cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial
ISSN : 14125153     EISSN : 25028707     DOI : -
Core Subject : Social,
Berbagai hasil penelitian dan kajian model praktik pekerjaan sosial tentang model pelayanan sosial, perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, pengembangan sosial, dan intervensi praktik pekerjaan sosial dapat dipublikasikan melalui jurnal Peksos ini.
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
PERAN TOKOH MASYARAKAT DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN RAWAN SOSIAL EKONOMI (PRSE) DI DESA SUKAMULYA KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA Lubis, Nurhayani
Pekerjaan Sosial Vol 18, No 2 (2019): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.842 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v18i2.196

Abstract

Penelitian ini mengkaji Peran Tokoh Masyarakat dalam Pemberdayaan Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) di Desa Sukamulya, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, yaitu sebagai penggerak, pengorganisasi dan sebagai pengontrol, agar PRSE mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, menjangkau sumber-sumber produktif dan mampu berpartisipasi dalam proses pembangunan dan keputusan-keputusan yang mempengaruhi mereka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan informan 3 orang tokoh masyarakat dan 2 orang PRSE dengan Wawancara Mendalam dan Observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran tokoh masyarakat dalam pemberdayaan PRSE belum maksimal. Bentuk kegiatannya masih melanjutkan kegiatan sebelumnya berupa pembagian sembako pada saat menjelang Bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Demikian pula dengan kegiatan pengembangan kapasitas PRSE, hanya berupa latihan keterampilan usaha ekonomi produktif, tidak diiringi dengan latihan keterampilan keterampilan mengemas produksi, strategi pemasaran dan pemberian bantuan modal usaha. Selanjutnya, pada kemampuan menjangkau sumbersumber produktif untuk mengatasi masalah ketiadaan modal usaha dan kelemahan dalam strategi pemasaran juga tidak diberikan. Alasannya, masa kerjanya yang baru, keterbatasan anggaran dan kurangnya tenaga lapangan yang membantu pelaksanaan kegiatan.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN DI BIDANG PENDIDIKAN DASAR DI KECAMATAN PULAU-PULAU TERSELATAN KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA (MBD) PROVINSI MALUKU Soselisa, Hobarth Williams
Pekerjaan Sosial Vol 18, No 2 (2019): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.374 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v18i2.202

Abstract

Partisipasi memiliki kaitan erat dengan pembangunan, termasuk pembangunan pendidikan. Partisipasi masyarakat merupakan syarat penting bagi keberhasilan pembangunan itu sendiri. Begitu pula dengan partisipasi masyarakat Kecamatan Pulau pulau Terselatan dalam bidang pendidikan dasar yang dirasa perlu dioptimalkan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk-bentuk, faktor-faktor partisipasi serta merumuskan model partisipasi masyarakat di bidang pendidikan dasar di kecamatan Pulau-pulau Terselatan. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data observasi, interview mendalam, FGD dan studi dokumentasi. Data dikumpulkan dari kalangan birokrat, anggota dewan, kepala sekolah dan guru, tokoh agama, tokoh adat, LSM, tokoh pendidikan dan orang tua murid. Bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dikategorikan menjadi dua, yaitu partisipasi fisik dan non-fisik. Partisipasi fisik meliputi partisipasi financial, iuran wajib sekolah, sumbangan sukarela, partisipasi pembangunan sarana dan prasarana sekolah, infrastruktur dan relawan mengajar. Partisipasi non-fisik berupa sumbangan pemikiran, keterlibatan dalam rapat internal dan penyampaian aspirasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dikategorikan meliputi faktor internal, faktor personal dan faktor eksternal. Faktor internal, meliputi faktor psikologis masyarakat, yaitu masyarakat yang menerima perubahan dan yang tertutup pada perubahan. Faktor personal meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan dan penghasilan. Faktor eksternal meliputi peran pemerintah daerah, pengaruh LSM/ masyarakat dan sektor swasta. Nama model partisipasi yang diformulasikan adalah Tiga Batu Satu Tungku. Model ini menitikberatkan pada aktor-aktor yang terlibat dalam pembangunan pendidikan dasar. Ketiga aktor tersebut adalah pemerintah daerah ? sektor swasta ? masyarakat (level makro); tokoh adat ? tokoh agama ? tokoh pendidikan/guru (level meso); guru ? murid ? orang tua murid (level mikro).
KECEMASAN ANAK KORBAN TINDAK KEKERASAN SEKSUAL DI YAYASAN RUMAH AMAN SUMUR KABUPATEN NGANJUK Dewi, Milla Sustika; Subardhini, Meiti Subardhini; Sundayani, Yana
Pekerjaan Sosial Vol 18, No 2 (2019): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.607 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v18i2.197

