cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial
ISSN : 14125153     EISSN : 25028707     DOI : -
Core Subject : Social,
Berbagai hasil penelitian dan kajian model praktik pekerjaan sosial tentang model pelayanan sosial, perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, pengembangan sosial, dan intervensi praktik pekerjaan sosial dapat dipublikasikan melalui jurnal Peksos ini.
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
PENCEGAHAN RELAPSE PADA SUBJEK “EE” EKS KLIEN BALAI REHABILITASI SOSIAL PAMARDI PUTRA (BRSPP) LEMBANG DI KOTA BANDUNG (IMPLEMENTASI TEKNIK SELF INSTRUCTION DAN TEKNIK FAMILY SUPPORT) Rosita, Yessi
Pekerjaan Sosial Vol 14, No 2 (2015): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.798 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v14i2.49

Abstract

Abstract Self-instruction approach is a technique from cognitive behaviour theory. Cognitive behaviour modification theory is developed by Donald Meichenbaum. Cognitive in self-instruction leads to the use of thought especially verbal which is part of brain to control behaviour and behaviour leads to the use of appreciation to encourage technique application, Kendall and Braswell (in Christophersen & Mortweet, 2002, p.44). Family Support technique is a meeting of all family member active roles in the form of problem understanding, accepting facts, recognizing, comprehending and encouraging other family member. Thoits, in Rutter et al (1993) stated that ‘’the understanding of social support is a degree of basic social needs that can be fulfilled through interaction with others. The needs are identified as affection, appreciation, agreement, togetherness, identity and comfort’’.This research is aimed to find, analyse and determine: the implementation of Self Instruction and Family Support Technique in Preventing Relapse on Subject “EE” Ex-Client of Lembang BRSPP in Taman Sari Village, Bandung Wetan Sub-district, Bandung City.This research used Action Research and quantitative approach with experiment method that is a method aimed to determine the effect of the implementation of Self Instruction and Family Support in Preventing Relapse on Drugs Abuser. Explaining this effect, researcher will conduct control and measurement carefully towards research variables by using descriptive statistics analysis. The Single Subject Design Technique used is multiple baseline design cross variables. Validity test that will be used to examine relapse level observation guideline is statistics test by using correlation product moment formula from Pearson. The technique used in reliability test in this research is Alpha Chronbach technique. Measuring the per cent agreement can be performed by counting total per cent agreement. Data analysis which is used is hypothesis test by using 2 deviation standard formula.The research result showed the presence of Self Instruction and Family Support technique can prevent relapse on Drugs Abuser especially subject “EE Ex-client of Lembang BRSPP in Taman Sari Village, Bandung Wetan Sub-district, Bandung City. Keywords: self intrstuction technique, relapse, family support technique, drugs abuser Abstrak Pendekatan Self-instruction merupakan suatu teknik dari teori cognitive behavior modification. Teori cognitive behavior modification ini dikembangkan oleh Donald Meichenbaum. Cognitive pada self-instruction mengarah pada penggunaan pemikiran khususnya verbal yang merupakan bagian dari otak untuk mengendalikan perilaku, sedangkan behavior mengarah pada penggunaan penghargaan untuk mendorong penggunaan teknik, Kendall dan Braswell (dalam Christophersen & Mortweet, 2002, h.44). Teknik Family Support, adalah pertemuan di mana peran aktif seluruh anggota keluarga dalam bentuk memahami masalah, menerima kenyataan, mengakui, mengerti, dan mendorong anggota keluarga lain. Thoits, dalam Rutter dkk (1993) menyatakan pengertian dukungan sosial, yaitu: “Dukungan sosial adalah derajat kebutuhan sosial dasar dapat dipenuhi melalui interaksi dengan orang lain, kebutuhan-kebutuhan tersebut diidentifikasi sebagai kasih sayang, penghargaan, persetujuan, kebersamaan, identitas, dan kenyamanan”.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis dan menentukan: Implementasi Teknik Self Instruction dan Teknik Family Support dalam Mencegah Relapse pada klien “EE” Eks klien BRSPP Lembang di Kelurahan Taman Sari Kecamatan Bandung Wetan Kota BandungPenelitian ini menggunakan Action Research dengan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen yaitu metode penelitian yang bertujuan untuk menentukan pengaruh implementasi Self Instruction dan Family Support dalam mencegah relapse pada penyalahguna NAPZA. Untuk menjelaskan pengaruh ini, peneliti akan melakukan kontrol dan pengukuran yang sangat cermat terhadap variabel-variabel penelitian dengan menggunakan analisis statistik deskriptif Teknik rancangan subjek tunggal yang akan digunakan adalah teknik multiple baseline design cross variables. Uji validitas yang akan digunakan untuk menguji pedoman observasi tingkat relapse adalah uji statistik dengan rumus korelasi product moment dari Pearson. Teknik yang digunakan dalam pengujian reliabilitas pada penelitian ini adalah teknik Alpha Chronbach. Untuk mengukur percent agreement dapat dilakukan dengan menghitung persentase kesepakatan total (total percent agreement). Analisis data yang akan digunakan adalah pengujian hipotesis dengan menggunakan rumus 2 standar deviasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya teknik Self Instruction dan teknik Family Support dapat mencegah relapse pada penyalahguna NAPZA khususnya subjek “EE” eks klien BRSPP Lembang di Kelurahan Taman Sari Kecamatan Bandung Wetan Kota Bandung. Kata kunci: teknik instruksi diri, kekambuhan, teknik dukungan keluarga, penyalahgunaan   narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA)
TERAPI BERMAIN UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI DAN KEPERCAYAAN DIRI ANAK PENYANDANGCACAT TUBUH DI KELURAHAN LEBAK GEDE KECAMATAN COBLONG KOTA BANDUNG Setiawan, Arry Purnama
Pekerjaan Sosial Vol 11, No 2 (2012): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.758 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v11i2.17

