cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial
ISSN : 14125153     EISSN : 25028707     DOI : -
Core Subject : Social,
Berbagai hasil penelitian dan kajian model praktik pekerjaan sosial tentang model pelayanan sosial, perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, pengembangan sosial, dan intervensi praktik pekerjaan sosial dapat dipublikasikan melalui jurnal Peksos ini.
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
KOMUNIKASI NONVERBAL PADA REMAJA TUNARUNGU DI SEKOLAH LUAR BIASA BANDUNG Widyaputra, Fauzan Ahdi
Pekerjaan Sosial Vol 16, No 1 (2017): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.55 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v16i1.104

Abstract

Abstract Someone with special needs are part of the dynamic of life. Same thing with other normal human, somenone with special needs are communicating. Deaf human, specifc to teeneger, they are communicating with the environment by symbolic language. Indonesia use universal symbolic language, the language is confirmed in global. This study aims to gain insight about communication deaf teenagers at SLBN Cileunyi Kabupaten Bandung. In particular to determine used of sign languange, action language, and object language in deaf teenagers. This research used the qualitative method with in-depth interview, observation and documentation study. The data resource which is used was the primary and secondary data, this research also carried out the validity data test with credibility, transferability, dependability and confirmability. The informant in this research was the students of SLB Negeri Cileunyi which is purposively determined. Furthermore, the field data was analyzed by using qualitative analysis. This study demonstrated that: sign language of deaf teenager still needed special assistance like signal, logo and grafic symbol. So it is with action language which actually not specific to replace the words, but transfering the meaning, and object language of deaf teenager like props, it should be made interesting. Keywords: communication, deaf, nonverbal Abstrak Seseorang dengan kebutuhan khusus adalah bagian dari dinamika kehidupan. Sama halnya dengan manusia pada umumnya, seseorang dengan kebutuhan khusus melakukan komunikasi. Remaja tunarungu dapat mengenali lingkungan sekitarnya dengan cara berkomunikasi dengan yang lainnya menggunakan bahasa isyarat. Bahasa isyarat yang digunakan di Indonesia adalah bahasa isyarat yang telah disepakati oleh seluruh dunia. Tujuan studi ini adalah untuk mengkaji  tentang komunikasi nonverbal pada remaja tunarungu. Secara khusus untuk mengetahui bahasa tanda, bahasa tindakan, dan bahasa objek di remaja tunarungu. Metode yang digunakan dalam penulisan studi ini adalah kualitatif – interaksi simbolik, dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi parsitipasif, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan Credibility, Transferability, Dependability, dan Confirmability. Infoman penelitian adalah siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Cileunyi yang ditentukan dengan purposif. Selanjutnya teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisi kualititatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa tanda pada remaja tunarungu masih memerlukan bantuan khusus seperti sinyal, logo, dan simbol grafis. Begitu juga dengan bahasa tindakan pada remaja tunarungu yang sebenarnya tidak dikhususkan sebagai pengganti kata tetapi menghantarkan makna, seperti menggebrak meja, dan bahasa objek pada remaja tunarungu seperti alat peraga harus dibuat menarik. Kata kunci: komunikasi, nonverbal, tunarungu
PERILAKU BERISIKO TINGGI TERTULAR HIV DAN AIDS DI KALANGAN SUPIR TRUK ANTAR KOTA ANTAR PROVINSI Hakim, Moch Zaenal; R.A, Rini Hartini; Favourita, Lina; Sutisna, Nono
Pekerjaan Sosial Vol 12, No 1 (2013): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.109 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v12i1.9

