cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial
ISSN : 14125153     EISSN : 25028707     DOI : -
Core Subject : Social,
Berbagai hasil penelitian dan kajian model praktik pekerjaan sosial tentang model pelayanan sosial, perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, pengembangan sosial, dan intervensi praktik pekerjaan sosial dapat dipublikasikan melalui jurnal Peksos ini.
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
KONDISI FISIK, PSIKOLOGIS, DAN SOSIAL DISABILITAS FUNGSIONAL LANJUT USIA KORBAN ERUPSI MERAPI DI SHELTER PLOSOKEREP KABUPATEN SLEMAN STKS, Tukino; Kusumawardhani, Neni; Nurlela, Ella; Wibawa, Catur Herry; STKS, Nurochmi
Pekerjaan Sosial Vol 11, No 2 (2012): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.823 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v11i2.12

Abstract

AbstractMountMerapieruptionoccurred inNovemver,2010, whichresulted inloss of life and property. Amongthose displaced by theeruption of Merapiare elderly peoples, whountilnowstill living inevacuationsheltersinPlosokerepSleman districtof Yogyakartaprovince.This research is aimed toreveal: 1)physical condition, psychological, and social of the elderly during in the Plosokerepshelter, 2) knowing therelationshipof physicalconditionexperienced the elderly withfunctionaldisabilityduring in the theshelter,3) knowing therelationship of psychological conditionsexperienced the elderly withfunctionaldisabilityduring in the shelter, 4) knowing therelationshipof social conditions the elderly withfunctionaldisabilitiesduring in the shelter.The research methodused wasanalytical-explanatory correlationaldesign, which is to examine the relationshipbetween these factors: physical (variable X1), psychological(variable X2), and social(variable X3) withfunctional disabilityof the elderly (variable Y). Data was collectedthrough questionnaires. Analysis of datausingdescriptivestatisticaltechniques, with aSpearmantest statistics.The results showedthat:1)Most ofthe elderlyin the evacuationsheltershavephysical conditionsof highcategory, and someare inpoorphysical conditioncategory, 2)Seenfroma psychological condition, most the elderly are inthe high category, 3) Socialconditions of the elderlywhile in the evacuationshelters, most of which alsoare inthe high category, 4) Relationshipof physicalcondition of the elderlywithfunctional disability, althoughthere is a correlationbutnot significant, 5) The relationships between psychological conditions of the elderlywithfunctional disability, althoughthere is acorrelationbutnot significant, 6) Relationshipof social conditions of the elderlywithfunctional disability, althoughthere is acorrelationbutnot significant. Keywords: the elderly victims of natural disaster, bio-psychosocial, functional disability     AbstrakBencana erupsi gunung Merapi yang terjadi pada tahun 2010 telah menimbulkan kerugian baik korban jiwa maupun harta benda. Penduduk yang selamat dari erupsi gunung Merapi, termasuk lanjut usia, tinggal dan hidup di lokasi pengungsian yang disebut sebagai “shelter”, antara lain di Shelter Plosokerep Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman Provinsi Daerah istimewa Yogyakarta.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan: 1) Kondisi fisik, psikologis, sosial lanjut usia yang ada di shelter Plosokerep, 2) Mengetahui hubungan kondisi fisik yang dialami lanjut usia dengan disabilitas fungsionalnya selama tinggal di shelter Plosokerep, 3) Mengetahui hubungan kondisi psikologis yang dialami lanjut usia dengan disabilitas fungsionalnya selama tinggal di shelter Plosokerep, 4) Mengetahui hubungan kondisi sosial yang dialami lanjut usia dengan disabilitas fungsionalnya selama tinggal di shelter Plosokerep.Metode penelitian yang digunakan adalah disain korelasional eksplanatori-analitis, yaitu untuk menguji hubungan antara faktor-faktor: fisik (variabel X1), psikologis (X2), dan sosial (X3) dengan disabilitas fungsional lanjut usia (variabel Y). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Analisis data penelitian menggunakan teknik statistik deskriptif, dengan statistik uji Spearman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) Sebagian lanjut usia di shelter pengungsian Plosokerep memiliki kondisi fisik kategori tinggi, dan sebagian lagi berada dalam kondisi fisik kategori rendah, 2) Dilihat dari kondisi psikologis, sebagian besar lanjut usia berada dalam kategori tinggi, 3) Kondisi sosial yang dialami lanjut usia selama berada di shelter pengungsian, sebagian besar juga berada dalam kategori tinggi, 4) Hubungan kondisi fisik yang dialami lanjut usia selama berada di shelter pengungsian dengan disabilitas fungsional, meskipun terdapat korelasi tetapi tidak signifikan, 5) Hubungan kondisi psikologis yang dialami lanjut usia selama berada di shelter pengungsian dengan disabilitas fungsional, meskipun terdapat korelasi tetapi tidak signifikan, 6) Hubungan kondisi sosial yang dialami lanjut usia selama berada di shelter pengungsian dengan disabilitas fungsional, meskipun terdapat korelasi tetapi tidak signifikan. Kata kunci: lanjut usia korban bencana alam, biopsikososial, disabilitas fungsional
PENGEMBANGAN JARINGANSOSIAL OPST BUDI LESTARI DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL WARGA MISKIN DI DESA MEKARSALUYU KECAMATAN CIMENYAN KABUPATEN BANDUNG Akbar, Khairul
Pekerjaan Sosial Vol 17, No 2 (2018): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.193 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v17i2.141