Abstract

Penelitian ini tentang Kecemasan Anak Korban Tindak Kekerasan Seksual di Yayasan Rumah Aman Sumur Kabupaten Nganjuk. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran secara empirik karakteristik anak korban tindak kekerasan seksual, aspek kecemasan yaitu somatis, kognitif dan perilaku serta harapan dari anak korban tindak kekerasan seksual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa anak korban tindak kekerasan seksual mengalami kecemasan somatis yaitu mata kabur, sakit kepala, mual, sakit perut, jantung berdetak lebih cepat dan badan terasa lemas. Kecemasan kognitif yang muncul pada anak korban tindak kekerasan seksual adalah menyalahkan oranglain, menyalahkan diri sendiri, susah berkonsentrasi berpikirtidak dapat mengendalikan masalah, takut pada pikiran sendiri, berfirasat buruk, gangguan tidur (mengigau), merasa takut dan ingin membalas (dendam) perilaku pelaku. Kecemasan perilaku yang muncul pada anak korban tindak kekerasan seksual yaitu menghindar, tidak mampu bicara, sering menangis, melamun dan tidak ingin sendiri. Kecemasan yang dialami anak korban tindak kekerasan seksual tentunya berpengaruh pada aktivitas dan kehidupan sehari-harinya. Anak korban tindak kekerasan seksual membuuhkan dukungan dan rasa aman agar kecemasannya dapat berkurang atau hilang. Oleh karena itu, peneliti mengusulkan program yaitu "Terapi Psikososial untuk Mengatasi Kecemasan Anak Korban Tindak Kekerasan Seksual di Yayasan Rumah Aman Sumur Kabupaten Nganjuk". Program menggunakan metode socialcasework dengan menggunakan teknik terapi nourishment, Rational Emotiv Therapy (RET) dan terapi relaksasi. Melalui program ini diharapkan kecemasan dan trauma anak korban tindak kekerasan seksual berkurang atau hilang.
EFEKTIVITAS SISTEM LAYANAN DAN RUJUKAN TERPADU “SABILULUNGAN” KABUPATEN BANDUNG Sukoco, Dwi Heru
Pekerjaan Sosial Vol 19, No 1 (2020): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.388 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v19i1.258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari jawaban atas pertanyaan mengapa masih banyak program penanggulangan kemiskinan yang bersifat parsial dan tidak terpadu, sementara kebijakan Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) terus dikembangkan dan diimplementasikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data triangulasi, dengan informan terdiri dari manajer, supervisor, fasilitator, dan penerima manfaat program. Dengan teknik uji keabsahan data dan model analisis Mile & Huberman, hasil penelitian menunjukkan bahwa SLRT Kabupaten Bandung yang dirintis tahun 2016, sekarang telah mampu memberikan layanan sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan yang dikeluarkan Kementerian Sosial. Petugas telah mampu melakukan verifikasi dan validasi data kemiskinan. SLRT juga telah memberikan kontribusi dengan menurunkan angka kemiskinan menjadi 6,65% sehingga lebih rendah dari angka kemiskinan nasional (9,82%). SLRT Kabupaten Bandung telah memiliki regulasi, kantor sekretariat dan tempat layanan disertai dengan fasilitas dan perlengkapan, manajemen, sumber daya manusia, dan organisasi hingga ke tingkat desa. SLRT menyediakan tiga layanan utama: pendidikan, kesehatan, dan sosial-ekonomi bagi penerima manfaat.Kata Kunci:SLRT, Penerima Manfaat
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KAMPUNG KREASI WARNA-WARNI LORONG MARI TALANG BUBUK OLEH PT PERTAMINA (PERSERO) RU III PLAJU Aditya, Rahadiyand; Ardiyantika, Sulistyary; ., Istiqomah
Pekerjaan Sosial Vol 19, No 1 (2020): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.501 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v19i1.238