Abstract

AbstractHIV/AIDS case in Indonesia more increase by the year, in quality nor quantity. Until 2010, identificated 24.131 people living with HIV/AIDS (PLWHA) from many groups includes high risk infected HIV group. As one of high risk man group, truckers is very susceptible infection by HIV/AIDS. The high risk behaviour in truckers and their knowledges about sexual infection disease and HIV/AIDS are still low bring them pass to suspectible and already infected HIV. This conditions are very felt concerned, because if truckers has been infected by HIV, they are big potentially spreading to the other society group by high riskman or not. Truckers are the the main bridge of spreading of HIV/AIDS between prostitutes and society. This qualitative research purpose to know high risk behaviour to infected HIV/AIDS in truckers group in North Coast Area, Subang, West Java. Aspects which is tested including data about characteristic of truck driver,  to know the comprehension of truck driver about understanding, transmission, symptom, prevention and care for HIV/AIDS, to know  How truck drivers activities in the time rest at northen coast Subang, and  providing recommendation for prevention program of HIV/AIDS among truck driver and their environment. Using purposive sampling tehnique, five informants are choosen as primary data resources with two addition informants as secondary data resources for interviewed.The results are showing that the the knowledge about HIV/AIDS of the five informants are low. High risk behaviour to infected HIV in truckers is having sex with women prostitutes by static spouse or changing spouse, did not using condom, having sex with girl friend, having sex in vaginal or oral. The factors that causing high risk sexual behaviour in truckers are pretention, need, and propensity to do something (internal) dan environment factor (external) such as friend influence, and the existing of rest area and prostitution place in the North Coast Strip, Subang, West Java. The Research are recomendating the importance of trucker to change their knowledge, strengthening  their comprehension and perception about HIV/AIDS problem by formatting educational group, and strengthening the environment factors that possible to make positive behaviour changing in truckers. Keywords: PLWHA, high risk man, truckers, educational group, positive behaviour change AbstrakKasus HIV/AIDS di Indonesia semakin meningkat setiap tahun, baik kualitas maupun kuantitas. Sampai dengan tahun 2010 telah ditemui 24.131 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dari berbagai kelompok termasuk kelompok berisiko tinggi tertular HIV. Sebagai salah satu kelompok lelaki berisiko tinggi, supir truk sangat rentan tertular HIV/AIDS. Praktek perilaku berisiko tinggi di kalangan supir truk ditambah dengan kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang penyakit menular seksual dan HIV/AIDS, menjadikan mereka rentan dan sudah tertular virus HIV. Keadaan ini sangat mengkhawatirkan, karena ketika supir truk telah tertular virus HIV, mereka berpotensi besar untuk menularkannya kepada kelompok masyarakat lainnya baik yang berisiko tinggi maupun tidak. Supir truk merupakan jembatan utama penularan HIV/AIDS antara wanita pekerja seks dengan masyarakat umum. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui perilaku berisiko tinggi tertular HIV/AIDS di kalangan supir truk di kawasan pantai utara Subang Jawa Barat. Aspek yang diteliti adalah karakteristik supir truk; pemahaman supir truk tentang HIV/AIDS dari aspek pengertian, penularan dan gejala-gejala, ujian antibodi, serta pencegahan dan perawatan HIV/AIDS; dan perilaku supir truk dalam memanfaatkan waktu luang dan faktor-faktor yang mempengaruhinya; serta rekomendasi pelayanan yang diperlukan supir truk untuk menangani HIV dan AIDS.  Dengan menggunakan tehnik purposive sampling, lima informan telah dipilih sebagai sumber data primer ditambah dengan dua informan tambahan sebagai sumber data sekunder, untuk diwawancara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima informan mempunyai pengetahuan dan pemahaman yang sangat kurang tentang HIV/AIDS. Perilaku berisiko tinggi tertular HIV informan adalah berhubungan seks dengan Wanita Tuna Susila (WTS) baik pasangan tetap maupun berganti-ganti, tidak menggunakan kondom, berhubungan seks dengan pacar, melakukan hubungan seks secara vaginal dan oral. Faktor internal perilaku seksual berisiko tinggi, yaitu keinginan, kebutuhan dan hasrat untuk melakukan sesuatu, dan faktor lingkungan (eksternal) adalah pengaruh teman, dan tempat istirahat atau lokasi prostitusi di sepanjang pantai utara Subang Jawa Barat. Penelitian merekomendasikan perlunya memperkuat perubahan pengetahuan, pemahaman dan persepsi para supir truk terhadap masalah HIV/AIDS melalui pembentukan educational group, serta memperkuat faktor lingkungan yang dapat membawa perubahan perilaku secara positif di kalangan supir truk.  Kata kunci: ODHA, lelaki berisiko tinggi, supir truk, kelompok pendidikan, pengubahan perilaku positif
PENGUATAN KAPASITAS ORGANISASI LOKAL TIM PERLINDUNGAN SOSIAL PEKERJA ANAK (TPSPA) MANDIRI DI KELURAHAN LEUWIGAJAH KECAMATAN CIMAHI SELATAN KOTA CIMAHI Masitoh, Imas Siti
Pekerjaan Sosial Vol 17, No 2 (2018): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.291 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v17i2.139

