cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
henni.kusuma85@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah
ISSN : 23382058     EISSN : 26212986     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah (JIKMB) (p-ISSN 2338-2058 | e-ISSN 2621-2986 ) is an open access journal which publishes the scientific works for nurse practitioners and researchers. The articles of this journal are published every six months, that is on June and December (2 issues per year), and developed by the Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah. The focus and scopes of the journal include adult nursing or medical surgical nursing.
Arjuna Subject : -
Articles 60 Documents
Pengaruh Pemberian Teknik Relaksasi Benson terhadap Intensitas Nyeri Pasien Post Sectio Caesarea di RS PKU Muhammadiyah Cepu Warsono Warsono; Faradisa Yuanita Fahmi; Galuh Iriantono
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Vol. 2 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.388 KB) | DOI: 10.32584/jikmb.v2i1.244

Abstract

Sectio Caesarea memiliki efek samping diantaranya pada hari pertama pasca persalinan akan menimbulkan rasa nyeri yang hebat pada daerah insisi jaringan perut dan dinding uterus yang keadaarnya berbeda. Salah satu penatalaksaan nyeri non farmakologi pada pasien post oprasi adalah terapi teknik relaksasi benson, metode relaksasi benson merupakan pengembangan metode relaksasi pernafasan dengan melibatkan faktor keyakinan pada diri pasien. Mengetahui efektifitas  teknik relaksasi benson terhadap intensitas nyeri pada Ibu hamil post section caesarea di Ruang Wijaya Kusuma PKU Muhammadiyah Cepu. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan mengunakan rancangan pra-pasca pemberian terapi (one-grup pre test – post test design). Populasi Semua ibu hamil dengan post section caesarea  di Ruang Wijaya Kusuma pada bulan Februari - Maret 2019, Sempel Penelitian sebayak 30 responden dengan mengunakan teknik accidental  sampling, Analisa data dengan mengunakan uji Wilcoxon. Hasil uji Wilcoxon p value ≤ 0.05 artinya ada pengaruh penurunan intensitas nyeri setelah diberikan teknik relaksasi benson Kesimpulan menunjukkan ada pengaruh yang signifikan pada pemberian teknik relaksasi benson terhadap penurunan intensitas nyeri pasien post section caesarea. Sebagai saran Perawat sebaiknya menerapkan terapi non farmakologi teknik relaksi benson kepada pasien post section caesarea dan dijadikan SPO di rumah sakit dalam manajemen nyeri. Kata Kunci : Section Caesarea, Relaksasi Benson, Nyeri
Perbedaan Saturasi Oksigen dan Respirasi Rate Pasien Congestive Heart Failure pada Perubahan Posisi Suci Khasanah
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Vol. 2 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.975 KB) | DOI: 10.32584/jikmb.v2i1.157

Abstract

ABSTRAK Penderita Congestive Heart Failure (CHF) mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya kasus penyakit pada kardiovaskuler. Keluhan yang paling menonjol pada pasien dengan CHF adalah sesak nafas. Keluhan ini berhubungan dengan adanya edema paru akibat kegagalan jantung memompa darah keseluruh tubuh. Beberapa literatur dan hasil penelitian menunjukan bahwa potitioning dapat mempengaruhi status pernafasan pasien dengan CHF.  Penelitian bertujuan mengetahui perbedaan respirasi rate (RR) dan saturasi oksigen (SaO2) pada posisi head up, semi fowler dan fowler. Desain penelitian pra eksperimen pre post test series desain. sampel penderita CHF yang dirawat inap di RSUD Prof. DR Margono Soekarjo Purwokerto hari ke-2. Teknik sampling menggunakan consecutive sampling, dengan besar sampel 38. Teknik analisis yang digunakan univariat dengan tendency central dan analisis multivariate repeated ANOVA .Hasil penelitian menunjukan bahwa dari  posisi head up ke semi fowler dan fowler rerata nilai SaO2 cenderung meningkat. Analisis multivariate menunjukan ada perbedaan hasil SaO2 antara  posisi tersebut (p value  0.002).  Perbedaan nilai SaO2 terlihat antara posisi head up dengan posisi fowler (p value 0,033). Dari posisi head up ke semi fowler RR cederung menurun, namun dari posisi semi fowler ke fowler cenderung menetap. Analisis multivariate menunjukan tidak  ada perbedaan nilai RR antara  posisi head up, semi fowler dan fowler. Kesimpulan ada perbedaan nilai  SaO2 pasien CHF  pada  posisi  head up, semi fowler dan fowler  bermkana secara statistik dan tidak  ada perbedaan nilai  RR  pasien CHF pada posisi  head up, semi fowler dan fowler Kata kunci : posisi, SaO2, RR
Pijat Kaki Efektif Menurunkan Foot Edema pada Penderita Congestive Heart Failure (CHF) Kasron Kasron
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Vol. 2 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.529 KB) | DOI: 10.32584/jikmb.v2i1.203