Abstract

 AbstractThe research is conducted on communication and self-esteem of children with disability. The aim is to find out how the play therapy can improve communication and self-esteem of the subject. The Communication and self-esteem in the form of subject conducting any activity, the low self-esteem with the existence of disability, abandoned by their parents, the low of communication of subject with family member and friends/social environment.The research design with quantitative approach used single subject design method “AB” model. The researcher used data collection technique like observation guideline, pre-test and post-test questionnaire, interview guideline and documentation study. The research conducted on children with disability as the subject of the research in Lebak Gede Village, Coblong Sub-District, Bandung.Play therapy can improve communication of the subject with family member. The analysis result used two standard deviations on behaviour target communicate with family member significantly with 2.3 larger than 2SD that is 0,9 (2,3>0,9). Play therapy can improve subject’s communication with their friends/social environment. The analysis result used two standard deviations on behaviour target communicate with friends/social environment significant with 0,7 is bigger than 2SD that is 0.64 (0,7>0,64). The play therapy can also improve subject’s self-esteem at the time of pre-test by a score 54 (low category) became 135 (high category).All the things above showed that the play therapy can be a psychotherapy model and counselling to improve communication and self-esteem of children with disability.The results are very useful to provide brainstorming for the development of practice theory and rehabilitation policy design programme for children with disability. The implementation of play therapy becomes the one of psychosocial therapy model for social work. Keywords: communication and self-esteem of children with disability, play therapy  AbstrakPenelitian dilakukan terhadap komunikasi dan kepercayaan diri anak penyandang cacat tubuh. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana terapi bermain dapat meningkatkan komunikasi dan kepercayaan diri subjek. Komunikasi dan kepercayaan diri tersebut berupa rendahnya kepercayaan diri subjek dalam melakukan setiap aktifitas, rendahnya kepercayaan diri dengan kondisi kecacatan yang ada, rendahnya kepercayaan diri karena ditinggal pergi oleh kedua orang tua, rendahnya komunikasi subjek dengan anggota keluarga, dan rendahnya komunikasi subjek dengan teman/lingkungan sosial.Rancangan penelitian dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metoda single subject design model ”AB”. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa pedoman observasi, kuesioner pretest dan postest, pedoman wawancara dan studi dokumentasi. Penelitian dilakukan terhadap seorang anak penyandang cacat tubuh sebagai subjek penelitian di Kelurahan Lebak Gede Kecamatan Coblong Kota Bandung.Terapi bermain dapat meningkatkan komunikasi subjek dengan anggota keluarga. Hasil analisis menggunakan dua standar deviasi terhadap target perilaku komunikasi dengan anggota keluarga signifikan dengan 2,3 lebih besar dari  2SD yakni 0,9 (2,3>0,9). Terapi bermain dapat meningkatkan komunikasi subjek dengan teman/lingkungan sosial. Hasil analisis menggunakan dua standar deviasi terhadap target perilaku komunikasi dengan teman/lingkungan sosial signifikan dengan 0,7 lebih besar dari 2SD yakni 0,64 (0,7>0,64). Terapi bermain juga dapat meningkatkan kepercayaan diri subjek, yaitu pada saat pretest dengan skor 54 (kategori rendah) berubah menjadi skor 135 (kategori tinggi).Semua hal di atas menunjukkan bahwa terapi bermain dapat dijadikan model psikoterapi dan konseling bagi peningkatan komunikasi dan kepercayaan diri anak penyandang cacat tubuh.Hasil penelitian sangat bermanfaat untuk memberikan sumbangan pemikiran bagi perkembangan teori, praktek dan rancangan kebijakan program rehabilitasi bagi anak penyandang cacat tubuh. Penerapan terapi bermain dapat menjadi salah satu model terapi psikososial bagi pekerja sosial. Kata kunci : komunikasi dan kepercayaan diri anak penyandang cacat tubuh, terapi bermain 
Pengaruh Motivational Group terhadap Penurunan Penggunaan NARKOBA pada Perempuan Penyalahguna NARKOBA di Kecamatan Cimahi Tengah Medina, Soraya
Pekerjaan Sosial Vol 17, No 2 (2018): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.274 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v17i2.146