Abstract

Abstrak  Tim Perlindungan Sosial Bagi Pekerja Anak (TPSPA) Mandiri di Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi, merupakan organisasi lokal yang dibentuk berdasarkan motivasi masyarakat untuk menanggulangi permasalahan pekerja anak. Pekerja anak merupakan masalah sosial yang membutuhkan penanganan segera, karena jika dibiarkan akan menimbulkan masalahmasalah lain yang lebih kompleks. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas merupakan program yang relevan dengan masalah-masalah organisatoris yang dihadapi oleh TPSPA Mandiri, seperti keterbatasan SDM baik secara kuantitas maupun kualitas.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pengurus dan anggota organisasi lokal Tim Perlindungan Sosial Bagi Pekerja Anak (TPSPA) Mandiri di Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian tindakan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif (participant observation), wawancara semi terstruktur (in-dept interview), studi dokumentasi, focus group discussion (FGD). Analisa data meliputi data reduction, data display dan conclusion drawing/verification. Penelitian ini merupakan perbaikan model praktikum, hasil perbaikan model adalah kesepakatan mengadakan pelatihan pengurus dan anggota TPSPA Mandiri yang bekerja sama dengan PKK Kelurahan, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Materi pelatihan yakni ; pemahaman fungsi, peran pengurus dan anggota organisasi, Sosialisasi Undang-Undang Perlindungan Anak, Bimbingan dan latihan penggalangan dana, Proses kerjasama dengan sumber pelayanan kesejahteraan. Hasil pelaksanaan perencanaan asesmen dan setelah dilakukan intervensi menunjukkan adanya peningkatan kapasitas pengurus dan anggota organisasi yang mengalami masalah kekurangan SDM, baik secara kualitas maupun kuantitas, maka dapat dikatakan bahwa pelatihan penguatan kapasitas berpengaruh meningkatkan kapasitas pengurus organisasi lokal Tim Perlindungan Sosial Bagi Pekerja Anak (TPSPA) Mandiri di Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi dalam rangka membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi baik oleh pekerja anak maupun oleh keluarga pekerja anak dan dampak lanjutan adalah meningkatnya kemampuan dan keterampilan pengurus TPSPA Mandiri serta sejumlah pekerja anak mendapatkan pelayanan dari PKBM.  Kata Kunci : Penguatan Kapasitas, TPSPA, Pekerja Anak
PENERAPAN TEKNIK SELF MANAGEMENT TERHADAP KEPATUHAN BEROBAT PENDERITA HIV DI YOGYAKARTA Hasanah, Yuliati
Pekerjaan Sosial Vol 16, No 1 (2017): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1293.368 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v16i1.97