Abstract

Oedema kaki merupakan salah satu gejala pada pasien CHF. Oedema kaki dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup, ketidaknyamanan, perubahan postur tubuh, menurunkan mobilitas dan meningkatkan resiko jatuh, gangguan sensasi di kaki dan menyebabkan perlukaan di kulit. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pijat kaki terhadap penurunan oedema kaki pada pasien CHF. Metode penelitian menggunakan quasi-experiment dengan pendekatan pre-post test without control group. Responden penelitian adalah pasien CHF yang mengalami oedema kaki, pemilihan responden menggunakan non-probability sampling dengan metode accidental sampling. Responden diukur lingkar oedema pada lingkar angkle, instep dan MP-Joint menggunakan metline pada sebelum intervensi, hari pertama, kedua dan ketiga. Analisis statistik menggunakan wilcoxon test. Sejumlah 13 responden memenuhi kriteria penelitian. Pada kaki kanan lingkar angkle pre: 27,7±1,8, post 1: 27,6±1,8, post 2 27,5±1,7, post 3: 27,2±1,7, lingkar instep pre: 27,6±1,7, post 1: 27,6±1,8, post 2: 27,2±1,7, post 3: 26,9±1,7, lingkar MP-joint pre: 27,0±1,6, post 1: 27,0±1,6, post 1: 27,0±1,6, post 2: 26,7±1,7, post 3: 26,3±1,7. Kaki kiri lingkar angkle pre: 27,6±1,8, post 1: 27,6±1,8, post 2: 27,3±1,8, post 3: 27,0±1,8, lingkar instep pre: 27,6±1,7, post 1: 27,5±1,7, post 2: 27,2±1,7, post 3: 26,8±1,7, lingkar MP-joint pre: 27,0±1,6, post 1: 26,9±1,8, post 2: 26,5±1,8, post 3: 26,2±1,8. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna lingkar oedema pada kaki kanan setelah hari kedua dan ketiga dengan p-value <0,001. Kesimpulan penelitian adalah terdapat perbedaan lingkar oedema angkle, instep, dan MP-joint pada hari kedua dan ketiga setelah pemijatan kaki pada pasien CHF yang mengalami oedema kaki. Perlu penelitian lanjutan untuk penatalaksanaan oedema kaki pada pasien CHF yang mengalami oedema kaki.
Pengaruh Sinar Ultraviolet terhadap Proses Penyembuhan Luka: Sistematical Review Muchlisin Muchlisin; Fitria Handayani; Niken Safitri Dyan Kusumaningrum
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Vol. 2 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.97 KB) | DOI: 10.32584/jikmb.v2i1.218

