cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial
ISSN : 14125153     EISSN : 25028707     DOI : -
Core Subject : Social,
Berbagai hasil penelitian dan kajian model praktik pekerjaan sosial tentang model pelayanan sosial, perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, pengembangan sosial, dan intervensi praktik pekerjaan sosial dapat dipublikasikan melalui jurnal Peksos ini.
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
PENERAPAN CLIENT CENTERED THERAPY TERHADAP KLIEN “KK” YANG MENGALAMI GRIEVING DI SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI A KOTA BANDUNG Mulyadi, Mulyadi
Pekerjaan Sosial Vol 15, No 1 (2016): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.563 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v15i1.67

Abstract

AbstractGrief is the physical, psychological, social, and spiritual reactions to a significant loss in a person’s life. This study aims to obtain empirical description and analysis of the techniques of client centered therapy technique to give resolve of clients who have grieving in SLBN A Kota Bandung. The research method used in this study is Single Subject Design (SSD) N = 1. This study uses a model of multiple cross design variables. Data collection techniques used were observation, interview and documentation. The data source used is the primary data source and secondary data source. Test the validity of using a statistical test with the formula of Pearson's product moment correlation and reliability testing using Chronbach Alpha technique. The results of this study were analyzed using the technique of quantitative analysis using the formula 2 standard deviations. The results showed that the applied client centered therapy technique can be used to give solve the grieving of respondent, including the ability to implement aspects of psychological, physical and social. Interventions performed using an individual approach.  Key words: grieving, client centered therapy technique Abstrak Grief adalah reaksi fisik, psikologis, sosial, dan spiritual terhadap kehilangan di dalam kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran empirik dan analisis terhadap tehnik client centered therapy untuk  memberikan menyelesaian masalah grieving yang dialami oleh klien di SLBN A Kota Bandung.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Single Subject Design (SSD) N = 1. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Uji validitas menggunakan test statistik dengan formula dari Parson’s dan uji relialibilitas menggunakan Chronbach Alpha technique. Hasil dari penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kuantitatif menggunakan rumus 2 standar deviasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik client centered therapy dapat digunakan untuk mengurangi dan menghilangkan grieving yang dialami oleh responden, yang mencakup kemampuan dalam aspek psikologi, fisik, dan sosial. Intervensi yang digunakan merupakan pendekatan individual. Kata kunci: grieving, teknik client centered therapy
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DI DESA GUDANGKAHURIPAN KECAMATAN LEMBANG Priono, Joko
Pekerjaan Sosial Vol 12, No 2 (2013): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.8 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v12i2.29

Abstract

Abstract This research backgrounded by the landslide vulnerability conditions in Gudangkahuripan village, where its areas are mostly a lot of hills and slopes, and land use patterns do not pay attention to the environmental conditions as well as lack of public awareness to be actively involved in disaster risk reduction.  Public awareness of the knowledge and understanding of natural disasters to the attitudes and behaviors is indispensable in the community based disaster risk reduction of landslides.The action plannings to enhance public awareness established the Increasing of community’s motivation in disaster risk reduction and film screenings of disaster actions. The activition implementations and observations showed an increasing in public awareness such as about knowledge and understanding of natural disasters, mitigation of landslides, the community’s commitment  to be actively involved in disaster risk reductions and increasingly concerned to the environmental conditions. With these conditions, The Gudangkahuripan community were expected as a base implementation of disaster risk reduction at the local level could improve their performance continuously. Keywords: public awareness, risk, landslides disaster Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi kerentanan bencana tanah longsor di desa Gudangkahuripan di mana wilayahnya sebagian besar merupakan perbukitan dan banyak cekungan, serta pola penggunaan lahan yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan serta kurangnya kesadaran masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan pengurangan risiko bencana. Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pengetahuan dan pemahaman terhadap fenomena bencana alam, sampai pada sikap dan perilaku masyarakat terhadap bencana alam itu sendiri sangat diperlukan dalam upaya pengurangan risiko bencana tanah longsor berbasis masyarakat.Hasil rencana tindak lanjut pengembangan model peningkatan kesadaran masyarakat menetapkan kegiatan berupa peningkatan motivasi masyarakat dan pemutaran film kebencanaan. Hasil implementasi dan observasi menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat antara lain adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman warga tentang mitigasi bencana tanah longsor, komitmen warga untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan pengurangan risiko bencana dan semakin peduli dengan kondisi lingkungannya. Dengan kondisi tersebut diharapkan warga desa Gudangkahuripan sebagai basis penyelenggaraan Pengurangan Risiko Bencana di tingkat lokal dapat meningkatkan kinerjanya dalam upaya Pengurangan Risiko Bencana secara berkesinambungan. Kata kunci: kesadaran masyarakat, risiko, bencana tanah longsor
PENINGKATAN PARTISIPASI, KETERLIBATAN, DAN ETIKA MANAJEMEN DALAM PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA ORGANISASI PELAYANAN KEMANUSIAAN DI KABUPATEN BANYUMAS Widianingsih, Rini; Ompusungu, Halomoan
Pekerjaan Sosial Vol 14, No 2 (2015): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.251 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v14i2.52