Abstract

Abstract Self management is a strategy in which the cognitive behavioral approach in the application, subject to the expected full attendance during the intervention process. NAP is an HIV patient and had undergone antiretroviral therapy. Saturation, fatigue experienced by NAP during the ARV therapy, so found some times subject medical leave provisions. Healthy behavior in a sick person (in this case a person suffering from HIV) one of which is adherent to treatment that must be endured. This research aims to gain result the applying of self management techniques against medication adherence of NAP patient with HIV in the Balai Rehabilitasi Sosial Pamardi PutraYogyakarta. This study focuses on the application of self-management techniques that include self-monitoring, self reinforcement and self evaluation of medication adherence that includes aspects of belief, accept and act on the subject. Researchers used quantitative approach by using the method of single subject design N = 1 model A-B-A now where the measurements and observations made in each phase. The subject in this study as many as one person with initials NAP. The purpose of this study is to look at the effect of applying the self management technique against NAP’s medication adherence. The results of this study indicate that the application of self-management techniques have a positive effect in improving NAP’s medication adherence with skor of 2SD smaller than skor of the mean phase difference A2 and A1. Stages through the application of this technique is extracting and determining value, set goals, formulate an action plan, the implementation of self-monitoring, self reinforcement and self evaluation. Based on the analysis of the results of the study concluded that the motivation, participation and discipline will determine the effectiveness of the intervention. Support of family members is also important to support the commitment of the subjects in this therapy.Keywords: behavior modification, HIV, medication adherence, self-management AbstrakManusia dapat memutuskan dan menentukan dirinya sendiri. Berdasarkan asumsi tersebut teknik self management merupakan salah satu teknik modifikasi perilaku yang memfokuskan pada regulasi diri. Self management merupakan salah satu strategi dalam pendekatan perilaku kognitif dimana dalam penerapannya, subjek diharapkan kehadiran penuh selama proses intervensi. NAP adalah seorang penderita HIV dan telah menjalani terapi ARV. Kejenuhan, kelelahan dialami NAP selama mengikuti terapi ARV, sehingga ditemukan beberapa kali subjek meninggalkan ketentuan-ketentuan medis. Perilaku sehat pada orang sakit (dalam kasus ini seseorang yang menderita HIV) salah satunya adalah patuh terhadap pengobatan yang harus dijalani. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil dari penerapan teknik self management terhadap kepatuhan berobat subjek NAP sebagai penderita HIV di Balai Rehabilitasi Sosial Pamardi Putra Yogyakarta. Penelitian ini menitikberatkan pada penerapan teknik self management yang mencakup self monitoring, self reinforcement dan self evaluation terhadap kepatuhan berobat yang mencakup aspek mempercayai (belief), menerima (accept) dan tindakan (act) pada subjek. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode single subject design N=1 dengan model A-B-A dinama pengukuran dan pengamatan dilakukan di setiap fase. Subjek dalam penelitian ini sebanyak satu orang dengan inisial NAP. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penerapan teknik self management terhadap kepatuhan berobat subjek NAP. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan teknik self management mempunyai pengaruh positif dalam meningkatkan kepatuhan berobat subjek NAP dengan nilai 2SD lebih kecil dari selisih mean fase A2 dan A1. Tahapan yang dilalui dalam penerapan teknik ini adalah penggalian dan penentuan value, menetapkan goals, merumuskan rencana tindakan, pelaksanaan self monitoring, self reinforcement dan self evaluation. Berdasarkan analisa hasil penelitian disimpulkan bahwa motivasi, peran serta dan kedisiplinan akan menentukan efektifitas intervensi. Dukungan anggota keluarga juga penting untuk mendukung komitmen subjek dalam terapi ini.Kata kunci:  HIV, kepatuhan berobat, modifikasi perilaku, self management
PENERAPAN BRIEF STRATEGIC FAMILY THERAPI DALAM MENINGKATKAN RELASI KELUARGA “HH” ANAK BINAAN DI RUMAH TAHANAN NEGARA KLAS I BANDUNG Nursyanti, Lis
Pekerjaan Sosial Vol 17, No 1 (2018): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.315 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v17i1.124

Abstract

Abstrak Brief Strategic Family Therapy adalah terapi keluarga yang bertujuan untuk menghilangkan atau mengurangi perilaku maladaptif pada anak dengan merestrukturisasi masalah relasi dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan relasi keluarga anak binaan di Rutan Klas I Bandung yang mengalami disfungsi keluarga, dengan cara meningkatkan komunikasi dan kelekatan diantara anggota  keluarga. Pendekatan ini didasarkan pada asumsi bahwa relasi berbasis keluarga berpengaruh terhadap perilaku anak dan bahwa peningkatan relasi keluarga akan mengurangi masalah perilaku maladaptif. Metode Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain subyek tunggal dengan model ABA. Data dianalisis dengan menggunakan statistik inferensial dilakukan untuk menguji hipotesis dengan uji t atau t-test dan statistik deskriptif dengan menggunakan perbandingan two standard deviation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan BSFT dapat meningkatkan relasi dalam keluarga, selain itu dapat merubah perilaku maladaptif pada anak yang  berperilaku menentang. Adapun kelemahan dari penerapan BSFT pada saat penelitian, karena dilakukan di dua lokasi yaitu rumah dan rutan, sehingga hasilnya kurang maksimal. Oleh karena itu, penerapan BSFT akan lebih efektif jika dilakukan pada keluarga yang anggotanya berada dalam satu lokasi, sehingga perilaku dan relasi antar angota keluarga dapat diamati dan diukur secara jelas. Kata kunci;  BSFT, meningkatkan relasi keluarga,  menghilangkan perilaku maladaptif.
PENERAPAN TERAPI RASIONAL EMOTIF TERHADAP PENURUNAN RELAPSE SUBJEK “MI” EKS KLIEN BALAI REHABILITASI SOSIAL PAMARDI PUTRA DI KOTA BANDUNG Sari, Irma Nirmala
Pekerjaan Sosial Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7372.981 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v15i2.82