Abstract

AbstrakPendahuluan : Luka bagi kebanyakan orang adalah suatu hal yang sangat mengganggu dan menyebabkan ketidaknyamanan baik fisik ataupun psikis serta meningkatkan morbiditas bagi pasien yang terkena luka. Suatu paradigma baru dalam perawatan luka yang tidak beracun, minimal invasif dan ekonomis namun tetap mendukung penyembuhan luka yang optimal satu cara yang digunakan adalah menggunakan sinar ultraviolet sebagai terapi modalitas dalam mendukung proses kesembuhan perawatan luka pasien terutama pasien dengan luka infeksi dan hasilnya sangat signifikan dalam mendukung kesembuhan dalam perawatan luka infeksi dibandingkan dengan perawatan luka biasa tanpa kombinasi dengan sinar ultraviolet.Tujuan : Mengetahui gambaran  mengenai pengaruh sinar ultraviolet terhadap proses penyembuhan lukaMetode : Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi literature, 3 jurnal terindeks science direct, 1 jurnal terindeks pubmed, 1 jurnal dari google scholar.Hasil dan Pembahasan : Sinar UV (tipe B) bermanfaat dalam mengurangi jumlah eksudat pada jenis luka infeksi dan mampu memperbaiki penampilan luka dan kedalaman luka menjadi lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol. Secara khusus pada ulkus yang terinfeksi karena jumlah eksudat dapat menurun secara tidak langsung dapat mengurangi bau dan mempercepat proses penyembuhan luka. Sinar UV mengubah fungsi seluler, meningkatkan permeabilitas dinding sel dengan mengubah bentuk protein, merangsang produksi berbagai bahan kimia seperti prostaglandin dan asam arakidonat, dan meningkatkan produksi adenosin trifosfat. Eritema yang hasilnya meningkatkan vasodilatasi lokal, oksigenasi jaringan, dan pelepasan histamin.Kesimpulan : Sinar ultraviolet ( tipe B dan Tipe C ) mampu mempercepat proses penyembuhan luka, mengurangi jumlah eksudat, meningkatkan vasodilatasi, membunuh kuman patogen pada luka sehingga secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap peranan menurunkan angka LOS, menurunkan cost efektiveness ( pembiayaan ), meningkatkan rasa nyaman dengan menurunkan nyeri pada luka, menurunkan bau yang pada luka karena produksi eksudat akibat infeksi luka serta meningkatkan angka harapan hidup pasien. Kata kunci : Ultraviolet, Wound Care, Wound Healing
Perkembangan Konsep dan Alat Ukur Harapan dalam Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Tahap Akhir (PGTA): Analytic Review Nining Puji Astuti; Untung Sujianto; Henni Kusuma
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Vol. 2 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.814 KB) | DOI: 10.32584/jikmb.v2i2.271

Abstract

Pemaparan konsep harapan sebagai ilmu pengetahuan telah dikembangkan sejak dahulu, namun pelaksanaan pengkajian dan intervensi peningkatan harapan pada praktik klinik keperawatan masih sangat minim dilakukan. Perlu pemahaman mengenai konsep dan pengembangan alat ukur harapan pada pasien Penyakit Ginjal Tahap Akhir (PGTA) demi meningkatkan kualitas hidup PGTA. Tujuan analytic review ini untuk mengidentifikasi konsep harapan berdasarkan definisi dan instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur harapan PGTA, serta mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi harapan PGTA. Metode pencarian melalui database Pubmed, Biomedical Journal, dan Google Scholar dengan kata kunci hope, end stage renal disease, chronic kidney diseases, dan quality of life. Kriteria inklusi pencarian dalam pembuatan analytic review ini yaitu artikel dalam Bahasa Inggris, full text, dipublikasikan tahun 2000-2019 dan menggunakan harapan sebagai tema utama dalam pembahasan. Sejumlah 9 artikel jurnal digunakan dalam pembahasan studi ini. Harapan didefinisikan sebagai kekuatan dalam diri individu yang membantu pasien keluar dari zona sakitnya dan meningkatkan derajat kesehatannya. Alat ukur yang dapat dipakai antara lain Herth Hope Index, The Trait Hope Scale, Adult Hope Scale, Miller Hope Scale, Basic Hope Inventory. Level harapan PGTA dipengaruhi oleh banyak faktor baik dari internal ataupun eksternal yang muncul dari lingkungan. Harapan dapat dilihat dari banyak perspektif namun fokus utama harapan adalah tujuan akan masa depan. Konsep harapan merupakan konsep ilmiah yang dapat dijelaskan secara ilmiah dan dapat diukur.
Perspektif Perawat Onkologi tentang Ekspresi Pasien Kanker Payudara Selama Menjalani Kemoterapi: Preliminary Study Andi Nurhikma Mahdi; Suhartini Ismail; Muchlis Achsan Udji Sofro
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Vol. 2 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.601 KB) | DOI: 10.32584/jikmb.v2i2.283

