cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial
ISSN : 14125153     EISSN : 25028707     DOI : -
Core Subject : Social,
Berbagai hasil penelitian dan kajian model praktik pekerjaan sosial tentang model pelayanan sosial, perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, pengembangan sosial, dan intervensi praktik pekerjaan sosial dapat dipublikasikan melalui jurnal Peksos ini.
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
PENGUATAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA MELALUI KELOMPOK HOME SHARING DALAM PENANGANAN ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI KAMPUNG TAJURHALANG KABUPATEN CIANJUR PROV. JAWA BARAT Sri, Sri
Pekerjaan Sosial Vol 17, No 1 (2018): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.55 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v17i1.130

Abstract

Anak merupakan salah satu golongan rentan terhadap kekerasan seksual, banyak kasus yang terjadi melibatkan anak menjadi korban kekerasan seksual yang disebabkan oleh faktor keluarga, teman sebaya, kondisi masyarakat/budaya dan aksesbilitas. Dampak yang dialami anak korban kekerasan seksual sangat berpengaruh terhadap kehidupan dan perkembangan anak. Melihat dampak yang terjadi terhadap anak maka perlu adanya keluarga sebagai pusat kuratif dalam penanganan anak baik secara fisik dan psikologis. Hasil penelitian menunjukkan ada 9 orang anak yang menjadi korban kekerasan seksual di Kampung Tajurhalang dengan kondisi minimnya dukungan sosial yang diberikan orangtua terhadap anak disebabkan oleh pengetahuan orangtua yang kurang, pola pengasuhan pasif, dan komunikasi yang tidak aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model penguatan dukungan sosial keluarga dalam penanganan anak korban kekerasan seksual. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian Participatory Action Research (PAR). Sumber data diperoleh dari orangtua dan anak korban kekerasan seksual. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, dan observasi partisipatif. Pengecekan keabsahan data dilakukan melaui uji credibility, uji transferability, uji dependability, uji confirmability. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Model penguatan dukungan sosial keluarga dipilih karena keluarga merupakan ruang lingkup utama dalam kehidupan anak, sehingga model yang ditawarkan adalah melalui pembentukan kelompok home sharing dengan kegiatan antaralain sosialisasi mengenai perlindungan anak, kegiatan peningkatan pengetahuan tentang pengasuhan, pelatihan keterampilan berkomunikasi yang baik terhadap anak dan sharing empat aspek dukungan sosial. Keberhasilan pelaksanaan model dirasakan oleh orangtua yang ditunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan orangtua sehingga adanya peningkatan dukungan sosial yang diberikan terhadap anak secara ramah anak yang berdampak positif terhadap anak. Kata kunci : Dukungan Sosial Keluarga, Kelompok Home Sharing, Anak Korban Kekerasan Seksual
SELF INSTRUCTIONAL DAN POSITIVE REINFORCEMENT DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI “US” PENYANDANG DISABILITAS TUBUH DI BALAI REHABILITASI SOSIAL PENYANDANG CACAT CIMAHI ., Riyati
Pekerjaan Sosial Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7964.939 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v15i2.88