Abstract

Abstrak  Perempuan korban penyalahgunaan zat atau obat-obatan di Kecamatan Cimahi Tengah terdiri dari berbagai kalangan yaitu, ibu rumah tanggga, mahasiswi, bahkan siswi sekolah menengah. Penyalahgunaan zat oleh perempuan tidak hanya menimbulkan masalah kesehatan saja, namun juga berdampak pada psikologisnya, selain itu pula tugas perempuan sebagai ibu untuk mendidik dan merawat anak menjadi terbengkalai karena perempuan penyalahguna menempatkan zat atau obat diurutan pertama selanjutnya adalah kebutuhan anak mereka. Di Kecamatan Cimahi Tengah, keberadaan perempuan penyalahguna sangat tersembunyi bahkan keluarga dalam hal ini orangtua tidak mengetahui penyalahgunaan zat yang dialami oleh anak mereka. Perempuan penyalahguna di Kecamatan Cimahi tengah belum mengakses sistem sumber berupa rehabilitasi karena belum adanya motivasi dari dalam diri mereka ditambah dengan adanya rasa takut dan malu terhadap hukuman sosial yang akan diterimanya. Pada kegiatan praktikum yang sebelumnya telah dilaksanakan, peneliti menerapkan Motivational Interviewing yang dilakukan secara individual pada subjek AP dan berdampak pada peningkatan motivasi pada subjek, namun ketika subjek kembali ke lingkungan pergaulannya dan ia tidak mendapatkan dukungan dari keluarga, ia kembali menyalahgunakan zat. Perempuan penyalahguna yang belum mendapatkan dukungan dari masyarakat maupun keluarga biasanya lebih memilih untuk bergabung didalam kelompok, hal ini yang menjadi dasar pembentukan Motivational Group. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Motivational Group terhadap penurunan frekuensi dan dosis penggunaan zat pada subjek AP. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Single Subject Design (SSD) dan model rancangan A-B-A. Baseline awal menunjukkan bahwa subjek pada awalnya tidak dapat melewatkan hari tanpa menggunakan zat dengan frekuensi yaitu sebanyak 9 kali dalam periode waktu enam hari berturut-turut dan dosis yang digunakan adalah excimer sebanyak 17 butir serta shabu sebanyak 5 shoot . Setelah diberikan intervensi yang dilakukan dalam sebelas kali pertemuan, terjadi penurunan frekuensi penggunaan yaitu sebesar 54,5 % dan penurunan terhadap dosis sebesar 46,7%. Implementasi Motivational Group dapat dikatakan berpengaruh untuk menurunkan tingkat frekuensi dan dosis penggunaan zat pada subjek.  Kata Kunci: Pengaruh Motivational Group, Perempuan Penyalahguna NARKOBA
PERAN PENGURUS LEMBAGA ADAT DALAM MEMFUNGSIKAN LEMBAGA ADAT KASEPUHAN SINARESMI DI DESA SINARESMI KECAMATAN CISOLOK KABUPATEN SUKABUMI Haryani, Ayi
Pekerjaan Sosial Vol 11, No 1 (2012): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.143 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v11i1.8