Abstract

Abstract Relapse is a condition of some one returned to abuse drugs after several times experienced clean period or abstinence (recover) (Sarafino, 2006). The relapse peroblem experienced by the subject related to the his irrational thought about Drugs can help him to make a better creation. Emotive rational therapy is aimed to improve and change individual atitude by altering the way of thinking and subject irrational beliefs toward rational thought, then subject can improve self-quality and his happiness. The purpose of this research is to answer the problematic from the research, to gain result from case management about rehabilitation program in reducing the level of ex-drugs abuse relapse, while the special aim is to get a description about the influence of active-directive, Cognitive-Experential, Emotive-Experential, Behavioristic and subject conditional to handle his relapse and the influence of emotive rational therapy implementation to the level of emotional, mental and physical relapse of the subject. The method used quantitative single subject design model with data collection technique through the instrument measurement of relapse, observation, and documentation study. Validity test used Face Validity and reliabiilty test used Alpha Cronbach with SPSS (Statistical Package for The Social Science) version 2.0. Furthermore the results of the research were analyzed using quantitative analysis techniques with formula Two Standard Deviation (SD 2) to test the main hypothesis. The conclusion of of this research indicate that the Rational Emotive Therapy is effective to reduce subject’s relapse that solve the problem of irrational thinking became more rational and can reduce relapse rate of the subject. Key words: drugs abuser, relapse, irrational beliefs, rational emotive therapy Abstrak Relapse adalah kondisi seseorang yang kembali menyalahgunakan NAPZA setelah beberapa waktu mengalami periode bersih atau abstinence (pulih) (Sarafino, 2006). Permasalahan relapse yang dialami subjek berkaitan dengan pikiran irrasionalnya bahwa NAPZA dapat membantunya membuat suatu karya menjadi lebih baik. Terapi Rasional Emotif bertujuan untuk memperbaiki dan mengubah sikap individu dengan cara mengubah cara berpikir dan keyakinan subjek yang irasional menuju cara berpikir yang rasional, sehingga subjek dapat meningkatkan kualitas diri dan kebahagiaan hidupnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab problematik dari penelitian ini adalah untuk memperoleh hasil dari penanganan kasus tentang penerapan Terapi Rasional Emotif kepada eks penyalahguna NAPZA setelah menyelesaikan program rehabilitasi guna menurunnya tingkat relapse eks penyalahguna NAPZA, sedangkan tujuan khusus yaitu untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh aspek Aktif-Direktif, Kognitif-Eksperiensial,  Emotif-Eksperiensial,  Behavioristik, dan  Kondisional subjek untuk menangani relapsenya serta pengaruh implementasi Teknik Terapi Rasional Emotif terhadap tingkat kekambuhan emosi, mental, dan fisik subjek. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif rancangan subjek tunggal (Single Subject Design) dengan menggunakan teknik pengumpulan data pengukuran menggunakan instrumen relapse, observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Uji validitas menggunakan validitas muka (Face Validity) dan uji reliabilitas menggunakan teknik Alpha Cronbach dengan bantuan SPSS (Statistical Package for The Social Science) versi 2.0. Selanjutnya hasil penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis kuantitatif dengan menggunakan rumus Two Standard Deviation (2 SD) untuk menguji hipotesa utama. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Terapi Rasional Emotif efektif untuk menurunkan relapse subjek yaitu memecahkan masalah pemikiran irrasional menjadi lebih rasional serta dapat menurunkan tingkat relapse subjek. Kata kunci: penyalahgunaan narkotika, relapse, pemikiran irrasional, terapi rasional emotif
PEMENUHAN HAK RASA AMAN BAGI ANAK SEBAGAI IMPLEMENTASI HAK ANAK Huripah, Enung
Pekerjaan Sosial Vol 13, No 1 (2014): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.43 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v13i1.33

