Articles
112 Documents
UPAYA INDONESIA MENCAPAI TARGET SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS BIDANG PENDIDIKAN DI KECAMATAN SEKAYAM KABUPATEN SANGGAU KALIMANTAN BARAT (2014-2019)
Adityo Darmawan Sudagung;
Veronica Putri;
Joy Evan;
Ivan Sasiva;
Laras Putri Olifiani
JURNAL POLINTER : KAJIAN POLITIK DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (459.208 KB)
|
DOI: 10.52447/polinter.v5i1.2389
Tulisan ini bertujuan mengelaborasi upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia era Joko Widodo untuk mencapai pemenuhan target Sustainable Development Goals di bidang pendidikan, khususnya di Kecamatan Sekayam. Kondisi pendidikan yang belum merata di Indonesia meskipun secara kuantitas pencapaian Millenium Development Goals sudah memenuhi target. Kecamatan Sekayam sebagai daerah yang masuk di kawasan perbatasan menjadi rentan karena terdapat godaan-godaan untuk terus menikmati pelayanan sosial dan ekonomi dari negara tetangga. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif yang menggunakan analisis konsep pembangunan dalam studi Hubungan Internasional dan human security. Temuan penelitian menunjukkan bahwa negara sudah berupaya hadir memenuhi kebutuhan masyarakat atas pendidikan. Diibuktikan dengan upaya pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas pembangunan pendidikan. Tetapi, faktor kordinasi lintas instansi masih menjadi momok yang perlu ditanggulangi. Kebutuhan akan kualitas SDM yang baik melalui pendidikan akan sangat bermanfaat bagi kualitas pembangunan Indonesia menuju Agenda SDGs 2030.
DINAMIKA HUBUNGAN MUHAMMADIYAH DAN PARTAI POLITIK DI INDONESIA
Ahmad Sholikin
JURNAL POLINTER : KAJIAN POLITIK DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1247.877 KB)
|
DOI: 10.52447/polinter.v5i2.4050
Muhammadiyah's contact with political parties in actualizing their ideas and ideals will be discussed in this chapter. Muhammadiyah's involvement with political parties from the pre-independence era until now is divided into 4 patterns of relations. If it is analogous to Muhammadiyah's relationship with a Political Party like a marriage, there will be four "Marriage" models between Muhammadiyah and the Political Party. First is "Official Marriage" with Muhammadiyah being a special member of Masyumi, second is "Siri Marriage" when Muhammadiyah becomes the initiator of the establishment of Parmusi in Tanwir Ponorogo. Third "Mut'ah Marriage (Contract)" when some Muhammadiyah administrators were involved in the establishment of the National Mandate Party (PAN), to the point of disappointment that gave rise to the Sun Nation Party (PMB). The fourth most recent model is not the "Marriage" that takes place, but the "Divorce" of the Islamic purification and reform organization with political parties as formulated in Tanwir Denpasar (2001).
Kontestasi Buzzer Politik dalam Mengawal APBD DKI Jakarta
Bambang Arianto
JURNAL POLINTER : KAJIAN POLITIK DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1596.845 KB)
|
DOI: 10.52447/polinter.v5i1.2342
Artikel ini akan mengelaborasi peran buzzer politik dalam mengawal APBD dan berbagai kebijakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontestasi para buzzer politik dalam mengawal penyusunan APBD Provinsi DKI Jakarta. Para buzzer politik ini berjejaring membangun opini bersama dengan warganet lainnya untuk bisa mengkritisi adanya indikasi kecurangan dalam penerapan E-Budgeting di Provinsi DKI Jakarta. Melalui tagar e-BudgetingCegahKorupsi para buzzer politik telah banyak mempengaruhi warganet untuk bisa menjadikan media sosial sebagai saluran partisipasi dan kampanye anti korupsi. Dengan demikian para buzzer politik telah memberikan kontribusi nyata dalam pelembagaan demokrasi digital. Hal itu tampak dari tagar-tagar yang dibangun dengan pemilihan kata kunci yang mengedepankan semangat anti korupsi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan mengumpulkan data-data Social Network Analysis (SNA) dari percakapan media sosial Twitter serta melalui wawancara mendalam (in-depth interview). Artikel ini berpendapat bahwa buzzer politik telah berperan positif dalam mengawal berbagai kebijakan serta APBD Provinsi DKI Jakarta.
