cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial
ISSN : 14125153     EISSN : 25028707     DOI : -
Core Subject : Social,
Berbagai hasil penelitian dan kajian model praktik pekerjaan sosial tentang model pelayanan sosial, perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, pengembangan sosial, dan intervensi praktik pekerjaan sosial dapat dipublikasikan melalui jurnal Peksos ini.
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM UPACARA ADAT “SEREN TAUN” (STUDI KASUS PADA MASYARAKAT KASEPUHAN SINAR RESMI DESA SIRNA RESMI, KECAMATAN CISOLOK, KABUPATEN SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT) Marwanti, Theresia Martina; Kusnadi, Nurani
Pekerjaan Sosial Vol 12, No 2 (2013): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.781 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v12i2.24

Abstract

Abstract Traditional ceremony is a symbol of the presence of close relationship between human and the creator. Maintaining harmony with the creator and all of his creation is always present in their life principles.   One of the traditional ceremonies found in Sunda community generally, and especially in Sinar Resmi community is Seren Taun.   This research is aimed to gain detail comprehension about ''Why women's participation in the implementation of Seren Taun Traditional Ceremony is needed?'' The method used qualitative explorative approach. Research data is primary and secondary data. Informant determination through purposive sampling. Data collection technique used in-depth interview, participative observation, Focus Group Discussion (FGD) and documentation study. In processing and analyzing data, researcher used interpretation by using ethic and emic view. The result of the research showed that the women's participation is very significant in the implementation of Seren Taun traditional ceremony. the participation is more in the form of physical exertion and not material. supporting factor of participation of women in the Seren Taun is their obedience against the law or obligation based on principle of reciprocity.  Keywords: traditional ceremony, participation, women Abstrak Upacara adat merupakan simbol adanya hubungan yang erat antara manusia dengan penciptanya. Menjaga keharmonisan hidup dengan pencipta dan segala hasil ciptaannya selalu ada dalam prinsip hidupnya. Salah satu upacara adat yang dapat ditemukan pada masyarakat adat Sunda pada umumnya, dan masyarakat adat Sinar Resmi pada khususnya adalah upacara seren taun. Penelitian ini ingin mendapatkan pemahaman yang lengkap “Mengapa partisipasi perempuan dalam pelaksanaan upacara adat seren taun sangat diperlukan?” Metode peneilitian ini menggunakan pendekatan eksploratif kualitatif. Data penelitian adalah data primer dan data sekunder. Penentuan informan dengan cara purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif, FGD dan studi dokumentasi. Dalam mengolah dan menganalis data, peneliti  menggunakan teknik interpretasi dengan menggunakan pandangan etik dan pandangan emik. Hasil penelitian menunjukkan ternyata partisipasi perempuan sangat signifikan dalam pelaksanaan upacara seren taun.  Partisipasinya lebih berupa tenaga fisik dan bukan materi. Faktor pendorong partisipasi perempuan dalam upacara seren taun adalah ketaatan mereka terhadap hukum atau kewajiban yang didasarkan pada asas principle of reciprocity (prinsip timbal balik).  Kata kunci: upacara adat, partisipasi, perempuan
MODEL RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI DISABILITAS NETRA “RA” Marlina, Leni
Pekerjaan Sosial Vol 14, No 1 (2015): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.08 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v14i1.47

