cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial
ISSN : 14125153     EISSN : 25028707     DOI : -
Core Subject : Social,
Berbagai hasil penelitian dan kajian model praktik pekerjaan sosial tentang model pelayanan sosial, perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, pengembangan sosial, dan intervensi praktik pekerjaan sosial dapat dipublikasikan melalui jurnal Peksos ini.
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
PENGUATAN JEJARING KELOMPOK USAHA BERSAMA FAKIR MISKIN “SEMANGAT USAHA” DI KABUPATEN BANDUNG Rahman, Ramli; Asmorom, Kornelis
Pekerjaan Sosial Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12422.186 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v15i2.83

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to produce the right model for Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Fakir Miskin “Semangat Usaha” network strengthening. The method used in this research is qualitative research method with action research. The action research is a research used to make change to individual, group, and community in meeting their needs or to solve their problems. The Place of research conducted in RW 4 Pamubusan Cibiru Wetan Village, Cileunyi Sub-district, Bandung Regency. Data collected from 6 informants as primary data resource and related documents as secondary data. Network strenghening model of KUBE FM “Semangat Usaha” carried out through Production Improvement Training and Product Marketing, also The Cooperation Enhancement with Related Parties. The results proven that the implementation of the strengthening of KUBE FM “Semangat Usaha” networks in RW 4 Pamubusan Cibiru Wetan Village.Key words: network, Joint Venture Business, and poverty AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model yang tepat untuk penguatan jejaring Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Fakir Miskin “Semangat Usaha”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan (action research). Penelitian tindakan merupakan suatu penelitian yang digunakan untuk melakukan perubahan pada individu, kelompok, dan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan atau memecahkan permasalahan yang dihadapinya. Tempat penelitian dilakukan di RW 4 Pamubusan Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Data diperoleh dari 6 informan sebagai sumber data primer dan dokumen terkait sebagai sumber data sekunder. Model penguatan jejaring KUBE FM Semangat Usaha dilakukan melalui Pelatihan Peningkatan Produksi dan Pemasaran Produk, serta Peningkatan Kerjasama dengan Pihak Terkait. Terbukti hasil pelaksanaan penguatan jejaring KUBE FM “Semangat Usaha” dapat menguatkan jejaring KUBE FM “Semangat Usaha” di RW 4 Pamubusan Desa Cibiru Wetan.Kata kunci: jejaring, Kelompuk Usaha Bersama, dan kemiskinan
PENGEMBANGAN RESILIENSI MASYARAKAT TERHADAP RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DI DESA KAYUAMBON KABUPATEN BANDUNG Syahfudin, Ruman
Pekerjaan Sosial Vol 13, No 1 (2014): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.149 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v13i1.34