Abstract

Abstract Development of an organization's information systems aspects of the use of information technology is complex and requires judgment ,management support and management etic as it relates to cost and benefit. It requires good management support through participation and involvement in the planning, organizing, realize, implement, and manage strategically. This study will examine the influence of perception management support through participation and involvement in the development of the use of information technology in the human service organization information systems. Data were collected through questionnaires responded to by the managers of human service organization in Banyumas. Impact analyzed using multiple linear regressions, along with tests of significance.Research results. Participation, involvement and etic of management (partially or simultaneously) influence (significant) towards the development of the use of information technology in the human service organization information systems.Suggestions: development of the use of information technology in the hunan service organization information systems can be done by increasing the participation and involvement of management through a clear segregation of functions, focus group discussions, and workshops about the development of information technology vision.Keywords:  participation,  Involvement,  etic,  management,  information  technology,      information  systemsAbstrakPengembangan sistem informasi aspek organisasi dari penggunaan teknologi informasi yang kompleks dan memerlukan pertimbangan, dukungan manajemen dan manajemen etik yang berkaitan dengan biaya dan manfaat. Hal ini membutuhkan dukungan manajemen yang baik melalui partisipasi dan keterlibatan dalam perencanaan, pengorganisasian, menyadari, melaksanakan, dan mengelola strategis. Penelitian ini akan mengkaji pengaruh dukungan manajemen persepsi melalui partisipasi dan keterlibatan dalam pengembangan penggunaan teknologi informasi dalam sistem informasi organisasi pelayanan kemanusiaan. Data dikumpulkan melalui kuesioner ditanggapi oleh manajer organisasi pelayanan kemanusiaan  di Banyumas. Dampak dianalisis menggunakan regresi linear, bersama dengan uji signifikansi.Hasil penelitian. Partisipasi, keterlibatan dan etik manajemen (parsial maupun simultan) berpengaruh (signifikan) terhadap pengembangan penggunaan teknologi informasi dalam sistem  informasi organisasi  pelayanan  kemanusiaan.Saran: pengembangan penggunaan teknologi informasi dalam sistem informasi lembaga pelayanan kemanusiaan dapat dilakukan dengan meningkatkan partisipasi dan keterlibatan manajemen melalui pemisahan yang jelas fungsi, diskusi kelompok terfokus, dan lokakarya tentang pengembangan visi teknologi informasi.Kata kunci: partisipasi, keterlibatan, etika, manajemen, teknologi informasi, sistem informasi
PENGEMBANGAN KAPASITAS KELOMPOK MASYARAKAT PEDULI BENCANA DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA DI DESA SUKAJAYA KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT Biantara, Andri
Pekerjaan Sosial Vol 12, No 1 (2013): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.686 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v12i1.20