Abstract

Abstract Individuals who have high self-confidence have indicators covering believe in the ability of themselves, acted independently in making decisions, having a positive sense of self and the courage to express opinions.Confidence influenced by mental, social and physical factors. Physical state such as obesity, body parts defects or damage to one of the senses is an obvious flaws seen by others. A disability may not be able to react in a positive way so that there arises a sense of inferiority that became insecurity. This happens on US, persons with physical disability at BRSPC Cibabat Cimahi. People with disabilities that everyone who experiences physical limitations, intellectual, mental or sensory for long periods which in interaction with the environment may experience obstacles and difficulties to participate fully and effectively based on equality. This research aims to know and examine the implementation of Self instructional and Positive Reinforcement Technique to the self confident improvement of “US”. The Self Instructional Technique is a Self-Management strategy that contributes to a self-determination of the individual's ability in instructing and controlling themselves to prevent the emergence of low self-esteem behavior. Positive reinforcement is the establishment of behavior with a reward or reinforcement immediately after the behavior that is expected to appear. This research uses quantitative approach with a single subject design research methods were implemented to evaluate the implementation and achievement of a goal of intervention through repeated measurements. A validity test of measuring instruments in this research is to test the validity (face validity). Analysis of the data used testing the hypothesis by using the formula 2 standard deviations. The results of this research indicate that the Self instructional and Positive reinforcement techniques can improve confidence on US person with physical disability at BRSPC Cibabat Cimahi.Key words: Self confidence, People with Disabilities, Self Instructional and Positive Reinforcement Technique Abstrak Individu yang memiliki kepercayaan diri tinggi memiliki indikator yang meliputi percaya kepada kemampuan diri sendiri, bertindak mandiri dalam mengambil keputusan, memiliki rasa positif terhadap diri sendiri dan berani mengungkapkan pendapat. Kepercayaan diri dipengaruhi oleh faktor mental, sosial dan fisik. Keadaan fisik seperti kegemukan, cacat anggota tubuh atau rusaknya salah satu indera merupakan kekurangan yang jelas terlihat oleh orang lain. Seorang penyandang disabilitas bisa saja tidak dapat bereaksi secara positif sehingga timbulah rasa minder yang menjadi rasa tidak percaya diri. Hal ini terjadi pada US, penyandang disabilitas tubuh di BRSPC Cibabat Cimahi. Penyandang disabilitas yaitu setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental dan atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh serta efektif berdasarkan kesamaan hak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji tentang penerapan teknik self instructional dan positive reinforcement terhadap peningkatan kepercayaan diri “US”. Teknik Self instructional merupakan strategi manajemen diri yang memberikan kontribusi bagi suatu penentuan kemampuan diri dari individu dalam menginstruksi dan mengendalikan diri untuk mencegah munculnya perilaku rendah diri. Positive reinforcement merupakan pembentukan tingkah laku dengan memberikan ganjaran atau perkuatan segera setelah tingkah laku yang diharapkan muncul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian single subject design yang diimplementasikan untuk mengevaluasi pelaksanaan dan pencapaian suatu tujuan intervensi melalui pengukuran secara berulang. Uji validitas alat ukur dalam penelitian ini adalah uji validitas muka (face validity). Analisis data yang digunakan adalah pengujian hipotesis dengan menggunakan rumus 2 standar deviasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik Self instructional dan teknik Positive reinforcement dapat meningkatkan kepercayaan diri pada US penyandang disabilitas tubuh di BRSPC Cibabat Cimahi.Kata kunci: Kepercayaan Diri, Penyandang Disabilitas, Teknik Self-Instructional dan Positive Reinforcement
PEKERJAAN SOSIAL DENGAN DISABILITAS DI INDONESIA Huripah, Enung
Pekerjaan Sosial Vol 13, No 2 (2014): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.294 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v13i2.39