Abstract

Abstract Kayuambon village has a high vulnerability to disaster and also occured landslide, it is amplified by disaster recapitulation data in Kayuambon village which is collected during the practicum showed that the frequent landslide in Kayuambon village.This research started by practicum focused on the community participation enhancement to prevent landslide, whereas this research aimed to expand participation through community resilience in facing landslide. The formulation of the research problem is how the community resilience development to landslide risk in Sukaampat Gadog Hamlet, Kayuambon Village, Lembang Subdistrict, West Bandung District. This research showed the community knowledge improvement about disaster risk and potential and the development of community in organizing themselves to landslide threat and the improvement of adaptation ability of community to prepare disaster mechanism to face landslide. This research also resulted practical implication that is community resilience development model on disaster risk. Theoritically, this research confirmed several assumptions from Folke about resilience development. Keywords : resilience, risk, landslide disaster Abstrak Desa Kayuambon memiliki kerentanan yang tinggi terhadap bencana dan juga telah terjadi beberapa kejadian tanah longsor. Fakta ini diperkuat oleh data Rekapitulasi kejadian bencana di Desa Kayuambon.Penelitian ini dimulai dengan praktikum, yang berfokus pada peningkatan partisipasi masyarakat dalam mencegah bencana tanah longsor. Penelitian ini memperluas peningkatan partisipasi yang dilakukan saat praktikum melalui pengembangan resiliensi masyarakat dalam menghadapi bencana tanah longsor.Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pengembangan resiliensi masyarakat terhadap risiko bencana tanah longsor di Kampung Sukaampat Gadog Desa Kayuambon Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian tindakan (action research). Penelitian ini menunjukkan hasil adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai potensi dan risiko bencana melalui kegiatan sosialisasi, meningkatnya kemampuan masyarakat dalam mengorganisir diri terhadap ancaman bencana tanah longsor melalui kegiatan restrukturisasi dan pembuatan tupoksi forum penanggulangan bencana dan meningkatnya kemampuan adaptasi masyarakat dalam menyiapkan mekanisme menghadapi bencana tanah longsor melalui kegiatan penghijauan. Penelitian ini juga menghasilkan implikasi praktis berupa model pengembangan resiliensi masyarakat terhadap risiko bencana. Secara teoritik, penelitian ini juga mengkonfirmasi beberapa asumsi dari folke tentang pengembangan resiliensi. Kata kunci: resiliensi, risiko, bencana tanah longsor
KETAHANAN SOSIAL DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN SOSIAL KOMUNITAS ADAT KAMPUNG PULO DI KABUPATEN GARUT Marwanti, Theresia Martina
Pekerjaan Sosial Vol 16, No 2 (2017): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.448 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v16i2.113

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran ketahanan sosial dalam menghadapi perubahan sosial pada komunitas adat Kampung Pulo, yang meliputi profil komunitas, perlindungan sosial, partisipasi komunitas dan penyelesaian konflik terkait dengan perubahan sosial. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi dan focus group discussion (FGD). Penentuan sumber data ada 6 informan dilakukan secara purposive. Pemeriksaan keabsahan data, melalui uji kredibilitas dan uji konfirmabilitas. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan reduksi data, kategorisasi dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan perlindungan sosial warga komunitas ini  bersifat tradisional maupun kontemporer. Dalam hal partisipasi, hampir semua warga masyarakat adat ikut berpartisipasi aktif dalam menghadapi perubahan sosial. Konflik yang terjadi diantara warga komunitas adat dalam menghadapi perubahan masih ditemukan, namun tidak sampai ke permukaan dan tidak menimbulkan gejolak. Secara umum komunitas adat Kampung Pulo, memiliki ketahanan sosial yang sudah baik, sehingga mampu menjadi benteng pengamanan bagi perubahan sosial dalam kehidupannya. Kata kunci: ketahanan sosial, komunitas adat, perubahan sosial
DUKUNGAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENANGANAN ANAK JALANAN DI KOTA PADANG SUMATERA BARAT Sundayani, Yana
Pekerjaan Sosial Vol 15, No 1 (2016): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.966 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v15i1.62