Abstract

Abstract Capacity building is formed by a fundamental belief held, that all people have an equal right to resources and a planner for their own developme. This study aims to portray the initial capacity of Community Care Group Disasters (CCGD) Sukajaya village , the need for capacity development, capacity development planning, implementation and evaluation of development to be known condition monitoring end CCGD capacity.Capacity building embedded imparted to people, organizations and networks as well as institutional or organizational development strategy that emphasizes the human aspect that can perform tasks at local level organizations such as the Village.The research method that I use is the qualitative approach and research using action research (action research). Sources of data obtained from the participants and members of the board CCGD fourteen people. This research aims to use samples which are also participants informant is the person most knowledgeable about the research focus. Data was collected by in-depth interviews, documentary studies, observation and assessment capacity. The results showed that the capacity CCGD Sukajaya village still has limitations in its efforts in the village of Sukajaya to reduce disaster risk. Limitations that become deficient group covers the administrative and financial aspects, management aspects of the activity/ program, aspects of the relationship with the other part, and organizational aspects of sustainability Accordingly, in developing the capacity of the village CCGD Sukajaya for disaster risk reduction efforts in the region to utilize existing and potential sources in the village Sukajay, then organized a capacity building program that Disaster Concerned Citizens Group (CCGD) Sukajaya village. Priority activities are done by looking at which aspects of a drawback as mentioned previously to be improved.Recommendations aimed at CCGD Sukajaya village in order to strengthen sustainability ideas to the group, the village government Sukajaya to support the existence of groups with auxiliaries and control, the relevant agencies in each group embrace for research activities and expected to be developed for further research.  Keywords: capacity building, organization, disaster risk  Abstrak Pengembangan kapasitas dibentuk oleh kepercayaan yang mendasar yang dimiliki, bahwa semua orang mempunyai hak yang sama terhadap sumber daya dan menjadi perencana bagi pengembangan diri mereka sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan kapasitas awal Kelompok Masyarakat Peduli Bencana (KMPB) Desa Sukajaya, kebutuhan untuk pengembangan kapasitasnya, perencanaan pengembangan kapasitasnya, pelaksanaan pengembangannya sampai dengan evaluasi dan monitoring agar diketahui kondisi akhir kapasitas KMPB.Pengembangan kapasitas ditanamkan  ditanamkan kepada orang, organisasi dan jaringan serta strategi pengembangan kelembagaan atau organisasi yang menekankan kepada aspek manusia yang dapat melaksanakan tugas organisasi di tingkat lokal seperti Desa.   Metode penelitian yang penulis gunakan adalah dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya menggunakan penelitian tindakan (action research). Sumber data diperoleh dari partisipan yaitu pengurus dan anggota KMPB sebanyak empat belas orang. Penelitian ini menggunakan sampel bertujuan yang mana informan yang juga partisipan adalah orang yang paling tahu tentang fokus penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, studi dokumentasi, observasi  dan penilaian kapasitas (PEKA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas KMPB Desa Sukajaya masih mempunyai keterbatasan dalam upayanya di masyarakat Desa Sukajaya untuk mengurangi risiko bencana. Keterbatasan yang menjadi kekurangan kelompok tersebut meliputi pada aspek administrasi dan keuangan, aspek pengelolaan kegiatan/program, aspek hubungan dengan pihak lain, dan aspek keberlanjutan organisasi.Sehubungan dengan itu, dalam mengembangkan kapasitas KMPB Desa Sukajaya untuk upaya pengurangan risiko bencana di wilayahnya dengan mendayagunakan sumber dan potensi yang ada di Desa Sukajaya, maka disusun sebuah program yaitu pengembangan kapasitas Kelompok Masyarakat Peduli Bencana (KMPB) Desa Sukajaya. Prioritas kegiatan dilakukan dengan melihat aspek mana yang menjadi kekuarangan seperti disebutkan sebelumnya untuk ditingkatkan.Rekomendasi ditujukan bagi KMPB Desa Sukajaya agar memperkuat gagasan-gagasan untuk keberlanjutan kelompok, bagi Pemerintah Desa Sukajaya agar mendukung keberadaan kelompok dengan binaan dan pengawasan, bagi instansi terkait merangkul kelompok dalam setiap kegiatannya serta bagi penelitian diharapkan bisa dikembangkan untuk penelitian selanjutnya Kata kunci: pengembangan kapasitas, organisasi, risiko bencana
KETAHANAN KELUARGA DALAM MENGHADAPI BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, DAN ZAT ADIKTIF DI CIREBON ., Pribowo; Subarkah, Ade
Pekerjaan Sosial Vol 16, No 1 (2017): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.291 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v16i1.105