Abstract

Abstract People with disability, have equal opportunity in all aspect of life and livelihood. The aspects are not merely rehabilitation social issues or social assistance but concerning all aspect of life related to the rights of people with disability.The attention of people with disability is the responsibility and involve all stakeholder including government, community and business world. Social work as ahuman help profession has an access and role in providing social service toward people with disability. As one of the goals of social work profession, people with disability becomes the important part in social work perspective. They are essentially have the same living condition with others, they have problems, needs, and rights as other citizens. The main task of social work is to help individual, group and community to social functioning. The social functioning refers to the ability to meet the needs, solve the problems and ability to carry out the role in accordance with their status. The triangle of social fumctioning underlies social work practice in various intervention contexts micro, meso and macro. The problem of people with disability is getting complex and demanding handling and intervention of social work because the various influences that might occur. In connection with that, social worl profession becomes important and has a professional responsibility in handling or intervention people with disability. Therefore, in handling disanility problem, social work has principles and roles which is strategic through social work intervention both micro, meso, and macro related to social policy. Keywords: disability, social work practice, macro, mezzo, and micro Abstrak Penyandang disabilitas/ kecacatan yang sering juga disebut orang dengan disabilitas, memiliki kesempatan yang sama dalam segala aspek kehidupan. Aspek dimaksud tidak hanya permasalahan rehabilitasi sosial atau bantuan sosial, tetapi menyangkut segala aspek kehidupan yang menyangkut hak penyandang disabilitas. Perhatian terhadap penyandang disabilitas merupakan tanggung jawab dan melibatkan semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Pekerjaan sosial sebagai profesi pertolongan kemanusiaan memiliki akses dan peran dalam pemberian pelayanan sosial terhadap penyandang disabilitas. Sebagai salah satu sasaran profesi pekerjaan sosial, penyandang disabilitas menjadi bagian yang penting dalam peerpektif pekerjaan sosial. Penyandang disabilitas pada dasarnya kondisi kehidupannya sama dengan manusia lainnya. Mereka mempunyai masalah, kebutuhan, dan berhak atas hak-haknya sebagaimana warganegara lainnya. Tugas utama profesi pekerja sosial adalah membantu individu, kelompok, dan masyarakat untuk berfungsi social (social functioning). Keberfungsian sosial tersebut merujuk pada kemampuan memenuhi kebutuhan, lemampuan untuk memecahkan masalah, dan kemampuan untuk dapat melaksanakan peran sesuai dengan statusnya. Segitiga keberfungsian sosial inilah yang melandasi praktek pekerjaan sosial dalam berbagai konteks intervensi mikro, meso, dan makro. Permasalahan penyandang disabilitas, semakin kompleks dan menuntut adanya penanganan atau intervensi pekerjaan sosial karena berbagai pengaruh yang kemungkinan dapat terjadi. Sebungan dengan hal tersebut, profesi pekerjaan sosial menjadi penting artinya dan memiliki tanggung jawab professional dalam penanganan atau intervensi terhadap penyandang disabilitas. Oleh karena itu dalam menangani masalah disabilitas, pekerjaan sosial memiliki prisip-prinsip dan peranan yang strategis melalui intervensi pekerjaan sosial baik secara mikro, meso, maupun makro yang berkaitan dengan kebijakan sosial. Kata kumci: disabilitas, praktek pekerjaan sosial. makro, meso, dan mikro
ADAPTASI KOMUNITAS ADAT KAMPUNG KUTA TERHADAP LINGKUNGAN SOSIALNYA DI KABUPATEN CIAMIS Agiati, R. Enkeu
Pekerjaan Sosial Vol 16, No 2 (2017): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.333 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v16i2.118

Abstract

Abstrak Adaptasi merupakan proses makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji proses, strategi, dan pola adaptasi komunitas adat Kampung Kuta di Ciamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipasi, dan studi dokumentasi. Subjek ditentukan secara puporsive. Hasil penelitian dianalisis dengan teknik analisa data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan proses adaptasi warga Kampung Kuta dalam merespon perubahan lingkungannya terlihat dari pola aktivitas mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup. Kemampuan komunitas adat dapat beradaptasi ditunjukkan oleh usahanya untuk mencoba mengelola, dan bertahan dalam kondisi lingkungannya. Dalam menghadapi kondisi lingkungan yang berubah, komunitas adat Kampung Kuta memiliki strategi adaptasi yang dipandang paling efektif yaitu menerapkan strategi kemajuan melalui tradisi dan adat mereka. Pola adaptasi yang dikembangkan adalah dengan cara mempertahankan tradisi, sistem nilai nenek moyang dan leluhurnya serta menyesuaikan diri terhadap hal baru dan keyakinan tidak secara drastis berubah. Kata kunci: adaptasi, kelangsungan hidup, komunitas adat
PENERAPAN RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY PADA “HS” (STUDI KASUS EKS PENYALAHGUNA NAPZA YANG MENGALAMI AGRESIVITAS DI KELURAHAN CIBEUREUM KECAMATAN CIMAHI SELATAN BANDUNG) Asmini, Asmini
Pekerjaan Sosial Vol 15, No 1 (2016): PEKSOS
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.831 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v15i1.68