Abstract

Abstract Support local governments (LGs) in the treatment of street children in West Sumatra is to see the institutional capacity of local street children in 2014. The research objectives were to obtain an overview empirically assess and perform a clear analysis related to local government support of Padang in the handling of street children. The study used a qualitative approach using primary and secondary data sources and data collection techniques using the technique of in-depth interviews, participatory observation, study the documentation and Focus Group Discussion (FGD). Data analysis technique used is descriptive qualitative analysis. Engineering samples by purposive sampling as many as 10 informants. The results showed the number of street children in West Sumatra and the 805 children in the city of Padang amounted to 695 children. Street children are the most numerous of the outside area of Padang. West Sumatra government preparedness in order to achieve child-friendly city, can be seen from the cooperation with various parties such as the Department of Education, Office of Population and Civil Registration (Dukcapil), the universities. It is necessary in the cooperation is the improvement of coordination between the units involved in the management of street children. Data base about street children is necessary so as to facilitate in getting data that can be justified on street children. Regulations related to street children in the form of draft Regulation (draft) on the protection of women and children, but there is no special local regulations about street children. Culture in West Sumatra related to local knowledge is a real public participation, but in fact people do not carry local knowledge optimally. Private parties (LSM / NGO) not all participate fully associated with the handling of street children. There is still a lack of human resources, especially of social workers in the field of children. So for handling street children in West Sumatra necessary cooperation and coordination with related work units, a data base of street children, street children associated regulations, application of local wisdom and cooperation with the private sector in handling street children. Expected future can be realized as an area of Padang eligible children. Key words: policy, local governments, street children Abstrak Dukungan pemerintah daerah (Pemda) dalam penanganan anak jalanan di Sumatera Barat adalah untuk melihat kesiapan daerah bebas anak jalanan pada tahun 2014. Tujuan penelitian untuk memperoleh gambaran secara empirik, mengkaji serta melakukan analisis yang jelas terkait dukungan pemerintah daerah Kota Padang dalam penanganan anak jalanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi partisipasi, studi dokumentasi serta Focus Group Discussion (FGD). Teknik analisa data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Teknik sampel dengan purposive sampling  sebanyak 10 informan.Hasil penelitian menunjukkan  jumlah anak jalanan di Sumatera Barat adalah 805 anak dan di Kota Padang berjumlah 695 anak. Anak jalanan yang paling banyak dari luar daerah Padang. Kesiapan pemerintah Sumatera Barat dalam  rangka mencapai kota layak anak, dapat terlihat dari kerjasama dengan berbagai pihak seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), dan pihak perguruan tinggi. Hal yang diperlukan dalam kerjasama  adalah peningkatan koordinasi antara unit kerja yang terkait dalam penanganan anak jalanan. Data base tentang anak jalanan merupakan hal yang diperlukan sehingga memudahkan dalam mendapatkan data yang dapat dipertanggungjawabkan tentang anak jalanan. Peraturan yang terkait anak jalanan dalam bentuk Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perlindungan perempuan dan anak, tetapi belum ada peraturan daerah  yang khusus tentang anak jalanan. Budaya di Sumatera Barat yang berkaitan dengan kearifan lokal merupakan peran serta masyarakat secara nyata, namun dalam kenyataan masyarakat belum melaksanakan kearifan lokal secara optimal. Pihak-pihak swasta (LSM/ NGO) belum semuanya berpartisipasi secara penuh terkait dengan penanganan anak jalanan. Masih kurangnya sumber daya manusia khususnya dari pekerja sosial di bidang anak. Sehingga untuk penanganan anak jalanan yang ada di Sumatera Barat diperlukan kerjasama dan koordinasi dengan unit kerja terkait, data base anak jalanan, peraturan yang terkait anak jalanan, penerapan kearifan lokal serta kerjasama dengan pihak swasta dalam penanganan anak jalanan. Diharapkan kedepan dapat terwujud Kota Padang sebagai daerah layak anak. Kata kuci: kebijakan, pemerintah daerah, anak jalanan
PENGUATAN KAPASITAS PENGURUS ORGANISASI PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) JAYAGIRI KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT Sutarsih, Popon
Pekerjaan Sosial Vol 12, No 2 (2013): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.965 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v12i2.25