Abstract

AbstractThe right to security is one of the human right, even it is called the main right besides the right to life and freedom to be possessed by every human.Children protection problem become a very important concern and part of integral from the process and human right development dynamics. Children protection has been integrated in the national law that is KUHP Perdata, KUH Pidana and several legislation about children protection.One of children problems are children in conflict with the law, law system in Indonesia set a sense of status or existence of children in conflict with the law by providing support relating to the norm, institution, legal instruments or the implementation provision of children justice which is more in line with the dignity of Indonesia nation.Some understanding about children including: according to children justice legislation, according to the labor law. According to the Criminal Code of Children, civil law, marriage law. Child welfare is a system which can guarantee a child's life and development with reasonable growth, both spiritually, physically and socially.From various policy that regulates child protection, politics in Indonesia seem already directed to child protection. One of them is implemented in No. 23/2002 Legislation about Child protection which has been legalized on 22 October 2002.Although there has been a set of rules as the implementation of child rights policies implemented in the Child Protection Act can not guarantee the sense of security for children.So that Human Rights policy is not only become a slogan written rules which is lack of role in the protection of human rights, so the punishment for human rights violation must be applied correctly. Besides it is required seriousness of policy makers in evaluating the established policy implementation.Keywords: children, sense of security right fulfillment, children right  implement                   AbstrakHak atas rasa aman merupakan salah satu hak asasi manusia, bahkan hak ini disebut sebagai hak utama, disamping hak atas hidup dan hak atas kebebasan, yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Permasalahan perlindungan anak menjadi perhatian yang sangat penting dan menjadi bagian integral dari proses  dan dinamika pembangunan sumber daya manusia. Perlindungan anak sebenarnya telah terintegrasi dalam Hukum Nasional yaitu KUH Perdata, KUH Pidana dan sejumlah peraturan  perundang-undangan tentang  perlindungan anak.Salah satu dari permasalahan anak adalah anak-anak yang mengalami masalah dengan hukum, sistem hukum di Indonesia  menetapkan pengertian status  atau eksistensi anak yang bermasalahan dengan  hukum, dengan memberikan dukungan yang menyangkut  norma, lembaga, perangkat hukum, atau ketentuan penyelenggaraan peradilan anak yang lebih sesuai dengan harkat dan martabat Bangsa IndonesiaBeberapa pengertian tentang anak diantaranya;  Menurut Undang-undang pengadilan anak, menurut Hukum perburuhan. Anak menurut KUHP Anak menurut hukum perdata Anak menurut Undang-undang perkawinan.  Kesejahteraan Anak adalah suatu tata kehidupan anak yang dapat menjamin pertumbuhan dan perkembangannnya dengan wajar, baik secara rohani, jasmani maupun sosial. Dari berbagai kebijakan yang mengatur perlindungan anak, nampak politik hukum di Indonesia sudah diarahkan pada perlindungan anak. Salah satunya diimplementasikan dalam Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak telah di sahkan dan diundangkan pada tanggal 22 Oktober 2002. Meskipun  telah ada seperangkat peraturan sebagai implementasi kebijakan  HAM anak, ironisnya pengabaian terhadap hak-hak anak masih terus terjadi. Jadi dapat disimpulkan bahwa HAM Anak yang diimplementasikan dalam UU Perlindungan Anak belum dapat menjamin rasa aman bagi anak.Agar kebijakan perlindungan HAM anak tidak hanya menjadi slogan/peraturan tertulis yang kurang dapat berperan dalam perlindungan HAM anak yang sesungguhnya, maka pemberian hukuman terhadap pelanggaran HAM anak harus diterapkan dengan sebaik-baiknya, disamping ini perlu kesungguhan dari para pemegang kebijakan dalam mengevaluasi implementasi kebijakan yang telah ditetapkannya.Kata kumci: anak, pemenuhan hak rasa aman, implementasi hak anak
KINERJA GURU SEKOLAH LUAR BIASA DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS DI YAYASAN TARBIYAT Ul MUTA’ALIMIN KABUPATEN SUBANG Wibawa, Catur Herry
Pekerjaan Sosial Vol 11, No 1 (2012): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.152 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v11i1.1