Abstract

Abstrak  Penelitian ini merupakan penelitian terdahulu yang telah dilakukan sebelumnya. Salah satu program intervensi yang dilaksanakan adalah pembentukan Organisasi pengolahan sampah terpadu (OPST) Budi Lestari. Peneliti melakukan reasesmen terhadap Organisasi pengolahan sampah terpadu (OPST) Budi Lestari, yaitu program yang masih membutuhkan pendampingan berkelanjutan sebagai langkah untuk memajukan organisasi yang baru berjalan empat bulan melalui pelibatan warga miskin sebagai bagian dari anggota organisasi sesuai dengan tupoksi masing-masing. system kepungurusan OPST Budi Lestari yang belum sesuai dengan pelaksanaan yang ada dilapangan, rendahnya keterampilan yang dimiliki oleh sebagian Pengurus organisasi, kurangnya aksesibilitas warga miskin dalam mendapatkan usaha baru dikarenakan sebagian besar petani bekerja hanya sebagai buruh, belum adanya dukungan program dari pemerintah Daerah dan swata belum terlaksana.yang didapatkan OPST Budi Lestari dalam pengolahan sampah. Model Pengembangan jaringan sosial Organisasi Pengolahan Sampah (OPST) dilakukan melalui beberapa kegiatan, yaitu reorganisasi keanggotaan, pelatihan peningkatan kapasitas organisasi, koordinasi dan negosiasi,audiensi pemangku kepentingan, terbukti hasil implementasi model pengembangan jaringan mampu meningkatkan kemampuan manajemen OPST Budi Lestari, sehingga mampu memberikan  kesejahteraan sosial warga miskin dari segi finansial dan kapasitas warga miskin dalam sebuah organisasi di Desa Mekarsaluyu.  Kata Kunci : Jaringan Sosial, Organisasi Pengolahan Sampah Terpadu (OPST), Warga miskin, Kesejahteraan sosial
PENERAPAN TEKNIK IMAGINATIVE PRETEND PLAY TERHADAP PENANGANAN MASALAH PERILAKU AGRESIF ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI BANDUNG Nawangsari, Ika Putri
Pekerjaan Sosial Vol 16, No 1 (2017): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.249 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v16i1.99