Abstract

Abstract This research regarding Capacity Building of Community Learning Centre Organization (PKBM) Administrators in Jayagiri, Lembang Sub-district, West Bandung District. The aim of the research is to investigate: (1) Capacity of Jayagiri PKBM Administrators in: (a) Problems identification (b) Plans Formulation (c) Activities Implementation and (d) evaluation; (2) the activities planning of PKBM administrators capacity building; (3) the implementation of PKBM administrators capacity building and (4) Program evaluation.The method used in this research is qualitative method with case study design. The Jayagiri Lembang PKBM administrators are investigated in this research. Data collection technique used in-depth interview, observation, documentation study and group discussion.The result showed that the problems of PKBM administrators mainly located in planning preparation, the planning only conducted by the chief without involving administrators, tutors or key people, the program implemented have not right on the target. Based on that, researcher and administrators of PKBM agreed to plan capacity building for PKBM organization administrators in the form of Participative Program Planning Preparation Training. According to the evaluation result that the program have some obstacles such as lack of time of PKBM administrators, the lack of practice in preparing the plans. For that reason, it is required improvement training model by improving the existing lack in the implemented training in the hope of improving the model is the suitable one to overcome problems faced by Jayagiri PKBM administrators. Keywords: capacity building, learning, community, organization Abstrak Penelitian ini berkaitan Penguatan Kapasitas Pengurus Organisasi Pusat  Kegiatan  Belajar  Masyarakat  (PKBM) Jayagiri Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) kapasitas pengurus PKBM Jayagiri dalam hal: (a) identifikasi masalah, (b) perumusan rencana, (c) pelaksanaan kegiatan, dan (d) evaluasi kegiatan; (2) perencanaan kegiatan penguatan kapasitas pengurus organisasi PKBM; (3) pelaksanaan kegiatan penguatan kapasitas pengurus organisasi PKBM; dan (4) evaluasi kegiatan program.Metode  yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan rancangan penelitian studi kasus.  Yang diteliti di sini adalah para pengurus PKBM Jayagiri, Lembang.  Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi, dan diskusi kelompok.Hasil penelitian diperoleh permasalahan kapasitas pengurus PKBM terutama terletak pada penyusunan perencanaan, di mana perencanaan hanya dilakukan oleh ketua tanpa melibatkan para pengurus, para tutor atau tokoh masyarakat, program yang dilaksanakan kurang tepat sasaran.  Berdasarkan hal tersebut di atas, peneliti dan para pengurus PKBM sepakat  merencanakan penguatan kapasitas bagi pengurus organisasi PKBM berupa Pelatihan Penyusunan Perencanaan Program Yang Partisipatif. Berdasarkan hasil evaluasi, ada beberapa kendala seperti terbatasnya waktu dari para pengurus PKBM, terbatasnya praktik dalam penyusunan rencana. Untuk itu, perlu diperlukan penyempurnaan model pelatihan dengan cara memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada dalam pelatihan yang sudah dilakukan, dengan harapan penyempurnaan model tersebut merupakan model yang paling sesuai untuk mengatasi masalah yang ada pada pengurus PKBM Jayagiri. Kata kunci: pembangunan kapasitas, pembelajaran, komunikasi, organisasi
IMPLEMENTASI TERAPI KELUARGA STRATEGIS DAN TEKNIK TOKEN EKONOMI TERHADAP PERILAKU AGRESIF PENYANDANG DISABILITAS INTELEKTUAL DI KABUPATEN BANDUNG BARAT Komariah, Yul
Pekerjaan Sosial Vol 14, No 2 (2015): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.529 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v14i2.48