Abstract

Abstract The implementation of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) to “HS” (Case study of ex-drug abuser which in aggressiveness in Cibeureum Village Cimahi Selatan sub-district Bandung)The problem is which studied is as ex-fdrug abuser who experienced emotive and instrumental aggressiveness behavior experienced by “HS” is caused by irrational or negative thought to his father’s new family. The performed intervention is model A-B-C-D application and home assignment.  The aim of the research to implement Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) by using model A-B-C-D and home assignment in reducing aggressiveness behavior.The research method used to find and explore the meaning of social phenomenon that occured. The obtained meaning exploration is in natural setting based on the field result. Case study is method to understand individual conducted in integrative and comprehensively.The research method showed that The Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) can eliminate thought, emotion and aggressive behavior on “HS” to accept his father’s new family. HS began to eliminate negative thought about her step sister and step mother. He is able to show positive behavior marked by stopping push her step sister’s body, drop her father motorcycle, kick his father house fence and break a flower vas belong to her step mother. HS able tocreate inmate relationship with her father’s new family. Key words: Rational Emotive Behavior Therapy, ex-drug abuser, aggressivenes  Abstrak Penerapan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) pada “HS” (Studi Kasus Eks Penyalahguna Napza yang Mengalami Agresivitas di Kelurahan Cibeureum Kecamatan Cimahi Selatan Bandung).Permasalahan yang dikaji adalah eks penyalahguna Napza yang mengalami agresivitas, baik agresivitas emosional maupun instrumental. Perilaku agreesif yang dialami oleh informan “HS” disebabkan oleh adanya pemikiran irrasional atau negatif kepada keluarga baru ayahnya. Intervensi yang dilakukan adalah menerapkan Model A – B – C – D dan penugasan rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dengan menggunakan model A – B – C – D dan penugasan rumah dalam mengurangi perilaku agresif.Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan rancangan penelitian berupa studi kasus. Penelitian kualitatif dilakukan untuk menggali dan mengeksplorasi makna dari suatu fenomena sosial yang terjadi. Eksplorasi makna yang didapatkan berada dalam setting alamiah berdasarkan hasil di lapangan. Studi kasus merupakan suatu metode untuk memahami individu yang dilakukan secara integratif dan komprehensif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dapat menghilangkan  pikiran, emosi, dan perilaku agresif pada “HS”. Hal ini dibuktikan dengan adanya kesadaran dari diri “HS” untuk menerima kehadiran keluarga baru ayahnya. HS mulai menghilangkan pikiran negatif tentang adik tiri dan ibu tirinya. HS mampu memunculkan perilaku positif yang ditandai dengan cara menghentikan kebiasaan mendorong tubuh adik tirinya, menjatuhkan sepeda motor ayahnya, menendang pagar rumah ayahnya dan memecahkan pot bunga ibu tirinya. Bahkan, HS mampu menciptakan hubungan yang akrab dengan keluarga baru ayahnya. Kata kunci: Rational Emotive Behavior Therapy, eks penyalahguna NAPZA, agresif
PENGARUH PEMBERDAYAAN KELUARGA TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU MENGENAI PENGASUHAN ANAK USIA PRASEKOLAH Hasanah, Tita; Sunarti, MS., Euis; Krisnatuti, MS., Diah
Pekerjaan Sosial Vol 13, No 1 (2014): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.229 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v13i1.30

Abstract

AbstractMaternal knowledge of parenting is the important things especially for mothers of preschool-age children. Mothers who are knowledgeable about parenting are more likely to create an environment that is appropriate to their children’s and more likely to interact with their children in more sensitive ways. Intervention of family empowerment is one of way to increase the maternal knowledge. The  purpose of this study is to analyze the influence of family empowerment on increasing maternal knowledge about parenting of preschool-age children. This study used quasi experimental design with t-test and linear regression analysis. Conducted in two areas in Bogor, the sample of this study was 32 mother in control group and 32 in treatment group. The treatment group involved in eight sessions of family empowerment. The result showed that there are no differences of maternal knowledge between control and treatment group in baseline data and there are significant differences in endline data. The result also indicates that there are positive effect of intervention of family empowerment which accounted for 30,8 per cent increasing on maternal knowledge about parenting of preschool-age children. Keywords: family empowerment, maternal knowledge, parenting, preschool.AbstrakPengetahuan ibu mengenai pengasuhan anak merupakan hal penting terutama bagi yang memiliki anak usia prasekolah. Ibu yang berpengetahuan memadai akan menciptakan lingkungan yang sesuai bagi anak-anak mereka dan berinteraksi dengan lebih baik. Intervensi pemberdayaan keluarga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan tersebut. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis pengaruh pemberdayaan keluarga terhadap peningkatan pengetahuan ibu mengenai pengasuhan anak usia prasekolah. Metode penelitian yang digunakan ialah eksperimen semu dengan uji beda t serta analisis regresi. Tempat penelitian dilakukan di kota Bogor dengan contoh sebanyak 32 orang di kelompok kontrol dan 32 orang di kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan mendapat intervensi pemberdayaan keluarga sebanyak delapan pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pada data awal antara kelompok kontrol dan perlakuan dan  pada data akhir terdapat perbedaan yang signifikan setelah intervensi diberikan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa intervensi pemberdayaan keluarga berpengaruh positif sebesar 30,8 persen dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pengasuhan anak usia prasekolah.Kata kunci: pemberdayaan keluarga, pengetahuan ibu, pengasuhan anak,  prasekolah
PENGUATAN KAPASITAS KELOMPOK MASYARAKAT PEDULI BENCANA DALAM KESIAPSIAGAAN BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN BANDUNG BARAT Biki, Arifuddin
Pekerjaan Sosial Vol 14, No 2 (2015): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.085 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v14i2.53