Abstract

Abstract This research was motivated by the problem of the spread of drugs in Indonesia which is increasingly worrisome in human life, drug is not only consumed by people who are rich but has penetrated to the lower classes, including the younger generation. The spread of drug-threatening various family as the last bastion on its members to prevent it. This research aims to obtain the characteristics of the respondent, belief systems, organizational patterns, and communication processes respondent's family in facing the danger of Drug Abuse. The method used was descriptive method with quantitative approach. The research population was the head of the family that one of its members as a drug user who was in Cirebon, while the sampling technique used was purposive sampling with a set of 50 samples. Data collection techniques used consisted of: (1) observation of participation, (2) documentary study, (3) questionnaire, and (4) Focus Group Discussion (FGD). The results showed that in general respondents aged 50 years and older, less educated, lower income. The belief system of respondent families generally in category of high value (72%) means being able to face the danger of drug abuse, however there were some aspects of family belief system potentially debilitating family resilience. The pattern of family organization respondents generally categorized high value (60%) means being able to face threats from outside the family but behind the fact that there are vulnerabilities of aspects of organizational patterns that undermine family resilience. The process of family communication in general respondents scored high category (70%) means the process of communication that exists in the respondent's family was able to face a variety of dangers from outside the family. However, some aspects of the communication process could potentially weaken the resilience of families of respondents in facing threats from outside the family.Conclusion of the research that the resilience of respondent’s families could face the danger of drug abuse, however, several aspects needs to get attention because of the potential vulnerabilities that have implications for the weakening of family resilience.Keywords: Communication Process, Family Belief System, Family Resilience, Organizational Pattern Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi adanya permasalahan penyebaran Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) di Indonesia yang semakin mengkawatirkan, NAPZA tidak hanya dikonsumsi oleh orang-orang yang kaya akan tetapi sudah mengenai orang kalangan bawah termasuk para generasi muda. Penyebaran NAPZA mengancam berbagai keluarga sebagai benteng terakhir pada anggotanya untuk mencegahnya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran karakteristik responden, sistem kepercayaan, pola organisasi, dan  proses komunikasi keluarga responden dalam menghadapi bahaya penyalahgunaan NAPZA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah kepala keluarga yang salah satu anggotanya sebagai pemakai NAPZA yang berada di Kabupaten Cirebon, sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan menetapkan 50 sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri atas: (1) observasi partisipasi, (2) studi dokumentasi, (3) angket, dan (4) Focus Group Discution (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya responden berusia 50 tahun keatas, berpendidikan rendah, berpenghasilan rendah. Sistem keyakinan keluarga responden secara umum berkategori nilai tinggi (72%) artinya mampu menghadapi ancaman bahaya penyalahgunaan NAPZA, namun demikian terdapat beberapa aspek dari sistem keyakinan keluarga yang berpotensi melemahkan ketahanan keluarga. Pola organisasi keluarga responden secara umum berkategori nilai tinggi (60%) artinya mampu menghadapi berbagai ancaman dari luar keluarga namun dibalik fakta itu ada kerentanan-kerentanan dari aspek pola organisasi yang melemahkan ketahanan keluarga. Proses komunikasi keluarga responden secara umum memperoleh nilai berkategori tinggi (70%) artinya proses komunikasi yang terjalin dalam keluarga responden mampu untuk menghadapi berbagai macam bahaya dari luar keluarga. Namun demikian beberapa aspek dari proses komunikasi berpotensi melemahkan ketahanan keluarga responden dalam menghadapi ancaman dari luar keluarga. Kesimpulan hasil penelitian bahwa ketahanan keluarga responden mampu menghadapi bahaya penyalahgunaan NAPZA, namun demikian beberapa aspek perlu mendapat perhatian karena berpotensi mengalami kerentanan sehingga berimplikasi pada melemahnya ketahanan keluarga. Kata kunci: Communication Process, Family Belief Systems, Ketahanan Keluarga, Organizational Patterns
PROFIL KELUARGA MIGRAN MISKIN Sundayani, Yana; Sugeng, Bambang; Irianti, Decky; ., Aribowo; ., Suradi
Pekerjaan Sosial Vol 14, No 1 (2015): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.679 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v14i1.43