Abstract

AbstractThis research was conducted to gain an overview of the role of custom board members in the functioning of customary institutions of Kasepuhan Sinaresmi, Cisolok, Sukabumi. This qualitative reasearch used a case study method, where secondary and primary data were collected and studied. The result shows that a member of Custom Boards able to act as: a Regulator, who maintain the obedience of community members to behave accordingly to their traditional value, norms, and regulations, including to resolves any disputes related to the application of norms and regulations; a Dinamisator, who do things to create a conducive environment in the lives of community members so that the current  values/norms of tradition can be beneficial for the survival of its community members; as well as to maintain the functioning of the boards to preserves and develop the custom; a Facilitator, who do things that could helps its community members to access basic social services and resources for a better live quality, and at the same time maintain harmony in the relation of human and the nature as main supporting system of the community life; and as a Mediator, who bridge the interests of Sinaresmi community with external parties concerned in preserving the traditional values and, norms, as well as to facilitate a good relationship between Kasepuhan Sinaresmi’s leaders  with government officials. Keywords: role, custom boards, customary institution, kasepuhan AbstrakPenelitian ini dilakukan dalam upaya memperoleh gambaran tentang  peran pengurus adat dalam memfungsikan lembaga adat kasepuhan Sinaresmi di desa Sinaresmi kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi.     Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan  kualitatif . Data yang diperoleh berupa pengumpulkan data primer dan data sekunder.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus adat mampu  berperan sebagai: Regulator  yang dapat mengendalikan komunitas adat untuk bersikap dan berperilaku sesuai dengan nilai, norma dan kaidah adat, serta dapat memfungsikan lembaga adat sebagai wahana untuk menyelesaikan perselisihan yang menyangkut hukum adat dan kebiasaan-kebiasaan Komunitas Adat. Dinamisator yaitu memberikan iklim yang kondusif kepada komunitas adat sehingga nilai/norma yang dipegang masyarakat adat kasepuhan Sinaresmi saat ini sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup masyarakat  adat dan mampu memfungsikan lembaga adat dalam melestarikan/mengembangkan budaya dan adat istiadat untuk kelangsungan hidup komunitas adat. Fasilitator yaitu memberikan kemudahan bagi komunitas adat dalam mengakses berbagai jenis pelayanan sosial dasar untuk meningkatkan taraf kehidupannya serta menjangkau sumber pelayanan dasar, dan mampu memfungsikan lembaga adat dalam menciptakan hubungan yang harmonis antara manusia dengan alam sebagai penopang kehidupan dan pemenuhan kebutuhan hidup komunitas adat, sebagai Mediator dalam melestarikan nilai-nilai budaya, norma-norma adat dan dapat menjembatani kepentingan warga adat dengan pihak-pihak yang berkepentingan, sehingga dapat tercipta hubungan yang harmonis dan demokratis antara ketua adat/ pemangku adat dan aparat pemerintahan.  Kata kunci: peran, pengurus adat, lembaga adat, kasepuhan
PARENTING SKIL ORANGTUA ANAK PENYANDANG DISABILITAS DALAM FORUM KOMUNIKASI KELUARGA ANAK DENGAN KECACATAN DI KABUPATEN SUKABUMIPARENTING SKIL ORANGTUA ANAK PENYANDANG DISABILITAS DALAM FORUM KOMUNIKASI KELUARGA ANAK DENGAN KECACATAN DI KABUPATEN SUKABUMI Agiati, Dr. R. Enkeu
Pekerjaan Sosial Vol 17, No 1 (2018): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (885.133 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v17i1.131