Abstract

Abstract This research aims to determine the effectiveness of the implementation of Play Therapy through Imaginative Pretend Play technique in Handling Cases Agresive Behavior Child Victim of Sexual Abuse. The Agressive behavior that are refered in this research are divided into two; Phyisic aggresive and verbal agressive. The methode in this reserach is Single Subject Design with A-B-A-B. Data collecting technique conducted by observation, unstructur interviews, documentary study and filling questionaire. All the measurment using this research are formed.  The result showed that the aplication of Imaginative Pretend Play technique in Handling Cases Agressive Behavior Child Victim of Sexual Abuse is effective to reduce the agressive behavior frequencty of child. The frequency of physical agressive that consist of  hitting, wresting, throwing, threat with showing and imitating sexual adult activity  decresed from 39 before intervention to 11 after intervention. The frequency of verbal  agressive that consist of  bellowing, mocking and speaking with dirty word decresed from 39 before intervention to 11 after intervention. The result of ECBS show intervention influence to cognition aspect significantly, intervention influence to social relation aspect significantly and intervention influence to self adjustment aspect significantly.Keywords: Child, Sexual Abuse, ECBS, Imaginative Pretend Play, Play Therapy Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Play Therapy melalui teknik Imaginative Pretend Play dalam menangani masalah perilaku agresif anak korban kekerasan seksual. Adapun agresif yang dimaksud disini mencakup agresivitas fisik maupun agresivitas verbal. Metode Penelitian ini menggunakan Single Subject Design dengan pola A-B-A-B. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara tidak terstruktur, studi dokumentasi dan pengisian angket atau kuosioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan Teknik Imaginative Pretend Play dalam Penanganan Masalah Perilaku Agresif Anak Korban Kekerasan Seksual. Jumlah frekuensi agresivitas fisik anak yang terdiri dari memukul, merebut, melempar, mengacungkan kepalan tangan untuk mengancam dan menirukan aktivitas seksual orang dewasa berjumlah 39 turun menjadi 11 setelah intervensi. Jumlah frekuensi agresivitas verbal yang terdiri dari membentak, mengejek atau menghina dan mengeluarkan kata kotor berjumlah 32 turun menjadi 9 setelah intervensi. Hasil pengujian melalui instrumen ECBS menunjukan intervensi berpengaruh signifikan terhadap aspek kognisi namun tidak merubah kategori dalam level sedang, intervensi berpengaruh signifikan terhadap aspek relasi sosial dan terjadi peningkatan level aspek sosial dari sedang menjadi tinggi dan intervensi berpengaruh signifikan terhadap aspek penyesuaian diri anak dan terjadi peningkatan level aspek sosial dari sedang menjadi tinggi. Kata kunci: Anak, ECBS, Imaginative Pretend Play, Kekerasan Seksual, Play Therapy
ADVOKASI SOSIAL BAGI PEKERJA MIGRAN PEREMPUAN Lubis, Nurhayani
Pekerjaan Sosial Vol 11, No 1 (2012): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.04 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v11i1.3