Abstract

Abstract The research is aimed to describe the capacity condition of disaster care community group, design strengthen, implementation and capacity building improvement effort in landslide disaster preparedness in West Bandung District. From the description of the capacity of these groups viewed things that cause non optimal group later became the basis for the preparation of improvement plans and implement community capacity building in landslide disaster preparedness in West Bandung District. While the some aspects of the measure viewed the capacity of these groups are leadership, knowledge and skills, management of activities / programs of work, cooperation, relationships with outsiders, inclusiveness, information accessibility and sustainability group. Related to the strengthening of these groups are expected to contribute to the development of the disaster care community group and community development. This research used qualitative approach with action research method. In order to understand the existing problems, data sources obtained from officials and disaster care community group members and community by selecting data purposivelly. Data collection technique used indepth interview, focus group discussion (FGD) and participation observation. Data validity test technique used credibility test by improving persistence, triangulation, dependability and confirmability test. Based on that, the research result gathered from 5 informants illustrates that community group has not optimal yet in performing their role in community related to disaster preparedness and it is viewed on the management aspect of activities/ group programme. Keywords: capacity building, community group, preparedness Abstrak Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran tentang kondisi Kapasitas Kelompok Masyarakat Peduli Bencana, model penguatan, implementasinya, dan upaya perbaikan penguatan kapasitas masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana longsor di Kabupaten Bandung Barat. Dari deskripsi tentang kondisi kapasitas kelompok masyarakat dapat dilihat dari hal-hal yang menyebabkan kelompok belum maksimal yang selanjutnya hal ini dijadikan dasar persiapan rencana perbaikan dan penerapan penguatan kapasitas masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana longsor di Kabupaten Bandung Barat. Adapun gambaran beberapa aspek kapasitas kelompok masyarakat peduli bencana dapat dilihat/diukur dari: aspek kepemimpinan, pengetahuan dan keterampilan, pengelolaan kegiatan/program kerjasama, hubungan dengan pihak luar, pelibatan masyarakat, aksesibilitas informasi, dan keberlanjutan organisasi/lembaga kelompok masyarakat tersebut. Dengan adanya penguatan kelompok masyarakat diharapkan dapat berperan pada pengembangan kelompok masyarakat peduli bencana dan pengembangan masyarakat.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian tindakan (action research). Dalam rangka untuk memahami permasalahan yang ada,  sumber data diperoleh dari pengurus dan anggota kelompok masyarakat peduli bencana dan masyarakat dengan pemilihan (seleksi) data secara purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan menggunakan teknik wawancara mendalam (indepth interview), diskusi keompok terfokus (focus group discussion/FGD) dan observasi partisipatif. Teknik pengujian/pemeriksaan keabsahan data untuk menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan digunakan pengujian persistence, triangulation, dependability, dan pengujian confirmability. Hasil penelitian diperoleh dari 5 (lima) informan dan menggambarkan bahwa kelompok masyarakat tersebut belum maksimal dalam menjalankan peran mereka dalam masyarakat sehubungan dengan kesiapsiagaan bencana dan hal ini dapat dilihat dari aspek pengelolaan kegiatan-kegiatan/ program-program kelompok. Kata kunci: penguatan kapasitas, kelompok masyarakat, kesiapsiagaan
PENINGKATAN PERANAN KELUARGA DALAM PENANGANAN MASALAH BALITA GIZI KURANG DI KELURAHAN MALEER KECAMATAN BATUNUNGGAL KOTA BANDUNG Supriyadi, Didi
Pekerjaan Sosial Vol 12, No 1 (2013): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.124 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v12i1.21