Abstract

Pengasuhan meliputi seluruh aktivitas yang bertujuam agar anak dapat berkembang optimal dan bertahan hidup dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi dari : 1) karakteristik responden, 2) ketrampilan pengasuhan orang tua yang memiliki anak dengan kedisabilitasan dan orang tua yang tidak mengikutsertaan anak kedalam Forum Komunikasi Keluarga Anak Dengan Kedisabilitasan (FKKADK) Sukabumi, dan 3) perbedaan ketrampilan pengasuhan antara orang tua yang ikutserta dalam FKKADK dan orang tua yang tidak ikutserta dalam FKKADK Sukabumi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuasi Eksperimen dengan Kuesioner, Observatsi, Studi dokumentasi dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil data menggunakan sumber data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Random Sampling. Pengukuran uji validitas instrumen menggunakan produk dari teknik pengujian tes reliabilitas dari pengukuran instrumen yang terhubung dengan metode konsisten internal dengan Teknik Tes Alpha Cronbach. Selanjutnya, hasil dari penelitian ini akan dianalisis menggunakan metode teknik analisis kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara ketrampilan pengasuhan orangtua yang mengikuti FKKADK Kabupaten Sukabumi dan yang tidak mengikuti FKKADK Kabupaten Suabumi. Hal ini dapat terjadi karena orangtua yang bekerjasama dalam FKKADK Kabupaten Sukabumi telah diajari dengan Peningkatan Kapasitas Keluarga dan dihubungkan dengan Rehabilitasi Sosial melalui FDS. Kata Kunci : Pengasuhan, Anak dengan Kedisabilitasan, FDS dan FKKADK
PENERAPAN BEHAVIORAL THERAPY TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN ACTIVITY OF DAILY LIVING PENYANDANG DISABILITAS INTELEKTUAL BERAT DI KOTA BANDUNG Nugrahaeni, Ika
Pekerjaan Sosial Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10437.342 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v15i2.89

Abstract

AbstractThis research aims to know and examine the implementation of behavioral therapy to the Improvement of D Basic Activity of Dalily Living who experiencing severe intellectual disability. This research has benefit both theoritically and practically for social work development. The method used action research with qualitative approach. Data collection technique used in-depth interview, observation and documentation study. The data source used primary and secondary data source. While the primary data derived from interview and direct observation toward D and family, while the secondary are community environment and documentation study. Data analysis done in descriptive qualitative. The research location is in Sadang Serang Village Coblong Sub-district Bandung. Based on the results of action research study on the application of behavioral therapy models against D experience severe intellectual disability can impact the improvement of social skills and changes in attitude in assisting families to D. In this case the family can teach social skills ADL base with a better way and rise to a change in the accompanying family habituation D when performing basic ADL. Changes in the family can impact the behavior of D for the better and is trained in basic ADL, the behavior of eating, dressing, and bathing. With the achievement of these objectives, the family is a source of strength and resolve problems solving nearby.Key words:  Behavioral Therapy, People with Severe Intellectual Disability, ADL  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji tentang penerapan behavioral therapy terhadap peningkatan kemampuan ADL dasar D yang mengalami disabilitas intelektual berat. Penelitian ini memiliki manfaat baik secara teoritis maupun praktis bagi perkembangan pekerjaan sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode action research dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Adapun sumber data primer berasal dari wawancara dan observasi langsung terhadap D dan keluarga, sedangkan sumber data sekunder  yaitu lingkungan masyarakat dan studi dokumentasi. Analisis data secara deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian adalah di Kelurahan Sadang Serang Kecamatan Coblong Kota Bandung. Berdasarkan hasil penelitian action research tentang penerapan model behavioral therapy terhadap D yang mengalami disabilitas intelektual berat dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan keterampilan sosial dan perubahan sikap keluarga dalam melakukan pendampingan kepada D. Dalam hal ini keluarga dapat mengajarkan keterampilan sosial ADL dasar dengan cara yang lebih baik dan memunculkan perubahan pembiasaan keluarga dalam mendampingi  D saat melakukan ADL dasar. Perubahan yang terjadi pada keluarga dapat memberikan pengaruh terhadap perilaku D menjadi lebih baik dan terlatih dalam melakukan ADL dasar, yaitu perilaku makan, berpakaian, dan mandi. Dengan tercapainya tujuan tersebut, maka keluarga merupakan sumber kekuatan dan pemecahan terdekat dalam mengatasi masalah.Kata kunci:  Behavioral Therapy, Penyandang Disabilitas Intelektual Berat, ADL
EFEKTIVITAS PENERAPAN KONSELING KELUARGA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL KLIEN “LKH” Oktaria, Sari
Pekerjaan Sosial Vol 13, No 2 (2014): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.901 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v13i2.40