Abstract

AbstractThe main problem that had been studied was not confident enough of visual disability student in the Outstanding School (SLBN A), Bandung. The problem of the RA’s subject was influenced by irrational thinking. Model of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) with the theory of A-B-C-D to exercise the way of thinking for subject to be more rational as well as homework assignment through against anxiety of subject was the intervention that had been used to strengthen the self-confidence.The objectives of this research is to assess the REBT model through the theory of A-B-C-D and homework assignment to strengthen the self-confidence of the subject. The research methodology was based on qualitative approach with action research design, which aims to solve the RA’s problem. In natural condition, researcher must comprehend, deep explore and empathize on each process, activity, procedure, attitude, sense as well as behavior of the subject in related to confidence aspect.The result of investigation revealed that REBT model through the theory of A-B-C-D and homework assignment can strengthen the self-confidence of subject. The subject was prone to alter its cognition and as a result the emotion and behavior is changed. RA’s subject tends to intensive in socializing with his friends, courageously to give an opinion, better and consecutively in daily activities such as washing his clothes, made the bed as well as cleared everything up. Based on this research, it is recommended that the family of subject could continue the exercise that has been programmed in order to nurturing the subject in his daily life. For the next research need the improvement to obtain the best approach.Keywords: Rational Emotive Behavior Therapy (REBT), self-confidence AbstrakPermasalahan yang dikaji adalah disabilitas netra yang mengalami ketidakpercayaan diri di SLBN A Kota Bandung. Ketidakpercayaan diri yang dialami oleh subjek RA disebabkan oleh adanya pemikiran irasional. Intervensi yang dilakukan adalah dengan menerapkan model Rational Emotive Behavior Theraphy (REBT) dengan teori A-B-C-D dan penugasan pekerjaan rumah.Tujuan penelitian adalah untuk mengakaji model REBT dengan teori A-B-C-D dan penugasan pekerjaan rumah dalam meningkatkan kepercayaan diri disabilitas netra. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan desain penelitian tindakan (action research). penelitian kualitatif dilakukan untuk menggali dan mengekplorasi makna dari suatu fenomena sosial yang terjadi. Eksplorasi makna yang didapatkan berada dalam seting alamiah yang tidak direkayasa. Action research merupakan suatu upaya mengujicobakan ide-ide ke dalam praktek untuk memperbaiki atau mengubah sesuatu agar memperoleh dampak nyata dari suatu situasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Rational Emotive Behavior Theraphy (REBT) yang dilakukan dapat meningkatkan kepercayaan diri “RA”. Hal ini dibuktikan dengan semakin seringnya “RA” berkumpul bersama teman-temannya, berani menyapa dan memulai percakapan. Subjek sudah memiliki inisiatif dan rasa tanggung jawab terhadap diri, Hal ini dibuktikan dengan adanya keteraturan dalam melaksanakan pekerjaan rumah seperti mencuci pakaian, membereskan tempat tidur, merapikan pakaian dan barang-barang. Pekerjaan ini dilakukan “RA” tanpa adanya perintah atau suruhan dari pembimbing asrama.Kata kunci: Rational Emotive Behavior Theraphy (REBT), kepercayaan diri                        
MANAJEMEN KASUS BAGI ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) DI RUMAH PERLINDUNGAN SOSIAL PHALAMARTHA SUKABUMI Susilawati, Ellya
Pekerjaan Sosial Vol 11, No 2 (2012): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.41 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v11i2.15