Abstract

AbstractTeacher is a responsible person for disciplining children especially children with disability. He or she must have  a good performances so the children and people with disability behaviour level not deviate from the norms in society. Refer to that of  such big role, researcher is attracted to conduct a study to describe how the Special School Teacher’s performance in the classroom process in Tarbiyat Ul Muta’Alimin Institution Subang Regency. The scope of the study is about quality of work dimension with the following indicators: Provision of work, Ability to work level, Ability to analyze data, Ability to evaluate complaint, Consumers objection and work result. Especially, quantity work dimension with the following indicators: Working time, Work attendance, Pace of work and Level of Accuracy. The study design used quantitative and descriptive method. The target population in this study is a teacher who works as educator in Special School of Tarbiyat Ul Muta’Alimin Institution Subang Regency which numbered 20 people. In determining the sample, researcher uses census technique.All of the performance aspect, the result showed that the special school teacher performance in the classroom process in Tarbiyat Ul Muta’Alimin Institution Subang Regency are not optimal. This is because of lack of their understanding on the management and provision of special needs children education and lack of non formal education on special children needs. Teacher performance problems in the Tarbiyatul Muta’Alimin Subang Regency, classroom process is the less inability of teacher in handling of the learning problems to their students because they don’t understand special need children character.  Keywords : teacher  performance,  difabel,  special school,  classroom teaching AbstrakGuru sebagai penanggung jawab pendisiplinan anak khususnya penyandang cacat harus mempunyai kinerja yang baik agar tingkat laku anak/ penyandang cacat  tidak menyimpang dengan norma yang berlaku di masyarakat. Dengan  peran guru yang begitu besar tersebut, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian. Tujuan penelitian untuk menggambarkan kinerja  Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam pembelajaran di kelas di Yayasan Tarbiyat Ul Muta’Alimin Kabupaten Subang. Ruang lingkup penelitian tentang dimensi kualitas kerja, dengan indikator: ketepatan kerja, tingkat kemampuan  bekerja, kemampuan menganalisis data, kemampuan mengevaluasi keluhan, keberatan konsumen dan hasil kerja. Termasuk juga dimensi kuantitas kerja, dengan indikator: waktu kerja, absensi kerja, kecepatan kerja dan tingkat ketelitian.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif, Populasi yang menjadi sasaran dalam penelitian ini adalah guru yang bekerja sebagai pendidik di SLB  Yayasan Tarbiyat Ul Muta’Alimin  Kabupaten Subang  yang berjumlah 20 orang. Dalam menentukan sampel peneliti menggunakan teknik sensus. Hasil penelitian semua aspek kinerja tesebut diatas  menyatakan bahwa kinerja guru SLB dalam pembelajaran di kelas di Yayasan Tarbiyat Ul Muta’Alimin Kabupaten Subang belum optimal,  dikarenakan masih kurang pahamnya guru terhadap penanganan dan pemberian pendidikan terhadap anak berkebutuhan khusus dan kurangya pendidikan non formal terhadap penanganan anak berkebutuhan khusus, serta tidak memahami karakter siswa berkebutuhan khusus.
PENGEMBANGAN KAPASITAS FORUM KESEHATAN BERBASIS MASYARAKAT DALAM MENGGERAKKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI KOTA BANDUNG E.Dohong, Ekha Raya
Pekerjaan Sosial Vol 16, No 2 (2017): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.561 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v16i2.112

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan organisasi lokal Forum Kesehatan Berbasis Masyarakat (FKBM) RW 04 Kelurahan Sekeloa Kecamatan Coblong Kota Bandung dapat menjadi salah satu strategi memberdayakan masyarakat dalam menggerakkan kembali perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam, studi dokumentasi, Focus Group Discussion (FGD). Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan melakukan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi, diskusi dengan teman atau sejawat dengan membicarakan kasus dalam penelitian. Informan dalam penelitian ini adalah pengurus organisasi lokal FKBM, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga yang rentan mengalami masalah kesehatan. Analisa data menggunakan data kualitatif. Refleksi awal terhadap FKBM diketahui FKBM membutuhkan pengembangan organisasi. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas merupakan program yang relevan dengan kendala organisatoris yang dihadapi oleh FKBM seperti keterbatasan SDM baik secara kualitas maupun kuantitas. Hasil perbaikan model intervensi adalah kesepakatan mengadakan pelatihan pengelolaan organisasi bagi pengurus dan anggota yang bekerjasama dengan Dinas Sosial Kota Bandung, Dinas Kesehatan Kota Bandung, Pemerintah Kecamatan Coblong, LPM dan PKK Kelurahan Sekeloa. Hasil pelaksanaan perencanaan asesmen dan setelah dilakukan intervensi menunjukkan adanya peningkatan kapasitas pengurus dan anggota organisasi lokal FKBM yang mengalami masalah kekurangan SDM baik secara kualitas maupun kuantitas dapat dikatakan pelatihan penguatan kapasitas manajemen organisasi, berpengaruh meningkatkan kapasitas organisasi lokal FKBM. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, pengembangan organisasi, penguatan kapasitas, perilaku hidup bersih dan sehat  
IMPLEMENTASI TERAPI KELUARGA STRATEGIS PADA KELUARGA DENGAN ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM DI DESA SUKAMANTRI KECAMATAN PASEH KABUPATEN BANDUNG Mulyadi, Asri Sasi
Pekerjaan Sosial Vol 15, No 1 (2016): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.801 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v15i1.61