Abstract

Abstract This research of the improvement to the role of the family in an effort the handling of the problem less nutrition’s toddlers in Kelurahan Maleer Kecamatan Batununggal Kota Bandung. Type of research design is taken from an action research. The purpose of use of action research is to develop the most efficient method in an effort to strengthen the role of families in tackle the problem of less nutrition's toddlers. Sources of data obtained by the authors in the research through observation, interviews, documentation studies and participatory assessment techniques in order to obtain design models increased role of the family in the treatment of less nutrition toddlers. Then the data was analyzed qualitatively. The results showed that the implementation of the model increased the role of the family in the treatment of less nutrition toddlers include increased understanding of the role of the family in the treatment of less nutrition toddlers and family relationship development with source systems have a positive impact in increasing the role of the family. However, efforts to improve the model by increasing capacity posyandu in providing support to the family of children through training and mentoring as well as maintaining relationships with the source system must be improved. Keywords: role of the family, toddlers, nutrition, family, malnutrition toddlers Abstrak Penelitian ini tentang upaya meningkatkan peranan keluarga dalam penanganan masalah balita gizi kurang di Kelurahan Maleer Kecamatan Batununggal Kota Bandung. Jenis desain penelitian yang diambil adalah action research atau penelitian tindakan. Adapun tujuan penggunaan action research adalah mengembangkan metode yang paling efisien dalam upaya memperkuat peranan keluarga dalam penanggulangan masalah balita gizi kurang. Sumber data dalam penelitian diperoleh penulis melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi dan teknik asesmen partisipatif guna memperoleh rancangan model peningkatan peranan keluarga dalam penanganan balita gizi kurang. Kemudian data dianalisis dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi model peningkatan peranan keluarga dalam penanganan balita gizi kurang berupa peningkatan pemahaman tentang peranan keluarga dalam penanganan balita gizi kurang dan pengembangan hubungan keluarga dengan sistem sumber berdampak positif dalam peningkatan peranan keluarga. Namun demikian, upaya perbaikan model berupa peningkatan kapasitas kader posyandu dalam pemberian dukungan terhadap keluarga balita melalui pelatihan dan pendampingan serta menjaga relasi dengan sistem sumber harus selalu ditingkatkan. Kata kunci: peran keluarga, balita, gizi, keluarga, balita gizi kurang
IMPLEMENTASI PARENT CHILD INTERACTION THERAPY DALAM PENANGANAN KASUS ANAK PELAKU KEKERASAN SEKSUAL DI BANDUNG Zahrawani, Hanif Az
Pekerjaan Sosial Vol 16, No 1 (2017): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.746 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v16i1.106

Abstract

AbstractParent child interaction therapy (PCIT) is one of intervention by doing construction, provide effective skill between children and parent together. Intervention with PCIT will help parent perform interaction with parenting technique as well as mentoring on children, including handling a children as perpetrators of sexual abuse. This research aims to describe and analysis the subject characteristic of the implementation parent child interaction therapy in handling the emotion, cognition, and social cases of children as perpetrators of sexual abuse. This research using quantitative methods to the type of research single subject design or the N=1 model pattern A-B-A is where the measurement will be perform on each periods the purpose of this research was to describe the effectiveness of the implementation of the parent child interaction therapy in handling the subject MR as perpetrators of sexual abuse. The main hypothesis in this research was H1= PCIT effective in handling subject MR as perpetrators of sexual abuse or H0= PCIT not effective in handling subject MR as perpetrators of sexual abuse. Based on the analysis of the result the study it was conclude that PCIT effective way the handling children as perpetrators of sexual abuse, be it in terms of his behaviour, cognitive, emotions and social interactions with subject MR and his parent built the commitment to apply continue this therapy in their life everyday.Keywords: parent child interaction therapy, sexual abuse, single subject design AbstrakParent child interaction therapy merupakan salah satu intervensi dengan melakukan pembinaan, memberikan keterampilan efektif antara orangtua dan anak secara bersama-sama. Intervensi ini membantu orangtua melakukan interaksi dengan teknik pengasuhan maupun pendampingan pada anak, diantaranya mengatasi kasus anak sebagai pelaku kekerasan seksual. Tujuan penelitian adalah memperoleh gambaran dan melakukan analisis tentang karakteristik subjek implementasi parent child interaction therapy terhadap perilaku, terhadap keadaan emosi, terhadap keadaan kognisi anak, dan terhadap keadaaan sosial anak sebagai pelaku kekerasan seksual. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan jenis eksperimen subjek tunggal (single subject design) atau N=1 dengan model pola A-B-A dimana pengukuran akan dilakukan pada masing-masing periode. Sebagaimana tujuan penelitian untuk menggambarkan efektifitas implementasi parent child interaction therapy dalam penanganan kasus anak pelaku kekerasan seksual. Hipotesis utama dalam penelitian ini adalah H1 = parent child interaction therapy efektif dalam penanganan subjek MR sebagai pelaku kekerasan seksual atau H0 = parent child interaction therapy tidak efektif dalam penanganan subjek MR sebagai pelaku kekerasan seksual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parent child interaction therapy efektif untuk menangani anak sebagai pelaku kekerasan seksual, baik dari segi perilakunya, kognisi, emosi, dan juga sosial subjek MR. Interaksi yang dibangun antara orangtua dan subjek MR akan terus membaik jika keduanya memiliki komitmen untuk terus mengaplikasikan terapi ini dalam kehidupannya sehari-hari.Kata kunci: kekerasan seksual, parent child interaction therapy, single subject design
PERAN LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL DALAM PENANGANAN PENYALAHGUNAAN NAPZA DI JAWA BARAT Maryami, Ami; Marbun, Jumayar; Aritonang, Nelson; Supiadi, Epi; Ismudiyarti, Yuti
Pekerjaan Sosial Vol 14, No 1 (2015): Peksos
Publisher : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.971 KB) | DOI: 10.31595/peksos.v14i1.44