Abstract

Abstract This paper discusses about the social advocacy for women migrant workers as an effort to address the problem of them. The effort conducted by the government in handling the problems has not been effective and the problem tends to grow. Social advocacy for women migrant workers formed in case advocacy and class advocacy, depending to the problem and contributing factors. Case advocacy is intended to women migrant workers, and the class advocacy is intended to persuade the policy maker to make changes the policy in favor of the women migrant workers in order to provide a maximum protection for them.  In compiling this paper, author used documentation study method, from documents related to women migrant workers and social advocacy, such as: book, journal, research result, newspaper (as clippings) and internet. Whereas the writing object focused on women migrant workers who work as housemaid, because those cases is the most commonly occur. This paper is intended as a problem solving solution of women migrant workers, how thes foreign exchange “heroes” can work in peace and comfort, their families are helped and their country also benefited. Keywords: social advocacy, women migrant workers Abstrak Karya tulis ini membahas tentang advokasi sosial bagi pekerja migran perempuan Indonesia yang bekerja di luar negeri, sebagai salah satu upaya mengatasi permasalahan yang dialami oleh mereka. Selama ini upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi permasalahan pekerja migran perempuan belum efektif, dan masalahnya cenderung bertambah. Advokasi sosial bagi pekerja migran perempuan ini dalam bentuk advokasi kasus (case advocacy) dan atau advokasi kelas (class advocacy), tergantung bentuk masalahnya dan faktor penyebabnya. Advokasi kasus ditujukan kepada pekerja migran perempuan dan advokasi kelas ditujukan kepada pembuat kebijakan, untuk melakukan perubahan atau membuat kebijakan yang berpihak pada kepentingan pekerja migran perempuan, agar bisa memberikan perlindungan maksimal bagi mereka. Dalam menyusun karya tulis ini, penulis menggunakan metode studi dokumentasi, berdasarkan kajian berbagai dokumen tentang pekerja migran perempuan dan advokasi sosial, seperti: buku, jurnal, hasil penelitian, surat kabar (dalam bentuk kliping) dan internet. Sedangkan obyek tulisan difokuskan pada pekerja migran perempuan yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga di luar negeri, karena jumlah kasus tersebut yang paling banyak terjadi selama ini menimpamereka.  Tulisan ini dimaksudkan sebagai solusi mengatasi masalah pekerja migran perempuan, agar pahlawan devisa ini bisa bekerja dengan tenang dan nyaman, keluarganya terbantu dan negara pun diuntungkan.
KUALITAS HIDUP KELUARGA PEKERJA PEMETIK TEH DI KAMPUNG SUKAWANA DESA KARYAWANGI KECAMATAN PARONGPONG KABUPATEN BANDUNG BARAT Shifa, Mia; Nurjanah, Nur; Rahayuningsih, Eni
Pekerjaan Sosial Vol 17, No 1 (2018): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.509 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v17i1.126

Abstract

Abstrak Kemiskinan merupakan permasalahan yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia baik di kota maupun di desa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah kemiskinan yang dialami keluarga pemetik teh di Desa Karyawangi Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperoleh data dan gambaran yang jelas mengenai karakteristik responden dan kualitas hidup responden. Terkait dengan kualitas hidup, World Health Organization (WHO) dalam Adi Fahrudin (2012) mendefinisikan “Quality of life atau kualitas hidup adalah sebagai persepsi individu dalam kehidupannya di masyarakat dalam konteks budaya dan sistem nilai yang ada yang terkait dengan tujuan, harapan, standar dan juga perhatian terhadap menikmati taraf hidup yang wajar”. Kualitas hidup dalam hal ini berkaitan dengan kesejahteraan sosial. Farquhar dalam Adi Fahrudin (2012:44) mengatakan bahwa “Kesejahteraan sosial juga selalu dikaitkan dengan konsep kualitas hidup (quality of life). Konsep kualitas hidup selalu digunakan untuk mendeskripsikan ‘kehidupan yang baik’...”. Aspek-aspek yang menggambarkan kualitas hidup menurut WHO diantaranya aspek kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial dan lingkungan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 157 KK. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 61 KK yang bekerja sebagai pemetik teh. Penarikan sampel ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner dan studi dokumentasi.  Hasil penelitian mengenai kualitas hidup dilihat dari skor tiap aspeknya menunjukkan bahwa kualitas hidup keluarga pekerja pemetik teh berada pada kategori sedang atau cukup berkualitas. Namun, dari hasil analisis masalah dan analisis kebutuhan ditemukan beberapa masalah dan kebutuhan yang mempengaruhi kualitas hidup keluarga pemetik teh, diantaranya kurangnya informasi yang didapat keluarga mengenai sistem sumber dan cara mengakses sistem sumber tersebut, serta minimnya pendapatan keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Permasalahan yang ditemukan seperti ini perlu adanya penyelesaian dan perhatian dari berbagai pihak khususnya masyarakat dan pemerintah setempat. Kata Kunci : Kualitas Hidup, Keluarga, Pekerja Pemetik teh
PENERAPAN DISIPLIN POSITIF DALAM PENGASUHAN ANAK OLEH KELUARGA YANG TELAH DIREUNIFIKASI DI KOTA BANDUNG Samosir, Irniyati
Pekerjaan Sosial Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8989.331 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v15i2.84