E-GOVERNMENT SEBAGAI UPAYA INOVASI DALAM PELAYANAN PAJAK DAERAH KABUPATEN PANDEGLANG
Bayu Nurrohman
JURNAL POLINTER : KAJIAN POLITIK DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (592.314 KB)
|
DOI: 10.52447/polinter.v5i2.4055
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan terkait dengan penerimaan Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Pandeglang dari sector pajak. Salah satu hal yang peling berpengaruh adalah tingkat kepatuhan masyarakat yang masih rendah dalam membayar pajak. Hal ini juga disebabkan karena system pengelolaan dan pemungutan pajak masih belum transparan. E-Government dalam Pelayanan Pajak Daerah Kabupaten Pandeglang ini adalah program untuk memperbaiki kuallitas pelayanan public dari sector pajak dengan menggunakan konsep pelayanan berbasis system teknologi informasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendeketan deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa program ini berjalan dengan baik karena didukung oleh pengembangan system yang baik dan juga pengembangan kualitas sumber daya manusia di level birokrasi sebagai pelaksana dari pelayanan public di Badan Pelayanan Pajak Daerah Kabupaten Pandeglang. Rekomendasi dari penelitian ini adalah bahwa pemerintah Kabupaten Pandeglang harus juga memperhatikan kemampuan dan akses masyarakat wajib pajak sebagai penerima jasa layanan pajak untuk lebih memahami system yang dibangun dan dilaksanakan karena akan lebih membuat program ini berjalan dengan sangat baik.
PEMIKIRAN MAO ZEDONG TENTANG DEMOKRASI BARU
kusumajaya kusumajaya jusman
JURNAL POLINTER : KAJIAN POLITIK DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (334.633 KB)
|
DOI: 10.52447/polinter.v5i1.2386
Dunia di abad-21 meringis kesakitan. Dunia menuju 2 masa depan yang pasti: Entah kaum borjuis maha kuasa menghisap dunia hingga kering atau kaum proletariat menyelamatkan eksistensi dunia dengan menjatuhkan kekuasaan tiran kaum borjuis maha kuasa. Kaum borjuis menganggap 99% masyarakat sebagai “hewan ternak” yang hanya pantas untuk 8 jam kerja, 8 jam bermain, dan 8 jam tidurtanpa perlu berpikir kritis terhadap fakta kehidupan. Pemikiran Demokrasi borjuis liberal yang digagas oleh para intelektual borjuis seperti John Locke, Montesquieu dan Adam Smith yang mulanya bertujuan untuk melawan kekuasaan monarki absolut nyatanya telah bermutasi menjadi kediktatoran borjuis absolut berbentuk “Masyarakat Rahasia” yang menguasai dunia dari balik layar dan sudah jauh mengkhianati nilai-nilai yang mereka pegang di masa lalu. Penulis sebagai mahasiswa yang kritis dan berpikiran revolusioner merasa bertanggungjawab untuk memberitahukan kepada generasi muda negeri ini tentang apa yang terjadi dan apa yang harus dilakukan untuk melawan konspirasi gelap yang mengancam negeri kita dan dunia sekaligus memberikan alternatif bagi ideologi dan sistem yang ada yaitu Pemikiran yang sangat efektif dan pernah membuat kejutan di abad-20 yaitu Pemikiran Marxisme-Leninisme-Stalinisme-Maoisme dan sistem politik Demokrasi Baru. Tentunya kita harus berterima kasih kepada para Pemimpin Hebatdi masa lalu yang berhasil menciptakan ideologi tandingan untuk melawan rezim kediktatoran borjuis mahakuasa dan penulis juga seluruh masyarakat dapat menggunakan ideologi dan sistem