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to obtain an overview of the role of social welfare Institution (SWI) in the prevention, rehabilitation, referrals, further guidance to of drug abuser. The research method used is descriptive-qualitative method. Source data consist of primary sources and secondary sources. Primary sources are the institution managers which totaled 19 people consist of eight social workers who have a preventive function, seven social workers who have rehabilitation function, three managers who have development function and one of the managers who have the coordination function. Secondary sources are provide information directly related to the implementation of SWI. The result were obtained information in prevention activities of supply reduction, demand reduction and harm reduction of drug abuse in order to improve immunity and resilience of individuals, families and communities to not abuse the drug. After care program undertaken to prevent recurrence with intensive counseling, guidance economic, spiritual guidance, and monitor continuously evolves ex victims of drug abuse. Advocacy  activities are also conducted by the SWI is to assist clients in obtaining their rights, get law services, resources, protection or assistance in case of law breaking and to influence policy makers to change or create policy pro to SWI.Keywords: Role of SWI and The Handling of Drug AbuserAbstrakTujuan  penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang lembaga kesejahteraan sosial (LKS) dalam melakukan pencegahan, rehabilitasi, rujukan, bimbingan lanjut terhadap korban penyalahgunaan NAPZA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif–kualitatif. Sumber data terdiri dari sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer yaitu para pengurus LKS terdiri dari 19 orang informan yang terdiri atas delapan orang berasal dari LKS yang mempunyai fungsi pencegahan, tujuh orang berasal dari LKS yang mempunyai fungsi rehabilitasi, tiga orang berasal dari organisasi yang mempunyai fungsi pengembangan, dan satu orang dari organisasi yang berfungsi koordinasi. Sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung yang memberikan informasi terkait pelaksanaan LKS. Hasil penelitian diperoleh informasi dalam pencegahan adalah pengurangan pemasokan, pengurangan permintaan, dan pengurangan dampak buruk dalam rangka meningkatkan kekebalan dan ketahanan individu, keluarga, dan masyarakat untuk tidak menyalahgunakan NAPZA. Kegiatan Program After Care yang dilakukan adalah upaya  mencegah  kekambuhan (relapse) yaitu dengan mengadakan  penyuluhan secara intensif, bimbingan ekonomi, bimbingan rohani, pendampingan dengan melibatkan kegiatan positif, memantau terus perkembangan korban eks penyalahgunaan NAPZA. Kegiatan advokasi juga dilakukan oleh LKS yaitu membantu klien dalam memperoleh hak-haknya, mendapatkan pelayanan dan sumber daya dan perlindungan atau pendampingan  dalam kasus melanggar hukum serta mempengaruhi pembuat kebijakan untuk merubah atau membuat kebijakan yang berpihak pada LKS Kata kunci: Peran LKS dan Penanganan Penyalahgunaan NAPZA

Page 6 of 15 | Total Record : 143