Abstract

AbstractCase management is one method of intervention by Social Workers which intended  is to provide  a comprehensive service in addressing the needs and concerns of People Living with HIV-related medical and psychosocial problems. This study aims to notice at how the implementation of case management for People Living with HIV in the Rumah Perlindungan Sosial (Social House of Protection) of Phala Martha. The results of qualitative research with  evaluation techniques conducted by Social Workers, Companions, Nurses and Case Managers indicated that RPS Phala Martha has implemented the elements of case management practices, but not as the case management stage yet. Aspects of case management practices which are implemented include:  1) A comprehensive assessment of client’s personal, health and problems associated with HIV / AIDS. Implementation of assessment conducted by Assessment Team consisting of Social Workers, Medical Teams and Counselors from the HIV/ AIDS NGO, 2) Make a plan for each client of PLHA through a case conference primarily concerned with medical intervention, however, individual care plan has not been fully written in every client’s  file,  3) Providing information about services needed by PLHA is still limited, so the People Living with HIV are tend to seek information by themselves via internet. But, RPS has undertaken referrals for medical and social support for PLHA,  4) Provision of education and counseling services related with HIV / AIDS has been given by the counselor,  5) Advocacy activity has not been performed, 6) Medical care for PLHA consistenly done by nurses and doctors who served in RPS of PLHA Phala Martha. To enhance the case management strategies for People Living with HIV according to the stages of social work, the RPS Phala Martha should: 1) Reformulate the program of case management program as an unite program consist  of aspects of case management in dealing with HIV / AIDS including assessment, planning, intervention, provision of information, provision of education and counseling, advocacy and consistency to medical care for all People Living with HIV, 2) Establish Social Worker as Case Manajer  while the Medical Team, Counselor and Companion become partners in the process of care and treatment of PLHA; 3) Conduct regular reviews of service involving PLHA clients and families, and  4) Increase the capacity of social workers either in independent way or participate in the case managers trainings of PLHA in NGOs which  have been engaged in HIV / AIDS field.Keywords: case management, PLHA, social worker, RPS Phala Martha AbstrakManajemen kasus merupakan salah satu metode intervensi yang dilakukan oleh pekerja sosial ditujukan untuk memberikan  pelayanan yang komprehensif dalam menangani kebutuhan dan permasalahan ODHA  berkaitan dengan permasalahan  medis dan psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pelaksanaan manajemen kasus bagi ODHA  di Rumah Perlindungan Phala Martha Sukabumi.Hasil penelitian kualitatif dengan teknik evaluasi yang dilakukan kepada pekerja sosial, pendamping, perawat dan manajer kasus menunjukkan bahwa RPS Phala Martha telah melaksanakan unsur-unsur praktik manajemen kasus namun belum sebagai tahapan manajemen kasus.  Aspek-aspek praktik manajemen kasus yang dilaksanakan meliputi: a)  asesmen komprehensif tentang data diri, kesehatan dan permasalahan klien berkaitan dengan penularan HIV/AIDS. Pelaksanaan asesmen dilakukan oleh tim asesmen yang terdiri dari pekerja sosial, tim medis dan konselor dari LSM HIV/AIDS; 2) membuat perencanaan untuk setiap klien ODHA melalui case conference terutama berkaitan dengan intervensi medis, namun demikian  individual care plan belum tertulis di setiap file klien secara lengkap: 3) Penyediaan informasi yang tentang pelayanan yang dibutuhkan ODHA masih terbatas, sehingga ODHA cenderung mencari informasi sendiri melalui internet. Namun demikian RPS telah melaksanakan rujukan untuk pelayanan medis dan dukungan sosial bagi ODHA.; 4)  pemberian layanan edukasi dan konseling berkaitan dengan HIV/AIDS telah diberikan oleh konselor; 5)  kegiatan advokasi belum dilakukan; 6) pelayanan medis untuk konsistensi  perawatan ODHA yang dilakukan oleh perawat dan dokter yang bertugas di RPS Odha Phala Martha.Untuk meningkatkan strategi manajemen kasus bagi ODHA sesuai dengan tahapan pekerjaan sosial, sebaiknya pihak RPS Phala Martha: 1)  memerumuskan kembali program manajemen kasus sebagai satu program yang terdiri  dari aspek-aspek  manajemen kasus dalam penanganan HIV/AIDS meliputi asesmen, perencanaan, intervensi, penyediaan informasi, pemberian edukasi dan konseling, advokasi dan konsistensi untuk perawatan medis bagi setiap  ODHA; 2) menetapkan pekerja sosial sebagai manajer kasus sedangkan tim kesehatan, konselor dan pendamping  menjadi mitra dalam proses pelayanan dan perawatan ODHA;   3) melakukan review pelayanan secara reguler dengan melibatkan klien ODHA dan keluarga; dan 4) meningkatkan kapasitas pekerja sosial baik secara mandiri maupun ikut serta pelatihan manajer kasus ODHA di LSM yang telah bergerak dalam penanganan HIV/ADS. 
PENERAPAN TERAPI GESTALT UNTUK MENANGANI “AD” SISWA YANG MENJADI KORBAN BULLYING DI SMPN 26 BANDUN Fauzi, Abdurrachman
Pekerjaan Sosial Vol 17, No 2 (2018): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.86 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v17i2.144