ini menjadisenjata ampuh serupa“Bom Atom”. Penulis akan membuktikan kepada generasi muda bahwa ideologi Marxis-Leninis-Stalinis-Maois akan mampu menjadi ideologi perlawanan yang sejati dan bisa menyatu dengan tradisi dan dat istiadat negeri ini yang kaya hingga kita akan mengembalikan kejayaan dan kedaulatan negeri kita yang sudah lama dirampas oleh mereka para oligarki rakus yang yang menginginkan rakyat Indonesia tetap lemah, miskin dan teralienasi (baca: terasing) dari kehidupan mereka di dalam maupun luar rumah. Kebangkitan negeri kita hanyalah awal dari percikan api di padang rumput dunia yang luas yang kelak akan menyebar dan menciptakan kebakaran besar yang akan membakar rezim kediktatoran borjuis maha kuasa. Bentuk api itu adalah solidaritas proletariat dan petani sedunia yang akan menggebrak zaman dan membentuk Dunia Baru dengan sistem yang juga baru yaitu Demokrasi Baru.
DARI HUTAN KE POLITIK STUDI TERHADAP EKOFEMINISME ALETA BAUN DI MOLLO-NTT
Benediktus Dalupe
JURNAL POLINTER : KAJIAN POLITIK DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (788.164 KB)
|
DOI: 10.52447/polinter.v5i2.4056
Artikel ini membahas model gerakan Aleta Baun dalam menolak pertambangan di Mollo, NTT dan kesinambungan perjuangannya di jalur politik. Gerakan Aleta menunjukkan perbedaan penting. Aksi penyelamatan lingkungan dan gerakan perempuan (ekofeminisme) yang dipimpinnya dilandasi dengan spirit kearifan lokal Timor. Dalam kearifan lokal Timor yang diyakini; batu, hutan, air, dan tanah bagaikan tubuh manusia (fatu, nasi, noel, afu amsan a‘fatif neu monit mansion). Tanah adalah ibarat daging, air ibarat darah, hutan ibarat urat nadi dan rambut, dan batu ibarat tulang. Narasi ini sangat kuat dalam menggerakkan perempuan di Mollo. Setelah berjuang 13 tahun dan berhasil mengusir korporasi tambang, Aleta terus mengorganisir perempuan dan masyarakat adat. Model gerakan yang bertahap, urgensi pengembangan komunitas adat, dan opsi politik formal, menjadi temuan yang berbeda dari studi-studi sebelumnya. Apa yang ditemukan dari kisah Aleta dapat dipertimbangkan sebagai model sukses bagi gerakan feminisme dan ekologi di mana pun di tingkat lokal.
ANALISIS KERJASAMA AUSTRALIA DAN SELANDIA BARU DALAM ‘TRANS-TASMAN TRAVEL ARRANGEMENT’
Annisa Mediana Shafa
JURNAL POLINTER : KAJIAN POLITIK DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52447/polinter.v6i1.4141
Australia and New Zealand's cooperation in the Trans-Tasman Travel Arrangement (TTTA) which was agreed in 1973 made it easier for both countries to travel freely, both for those who only wanted to travel temporarily or stay permanently. The basic fixed rules that were first introduced as the requirements for both countries to travel were the indigenous people of Australia and New Zealand or the original Australian and New Zealand passport holders. Australia has changed the TTTA rules several times by adding a number of requirements to minimize the misuse of free travel, namely exemption from checking passports to applying universal visas. After Australia;s changes, it was then followed by New Zealand's changes in the New Zealand Immigration Act. This collaboration has a large impact on both countries, namely in terms of education, social benefits, health, and others.