Abstract

Abstract Aggressive behaviour leads to hurt both physically and mentally to individual or an object. Aggressive behaviour displayed by the respondent in the form of struck, breaking things, said rough and cussed. The aim of the research is to obtain description about respondent’s aggressive behaviour both before and after the intervention provision. This research also aims to gain the description about the implementation of strategic family therapy towards respondent’s aggressive behaviour and the implementation of economic token technique towards respondent’s aggressive behaviour.The research method used is quantitative with Single Subject Design and data collection technique used observation, structured interview and documentation study. Then validity test used correlation product moment formula and reliability test used Alpha Chronbach technique with SPSS (Statistical Product and Service Solution) support. Furthermore, the research result is analysed by using quantitative analysis technique with Two Standard Deviation (2 SD) formula to examine the main hypothesis and sub-hypothesis.The result showed that the implementation of strategic family therapy is able to decrease respondent’s aggressive behaviour, before the intervention the respondent’s aggressive behaviour achieved a score 121 and after the intervention is 106. Economic token technique which is used in the intervention is able to decrease respondent’s aggressive behaviour, during the pre-test the score is 106 and after the intervention (post-test) the aggressive behaviour performed by respondent reached 81. Keywords:  aggressive behaviour, people with intellectual disability, strategic family therapy,                   economic token technique Abstrak Perilaku agresif mengarah pada perilaku yang menyakiti baik secara fisik maupun mental terhadap individu maupun suatu objek. Perilaku agresif yang ditampilkan responden berupa memukul, menendang, merusak barang, berkata kasar dan berteriak sambil mengumpat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran perilaku agresif responden penelitian baik itu sebelum pemberian intervensi, maupun setelah pemberian intervensi. Penelitian ini juga bertujuan untuk memperoleh gambaran implementasi terapi keluarga strategis terhadap perilaku agresif responden dan implementasi teknik token ekonomi terhadap perilaku agresif responden.Metode penelitian yang digunakan  adalah kuantitatif dengan rancangan subjek tunggal (Single Subject Design) dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara terstruktur, dan studi dokumentasi. Selanjutnya uji validitas menggunakan rumus korelasi product moment dan uji reliabilitas menggunakan teknik Alpha Chronbach dengan bantuan SPSS (Statistical, Product and Service Solution). Selanjutnya hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kuantitatif dengan menggunakan rumus Two Standard Deviation (2 SD) untuk menguji hipotesis utama dan sub-sub hipotesis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi terapi keluarga strategis mampu menurunkan perilaku agresif responden, sebelum intervensi perilaku agresif responden mencapai skor 121 setelah intervensi mencapai skor 106. Teknik Token ekonomi yang digunakan dalam intervensi mampu mengurangi perilaku agresif responden, sebelum intervensi (pretest) dengan skor 106 dan setelah intervensi (posttest) perilaku agresif yang ditampilkan responden mencapai skor 81. Kata kunci: perilaku agresif, penyandang disabilitas intelektual, terapi keluarga strategis, teknik  token ekonomi 
PELAYANAN KESEJAHTERAAN SOSIAL MELALUI RUMAH SOSIAL ”SALUYU” DI DESA SUKAMAJUKECAMATAN CIKAKAK, SUKABUMI Kardeti, Denti; Lubis, Nurhayani
Pekerjaan Sosial Vol 11, No 2 (2012): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.457 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v11i2.16

