fashion kasual dan minimalis, bermaterial kulit binatang dengan warna earthtone, serta inovasi berupa tekstil khas Indonesia. Tampilan visual tersebut dianggap lebih modern dan lebih cocok oleh konsumen Gen Z di Yogyakarta. Kemampuan daya beli konsumen juga masih relatif rendah yakni diantara rentang Rp. 110.000 hingga Rp. 300.000. Hal ini merupakan tantangan bagi UKM Manding karena harus merancang produk kulit yang berkualitas namun affordable dengan harga yang murah. Panduan visual ini bertujuan memudahkan dalam mendesain produk kulit yang sejalan dengan selera konsumen Gen Z. Panduan ini diharapkan membantu UKM Manding agar jaya kembali dan berdaya saing di pasar lokal hingga internasional.
Video profil animasi 3D sebagai identitas brand parfum XYZ Jessica Avelia Setiawan; Yana Erlyana
Jurnal Desain Vol 11, No 3 (2024): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v11i3.19438

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan brand lokal terbanyak, namun kurangnya inovasi yang dilakukan oleh perusahaan dan brand lokal menjadi salah satu alasan mengapa brand lokal masih kurang diminati. Penggunaan video profil terutama dalam bentuk animasi sangat berpengaruh untuk identitas sebuah produk yang membentuk citra brand. Penelitian ini menggunakan brand lokal TYKHE sebagai subjek penelitian. Mengingat TYKHE masih dalam tahap pengembangan, maka dibutuhkannya video profil yang sesuai pada citra brand sebagai identitas dari brand tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pembuatan video profil dalam bentuk animasi 3D dan media pendukungnya. Metodologi penelitian yang digunakan berupa penelitian kualitatif deskriptif untuk menjelaskan keseluruhan proses pembuatan animasi. Proses penelitian terdiri dari tahap perencanaan konsep, perancangan, dan pembuatan animasi dengan memanfaatkan software 3D. Analisis yang didapat yaitu animasi 3D dan media pendukungnya dapat menunjang identitas pada sebuah brand, sebagai bentuk inovasi baru dalam pengembangan industri kreatif brand lokal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan media alternatif kreatif baru dalam dunia brand dan juga animasi di Indonesia.