Abstract

Abstract This research to measure the effectiveness of the implementation of family counseling to clients social skills "LKH". This study uses a quantitative approach to the experimental method is a method of research that aims to find the effect of the implementation of family counseling to clients social skills "LKH". The study design used was a single subject design with multiple baseline cross-variables models where this model is used when the researcher wants to change behavior by an intervention where the intervention is expected to have an effect on the behavior of two or more targets .Data analysis was done by testing whether there is a significant increase occurred in the measurement scores, the results of measurements at baseline conditions with intervention condition. The results of the study by using the t test showed that the application of family counseling is done through several steps: build relationships, explore issues in depth, explore alternative solutions, strategy selection, strategy implementation, and evaluation has a significant influence on the social skills of the client "LKH" by providing social skills training to clients and their families.Referring to the results of this study concluded that family counseling can be applied as one of interventional techniques in children who have limitations in social skills derived from the pattern of parental care less precise . Based on these conclusions, it is a suggestion: first, family counseling can be used to improve the social skills of children, and secondly, to further research of family counseling can be applied to a variety of different behavioral problems caused by the application of the pattern of parental care less precise..Keywords: family counseling, social skill, client " LKH " Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengukur keefektifan penerapan konseling keluarga terhadap keterampilan sosial klien “LKH”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen yaitu metode penelitian yang bertujuan untuk mencari pengaruh implementasi konseling keluarga terhadap keterampilan sosial klien “LKH”. Desain penelitian yang digunakan adalah single subject design dengan model multiple baseline cross variables dimana model ini digunakan jika peneliti ingin mengubah perilaku dengan suatu intervensi dimana intervensi tersebut diperkirakan dapat memberikan efek terhadap dua atau lebih target behavior.Analisa data dilakukan dengan menguji apakah ada peningkatan yang signifikan terjadi pada skor pengukuran, antara hasil pengukuran pada kondisi baseline dengan kondisi intervensi. Hasil penelitian dengan menggunakan uji t menunjukkan bahwa penerapan konseling keluarga yang dilakukan melalui beberapa tahap yaitu: membangun relasi, menggali masalah secara mendalam, menggali solusi alternatif, pemilihan strategi, implementasi strategi, dan evaluasi telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan sosial klien “LKH” melalui pemberian pelatihan keterampilan sosial kepada klien dan keluarganya.Merujuk pada hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konseling keluarga dapat diterapkan sebagai salah satu teknik intervensi pada anak yang mempunyai keterbatasan dalam keterampilan sosial yang bersumber dari pola pengasuhan orangtua yang kurang tepat. Berdasarkan kesimpulan tersebut, maka sebagai saran: pertama, konseling keluarga dapat dipergunakan untuk meningkatkan keterampilan sosial anak, dan kedua, untuk peneliti selanjutnya konseling keluarga dapat diaplikasikan pada berbagai permasalahan perilaku yang berbeda yang disebabkan oleh penerapan pola pengasuhan orangtua yang kurang tepat. Kata Kunci: konseling keluarga, keterampilan sosial, klien “LKH”
MODEL PELAYANAN AKSESIBILITAS BAGI ANAK PENYANDANG DISABILITAS MELALUI PUSAT LAYANAN TERPADU DI KOTA PANGKAPINANG Ningrum, Anggun Dabella
Pekerjaan Sosial Vol 16, No 2 (2017): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.8 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v16i2.119