Abstract

Abstract The formulation of the problems in this research is to identify the model for positive discipline in child care within the reunited families in Bandung. The sub problems is to identify application of positive discipline in reunited families, to identify the result of positive discipline, to identify the reflection of positive discipline by the reunited families and to identify the improved model of positive discipline. The objectives of this research are to identify the child care pattern in reunified families and identify practices of positive discipline in reunified families in order to stregthen child care in the family. This research is using qualitative approach with action research methods. The data collection is collected using depth interview, documentation study, observation and discussions with child, parents and family. Data check was done with 1) Credibility test which covers: observation extension, increasing perseverance, triangulation, professional discussions and member check; 2) Transferability; 3) Dependability; 4) Conformability. For data analysis was done by qualitative data analysis, which covers these steps: data reduction, data display and drawing conclusions and verifications. The participants in this research are children and family which have been reunited, with the parent educational background up to elementary school, most of the parents is working as a laborer and household domestic worker and do not have the knowledge and skill on care. The result of this research has shown the increase knowledge for parents and reunited families on the necessity, the rights and methods of child care. These knowledge and understanding has an impact on the care pattern and parents and family attitude towards the child. The outcome of this research is a practical implication of positive discipline model in family based care for reunited families. In theory, this research confirms various assumption on positive discipline approaches especially on the role of giving warmth during care, and assumption on the child development phases from Erik Erikson which urgently needs to be understood by parents in order for them to give care appropriately with the child’s development. Key words: Positive Discipline; Reunified; Family Based Care Abstrak Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah model penerapan disiplin positif dalam pengasuhan anak oleh keluarga yang telah direunifikasi di kota Bandung. Sub-sub permasalahannya adalah bagaimana karakteristik dan interaksi anak dan keluarga yang telah direunifikasi, bagaimana perencanaan model disiplin positif untuk keluarga yang telah direunifikasi, bagaimana aplikasi disiplin positif oleh keluarga yang telah direunifikasi, bagaimana hasil yang dicapai dari penerapan disiplin positif, bagaiman refleksi terhadap penerapan disiplin positif oleh keluarga yang telah direunifikasi serta bagaimana penyempurnaan model penerapan disiplin positif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui bagaimana pola pengasuhan anak dalam keluarga yang telah direunifikasi serta bagaimana penerapan disiplin positif kepada keluarga yang telah direunifikasi dalam rangka memperkuat pengasuhan anak dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian action research. Pengumpulan data diperoleh menggunakan teknik wawancara mendalam, studi dokumentasi, observasi dan diskusi dengan anak, orangtua dan keluarga.  Sedangkan pemeriksaan data dilakukan dengan: 1) Uji kredibilitas yang meliputi : perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, triangulasi, diskusi teman sejawat dan membercheck; 2) Transferability; 3) Dependability; 4) Konfirmability. Untuk analisis data dilakukan melalui analisis data kualitatif, meliputi tahapan: reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Partisipan dalam penelitian ini adalah anak dan keluarga yang telah direunifikasi, dengan latar belakang pendidikan orangtua tingkat SD, kebanyakan bekerja sebagai buruh dan pembantu rumah tangga serta tidak memiliki cukup pengetahuan dan keterampilan tentang pengasuhan.  Hasil penelitian menunjukkan adanya penambahan pengetahuan orangtua dan keluarga yang telah direunifikasi mengenai kebutuhan, hak dan cara pengasuhan anak. Pengetahuan dan pemahaman tersebut berdampak kepada perubahan pada pola pengasuhan dan sikap orangtua dan keluarga terhadap anak. Penelitian ini juga menghasilkan implikasi praktis berupa Model Penerapan Disiplin Positif dalam Pengasuhan oleh Keluarga yang Telah Direunifikasi. Secara teoritik, penelitian juga mengkonfirmasi beberapa asumsi tentang pendekatan disiplin positif khususnya tentang peran pemberian kehangatan dalam pengasuhan, serta asumsi tentang tahapan perkembangan anak dari Erik Erikson yang sangat perlu dipahami oleh orangtua agar dapat memberikan pengasuhan sesuai kebutuhan perkembangan anak.Kata kunci: Disiplin Positif; Reunifikasi; Pengasuhan Berbasis Keluarga
“INDUK SEMANG” SEBUAH MODEL PERLINDUNGAN SOSIAL BAGI KELOMPOK NELAYAN JAKAT MAKMUR KOTA BENGKULU TAHUN 2013 Osira, Yessilia; Afrita, Desy; Jayaputra, Novi Hendrika
Pekerjaan Sosial Vol 13, No 1 (2014): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.04 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v13i1.35