Abstract

Abstrak  ABDURRACHMAN FAUZI, Penerapan Terapi Gestalt untuk Menangani “AD” Siswa yang Menjadi Korban Bullying di SMPN 26 Bandung. Dibimbing oleh Ellya Susilowati, dan Ami Maryami. Bullying merupakan salah satu isu masalah yang bisa meresahkan para siswa. Dampak bullying bisa berefek jangka panjang dan bisa mengganggu keberfungsian sosial siswa yang menjadi korban. Tujuan penelitian adalah mendapatkan gambaran mengenai karakteristik informan, mendapatkan gambaran mengenai penerapan terapi gestalt untuk menangani bullying yang dialami informan, dan mengetahui kebutuhan penyempurnaan terapi gestalt. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain penelitian tindakan (action research). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi pratisipatif dan studi dokumentasi. Sumber data primer adalah informan AD, siswa SMPN 26 Bandung yang menjadi korban bullying oleh teman sekolahnya. Adapun teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi, meningkatkan ketekunan, membercheck, dan menggunakan bahan referensi. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi gestalt yang diterapkan menunjukkan perubahan yang positif yaitu AD jarang melamun lagi dan bisa berbaur kembali dengan teman-temannya yang mana sebelum dilakukan intervensi, AD sering berdiam diri di kelas saat istirahat dan tidak mau berbaur dengan teman sekolahnya dan merasa sakit hati kepada teman yang melakukan bullying kepadanya. Informan AD telah memaafkan teman yang melakukan bullying padanya dan tidak menghindar lagi ketika bertemu.   Kata Kunci: Gestalt, Siswa, Bullying
PENERAPAN RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY TERHADAP KONTROL DIRI DALAM MENGURANGI PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, DAN ZAT ADIKTIF DI BANDUNG Herlina, Yulia
Pekerjaan Sosial Vol 16, No 1 (2017): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.29 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v16i1.102