Abstract

AbstractThe research purpose, described Social Welfare Service Rumah Sosial “Saluyu” in Desa Sukamaju, Sukabumi with  participatory action research and  the qualitative approach. The steps are: Initial Reflection, Action Plan preparation, Implementation, Evaluation, Improvement, Re-Implementation, Re-Evaluation. Data resource is Social House Administration and assistant as primary data, Kepala Desa, PPKS,  PSKS officials and staff of Sosial District Sukabumi as secondary data by  indepth interview, FGD and documentation study. The result that Rumah Sosial “Saluyu” activities in implementing social welfare services is identification PMKS as WRSE, RTLH, Neglected Older People, People with Disability and Neglected Children; PSKS and networking with health local unit and nearest business field. The internal problem is  the status and the operational of Rumah Sosial, incentive and capacity of management, facilities and infrastructures.The external problem is the community attitude. To overcome those problems, the officials and assistant capacity are conducted in the form of understanding enhancement about PMKS, PSKS and resources that can be accessed such as the Ministry of Social Affair. After the evaluation, official capacity has not been seen increased, then the training conducted again by the researcher  and  they are able to make 3 proposals, “Overcome Neglected Children”, “Older People” and “Socio-Economy Vulnerable Women”. Keywords: social welfareservices, Rumah Sosial AbstrakTujuan Penelitian ini menggambarkan Pelayanan Kesejahteraan Sosial Rumah Sosial “Saluyu” di Desa Sukamaju, Sukabumi  dengan penelitian tindakan partisipatif  (participatory action research) dengan pendekatan kualitatif. Langkah-langkahnya, yaitu: Refleksi awal, Penyusunan rencana tindakan, Pelaksanaan tindakan/Implementasi, Evaluasi, Penyempurnaan, Re-Implementasi, dan Re-Evaluasi. Sumber data, yaitu: Pengurus dan Pendamping Rumah Sosial sebagai sumber data primer , dan Aparat Desa, Penerima Pelayanan, PSKS, dan Staf Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi sebagai sumber data sekunder dengan wawancara mendalam (indepth interview),diskusi kelompok terfokus,  dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Rumah Sosial “Saluyu” dalam menyelenggarakan pelayanan kesejahteraan sosial dalam bentuk mendata   PMKS yang terdiri dari WRSE (Wanita Rawan Sosial Ekonomi), RTLH (Rumah Tidak Layak Huni), Lanjut Usia Terlantar, Penyandang Cacat dan Anak/Balita Terlantar., PSKS, dan melaksanakan jejaring baik dengan  UPTD Kesehatan dan dunia usaha yang terdekat. Diketahui  masalah interen yaitu status rumah sosial,  Juklak/Juknis Penyelenggaran Rumah Sosial, Insentif Pengurus, Kapasitas Pengurus, Sarana dan Prasarana, dan masalah eksteren Sikap Instansi terkait (Dinas Sosial) dan sikap masyarakat. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan penguatan kapasitas pengurus dan pendamping dalam bentuk peningkatan pemahaman tentang keberadaan rumah sosial secara utuh, mengenai PMKS, PSKS dan sumber yang bisa diakses salah satunya Kementerian Sosial. Selain itu diberikan pelatihan cara membuat proposal dan pelaporan. Selanjutnya, setelah dievaluasi, kapasitas pengurus belum terlihat meningkat, kemudian dilakukan lagi pelatihan yang sama oleh tim peneliti, dan setelah dievaluasi mereka mampu membuat 3 proposal, yaitu: Proposal untuk menangani masalah anak terlantar, lanjut usia, dan Wanita Rawan Sosial Ekonomi.    Kata kunci: pelayanan kesejahteraan sosial, Rumah Sosial
Model Penanganan Perilaku Maladaptif dengan Cognitive behavior Group Therapy pada Remaja Berisiko di Kelurahan Cimahi Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi Anggreni, Hana
Pekerjaan Sosial Vol 17, No 2 (2018): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.788 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v17i2.145

Abstract

Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana Cognitive behaviour group therapy dapat menurunkan perilaku maladaptif dari dua subjek penelitian yaitu SNS (Lk/14) dan MV (Lk/14). Kedua subjek penelitian merupakan remaja berisiko terhadap perilaku berisiko seperti terlibat geng, kenakalan remaja ataupun penggunaan obat terlarang. Adapun perilaku maladaptif yang dilakukan adalah perilaku merokok dan perilaku memberontak kepada orangtua yang ditandai dengan tidak mematuhi perintah ataupun berbicara kasar kepada orangtua. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode single subject design dengan model A-B-A. Pada setiap fase dilakukan pengamatan melalui pedoman observasi terhadap frekuensi terjadinya target perilaku. serta dilakukan pengukuran melalui kuisioner untuk melihat aspek kognitif, perasaan dan perilaku.Teknik analisa data dilakukan dengan statistik deskriptif melalui analisa visual dalam kondisi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CBGT dapat menurunkan perilaku maladaptif pada SNS dan MV. Bila baseline A1 dan A2 dibandingkan maka akan terlihat penurunan frekuensi perilaku.  Kata kunci : remaja berisiko, perilaku maladaptif, cognitive behavior group therapy
PENDAMPINGAN SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN KAPASITAS KELOMPOK USAHA BERSAMA DI BANDUNG Suitela, Josias Jefry
Pekerjaan Sosial Vol 16, No 1 (2017): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.108 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v16i1.103