Abstract

Abstract Pantai Jakat is located in Kelurahan Bajak and Kelurahan Pasar Bengkulu in Bengkulu Municipality. In this area, there will be found informal activities done by workmen in which they are rentant of risk economically and socially, it means that they need any protection. One of informal sector in this areas are fishermen. This study is to analyze the model of social protection for that fisherman.This article was result of an action research with qualitative approach. Data collected from interview, observation, group focused discussion, and library research. It using to analyze the model of protection for fishermen including such as (1) fishermen profile, (2) problems/need of fishermen as an informal sector workmen, (3) potency and source of social protection for these workmen, (4) planning the following steps for the protection. The data valided by credibility test, transferrability test, dependebility test, and confirmability test. Data processed and analyzed as qualitatively.The result showed that fishermen had got risks economically and socially. Most of the risk was natural disasters such as stromy, losing canoe and net, and trawl. However, these workmen, has got potency, ability, and source for protection to anticipate the risks by grouping in a group of fishermen, group of vendor, wider access to the social insurance from government, assitancy from government and society. By comparing the problems/needs, potency, and source system, it was formulated a model for these workmen, especially fishermen. This model was modified from the system of ”induk semang” that combined to the capacity of fishermen through groups organizing was done by involving actively the group of fishermen, induk semang, society, government, and so on. Keywords: social protection, “induk semang”, fishermenAbstrakPantai Jakat berada di wilayah Kelurahan Bajak dan Kelurahan Pasar Bengkulu Kota Bengkulu. Pada kawasan ini ditemukan aktifitas pekerja sektor informal yang mengalami berbagai kerentanan, baik secara ekonomi maupun sosial sehingga membutuhkan berbagai upaya perlindungan sosial. Salah satu pekerja sektor informal di kawasan ini adalah nelayan. Secara khusus penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk perlindungan sosial bagi nelayan di Kawasan Pantai Jakat Kota Bengkulu.Artikel ini merupakan hasil penelitian tindakan (action research) dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data mengggunakan teknik wawancara, observasi, diskusi kelompok terfokus dan studi dokumentasi untuk mengkaji tentang: 1) profil nelayan, 2) masalah/kebutuhan nelayan, 3) potensi dan sumber perlindungan sosial bagi nelayan dan 4) menyusun rencana tindak lanjut perlindungan sosial bagi nelayan. Validasi data dilakukan melalui uji kredibilitas, dan uji dependability. Data kemudian diolah dan dianalisa secara kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan mengalami berbagai kerentanan, seperti halnya pekerja sektor informal lainnya yang tidak terlindungi secara ekonomi maupun sosial.  Bagi nelayan, kerentanan tersebut lebih diakibatkan oleh risiko kondisi alam yang tidak menentu seperti badai, risiko kerusakan/hilangnya kapal dan jaring, risiko persaingan usaha dengan adanya kapal trawl yang menggunakan pukat harimau, yang kesemuanya mempengaruhi hasil tangkapan. Meskipun demikian, nelayan juga mempunyai potensi, kemampuan dan sumber perlindungan sosial untuk mengantisipasi risiko-risiko yang ada, seperti adanya kelompok nelayan, kelompok pedagang, adanya “induk semang” bagi nelayan-nelayan yang tidak mempunyai kapal dan jaring sendiri, adanya peluang akses terhadap jaminan kesehatan masyarakat dari pemerintah, serta  berbagai bantuan pemerintah dan masyarakat. Dengan menyandingkan antara permasalahan/kebutuhan, potensi, dan sistem sumber yang dapat dijangkau, maka dapat dirumuskan alternatif model perlindungan bagi pekerja informal khususnya nelayan. Model ini merupakan modifikasi dari sistem” induk semang” yang dipadukan dengan penguatan kapasitas nelayan melalui kelompok. Pengorganisasian ini dilakukan dengan melibatkan secara aktif kelompok nelayan, induk semang, masyarakat, pemerintah dan pihak lain yang terkait. Kata kunci: perlindungan sosial, induk semang, nelayan
ADVOKASI PROGRAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KELUARGA MISKIN DI KABUPATEN BANDUNG Nurharyati, Wahyu
Pekerjaan Sosial Vol 16, No 2 (2017): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.325 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v16i2.114