Abstract

Abstract Harm Reduction prevention pattern is presumably in the form of harm reduction of drug abuse. One form of Harm Reduction is Methadone maintenance therapy. This therapy using methadone as a substitution media in reducing drug use. The findings in the field showed that the implementation of this therapy is less reducing behavioral dependency, because even though the use of one type of drug is reduced but result in dependence methadone is also one type of drug, so the implementation of Methadone therapy maintenance should be accompanied by therapy behavior change to change behavior dependence. This research takes the case of a client AM that has lower self-control based on the measurements of the initial assessment. Appropriate intervention is Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) because it can modify aspects of cognition and generate positive confidence to achieve the expected behavior. This research aims to see the effect of Rational Emotive Behavior Therapy Application to Client AM self-control by using Single Subject Design with A-B-A pattern, to see the description of self-control on before intervention phase (A1), during the intervention (B) and after the intervention (A2). In each phase conducted measurement and observation. Hypothesis test done by comparing the average difference A2 phase and A1 phase with a value 2 standard of deviations on A1 phase. The research showed that the average difference of A1 phase and A2 phase is bigger than the value 2 standard of deviations on A1 phase either by the measurement (14,4 ≥ 2,32)as well as the observation (7 ≥ 1,15). This result showed that the Rational Emotive Behavior Therapy can improve client AM self-control. The determination coefficient is about 0,9 indicates that the Rational Emotive Behavior Therapy affect the self-control improvement 90% while another 10% is the value of epsilon that is outside factor of Rational Emotive Behavior Therapy be the influence of friends and wife as part of client’s environment that contribute to improve client AM self-control. Cognitive control aspect, 52% are influenced by REBT and 48% affected by environmental factor. Behavior control aspect is fully influenced by REBT, and aspect control of decision is fully influenced by environmental factor. The results apply to client AM and can not be generalized to other clients because each client has a different level of acceptance of the intervention provided.Keywords: narcotics, psychotropic, and addictive substance abuse, Rational Emotive Behavior Teraphy, self control Abstrak Pola pencegahan Harm Reduction merupakan upaya pencegahan berupa pengurangan dampak buruk dari penyalahgunaan NAPZA. Salah satu bentuk dari Harm Reduction adalah Terapi Rumatan Metadon. Terapi ini menggunakan metadon sebagai media substitusi dalam mengurangi pemakaian NAPZA. Hasil temuan di lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan terapi ini kurang mengurangi perilaku ketergantungan, karena meskipun pemakaian salah satu jenis NAPZA berkurang namun berakibat pada ketergantungan metadon yang juga merupakan salah satu jenis NAPZA, maka pelaksanaan Terapi Rumatan Metadon perlu disertai dengan terapi perubahan perilaku untuk merubah perilaku ketergantungan. Penelitian ini mengambil kasus klien AM yang memiliki kontrol diri rendah berdasarkan pengukuran pada asesmen awal. Intervensi yang sesuai adalah Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) karena dapat memodifikasi aspek kognisi dan menghasilkan keyakinan positif untuk mencapai target perilaku yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penerapan Rational Emotive Behavior Therapy terhadap kontrol diri klien AM dengan menggunakan desain Singgle Subject Design pola A-B-A, melihat gambaran kontrol diri pada fase sebelum intervensi (A1), selama intervensi (B) dan setelah intervensi (A2). Dalam setiap fase dilakukan pengukuran dan pengamatan. Uji hipotesis dilakukan dengan cara membandingkan selisih rata-rata Fase A2 dan Fase A1 dengan nilai 2 Standar Deviasi pada Fase A1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selisih rata-rata Fase A1 dengan Fase A2 lebih besar dari nilai 2 Standar Deviasi pada Fase A1 baik berdasarkan pengukuran (14,4 ≥ 2,32), maupun berdasarkan pengamatan (7 ≥ 1,15). Hasil ini menunjukan bahwa Rational Emotive Behavior Therapy dapat meningkatkan kontrol diri klien AM. Koefisien determinasi sebesar 0,9, menunjukan bahwa  Ratinonal Emotive Behavior Teraphy berpengaruh terhadap peningkatan kontrol diri klien sebesar 90%, sedangkan 10% lagi adalah nilai epsilon yaitu faktor di luar Ratinonal Emotive Behavior Therapy berupa pengaruh dari teman dan istri sebagai bagian dari lingkungan klien yang berkontribusi terhadap peningkatan kontrol diri klien AM. Aspek kontrol kognitif, 52% dipengaruhi oleh REBT dan 48% dipengaruhi faktor lingkungan. Aspek kontrol perilaku sepenuhnya dipengaruhi oleh REBT, dan aspek kontrol keputusan sepenuhnya dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Hasil tersebut berlaku untuk klien AM dan tidak dapat digeneralisir untuk klien lain karena masing-masing klien mempunyai tingkat penerimaan yang berbeda terhadap intervensi yang diberikan. Kata kunci: kontrol diri, penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif, Rational Emotive Behavior Therapy
MODAL SOSIAL KOMUNITAS ADAT BANCEUY DI DESA SANCA KECAMATAN CIATER KABUPATEN SUBANG Marwanti, Theresia Martina; Huripah, Enung
Pekerjaan Sosial Vol 11, No 1 (2012): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.828 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v11i1.6