Abstract

AbstractThis study aims to generate an appropriate model for social assistance in developing the capacity of KUBE. The method used in this study is a qualitative research method with action research (action research). Action research is a study that is used to make changes to the individual, group, and community in fulfilling the needs or solve the problems it faces. Place of research done at Village Cibeunying, Cimenyan subdistrict, Bandung regency. Data obtained from 17 informants as a source of primary data and related documents as a secondary data source. Model of social assistance in the development of the capacity of the group is done through comparative studies, training / socialization, and Enhancing Cooperation with Related Parties and social events. Mentoring is applied to obtain information Overview KUBE social assistance to enhance the initial design upon social assistance in capacity building KUBE, results of executing the initial design of social assistance in capacity building KUBE and the final design. Design programs to be formulated derived from the implementation of the action plan of capacity building programs that have been carried out four activities through social assistance. Community needs the assistance because with the assistance can accommodate them to have knowledge based on experience. The research showed that the social assistance in the development of capacity KUBE Proven has increased the capacity of management and members in the manage KUBE Maju Sejahtera in Sub Cibeunying, it looks like the motivation of members increased and the board increases, Leadership running effectively, financial administration orderly, group administration organized, and their financial transparency.Keywords: Kelompok Usaha Bersama, Social Assistance, The Development of Capacity AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model yang tepat untuk pendampingan sosial dalam mengembangkan kapasitas KUBE. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan (action research). Penelitian tindakan merupakan suatu penelitian yang digunakan untuk melakukan perubahan pada individu, kelompok, dan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan atau memecahkan permasalahan yang dihadapinya. Tempat penelitian dilakukan di Kelurahan Cibeunying, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Data diperoleh dari 17 informan sebagai sumber data primer dan dokumen terkait sebagai sumber data sekunder. Model pendampingan sosial dalam pengembangan kapasitas kelompok dilakukan melalui studi banding, pelatihan/sosialisasi, serta peningkatan kerjasama dengan pihak terkait dan bakti sosial. Pendampingan sosial yang dilaksanakan menghasilkan model yang dapat diaplikasikan bagi masyarakat sub-urban dengan karakteristik yang sama. Meskipun demikian, penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan secara umum. Pendampingan yang diterapkan untuk mendapatkan informasi gambaran pendampingan sosial KUBE untuk menyempurnakan desain awal pada saat pendampingan sosial dalam pengembangan kapasitas KUBE, hasil dari pelaksanaan desain awal pendampingan sosial dalam pengembangan kapasitas KUBE dan desain akhir. Desain program yang akan dirumuskan berasal dari hasil implementasi rencana tindak lanjut program peningkatan kapasitas yang telah melaksanakan empat kegiatan lewat pendampingan sosial. Masyarakat membutukan pendampingan karena dengan adanya pendampingan dapat mengakomodir mereka untuk memiliki pengetahuan yang berdasarkan pada pengalaman. Hasil Penelitian pendampingan sosial dalam pengembangan Kapasitas KUBE terbukti telah meningkatkan kapasitas pengurus dan anggota dalam mengelolah KUBE Maju Sejahtera di Kelurahan Cibeunying, hal ini terlihat seperti motivasi anggota dan pengurus dalam mengelolah KUBE meningkat, kepemimpinan berjalan efektif, administrasi keuangan berjalan tertib, administrasi kelompok teratur, dan adanya transparansi keuangan. Kata kunci: Kelompuk Usaha Bersama, Pendampingan Sosial, Peningkatan Kapasitas
PERAN LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL (LKS) DALAM PENANGANAN PENYALAHGUNAAN NAPZA DI JAWA BARAT Marbun, Jumayar; Aritonang, A.Nelson; Supiadi, Epi; Maryami, Ami; Ismudiyarti, Yuti
Pekerjaan Sosial Vol 11, No 1 (2012): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.328 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v11i1.7