Abstract

AbstractThe aim of the research is to gain emprical descriptions, examine and analyse deeply about the profile of poor migrant families in Babakan Surabaya Village, Kiaracondong Sub-district. The approach used is qualitative approach with descriptive qualitative method. The data resource in this research are poor migrant families, local government, city government and documentary data. Data collection technique uses in-depth interview, participative observation, documentation study and data analysis technique used is qualitative data analysis technique. The result showed that: 1) the characteristic of poor migrant families in Babakan Surabaya Village came from several regions beyond Bandung City. The basic needs fulfilment can be met  even if sober, divorced families and children and wives live in the village. Migrant workers have spirit and hopes to get a better life than their origin. 2). The livelihood of migrant workers generally in informal sector with income below the regional minimum wage. Assets in the form of house, and stalls, the educational background is elementary school. Division of labour system has been a regular and hereditary. 3). The Support network/system often shifts in accordance with the job requirements. Migrant workers always related to social system closest to jobs or social system derived from their origin and has close bond with social network. It is a system to strengthen their trading system and very useful in facing problems or needs fulfilment with their trade. The relation with nucleus family and community are mutual support and help each other. Social relationship with community in the village still stay in touch and the bond with families become a brace to back to hometown. 4). Social service accessibility and work mobility from poor migrant families not all of them can get the social service. The accessibility of formal resource system is very low. The formal system the most needed system is cooperation or credit agency. Informal system accessibility is very good and community resource can be reached and applied well. 5). Migrant workers mobility in doing activity performed in accordance with the requirements. Returning to hometown is still done by migrant workers as needed. It is indicated that migrant workers have a spirit to go to hometown because their families are waiting. According to the result in the field shows that the profile of poor migrant families in Babakan Surabaya Village, Kiaracondong Sub-district are the hard workers even though with the poor living condition and have no alternative self development. “Return to Religion” is a “coping mechanism”. The work system is division of labour that is standardised work system but must obey the existing work system rules. Mastering production tools and working tools is low, migrant workers have a strong bond in regional social capital or occupation, and it is prolonged and durable network.Keywords: migrant worker, poor families    AbstrakTujuan  penelitian adalah untuk memperoleh gambaran secara empirik, mengkaji serta melakukan analisis yang mendalam  tentang  profil keluarga migran miskin di Kelurahan Babakan Surabaya Kecamatan Kiaracondong. Pendekatan yang digunanakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian adalah keluarga migran miskin, tokoh pemerintah lokal, pemerintah kota dan data dokumenter. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipasi, dan studi dokumentasi serta teknik analisa data yang digunakan adalah teknik analisa data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Karakteristik keluarga migran miskin yang ada di Kelurahan Babakan Surabaya berasal dari berbagai daerah  luar Kota Bandung. Pemenuhan kebutuhan pokok dapat terpenuhi walaupun seadanya,  keluarga pernah bercerai dan anak beserta isteri bertempat tinggal di kampung. Para pekerja migran mempunyai semangat dan harapan untuk mendapat kehidupan yang lebih baik dari daerah asal. 2) Matapencaharian para pekerja migran pada umumnya di sektor informal dengan penghasilan dibawah Upah Minimum Regional (UMR). Aset yang berupa rumah, warung dan lapak, latar pendidikan adalah SD.  Sistem  pembagian kerja telah teratur dan bersifat turun temurun sebagai warisan dari orangtua. 3) Jaringan/sistem pendukung pekerjaan terkadang berpindah-pindah tempat sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Para pekerja migran selalu terkait dengan sistem sosial yang terdekat dengan pekerjaannya atau sistem sosial yang berasal dari tempat asalnya dan mempunyai ikatan yang erat dengan jaringan sosial tersebut. Hal ini sebagai sistem untuk memperkuat sistem perdagangannya dan sangat berguna dalam  menghadapi  masalah maupun pemenuhan kebutuhan dengan usaha perdagangannya. Hubungan dengan keluarga inti dan masyarakat sekitar adalah saling mendukung, saling membantu. Hubungan sosial dengan masyarakat di kampung  masih tetap terjalin dan  ikatan  dengan keluarga di kampung menjadi penguat untuk pulang kampung. 4) Aksesibilitas pelayanan sosial dan mobilitas kerja dari keluarga migran miskin tidak semua mendapatkan pelayanan sosial. Aksesibilitas sistem sumber formal sangat rendah. Sistem formal yang paling dibutuhkan adalah koperasi atau lembaga perkreditan. Aksesibilitas sistem informal sangat baik dan sistem sumber kemasyarakatan dapat dijangkau dan dimanfaatkan dengan baik. 5) Mobilitas kerja pekerja migran dalam melakukan aktivitas dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan. Kepulangan ke kampung halaman masih dilakukan para pekerja migran sesuai dengan keperluan. Hal tersebut menunjukkan bahwa para pekerja migran mempunyai semangat untuk pulang kampung karena keluarganya menanti di kampung halamannya. Berdasarkan temuan hasil di lapangan menunjukkan bahwa profil keluarga migran miskin di Kelurahan Babakan Surabaya Kecamatan Kiaracondong adalah sebagai pekerja keras, meskipun dengan  kondisi kehidupan yang buruk, dan tidak memiliki alternatif  pengembangan diri.  “Return to Religion” merupakan “coping mechanism”. Sistem kerjanya adalah division of labour  yaitu sistem kerja secara baku, akan tetapi harus tunduk pada aturan sistem kerja yang ada. Penguasaan alat produksi dan alat kerja yang  rendah, para pekerja migran mempunyai keterikatan secara kuat dalam modal sosial kedaerahan maupun pekerjaan, dan bersifat  prolonged and durable network.Kata kunci: pekerja migran, keluarga miskin
TEKANAN EKONOMI DAN HARAPAN MASA DEPAN PADA KELUARGA LANJUT USIA PENGRAJIN SANGKAR BURUNG DI KABUPATEN BANDUNG Sudrajat, Ajat
Pekerjaan Sosial Vol 11, No 2 (2012): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.448 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v11i2.11