Abstract

AbstractTraditional communities, particularly indigenous people tend to have a better social capital than modern society. Similarly with indigenous people of  Banceuy which own a very closely tie among the community members  that unite by the values of custom/culture makes indigenous people members  increasingly have a close bond of responsibility and have a sense of belonging  in their life. This study wants to understand the social capital which the indigenous people of Banceuy. Research methods used a qualitative-descriptive approach. The determination of informants conducting by purposive sampling. Data collection techniques using in-depth interviews, participant observation, focus group discussions and study documentation. The results of the study, indigenous people of Banceuy is a community which still adhere to values, norms, customs, and beliefs that are believed able to balance the life. Basically, that is, the norms that organize the relationships between each other and related with religion. In terms of belief, indigenous people of Banceuy are very well with anyone, so open especially with people in the community. Network with outsider of the indigenous people, are also established well and  respect one another.  AbstrakMasyarakat tradisional, khususnya komunitas adat  cenderung memiliki modal sosial yang lebih baik dari masyarakat yang modern. Begitu pula halnya dengan komunitas adat Banceuy memiliki ikatan diantara anggota komunitas sangat erat, yang disatukan dengan nilai-nilai adat/budaya menjadikan warga komunitas adat semakin memiliki ikatan yang erat untuk bertanggungjawab dan mempunyai rasa saling memiliki (sense of belonging) di dalam kehidupannya. Penelitian ini ingin memahami modal sosial yang dimiliki komunitas adat Banceuy. Metode peneilitian ini menggunakan pendekatan deskiptif kualitatif. Data penelitian adalah data primer dan data sekunder. Penentuan informan dengan cara purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif, FGD dan studi dokumentasi. Hasil penelitian, komunitas adat Banceuy adalah sebuah komunitas yang masih memegang teguh nilai, norma, adat, dan kepercayaan yang diyakini dapat menyeimbangkan kehidupannya. Pada dasarnya norma yang mengatur hubungan dengan sesama dan yang berkaitan dengan keagamaan. Dalam hal kepercayaan, masyarakat komunitas adat Banceuy dengan siapapun sangat baik, terbuka apalagi dengan orang-orang di lingkungan masyarakat ada. Jaringan dengan orang diluar lingkungan komunitas adat, juga terjalin dengan baik dan saling menghormati.
INTERAKSI SOSIAL TAHANAN MASA PENGENALAN LINGKUNGAN DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS I KEBON WARU KOTA BANDUNG Octari, Nabela; Rahayuningsih, Eni; ., Nurjanah
Pekerjaan Sosial Vol 17, No 1 (2018): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.049 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v17i1.129

Abstract

Menurut Chaplin dalam Bimo Walgito (2011:3) Interaksi sosial merupakan hubungan yang saling memengaruhi satu dengan yang lainnya. Dalam interaksi sosial akan terdapat perilaku individu maupun perilaku sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam mengenai interaksi sosial Tahanan Masa Pengenalan Lingkungan di Rumah Tahanan Negara Klas I Kebon Waru Kota Bandung dengan menggali hal-hal seperti karakteristik tahanan yang sedang menjalani masa pengenalan lingkungan, interaksi sosial tahanan melalui kerjasama, interaksi sosial tahanan melalu akomodasi atau penyesuaian diri, interaksi sosial tahanan dalam persaingan, interaksi sosial tahanan dalam kontravensi, serta harapan para tahanan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yaitu data berupa kata-kata tertulis/lisan atau perilaku yang diamati secara utuh yang berkaitan dengan interaksi sosial. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial dapat dikatakan kurang baik. Hal tersebut dikarenakan masih kentalnya budaya senioritas di dalam sel yang membuat para tahanan yang sedang menjalani masa pengenalan lingkungan tidak dapat berperilaku sesuai dengan yang dikehendakinya. Sedangkan ditinjau dari Aspek Kerjasama, Akomodasi, Persaingan, dan Kontravensi pun tidak cukup nampak dikarenakan tahanan baru lebih memilih untuk pasif di dalam sel agar dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Kata Kunci: interaksi sosial, tahanan masa pengenalan lingkungan
PEMANFAATAN ASET KOMUNITAS MELALUI PENDEKATAN APPRECIATIVE INQUIRY DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI KABUPATEN BANDUNG BARAT Dahlan, Jaeni
Pekerjaan Sosial Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10253.3 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v15i2.87