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menyusun advokasi program pemberdayaan perempuan keluarga miskin di Desa Cimenyan. Penelitian menggunakan metode kualitatif, dengan Desain Action Research. Data diperoleh dari studi dokumentasi, observasi partisipasi, wawancara mendalam, diskusi terfokus (FGD). Pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi (melalui sumber, teknik, dan waktu yang berbeda). Review terhadap model awal program pemberdayaan perempuan keluarga miskin menunjukkan bahwa belum maksimalnya dukungan dan perhatian dari pemerintah desa terhadap program pemberdayaan perempuan keluarga miskin yang telah dilakukan di RW07 Desa Cimenyan, sehingga diperlukan advokasi program pemberdayaan perempuan keluarga miskin berupa perencanaan, pelaksanaan, dan penyempurnaan program agar mendapatkan dukungan berupa legalitas formal dari pemerintah desa. Advokasi program dilakukan melalui audiensi dan public hearing, lobbying serta jejaring dengan pihak sponsor dan media massa lokal. Hasil dari penelitian adalah terciptanya dukungan dari pemerintah desa terhadap program pemberdayaan perempuan keluarga miskin dengan diterbitkannya Surat Keputusan dan Surat Keterangan Usaha. Hasil akhir yang diharapkan adalah program pemberdayaan perempuan keluarga miskin ini dijadikan model dalam pemberdayaan perempuan pada kelompok lainnya. Kata kunci: advokasi program, dukungan pemerintah, kemandirian perempuan
PENGEMBANGAN MODEL COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY DALAM MENGATASI PERILAKU AGRESIF PENYANDANG DISABILITAS NETRA DI PANTI SOSIAL BINA NETRA WYATA GUNA BANDUNG Sakti, Rizma Try
Pekerjaan Sosial Vol 15, No 1 (2016): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.659 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v15i1.63