Abstract

Data penduduk perkotaan semakin tinggi dari tahun ke tahun, pada tahun 2035 di prediksi jumlah penduduk perkotaan dapat mencapai 70% dari jumlah seluruh penduduk di Indonesia. Beberapa permasalahan yang muncul di wilayah perkotaan antaralain kimiskinan, anak jalanan, pengangguran dan juga perkampungan kumuh. Kota Palembang adalah salah satu wilayah dengan jumlah kawasan kumuh tertinggi di Indonesia sebesar 1.443 Ha, Lorong Mari Kelurahan Talang Bubuk Kecamatan Plaju dengan jumlah pemukiman kumuh sebesar 5,47 Ha salah satunya. PT Pertamina RU III Plaju memiliki program tanggung jawab sosial perusahaan berupa Kampung Kreasi Warna-warni Lorong Mari. Maka dari itu menarik untuk dikaji, bagaimana kegiatan pemberdayaan yang dilakukan perusahaan dalam menjalankan Program Kampung Kreasi Warna-warni tersebut? Penelitian ini bertujuan agar dapat menjadi rujukan bagi perusahaan lain yang menerapkan program tanggung jawab sosialnya sejenis dengan program Kampung Kreasi Warna-warni ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan obyek penelitian adalah Kampung Kreasi Warna-warni Lorong Mari. Teknik penarikan informan menggunakan non probability dengan jenis bola salju dan data yang diperoleh diolah menggunakan analisis interaktif yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan penelitian ini adalah program Kampung Kreasi Warna-warni sudah berjalan sesuai dengan tujuan pemberdayaan yaitu pada aspek perbaikan kelembagaan, perbaikan lingkungan dan perbaikan pendapatan. Catatan yang perlu diperhatikan adalah perlunya pelatihan untuk masyarakat Lorong Mari agar kegiatan kelompok di sana berjalan secara efektif dan efisien.Kata Kunci : Kampung Kreasi Warna-warni, Pemberdayaan Masyarakat, Perbaikan Kelembagaan, Perbaikan Lingkungan, Perbaikan Pendapatan,
PEMENUHAN HAK PENGASUHAN BAYI OLEH NARAPIDANA PEREMPUAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS II A TANGERANG Huripah, Enung; Triano, Habibah Mutiara; Hakim, Moch Zaenal
Pekerjaan Sosial Vol 19, No 1 (2020): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.694 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v19i1.239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mendalam tentang pemenuhan hak pengasuhan bayi oleh narapidana perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Tangerang, yang dibagi dalam beberapa aspek yaitu gambaran mengenai pelayanan kesehatan, makanan yang layak dan fasilitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 3 orang yang terdiri dari 1 orang narapidana perempuan yang membawa bayi, 1 orang pendamping narapidana yang membawa bayi, dan 1 orang pegawai bagian Kemasyarakatan dan Perawatan. Informan ditentukan berdasarkan purposive (pertimbangan peneliti). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan hak pengasuhan bayi oleh narapidana perempuan dilihat dari aspek pelayanan kesehatan, makanan yang layak dan fasilitas telah dilaksanakan dengan cukup baik, namun ada beberapa hal yang belum terlaksana yaitu belum tersedianya fasilitas kebutuhan khusus ruang laktasi dan pemberian konsultasi oleh pendamping dan pegawai bagian Kemasyarakatan dan Perawatan untuk narapidana yang membawa bayi. Berdasarkan permasalahan tersebut maka peneliti merekomendasikan  pengembangan kapasitas pendamping dan pegawai dalam pemenuhan hak pengasuhan bayi oleh narapidana perempuan. Menggunakan metode Praktik Pekerjaan Sosial Kelompok melalui teknik Educational Group, para pendamping dan pegawai ditingkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilannya agar dapat memenuhi dan memfasilitasi seluruh kebutuhan Narapidana Perempuan untuk dapat mengasuh bayinya.Kata Kunci:Pemenuhan Hak Pengasuhan Bayi, Narapidana Perempuan, Educational Group
AKSESIBILITAS KELOMPOK LANJUT USIA TERHADAP LAYANAN KESEHATAN POS PEMBINAAN TERPADU BERBASIS MASYARAKAT DI KELURAHAN SUKAPURA KECAMATAN KIARACONDONG KOTA BANDUNG Suryani, Ria; Setiamanah, Meilani Dewi
Pekerjaan Sosial Vol 19, No 1 (2020): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.738 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v19i1.234