Abstract

Abstract This research aims to describe the community asset utilizing throught using Appreciative Inquiry Approach, describing reflection of the first model, describing implementation of the first model development throught Appreciative Inquiry and formulating the final model of community asset utilizing throught Appreciative Inquiry Approach in poverty reduction in Cihampelas Village West Bandung Subdistrict. The community assets consists of natural, material, social, financial, human and politic. Appreciative Inquiry Approach implemented in the four-stage process consisting of 4d Discovery, Dream, Design and Destiny. This research used qualitative approach with action research method. The collection of data was obtained using the technique of participation observation, in-depth interviews, focus group discussion (FGD), the documentation studies. This research show the result of an increase in self confidence and capacity and the increased capacity of KUBE formed in developing their bussines. The implications of the research is to increase the income and expenditure reduction of the poor, The research also yields practical implications in the form of community asset utilization design theoretically, this also confirm some of the basic assumption of Green and Haines (2009) namely the important role of human resources (human assets and social assets) in developing other assets. Key words: community assets, Appreciative Inquiry, poverty reduction Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pemanfaatan aset komunitas melalui teknik Appreciative Inquiry, menggambarkan refleksi desain awal, memberikan pengembangan desain awal dan tersusunnya desain akhir pemanfaatan aset komunitas melalui teknik Appreciative Inquiry di Desa Cihampelas.  Aset komunitas yang dimaksud meliputi aset alam, aset material, aset sosial, aset finansial, aset manusia dan aset politik. Pendekatan  Appreciative Inquiry dilaksanakan dalam 4 tahap proses 4D yang terdiri dari Discovery, Dream, Design dan Destiny.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian action research. Penggumpulan data diperoleh menggunakan teknik observasi berperan serta, wawancara mendalam, Diskusi Kelompok Terfokus (FGD), studi dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan hasil adanya peningkatan kepercayaan diri  dan kapasitas masyarakat serta peningkatan kemampuan KUBE yang dibentuk dalam mengembangkan usahanya. Implikasi dari penelitian adalah peningkatan pendapatan dan pengurangan pengeluaran masyarakat miskin. Penelitian ini juga menghasilkan implikasi praktis berupa Desain Pemanfaatan Aset Komunitas secara teoritik, penelitian ini juga mengkonfirmasi beberapa asumsi dasar dari Green dan Haines (2009) yaitu peran penting sumber daya manusia (aset manusia dan aset sosial) dalam mengembangkan aset lain. Kata kunci: aset komunitas, pendekatan Appreciative Inquiry, penanggulangan kemiskinan
PENERAPAN ATTACHMENT BASED FAMILY THERAPY FOR ADOLESCENTS (ABFT-A) DALAM PENANGANAN MASALAH KONFLIK SISWI DENGAN ORANGTUANYA Atmiasih, Era
Pekerjaan Sosial Vol 13, No 2 (2014): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.52 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v13i2.38