Abstract

Pada umumnya ekspresi emosional pasien kanker payudara jarang terdeteksi oleh perawat onkologi, karena pasien kanker payudara tidak selalu dan mau mengungkapkan kekhawatiran dan emosional mereka. Hal ini menyebabkan peningkatan tekanan psikologis  pasien kanker payudara. Perawat perlu mengeksplor emosional pasien secara aktif. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi perspektif perawat onkologi tentang ekspresi pasien kanker payudara selama menjalani kemoterapi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Partisipan berjumlah 5 orang. Pengumpulan data menggunakan metode in-depth interview dengan panduan wawancara semi terstruktur. Analisa data dilakukan dengan teknik thematic analysis. Hasil penelitian menghasilkan 2 tema: (1) makna ekspresi pasien kanker payudara; dan (2) upaya perawat dalam menangani ekspresi pasien kanker payudara. Kesimpulan: sebagian perawat memahami ekspesi pasien kanker payudara sebagai suatu keluhan yang ditunjukkan ataupun disampaikan pasien selama menjalani kemoterapi. Perawat menyebutkan beberapa penanganan atau penatalaksanaan yang dilakukan untuk mengatasi ekspresi emosi negatif pasien kanker payudara.
Pengetahuan tentang Stroke, Faktor Risiko, Tanda Peringatan Stroke, dan Respon Mencari Bantuan pada Pasien Stroke Iskemik Fitria Handayani
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Vol. 2 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.679 KB) | DOI: 10.32584/jikmb.v2i2.406

Abstract

Among stroke ischemic survivor, disability was contributed the stroke prevention and respon in medical treatment engagement when onset. Prevention stroke also was influenced the stroke knowledge. Stroke konowledge invarious population have studied. Meanwhile the the knowledge of stroke, risk factor,  symtom warning stroke, and respon to medical treatment engagement was not established in Indonesia. The aim of the study was to investigate the stroke knowledge among stroke ischemic survivor. Method was descriptive study. The sample were 78 samples. Quetionaire was Stroke Knowledge Test (SKT). Ethic was conducted by Ethic Committe of Medical Faculty Diponegoro University. The Result Showed that the knowledge of stroke, risk factor,  symtom warning stroke, and respon to medical treatment engagement were poor. This result gain the good insight in developing nursing intervention.
Pengaruh Teknik Relaksasi Otot Progresif terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Hemodialisa di RSUD Wonosari Cahyo Pramono; Sri Sat Titi Hamranani; Muhammad Yudha Sanjaya
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Vol. 2 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.901 KB) | DOI: 10.32584/jikmb.v2i2.248