Abstract

Abstrak Pusat Layanan Terpadu Anak Penyandang Disabilitas (PLTAPD) adalah Model PLTAPD diwujudkan bertujuan memberikan pelayanan sosial yang terarah, terintegrasi dan berkelanjutan bagi Anak Penyandang Disabilitas (APD) dan keluarga, serta masyarakat atau Lembaga Rujukan APD dalam penanganan APD. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji model pelayanan aksesibilitas bagi anak penyandang disabilitas melalui pusat layanan terpadu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian tindakan (design action research). Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam (in-depth interview), observasi partisipatif (participant observation), studi dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Pemeriksaan keabsahan data yang digunakan yaitu dengan uji kepercayaan (credibility), uji keteralihan (transferability), uji ketergantungan (dependability), dan uji kepastian (confirmability). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model PLTAPD sangat diperlukan oleh APD dan keluarga. PLTAPD didirikan untuk memberikan kemudahan bagi APD, sehingga pelayanan sosial yang dibutuhkan APD (pendidikan, kesehatan, terapi, sarana prasarana serta pengembangan potensi dan bakat) secara komprehensif, terpadu, terintegrasi, dan berkelanjutan dapat dijangkau. Model Pelayanan Aksesibilitas bagi APD melalui PLTAPD di Kota Pangkalpinang merupakan bentuk kepedulian dari Pemerintah Daerah Kota Pangkalpinang terhadap pemenuhan hak dan kepedulian terhadap APD.Kata kunci: aksesibilitas bagi APD, Pelayanan bagi APD, Pusat Layanan Terpadu
PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR MELALUI KELOMPOK KAMPUNG SIAGA BENCANA Hadjaratin, Amran
Pekerjaan Sosial Vol 15, No 1 (2016): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.214 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v15i1.69