Abstract

AbstractEconomic strain in the form of limited job opportunities, high prices of basic commodities, low levels of income and intense competition in the employment and livelihood; suspected of having links with the expectations of the future family life. The results of this research indicated that economic strain had no impact on future expectations of elderly craftsmen; attitudes and their outlook towards life and living, jobs and their current circumstances. Although the craftsmen have been elderly, but they still have optimistic views, self-confidence, a belief held, the way to solve the problems, viewing that: life is work and work, and motivation is never recede. Keywords: elderly families bird cage craftsmen-economic strain-future expectations AbstrakTekanan ekonomi berupa sempitnya lapangan pekerjaan, mahalnya harga kebutuhan pokok, rendahnya tingkat pendapatan dan ketatnya persaingan dalam pekerjaan dan penghidupan; diduga mempunyai hubungan dengan harapan terhadap kehidupan masa depan keluarga. Hasil penelitian ini menunjukkan, tekanan ekonomi tidak berdampak luas terhadap harapan masa depan pengrajin sangkar burung lanjut usia. Sikap dan pandangan mereka terhadap hidup dan kehidupan, pekerjaan, dan keadaan mereka walaupun sudah lanjut usia, tetapi mereka mempunyai pandangan optimistik, rasa percaya diri, keyakinan yang dimiliki, cara memecahkan masalah,  pandangan: hidup adalah bekerja dan bekerja, dan motivasi tidak pernah surut. Kata kunci: keluarga lanjut usia, perajin sangkar burung, tekanan ekonomi, harapan masa depan
KOLABORASI COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY DAN TERAPI REALITAS UNTUK PERILAKU MENARIK DIRI Muraidandini, Puspa Sari
Pekerjaan Sosial Vol 17, No 2 (2018): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.623 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v17i2.140