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis atau sering disebut dengan Gagal Ginjal Kronis merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan memerlukan terapi pengganti ginjal yang berlangsung seumur hidup. Hemodialisa merupakan salah satu terapi pengganti ginjal yang sering diterapkan kepada pasien gagal ginjal kronis. Dalam menghadapi tahap – tahap dialisis, seringkali pasien hemodialisis merasakan kecemasan baik dari rentang paling ringan sampai dengan panik. Upaya yang dapat dilakukan perawat dalam mengatasi kecemasan pasien, adalah dengan melakukan teknik relaksasi otot progresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh teapi relaksasi progresif terhadap tingkat kecemasan pasien hemodialisa di RSUD Wonosari. Metodologi Penelitian ini menggunakan pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest and posttest. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon untuk membandingkan antara nilain pre test dan post test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi relaksasi otot progresif memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kecemasan pada pasien hemodialisa di RSUD Wonosari dengan nilai p value : 0,0001 (α < 0,05). Rekomendasi terapi relaksasi dapat dijadikan salah satu intervensi dalam mengatasi kecemasan pasien hemodialisa.
Pengaruh Pengelolaan Stress Keluarga terhadap Activity Daily Living (ADL) Pasien Post Stroke Iskemik Lis Mukti Lestari
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Vol. 2 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.043 KB) | DOI: 10.32584/jikmb.v2i1.236

Abstract

Asuhan keperawatan pada pasien stroke merupakan rangkaian intervensi yang dilakukan perawat terhadap pasien dan keluarganya. Hasil wawancara yang dilakukan penulis terhadap keluarga dari 10 pasien stroke yang menjalani rawat inap di RSUD Ungaran, keluarga mengalami stress disebabkan merasa belum siap untuk melakukan perawatan di rumah, sedangkan pasien stroke tidakmampu untuk melakukan aktifitasnya sehari – hari (ADL) secara mandiri, sehingga menambah beban keluarga. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pengelolaan stress keluarga terhadap kemandirian pasien post stroke iskemik. Metode penulisan ini adalah literature review. Penulisan artikel ini menggunakan sumber pustaka jurnal dan buku referensi dengan kata kunci stress family, stroke,activity daily living.Hasil yang diperoleh peran keluarga sangat penting dalam proses kemandirian ADL pasien post stroke. Sumber daya yang dimiliki keluarga memberikan kontribusi besar terhadap proses adaptasi. Keluarga membutuhkan intervensi dari perawat untuk meningkatkan kemampuan beradaptasi.Intervensi yang sering diberikan pada keluarga pasien stroke adalah skill building, psiko-edukasi dan support.Kesimpulan akhirnya adalah asuhan keperawatan secara holistik terhadap pasien post stroke beserta keluarganya mampu meningkatkan kemandirian pasien dalam melakukan ADL, sehingga pasien bisa mencapai kualitas hidup yang baik.
Deteksi Dini Afasia Pasien Stroke Akut : Analytic Review Dwi Febryanto; Retnaningsih Retnaningsih; Fitria Handayani
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Vol. 2 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.621 KB) | DOI: 10.32584/jikmb.v2i2.269

Abstract

Pasien stroke akut sebagian tidak terdeteksi afasia, hal ini dilihat dari angka kejadian afasia yang dilaporkan. Mereka yang ditemukan sudah menggunakan gaya berbicara telegrafis karena keterlambatan mengenali tanda dan gejala afasia. Tentu hal ini meningkatan hari rawat, biaya perawatan, pasien mudah depresi dan menurunkan derajat hidup. Alat ukur untuk menilai afasia menjadi salah satu faktor keberhasilan deteksi dini. Namun, dari yang ada tergolong lama dan tidak melaporkan sensitivitas dan spesifitas sehingga dapat diragukan kesahihannya. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah menemukan sensitifitas dan spesifitas alat ukur serta cepat dalam mendeteksi afasia pasien stroke akut. Metode yang digunakan literature review dari penelitian sebelumnya dengan mengekstrak 3 artikel Tahun 2010-2019 dalam bahasa Inggris yang membahas tentang identifikasi skrining tes afasia yang dipilih dari beberapa database. Language Screening Test sangat kuat dalam mendeteksi afasia stroke dilihat dari nilai sensitivitas dan spesifitas serta cepat dalam penilaiannya dengan waktu hanya 2 menit, namun instrumen ini tidak melaporkan onset stroke.