Abstract

Aksesibilitas merujuk pada upaya yang dilakukan lanjut usia untuk menjangkau pelayanan. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara lebih mendalam mengenai aksesibilitas lanjut usia terhadap posbindu meliputi  1) Birokrasi pelayanan, 2)Keanekaragaman pengetahuan dan pemahaman, 3)Diskriminasi, 4)Jarak geografis, dan 5)Harapan informan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif Sdengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer berjumlah 10 orang yang terdiri dari 6 lanjut usia, 2 kader posbindu, dan 2 petugas puskesmas. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Adapun teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah uji kredibilitas, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek birokrasi yang dilalui tidak sulit dan tidak ada diskriminasi yang dialami lanjut usia, namun pengetahuan dan pemahaman lanjut usia terhadap posbindu masih kurang. Hal ini dikarenakan belum tersebarnya informasi mengenai posbindu secara menyeluruh dan pola pikir lanjut usia yang kurang tepat. Selain itu, jarak geografis juga menghambat lanjut usia dalam mengakses posbindu dikarenakan kondisi fisik lanjut usia yang sudah menurun dan kondisi lingkungan yang kurang baik. Kata Kunci: Aksesibilitas; lanjut usia; posbindu.
PRAKTIK PEKERJAAN SOSIAL BERBASIS KOMUNITAS DALAM PENANGANAN ANAK TERLANTAR DI KABUPATEN SUMEDANG PROVINSI JAWA BARAT Ocktilia, Helly
Pekerjaan Sosial Vol 19, No 1 (2020): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.213 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v19i1.240

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menggambarkan praktik pekerjaan sosial berbasis komunitas dalam menangani masalah anak terlantar pendidkan pada masyarakat perdesaan serta upaya pengembangan komunitas lokal dalam mengatasinya. Studi dilakukan di salah satu wilayah perdesaan Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat yang menjadi lokasi praktik pekerjaan sosial makro. Studi dilakukan dengan menggunakan studi literatur dan dokumen yang terkait dengan topik pekerjaan sosial, anak terlantar, dan pengembangan masyarakat. Hasil studi menunjukan upaya penanganan masalah anak terlantar pendidikan dilakukan secara partisipatif bersama masyarakat dengan menggunakan tahap-tahap penanganan praktek pekerjaan sosial makro mulai dari inisiasi sosial hingga terminasi dan rujukan. Metoda Pekerjaan Sosial yang digunakan dalam pengembangan komunitas yaitu Community Development/Community Organization, dengan strategi dan taktik yang digunakan: (1) Kolaborasi dengan taktik implementasi, pengembangan partisipasi dan pemberdayaan; (2) Strategi Kampanye dengan taktik pendidikan dan persuasi. Disimpulkan bahwa penanganan masalah anak terlantar pendidikan telah dilakukan secara partisipatif melalui pendampingan sosial dengan memberikan penguatan kapasitas dan memanfaatkan asset komunitas sehingga dapat meningkatkan keberdayaan komunitas dalam menangani masalah. Program penanganan anak terlantar dituangkan dalam ?Program Rumah Bocah Cerdas (Rumah BODAS)?. Tujuannya untuk meningkatkan gerakan literasi pada masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan orangtua tentang pentingnya pendidikan bagi anak, meningkatkan motivasi anak untuk bersekolah, serta menurunkan angka buta huruf pada anak-anak. Kata kunci: Anak Terlantar, Pengembangan Masyarakat, Praktik Pekerjaan Sosial Makro 
KONTROL SOSIAL MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU SEKS PRANIKAH DI KALANGAN MAHASISWA DI KELURAHAN LEBAK GEDE KECAMATAN COBLONG KOTA BANDUNG Ramadhan, Mochamad Rizky; ., Pribowo
Pekerjaan Sosial Vol 19, No 1 (2020): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.189 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v19i1.235