STRATEGY POLITICAL MARKETING DALAM PEMILIHAN KEPALA DESA (Studi Kasus: Kepala Desa Yang Terpilih Prastowo Di Desa Sidodadi Kecamatan Waylima Kabupaten Pesawaran Tahun 2019)
Putri Rahmaini
JURNAL POLINTER : KAJIAN POLITIK DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52447/polinter.v7i1.4584
Penelitian ini dilakukan agar dapat mengetahui strategi political marketing yang Prastowo terapkan pada pemenangannya sebagai Kepala Desa. Penelitian ini dilakukan agar masyarakat mengetahui apasaja yang akan dipakai dalam strategy political ini. Metodelogi penelitian yang digunakan oleh peneliti menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan melakukan teknik wawancara, observasi dan studi pustaka. Dalam penelitian ini juga menggunkan data primer dan data sekunder. Hasil kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa Prastowo sebagai calon kandidat Kepala Desa dapat memakai strategy political marketing agar lebih memudahkan dalam mendapatkan perolehan suara dalam Pemilihan Kepala Desa. Dengan Menggunakan Pendekatan Party Oriented Party (POP) yang merupakan bagian sangat penting dilakukan sebelum pelaksanaan Pilkades diadakan. Political Marketing melakukan kunjungan kedaerah tertentu atau datang kerumah penduduk setempat yang ikut berpartisipasi dalam asosiasi maupun organsasi.
Gereja dan Elit Lokal di Tobelo
Gloria M.P Djurubassa
JURNAL POLINTER : KAJIAN POLITIK DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52447/polinter.v6i2.4472
Penelitian ini membahas mengenai gambaran Gereja (GMIH) dan elit lokal di Tobelo dengan menggunakan salah satu pendekatan elit, yaitu teori Mosca. Fenomena keberadaan individu atau sekelompok kecil orang (kemudian akan di sebut elit) yang menguasai sumber daya tertentu memang dapat ditemui di mana saja, termasuk di Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara. Kaum Elit merupakan golongan sosial terkemuka yang menempati posisi dan memainkan peran penting dalam perubahan sosial kemasyarakatan. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini mendeskripsikan tentang gereja (GMIH) sebagai struktur dan basis elit lokal di Tobelo. Selanjutnya, dengan menggunakan strategi analisis posisi, penelitian ini mengidentifikasi peranan dan pengaruh gereja (GMIH) serta kader GMIH sebagai elit yang berkuasa, khususnya di ranah agama dan politik lokal.
PERILAKU PEMILIH MASYARAKAT ADAT DESA KAKARA PADA PEMILUKADA MALUKU UTARA 2018
Gloria Miagina Palako Djurubassa;
Herman Sidete
JURNAL POLINTER : KAJIAN POLITIK DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52447/polinter.v6i1.4142
This research is about voting behaviour of indigenous people at Kakara Village in North Mollucas election 2018. On the previous Governor election in 2013 and Regent election in 2015, typologhy of North Mollucas Voter is traditional voter category and most of them spread to littoral and inland villages. This research be doing at Kakara village with purpose to reveal how is voting behavior of indigenous people at Kakara village to vote their governor and vice governor, and the causes of it. The method of this research is qualitative which is to explain and describe the facts of voting behavior of indigineous people as voter. Design of this research is case study with the research object such as important people in the custom, community, religion, and some of people at Kakara village. Collecting data technique be doing by observation, sharing questionnaire and deep interview to some of respondence by choosing as purposive to get data about social structure of indigineous people, identification of voting behavior and mass base of candidate. Voting behavior of indigineous people at Kakara village as a traditional voter when to deal with black campaign, identity issue, and religious issue certainly will be implicated to their choice in Governor and vice governor election. This is the interesting point that make this research should be investigated because voting behavior especially in North Halmahera always changed since election in 2015. The result of this research can be used as a basic by government, political party and academic to take policy as a problem solution to Indigineous People at Kakara Village.