Abstract

Abstract Indonesia is a region that has the potential to disasters. The research objectives determine the level of community participation. The scope of the research: include characteristics and social facts that exist in the community which is associated with increased community participation in landslide disaster risk reduction. According to Ach. Wazir Ws., Et al. (1999: 29) participation can be interpreted as a conscious person's involvement in social interaction in specific situations Act No  24 (2007) is a series of mitigation efforts to reduce disaster risk, through physical development or awareness and capacity building in facing the threat of disaster. Tukino et al (2009) the role of social work practice in risk reduction can be through the pre-disaster phase (prevention, mitigation, preparedness and early warning). The method used are a qualitative research with action research design, data collection techniques: documentation study, interviews, observation and discussion. The results showed that, community participation increased, increasing participation indicators of community behavioral changes such as the formation of Disaster Preparedness Village, the implementation of disaster management activities, enthusiastic citizens in participating in activities of mutual cooperation and environmental preservation. Discussion, the initial description of the public participation, the need for increased participation, action plan, implementation of the action, the evaluation process and the evaluation of results and reflections. Conclusions, the improvement of community participation, disaster prevention needs special attention from the local authorities in the implementation and sustainability of independent community conditions so that the bottom level of problem solving can be done by the community independently Key words: community participation, landslide disaster, disaster risk reduction  Abstrak Indonesia merupakan wilayah yang berpotensi terhadap terjadinya bencana. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam pengurangan risiko bencana. Ruang lingkup penelitian meliputi karakteristik dan fakta-fakta sosial yang ada dalam komunitas, terkait dengan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengurangan risiko bencana tanah longsor. Menurut Ach. Wazir Ws., et al. (1999: 29) partisipasi dapat diartikan sebagai keterlibatan seseorang secara sadar kedalam interaksi sosial dalam situasi tertentu. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana menyebutkan mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana,  melalui    pembangunan    fisik    maupun penyadaran     dan   peningkatan   kemampuan   menghadapi ancaman bencana. Tukino dkk (2009) menyebutkan bahwa peranan praktik pekerjaan sosial dalam pengurangan risiko bisa melalui tahap prabencana (pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, dan peringatan dini). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan (action research). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: studi dokumentasi, wawancara, observasi dan diskusi.  Gambaran awal partisipasi masyarakat dilihat dari kebutuhan dalam peningkatan partisipasi, rencana tindak, pelaksanaan tindakan, evaluasi proses, dan evaluasi hasil dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengurangan risiko bencana meningkat Indikator peningkatan partisipasi dilihat dari perubahan perilaku masyarakat seperti terbentuknya Kampung Siaga Bencana, terlaksananya kegiatan penanggulangan bencana, antusias warga ikut serta dalam kegiatan, kegotongroyongan, dan pemeliharaan lingkungan. Penanggulangan bencana perlu ada perhatian khusus dari pemerintah setempat dalam pelaksanaan kegiatan serta keberlanjutan kondisi masyarakat yang mandiri sehingga penyelesaian masalah ditingkat bawah bisa dilakukan oleh masyarakat secara mandiri. Kata kunci: partisipasi masyarakat, bencana tanah longsor, pengurangan risiko bencana 
PENERAPAN TERAPI ABA (APPLIED BEHAVIOR ANALYSIS) DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI VERBAL ANAK DENGAN DISABILITAS MENTAL SEDANG “SMR” DI KELURAHAN SUKALUYU KECAMATAN CIBEUNYING KALER KOTA BANDUNG Nasril, Wahyudi
Pekerjaan Sosial Vol 13, No 1 (2014): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.353 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v13i1.31

Abstract

AbstractThis article based on result of the research regarding application of Applied  Behavior Analysis (ABA) Therapy in improving verbal communication skills for child with moderate mental disabilities called “SMR”. The aim of this research; how far the implementation of Applied Behavior Analysis (ABA) Therapy can increase verbal communication skills for child with moderate mental disabilities. This research uses a Single Subject Design and the research of hypotesis “is the application of Applied Behavior Analysis (ABA) Therapy can improve verbal communication skills for child with moderate mental disabilities called “SMR”?. The hypothesis test, using two standard deviation procedure, and then based on the measurement results obtained by mean difference between baseline phase 1 to phase 2 are 10.86. This  value is higher than 2 standard deviations of mean in the phase baseline 1 is 8.02.  The meaning that interventions were performed are significant to improve verbal communication skills for child with moderate mental disabilities called “SMR”.Keywords: child with moderate mental disabilities, verbal communication skills, Applied Behavior Analysis (ABA) Therapy AbstrakArtikel ini didasarkan pada hasil penelitian tentang penerapan Terapi Applied Behavior Analysis (ABA) dalam meningkatkan keterampilan komunikasi verbal anak dengan disabilitas mental sedang "SMR". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa jauh pelaksanaan Terapi Applied Behavior Analysis (ABA) dapat meningkatkan keterampilan komunikasi verbal anak dengan disabilitas mental sedang. Penelitian ini menggunakan Desain Subjek Tunggal dengan hipotesis penelitian "apakah Terapi Applied Behavior Analysis (ABA) dapat meningkatkan keterampilan komunikasi verbal anak dengan disabilitas mental sedang "SMR "?. Uji hipotesis, menggunakan dua prosedur standar deviasi,  kemudian berdasarkan hasil pengukuran diperoleh perbedaan rata-rata antara fase baseline 1 dengan baseline 2 adalah 10,86. Nilai ini lebih tinggi dari 2 deviasi standar pada fasebaseline 1 sebesar 8.02. Ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan adalah signifikan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi verbal anak dengan cacat mental sedang "SMR". Kata kunci: anak dengan disabilitas mental sedang, keterampilan komunikasi verbal, terapi Applied Behavior Analysis (ABA)

Page 8 of 15 | Total Record : 143