Abstract

Kontrol sosial masyarakat Kelurahan Lebak Gede dilakukan sebagai upaya pencegahan dan pengentasan masalah perilaku seks pranikah di kalangan mahasiswa karena tidak sesuai nilai dan norma masyarakat yang dapat mengakibatkan masalah kesehatan dan dapat mengganggu keberfungsian sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memberikan gambaran empiris tentang karakterisitik responden, upaya persuasive, upaya coercive, upaya compulsion, dan upaya pervasion yang dilakukan masyarakat terhadap perilaku seks pranikah di kalangan mahasiswa di Kelurahan Lebak Gede Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Objek penelitian pada penelitian ini adalah ketua RT dan ketua RW yang berjumlah 77 orang dengan menggunakan teknik penarikan sampel sensus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner dan studi dokumentasi. Alat ukur yang digunakan adalah rating scale. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan validitas muka dan uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach dengan SPSS 25. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol sosial yang dilakukan masyarakat terhadap perilaku seks pranikah di Kelurahan Lebak Gede berada pada kategori sedang dengan rincian dari keempat upaya kontrol sosial, yaitu upaya persuasive berada pada kategori sedang, upaya coercive berada pada kategori sedang, upaya compulsion berada pada kategori sedang, dan upaya pervasion dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa upaya kontrol sosial sudah cukup baik, namun beberapa indikator masih belum optimal dan perlu ditingkatkan. Berdasarkan hasil penelitian, analisis masalah, analisis kebutuhan, dan analisis sistem sumber yang telah dilakukan, peneliti mengusulkan program ?Penyuluhan Sosial dalam Meningkatan Kontrol Sosial Masyarakat Terhadap Perilaku Seks Pranikah di Kalangan Mahasiswa?. Metode yang digunakan dalam program tersebut adalah pengembangan masyarakat. Teknik yang digunakan dalam progam adalah strategi kolaborasi dan taktik implementasi dan capacity building. Program ini terdiri atas beberapa kegiatan seperti penyuluhan sosial, kampanye penolakan perilaku seks pranikah, dan pembentukan forum komunikasi bersama. Kata Kunci:Kontrol Sosial, Masyarakat, Perilaku seks pranikah, Mahasiswa, Kota Bandung
EFEKTIVITAS PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PT TIMAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN ANAK KELUARGA MISKIN DI ASRAMA KELAS BEASISWA BANGKA BELITUNG Febiyan, Dini Abella; Rusmana, Aep; Muryanto, Yudi
Pekerjaan Sosial Vol 19, No 1 (2020): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.678 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v19i1.241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara empiris tentang efektivitas program CSR PT Timah Tbk dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak keluarga miskin di asrama kelas beasiswa Bangka Belitung, meliputi: 1) karakteristik responden, 2) ketepatan sasaran program, 3) sosialisasi program, 4) tujuan program, 5) pemantauan program. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kuantitatif deskriptif. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah sensus dengan jumlah responden 64 orang penerima beasiswa CSR pendidikan PT Timah Tbk di asrama kelas beasiswa Bangka Belitung. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: 1) kuisioner atau angket, 2) observasi, dan 3) studi dokumentasi. Adapun uji validitas alat ukur menggunakan validitas muka (face validity). Selanjutnya hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas program CSR PT Timah Tbk dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak keluarga miskin di asrama kelas beasiswa Bangka Belitung secara keseluruhan sudah efektif dari aspek ketepatan sasaran, sosialisasi program, tujuan program dan pemantauan program. Aspek pemantauan program merupakan aspek yang memperoleh skor terendah dan masuk pada kategori kurang efektif. Hal ini menggambarkan pihak perusahaan belum maksimal dalam melaksanakan pemantauan terhadap penerima program beasiswa CSR pendidikan PT Timah Tbk. Kata Kunci:Efektivitas Program; Corporate Social Responsibility; Pendidikan