Abstract

Abstract Aggressive behavior is behavior that attended to harm person or object physically and mentally. This behavior could appear in persons with visual disabilities. The aim of the research was to examine subject”s aggressive behavior description before the action given, during and after the action. This research also  aimed to study CBT process, the description of cognition level  and examined strengths and weaknesses of CBT which is develoved. This research used qualititive approach with action research design. Primary source obtained directly from the subject with indepth interview and observation and secondary data obtained from documentation study. Data validity  was examined by  credibility test, transferability, dependability and confirmability test.  Analyzed data using data reduction, data display and deduction. The result showed that CBT model which is used in the action able to reduce  subject”s aggressive behavior that arises because of an error to thinking. After the provision of action, the aggressive behavior that often displayed was direct active verbal aggression including the use of harsh words spontaneously and indirect active verbal aggression such as labeling friend using innapropriate designation. The two forms of behavior arise out of habit so they were difficult to change by using CBT.Key words: Cognitive Behavior Therapy, aggressive behavior, persons with visual disabilities Abstrak Perilaku agresif adalah perilaku yang diniatkan untuk menyakiti secara fisik maupun mental. Perilaku agresif merupakan perilaku merugikan yang dapat muncul pada penyandang disabilitas netra.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gambaran perilaku agresif subyek sebelum pemberian tindakan, selama pemberian tindakan, dan setelah pemberian tindakan, mengkaji proses pelaksanaan Cognitive Behavior Therapy (CBT), gambaran level kognisi subyek, serta kekuatan dan kelemahan CBT yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian action research. Sumber data primer diperoleh langsung dari subyek penelitian dengan wawancara mendalam dan observasi, dan data sekunder melalui studi dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan uji kredibilitas, keteralihan, kebergantungan dan kepastian. Data dianalisis melalui  reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CBT  yang digunakan mampu mengurangi bentuk perilaku agresif  subyek khususnya perilaku agresif yang muncul karena adanya kesalahan berpikir. Perilaku yang ditampilkan sebelum pemberian tindakan adalah agresi fisik aktif langsung, agresi verbal aktif, pasif, serta perilaku menyerang obyek. Setelah pemberian tindakan perilaku agresif yang masih sering tampak adalah agresi verbal aktif langsung berupa penggunaan kata-kata kasar secara spontan dan agresi verbal aktif tidak langsung berupa melabel teman dengan sebutan yang tidak mengenakkan. Kedua bentuk perilaku tersebut merupakan  perilaku yang muncul karena kebiasaan sehingga sulit diubah dengan CBT.Kata Kunci:  Cognitive Behavior Therapy, perilaku agresif, penyandang disabilitas netra
PEKERJA SOSIAL FUNGSIONAL: KOMPETENSI DAN PERMASALAHANNYA (SUATU TELAAHAN TENTANG KINERJA PEKERJA SOSIAL FUNGSIONAL DALAM MELAKSANAKAN PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DI INDONESIA) Ocktilia, Helly
Pekerjaan Sosial Vol 12, No 2 (2013): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.366 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v12i2.26

Abstract

AbstractThe development of social welfare is a form to implementation of development in order to achieve quality of life of human being in Indonesia, particularly for the Client of Social Welfare Service. To implement of it, requires a reliable and powerful actors.  One of them is the social work profession. In carrying out its role, functional social workers are required to have sufficient competence. This paper is intended to gain an overview of the functional social worker performance as well as competence and problems in implementing social welfare development. The method used in this paper is the  literature study. The research results show that in performing basic tasks, functions and roles of functional social workers often collide with competence of social work that must be possessed. Educational background of functional social worker that non-profession social work, while on the other hand, the opportunities and the chance to develop themselves through education and training is relatively limited, raises a variety of internal and external problems that faced by functional social workers.Keywords: the development of social welfare, functional social worker, competence and social workers problems. Abstrak Pembangunan kesejahteraan sosial, merupakan wujud pelaksanaan pembangunan untuk mencapai kualitas hidup manusia Indonesia seutuhnya, khususnya  Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Penyelenggarannya, memerlukan pelaku  yang handal dan tangguh. Salah satunya adalah profesi pekerjaan sosial. Dalam melaksanakan peranannya, pekerja sosial fungsional dituntut untuk memiliki kompetensi yang memadai. Tulisan ini ditujukan untuk memperoleh gambaran tentang kinerja pekerja sosial fungsional serta kompetensi dan permasalahannya dalam melaksanakan pembangunan kesejahteraan sosial. Metode yang digunakan dalam penulisan adalah studi kepustakaan. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa dalam melaksanakan tugas pokok, fungsi dan peranannya pekerja sosial fungsional seringkali berbenturan dengan kompetensi pekerjaan sosial yang harus dimilikinya. Latar belakang pendidikan pekerja sosial fungsional yang non profesi pekerjaan sosial, sementara di sisi lain peluang dan kesempatan untuk mengembangkan diri melalui pendidikan dan pelatihan relatif terbatas, memunculkan berbagai permasalahan internal dan eksternal yang dihadapi oleh pekerja sosial fungsional. Kata kunci: pembangunan kesejahteraan sosial, pekerja sosial fungsional, kompetensi dan permasalahan pekerja sosial

Page 7 of 15 | Total Record : 143