Abstract

Abstrak  PUSPA SARI M. Penerapan Cognitive Behaviour Therapy terhadap perilaku menarik diri klien “B” penyandang disabilitas tubuh Kelurahan Campaka Kecamatan Andir Kota Bandung. Penyandang disabilitas tubuh merupakan salah satu penyandang masalah kesejahteraan sosial  yang memiliki kecenderungan memiliki perilaku menarik diri. Dengan banyak nya pola pikir yang terdistorsi yang menyebabkan perilaku mereka pun menjadi mal adaptif. Menarik diri yang nampak pada pada penelitian ini adalah perilaku menarik diri dengan aspek-aspek di dalamnya seperti : mengasingkan diri, membesar-besarkan kekurangan dirinya, mudah tersinggung dan apatis terhadap aktivitas kegiatan di masyarakat atau di sekolah.  Cognitive Behaviour Therapy adalah terapi yang  efektif  dapat menolong klien untuk dapat merubah kognitif yang terdistorsi dan mengakibatkan perilaku yang mal adapif. Penyandingan  terapi realitas dan positive reinforcement dalam menerapkan cognitive behavior therapy pada klien dengan masalah menarik diri dirasakan sangat membantu klien untuk menemukan permasalahan dirinya, apa yang sudah dilakukannya, rencana klien kedepannya, evaluasi dan komitmen klien terhadap masa depannya. Positive reinforcement merupakan pembentukan tingkah laku dengan memberikan ganjaran atau perkuatan segera setelah tingkah laku yang diharapkan muncul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuatitatif dengan metode penelitian single subject design dengan model A-B-A. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara angket atau kuisioner, observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Adapun pengujian hipotesis dilakukan dengan cara perhitungan rumus dua standart deviasi (2SD). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan cognitive behavior therapy yang dikolaborasikan dengan terapi realitas dan positive reinforcement untuk menolong klien B dengan masalah menarik diri sangat efektif dilakukan dan dapat mengurangi perilaku menarik diri tersebut.  Kata Kunci : Menarik Diri, Penyandang Disabilitas Tubuh, Cognitive Behavior Therapy, Terapi Realitas.
HUBUNGAN KONDISI FISIK, PSIKOLOGIS, DAN SOSIAL LANJUT USIA DENGAN DISABILITAS FUNGSIONAL LANJUT USIA DI YOGYAKARTA Wibawa, Catur Hary
Pekerjaan Sosial Vol 16, No 1 (2017): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.302 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v16i1.98