Abstract

Abstract Family is the life environment known by children for the first time. But in reality, parenting process not always in line with expectation and is not as simple as we imagine and say. Parenting is always flavored by a variety of things that do not support child’s independence, such as: parents’ attitudes and behaviours who did not become a role model for their children, daily emotional condition of household members who are not conducive, parents’ interaction (father and mother) and parents’ interaction with children and family member who are not good.This research is aimed to gain an empiric description about the implementation of strategic family therapy can fix parents communication pattern with HI as the effort of behaviour change to a more positive direction during in family and community environment. The method used in this research is Single Subject Design N=1. This research uses multiple baseline design cross variables model. Data collection technique used observation, interview and documentation study. As for the data resources used are primary and secondary data. Validity test uses statistic test by using product moment correlation formula from Pearson and reliability test used Alpha Cronbach technique. Then the result is analysed using quantative analysis technique, 2 deviation standard formulas.The research result showed that strategic family therapy which is implemented on subject able to improve parents communication pattern with children (HI). Strategic family therapy is considered effective to change family communication pattern. The communication change showed by parents HI that is each family member establish more intense communication. This method proves that interaction and communication improvement on family behaviours are in line with the expectation. The strategic family therapy implementation process involving family (parents), allows family to get experience and education for communication improvement in family. The change is in line with theories that the goals of strategic family therapy is to change communication pattern especially in handling family problems associated with less intense communication. Key words: family, family communication pattern, Strategic Family Therapy AbstrakKeluarga merupakan lingkungan kehidupan yang dikenal anak untuk pertama kalinya, dan untuk seterusnya anak banyak belajar di dalam kehidupan keluarga. Namun dalam kenyataannya, proses pengasuhan orangtua tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan dan tidaklah sesederhana yang kita bayangkan dan katakan. Pengasuhan sering dibumbui oleh berbagai hal yang tidak mendukung bagi kemandirian anak, antara lain: sikap dan perilaku orangtua yang tidak dapat menjadi contoh bagi anak-anaknya, suasana emosi anggota rumah tangga sehari-hari yang tidak kondusif, interaksi antara orangtua (bapak dan ibu) serta interaksi orangtua dengan anak serta anggota keluarga lainnya yang tidak baik.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara empirik tentang implementasi terapi keluarga strategis dapat memperbaiki pola  komunikasi orangtua dengan HI sebagai upaya perubahan perilaku ke arah lebih positif selama berada di lingkungan keluarga dan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Single Subject Design (desain subjek tunggal) N=1. Penelitian ini menggunakan model multiple baseline designs cross variables. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Adapun sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Uji validitas menggunakan uji statistik dengan rumus korelasi produt moment dari Pearson dan uji reliabilitas menggunakan teknik Alpha Cronbach. Selanjutnya hasil penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis kuantitatif, menggunakan rumus 2 standar deviasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi keluarga strategis yang dilakukan terhadap subjek dapat memperbaiki pola komunikasi orang tua dengan anak (HI). Terapi keluarga strategis dianggap efektif untuk mengubah pola komunikasi dalam keluarga. Perubahan komunikasi yang ditunjukan orangtua HI yaitu setiap anggota keluarga menjalin komunikasi yang lebih intens. Metode ini membuktikan bahwa perbaikan interaksi dan pola komunikasi terhadap perilaku keluarga sesuai dengan yang diharapkan. Proses pelaksanaan terapi keluarga strategis yang melibatkan keluarga (orangtua), serta memungkinkan keluarga untuk mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang berguna bagi perbaikan komunikasi di dalam keluarga. Perubahan tersebut sejalan dengan teori yang mengatakan bahwa tujuan dari terapi keluarga strategis adalah untuk mengubah pola-pola komunikasi yang khusus dalam mengatasi masalah keluarga yang berkaitan dengan komunikasi yang kurang intens. Kata kunci: keluarga, pola komunikasi keluarga, Terapi Keluarga Strategis

Page 2 of 15 | Total Record : 143