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to obtain an overview of the Institute of Social Welfare (LKS) prevention, rehabilitation, referral, further guidance to victims of drug abuse. While the focus of this study is "How does LKS have addressed the role of drug abuse", with sub-problematic as follows: how LKS prevention, rehabilitation, referral, further guidance to victims of drug abuse. The research method used in research on the role of LKS in Drug Abuse Treatment in West Java is descriptive-qualitative. Data sources consisted of primary sources that 30 people associated with the management of the implementation process LKS, and secondary source documents ie reports and profiles LKS. Data collection techniques are in-depth interviews, structured observation, and study documentation. While the data analysis techniques are. The results showed that the role of LKS in prevention include demand reduction and harm reduction in order to improve immunity and resilience of individuals, families and communities to not abuse the drug, which is classified into primary prevention, secondary prevention and tertiary prevention. Rehabilitation activities carried worksheets for each client at least 2 and at most 120 clients. After care Program activities are conducted is an effort to prevent recurrence (relapse). 22 According to the informant that the ex prevents recurrence of drug abuse by holding intensive counseling, economic assistance, spiritual guidance, assistance with activities involving positive, continue to monitor the development of the former victims of drug abuse. LKS advocacy activities is to assist clients in obtaining their rights, to obtain services and resources and the protection or assistance in case of breaking  the law and to influence  policy makers  to change or  create policy in favor of LKSConclusion of research that drug abuse prevention conducted various worksheets is quite varied, but not all agencies conducting rehabilitation. Generally agencies conduct prevention, advocacy, information and referral guidance. Keywords:  preventive, rehabilitation, referral and aftercare. AbstrakTujuan  penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) melakukan pencegahan, rehabilitasi, rujukan, bimbingan lanjut terhadap korban penyalahgunaan NAPZA. Sedangkan fokus penelitian ini adalah “Bagaimanakah Peran LKS melakukan penanganan penyalahgunaan NAPZA”, dengan sub problematik sebagai berikut: “bagaimana  LKS melakukan pencegahan, rehabilitasi, rujukan, bimbingan lanjut terhadap korban penyalahgunaan NAPZA?”.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian mengenai Peran LKS dalam Penanganan  Penyalahgunaan NAPZA di Jawa Barat adalah metode deskriptif–kualitatif. Sumber data terdiri dari sumber primer yaitu  30 orang pengurus LKS terkait dengan proses pelaksanaan LKS , dan sumber sekunder yakni dokumen laporan dan profil LKS. Teknik pengumpulan data adalah wawancara mendalam, observasi tidak terstruktur, dan studi dokumentasi, sedangkan  teknik analisis data adalah kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran LKS dalam pencegahan mencakup pengurangan permintaan dan pengurangan dampak buruk dalam rangka meningkatkan kekebalan dan ketahanan individu, keluarga, dan masyarakat untuk tidak menyalahgunakan NAPZA yang diklasifikasikan menjadi pencegahan primer, pencegahan sekunder, dan pencegahan tersier. Kegiatan rehabilitasi  dilakukan masing-masing LKS terhadap paling sedikit 2 klien dan paling banyak 120 klien. Kegiatan  Program After care yang dilakukan adalah upaya untuk mencegah  kekambuhan (relapse). Menurut 22 informan bahwa dalam mencegah kekambuhan eks penyalahgunaan NAPZA dengan mengadakan  penyuluhan secara intensif, bimbingan ekonomi, bimbingan rohani, pendampingan dengan melibatkan kegiatan positif, memantau terus perkembangan eks penyalahgunaan NAPZA. Kegiatan advokasi  yang dilakukan LKS adalah  membantu klien dalam memperoleh hak-haknya, untuk mendapatkan pelayanan dan sumber daya juga perlindungan atau pendampingan  dalam kasus melanggar hukum serta mempengaruhi pembuat kebijakan untuk merubah atau membuat kebijakan yang berpihak pada LKS. Kesimpulan hasil penelitian bahwa penanggulangan penyalahgunaan NAPZA dilakukan berbagai LKS cukup bervariasi namun tidak semua lembaga  melakukan kegiatan rehabilitasi. Umumnya lembaga melakukan kegiatan pencegahan, advokasi, bimbingan lanjut, dan rujukan. Kata kunci: pencegahan, rehabilitasi, referral, aftercare.

Page 5 of 15 | Total Record : 143