Abstract

Abstract This research aims to reveal 1. the condition of older people who lives in Plosokerep Shleter, 2. the psychological condition of older people in Plosokerep Shelter, 3. the social condition of older people in Plosokerep Shelter, 4. the relationship of physical condition experienced by older people with their functional disabilities in Plosokerep Shelter, 5. the relationship of psychological condition experienced by older people with their functional disabilities in Plosokerep Shleter, 6. to know the relatonship of social condition experienced by older people with their functional disabilities in Plosokerep Shelter. The research method used is explanatory-analytic correlational design, to examine the relationship of factors: Physical (X1 variable), Psychological (X2), and social (X3) with older people functional disabilities (Y variable) descriptive survey used explanatory-analytic correlational design. Data collection carried out through questionnaire. Research data analysis used descriptive statistic technique with Spearman test statistic. The result showed that: 1. some older people in Plosokerep shleter have high physical condition and the rest of them in the low physical condition category, 2. from the psychological condition some of older people are in high category, 3. Social condition experienced by older people who live in shelter are in high category, 4. The relationship of physical condition experienced by older people in the shelter with functional disabilities even though there is a correlation but not significant, 5. the relationship of psychological condition experienced by older people in shleter with functional disabilities even though there is a correlation but not significant, 6. the relationship of social condition experienced by older people in the shelter with functional disabilities even though there is a correlation but not significant, 7. the relationship of Physical, psychological and social condition together with functional disabilities even though there is a correlation but not significant.Keywords: physical, psychological, and social condition, functional disabilities, older people Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan: 1. Mengetahui kondisi fisik lanjut usia yang ada di shelter Plosokerep, 2. Mengetahui kondisi psikologis lanjut usia yang ada di shelter Plosokerep, 3. Mengetahui kondisi sosial lanjut usia yang ada di shelter Plosokerep, 4. Mengetahui hubungan kondisi fisik yang dialami lanjut usia dengan disabilitas fungsionalnya selama tinggal di shelter Plosokerep, 5. Mengetahui hubungan kondisi psikologis yang dialami lanjut usia dengan disabilitas fungsionalnya selama tinggal di shelter Plosokerep, 6. Mengetahui hubungan kondisi sosial yang dialami lanjut usia dengan disabilitas fungsionalnya selama tinggal di shelter Plosokerep.Metode penelitian yang digunakan adalah disain korelasional eksplanatori-analitis, yaitu untuk menguji hubungan antara faktor-faktor: fisik (variabel X1), psikologis (X2), dan sosial (X3) dengan disabilitas fungsional lanjut usia (variabel Y)survey deskriptif dengan menggunakan disain penelitian korelasional eksplanatori-analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Analisis data penelitian menggunakan teknik Statistik deskriptif, dengan statistik uji Spearman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Sebagian lanjut usia di shelter pengungsian Plosokerep memiliki kondisi fisik kategori tinggi, dan sebagian lagi berada dalam kondisi fisik kategori rendah, 2. Dilihat dari kondisi psikologis, sebagian besar lanjut usia berada dalam kategori tinggi, 3. Kondisi sosial yang dialami lanjut usia selama berada di shelter pengungsian, sebagian besar juga berada dalam kategori tinggi, 4. Hubungan kondisi fisik yang dialami lanjut usia selama berada di shelter pengungsian dengan disabilitas fungsional, meskipun terdapat korelasi tetapi tidak signifikan, 5. Hubungan kondisi psikologis yang dialami lanjut usia selama berada di shelter pengungsian dengan disabilitas fungsional, meskipun terdapat korelasi tetapi tidak signifikan, 6. Hubungan kondisi sosial yang dialami lanjut usia selama berada di shelter pengungsian dengan disabilitas fungsional, meskipun terdapat korelasi tetapi tidak signifikan, 7. Hubungan kondisi fisik, psikologis, dan sosial secara bersama-sama dengan disabilitas fungsional, meskipun terdapat korelasi tetapi tidak signifikan.Kata kunci:  disabilitas fungsional, kondisi fisik, psikologis, dan sosial, lanjut usia
PERLINDUNGAN SOSIAL BAGI KELUARGA MISKIN PESERTA PROGRAM KELUARGA HARAPAN DI KABUPATEN BUTON SELATAN Ocktilia, Helly; Vijayanti, Desy
Pekerjaan Sosial Vol 17, No 1 (2018): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.046 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v17i1.125

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian untuk memperoleh gambaran tentang perlindungan sosial yang diterima oleh Keluarga Miskin melalui Program Keluarga Harapan yang meliputi aspek ketersediaan pelayanan, tindakan pencegahan risiko, tindakan promotif dan peran transformatif. Penelitian dilakukan di Kelurahan Laompo Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Metoda penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Penentuan sampel menggunakan teknik simple random sampling, dengan responden sebanyak 72 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan sosial bagi Rumah Tangga Miskin melalui Program Keluarga Harapan di Kelurahan Laompo Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan berada dalam kategori baik dengan perolehan skor total sebesar 8.707 dari total skor ideal sebesar 11.232. Berdasarkan aspek-aspek yang diteliti diperoleh hasil: Ketersediaan pelayanan dalam mendukung pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) diperoleh skor 3.001 pada  kategori baik; tindakan pencegahan risiko diperoleh skor 2.053 pada kategori sangat baik; tindakan promotif diperoleh skor 1.226 pada kategori kurang baik; aspek peran transformatif diperoleh skor 2427 pada kategori sangat baik. Aspek tindakan promotif perlindungan sosial yang berada pada kategori kurang baik, diketahui masalah yang muncul adalah pada pelaksanaan Family Development Session (FDS). Rekomendasi program untuk mengatasi masalah adalah program “Penguatan Pelaksanaan Family Development Session (FDS) bagi Peserta PKH”. Kata kunci: Perlindungan Sosial, Rumah Tangga Miskin, Program Keluarga Harapan

Page 4 of 15 | Total Record : 143