Abstract

Abstract Attachment based family therapy for adolescence (ABFT-A) as family therapy aiming to assist the family on identifying and overcoming of conflict that occur at present as well asin the future. It might distract the binding-viscidity or affection and break the belief among family member. The objective of this research is to apply the ABFT-A on problem solving of DR’s pupil conflict with her parents in the Yunior High School of Al Falah, Bandung. In specific, the aim of this research is to study the problem characteristic of conflict facing by DR and her parents and applying ABFT-A to reduce behavior of DR in clash with her parents. Methodology of this research were based on quantitative approach and designed with single subject (SSD). The research used several parameters i.e. index of parental attitudes (IPA), child’s attitude toward father (CAF) and child’s attitude toward mother (CAM). Data were analyzed using comparison of two standard deviation (2 SD) and t-test with two sample dependent (paired sample).Data analysis were performed by calculating the change of target behavior in the baseline phase and intervention phase on each stage of ABFT-A. The result showed that ABFT-A could overcome the conflict problem between DR and her parents. ABFT-A could be exercised in the application of social worker at school to assist the problem solving of pupil using their perspective as person in environment in order to enhance their academic achievement. Keywords: attachment, attachment based family therapy for adolescence (ABFT-A), conflict, social workers in schools  Abstrak Attachment Based Family Therapy for Adolescence (ABFT-A) adalah terapi keluarga, yang bertujuan memberikan bantuan kepada keluarga dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan konflik yang terjadi sekarang maupun yang akan datang, yang dapat mengganggu ikatan kelekatan dan merusak kepercayaan antara anggota keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan ABFT-A dalam penanganan masalah konflik siswi DR dengan orang tuanya di SMP Al Falah Kota Bandung. Secara khusus penelitian ini ditujukan untuk memahami karakteristik permasalahan konflik yang dialami oleh DR dengan orangtuanya, dan menerapkan ABFT-A dalam mengurangi perilaku DR yang bertengkar dengan orang tuanya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain subyek tunggal atau Single Subject Design (SSD). Alat ukur yang dipakai adalah Indeks Sikap Orang Tua terhadap Anak (Index of Parental Attitudes/IPA), Sikap Anak terhadap Bapak (Child’s Attitude Toward Father/CAF), dan Sikap Anak terhadap Ibu (Child’s Attitude Toward Mother/CAM). Data yang terkumpul kemudian dianalisa dengan menggunakan perbandingan two standard deviation (2 SD) dan uji beda dua sample dependent (paired sample).Analisa data dilakukan dengan menghitung perubahan target perilaku pada fase baseline dan fase intervensi dalam setiap tahapan ABFT-A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ABFT-A dapat menangani masalah konflik DR dengan orangtuanya. ABFT-A dapat digunakan dalam praktek pekerjaan sosial di sekolah yang bertujuan membantu menangani permasalahan siswa dengan menggunakan perspektif siswa sebagai person in invironment, sehingga mereka dapat  meningkatkan prestasi akademiknya.  Kata kunci: attachment, attachment based family therapy for adolescence (ABFT-A), konflik, pekerja sosial di sekolah.
PENGEMBANGAN KAPASITAS ORGANISASI FORUM KOMUNIKASI PEDULI ANAK DALAM PENANGANAN ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI KOTA BANDUNG Sihotang, Peronita
Pekerjaan Sosial Vol 16, No 2 (2017): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.836 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v16i2.117

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan kapasitas Organisasi Forum Komunikasi Peduli Anak (FKPA) pada aspek pengetahuan, kepemimpinan, jejaring kerja, kemampuan membangun kerja sama dengan masyarakat dan pengelolaan informasi dalam penanganan anak korban kekerasan seksual. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipatif, wawancara mendalam, studi dokumentasi, Focus Group Discussion (FGD). Partisipan adalah pengurus dan anggota FKPA, anak dan keluarga korban kekerasan seksual. Hasil refleksi awal dan analisis kebutuhan organisasi FKPA memerlukan pengembangan kapasitas organisasi pada aspek pengetahuan, kepemimpinan, jejaring kerja, kemampuan bekerja sama dengan masyarakat dan  pengelolaan  informasi, dan melakukan pendampingan dan pelatihan bagi pengurus, pengembangan jaringan dengan PLI-PPA dan Dinas Sosial Kota Bandung dan peningkatan pengetahuan keterampilan cara pendampingan, advokasi aksesibilitas layanan dan pengelolaan informasi yang bermanfaat. Hasil penelitian  menunjukkan adanya peningkatan kapasitas Organisasi FKPA di bidang pengetahuan, jejaring kerja, menguatnya kepemimpinan dan  kemampuan membangun kerja sama kohesi sosial juga peningkatan pengelolaan informasi  dalam penanganan anak korban kekerasan seksual. Kata kunci:  anak korban kekerasan seksual, organisasi lokal, pengembangan kapasitas

Page 3 of 15 | Total Record : 143